cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Cendekia Ilmiah
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 4,454 Documents
Peran Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI) terhadap Tugas dan Wewenang dalam Upaya Kesejahteraan Ketenagakerjaan Firmansyah Firmansyah; Fitri Yani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.16825

Abstract

Penelitian ini membahas tentang seberapa besar peran serikat buruh nasional Indonesia (SBNI) dalam mensejahterakan pekerja atau buruh di Indonesia. Meskipun sudah jelas di paparkan pengertian mengenai buruh dan upah dalam undang – undang ketenagakerjaan, pada prosesnya pekerja atau buruh masih jauh dari kata sejahtera sehingga posisi mereka seolah menjadi korban eksploitasi para pengusaha. Sedangkan sebagai partner dari industri, pekerja menginginkan keadilan dan mendapatkan “kembali hak “sebagai hasil pelaksana industry. Melalui tugas dan wewenangnya, serikat buruh nasional Indonesia (SBNI) berupaya melindungi dan meningkatkan kesejahteraan pekerja, serta memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada pekerja dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serikat buruh nasional Indonesia (SBNI) dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan meningkatkan kesejahteraan ketenagakerjaan, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah dengan melakukan penelitian empiris normative. Peneliti tidak hanya mengumpulkan dan menganalisis data, tetapi juga mempertimbangkan implikasi normative dari temuan mereka. Serikat buruh nasional Indonesia (SBNI) berusaha untuk memahami bagaimana nilai-nilai dan prinsip dapat mempengaruhi fenomena yang di teliti dan bagaimana fenomena tersebut dapat mempengaruhi nilai-nilai dan prinsip.Kesimpulannya, bahwa serikat buruh nasional Indonesia dalam melakukan tugas dan wewenangnya dalam upaya penegakan hukum ketenagakerjaan telah diatur berdasarkan undang-undang nomor 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/buruh jo undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang penyelesaian hubungan industrial  jo undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan jo undang-undang nomor 6 tahun 2023 tentang cipta kerja. Juga dilakukan dengan berdasarkan perjanjian kerja bersama antara serikat pekerja/buruh dengan pengusaha dan pemerintah.
Kontribusi Lembaga Keagamaan dalam Intervensi Stunting Berbasis Komunitas: Analisis Literatur Eka Saprudin; Ira Akhmadi; Laila Refiana Said; Prasetyo Yuli Usaid
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.16826

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang multidimensional di Indonesia sehingga memerlukan pendekatan yang inovatif dan berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi lembaga keagamaan dalam intervensi stunting berbasis komunitas melalui analisis literatur terstruktur. Dari 25 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 13 artikel empiris periode 2021–2026 memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan empat pola kontribusi utama, yaitu: (1) internalisasi nilai-nilai keagamaan sebagai instrumen perubahan perilaku; (2) lembaga pendidikan berbasis iman sebagai platform intervensi kesehatan yang terstruktur; (3) advokasi, legitimasi sosial, dan kolaborasi multisektor; serta (4) komunikasi budaya dan transformasi praktik sosial. Lembaga keagamaan tidak hanya berperan secara simbolik, tetapi juga secara struktural dan operasional dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, penerimaan program, dan keberlanjutan intervensi. Integrasi otoritas moral-spiritual dengan strategi kesehatan publik terbukti memperkuat kepatuhan terhadap praktik gizi dan pola asuh sehat. Kajian ini menawarkan kerangka konseptual yang menempatkan lembaga keagamaan sebagai mitra strategis dalam percepatan penurunan stunting melalui pendekatan normatif, kultural, dan berbasis komunitas
Tindak Pidana Aborsi oleh Tenaga Medis yang Mengakibatkan Kematian (Studi Putusan PN Purwakarta) Desti Nazar Nurulaini; Ujang Charda S; Sri Nurcahyani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.16870

Abstract

Tindak pidana aborsi yang dilakukan oleh tenaga medis hingga mengakibatkan kematian merupakan persoalan serius dalam perspektif hukum pidana dan hukum kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum dan efektivitas hukum terhadap tindak pidana tersebut dengan mengacu pada Putusan Pengadilan Negeri Purwakarta Nomor 22/Pid.Sus/2024/PN Pwk. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum secara normatif telah memenuhi unsur tindak pidana, termasuk pembuktian, kausalitas, dan pertanggungjawaban pidana. Namun, penegakan hukum belum komprehensif karena belum mengintegrasikan aspek hukum administrasi, standar profesi medis, dan tanggung jawab keperdataan. Selain itu, efektivitas hukum masih didominasi pendekatan represif dan belum optimal secara preventif, yang tercermin dari masih terjadinya praktik aborsi ilegal akibat lemahnya pengawasan dan faktor sosial. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan tenaga medis serta integrasi pendekatan multidisipliner untuk mewujudkan penegakan hukum yang lebih efektif dan berorientasi preventif.
Pengembangan E-book IPA Interaktif Berbantuan FlipHTML5 Pada Materi Gerak dan Gaya SMP Kadek Anggi Taradita; Putu Prima Juniartina; Nia Erlina
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.16889

Abstract

Pembelajaran IPA di SMP masih didominasi penggunaan bahan ajar konvensional yang kurang mampu memvisualisasikan konsep abstrak, khususnya pada materi gerak dan gaya, serta belum mengintegrasikan keterkaitan dengan konteks biologi secara optimal. Kondisi ini menyebabkan rendahnya pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-book IPA interaktif berbantuan FlipHTML5 pada materi gerak dan gaya dalam konteks biologi yang valid dan praktis digunakan dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dibatasi pada tahap analysis, design, dan development. Subjek penelitian meliputi ahli isi, ahli media, guru IPA, dan siswa SMP. Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi dan kepraktisan, sedangkan analisis data menggunakan Content Validity Index (CVI) dan skor rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-book yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi dengan nilai CVI sebesar 0,97 pada aspek isi dan 1,0 pada aspek media. Uji kepraktisan menunjukkan skor rata-rata sebesar 3,7 oleh guru dan 3,6 oleh siswa dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, e-book IPA interaktif berbantuan FlipHTML5 dinyatakan layak dan praktis digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran IPA.
Pengembangan Media Pebelajaran IPA Berbantuan Smart Apps Creator pada Materi Sistem Pernapasan untuk Siswa SMP I Dewa Komang Adi Sutrisnayana; Putu Prima Juniartina; Luh Mitha Priyanka
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.16891

Abstract

Rendahnya pemahaman siswa terhadap materi sistem pernapasan manusia yang bersifat abstrak, serta masih dominannya penggunaan bahan ajar konvensional dan minimnya pemanfaatan media pembelajaran interaktif di sekolah, menyebabkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran belum optimal. Kondisi ini berdampak pada kesulitan siswa dalam memahami proses internal seperti pertukaran gas dan mekanisme pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran IPA inovatif berbantuan Smart Apps Creator pada materi sistem pernapasan manusia untuk siswa SMP yang valid dan praktis digunakan dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model 4-D yang dibatasi pada tahap define, design, dan develop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi dengan nilai sebesar 0,87 pada aspek isi dan 0,92 pada aspek media. Uji kepraktisan menunjukkan skor rata-rata sebesar 3,6 oleh guru dan 3,72 oleh siswa dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, media pembelajaran IPA berbantuan Smart Apps Creator valid dan praktis digunakan sebagai alternatif media pembelajaran interaktif untuk siswa SMP.
Perlindungan Hukum Pelapor dan Rekonstruksi Pertanggungjawaban Pidana dalam Penyebaran Konten Asusila Digital Karmila Karmila; Edi Saputra Hasibuan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.16897

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat telah mempercepat penyebaran konten asusila di ruang digital sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi penegakan hukum pidana, terutama dalam perlindungan hukum bagi pelapor dan penentuan pertanggungjawaban pidana para pihak yang terlibat dalam penyebaran konten tersebut. Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum terhadap pelapor serta merekonstruksi konsep pertanggungjawaban pidana dalam penyebaran konten asusila digital di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi pelapor masih lemah dalam praktik, terutama ketika pelaporan dengan itikad baik justru ditafsirkan sebagai tindakan penyebaran yang melawan hukum. Selain itu, kerangka pertanggungjawaban pidana yang berlaku belum sepenuhnya mengakomodasi kompleksitas pelaku digital, praktik pembuktian elektronik, serta pembedaan antara pelaku, korban, dan pelapor. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan hukum yang lebih adaptif, proporsional, dan berorientasi pada perlindungan korban agar hukum pidana mampu memberikan kepastian, keadilan, dan perlindungan yang efektif di lingkungan digital.
Analisis Penggunaan Shuujoshi Danseigo oleh Tokoh Wanita Ayase Momo dalam Anime Dandadan Season 1 Gede Ardiyana; Kadek Eva Krishna Adnyani; I Kadek Antartika
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.16915

Abstract

Shuujoshi danseigo merupakan partikel akhir kalimat dalam bahasa Jepang yang umumnya digunakan oleh pria untuk menunjukan berbagai emosi dan perasaan kepada mitra tutur. Namun dalam prakteknya ada kalanya ditemukan fenomena penggunaan shuujoshi danseigo oleh tokoh wanita seperti yang terdapat pada tokoh Ayase Momo dalam anime Dandadan season 1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih lanjut bentuk, fungsi dan faktor yang memengaruhi penggunaan shuujoshi danseigo oleh tokoh wanita. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode simak dan catat. Hasil penelitian menemukan bentuk penggunaan shuujoshi danseigo na, sa, darou, zo, ze, dan kana. Fungsi shuujoshi danseigo yang ditemukan meliputi beberapa diantaranya yaitu, untuk menyatakan keraguan, meminta persetujuan, serta menegaskan ungkapan emosi atau perasaan. Faktor yang memengaruhi penggunaan shuujoshi danseigo yaitu, faktor mitra tutur yang didominasi oleh pria, lingkungan tutur terutama keluarga yang sering menggunakan ragam bahasa danseigo, faktor keakraban dengan mitra tutur dan faktor emosi yang dialami. Dengan demikian dalam anime Dandadan tokoh Ayase Momo yang merupakan seorang wanita juga dapat menggunakan shuujoshi danseigo yang umumnya digunakan oleh pria dikarenakan adanya berbagai faktor yang memengaruhi yaitu, berkaitan dengan fungsi dari shuujoshi tersebut, maksud atau tujuan tuturan, mitra tutur dan faktor lingkungan tutur.
Rasionalisasi Cinta dan Pergeseran Makna Pernikahan pada Generasi Z di Kota Bandung Riska Meliyana; Siti Halizah; Sri Damayanti
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.16929

Abstract

Fenomena pernikahan sebagai institusi sosial mengalami perubahan signifikan pada Generasi Z, khususnya di wilayah urban seperti Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalisasi cinta dan pergeseran makna pernikahan pada Generasi Z dalam konteks perkembangan digital dan globalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam terhadap lima informan berusia 18–25 tahun yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z tidak lagi memandang pernikahan sebagai kewajiban sosial, melainkan sebagai pilihan rasional yang didasarkan pada kesiapan finansial, kematangan emosional, dan stabilitas karier. Temuan ini sejalan dengan konsep rasionalisasi Max Weber, di mana tindakan sosial semakin berorientasi pada pertimbangan logis dan efisiensi. Selain itu, pergeseran makna pernikahan juga dapat dijelaskan melalui teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, yang menekankan bahwa realitas sosial dibentuk melalui proses interaksi dan internalisasi nilai. Media sosial turut memperkuat konstruksi ini dengan menghadirkan narasi negatif terkait pernikahan, seperti konflik dan perceraian, yang memunculkan kecemasan dan kecenderungan menunda pernikahan. Dengan demikian, makna pernikahan pada Generasi Z bersifat dinamis, individualistik, dan kontekstual.
Pengawasan dan Monitoring Keuangan Publik dalam Pengelolaan APBD oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Banyumas Nabila Salsabil; Nanik Dwi Setya Wati; Eva Hany Fanida; Revienda Anita Fitrie
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.16939

Abstract

Pengawasan dan monitoring keuangan publik merupakan aspek penting dalam mewujudkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang transparan, akuntabel, dan efektif. Dalam konteks pemerintahan daerah, Inspektorat Daerah memiliki peran strategis sebagai aparat pengawasan internal pemerintah yang bertugas memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengawasan dan monitoring keuangan publik dalam pengelolaan APBD oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi literatur dan analisis dokumen sekunder, seperti laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD), dokumen APBD, regulasi terkait pengelolaan keuangan daerah, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inspektorat Daerah Kabupaten Banyumas telah menjalankan fungsi pengawasan melalui penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), pelaksanaan audit internal, reviu perencanaan anggaran, serta pemanfaatan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) dalam monitoring keuangan daerah. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia pengawasan, koordinasi antar-organisasi perangkat daerah yang belum optimal, serta pemanfaatan sistem informasi yang belum maksimal. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi penerapan SPIP berbasis manajemen risiko, serta peningkatan pemanfaatan teknologi informasi menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengawasan dan monitoring keuangan publik di Kabupaten Banyumas.
Evaluating Digital Governance Strategy Through SWOT–IFAS–EFAS Analysis A Case Study Of Srikandi Implementation In The East Kalimantan Provincial Government Rosyid Nurrohman; Ryan Muhyiddin Anwar Ryan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i5.16943

Abstract

This study aims to evaluate digital governance strategies through SWOT, IFAS, and EFAS analyses of the implementation of the SRIKANDI application within the East Kalimantan Provincial Government. SRIKANDI, a digital archiving system developed by the National Archives of the Republic of Indonesia, plays a role in improving the efficiency, transparency, and accountability of government administration. The research method used a qualitative descriptive approach to identify internal and external factors influencing system implementation. The analysis results indicate that key strengths lie in regulatory support, increased work efficiency, and archive digitization, while weaknesses include limited human resource competency and technical constraints. Opportunities include support for government digital transformation policies, while threats relate to infrastructure readiness and resistance to change. Overall, SRIKANDI implementation is strategically positioned to support the sustainable strengthening of digital governance.