cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 2,228 Documents
Perancangan Pembelajaran Berbasis Understanding by Design (UbD) Sebagai Kerangka Peningkatan kualitas pembelajaran Khalila Utami; Reza Fifki Pratam; Aldi Pranata
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15452

Abstract

Perancangan pembelajaran memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik. Pembelajaran yang tidak dirancang secara sistematis cenderung menghasilkan pemahaman yang dangkal serta kurang bermakna. Salah satu pendekatan perancangan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman mendalam adalah Understanding by Design (UbD), yang menggunakan prinsip backward design dalam penyusunan pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif perancangan pembelajaran berbasis UbD sebagai kerangka peningkatan kualitas pembelajaran dengan mengintegrasikan hasil penelitian terdahulu dari dua belas jurnal nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa UbD mampu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui keselarasan antara tujuan pembelajaran, asesmen, dan aktivitas pembelajaran. Selain itu, penerapan UbD terbukti meningkatkan pemahaman konseptual, motivasi belajar, serta keterlibatan aktif peserta didik. Dengan demikian, UbD dapat dijadikan sebagai kerangka perancangan pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan di berbagai jenjang pendidikan.
Politik Anggaran Kebijakan: Konsep Dan Kebijakan Pembiayaan Pendidikan Islam Di Indonesia Tati Khafidotur Rofingah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15466

Abstract

Suatu kebijakan dibuat untuk menjadi pedoman dalam bertindak dan mengarahkan kegiatan dalam organisasi pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses implementasi kebijakan hanya dapat dimulai apabila tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang semula bersifat umum telah dirinci, program-program aksi telah dirancang dan sejumlah dana/biaya telah dialokasikan untuk mewujudkan tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran tersebut. Selain itu adanya perencanaan-perencanaan dalam bidang pendidikan juga tengah digalakkan, contohnya saja penempatan guru-guru yang dianggap profesional untuk bersedia ditempatkan ditempat-tempat terpencil. Maka dari itu perlu adanya suatu kebijakan dari pemerintah khususnya yang mana mampu membuat suatu program-program baru untuk perubahan pendidikan yang lebih berkualitas. Pendidikan mempunyai kedudukan sangat penting dalam pembangunan bangsa. Karenanya pendidikan merupakan human investment yang berarti kesuksesan masa depan bangsa sangat ditentukan oleh investasi saai ini. Pentingnya posisi pendidikan tersebut mensyaratkan pengelolaan pendidikan yang cermat melalui prosedur manajemen yang baik dan didukung dengan pembiayaan yang memadai. Undang-Undang mengamanatkan bahwa anggaran pendidikan selain biaya kedinasan dialokasikan minimal 20 persen dari APBN dan APBD. Akan tetapi, hingga saat ini amanat undang-undang tersebut belum dapat terpenuhi. Hal ini terkait dengan kemauan, kemampuan, keberanian dan political will pemerintah. Oleh karena itu dibutuhkan kebijakan politik anggaran pendidikan yang rasional, tegas dan konstitusional agar pendanaan pendidikan dapat sesuai dengan amanat undang-undang
Pendidikan Dalam Perspektif Hadis Nabi Muhammad Saw Irsyadah Ibrahim; Abbas Baco Miro; Rahmi Dewanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15467

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep pendidikan dalam perspektif hadis Nabi Muhammad SAW serta kontribusinya terhadap penguatan pendidikan Islam di era kontemporer. Dalam pandangan Islam, pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas penyampaian ilmu pengetahuan, melainkan sebagai proses pembentukan manusia secara menyeluruh yang mencakup aspek intelektual, etis, dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Data primer bersumber dari kitab-kitab hadis utama, seperti Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Ibnu Majah, dan Sunan al-Tirmidzi, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan tema kajian. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan penelusuran literatur secara sistematis, sementara analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik terhadap hadis-hadis yang memiliki muatan pendidikan (hadis tarbawi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis Nabi SAW menegaskan pentingnya kewajiban menuntut ilmu, penanaman adab dan etika dalam proses pembelajaran, serta pendidikan ibadah yang dilaksanakan melalui keteladanan, pembiasaan, praktik langsung, dan tahapan pembelajaran secara bertahap (tadarruj). Selain itu, pendidik dipandang sebagai figur sentral dalam internalisasi nilai dan pembentukan karakter peserta didik. Temuan ini mengindikasikan perlunya perubahan paradigma pendidikan Islam dari orientasi kognitif semata menuju pendekatan yang lebih integratif, dengan menyeimbangkan dimensi keilmuan, moral, dan spiritual. Dengan demikian, hadis Nabi SAW berperan penting sebagai landasan normatif dan pedagogis dalam mewujudkan sistem pendidikan Islam yang holistik, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kata kunci: hadis tarbawi, pendidikan Islam, adab, pendidikan ibadah, paradigma pendidikan
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Shopee Flash Sale Muchammad Azhar An Nawa; Muhajir Muhajir; Waluyo Sudarmaji
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15563

Abstract

Perkembangan pesat e-commerce di Indonesia, khususnya penggunaan strategi Flash Sale oleh platform seperti Shopee, menimbulkan sejumlah pertanyaan terkait kepatuhan praktik tersebut pada prinsip-prinsip hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme penetapan harga dalam Flash Sale Shopee dari perspektif hukum Islam, khususnya prinsip keadilan, keterbukaan, larangan gharar (ketidakpastian), penipuan, dan riba. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi literatur terhadap sumber hukum Islam, kebijakan Shopee, dan teori penetapan harga pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penetapan harga Flash Sale Shopee pada dasarnya sesuai dengan hukum Islam dan prinsip pasar yang sehat apabila dilaksanakan secara adil, transparan, dan konsisten. Praktik Flash Sale yang menampilkan kejelasan harga, kesepakatan awal antara penjual dan platform, kepastian durasi promo, serta pengawasan stok dan transaksi mencerminkan kepatuhan terhadap prinsip kejujuran dan terhindar dari gharar, penipuan, riba, dan ghabn al-fāḥisy. Dalam perspektif hukum Islam, Flash Sale Shopee tergolong muamalah yang diperbolehkan (mubāḥ), selama tidak menyesatkan konsumen dan tetap menjunjung perlindungan serta keadilan bagi semua pihak.  
Negotiating Parental Mediation as Family Communication Practice in Digitally Mediated Learning Cahayani Yogaswari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15598

Abstract

The integration of digital media into daily life has positioned families as central sites of communication and mediation. The COVID-19 crisis intensified this process, shifting formal education to digitally mediated learning and requiring parents to assume active roles in their children’s education. This study examines how parents of elementary school–aged children in Yogyakarta, Indonesia, negotiated their roles as digital mediators. Using a qualitative multiple case study design involving three families, data were collected through in-depth interviews and direct observations. The analysis focuses on four units: parental attitudes toward technology, mediation practices, family-school relationships, and encountered challenges. Findings indicate that while parents view digital technology as unavoidable, their responses toward its use for learning vary. Parents combined active mediation, restrictive mediation, co-using, and participatory learning based on their digital competencies, time, and school support. Relationships within families and with schools were shaped by communication intensity and parental confidence. Challenges emerged from internal factors, such as limited digital self-efficacy, and external factors, including technological constraints and school demands. Although emergency remote learning has ended, these findings remain relevant for understanding how parental mediation is negotiated in post-crisis family digital communication.
Kebebasan Pers dan Perlindungan Hukum Jurnalis di Indonesia: Implikasi Regulasi terhadap Praktik Media Lokal Nur Hibbah; Riski Deliana; Wahidah Rangkuti; Puspita Sari; Susanti Hasibuan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15626

Abstract

Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum bagi jurnalis dalam bingkai kebebasan pers di Indonesia dengan pendekatan penelitian hukum normatif-empiris. Secara normatif dianalisis perangkat hukum utama, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Baru), Undang-Undang ITE, dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), serta Peraturan Dewan Pers Nomor 1/PERATURAN-DP/I/2025 dan Kode Etik Jurnalistik. Secara empiris studi kasus dilakukan pada Start FM Panyabungan, Mandailing Natal melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi sebagai data primer, sementara data sekunder dari peraturan perundang-undangan, artikel ilmiah, dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun payung hukum relatif lengkap namun terdapat kesenjangan implementatif, yakni SOP redaksi kurang terdokumentasi dan penerapannya sering bergantung pada keputusan personal, jurnalis melaporkan fenomena self-censorship akibat persepsi risiko litigasi terutama terkait KUHP Baru, UU ITE, dan UU PDP yang menambah kompleksitas terkait pengelolaan data sumber dan korban. Penelitian ini mengidentifikasi hambatan hukum, kapasitas organisasi, dan konteks lokal sebagai faktor penyebab. Rekomendasi meliputi harmonisasi interpretatif antar peraturan, penyusunan pedoman sektoral yang jelas, penguatan SOP dan mekanisme konsultasi hukum bagi media lokal, serta program pelatihan literasi hukum jurnalistik.
Larangan Kampanye Di Fasilitas Pendidikan Dalam Mewujudkan Pendidikan Politik Masyarakat: Telaah Yuridis Atas Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 65/PUU-XXI/2023 R Haris Kurniawan; Paisol Burlian; Sutrisno Hadi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15636

Abstract

Education plays a strategic role in shaping citizens' political awareness through its educational, research, and community service functions. However, restrictions on election campaigns within universities, as stipulated in Law Number 7 of 2017 concerning General Elections, have sparked constitutional debate, particularly regarding the fulfillment of political rights and academic freedom. Constitutional Court Decision Number 65/PUU-XXI/2023 was issued in response to the judicial review of Article 280 paragraph (2) letter h of the Election Law, which prohibits campaigning in government facilities, including universities. This article aims to analyze the Constitutional Court's legal considerations in this decision and its implications for the role of universities as a means of public political education. This research uses a normative juridical method with a statutory and case approach. The results show that the Constitutional Court emphasized the importance of maintaining the neutrality of universities, while simultaneously opening space for academic, objective, and non-partisan political education activities. This decision strengthens the position of universities as a constitutional democratic learning space, while also defining the boundary between practical political campaigns and citizen political education.
Brand Communication as Cultural Production: a Sociological Study of Advertising on Social Media Okza Hendrian Wijaya; Muhammad Arrozi; Yurdan Vebry Endika; Andre Rahmat Kurniawan; Muhammad Afdhal
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15645

Abstract

This thesis examines the relationship between brand communication and cultural production, with a particular focus on advertising practices on social media platforms. It develops a theoretical framework that integrates perspectives from cultural production theory, the sociology of advertising, and the conceptualization of social media as a cultural space. Using a qualitative research design, the study analyzes advertising as a form of cultural practice that actively shapes consumer identities. The findings demonstrate that social media significantly transforms branding strategies and consumer behavior by enabling interactive, symbolic, and identity-driven forms of communication, as evidenced by selected case studies of prominent advertising campaigns. This research contributes to a deeper understanding of advertising as a dynamic cultural phenomenon and offers insights for future studies on brand communication in digitally mediated cultural environments.
Integrasi Media Kakubay Berbasis Tri-N Dalam Pembelajaran Lintas Mata Pelajaran Untuk Meningkatkan Pemahaman Keberagaman Budaya Iwan Yuni Isetyawati; Insanul Qisti Barriyah; Heri Maria Zulfiati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media KAKUBAY (Kartu Kuartet Budaya Yogyakarta) yang terintegrasi ajaran Taman Siswa Tri-N (Niteni, Nirokke, Nambahi) dalam pembelajaran lintas mata pelajaran untuk meningkatkan pemahaman murid terhadap keberagaman budaya Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek murid kelas III SD Negeri Percobaan 3 Yogyakarta. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan KAKUBAY tidak hanya meningkatkan minat belajar dan pemahaman budaya lokal, tetapi juga efektif dalam diterapkan secara tematik lintas mata pelajaran seperti IPAS dan Seni Rupa. Integrasi Tri-N dalam proses belajar mengajar mendorong keterlibatan aktif murid melalui pengamatan, peniruan, dan pengembangan kreativitas. KAKUBAY terbukti mampu menjadi media kontekstual yang mendukung penguatan karakter dan identitas budaya murid sekolah dasar. Media ini efektif dalam menyampaikan nilai-nilai budaya seperti makanan khas, tempat wisata, kerajinan, dan tradisi upacara adat melalui cara yang menyenangkan dan interaktif. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan KAKUBAY dalam pembelajaran IPS untuk penguatan karakter dan budaya lokal.
Analisis Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap Peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jawa Barat Ainur Ridho Hafied
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15690

Abstract

Each region has its own leading sector that significantly contributes to its Gross Regional Domestic Product (GRDP). This study aims to examine whether the tourism sector is considered a leading sector and its contribution to the GRDP in West Java Province. The research uses GRDP by industry data from West Java Province and National Gross Domestic Product (GDP) by industry, employing the Location Quotient (LQ), Shift Share, and Panel Least Squares (PLS) methods. The analysis shows that the tourism sector in West Java is not a leading sector despite the abundance of tourist destinations in the province. This raises the question of why the tourism sector, despite its potential, does not emerge as a key driver of economic growth. Therefore, this study seeks to provide valuable insights for policymakers to transform the supporting businesses in the tourism sector into a leading sector by leveraging the existing resources and enhancing its contribution to the regional economy.