cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 2,799 Documents
Persepsi Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo Pada Pernikahan Siti Nurchaliza Panai; Yowan Tamu; Feni Mariana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.17543

Abstract

Over time, the younger generation’s perspectives on marriage have shifted. Marriage, which was previously often positioned as a natural and immediate stage of a happy life, is now increasingly understood as a decision that requires careful consideration and reconsideration, contributing to a significant decline in marriage rates over the past decade, according to Statistics Indonesia (BPS). The younger generation no longer views marriage solely as a social obligation but also as a choice informed by emotional, economic, and mental readiness. This phenomenon is reflected, among other things, in the emergence of a trend known as Marriage is Scary, in which young people share their experiences and expectations about marriage. The purpose of this study is to describe the perceptions of female students of the Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Gorontalo, on marriage in general. The results of this study indicate that female students tend to adopt a more reflective, cautious attitude toward marriage. The conclusion of this study is that female students' interpretations of marriage do not lead to rejection but rather shift toward a more critical and reflective perspective.
Pengaplikasian Q.S Al-Ahzab Ayat 56: Studi Pengamalan Zikir Dala’il Al-Khairat di Majelis Ta'lim Al-Iman Irfan Wardana; John Supriyanto; Deddy Ilyas
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.15262

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengamalan Q.S. Al-Ahzab ayat 56 tentang perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang diimplementasikan dalam tradisi pembacaan zikir Dala’il Al-Khairat di Majelis Ta’lim Al-Iman Palembang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk pengaplikasian ayat tersebut dalam praktik zikir serta menganalisis resepsi masyarakatnya melalui pendekatan Living Qur’an. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama, didukung observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Populasi penelitian mencakup seluruh pengurus dan anggota majelis, sedangkan sampel dipilih secara purposive sampling berdasarkan keaktifan dan masa keikutsertaan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zikir Dala’il Al-Khairat berfungsi memperkuat hubungan spiritual dengan Allah dan Rasul, menumbuhkan cinta Rasul, serta meningkatkan kedisiplinan ibadah dan solidaritas sosial. Kesimpulannya, pengamalan zikir tersebut merepresentasikan bentuk konkret Living Qur’an yang mengintegrasikan nilai ritual, spiritual, dan sosial umat dalam kehidupan sehari-hari
Pengaruh Motivasi Ekstrinsik dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan PT Leetex Garment Indonesia Andini Febriany Mutiarasari; Nasya Amelia; Melani Ayunurlita; Eteh Resa Asyifa
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.15358

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kinerja karyawan sebagai faktor utama keberhasilan perusahaan manufaktur yang kompetitif. Tujuannya adalah menganalisis pengaruh motivasi ekstrinsik dan kompensasi terhadap kinerja karyawan di PT Leetex Garment Indonesia, baik secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei lapangan. Populasi mencakup seluruh karyawan tetap di bagian produksi, dan sampel penelitian sebanyak 34 orang dipilih menggunakan purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji asumsi klasik serta regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik dan kompensasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (F-hitung 12,665; sig. 0,000). Secara parsial, kompensasi berpengaruh positif signifikan (β=0,606; sig. 0,000), sedangkan motivasi ekstrinsik tidak signifikan (sig. 0,117). Kesimpulannya, kompensasi merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kinerja di lingkungan manufaktur, sementara motivasi ekstrinsik memerlukan dukungan sistem kompensasi yang efektif untuk memberikan dampak optimal
Externalization of Migration Pada EU-Turkey Refugees Deal: Studi Kasus Program “FRIT” Dalam Mengatasi Migrasi Ireguler Uni Eropa Tahun 2015-2025 Dawud Attho'i; Alif Gesang Salim Hanggayuh Mukti; Firsty Chintya Laksmi Perbawani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16590

Abstract

Krisis migrasi Eropa tahun 2015 mendorong Uni Eropa (UE) mengadopsi kebijakan eksternalisasi migrasi melalui kerja sama dengan Turki dalam kerangka EU–Turkey Refugee Deal. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana implementasi Facility for Refugees in Turkey (FRIT) merepresentasikan strategi externalization of migration dalam menangani migrasi ireguler UE periode 2015–2025. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus serta kerangka teori Bill Frelick yang mencakup empat instrumen: remote control, burden-shifting, conditionality, dan accountability gap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UE secara sistematis mengalihkan pengendalian migrasi ke luar wilayah teritorialnya melalui dukungan finansial dan kerja sama kebijakan dengan Turki. Instrumen remote control diwujudkan melalui program bantuan sosial seperti ESSN dalam skema FRIT untuk menstabilkan kondisi pengungsi di Turki. Praktik burden-shifting tampak pada pergeseran tanggung jawab perlindungan pengungsi kepada Turki sebagai negara penampung utama. Dalam aspek conditionality, bantuan finansial UE disertai tuntutan politik dan operasional terkait penguatan kontrol migrasi. Namun, kebijakan ini juga memunculkan accountability gap yang berdampak pada lemahnya perlindungan hak migran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi ini efektif menekan migrasi ireguler, tetapi menimbulkan tantangan normatif terhadap prinsip perlindungan internasional.
Makna Lirik Lagu “Berdansalah Karir ini Tidak Ada Artinya” Oleh Hindia Ditinjau Dari Teori Hermeneutika Schleiermacher Yesaya Samuel Febriando Purba; Jeffry Audi Wempi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16727

Abstract

Lirik lagu dalam musik kontemporer tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi artistik, tetapi juga sebagai media refleksi sosial dan pengalaman eksistensial manusia. Lagu “Berdansalah Karir Ini Tak Ada Artinya” karya Hindia menghadirkan narasi kritis mengenai budaya kerja modern serta pencarian makna hidup di kalangan generasi muda. Kajian ini menggunakan teori hermeneutika Friedrich Schleiermacher untuk menafsirkan makna yang terkandung dalam lirik lagu tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui analisis teks yang didukung oleh studi literatur serta pemahaman terhadap konteks dan latar belakang pencipta lagu. Kerangka analisis mencakup dua komponen utama dalam hermeneutika Schleiermacher, yaitu interpretasi gramatikal dan interpretasi psikologis. Interpretasi gramatikal menelaah unsur kebahasaan seperti diksi, metafora, repetisi, serta pola sintaksis dalam lirik, sedangkan interpretasi psikologis berupaya memahami pengalaman emosional dan refleksi batin Baskara Putra sebagai pencipta lagu. Dengan melihat aspek psikologis Baskara Putra dalam proses penciptaan lirik, analisis menunjukkan adanya refleksi eksistensial sekaligus kritik sosial terhadap budaya produktivitas yang menempatkan karier sebagai tolok ukur utama kesuksesan. Dengan demikian, lagu ini tidak hanya dipahami sebagai karya musik, tetapi juga sebagai teks kultural yang merefleksikan pergulatan eksistensial serta pencarian makna hidup dalam masyarakat modern.
Restorasi Bahan Pustaka Di SMA Negeri 2 Pringsewu Siti Nur Halifah; Aghesna Rahmatika Kesuma; Rahmat Iqbal
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan dan proses restorasi bahan pustaka di SMA Negeri 2 Pringsewu guna meningkatkan keberlanjutan koleksi dan akses informasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi data untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai faktor penyebab kerusakan dan langkah-langkah restorasi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan bahan pustaka disebabkan oleh faktor internal seperti sifat kimia dan biologis kertas, serta faktor manusia seperti vandalisme dan kelalaian pengguna. Proses restorasi meliputi rebinding, penambalan, laminasi, dan pembersihan rutin yang dilakukan dengan alat sederhana seperti lem PVAc, gunting, dan kawat kasa. Meskipun telah ada SOP yang diterapkan, masih ditemukan kesenjangan antara kebijakan dan praktik lapangan, sehingga diperlukan peningkatan kesadaran pengguna dan staf, pengendalian lingkungan, serta peningkatan sumber daya dan kompetensi teknis. Kesimpulannya, upaya restorasi fisik yang tepat dapat memperpanjang umur koleksi dan menjaga kualitas bahan pustaka, sehingga mendukung keberlanjutan akses informasi di masa mendatang. Disarankan agar pihak sekolah meningkatkan pelatihan dan sumber daya agar proses restorasi berjalan lebih efektif dan efisien.
Pertimbangan Hakim Mahkamah Konstitusi Dalam Putusan Nomor 15/Puu-Xxiii/2025 Tentang Penghapusan Hak Imunitas Jaksa Dalam Penangkapan Jaksa Prespektif Siyasah Dusturiah Salma Alfia Widjana; Ija Suntana; Taufiq Alamsyah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16912

Abstract

Keputusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 15/PUU-XXIII/2025, yang menghapuskan hak imunitas jaksa dalam penangkapan, membawa perubahan mendalam dalam sistem peradilan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis substansi keputusan tersebut, khususnya dalam kaitannya dengan prinsip keadilan dan kesetaraan di hadapan hukum. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis hukum normatif, penelitian ini mengandalkan sumber data utama berupa teks putusan Mahkamah Konstitusi dan peraturan perundang-undangan terkait, serta literatur sekunder yang membahas konsep siyasah dusturiyah dan relevansinya terhadap sistem hukum Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk menghapuskan hak imunitas jaksa karena dianggap dapat menciptakan ketidaksetaraan serta potensi impunitas, sementara prinsip akuntabilitas pejabat negara yang tercermin dalam keputusan ini menegaskan bahwa jaksa tetap harus mempertanggungjawabkan tindakannya. Meskipun hak imunitas dihapuskan, Mahkamah memberikan pengecualian dalam dua kondisi, yaitu saat jaksa tertangkap tangan atau terlibat dalam tindak pidana yang sangat serius. Dari perspektif siyasah dusturiyah, keputusan ini sejalan dengan prinsip bahwa setiap pejabat negara harus dipertanggungjawabkan atas tindakannya, serta menekankan pentingnya pengawasan terhadap kekuasaan untuk menjaga integritas sistem hukum. Keputusan ini diharapkan dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam sistem peradilan Indonesia tanpa mengurangi perlindungan yang diperlukan bagi jaksa dalam menjalankan tugasnya.
Strategi Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Subang Dalam Meningkatkan Pendataan Tanah Melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap: Tinjauan Siyasah Dusturiyah Eef Abdul Aziz; Chaerul Shaleh; Ridwan Eko Prasetyo
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17423

Abstract

Pendaftaran tanah merupakan instrumen strategis dalam menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak atas tanah, namun dalam praktiknya masih terdapat banyak bidang tanah di Indonesia yang belum terdaftar, sehingga mendorong pemerintah melaksanakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap sebagai upaya percepatan pendataan tanah secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Kantor Pertanahan Kabupaten Subang dalam meningkatkan pendataan tanah melalui program tersebut, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengkaji implementasinya dalam perspektif Siyasah Dusturiyah. Penelitian ini menggunakan landasan teori berupa teori kepastian hukum, teori implementasi kebijakan publik serta konsep Siyasah Dusturiyah yang menekankan prinsip legitimasi (al-masyru’iyyah), kemaslahatan (al-mashlahat), dan keadilan (al-‘adalah) dengan metode penelitian yuridis empiris yang menelaah penerapan hukum dalam praktik melalui data lapangan, wawancara, dan dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan meliputi pembentukan satuan tugas PTSL yang terstruktur, pendekatan partisipatif berbasis desa, pemanfaatan sistem informasi digital, serta sosialisasi komunitas dua arah, namun implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, fluktuasi target akibat kebijakan anggaran, serta permasalahan yuridis dan sosial di lapangan. Dalam perspektif Siyasah Dusturiyah, program ini memiliki legitimasi yang kuat karena sejalan dengan prinsip perlindungan harta (hifzh al-mal) dalam maqashid al-syariah.
Transformasi Pelayanan Publik Melalui Penerapan Identitas Kependudukan Digital Pada Dispendukcapil Kabupaten Bangkalan Studi Kasus MPP (Mal Pelayanan Publik) Fian Arianto; Diana Hertati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.14349

Abstract

Transformasi digital merupakan strategi penting pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk dalam administrasi kependudukan melalui penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan IKD dalam mendukung transformasi pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bangkalan, khususnya di Mal Pelayanan Publik (MPP). Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis mengacu pada teori atribut inovasi Rogers, meliputi aspek relative advantage, compatibility, complexity, trialability, dan observability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IKD memberikan kemudahan akses, mempercepat proses pelayanan, dan meningkatkan keamanan data kependudukan. Penerapan secara bertahap membuatnya selaras dengan kebiasaan masyarakat, namun tingkat kerumitan pada tahap aktivasi masih menjadi kendala akibat keterbatasan literasi digital dan perangkat. Aspek kemudahan diamati terlihat jelas, karena manfaat IKD, seperti efisiensi layanan, akurasi data, dan pengurangan risiko penyalahgunaan dokumen fisik, dapat diamati langsung oleh petugas maupun masyarakat. Secara keseluruhan, IKD memiliki potensi signifikan dalam mendorong transformasi pelayanan publik, namun penguatan sosialisasi, pendampingan teknis, dan integrasi layanan lintas sektor diperlukan untuk memaksimalkan adopsi dan pemanfaatannya secara optimal
Penerapan Collaborative Governance dalam Operasi Gabungan Oleh UPT PPD Surabaya Utara Marsya Frischa Widyaningrum; Berliana Mustika Rani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.14648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan collaborative governance dalam pelaksanaan Operasi Gabungan (OPGAB) oleh UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Surabaya Utara sebagai instrumen penegakan kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kondisi Kota Surabaya sebagai kontributor pajak daerah terbesar di Provinsi Jawa Timur, namun masih menghadapi persoalan tunggakan PKB yang signifikan dan tidak merata antarwilayah pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluatif-deskriptif untuk menilai sejauh mana OPGAB mampu mendorong wajib pajak melunasi kewajibannya setelah dikenai penindakan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap laporan kegiatan serta data tunggakan PKB periode Juni–Oktober 2025. Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka teori collaborative governance Barbara Gray (1989) yang meliputi indikator problem setting, direction setting, dan implementation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OPGAB dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai instansi dan berhasil menjaring 843 kendaraan menunggak selama lima bulan pelaksanaan. Namun, tingkat pembayaran di lokasi dan pasca OPGAB masih relatif rendah, dengan persentase pembayaran bulanan yang konsisten berada di bawah 50 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antarlembaga telah berjalan efektif pada aspek koordinasi operasional, tetapi belum optimal dalam mendorong perubahan perilaku kepatuhan wajib pajak secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan collaborative governance yang mengintegrasikan penindakan dengan pendekatan edukatif dan peningkatan kualitas pelayanan guna meningkatkan kepatuhan PKB secara berkelanjutan. Keywords: Collaborative governance, Operasi Gabungan (OPGAB), Pajak Kendaraan Bermotor, Kepatuhan wajib pajak, UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah