cover
Contact Name
Muh. Agus ferdian
Contact Email
lppm@jghipm.com
Phone
+6281234640509
Journal Mail Official
lppm@jghipm.com
Editorial Address
Jl. Soekarno-Hatta Malang, Jawa Timur Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Green House
ISSN : 29631858     EISSN : 2962438X     DOI : https://doi.org/10.63296/jgh.v3i2
Core Subject : Agriculture,
urnal Green House fokus pada semua bidang tentang Ilmu Pertanian dan Ilmu Kehutanan (Agribisnis, Agroteknologi, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Pangan, Konservasi Sumberdaya Hutan, Ilmu Lingkungan)
Articles 47 Documents
ANALISIS KANDUNGAN KOPI BIJI PEPAYA SEBAGAI BAHAN ANTIOKSIDAN Didik Suprayitno; Anisa Zairina; Sri Sulastri; Diena Widyastuti; Ahmad Sofwani
JURNAL GREEN HOUSE Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0000/jgh.v1i2.12

Abstract

Kopi adalah salah satu minuman yang banyak digemari oleh masyarakat, dalam kopi yang terbuat dari biji kopi mengandung kafein dimana jika dikonsumsi secara berlebihan akan menimbulkan dampak negatif. Salah satu alternatif untuk membuat kopi non kafein adalah dengan menggunakan biji pepaya. Biji pepaya banyak mengandung antioksidan alami. Antioksidan sendiri merupakan senyawa yang mempunyai banyak manfaat diantaranya adalah untuk menangkal radikal bebas yang ada dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan antioksidan yang terdapat pada kopi biji pepaya. Jenis pepaya yang dipakai dalam penelitian ini adalah pepaya jenis California dan Meksiko. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan didapatkan bahwa kandungan antioksidan pada pepaya jenis California lebih tinggi jika dibandingkan dengan pepaya jenis meksiko. Kandungan antioksidan kopi biji pepaya jenis California mencapai 76,1% sedangkan untuk kopi biji pepaya jenis Meksiko kandungan antioksidannya sebesar 70,2%
PENGARUH PRAKONDISI BAHAN KUNYIT MINUMAN SARI KUNYIT ASAM TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN ANTIOKSIDAN Gettik Purwanti; Diena Widyastuti; Yohanes Mangu
JURNAL GREEN HOUSE Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0000/jgh.v1i2.15

Abstract

Minuman tradisional yang berbahan dasar kunyit asam sudah banyak dikenal memiliki banyak manfaat oleh masyarakat. Hal tersebut disebabkan kunyit yang mengadung anti infalamasi antioksidan espektoran, kurkumin, kandungan anti diabetes, antihiperlipide, dan antioksidan yang dapat mencegah beberapa penyakit pada manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi proses pengolahan minuman sari kunyit asam dan untuk mengetahui kandungan antioksidan pada minuman sari kunyit asam. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan acak lengkap (RAL), Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 5%, apabila hasil analisis berpengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut dengan uji BNT pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian tahap pertama pelaksanan uji organoleptik dengan menyajikan produk / sampel berdasarkan kode warna, aroma, dan rasa. Perlakuan yang paling diminati adalah dimemarkan dengan nilai atribut rasa 5,66, warna 5,86 dan aroma 5,53. Tahap kedua uji aktivitas antioksidan Nilai aktivitas antioksidan tertinggi adalah minuman sari kunyit asam dengan perlakuan dimemarkan dengan nilai IC 95,44%. Dapat dikatakan minuman sari kunyit asam dengan perlakuan dimemarkan mampu menangkal radikal bebas yang terlarut dalam minuman sari kunyit asam pada saat proses pengenceran serta dengan menjaga sampel dari cahaya dan suhu yang stabil terhadap minuman sari kunyit asam yang dihasilkan. Kata Kunci: Kunyit Asam, Antioksidan, Organoleptik.
PROSES PEMURNIAN MINYAK JELANTAH MENGUNAKAN AMPAS KOPI UNTUK PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN Nunuk Hariyani; Muh. Agus Ferdian
JURNAL GREEN HOUSE Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak jelantah merupakan salah satu jenis limbah yang dihasilkan dari minyak goreng. Minyak jelantah masih banyak yang dibuang secara langsung di perairan, sungai maupun di tanah, hal tersebut mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Salah satu upaya untuk meminimalisir minyak jelantah adalah dengan melakukan pengolahan. Pengolahan minyak jelantah dilakukan dengan cara melakukan pemurnian minyak jelantah yang kemudian digunakan sebagai bahan pembuat sabun transparan. Pemurnian minyak jelantah dapat dilakukan dengan menggunakan ampas kopi sebagai media adsorpsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemurnian minyak jelantah menggunakan ampas kopi dan mengetahui proses pembuatan sabun transparan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap 2 faktor yaitu kecepatan putaran dan suhu. Tahapan penelitian ini dimulai dengan melakukan pemurnian minyak jelantah menggunakan ampas kopi kemudian dilanjutkan dengan pembuatan sabun transparan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi nyata untuk pH, kadar air, dan asam lemak bebas pada proses pemurnian minyak jelantah, sedangkan untuk bilangan asam terdapat interaksi nyata. Pembuatan sabun transparan dengan bahan dasar minyak jelanta hasil pemurnian mengunakan ampas kopi dengan kecepatan konsentrasi pada suhu 70-800c menghasilkan sabun yang tampak terlihat transparan Kata kunci: Minyak Jelantah, Ampas kopi, sabun, pemurnian
Efektifitas Asam Terhadap Kualitas Smoothies Campuran Pisang Ambon, Stroberi, Dan Biji Chia Connie Daniela
JURNAL GREEN HOUSE Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0000/jgh.v1i2.18

Abstract

Innovations in fruit-based food technology have widespread with various health benefits, one of which is the form of smoothies. Smoothies are mixed drinks from fruits or vegetables added to yogurt, by grinding together, the benefits of which are used as alternative drink for people with hypertension. However, the problem is related to the shelf life of the smoothies, therefore is necessary to add food additives such as citric acid to increase shelf life of the smoothies. This study aims to determine the effect of adding citric acid as preservative in maintaining the shelf life of smoothies. The study was designed using factorial RAL with addition of citric acid concentration (2%,4%,6%,and8%) and storage time (1 day,3 days,5 days, and7days). The parameters tested were vitamin C levels, antioxidant levels, total dissolved solids, pH values, and taste organoleptic tests. Based on the results of study it was known that 8% citric acid treatment with 1 day storage time was the best treatment. The results obtained were parameter levels of vitamin C (35,225mg/100g), levels of antioxidants (82,335%), total dissolved solids (32,21oBrix), pH value (2,765), and taste organoleptic test (4,978 which means very favorable). Storage 3, 5, did not have significant effect on nutritional levels.
Analisis prioritas kebijakan subsektor pertanian di Kabupaten Malang, Jawa Timur Muhammad Fajar Maulana
JURNAL GREEN HOUSE Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0000/jgh.v1i2.19

Abstract

Pembangunan sektor pertanian diarahkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dengan meningkatkan ketahanan pangan dan daya saing pertanian. Salah satu tujuan utama pembangunan pertanian adalah meningkatkan kehidupan petani dan keluarganya yang lebih baik dan sejahtera. Kesejahteraan petani merupakan dampak dari tercapainya outcome program/kebijakan pembangunan pertanian, dimana kondisi yang ingin dicapai dalam terjaganya ketahanan pangan nasional adalah stabilnya pasokan pangan, akses pangan mudah dan murah serta distribusi pangan yang lancar. Oleh karena itu, kebijakan pangan diarahkan pada ketersediaan pangan (food availability) dan akses pangan masyarakat (food acces) dimana merupakan salah satu pilar dari ketahanan pangan yang diarahkan untuk mengatur kestabilan dan kesinambungan penyediaan pangan. Metode PROMETHEE (Preference Ranking Organization Method For Enrichment Evaluation) merupakan suatu metode penentuan urutan atau prioritas dalam analisis multikriteria yang berguna dalam proses pengambilan keputusan. Dengan pertimbangan yang tepat, metode ini bisa menjadi salah satu alat untuk menentukan prioritas kebijakan bagi stakeholder. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis prioritas kebijakan subsektor pertanian di Kab.Malang. Metode analisis data yang digunakan adalah PROMETHEE dengan responden yakni stakeholder/expertise. Hasil penelitian menunjukkan kriteria pangan dan holtikultura dengan kebijakan meningkatkan ketersediaan pangan (food availability) dan akses pangan masyarakat (food acces) (Phi = 0,625) lebih disukai dan berada pada rank teratas.
Kajian Pemetaan Resiko Banjir Kabupaten Bojonegoro Dengan Menggunakan Model SIMOBA Poegoeh Prasetyo Rahardjo
JURNAL GREEN HOUSE Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0000/jgh.v1i2.20

Abstract

Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu daerah yang sering terlanda banjir ketika musim hujan tiba. Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang lama maka beberapa wilayah di Bojonegoro akan terendam banjir. Banyaknya upaya yang dilakukan untuk menanggulangi banjir masih belum mampu mengatasi masalah banjir di Kabupaten Bojonegoro. Sistem informasi dan model pengelolaan banjir (SIMOBA) menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan banjir. Software SIMOBA mampu untuk mensimulasikan pola genangan banjir, sehingga dapat memprediksi luas dan kedalaman genangan secara spasial dengan periode ulang kejadian banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan assessment resiko banjir dalam mitigasi dan manajemen bencana banjir. Penelitian ini menggunakan metode analisis spasial dari genangan banjir. Software yang digunakan adalah ArcView, Microsoft Visual Basic, dan software SIMOBA. Hasil dari analisis penerapan model yang digunakan untuk assessment genangan di dataran banjir menunjukkan luas rawan genangan banjir periode ulang 5 tahun sebesar 500,269 ha dengan kedalaman 0,37 m, periode ulang 10 tahun 973,550 ha kedalaman 0,56 m, periode ulang 25 tahun sebesar 2413,922 ha kedalaman 0,87 m, periode ulang 50 tahun 3014,303 ha kedalaman 1,21 m, dan periode ulang 100 tahun sebesar 3379,521 ha kedalaman 1,52 m. Kata kunci: banjir, resiko bencana, pemetaan, SIMOBA
Analisis Kruskal Wallis Pada Perkecambahan Pueraria Javanica pada Berbagai Tingkat Kemiringan Lahan Yani mondiana; Anisa Zairina; Nunuk Hariyani
JURNAL GREEN HOUSE Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v2i1.21

Abstract

Cover crop merupakan tanaman yang digunakan untuk menutupi permukaan tanah dengan tujuan utama menjaga tanah dari erosi dan mencegah hilangnya unsur hara dalam tanah akibat terjadinya peluruhan tanah karena erosi . Tanaman yang dapat digunakan untuk cover crop adalah golongan legum. Salah satunya menggunakan tanaman kacangan. Penelitian ini menggunakan tanaman kacangan pueraria javanica yang akan diaplikasikan pada tanah bekas longsor dengan tingkat kemiringan 300, 500 dan 700 menggunakan teknik hydroseeding. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kemiringan yang berbeda memberikan pengaruh terhadap daya perkecambahan dan penambahan jumlah daun bibit pueraria javanica.
Struktur Biaya dan Pendapatan Usahatani Brokoli Niniek Kusumawardani; Dionisius Tarore; Ahmad Sofwani
JURNAL GREEN HOUSE Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v2i1.24

Abstract

Salah satu komoditi yang banyak dibudidayakan petani Di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu - Kota ialah brokoli. Pengelolaan usahatani brokoli banyak menggunakan tenaga kerja dalam keluarga yang biasanya tidak diberi balas jasa dalam bentuk upah. Hal ini menyebabkan rendahnya biaya usahatani. Penelitian bertujuan untuk mengetahui:(1) Struktur biaya usahatani brokoli;(2) Pendapatan usahatani brokoli di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2021 di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu - Kota Batu. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Instrumen dalam pengumpulan data primer ialah kamera, buku, dan kuesioner. Sampel petani brokoli sebanyak 13 orang ditentukan dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis usahatani berdasar analisis finansial dan analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Struktur biaya usahatani brokoli berdasar analisis finansial untuk lahan 0,30 ha terdiri dari pajak lahan 2,90 %, biaya benih 30,02 %, biaya pupuk 58,94 % dan biaya pestisida 8,14 %, rata-rata biaya total usahatani Rp 595.740/MT. Struktur biaya usahatani brokoli berdasar analisis ekonomi untuk luas lahan 0,30 ha terdiri dari pajak lahan 0,20 %, biaya penyusutan peralatan 0,32 %, biaya benih 2,09 %, biaya pupuk 4,10%, biaya pestisida 0,57% dan biaya tenaga kerja dalam keluarga 92,72%. Rata-rata biaya total usahatani brokoli berdasar analisis ekonomi Rp 8.566.424/MT. Adapun rata-rata pendapatan usahatani brokoli berdasar analisis finansial untuk luas lahan 0,30 ha Rp 11.253.964, dan rata-rata pendapatan usahatani brokoli berdasar analisis ekonomi Rp 3.283.280.
Respon Anatomis Jaringan Xylem dan Floem Akar Bibit Kelapa Sawit Tercekam Kekeringan terhadap Pemupukan Kalsium Novi Yulanda Sari; Eka Tarwaca Susila Putra
JURNAL GREEN HOUSE Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v2i1.25

Abstract

Cekaman kekeringan akibat perubahan iklim global mengakibatkan kerusakan fisiologis pada kelapa sawit berupa patah pelepah. Tingkat cekaman kekeringan yang parah juga berdampak pada penurunan produktifitas kelapa sawit. Untuk meningkatkan ketahanan kelapa sawit terhadap cekaman kekeringan, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui pemberian kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis Ca terhadap modifikasi anatomi jaringan pembuluh xylem dan floem akar bibit kelapa sawit sebagai mekanisme adaptasi tanaman terhadap cekaman kekeringan untuk mengurangi resiko patah pelepah. Penelitian didesain menggunakan rancangan split plot dengan dua faktor perlakuan. Faktor perlakuan pertama yaitu dosis kalsium: 0, 50, 100 dan 150%. Faktor perlakuan kedua yaitu tingkat cekaman kekeringan: kapasitas lapang, moderat dan cekaman berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman kekeringan berat menurunkan ketebalan diameter floem akar bibit kelapa sawit. Kalsium dapat meningkatkan kekuatan struktural jaringan pembuluh akar bibit kelapa sawit melalui peningkatan diameter floem akar pada dosis Ca 100% dan peningkatan ketebalan diameter xylem pada bibit yang terekspos cekaman berat pada dosis Ca 50%.
Studi Pengembangan Wana Wisata Bedengan Di RPH Selorejo KPH Malang Sri Sulastri; Diena Widyastuti; Efrem Marsutoyo Mujur
JURNAL GREEN HOUSE Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v2i1.27

Abstract

Wana Wisata Bedengan merupakan salah satu wisata alam di Kabupaten Malang Jawa Timur yang memiliki keindahan dan daya tarik yang tidak kalah menarik dari obyek wisata yang lainnya. Keindahan alam berupa sumber mata air yang jernih serta keindahan alam yang masih alami. Pengembangan Wana Wisata Bedengan Di RPH Selorejo KPH Malang Jawa Timur belum dilakukan secara optimal, baik secara ekologi, budaya, ekonomi dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penilaian potensi yang dapat dikembangakan di kawasan Wana Wisata Bedengan dan Konsep pengembangan obyek Wana Wisata Bedengan Di RPH Selorejo KPH Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survai dan observasi. Penentuan sampel dilakukan secara accidental sampling. Berdasarkan hasil penelitian, penlilain kelayakan potensi pada setiap kriteria sebanyak 13 penilian kriteria dan hasilnya adalah semua penlilian layak untuk dikembangkan. kriteria yang layak adalah Kondisi sekitar kawasan, daya tarik wisata, ketersediaan air bersih, Kadar hubungan/aksesibilitas, keamanan, pengelolaan dan pelayanan, daya dukung kawasan, potensi pasar, pangsa pasar, iklim, sarana dan prasarana, pemasaran, pengaturan pengujung. Konsep Pengembangan Wana Wisata Bedengan terdapat fasilitas pengujung, pengelola dan masyarakat antara lain : Gapura, loket/karcis, tempet kemping, bedengan, wc/toilet, kios, aula, tempet parkir, pos keamanan, masjid dan papan informasi. Konsep Pengembangan Wana Wisata Bedengan adalah Ruang publik, meliputi kios cendra mata atau rumah/warung makan dengan tujuan tidak merusak kondisi alam dan tetap menjaga kealamiannya.