cover
Contact Name
Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani
Contact Email
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Phone
+6285735821873
Journal Mail Official
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Editorial Address
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Keperawatan
ISSN : 24077232     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.32660/jpk.v11i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Penelitian Keperawatan a national scientific journal is open to seeking innovation, creativity, and novelty. Jurnal Penelitian Keperawatan is a peer-review journal published by the STIKES RS Baptis Kediri. The aim of the journal is to facilitate scientific publication of the results of researches in Indonesia and participate to boost the quality and quantity of research for academics and researchers. Jurnal Penelitian Keperawatan Pembelajaran published two times a year, in February and August by publishing research results and critical analysis studies in the field of nursing, health, and education.
Articles 278 Documents
PENTINGNYA SELF-DIRECTED LEARNING READINESS (SDLR) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR, MANAJEMEN DIRI DAN PENGENDALIAN DIRI PADA MAHASISWA KESEHATAN: A LITERATURE REVIEW Wahyu Riyaningrum; Wiwik Kusumawati
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v5i1.333

Abstract

Self-Directed LearningReadiness (SDLR) sebagai tingkat individu memiliki sikap, kemampuan dan karakteristik kepribadian yang diperlukan untuk pembelajaran mandiri. Tujuan literatur review ini menganalisis tentang pentingnya SDLR terhadap motivasi belajar, manajemen diri dan pengendalian diri pada mahasiswa kesehatan. Desain Literature review. Metode menggunakan database dengan penelusuran elektronik pada PubMed, ProQuest, Google Scholar, JPKI dan yang dipublikasikan pada tahun 2011-2017. Hasil Enam artikel dipakai dalam review. Lima artikel menunjukkan tingkat SDLR tinggi, Kesiapan belajar mandiri yang tinggi menunjukkan adanya kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan prinsip-prinsip self-derected, untuk mengembangkan diri sangat disarankan agar mahasiswa mengelola proses belajar mereka sendiri melalui keterlibatan secara aktif, pandai mengambil inisiatif dan memiliki motivasi tinggi. Mahasiswa diharapkan mampu memiliki 3 dimensi SDL dengan kesiapan tinggi untuk belajar mandiri di pendidikan sarjana dan kepaniteraan. Kesimpulan dari literature review ini Kesiapan mahasiswa untuk belajar mandiri sangat dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi belajar, manajemen diri dan pengendalian diri pada mahasiswa kesehatan.
METODE MASSAGE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI: A LITERATUR REVIEW Ardiansyah .; Titih Huriah
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v5i1.334

Abstract

Terapi non farmakologi saat ini digunakan untuk hipertensi adalah mssage. pijat (massage) memberikan rangsangan akan menimbulkan efek relaksasi (pelemasan) otot-otot kaku sertaakibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas beberapa metode massage terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode Literature review ini menggunakan database Science Direct, Proquest, Goggle Scholar.Pada tahap awal pencarian dengan keywords: “Therapy Massage, Blood Pressure, Hypertension” didapatkan hasil 17 jurnal internasional dari rentang tahun  2013 sampai 2017 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang diperoleh dari 17 jurnal yang diperoleh, 9 penelitian dilakukan pada responden per­empuan, 8 penelitian pada responden laki-laki dan perempuan. Mengungkapkan hasil bahwa ada perbedaan penurunan efek secara signifikan antara tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik  setelah dilakukan bebrapa jenis metode swedish massage, aroma massage, massage therapy, acupoint massage, scalp massage, without massage, back massage, classic massage, singel session massage, mechanical massage, foot massage, dan whole body massage. Kesimpulan tinjauan literatur review ini mendapatkan hasil bahwa ada pengaruh efek signifikan pemberian dari beberapa jenis metode massage. Metode massage adalah salah satu terapi pijat yang paling efektif untuk menurunkan atau menstabilkan tekanan darah khususnya pada penderita hipertensi. 
PENGARUH PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA ANAK SEKOLAH DASAR Dhita Kris Prasetyanti; Galuh Pradian Yanuaringsih
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v5i1.335

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan PHBS pada anak sekolah dasar dengan menggunakan media alternatif permainan ular tangga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh permainan ular tangga terhadap perilaku dalam PHBS pada siswa di SDN Watugede II Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan Pre Experimental Design dengan jenis one-group pretest-posttest design. Populasi siswa kelas V sebanyak 42 orang. Teknik pengambilan sampel dengan total populasi. Analisis data penelitian menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian diketahui perilaku siswa meningkat setelah diberikan permainan ular tangga. Hasil perilaku PHBS sebelum dilakukan perlakuan 18 (42,86%) responden berperilaku baik, dan sesudah diberikan perlakuan 42 (100%) responden mengalami peningkatan perilaku PHBS. Analisis data diperoleh ρ value:0,002 (ρ < α) maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti ada pengaruh permainan ular tangga terhadap perilaku dalam PHBS. Disarankan bagi keluarga siswa dan sekolah untuk memberikan permainan ular tangga ini sebagai salah satu cara untuk menstimulasi anak dalam menerapkan PHBS
PENILAIAN TUMBUH KEMBANG DENGAN DUKUNGAN ANTICIPATORY GUIDANCE PADA ANAK DI TEMPAT PENITIPAN ANAK Sandy Kurniajati; Kili Astarani; Dewi Ika Sari Hari Poernomo
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v5i1.336

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Dukungan keamanan lingkungan melalui anstisipatory guidance. Dukungan ini bukan hanya diperlukan pada lingkungan di tempat penitipan anak , tetapi juga pada lingkungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pertumbuhan dan perkembangan pada anak dengan dukungan anticipatory guidance pada anak di Rumah Bermain Belajar dan Tempat Penitipan Anak (RBB TPA) Permata Baptis Kediri. Desain penelitian ini deskriptif dengan populasi anak di RBB TPA TPA Pemata Baptis Kediri. Sampling yang digunakan Total Sampling dengan subyek 12 responden. Variabel penelitian adalah status gizi (dengan berat/tinggi badan) dan tumbuh kembang anak (dengan Denver Development Screening Test). Data diambil dengan observasi ( pengukuran berat badan dan tinggi badan, serta observasi dengan format Denver Development Screening Test) dan di analisis dengan deskripsi analisis. Hasil penelitian menunjukkan 50% anak memiliki status gizi obesitas dan 33,4% memiliki status gizi kurus. Penilaian tumbuh kembang pada anak didapat hasil perkembangan perilaku sosial 66,7% tidak tercapai, Motorik halus 58,3% belum tercapai, Bahasa 58,3% belum tercapai, Motorik kasar 75% tercapai. Disimpulkan anak mengalami gizi lebih (obesitas) namun sebaliknya juga sebagian mengalami gizi kurang. Perkembangan anak di RBB-TPA dengan dukungan Anticipatory Guidance  yang belum tercapai pada perkembangan perilaku sosial dan perkembangan motorik halus.
PENGALAMAN REMAJA SAAT MENGHADAPI MANARCHE Lilik Setiawan; Sutiyah Heny; Reni Linda Saputri
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v5i1.338

Abstract

Pengalaman didefinisikan sebagai sesuatu yang pernah dialami (dijalani, dirasai, ditanggung, dan sebagainya). Remaja adalah suatu tahapan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Istilah ini menunjukkan masa dari awal pubertas sampai terjadinya kematangan, biasanya mulai dari 14 tahun pada pria dan 12 tahun pada wanita. Manarche merupakan menstruasi yang pertama bisa terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun atau pada masa awal remaja di tengah masa pubertas sebelum memasuki masa reproduksi. Tujuan penelitian mengetahui bagaimana pengalaman remaja saat menghadapi manarche di MTS Mujahidin Kecamatan Kepung. Desain penelitian deskriptif kualitatif. Variabel penelitian adalah gambaran pengalaman remaja saat menghadapi manarche di MTS. Populasi penelitian sebanyak 18 partisipan menjadi 5 partisipan setelah saturasi data. Sampel sebanyak 5 partisipan. Dilaksanakan penelitian pada tanggal 30-31 Mei 2018. Teknik pengumpulan data wawancara dengan pengolahan saturasi data. Menggunakan teknik analisa model “Colaizzi”. Berdasarkan hasil penelitian ini menghasilkan lima tema meliputi: 1) merasakan situasi yang tidak nyaman, 2) ketakutan saat manarche, 3) merasa kurang percaya diri, 4) mencari tahu kepada orang lain, 5) menstruasi lancar dan sesuai dengan siklus. Pengalaman dalam menghadapi manarche di pengaruhi dari persepsi, perasaan, perilaku dan harapan remaja MTs Mujahidin. Dalam penelitian ini remaja diharapkan untuk mencari informasi melalui media masa dan mendapatkan informasi pada lingkungan sekitar yang mempunyai pengalaman manarche terlebih dahulu dan bertukar pengalaman agar remaja mampu menghadapi manarche lebih nyaman, tidak ketakutan dan merasa percaya diri.
ADAPTASI PSIKOLOGIS PADA IBU POST PARTUM PRIMIGRAVIDA (FASE TAKING HOLD) SECTIO CAESAREA DAN PARTUS NORMAL Dian Taviyanda
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v5i1.339

Abstract

Post partum adalah masa penyembuhan dari kelahiran plasenta dan selaput janin (menandakan akhir periode intra partum) hingga kembalinya alat reproduksi wanita pada kondisi tidak hamil, serta penyesuaian terhadap hadirnya anggota baru. Ibu post partum menjalani adaptasi melalui fase-fase sebagai berikut: fase taking in, fase taking hold, dan fase letting go. Adaptasi psikologis pada ibu post partum dapat dialami pada ibu dengan post partum section caesarean maupun pada ibu post partum normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi psikologis pada ibu post partum primigravida (fase taking hold)sectio caesarea dan partus normal di ruang Sarah (kandungan dan kebidanan) Rumah Sakit Baptis Kediri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskripsi fenomenologis. Subjek penelitian ini adalah ibu post partum primigravida sejumlah 8 responden baik ibu post partum primigravida sectio caesarea maupun partus normal. Analisa data menggunakan metode Collaizi. Hasil penelitian Adaptasi psikologis post partum (fase taking hold) pada ibu primigravida terdapat 2 tema yang meliputi perubahan emosional yang dirasakan ibu setelah menjadi ibu dan melihat bayinya untuk pertama kalinya dan pengalaman merawat bayi. Berdasarkan Fase Adaptasi psikologis pada ibu post partum didapatkan hasil bahwa sebagian besar ibu memiliki adaptasi psikologis yang baik. Kesimpulan: Ibu Post Partum Primigravida sectio caesarea dan partus normal semua mengalami perubahan adaptasi psikologis post partum mengarah pada perubahan psikologis yang baik.
TINGKAT KENYAMANAN PASIEN ACUTE MYOCARDIAL INFARCTION DENGAN REHABILITASI JANTUNG FASE 1 DI IPI RUMAH SAKIT BAPRIS KEDIRI Desi Natalia Trijayanti Idris; Arlina Dewi; Novita Kurnia Sari
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v4i1.343

Abstract

Pasien AMI merasakan nyeri yang sangat hebat. Nyeri yang diakibatkan oleh pasien AMI menyebabkan ketidaknyamanan dan penurunan fungsi tubuh yang berdampak berupa gejala fisik dan psikoemosional, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rehabilitasi jantung fase 1 Terhadap kenyamanan pasien acute myocardial infarction di Ruang IPI RS Baptis Kediri. Penelitian ini menggunakan metode quasy – experiment dengan post test design. Sampel penelitian diambil dengan mengunakan teknik quota sampling dengan jumlah sampel 40 yang dibagi menjadi 2 kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok Intervensi dilakukan rehabilitasi jantung fase 1 dan kelompok kontrol mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai prosedur yang ada di rumah sakit. Pengumpulan data dengan kuesioner SGCQ yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data penelitian ini menggunakan uji statistik Independent Samples T-Test untuk mengetahui pengaruh kenyamanan pasien acute myocardial infarction. Hasil penelitian untuk kenyamanan pada kelompok intervensi mean 94.95 dan pada kelompok kontrol 78.20 Uji beda kenyamanan pada kelompok intervensi dan kontrol didapatkan hasil nilai t -4.36 dengan p<0.001. Kesimpulan Ada Perbedaan yang signifikan kenyamanan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah dilakukan rehabilitasi jantung fase 1.
NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 SESUDAH MELAKUKAN BUERGER ALLEN EXERCISE DI PUSKESMAS WILAYAH KECAMATAN NGANJUK Supriyadi .; Nurul Makiyah; Novita Kurnia Sari
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v4i1.344

Abstract

Buerger Allen Exercise mampu meningkatkan pemakaian glukosa oleh otot yang aktif sehingga glukosa dalam darah dapat menurun, dapat membantu mencegah terjadinya penyakit arteri perifer, serta meningkatkan aliran darah ke arteri dan berefek positif pada metabolisme glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ankle brachial indexpada penderita diabetes melitus tipe 2setelah melakukan Buerger Allen exercise. Jenis penelitian ini adalah quasy-experiment dengan pre-post test design with control group. Jumlah sampel 60 penderita diabetes melitus tipe 2 dengan purposive sampling, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Responden kelompok perlakuan diberikan intervensi Buerger Allen exercise sebanyak 12 kali selama 15 hari.Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Kecamatan Nganjuk. Data hasil pengukuran nilai ankle brachial indexberupa ratio dan diuji statistik dengan Paired Samples Test. Didapatkan p value 0.001 untuk kelompok perlakuan (p value< 0.05) yang menunjukkan bahwa adanya perubahan bermakna secara statistik nilai ankle brachial index sesudah melakukan Buerger Allen exercise. Dapat disimpulkan bahwa nilai ankle brachial indexpada penderita diabetes melitus tipe 2 meningkat sesudah melakukan Buerger Allen exercise.
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU DENGAN GEJALA NEUROPATI PERIFER PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Supriyadi Supriyadi; Susmini Susmini
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v5i1.345

Abstract

Gangguan metabolik mampu menyebabkan beberapa penyakit salah satunya ialah diabetes melitus. Gejala umum yang sering muncul pada kasus diabetes melitus yaitu hiperglikemia. Hiperglikemia yang berkepanjangan dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi diantaranya komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar gula darah sewaktu dengan gejala neuropati perifer penderita diabetes melitus tipe 2. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Jumlah sampel 32 penderita diabetes melitus yang dipilih melalui teknik simple random sampling, penelitian ini dilakukan di Desa Kedung Dowo Kecamatan Nganjuk. Berdasarkan uji statistik Fisher’s Exact Test didapatkan p value 0.002 (p value < 0.05) yang berarti terdapat hubungan antara kadar gula darah sewaktu dengan gejala neuropati perifer penderita diabetes melitus tipe 2.
KEYAKINAN KESEHATAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG GANGGUAN JIWA Naibili, Maria Julieta Esperanca; Rochmawati, Erna
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v5i2.401

Abstract

Keyakinan kesehatan sebagai kerangka untuk memahami persepsi tentang gangguan jiwa karena mempengaruhi perilaku pencarian bantuan. Persepsi penyakit negatif akan menimbulkan reaksi emosional negatif sehingga membebani status penyakit dan berdampak pada kualitas mental dan fisik yang rendah dan memicu keparahan gejala somatik. Kondisi ini semakin buruk ketika masyarakat juga memandang secara negatif terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dengan perasaan takut, diskriminasi, dan stigma. Hal ini memperburuk masalah kesehatan jiwa seperti kekambuhan yang berdampak pada kesejahteraan dan kualitas hidup secara keseluruhan. Tujuan penelitian untuk meninjau literatur keyakinan kesehatan dan persepsi masyarakat tentang gangguan jiwa. Metode penelitian menggunakan database kesehatan yang relevan termasuk EBSCO, Proquest, PubMed, Science Direct, Google Cendekia/Scholar dicari menggunakan kombinasi istilah pencarian “healt belief” and “perception” and “mental illness” or “mental disorder”. Kriteria artikel yang digunakan adalah yang diterbitkan tahun 2010-2018. Hasil Penelitian ini Persepsi masyarakat tentang kesehatan jiwa membentuk perspektif tentang ganguan jiwa termasuk cara mendefinisikan gangguan jiwa. Gangguan jiwa disebabkan oleh multifaktor.Pilihan bantuan kesehatan melalui metode mandiri/awam-non medis; penyembuh iman dengan cara berpuasa; menceritakan masalah kepada orang terdekat; konsul ke psikiater. Hambatan utama dalam pencarian bantuan dipengaruhi oleh stigma, biaya, perbedaan keyakinan. Kelompok yang lebih rentan mengalami gangguan jiwa adalah orang dewasa, perempuan, para penganggur, orang miskin, lansia sedangkan kelompok yang dianggap kurang rentan terhadap gangguan jiwa adalah anak-anak, orang muda, dan orang tua. Kesimpulan penelitian adalah Persepsi individu terhadap aspek gangguan jiwa berbeda-beda. Keyakinan memainkan peran penting dalam mempengaruhi perilaku dan hasil. Keyakinan menentukan cara pengobatan penyakit berdasarkan penyebab yang diyakini.

Page 9 of 28 | Total Record : 278