cover
Contact Name
Iman Jaladri
Contact Email
imanjaladri@gmail.com
Phone
+6285752879971
Journal Mail Official
imanjaladri@gmail.com
Editorial Address
Jalan 28 Oktober Siantan Hulu
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Media Gizi Khatulistiwa
ISSN : 30638259     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini dibuat untuk menampung minat dan perhatian insan gizi untuk memajukan dan mengembangkan ilmu gizi. Keberadaan jurnal ini diharapkan akan menjadi saling tukar informasi antara peneliti, dosen dan mahasiswa untuk bersama-sama menemukan cara yang tepat dalam mengatasi masalah gizi di Indonesia
Articles 104 Documents
HUBUNGAN KONSUMSI GULA DAN LEMAK TERHADAP STATUS GIZI REMAJA DI SMPN 24 PONTIANAK Andini, Lola; Sopiyandi; Widyana Lakshmi Puspita; Shelly Festilia A; Suaebah
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Masalah gizi lebih seperti overweight dan obesitas pada remaja terus meningkat dan menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat, salah satunya dipengaruhi oleh konsumsi gula dan lemak berlebih. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi gula dan lemak terhadap status gizi remaja di SMPN 24 Pontianak. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 56 responden yang dipilih secara random sampling. Data konsumsi gula diperoleh melalui SQ-FFQ, konsumsi lemak melalui food recall 1x24 jam, dan status gizi diukur dengan IMT/U. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil : penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki status gizi normal (92,9%), dengan asupan gula baik (91,1%) dan asupan lemak baik (92,9%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi gula dengan status gizi (p = 0,242) maupun konsumsi lemak dengan status gizi (p = 0,565). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi gula dan lemak dengan status gizi remaja. Diharapkan siswa dapat mempertahankan pola makan sehat dan aktif secara fisik.
HUBUNGAN KUALITAS SARAPAN PAGI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 5 SUNGAI RAYA Aprianti, Ria; Iman Jaladri; Mulyanita
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri rentan mengalami masalah gizi anemia. Sarapan adalah kegiatan makan di waktu pagi yang dapat memenuhi kebutuhan gizi harian. Kualitas sarapan dengan keberagaman menu dan kecukupan zat gizi dapat membantu dalam proses fisiologis tubuh salah satunya adalah pembentukan hemoglobin. Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis hubungan kualitas sarapan pagi terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri di SMPN 5 Sungai Raya. Metode: Penelitian dilakukan di SMPN 5 Sungai Raya, Desa Tebang Kacang, Kecamatan Sungai raya, Kabupaten Kubu Raya dan dilaksanakan bulan Mei 2025. Penelitian menggunakan desain Cross-Sectional. Sampel penelitian adalah remaja putri sebanyak 41 orang yang di pilih dengan metode Purposive Sampling. Data di kumpulkan dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Uji Chi-Square nilai signifikansi 0,004 (< 0,05 didapatkan adanya hubungan signifikan kualitas sarapan pagi dan kadar hemoglobin. Remaja putri dengan kadar Hb rendah lebih banyak memiliki kualitas sarapan kurang sebanyak (46,3%) dibandingkan yang memiliki kualitas sarapan baik (17,1%). Sedangkan remaja putri dengan kadar Hb normal lebih banyak memiliki kualitas sarapan baik (26,8%) dibandingkan yang memiliki kualitas sarapan kurang (9,8%). Kesimpulan: Adanya hubungan kualitas sarapan pagi terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri di SMPN 5 Sungai Raya.
GAMBARAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DAN STATUS GIZI IMT/U PADA SISWA/I SMP NEGERI 11 KOTA PONTIANAK Rani Anjelian; Yanuarti Petrika; Mulyanita
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang:Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah gizi karena berada dalam masa transisi menuju dewasa yang ditandai dengan percepatan pertumbuhan dan perubahan psikologis. Namun, banyak remaja yang kurang memperhatikan pola makan sehat, terutama kebiasaan sarapan pagi. Sarapan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian yang berdampak pada fungsi kognitif dan status gizi. Berdasarkan data Riskesdas 2018 dan SKI 2023, masih banyak remaja di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat, yang mengalami masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Tujuan penelitian:untuk memberikan gambaran mengenai kebiasaan sarapan pagi serta status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) pada siswa/i SMP Negeri 11 Kota Pontianak. Metode penelitian:menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil secara acak sederhana dari populasi 230 siswa/i, dan diperoleh sebanyak 39 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri berupa berat badan dan tinggi badan untuk menghitung IMT/U. Hasil penelitian:menunjukkan bahwa 79,5% siswa memiliki kebiasaan sarapan pagi, dengan frekuensi sarapan setiap hari sebesar 53,8%. Sebanyak 87,2% siswa memiliki asupan energi sesuai anjuran, 97,4% protein, 82,1% lemak, dan 61,5% karbohidrat. Berdasarkan IMT/U, 76,9% siswa memiliki status gizi normal, 5,1% gizi kurang, 15,4% gizi lebih, dan 2,6% obesitas. Diketahui bahwa siswa yang terbiasa sarapan cenderung memiliki status gizi yang lebih baik dibandingkan yang tidak sarapan.
GAMBARAN PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT UMUM YARSI PONTIANAK Lestari, Putri Indah; Sulistyaningsih, Ikawati; Agusanty, Shelly Festilia
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut sistem pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi. Proses asuhan gizi terstandar adalah metode standar dalam memecahkan masalah gizi, meningkatkan kualitas dan keberhasilan asuhan gizi, membutuhkan cara berpikir kritis dan menggunakan terminologi internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penatalaksana proses asuhan gizi terstandar pada pasien Demam Tifoid di Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan desain penelitian menggunakan penelitian studi kasus (case study), penelitian observasi yang hanya fokus/mendalam pada proses penatalaksaan proses asuhan gizi terstandar (PAGT) pada pasien demam tifoid yang dirawat inap sebanyak 1 pasien. Pasien mengalami penurunan nafsu makan yang dimana asupan makan pasien kurang dari kebutuhan yaitu sebesar 80-110%. Hasil pengukuran antropometri IMT pasien 18,14 kg/m2 (underweight), diagnosis pasien meliputi domain intake asupan (NI), domain clinic (NC) dan domain behaviour (NB), pada intervensi yang dilakukan pasien diberikan diet TETP dengan bentuk makanan lunak. RSU Yarsi Pontianak telah melakukan Proses Asuhan Gizi Terstandar yang meliputi Assesment seperti pengkajian, data riwayat pasien, riwayat diet, antropometri, biokimia, fisik/klinis. Diagnosis gizi seperti mencari hubungan data yang terkumpul dengan penyebab penyakit tersebut. Intervensi seperti tujuan diet dan tujuan edukasi untuk menyelesaikan masalah gizi.

Page 11 of 11 | Total Record : 104