cover
Contact Name
Iman Jaladri
Contact Email
imanjaladri@gmail.com
Phone
+6285752879971
Journal Mail Official
imanjaladri@gmail.com
Editorial Address
Jalan 28 Oktober Siantan Hulu
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Media Gizi Khatulistiwa
ISSN : 30638259     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini dibuat untuk menampung minat dan perhatian insan gizi untuk memajukan dan mengembangkan ilmu gizi. Keberadaan jurnal ini diharapkan akan menjadi saling tukar informasi antara peneliti, dosen dan mahasiswa untuk bersama-sama menemukan cara yang tepat dalam mengatasi masalah gizi di Indonesia
Articles 104 Documents
PEMBUATAN MIE KERING BEBAS GLUTEN MENGGUNAKAN TEPUNG UBI JALAR KUNING (Iphomea batatas L.)DENGAN PENAMBAHAN  TEPUNG KACANG HIJAU SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF PENDERITA AUTIS Karsika, Christina Tila; Hariyadi, Didik; Ginting, Martinus; Putri, Annisa Pradani
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pada anak autisme terdapat beberapa jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi, hal ini disebabkan karena adanya gangguan pada sistem pencernaan anak, seperti intoleransi gluten, intoleransi casein dan sebagainya. Pangan lokal yang berpotensi digunakan sebagai bahan pengganti tepung terigu dan dijadikan sebagai bahan dalam pembuatan mie kering adalah ubi jalar kuning. Dalam penelitian ini peneliti menambahkan tepung kacang hijau dalam pembuatan mie kering untuk menambah kandungan protein pada produk mie kering. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung ubi jalar kuning terhadap  daya terima mie kering dengan uji friedman dan uji kadar air. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Produk makanan mie kering bebas gluten yang dibuat dari tepung ubi  jalar  kuning sebesar  70%, 60% dan 50% dengan penambahan tepung kacang hijau sebesar 30%, 40% dan   50% dan 15 gram tepung rumput laut  di setiap perlakuannya. Hasil dari penelitian ini ada pengaruh perlakuan formulasi mie kering ubi jalar kuning (Iphomea batatas L.) dengan penambahan tepung kacang hijau terhadap tekstur menunjukan hasil T hitung > dari f tabel (15,01 > 3,19) jadi dapat disimpulkan bahwa  ada pengaruh daya terima tekstur mie kering ubi jalar kuning (iphomea batatas l.) dengan penambahan tepung kacang hijau. Tidak ada pengaruh perlakuan formulasi mie kering ubi jalar kuning (Iphomea batatas L.)
PENGARUH BAHAN PERENDAMAN TERHADAP DAYA TERIMA DAN ANALISIS KANDUNGAN ZAT GIZI PADA MIE BASAH FORMULASI TULANG IKAN TENGGIRI (Scomberomorus Lineeolatus) DAN   SARI  BAYAM (Amaranthus, Spp) Maimunah; Nopriantini; Dewintha, Rezza
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Mie basah tulang ikan memiliki kendala diantaranya, bau amis yang menyengat pada tulang ikan. Sehingga untuk menghilangkan bau amis pada tulang ikan dengan perendaman menggunakan bahan yaitu jeruk nipis (Citrus aurantiifolia s) dan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) yang bisa digunakan untuk mengurangi bau amis tulang ikan. Tujuan : Untuk mengetahui daya terima perendaman tulang ikan tenggiri terhadap daya terima warna, aroma, rasa dan tekstur pada pembuatan mie basah Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen yang terdiri dari dua perlakuan yaitu : P1 perendaman jeruk nipis (1:1) perlakuan kedua P2 perendaman belimbing wuluh (1:1). Uji yang dilakukan ada dua tahap yaitu uji organoleptik untuk melihat tingkat kesukaan panelis terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur pada mie basah dan uji proksimat untuk mengetahui kandungan gizi. Hasil : Berdasarkan uji Independent-Samples T-Test menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh mantulang ikan tenggri terhadap daya terima warna, aroma, rasa dan tekstur pada mie basah dari kedua perlakuan tersebut berdasarkan ujiorganoleptik dilihat dari tingkat kesukaannya palingtinggi adalah perlakuan Kesimpulan : Tidak ada pengaruh bahan perendaman jeruk nipis dan belimbing wuluh terhadap warna, aroma, rasa dan teksur perendaman tulang ikan tenggiri.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI EDUKASI ANEMIA (EDUANEMIA) TERHADAP KONSUMSI TABLET Fe DAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI Yolanda, Destia; Gambir, Jurianto; Waliyo, Edy
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi yang semakin canggih di era modern saat ini membuat manusia sangat tergantung pada handphone berbasis smartphone, hingga seluruh kegiatan banyak diselesaikan melalui smartphone. Memanfaatkan hal itu, Aplikasi Edu-Anemia memberikan pesan otomatis melipu-ti hal hal yang berkaitan dengan anemia. Informasi tersebut akan muncul setiap pagi hari dengan isi pesan yang berbeda selama 14 hari, dan akan berulang sebanyak 6 kali terhitung sejak penelitian dimulai (90 hari). Selain itu dilengkapi juga dengan kolom kepatuhan minum tablet tambah darah, pesan pengingat minum tablet Fe pada malam hari, serta soal-soal pendeteksi anemia. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental, dengan  melihat efek dari penggunaan aplikasi Edu-Anemia dan leaflet serta kartu kontrol konsumsi tablet Fe yang disediakan oleh Puskesmas Telaga Biru dalam kelompok yang berbeda terhadap konsumsi tablet Fe dan kadar hemoglobin, yang diuji menggunakan metode uji sebelum dan sesudah mendapat perlakuan. Penelitian ini dilakukan selama 90 hari dengan sampel sebanyak 31 sampel dalam setiap kelompok. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dari penggunaan aplikasi Edu-Anemia terhadap konsumsi tablet Fe dan kadar Hb remaja putri yang diketahui dari nilai p < 0,05 (p = 0,006).
DAYA TERIMA ORGANOLEPTIK DAN ANALISIS PROKSIMAT NUGGET IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG AMPAS TAHU SEBAGAI MAKANAN SELINGAN TINGGI PROTEIN Ira Putri Winata; Iman Jaladri; Dahliansyah
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nuggets are a practical and preferred processed meat product, which can be a solution to increase children's protein intake. High-grade nuggets that use mackerel as the main ingredient, rich in protein and essential fatty acids, can be combined with tofu pulp flour as a utilization of tofu waste that has not been fully utilized by the community and to increase the nutritional value of nuggets. Making mackerel nuggets with the addition of tofu pulp flour can help develop sustainable food products that are beneficial to children's health and the local economy. This study aims to determine the organoleptic acceptability and determine the content of protein, fat, carbohydrates, moisture content and ash content in mackerel nuggets with the addition of tofu pulp flour. This type of research is an experimental design with 4 treatments, namely F1 (95gr:5gr), F2 (90gr:10gr), F3 (85gr:15gr) and F4 (80gr:20gr) mackerel and tofu pulp flour in the manufacture of nuggets. Data analysis for organoleptic tests used the Friedman test conducted by 25 moderately trained panelists at the Pontianak Health Polytechnic Taste Laboratory and proximate analysis at the Pontianak BSPJI Laboratory. The results showed that the tested nuggets had the acceptability of color, aroma, taste and texture in the F2 treatment (90gr:10gr). Nuggets in the best treatment had a moisture content: 57.1%, ash content 1.57%, protein content 9.81%, fat content 1.17%, carbohydrate content 24.5%.  There is an effect of aroma and texture on the acceptability of mackerel (Rastrelliger sp.) nuggets with the addition of tofu pulp flour, while on the color and taste acceptability there was no effect of the addition of tofu pulp flour on the mackerel nuggets.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI TERHADAP KONSUMSI SAYUR DAN BUAH REMAJA PUTRI SMPIT AL – FITYAN BOARDING SCHOOL KUBU RAYA Naomi Oktivaner Panjaitan; Sopiyandi; Jonni Syah R.Purba
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Indonesia is a region rich in natural resources such as fruit and vegetables. Fruit and vegetables contain the nutrients vitamins, minerals and fiber to fulfill a balanced nutritional diet. Consuming enough fruit and vegetables can maintain blood pressure, blood sugar levels and blood cholesterol at normal levels, and reduce the risk of difficulty defecating (constipation) and obesity. One of the factors that influences fruit and vegetable consumption in children is nutritional knowledge. Objective: To determine the relationship between nutritional knowledge and vegetable and fruit consumption among adolescent girls at SMPIT Al-Fityan School Kubu Raya Method: This research uses a cross-sectional approach. The respondents used were teenage girls at Al-Fityan Boarding School Kubu Raya using a simple random sampling technique. The total research sample was 61 respondents. The research measuring tool uses a nutritional knowledge questionnaire, recall 2 x 24 H. Result: Shows that the nutritional knowledge of female teenagers at Smpit Al-Fityan Boarding School Kubu Raya is in the sufficient category as many as 35 respondents (57.4%) and nutritional knowledge in the good category as many as 21 respondents (34.4%). Consumption of vegetables and fruit among young women at SMPIT AL-Fityan Boarding School Kubu Raya. Fruit consumption in the good category was 29 respondents (47.5%) and in the poor category was 32 respondents (52.5%). However, vegetable consumption is still categorized as insufficient, namely 47 respondents (77%) consume <250g/day of vegetables. The research results showed that there was no relationship between nutritional knowledge and vegetable and fruit consumption ( sig 0,05). Conclusion : There is no relationship between nutritional knowledge and fruit and vegetable consumption (p value = 0.138, p value = 0.775) 
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KONSUMSI TENTANG SAYUR DAN BUAH PADA ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 35 PONTIANAK UTARA Khairunnisa Kurniasih; Widyana Lakshmi Puspita; Ikawati Sulistyaningsih
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vegetables and fruits are food sources rich in vitamins and minerals that are very beneficial for health, development, and growth.  Consumption of vegetables and fruits is needed to grow as a source of vitamins, minerals and fiber in achieving a healthy diet according to the recommendations of balanced nutrition guidelines for optimal health. Based on data from the Indonesian Health Survey in 2023, Indonesia shows that children aged 5 years and over, including elementary school children, have a low consumption of vegetables and fruits, reaching only 11.8% of their daily needs. In West Kalimantan, the consumption of vegetables and fruits is less than 10.0% of their daily needs. This study is to determine the description of knowledge and consumption of vegetables and fruits in children of State Elementary School 35 North Pontianak. The data that will be used is primary data and secondary data that has included the amount of vegetables and fruits consumed. This study is to determine the description of knowledge and consumption of vegetables and fruits in children of State Elementary School 35 North Pontianak. The data that will be used are primary data and secondary data which includes the amount of vegetables and fruits consumed. The results of this study found 57.4% of 31 students with poor knowledge, 75.9% of 41 students with poor vegetable consumption, 63.0% of 44 students with poor fruit consumption, 81.5% of 31 students with non-diverse vegetable types and 57.4% of 31 students with non-diverse fruit types. Based on the results of this study, the level of knowledge, type, and amount of vegetable and fruit consumption is quite high which is still lacking. In this study, it is necessary to provide education and demonstrations about vegetables and fruit in children of State Elementary School 35 North Pontianak.
UJI DAYA TERIMA PEMBUATAN TEMPE KACANG KEDELAI DENGAN PENAMBAHAN BIJI KARET Sulpensius Rido; Desi; Yanuarti Pertika
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tempe merupakan salah satu sumber protein nabati yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Namun, keterbatasan ketersediaan kacang kedelai sebagai bahan baku seperti kacang kedelai dengan penambahan biji karet, Tempe biasanya dibuat dari kacang kedelai yang difermentasi oleh kapang Rhizopus sp. sehingga menghasilkan makanan bergizi tinggi, kaya protein, serta mudah dicerna. Untuk meningkatkan variasi bahan baku, kedelai dapat dicampur dengan biji karet (Hevea brasiliensis). Biji karet sendiri sering dianggap sebagai limbah perkebunan, padahal mengandung protein, lemak, dan karbohidrat yang cukup tinggi. Namun, biji karet mentah tidak bisa langsung dikonsumsi karena mengandung zat beracun seperti asam sianida (HCN) dan senyawa antinutrisi lain. Oleh karena itu, biji karet perlu melalui proses detoksifikasi terlebih dahulu, misalnya dengan direbus, direndam, dikukus, atau difermentasi untuk mengurangi kadar racunnya, utama mendorong perlunya inovasi penggunaan bahan alternatif lokal yang bernilai gizi tinggi, salah satunya biji karet (Hevea brasiliensis). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui uji daya terima panelis terhadap pembuatan tempe kacang kedelai dengan penambahan biji karet yang meliputi warna, rasa, aroma, dan tekstur. Metode : Metode penilitian ini menggunakan eksperimen atau percobaan. Panelis yang digunakan dalam penilitian adalah panelis agak terlatih berjumlah 25 orang yang menilai aspek warna, aroma, rasa dan tekstur di analisis secara distribusi frekuensi. Hasil : Berdasarkan hasil uji perlakuan P2 memperoleh nilai tertinggi pada atribut warna P2 (98), aroma P2 (100), rasa P2 (101), dan tekstur P2 (98). Secara keseluruhan, formulasi P2 paling disukai panelis dengan total skor 397. Kesimpulan : Dari hasil penilitian secara keseluruhan terhadap produk tempe dengan kacang kedelai dan penambahan biji karet tertinggi yaitu diproleh formulasi P2 dengan skor 397
GAMBARAN PENGETAHUAN, BESARAN UANG JAJAN DAN SIKAP TERHADAP PEMILIHAN JAJANAN PADA SISWA KELAS X DI SMAN 1 SUNGAI AMBAWANG Najwa Azra Felisa; Rafiony, Ayu; Suaebah
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Latar Belakang : Jajanan sekolah menjadi pilihan utama bagi anak-anak karena warnanya yang menarik, rasanya enak, dan harganya yang terjangkau. Namun, rendahnya kesadaran akan gizi yang baik sering kali menyebabkan anak memilih makanan kurang sehat. Pemahaman tentang gizi yang baik sangat penting untuk mendorong anak memilih jajanan sehat dan bergizi. Selain itu, besarnya uang jajan juga memengaruhi kebiasaan anak dalam memilih makanan. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran pengetahuan, besaran uang jajan dan sikap terhadap pemilihan jajanan pada siswa kelas X di SMAN 1 Sungai Ambawang. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain cross-sectional untuk menganalisis pengetahuan, besaran uang jajan dan sikap yang mempengaruhi pemilihan jajanan sehat di kalangan siswa kelas X SMAN 1 Sungai Ambawang. Penelitian ini dilakukan November 2024, di SMAN 1 Sungai Ambawang. Sampel yang di hasilkan 70 responden. Sampel diambil menggunakan teknik random sampling dengan perhitungan  menggunakan rumus slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil Penelitian : Penelitian menunjukkan bahwa 82,9% siswa memiliki pengetahuan baik, 65,7% memiliki uang jajan kurang dari rata-rata, dan 92,9% memiliki sikap baik. Siswa dengan sikap baik sebagian besar memiliki pengetahuan baik dan uang jajan yang kecil.. Kesimpulan : Siswa-siswi kelas X SMAN 01 Sungai Ambawang memiliki pengetahuan yang baik, besaran uang jajan masih banyak kurang dari rata-rata, dan  sikap yang baik. 
GAMBARAN PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN KONSTIPASI DAN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT YARSI PONTIANAK Yati, Umi; Yanuarti Petrika; Desi
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan salah satu penyakit metabolik kronis yang membutuhkan penatalaksanaan khusus, termasuk asuhan gizi terstandar, Konstipasi adalah  gangguan saluran cerna yang ditandai dengan kesulitan buang air besar, sedangkan hipertensi adalah kondisi tekanan darah tinggi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi. Kedua penyakit  ini sering  menjadi komorbid pada pasien DM tipe II. Proses asuhan gizi terstandar (PAGT) adalah pendekatan sistematis yang digunakan untuk menyelesaikan masalah gizi, meningkatkan masalah gizi, meningkatkan kualitas suatu layanan, dan memastikan keberhasilan asuhan gizi. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses asuhan gizi terstandar pada pasien Diabetes Melitus Tipe II Dengan Konstipasi Dan Hipertensi Di Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak. Metode Penelitian : Metode penelitian yang dilakukan adalah metode Kualitatif dengan desain studi kasus (case study), pengumpulan data dilakukan dengan berupa observasi mendalam yang terfokus pada penerapan proses asuhan  gizi terstandar (PAGT), dengan melakukan wawancara, pengukuran antropometri, pemeriksaan klinis, dan analisis food recall pada 1 pasien diabetes melitus dengan konstipasi dan hipertensi yang menjalani perawatan inap. Hasil : Pasien mengalami penurunan nafsu makan yang dimana asupan makan pasien kurang  dari  kebutuhan yaitu sebesar 80-110 %, hasil pengukuran antropometri IMT pasien 18,53 (Normal), diagnosis pasien meliputi domain intake asupan (NI), domain clinic (NC) dan domain behavior (NB), pada intervensi  yang dilakukan pemberian diet Diabetes mellitus (DM) 1500 kkal, Tinggi Serat dan Rendah Garam III, serta edukasi pengaturan pola makan sesuai prinsip 3J (jumlah, Jenis, Jadwal).
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PRAKTIK KONSUMSI BUAH DAN SAYUR TERHADAP ISI PIRINGKU DI SMA NEGERI 1 AMBAWANG Taufik; Dahliansyah; Rafiony, Ayu
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi seimbang merupakan selogan yang tidak semua orang memahaminya dan diperlukan edukasi lebih mengenai hal tersebut. Pengetahun seseorang tentang gizi seimbang dapat berpengaruh pada sikap dan prilaku dalam memilih makanan. Dengan pengaturan makan yang memperhatikan golongan makanan untuk di konsumsi seseorang. meliputi makanan pokok, lauk hewani dan lauk nabati, sayur dan buah dapat meningkatkan status gizi yang akan berdampak pada kondisi gizi namun jika tidak terpenuhi maka akan berdampak pada seseorang. Untuk mengetahui pengetahuan dan praktik konsumsi buah dan sayur pada remaja kelas X di SMA Negri 1 Sungai Ambawang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 40 siswa kelas X SMA Negri 1 Sungai Ambawang, sampel berusia 15-16 tahun. Analisis data adalah univariat dengan variabel praktik konsumsi buah dan sayur. Penelitian menunjukkan bahwa 72,5% siswa memiliki pengetahuan baik, 80% siswa kurang mengkonsumsi sayur, dan 82,5% siswa kurang mengkonsumsi buah. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi tentangs pentingnya praktik dalam mengkonsumsi buah dan sayur. Siswa-siswi kelas X SMAN 01 Sungai Ambawang memiliki pengetahuan yang baik, dan konsumsi buah dan sayur yang kurang.

Page 10 of 11 | Total Record : 104