cover
Contact Name
Iman Jaladri
Contact Email
imanjaladri@gmail.com
Phone
+6285752879971
Journal Mail Official
imanjaladri@gmail.com
Editorial Address
Jalan 28 Oktober Siantan Hulu
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Media Gizi Khatulistiwa
ISSN : 30638259     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini dibuat untuk menampung minat dan perhatian insan gizi untuk memajukan dan mengembangkan ilmu gizi. Keberadaan jurnal ini diharapkan akan menjadi saling tukar informasi antara peneliti, dosen dan mahasiswa untuk bersama-sama menemukan cara yang tepat dalam mengatasi masalah gizi di Indonesia
Articles 104 Documents
PENGARUH EDUKASI GIZI BERBASIS MEDIA INSTAGRAM TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO REMAJA DI SMAN 01 NGABANG Tiara Sani Yulianti; Suaebah; purba, Jonni Syah R Purba
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a transition to adulthood. A lack of nutritional knowledge can cause various health problems. The prevalence of very thin and thin nutritional status in adolescents in West Kalimantan is increasing, with the latest figures being 1.4% very thin and 5.6% thin. In Landak Regency, the prevalence of very thin is 6.6%, and thin is 2.6%, higher than the national average. Nutrition education through Instagram, which is used by 42.3% of teenagers, can be an effective solution to this problem. This study aims to determine the impact of nutrition education through Instagram media on teenagers' knowledge of balanced nutrition and macronutrient intake. The research method involved conducting a pre-experiment with a sample of 38 respondents. Random sampling was used as the sampling technique. Data analysis using the Wilcoxon signed-rank test for non-normally distributed data and the paired t-test for normally distributed data. After education, there was an increase in knowledge of 1.32 points, as well as an increase in energy intake of 912.12 grams, carbohydrates 79.1 grams, protein 8.5 grams, and fat 12.15 grams, with a p-value of 0.000 (p <0.05). This study demonstrates the impact of Instagram media on teenagers' knowledge of balanced nutrition and macronutrient intake, both before and after receiving education.
ANALISIS ZAT GIZI DAN DAYA TERIMA MIE KERING PENAMBAHAN TEPUNG IKAN PATIN DAN BAYAM HIJAU SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN BERGIZI BAGI REMAJA PUTRI Sri Suciati; Suaebah; Yanuarti Petrika
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: All groups, including teenagers, find noodles to be the most popular food due to  their practicality, ease of serving, deliciousness, variety of flavor options, and affordability. Despite the variety of flavors available in noodles, the sodium, sugar, and protein content in each package is nearly identical. Overconsumption of instant noodles can lead to health risks due to their preservatives and low nutritional value. Objective: The research objective is to determine the acceptability and nutrient content of dry noodles that have been enriched with catfish flour and green spinach, as an alternative nutritious food for young women. Method: This study used an experimental research design consisting of three treatments, namely: F1 (10: 35), F2 (15: 30), and F3 (20: 25). There were 25 panelists in this study. The study conducted two stages of tests: organoleptic tests to gauge the panelists' preferences for the color,  aroma, taste, and texture of dry noodles, and proximate tests and iron tests to assess the nutritional content. Results: The study found that the most preferred dry noodles in terms of color, aroma, taste, and texture were in treatment F2 (15: 30). Dry noodles in the best treatment had protein content (18.89%), fat content (1.17%), carbohydrates (61.39%), iron content (5.57%), water content (12.43%), and ash content (2.48%). Conclusion: There is an effect of color on the acceptability of dry noodles with the addition of patin fish flour and green spinach. There is an effect of color, aroma, taste, and texture on the acceptability of dry noodles fortified with patin fish flour and green spinach.
HUBUNGAN SKOR HEALTHY EATING INDEX (HEI) DENGAN STATUS GIZIPADA MAHASISWA ASRAMA POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK Nurfadliansyah; Didik Hariyadi; Jurianto Gambir
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Status gizi pada Remaja dihubungkan oleh banyak faktor salah satunya adalah kebiasaannya dalam mengkonsumsi makanan sehari-hari, Kebiasaan makan tidak seimbang oleh zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan, Remaja cenderung kurang memperhatikan asupan makanan. umumnya Remaja lebih suka mengkonsumsi makanan berlemak, berenergi, gurih dan manis. Sementara makananan kaya serat seperti sayur dan buah diabaikan. Tujuan : Mengetahui hubungan skor healthy eating Index dengan status gizi pada mahasiswa asrama Poltekkes Kemenkes Pontianak. Metode : Desain penelitian yaitu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 mahasiswa diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan form Food Record 2 x 24 Jam, pengumpulan data status gizi dengan cara menimbang berat badan menggunakan timbangan injak digital dan mikrotoice untuktinggi badan dan dilakukan pada bulan mei 2024 data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square.  Hasil : Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan untuk Skor healthy eating index tidak baik 37 responden (37%) dengan status gizi Tidak normal. dan yang mempunyai Skor HEI tidak baik 26 responden (26%) mempunyai status gizi normal. dan yang mempunyai Skor HEI baik 1 responden (1%) dengan Status Gizi tidak normal. Sedangkan yang mempunyai Skor HEI baik 36 orang (36%) dengan status gizi normal, Hasil uji stastistik chi-square menunjukan bahwa ada hubungan skor healthy eating index dengan status gizi dengan p value = 0,000 Bagi mahasiswa, berarti kebiasaan makan dan pola konsumsi yang sesuai dengan gizi seimbang dapat berhubungan dengan status gizi yang baik.  Kesimpulan : Ada Hubungan Skor Healthy Eating Index dengan Status Gizi pada Mahasiswa Asrama Poltekkes Kemenkes Pontianak.   Background: Nutritional status in adolescents is related to many factors, one of which is their habits in consuming daily food, eating habits are not balanced by the nutrients contained in food, adolescents tend to pay less attention to food intake. Generally, teenagers prefer to consume fatty, energetic, savory and sweet foods. Meanwhile, fiberrich foods such as vegetables and fruit are ignored.  Purpose : To determine the relationship between the healthy eating index score and the nutritional status of students at the Pontianak Ministry of Health Polytechnic dormitory.  Methods : The research design is cross sectional. The sample in this study was 100 students taken using purposive sampling technique. Data collection was carried out using the interview method using the 2 x 24 Hour Food Record form, data collection on nutritional status by measuring body weight using a digital step scale and a microtoice for height andcarried out in May 2024. The data was analyzed using the chi-square test Result : Based on the results of the research, the healthy eating index score was not good for 37 respondents (37%) with abnormal nutritional status. and those who had an HEI score that was not good, 26 respondents (26%) had normal nutritional status. and those with good HEI scores were 1 respondents (1%) with abnormal nutritional status. Meanwhile, 36 people (36%) had a good HEI score with normal nutritional status. The results of the chi-square statistical test showed that there was a relationship between the healthy eating index score and nutritional status with p value = 0.000. For students, this means appropriate eating habits and consumption patterns. with balanced nutrition can be related to good nutritional status Conclusion: There is a relationship between the Healthy Eating Index score and the nutritional status of Pontianak Ministry of Health Health Polytechnic Dormitory Students. 
PENGARUH MEDIA VIDEO MOTION GRAPHIC TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN ANEMIA REMAJA PUTRI DI SMPN 6 TELUK KERAMAT Halimahtussa'diah; Iman Jaladri; Sopiyandi
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan masalah kesehatan yang signifikan dikalangan remaja putri, terutama di Indonesia. Data Riskesdas (2018) pravelensi anemia pada remaja sebesar 32%. Pengetahuan sangat penting untuk membentuk tindakan seseorang, dan pendidikan merupakan cara efektif untuk meningkatkannya. Salah satu media pendidikan kesehatan yang digunakan adalah video motion graphic. Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis pengaruh edukasi sebelum dan sesudah edukasi melalui media video motion graphic terhadap peningkatan pengetahuan anemia pada remaja putri di SMPN 6 Teluk Keramat, Sambas. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Pre experimental dengan rancangan “ One Group pretest-postest. Subjek penelitian adalah remaja putri kelas VIII SMPN 6 Teluk Keramat sebanyak 41 responden dipilih menggunakan metode Simple Random Sampling. Data dianalisis menggunakan uji wilxocon karena data tidak normal. Hasil penelitian : Ada perbedaan signifikan pengetahuan gizi pada remaja putri antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi menggunakan media video motion graphic dengan nilai (p= 0,000).  
GAMBARAN STATUS SOSIAL EKONOMI PADA ANAK STUNTING USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUKESMASSUNGAI RAYA DALAM KABUPATEN KUBU RAYA Amelia, Tia; Didik Hariyadi; Mulyanita
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Based on data from the Indonesia Nutrition Status Survey (SSGI) released by the Ministry of Health, in 2022, the prevalence of stunting in Indonesia decreased by 2.8 percentage points compared to 2021 from 24.4% to 21.6%. Currently, the prevalence of stunting in West Kalimantan reaches 17.8% according to SKI 2023. Objectives: To find out the overview of the socioeconomic status of parents in stunted children aged 24-59 months in the working area of the Sungai Raya Health Center in Sungai Raya District, Kubu Raya Regency. Method: This type of research is descriptive research where the number of samples obtained is 39 toddlers, then the data analysis used is by using univariate analysis, namely frequency distribution Result: Mother's knowledge of nutrition is 100%, Junior high school graduates' education is 59.0%, High school graduates' education is 51.3%, Farmers' parents' employment is 38.5% and housewives 94 %, The income level of stunted toddlers is relatively low with a percentage of 64% and the nutritional status of TB/U children (stunting) is the percentage of children with short status Conclusion: The Mother's knowledge of nutrition is excellent, Father's education level is mostly junior high school graduate while for the type of education mother are mostly high school graduates, Father's type of work is mostly working as farmers with While for mothers' jobs most of them are housewives, The majority of family income levels are relatively low and the nutritional status of children with TB/U (stunting) is the percentage of children with short nutritional status
DAYA TERIMA DAN ANALISIS ZAT GIZI SNACK CHURROS SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus lamk) DAN TEPUNG IKAN BILIS (Mystacoleucus padangensis Bleeker) SEBAGAI PMT PADA BALITA UMUR 1-5 TAHUN Sharvina Nurul Qalbi; Dahliansyah; Ikawati Sulistyaningsih
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ACCEPTANCE AND ANALYSIS OF NUTRITIONAL CONTENT OF CHURROS SNACKS SUBSTITUTED WITH Jangka Seed Flour (Artocarpus heterophyllus lamk) AND BILIS FISH MEAL (Mystacoleucus Padangensis Bleeker) AS PMT IN TODDLER AGE 1-5 YEARS Abstract Providing Supplementary Food (PMT) is an effort to increase food intake so that it is sufficient and can achieve optimal nutritional value, the nutritional content in it contains sufficient energy, protein, macro and micronutrients, PMT is also easy to make from local food ingredients that are in accordance with local conditions. This study aims to determine the acceptability and nutritional content of churros snacks substituted for jackfruit seed flour (artocarpus heterophyllus lamk) and anchovies flour (mystacoleucus Padangensis bleeker) as PMT for toddlers aged 1-5 years. This method uses experimental research consisting of three formulations, namely (F1, F2, and F3). The test was carried out in 3 stages, namely organoleptic tests on 25 panelists to determine the panelists' receptivity to color, taste, aroma and texture, effectiveness index tests and nutritional content of carbohydrates, proteins, fats, water and ash, which were carried out on churros. The research results showed that the best value for the organoleptic effectiveness index was obtained in the third formulation (F3) with the percentage of jackfruit seed flour (60%) and anchovies flour (10%), with a carbohydrate content of 36.96%, fat 21.76%, protein 5, 93%, fiber 0.92%, ash 1.29%, and water 33.15%. There is an influence of substitution of jackfruit seed flour (Artocarpus Heterophyllus Lamk) and bilis fish meal (Mystacoleucus Padangensis Bleeker) on the color, taste, aroma and texture of churros as PMT for toddlers aged 1-5 years. Keyword : Supplementary Feeding (PMT), Churros, Jackfruit Seed Meal (Artocarpus Heterophyllus Lamk), Bilis Fish Meal (Mystacoleucus Padangensis Bleeker), Proximate Test
PENGARUH MEDIA POP-UP BOOK TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DANKONSUMSI BUAH DAN SAYUR DI SD NEGERI 13 PARIT LENGKONG DESA MEGA TIMUR Melati Purwasih; Widyana Lakhsmi Puspita; Agus Hermansyah
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak sekolah merupakan usia yang rentan dalam mengkonsumsi buah dan sayur. Faktor yang mempengaruhi konsumsi buah dan sayur salah satunya adalah pengetahuan. Pendidikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan. Terdapat berbagai macam media pendidikan kesehatan yang dapat digunakan, salah satunya pop-up book. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media pop-up book terhadap peningkatan pengetahuan serta konsumsi buah dan sayur anak sekolah. Desain pra eksperimen dengan rancangan one grup pre and posttest design dilakukan pada subyek 38 siswa-siswi SD Negeri 13 Parit Lengkong. Perlakuan berupa edukasi gizi menggunakan pop-up book sayur dan buah yang dilakukan selama 12 kali pertemuan. Sebelum dan sesudah diberi edukasi dilakukan recall 3x24 jam dan pengisian kuesioner pengetahuan. Hasil penelitian ada perbedaan yang signifikan pada variable pengetahuan sesudah diberikan edukasi gizi (p-value 0,000<0,05). Tidak ada perbedaan konsumsi buah sesudah diberi edukasi gizi (p-value 0,410>0,05) serta tidak ada perbedaan konsumsi sayur sesudah diberikan edukasi gizi menggunakan media pop-up book (p-value 0,280>0,05). Edukasi gizi menggunakan media pop-up book menyebabkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dan peningkatan konsumsi buah dan sayur namun tidak signifikan. 
KAJIAN LITERATUR PENGARUH MEDIA BOOKLET DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN PADA PENDERITA HIPERTENSI Dwi Susanto, Indra; Shelly Festilia Agusanti; hariyadi, Didik
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia diprediksi akan terus meningkat. Data hasil Riskesdas menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi meningkat dari tahun ke tahun, yakni 25,8% di tahun 2007, 31,7% di tahun 2013, dan 34,1% di tahun 2018. Dampak yang ditimbulkan pada penderita hipertensi adalah komplikasi serangan jantung dan stroke. Pendekatan edukasi merupakan salah satu cara terbaik untuk memberikan informasi dan mengembangkan kemampuan membuat keputusan. Salah satu media edukasi berupa media cetak adalah booklet dan leaflet. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji literatur tentang pengaruh booklet dan leaflet terhadap pengetahuan pada penderita hipertensi. Jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kepustakaan atau literature review, dengan total sebanyak 11 jurnal dari dalam negeri yang didapat dari tahun 2010-2020, dan strategi yang digunakan untuk mencari jurnal menggunakan PICO framework. Hasil yang didapat menyimpulkan bahwa media booklet dan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan pada penderita hipertensi, dibuktikan dengan peningkatan persentase selisih mean pada hasil pre test dan post test pada media booklet sebesar 28,00%, dan pada media leaflet sebesar 28,98%
EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN MEDIA BUKU SAKU PMBA TERHADAP SIKAP DAN PERILAKU IBU BALITA STUNTING USIA 0-59 BULAN DI DESA AMBAWANG KUALA Delfia Ananda Gunarni; Suaebah; Jurianto Gambir
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi maupun infeksi dalam waktu yang cukup lama. Pemberian makan pada bayi dan anak (PMBA) yang optimal merupakan intervensi yang efektif dalam meningkatkan status kesehatan anak, dengan tujuan penelitian adalah bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian media buku saku PMBA terhadap perubahan sikap dan perilaku ibu balita stunting sebelum dan sesudah intervensi di Desa Ambawang Kuala di Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Metode Penelitian : Desain penelitian ini adalah Pre-Eksperimental dengan rancangan one grup pre-test and post-test design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September tahun 2022. Populasi penelitian ini adalah Ibu balita di Desa Ambawang Kuala. Jumlah sampel yaitu sebanyak 30 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Hasil : Selisih nilai rata-rata sikap setelah diberikan berupa buku saku PMBA mengalami peningkatan yaitu 33,07 dengan selisih 4,47 dan nilai yang mengalami peningkatan nilai sikap sebanyak 26 orang,tidak ada nilai yang mengalami penurunan dan nilai yang sama sebanyak 4 orang. Selisih nilai rata-rata perilaku setelah diberikan berupa buku saku PMBA mengalami peningkatan yaitu 8,77 dengan selisih 2,14. nilai yang mengalami peningkatan nilai perilaku sebanyak 28 orang,tidak ada nilai yang mengalami penurunan dan nilai yang sama sebanyak 2 orang. Kesimpulan : Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dari penilitian menunjukkan bahwa pengaruh signifikan antara sebelum dan sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi menggunakan media Buku Saku PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak) terhadap sikap nilai p-value=0,000 dan perilaku nilai pvalue=0,000          
ANALISIS ZAT GIZI KARBOHIDRAT, KALIUM, SERAT DAN DAYA TERIMA FORMULA FLAKES BONGGOL PISANG KEPOK Rezky Kurniawan; Jonni Syah R. Purba; Nopriantini; chairunnisa
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flakes merupakan produkmakanan berbentuk pipih atau serpihan, berwarna kuning kecoklatan yang dapat dibuat dari umbi-umbian, kacang-kacangan, biji-bijian, dan tanaman hortikultura. Awalnya flakes dibuat dari biji jagung utuh yang dikenal dengan nama corn flakes, namun pada saat ini telah dikembangkan inovasi dalam pembuatan flakes dimana flakes dapat dibuat dari bahan baku lain guna untuk meningkatkan nilai nutrisi dan kesukaan konsumen. Bahan baku pembuatan flakes umumnya mengandung sumber karbohidrat yang cukup tinggi, salah satu bahan baku yang bisa dimanfaatkan untuk membuat flakes yaitu tepung bonggol pisang.Metode yang dilakukan adalah eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui Analisis Zat GiziKarbohidrat, Kalium, Serat Dan Daya Terima Formula Flakes Bonggol Pisang Kepok (Musa Paradisiaca).Adapun perlakuan yang diberikan yaitu penambahan tepung terigu dan tepung bonggol pisang kepok sebanyak P1 (90%+10%), P2 (80%+20%), dan P3 (70%+30%).Hasil uji daya terima pada flakes bonggol pisang kepok menyatakan bahwa ada pengaruh terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa pada flakes dengan penambahan tepung bonggol pisang kepok hal ini dikarenakan T hitung > F tabel. Kadar karbohidrat tertinggi pada perlakuan P3 yaitu 10,26%, Kadar kalium tertinggi pada P3 yaitu 0,36%, Dan kadar serat tertinggi pada P2 yaitu 10,26%. Disarankan untuk pembuatan flakes bonggol pisang kepok sebaiknya digunakan dengan penambahan 20%. Untuk hasil penelitian lebih lanjut agar dapat memperbaikiaroma, tekstur, warna dan rasa. Dapat direkomendasikan untuk snack dengan kandungan zat gizi tinggi karbohidrat.

Page 9 of 11 | Total Record : 104