cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 464 Documents
EMERGING TRENDS OF DIGITAL PUBLIC SPACES: A BIBLIOMETRIC ANALYSIS BASED ON VOSVIEWER Aguspriyanti, Carissa Dinar
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper investigated the emerging trends of research related to digital public spaces through a bibliometric analysis based on the VOSviewer software. Digital public spaces have become a hot topic of conversation lately due to possible influencing factors like the development of advanced Industry 4.0 technologies, the introduction of Society 5.0, the growth of smart city concept, the manifestation of the digital universe as known as metaverse, and the COVID-19 pandemic. A total of 610 publications obtained from the Scopus database were analysed in three different ways including research development trends analysis, publications productivity analysis, and knowledge topic area analysis. The results pointed out that from 2012 to 2021, digital public spaces have attracted the significant attention of researchers in various scientific fields, mostly in western countries. From 7 clusters of knowledge topic areas detected, public space, social media, human-computer interaction, urban planning, and digital technologies have established the research hotspot to date. In addition, as the research focus is enriching, the potential novelty for further digital public spaces research may likely be related to more comprehensive and humane aspects. It is also possible that linking unrelated topics between different clusters is also highly considered to obtain the novelty of future research.Abstrak: Makalah ini menyelidiki tren penelitian yang muncul terkait dengan ruang publik digital melalui analisis bibliometrik berdasarkan perangkat lunak VOSviewer. Ruang publik digital menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini karena faktor-faktor yang berpotensi mempengaruhi seperti perkembangan teknologi maju Industri 4.0, pengenalan Society 5.0, pertumbuhan konsep kota pintar, manifestasi dunia digital yang dikenal sebagai metaverse, dan pandemi COVID-19. Sebanyak 610 publikasi yang diperoleh dari database Scopus dianalisis dengan tiga cara berbeda meliputi analisis tren pengembangan penelitian, analisis produktivitas publikasi, dan analisis area topik pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tahun 2012 hingga 2021, ruang publik digital telah menarik perhatian yang signifikan dari para peneliti di berbagai bidang ilmiah, terutama di negara-negara barat. Dari 7 klaster bidang topik pengetahuan yang terdeteksi, ruang publik, media sosial, interaksi manusia-komputer, perencanaan kota, dan teknologi digital telah menjadi pusat topik penelitian hingga saat ini. Selain itu, seiring dengan bertambahnya fokus penelitian, potensi kebaruan untuk penelitian ruang publik digital lebih lanjut dapat berkaitan dengan aspek yang lebih komprehensif dan manusiawi. Menghubungkan topik-topik yang tidak terkait antar klaster yang berbeda juga dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan kebaruan penelitian masa depan.
TIPOLOGI SETTING RUANG RUMAH PRODUKSI BATIK DI KAWASAN KAMPUNG BATIK BABAGAN LASEM Harsanti, Aprilia Dwiki; Pandelaki, Edward E.; Purwanto, Edi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Lasem City is a city that is one of the cities that has a distinctive Batik in Indonesia, the batik center in Lasem is in Babagan Village. Babagan Batik Village is a unique batik village, where in 13 centuries ago Chinese people came and settled here so as to form cultural acculturation. This cultural acculturation causes a physical change that occurs in the buildings there, which are related to Batik Production. This underlies the typology of spatial settings in the Batik Production House building.This study aims to find out the Spatial Setting and Typology of the Batik Industry building located in Babagan Lasem Batik Village. In this study, the approach taken is descriptive qualitative method, which describes the relationship between data and findings qualitatively, grounded theory is used as a basis for finding gaps with field conditions. From the results of the analysis, it is found that in the batik production building there are several developments in typology and spatial settings, in the setting there are fixed, semi-fixed, non-fixed components as forming spaces, while based on typology it can be categorized as determining the basic form, determining the basic nature, and studying the development process.Keyword: Babagan Batik House, Spatial Setting, Typology.Abstrak: Kota Lasem adalah kota yang menjadi salah satu kota yang memiliki ke Khasan Batik di Indonesia, sentra batik yang ada di Lasem berada di Desa Babagan. Kampung Batik Babagan merupakan perkampungan batik yang unik, dimana pada 13 abad yang lalu orang-orang China dating dan menetao disini sehingga membentuk akulturasi budaya. Akulturasi budaya ini menimbulkan suatu perubahan fisik yang terjadi pada bangunan yang ada di sana, yang berkaitan dengan Produksi Batik. Hal ini mendasari tipologi setting ruang yang ada pada bangunan Rumah Produksi Batik.Penelitian ini memiliki tujuan untuk dapat mengetahui Setting Ruang dan Tipologi pada bangunan Industri Batik yang berada di Kampung Batik Babagan Lasem. Dalam penelitian ini pendekatan yang diambil adalah metoda deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan antara hubungan data dan temuan secara kualitatif, grounded teori dipakai sebagai landasan mencari kesenjangan dengan kondisi lapangan. Dari hasil analisis didapat bahwa pada bangunan produksi batik terdapat beberapa pengembangan secara tipologi dan setting ruang, pada setting terdapat komponen fix, semi fix, non fix sebagai pembentuk ruang, sedangkan berdasarkan tipologi dapat dikategorikan menentukan bentuk dasar, menentukan sifat dasar, dan mempelajari proses perkembangan.Kata Kunci: Rumah Batik Babagan, Setting Ruang. Tipologi.
URBAN ACUPUNCTURE : INVESTIGASI POLA PERILAKU TERHADAP STREET FURNITURE DI RUANG PUBLIK KAMPUS Fitriyanto, Dominikus Aditya; Mutia, Fairuz; Krisnawatie, Aloysia
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The era of the pandemic, which is currently starting to move to endemic has resulted in the flow of density of teaching and learning activities on campus. Some students started doing offline practicums, and also guidance activities for lecturers in the lecture building, of course with strict health protocols. Currently, the condition of the public open space at UPN "Veteran" East Java and the existing street furniture is less than ideal to accommodate the activities of the academic community, as well as to meet the new-normal rules. This study uses a qualitative method with a Behavioral Mapping Analysis approach, which carried out by tracking user movements in public spaces and mapping user interactions. The findings were most of students and visitors walked to the public area through secondary access which is closest to the road and parking area, therefore creating crowd in one side of the area. This research conclude there are several consideration for future planning such as placement of sculpture or icon to attract toward the center of the public space, replacing permanent street furniture with mobile one, and enhance the secondary access to ensure safety and comfort of the passerby.Abstrak: Era pandemi yang saat ini mulai bergerak ke endemi mengakibatkan mulai terjadinya arus kepadatan kegiatan belajar - mengajar di kampus. Beberapa mahasiswa mulai melakukan praktikum luring dan juga kegiatan bimbingan pada dosen di gedung perkuliahan, tentu dengan protokol kesehatan ketat. Saat ini, kondisi ruang terbuka publik yang ada di UPN “Veteran” Jawa Timur dan kondisi street furniture eksisting kurang ideal untuk menampung kegiatan civitas akademika sekaligus memenuhi kaidah new-normal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Behavioral Mapping Analysis, yang dilakukan dengan melacak pergerakan pengguna di ruang publik dan memetakan interaksi penggunanya. Temuan yang didapat adalah sebagian besar pelajar dan pengunjung berjalan ke area publik melalui akses sekunder yang paling dekat dengan jalan raya dan area parkir, sehingga menimbulkan keramaian di salah satu sisi. Penelitian ini menyimpulkan ada beberapa pertimbangan untuk perencanaan ke depan seperti penempatan patung atau ikon untuk menyebarkan kerumunan lebih merata ke tengah ruang publik, mengganti furnitur jalan permanen dengan yang bergerak, dan memperbesar dan meningkatkan akses sekunder untuk memastikan keamanan dan kenyamanan. dari orang yang lewat.
UNIVERSAL DESIGN PADA AKSESIBILITAS RUANG TERBUKA PUBLIK DI BANTARAN SUNGAI KOTA BANDUNG Ismail, Nurwidyah Azizah; Suprapti, Atik
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Public open space is a facility that can be used by the whole community. So that the development of every public open space should follow the reference to a design that is friendly to everyone regardless of differences so that it can be easily accessed and used. However, what happens in the field is that there are several accesses that are not suitable for children, the elderly and people with special needs. The purpose of this study was to evaluate the application of universal design principles to accessibility in the Teras Cikapundung. The method used in this study is a qualitative descriptive method by collecting data on universal design and conducting field observations to find out facts in the field which will then be compared with universal design principles. Data collection was carried out in two ways, namely primary data collection obtained by direct observation at the Teras Cikapundung and interviews with visitors and the local community, while secondary data collection was obtained from literature studies in the form of journals and books related to what was researched. The results of this study show that there are several inconsistencies in the accessibility of the Teras Cikapundung with universal design principles such as no guide lines, ramp slopes that exceed the standard, ramps and stairs that are not equipped with handrails, and signs that are less informative.Keyword: Universal Design, Accessibility, Public Open SpaceAbstrak: Ruang terbuka publik merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat. Sehingga pengembangan setiap ruang terbuka publik seharusnya mengikuti acuan pada desain yang ramah bagi setiap orang tanpa melihat perbedaan agar dapat mudah diakses dan digunakan. Namun, yang terjadi dilapangan terdapat beberapa akses yang tidak sesuai dengan anak-anak, lansia dan orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan prinsip universal design pada aksesibilitas di Teras Cikapundung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskrtiptif kualitatif dengan mengumpulkan data mengenai universal design dan melakukan observasi lapangan untuk mengetahui fakta dilapangan yang selanjutnya akan dibandingkan dengan prinsip universal design. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu pengumpulan data primer yang diperoleh dengan cara observasi langsung di Teras Cikapundung dan wawancara dengan pengunjung maupun masyarakat setempat, sedangkan pengumpulan data sekunder diperoleh dari studi pustaka berupa jurnal dan buku yang terkait dengan apa yang diteliti. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa ketidaksesuaian aksesibilitas Teras Cikapundung dengan prinsip universal design seperti tidak terdapat jalur pemandu, kemiringan ramp yang melebihi standar, ramp dan tangga yang tidak di lengkapi dengan handrail, dan juga rambu yang kurang informatif.Kata Kunci: Universal Design, Aksesibilitas, Ruang Terbuka Publik
PERUBAHAN TIPOLOGI FASAD PADA RUMAH TRADISIONAL KAMPUNG PITU GUNUNG KIDUL Putri, Dwiani Intan Kartika
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This Village unique and sacred research began to be introduced in 2015, the uniqueness of the settlement appeared in the combination of customs and traditions that were maintained authenticity with the indigenous people of Pitu Village. This affects change in the facade settlenet past and present seen from the Architectural aspects in the Pitu Village settlement, one of which is through the condition of houses there. The purpose of this study is to determine the typology of the traditional facade of Pitu Village with cultural elements and indirect communication between humans as a traditional the collection of research data is. This study uses a qualitative descriptive method The collection of research data was the result of interviews and observations at the research site with seven houses in Pitu Village. The changes of traditional houses typical of Pitu Village as a result of community planning into Vernacular Architecture is rated from the peculiarities of cultural aspects, building philosophy, of the village and one of the peculiarities of the community's house. This is considered to know the peculiarities in the area, especially the façade at Pitu Village residential house in applying the Vernacular Architecture Concept to the building style, it is necessary to analyze it with a comparative form before and after in the location of the area, the façade of the Pitu Village residential house by finding out the characteristics of the local Vernacular Architecture and the Characteristics of Ventakular Architecture with the points and shapes of the façade in the building planned in Pitu Village. The conclusions in this study reveal the development of an approach at the concept of vernacular traditional architecture into a modern livable house concept.Abstrak: Penelitian perkampungan Unik dan sakral mulai diperkenalkan pada tahun 2015, keunikan permukiman muncul dalam perpaduan adat dan tradisi yang terjaga keasliannya dengan warga asli Kampung Pitu. hal ini berpengaruh terhadap adanya perubahan permukiman fasad rumah dahulu dan fasad rumah sekarang di lihat dari Aspek Arsitektural permukiman Kampung Pitu, salah satunya melalui kondisi rumah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tipologi fasad tradisional Kampung Pitu dengan unsur kebudayaan dan komunikasi tidak langsung antar manusia sebagai perancang rumah tradisional di kawasan Kampung Pitu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengumpulan data penelitian merupakan hasil dari wawancara dan pengamatan di lokasi penelitian bersama tujuh masyarakat asli Kampung Pitu. Perubahan rumah tradisional khas Kampung Pitu hasil dari perencanaan masyarakat menjadi Arsitektur Vernakular dinilai dari kekhasan segi budaya, filosofi bangunan salah satu kekhasan pada rumah masyarakatnya. Hal tersebut dipandang memiliki potensi desa, kekhasakan kawasan terutama fasad rumah tinggal Kampung Pitu dalam menerapkan Konsep Arsitektur Vernakular terhadap gaya bangunan, maka perlu adanya analisis dengan bentuk perbandingan sebelum dan sesudah fasad rumah tinggal Kampung Pitu dengan mencari tau ciri Arsitektur Vernakular setempat dan dengan adanya poin dan bentuk secara fasad dalam bangunan yang direncanakan. Penelitian ini mengungkapkan pengembangan sebuah pendekatan konsep Arsitektur tradisonal Vernakular menjadi konsep rumah modern layak huni.
TINJAUAN 3 TIPE SHADING FASADE BANGUNAN GEDUNG WIDYA PURAYA UNIVERSITAS DIPONEGORO Vakumoro, Adityo Fajar; Dwiyanto, Agung; Setyowati, Erni
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Indonesia has a humid tropical climate, building design must pay attention to climate conditions when planning and implementing it. This condition has a very big influence on an architectural design, one of which is to provide building shading in order to adapt to climatic conditions. In the world of architecture, a building façade shading is very important for the buioding itself, and has an influence on the users of the room. Shading on the facade of the building as a protector of the building from direct sunlight, shading also has an aesthetic to a building (Purnama, 2020). There are different types of facades that will become a reference for research in a building to find out which type is effective on the climate. The method used in this study uses descriptive quantitative methods, where research make direct observations and make measurements of the object under study and then analyzed to archieve the objective of the study on the different types of building facades.Abstrak: Indonesia memiliki iklim tropis lembab, desain bangunan harus memperhatikan kondisi iklim saat dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Kondisi ini sangat mempunyai pengaruh yang sangat besar pada sebuah desain arsitektur, yang salah satunya adalah memberikan shading bangunan guna untuk menyesuaikan terhadap kondisi iklim. Pada dunia arsitektur sebuah shading fasad bangunan sangatlah penting bagi bangunan itu sendiri, dan memiliki pengaruh terhadap pengguna ruangan. Shading pada fasad bangunan sebagai pelindung bangunan dari sinar matahari secara langsung, shading juga memiliki estetika terhadap sebuah bangunan (Purnama, 2020). Terdapat perbedaan tipe fasad yang akan menjadi acuan penelitian dalam sebuah bangunan untuk mengetahui jenis manakah yang efektif terhadap iklim. Metode yang digunakan dalam penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dimana peneliti melakukan observasi langsung dan melakukan pengukurang ke obyek yang diteliti kemudian dianalisa untuk mencapai tujuan dari penelitian terhadap berbedaan 3 jenis fasad bangunan.
KAMAR PORTABEL PINTAR SEBAGAI RUANG ISOLASI MANDIRI PADA RUMAH TINGGAL Sulistiowati, Anggraeni Dyah; Kurniasih, Sri; Laksana, Eka Purwa
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The coronavirus pandemic in 2019 has changed the lifestyle of people around the world. The coronavirus pandemic is the outbreak of the COVID-19 virus around the world. In 2021 Indonesia is facing a massive spike in COVID-19 cases. So that patients without symptoms or with mild to moderate symptoms, people who are in contact with COVID-19 patients, and people with a history of traveling from high-risk areas must self-isolate (isoman) at home. This is a problem for people in Indonesia with small-type houses. So research was conducted to make a prototype of a temporary room for self-isolation in a small type of residence. Temporary self-isolation room in the form of a portable room with a base module of 2.3m x 2.7m when unfolded and 2.3m x 0.9m when folded. The self-isolation portable room also applies the self-isolation protocol requirements for COVID-19 patients. Research using Quantitative Research Methods with an Experimental Approach. Quantitative Research Methods by designing a self-isolation room with a portable system equipped with health protocol facilities for COVID-19 patients. An experimental approach by prototyping a portable system self-isolation room and using a smart system for automation of electronic equipment. The main outputs are Smart Portable Room Prototypes as Independent Isolation Rooms in Residential Houses, Model/design of MBKM activities for Budi Luhur University students, and Sinta-indexed National Journal Publications. Additional outputs are simple HKI patents for Portable Rooms and Automatic Control of Electronic Equipment, Videos of MBKM Lectures and Research, as well as publications of Portable Room electronic mass media.Abstrak: Pandemi virus corona yang dialami sejak tahun 2019 telah merubah cara hidup dan kondisi masyarakat dunia. Pandemi virus corona adalah peristiwa menyebarnya penyakit virus corona 2019 di seluruh dunia. Pandemi virus corona  disebabkan oleh virus COVID-19, yaitu virus corona jenis baru SARS-CoV-2. Tahun 2021 Indonesia menghadapi lonjakan kasus COVID-19 secara besar-besaran. Sehingga pasien tanpa bergejala atau bergejala ringan-sedang, masyarakat yang melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19, serta masyarakat dengan riwayat bepergian dari daerah berisiko tinggi harus melakukan isolasi mandiri (isoman) bagi pasien COVID-19 di rumah. Hal ini menjadi permasalahan bagi sebagian masyarakat di Indonesia yang tidak memiliki ruang lebih di rumah, terutama yang memiliki rumah tinggal dengan tipe kecil. Berdasarkan permasalah kebutuhan ruang isolasi mandiri bagi pasien COVID-19 pada rumah tinggal, maka diadakan penelitian untuk membuat prototipe ruang sementara sebagai tempat isolasi mandiri pada rumah tinggal dengan tipe kecil. Ruang isolasi mandiri sementara tersebut dalam bentuk kamar portabel dengan modul dasar berukuran 2,3m x 2,7m saat dibuka dan 2,3m x 0,9m saat dilipat, dengan tujuan agar lebih mudah disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah tinggal. Kamar portabel isolasi mandiri juga menerapkan sistem sesuai dengan persyaratan protokol isolasi mandiri bagi pasien COVID-19.Penelitian menggunakan Metode Penelitian Kuanitatif dengan Pendekatan Eksperimen. Penerapan Metode Penelitian Kuanitatif yaitu dengan membuat desain kamar isolasi mandiri dengan sistem portabel yang dilengkapi dengan fasilitas protokol kesehatan pasien COVID-19. Sedangkan penerapan pendekatan eksperimen dilakukan dengan membuat prototipe kamar isolasi mandiri dengan sistem portabel menggunakan ukuran modul yang fleksibel diletakkan pada rumah tinggal tipe kecil serta sistem pintar untuk sistem otomatis peralatan elektronik pada kamar portabel.Luaran utama pada penelitian adalah Prototipe Kamar Portabel Pintar Sebagai Ruang Isolasi Mandiri Pada Rumah Tinggal, Model/rancangan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka bagi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Budi Luhur, dan Publikasi pada Jurnal Nasional terindeks Sinta. Sedangkan luaran tambahan pada penelitian adalah HKI paten sederhana dengan judul “Kamar Portabel Untuk Ruang Isolasi Mandiri Pasien Terdampak Penyakit Menular” dan “Pengatur Otomatis Peralatan Eletronik”, Video pelaksanaan Penelitian, Video perkuliahan Merdeka Belajar Kampus Merdeka model perkuliahan Riset/Penelitian, dan publikasi media elektronik Kamar Portabel.
RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA KELURAHAN PELINDUNG HEWAN (RUSUNAWA PELWAN) Nurasili, Renita Ayuandra; Wijaya, Karto; Rahmat, Amat
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The rate of population growth in Indonesia is growing very rapidly, but this is not accompanied by the availability of adequate decent housing. Limited land in urban areas in Indonesia is one of the important issues behind the unavailability of decent housing for all groups. The decent housing that has been built offers prices that are not affordable for most people. This certainly needs to find a solution so that all people can still get decent housing by utilizing limited urban land, especially for people with middle to lower economic levels or Low Income Communities (MBR). Land efficiency by making residential terraces up or vertical can be a low-cost housing solution for MBR. Through the role of architecture in creating vertical settlements in the form of flats that meet standards, the concept of Pragmatic Architecture which prioritizes aspects of function over aesthetics is considered capable of answering the findings of certain problems that are real and measurable such as population density, limited land, allocation of funds, supporting facilities for the needs of daily residents. day, structure & construction and various other aspects. It is hoped that this functional design will be effective in improving the quality of life for the occupants of the flats in order to provide decent housing in limited urban land.Abstrak: Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia berkembang sangat pesat namun hal ini tidak diiringi dengan ketersediaan hunian layak yang memadai. Keterbatasan lahan di perkotaan di Indonesia menjadi salah satu isu penting dibalik tidak tersedianya hunian layak bagi semua kalangan. Adapun hunian layak yang terbangun menawarkan harga yang tidak terjangkau bagi sebagian besar masyarakat. Hal ini tentu perlu dicari solusi agar seluruh kalangan masyarakat tetap mendapatkan hunian layak dengan memanfaatkan lahan perkotaan yang terbatas terkhusus bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah kebawah atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Efisiensi lahan dengan membuat hunian bersusun keatas atau vertikal dapat menjadi solusi hunian murah bagi MBR. Melalui peran arsitektur guna menciptakan pemukiman vertikal berupa rumah susun yang memenuhi standar, konsep Arsitektur Pragmatik yang memprioritaskan aspek fungsi diatas estetika dinilai mampu menjawab temuan permasalahan tertentu yang nyata adanya serta dapat diukur seperti kepadatan penduduk, keterbatasan lahan, pengalokasian dana, fasilitas penunjang kebutuhan penghuni sehari hari, struktur & konstuksi dan berbagai aspek lainnya. Harapan dari desain yang fungsional ini dapat efektif dalam meningkatkan kualitas hidup penghuni rumah susun dalam rangka memberikan hunian layak di keterbatasan lahan perkotaan.
EFEK ALIRAN UDARA DENGAN TINGKAT KEBISINGAN PADA RUANG TIDUR RUMAH TINGGAL TIPE KECIL Mawantu, Inggit Musdinar Sayekti Sihing Yang
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Acoustic comfort become consideration on building planning. Calmness is needed for sleep. The quality of sleep also affects the body's immunity, especially now that we are in a pandemic. Adequate quality sleep will increase productivity. Acoustic comfort needs to be obtained in the bedroom to get a good quality of sleep. The main concern of this study is bedroom of a residential house. Not only acoustic comfort, natural ventilation is also highly encouraged for its application in residential. The air movement helps reduce indoor temperature and improve indoor air quality. This research was conducted to determine the effect of air flow and the noise level in the bedroom. The evaluation indicators are air velocity, indoor temperature, and noise level. The variable is determined by taking measurements when the window is open and when the window is closed. The results of data processing show that the noise level in the bedroom measured with the window open is higher than when the window is closed. This shows that there is an effect of air flow as a medium for sound, and affected the noise level. However, from the research object, it was obtained that the noise level data was still below the tolerance threshold. And it can be concluded that the room still supports its function for resting.Abstrak: Kenyamanan akustik merupakan bagian yang penting untuk diterapkan dalam perencanaan bangunan. Ketenangan dibutuhkan untuk tidur yang berkualitas. Kualitas tidur juga berpengaruh pada imunitas tubuh terutama saat ini kita berada pada masa pandemi. Kualitas tidur yang cukup juga akan membantu produktifitas seseorang. Kenyamanan akustik perlu didapatkan pada ruang tidur untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik. Kenyamanan akustik pada rumah tinggal, yakni ruang tidur menjadi perhatian utama pada penelitian ini. Selain kenyamanan akustik, ventilasi alami juga sangat didorong penerapannya pada rumah tinggal. Pergerakan udara dalam ruang membantu menurunkan suhu dan meningkatkan kualitas udara dalam ruang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana efek aliran udara dengan tingkat kebisingan pada ruang tidur. Indikator evaluasi yang diambil adalah kecepatan udara, temperatur ruang dalam, dan tingkat kebisingan. Variabel ditentukan dengan melakukan pengukuran saat jendela terbuka dan saat jendela tertutup. Hasil dari pengolahan data menunjukkan bahwa tingkat kebisingan pada ruang tidur yang diukud dengan kondisi jendela terbuka lebih tinggi daripada dengan kondisi jendela tertutup. Hal ini menunjukkan bahwa ada efek aliran udara sebagai media perantara bunyi sehingga berpengaruh pada tingkat kebisingan. Namun dari obyek yang diteliti diperoleh data level kebisingan masih berada dalam dibawah ambang batas toleransi. Dan dapat disimpulkan bahwa ruangan tersebut masih mendukung fungsinya untuk berisitirahat.
ADAPTASI BENTUK ARSITEKTUR VERNAKULAR PADA HUNIAN PERKOTAAN KOLONIAL GORONTALO Makale, Muhamad Rainaldy Putra; Sudradjat, Iwan
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The arrival of the Dutch to Gorontalo instigated the interaction between the Dutch colonial culture and the culture of the local people. One of the modes of cultural interaction is the adaptation of Gorontalo's vernacular architectural forms to the houses where the Dutch lived in urban areas. The adaptation process occurred to meet the demands of everyday life and adapt to climatic conditions and the surrounding environment. The adaptation of Gorontalo's vernacular architectural forms occurs in dwellings located in colonial government areas, where the physical appearance clearly shows a meeting between European/Dutch architectural elements and local Gorontalo architectural elements. The adaptation of Gorontalo's vernacular architectural forms to the Dutch houses in urban areas during the colonial period also determined the further development of the character and identity of the city of Gorontalo. This study aims to identify the various forms of Gorontalo vernacular adaptations carried out by the Dutch in their dwellings and their implications for developing the character and identity of the city of Gorontalo. The research area covers the administrative center area of the assistant resident during the colonial era, now known as the urban center of Gorontalo. The research utilizes a qualitative descriptive method supported by literature and field observation data. The results confirmed that the interaction between the Dutch colonial culture and the culture of the local community has led to the adaptation of Gorontalo's vernacular architectural forms to the houses where the Dutch lived in urban areas and significant changes in the socio-cultural and political aspects of the city of Gorontalo.Abstrak: Kedatangan orang Belanda ke Gorontalo telah menyebabkan terjadinya interaksi antara budaya kolonial Belanda dengan budaya masyarakat lokal. Salah satu modus dari interaksi budaya tersebut adalah adaptasi bentuk arsitektur vernakular Gorontalo pada rumah tempat tinggal orang Belanda di perkotaan. Proses adaptasi dilakukan dalam upaya memenuhi tuntutan kehidupan sehari-hari dan menyesuaikan diri dengan kondisi iklim dan lingkungan sekitar. Adaptasi bentuk arsitektur vernakular Gorontalo tersebut tampak pada hunian yang berlokasi di kawasan pemerintahan kolonial, di mana tampilan fisiknya jelas memperlihatkan adanya pertemuan antara unsur arsitektur Eropa/ Belanda dengan unsur arsitektur lokal Gorontalo. Adaptasi bentuk arsitektur vernakular Gorontalo pada rumah tempat tinggal orang Belanda di perkotaan pada masa kolonial turut menentukan perkembangan karakter dan identitas kota Gorontalo selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ragam bentuk adaptasi vernakular Gorontalo yang dilakukan orang Belanda pada huniannya serta implikasinya terhadap perkembangan karakter dan identitas kota Gorontalo. Penelitian dilakukan di wilayah pusat pemerintahan asisten residen pada masa pemerintahan kolonial, yang kini dikenal sebagai pusat perkotaan Gorontalo. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, didukung oleh studi pustaka dan data pengamatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara budaya kolonial Belanda dengan budaya masyarakat lokal tidak hanya menyebabkan terjadinya adaptasi bentuk arsitektur vernakular Gorontalo pada rumah tempat tinggal orang Belanda di perkotaan, tetapi juga perubahan yang signifikan pada aspek sosial budaya dan politik kota Gorontalo.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026 Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue