cover
Contact Name
Rizal Ula Ananta Fauzi
Contact Email
rizalmanajemen@gmail.com
Phone
+6282139474255
Journal Mail Official
rizalmanajemen@gmail.com
Editorial Address
jl raya solo no 11 suratmajan Maospati, Magetan Jawa Timur
Location
Kab. magetan,
Jawa timur
INDONESIA
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29865603     DOI : https://doi.org/10.99075/citakarya
Citakarya merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Cita Konsultindo yang mewadahi publikasi hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Dosen-Dosen sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal ABDIMAS merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System
Articles 127 Documents
Implementasi Kurikulum Peningkatan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di RT 03/RW 08 Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang Zulkifli; Nasrullah; Milana Abdillah Subarkah; Erpin Harahap; Syaufa Ramadhan; Pramesty Kusumaning Palupi; Rezki Fauziah
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2026): August - October
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v4i03.6160

Abstract

Permasalahan sampah pada tingkat permukiman tidak semata-mata berkaitan dengan keterbatasan sarana pengangkutan atau tempat pembuangan akhir, tetapi juga berhubungan dengan pengetahuan, sikap, kebiasaan, norma sosial, serta kapasitas masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Artikel ini bertujuan menganalisis dan merumuskan implementasi kurikulum berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah di RT 03 RW 08 Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kasus dan analisis dokumen, dengan mengintegrasikan perspektif pendidikan lingkungan, partisipasi masyarakat, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pendidikan karakter, serta ekopedagogi Islam. Proses implementasi dirancang melalui tahapan pemetaan masalah, penyusunan materi, pendidikan lingkungan, integrasi nilai keislaman, praktik pemilahan, penguatan kelembagaan bank sampah, monitoring, dan evaluasi partisipatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum pengelolaan sampah di tingkat RT perlu dipahami sebagai proses pendidikan sosial yang berlangsung melalui pengalaman nyata, bukan sekadar penyampaian informasi. Bank sampah berpotensi menjadi instrumen pendidikan sekaligus ekonomi sirkular, tetapi manfaatnya akan terbatas apabila partisipasi warga hanya didorong oleh insentif ekonomi. Integrasi nilai kebersihan, amanah, khalifah, larangan membuat kerusakan, serta tanggung jawab sosial dalam pendidikan Islam dapat memperkuat legitimasi moral program. Artikel ini menawarkan model implementasi yang menghubungkan rumah tangga, RT/RW, bank sampah, lembaga keagamaan, dan kebijakan pendidikan sehingga pengelolaan sampah berkembang menjadi budaya lingkungan yang berkelanjutan.
Project-Based Mentoring to Improve Scientific Writing Competence among Madrasah Students Ida Arayti Diyah Purnomo Wulan; , Dewi Shanti Nugrahani; Anna Probowati
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2026): August - October
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v4i03.6175

Abstract

Keterampilan menyusun karya ilmiah penting bagi santri untuk mengembangkan literasi, penalaran, dan kemampuan mengomunikasikan temuan secara sistematis. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karya ilmiah santri Madrasah Aliyah Mu’allimin Surakarta melalui pendampingan berbasis proyek. Program dirancang dalam delapan pertemuan, masing-masing 120 menit, dengan melibatkan 36 santri kelas X–XII yang dibagi menjadi enam kelompok. Tahapan kegiatan mencakup analisis kebutuhan, pelatihan dasar, penyusunan proposal, pengumpulan dan analisis data, penulisan laporan, presentasi, serta evaluasi. Berdasarkan isian workbook, rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 50,00 menjadi 73,75, dengan selisih 23,75 poin, N-gain 0,464 (kategori sedang), dan perbedaan berpasangan yang signifikan (t(35)=14,11; p<0,001; d_z=2,35). Kehadiran mencapai 99,31% dan seluruh peserta berada pada kategori aktif. Enam kelompok menyusun proposal dengan rata-rata 75,63, menyelesaikan laporan dengan rata-rata 73,96, dan melakukan presentasi dengan rata-rata 75,52. Namun, hanya 50% peserta mencapai nilai posttest minimal 75; rata-rata laporan masih di bawah target 76; dan proporsi respons positif baru 41,67%. Pendampingan berbasis proyek berpotensi memperkuat pengetahuan dan keterlibatan santri, tetapi durasi klinik revisi dan tindak lanjut perlu diperpanjang agar mutu produk, ketuntasan belajar, dan penerimaan program mencapai target.
Investasi Hijau Dari Ruang Kelas: Pengelolaan Bank Sampah Sekolah Berorientasi Lingkungan Dan Ekonomi Di Desa Bentarsari Akhman Rohimat; Ilham Komara Aulia; Ilham Taufik; Teguh Prasetyo Nugroho; Afwaj Riziq; Daris; Siti Robbiatu Padilah; Mila Khoerun Nisa; Ismi Siti Khapsoh; Rizka Aeni; Wafa Nurazizah; Kuntum Latifaturrosidah; Aisyah Anggiana Putri; Khoirunnisa Nur Ayuningtyas
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2026): August - October
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v4i03.6176

Abstract

Pendidikan lingkungan sejak dini merupakan aspek penting dalam membentuk karakter peduli lingkungan, namun penerapannya di wilayah pedesaan kerap terkendala oleh keterbatasan sarana dan minimnya edukasi mengenai pengelolaan sampah. Di Desa Bentarsari, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, pengelolaan sampah sekolah umumnya masih menggunakan paradigma lama (kumpul-angkut-buang) hingga pembakaran terbuka. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan dampak dari program pemberdayaan "Bank Sampah Berbasis Sekolah" yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri (INSIMA) Majenang. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), program ini melibatkan secara aktif seluruh elemen sekolah siswa dan guru melalui tahap sosialisasi, pembentukan pengurus bank sampah, hingga penyerahan fasilitas operasional. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya transformasi perilaku ekologis siswa, terwujudnya lingkungan sekolah yang lebih bersih dan terpilah, serta lahirnya nilai tambah ekonomis berupa sistem "tabungan sampah kelas" berbasis prinsip ekonomi sirkular. Penyerahan tata kelola secara penuh kepada pihak sekolah memastikan keberlanjutan program sebagai media pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dan pendidikan karakter peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Community Empowerment through the Utilization of Used Cooking Oil to Produce Coffee-Scented Aromatherapy Candles in Balun Village Shinta Adella; Ridho Muktiadi; Latif Fauzi; Raihan Darmawan; Cici Kurnia; Bilqis Siti Zamzami Hasan; Hatta Al Kanza; Lestari; Bertha Putri Zabrina; Fanisa Putri Ramadhani; Aristawidya Zahra; Restu Krida Pertiwi; Zahra Afrilia Haryadi
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2026): August - October
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v4i03.6253

Abstract

The management of used cooking oil at the household level remains an environmental issue requiring attention, including in Balun Village, Wanayasa District, Banjarnegara Regency. Improperly managed used cooking oil poses a risk of environmental pollution; however, utilizing it as a raw material for non-food products can generate both utility and economic value. This community service initiative aims to raise public awareness regarding used cooking oil management while imparting practical skills to transform it into coffee-scented aromatherapy candles a product reflecting Wanayasa's local potential. The activity employed a participatory approach involving local housewives. The stages of the initiative included situational observation and analysis, outreach and socialization, demonstrations, hands-on practice, packaging guidance, and monitoring and evaluation. Observations revealed that households in Balun Village generate an average of 300–500 ml of used cooking oil per week, indicating a significant potential supply of raw material for productive use. The initiative received a positive response, evidenced by the participants' enthusiasm, active discussion, and engagement throughout the training process. Transforming used cooking oil into coffee-scented aromatherapy candles offers a waste management alternative while creating opportunities to develop creative economy products based on local potential. This activity serves as a starting point for fostering more sustainable waste management practices and community-based ecopreneurship in Balun Village.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ecobrick Untuk Pengelolaan Sampah Plastik Berkelanjutan Di Kelurahan Benda Kota Tangerang Muhammad Fathi Halimi; Zulkifli; Milana Subarkah; Nikmatullah Khusni; Khoirul Anwar; Muhammad Ari Nur Tarmidi; Indri Angraini
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2026): August - October
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v4i03.6401

Abstract

Permasalahan sampah plastik merupakan salah satu persoalan lingkungan yang semakin kompleks seiring dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat dan belum optimalnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Kelurahan Benda Kota Tangerang menghadapi persoalan sampah domestik, khususnya sampah plastik rumah tangga yang sebagian masih dikelola dengan cara dikumpulkan dan dibuang tanpa pemilahan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian masyarakat melalui penerapan ecobrick sebagai alternatif pengelolaan sampah plastik berbasis komunitas. Kegiatan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, sosialisasi dan edukasi lingkungan, pelatihan pembuatan ecobrick, pendampingan, serta evaluasi. Mitra kegiatan melibatkan masyarakat Kelurahan Benda yang terdiri atas kelompok masyarakat, kader lingkungan, pemuda, pengurus RT/RW, dan masyarakat rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan, 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman, peserta mampu membuat ecobrick secara mandiri, dan berhasil dihasilkan 2 unit ecobrick. Selain itu, terbentuk kelompok penggerak lingkungan sebagai upaya menjaga keberlanjutan program. Kegiatan menunjukkan bahwa ecobrick merupakan teknologi sederhana, murah, dan aplikatif yang dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dari pola membuang sampah menuju pemilahan dan pemanfaatan kembali sampah plastik. Program ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Pembuatan Website Katalog Digital sebagai Media Informasi UMKM Tempe dan Dages di Desa Cinangsi Sagi Winoto; Kuntoro; Destra Wijanarko; Siti Munawaroh; Assyifa Al Asfia
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2026): August - October
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v4i03.6456

Abstract

UMKM tempe dan dages di Desa Cinangsi memiliki potensi ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat sekitar. Informasi produk dari usaha-usaha tersebut masih tersebar melalui saluran informal, sehingga konsumen mengalami kesulitan dalam mengakses informasi harga, kontak dan lokasi secara akurat. Kegiatan pengabdian ini membuat website katalog digital yang menyajikan informasi sepuluh UMKM tempe dan dages di Desa Cinangsi melalui metode yang menggabungkan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi untuk pengumpulan data, dilanjutkan dengan perancangan, pembuatan dan pengujian website. Website yang dihasilkan menampilkan nama usaha, jenis produk, harga, kontak dan lokasi setiap UMKM. Pengujian fungsional membuktikan bahwa setiap menu, tombol kontak dan fitur lokasi berjalan sesuai rencana pada perangkat komputer maupun telepon seluler sehingga website tersebut dapat berfungsi sebagai katalog digital terpusat yang dapat diakses konsumen kapan saja. Hasil kegiatan ini mendukung UMKM tempe dan dages dalam menjangkau pasar yang lebih luas melalui satu platform informasi, sekaligus mendorong upaya digitalisasi lanjutan bagi UMKM di Desa Cinangsi.
Pengembangan Jelly Daun Pandan (Pandanus Amaryllifolius) sebagai Topping Jamu Beras Kencur Dalam Mendukung Gaya Hidup Sehat di Desa Wonorejo Endiyono; Akhmad Darmawan; Farhan Hanif Ananta; Miftahul Khairiyah; Chintya Niessahroji Putri; Zulfa Azalia Aufa Nur Azizah; Khoeru Anisa Ramadani; Agista Aolia Rahma; Alfin Fawaid; Isnaeni Ninda Rizqi Fiyani; Tsabita Shafi Saharani; Dafa Safron Afif
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2026): August - October
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v4i03.6246

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, bertujuan mengembangkan minuman herbal tradisional melalui inovasi pengolahan dan penyajian jamu beras kencur dengan jelly daun pandan. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto sebagai upaya memanfaatkan sumber daya tanaman lokal sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya tarik produk jamu tradisional. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui observasi, persiapan, proses pembuatan, dan evaluasi terhadap produk yang dihasilkan. Produk dibuat menggunakan bahan berupa beras putih, kencur (Kaempferia galanga), jahe, gula merah, asam jawa, air, serta jelly daun pandan. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi beras kencur dengan jelly daun pandan menghasilkan minuman herbal inovatif dengan aroma khas, rasa manis dan sedikit asam, serta tekstur jelly yang kenyal dan menarik. Pemanfaatan bahan lokal berpotensi mendukung diversifikasi produk dan pengembangan minuman herbal tradisional menjadi produk pangan yang lebih menarik. Kesimpulannya, inovasi beras kencur dengan jelly daun pandan dapat menjadi alternatif pengembangan produk untuk meningkatkan daya tarik dan nilai tambah minuman herbal tradisional sekaligus memanfaatkan sumber daya lokal di Desa Wonorejo.

Page 13 of 13 | Total Record : 127