cover
Contact Name
Vivi Meilinda
Contact Email
vivimeilinda89@gmail.com
Phone
+6285722334798
Journal Mail Official
lenterapublikasiku@gmail.com
Editorial Address
Street of Susukan, RT. 04., RW. 05., Wage. Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. 45592
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Lentera: Multidisciplinary Studies
ISSN : 29872472     EISSN : 29877032     DOI : https://doi.org/10.57096/lentera
Lentera: Multidisciplinary Studies is a scientific journal in the form of research and can be accessed openly. This journal is published once a month by PT. Publikasiku Academic Solution Lentera: Multidisciplinary Studies publishes research articles in multidisciplinary sciences, which includes: Humanities and social sciences, contemporary political science, Educational sciences, religious sciences and philosophy, economics, Engineering sciences, Health sciences, medical sciences, design arts sciences, and media. Published articles are from critical and comprehensive research, studies, or scientific studies on important and current issues or reviews of scientific books.
Articles 128 Documents
Implementasi Metode Waypoint Pada Sistem Navigasi Automated Guided Vehicle (Agv) Arsy Ananta, Mohammad; Amperawan; Anisah, Masayu
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v3i2.138

Abstract

Dalam industri manufaktur dan logistik, efisiensi operasional menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya operasional. Salah satu inovasi teknologi yang berperan penting adalah penggunaan Automated Guided Vehicle (AGV) yang dilengkapi dengan sistem navigasi berbasis GPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem navigasi GPS pada AGV menggunakan metode waypoint dengan fokus pada peningkatan akurasi pergerakan dan optimasi rute kendaraan. Metode waypoint digunakan untuk menentukan titik-titik koordinat tujuan yang harus dicapai oleh AGV. Pengujian dilakukan pada beberapa skenario pergerakan, yang mencakup pengaturan waypoint pada lintasan. Hasil pengujian menunjukkan penurunan deviasi jarak yang signifikan seiring dengan pengujian yang dilakukan. Pada pengujian pertama, deviasi berhasil berkurang dari 9 meter menjadi 3 meter, menunjukkan adanya penyesuaian posisi yang efektif. Pengujian kedua dan ketiga juga menunjukkan penurunan deviasi lebih lanjut, dengan hasil yang konsisten dan memperkuat keandalan sistem dalam berbagai skenario pergerakan. Secara keseluruhan, setiap pengujian menunjukkan peningkatan akurasi dan konsistensi pergerakan AGV menuju waypoint yang telah ditentukan.
PENGARUH KARIOGENITAS MAKANAN TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN EARLY CHILDHOOD CARIES PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DENGAN STATUS GIZI KURANG Pitasari, Pipit Dias; Kusuma W.M , Putri; Santoso , Supartinah
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v3i2.139

Abstract

Anak dengan status gizi kurang mempunyai struktur gigi yang tidak adekuat sehingga rentan terhadap karies. Karies pada anak dibawah usia 71 bulan dikenal dengan istilah Early Childhood Caries. ECC terjadi karena seringnya konsumsi makanan dengan tingkat kariogenitas tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh tingkat kariogenitas makanan terhadap tingkat keparahan ECC pada anak  umur 3 - 5 tahun dengan status gizi kurang. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah anak gizi kurang usia 3-5 tahun sejumlah 42 anak. Status gizi  dihitung menggunakan WHO Growth Chart berdasar jenis kelamin. Kariogenitas makanan diperoleh dari kuesioner menggunakan skor kariogenitas makanan dan dikategorikan ringan,sedang,tinggi. Tingkat keparahan karies menggunakan metode Shimono. Penentuan kategori tingkat keparahan karies menggunakan nilai rerata dan simpangan baku.Data penelitian di uji dengan Uji Chi Square. Tidak ditemukan kariogenitas makanan tinggi. Tingkat kariogenitas makanan sedang menunjukkan tingkat keparahan ECC lebih tinggi 8 (66,7%). Kariogenitas makanan rendah menunjukkan tingkat keparahan ECC juga rendah sebanyak 16(53,3%),hasil uji chi square ditemukan perbedaan bermakna  antara tingkat keparahan karies berdasarkan tingkat kariogenitas p=0,013. kariogenitas makanan yang lebih tinggi, lebih meningkatkan keparahan ECC.
TINGKAT KEBERHASILAN PENATAGUNAAN LAHAN PADA AREA REKLAMASI PIT 2 PT DUTA ALAM SUMATERA Arisanti, Reni; Husni , Ahmad
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v3i2.140

Abstract

Penambangan PT Duta Alam Sumatera menggunakan metode konvensional, sistem tambang terbuka. Reklamasi, yang berarti mengembalikan fungsi lahan, adalah tahapan yang paling penting. Untuk memaksimalkan hasil reklamasi, tahap pertama adalah mengatur lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan penataan lahan dan tingkat erosi dan sedimentasi yang terjadi pada area Reklamasi Pit 2 yang telah dilakukan penataan. Dengan mengolah data angka, metode kuantitatif digunakan untuk menghasilkan persentase tingkat keberhasilan penataan lahan dan tingkat erosi dan sedimentasi yang terjadi pada area yang telah ditata. Berdasarkan hasil perhitungan, luas penataan lahan yang direncanakan untuk area Reklamasi Pit 2 pada tahun 2020 adalah 3,60 ha, dengan realisasi seluas 3,52 ha, atau 97,78% dari rencana luas penataan lahan. Sementara itu, persentase penebaran tanah zona pembakaran adalah 100% dari total realisasi penataan lahan seluas 3,52 ha, dan erosi dan sedimentasi terjadi pada area yang ditata seluas 0,2 ha, atau 5,68% dari total realisasi. Dengan mempertimbangkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827K/30/MEM/2028, tingkat keberhasilan penatagunaan lahan di area Reklamasi Pit 2 PT DAS pada tahun 2020 adalah 97,52%, sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. 60/Menhut-II/2009, yang menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan penatagunaan lahan sebesar 93,00%.
ANALISIS KINERJA APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH DI INSPEKTORAT PROVINSI PAPUA TENGAH Kopong, Agustina; Rantererung, Corvis L; Lambe, Kristian HP
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v3i2.141

Abstract

Penelitian ini mengambil obyek penelitian di Inspektorat Provinsi Papua Tengah, dengan fokus penelitian pada Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Inspektorat Provinsi Papua Tengah. Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) memiliki peran strategis dalam memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan dan sumber daya daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah di Inspektorat Provinsi Papua Tengah. Obyek penelitian ini di Inspektorat Provinsi Papua Tengah. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data: observasi, wawancara terhadap informan dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini adalah pegawai di Inspektorat Provinsi Papua Tengah pada 8 orang pegawai sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah. Metode analisis data dengan metode analisis deskriftif kualitatif, mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa: Kinerja APIP di Inspektorat Provinsi Papua Tengah memiliki peranan penting dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, akuntabel, dan transparan. APIP dapat berfungsi sebagai alat kontrol yang independen, membantu menciptakan pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel di Provinsi Papua Tengah. Kinerja yang optimal dari APIP akan berkontribusi pada peningkatan tata kelola pemerintahan dan kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah. Faktor-faktor pendukung yang mencakup kecukupan anggaran, SDM yang memadai, sarana dan prasarana, komitmen pimpinan, serta fasilitas dan tunjangan yang baik sangat berpengaruh terhadap kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Inspektorat Provinsi Papua Tengah. Faktor-faktor penghambat kinerja APIP di Inspektorat Provinsi Papua Tengah, seperti kurangnya kompetensi SDM, budaya organisasi yang tidak mendukung, motivasi yang rendah, dan keterbatasan jumlah auditor, sangat mempengaruhi kemampuan APIP dalam melaksanakan tugas pengawasan secara efektif.
Analysis of Dropout and Learning Rate on BiLSTM-ANN Performance in Hate Speech Detection Erzitha, Ranny; Novaliendry , Dony; Budayawan , Khairi
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v3i2.142

Abstract

Penyebaran ujaran kebencian di media sosial semakin meningkat, sehingga menuntut pengembangan model deteksi yang akurat dan efisien. Penelitian ini menganalisis dampak dari parameter dropout dan learning rate terhadap kinerja model BiLSTM-ANN dalam mendeteksi ujaran kebencian di media sosial Indonesia. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi akurasi, F1-score, precision, recall, dan AUC yang dihasilkan oleh model, serta untuk menentukan nilai optimal untuk learning rate dan dropout. Model diuji menggunakan data komentar dari platform media sosial Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan CRISP-DM, dengan pengumpulan 2064 komentar dari TikTok dan Twitter (X), yang kemudian diproses melalui berbagai tahap, termasuk prapemrosesan teks, pembelajaran mendalam dengan BiLSTM-ANN, serta evaluasi performa model. Model diuji dengan berbagai kombinasi dropout (0,02–0,7) dan learning rate (0,00001–0,01) untuk menemukan konfigurasi optimal. Hasil uji menunjukkan bahwa model BiLSTM-ANN mencapai akurasi sebesar 68,12%, dengan precision sebesar 53,71% dan recall sebesar 82,55%. Meskipun recall model cukup tinggi, precision yang relatif rendah menunjukkan kesulitan dalam mendeteksi kelas minoritas. Ketidakseimbangan data dan variasi bahasa di media sosial menjadi tantangan utama bagi model ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimasi parameter, peningkatan data pelatihan, dan penerapan teknik yang lebih canggih diperlukan untuk meningkatkan kinerja deteksi ujaran kebencian, dengan implikasi untuk sistem moderasi konten di platform media sosial. Implikasi penelitian ini mencakup perbaikan dalam sistem moderasi konten berbasis kecerdasan buatan, dengan potensi implementasi model BiLSTM-ANN pada platform media sosial untuk meningkatkan efektivitas dalam mengidentifikasi ujaran kebencian secara real-time. Diperlukan penelitian lanjutan dengan dataset yang lebih besar serta penerapan teknik balancing data untuk meningkatkan akurasi dan generalisasi model.
Teologi Islam: Ekosufisme Dalam Harmonisasi Ketuhanan, Kemanusiaan, Dan Alam Jaelani, Jaelani
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v3i2.143

Abstract

Gagasan tentang ekosufisme dalam teologi Islam yaitu suatu gagasan tentang keselarasan antara Tuhan, alam, dan manusia, akan dijelaskan dan dikaji dalam artikel ini. Gagasan bahwa manusia telah mengalami krisis spiritual yang memengaruhi lingkungan merupakan landasan ekosufisme. Dengan demikian, bencana lingkungan disebabkan oleh kurangnya cita-cita spiritual manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ekosufisme dalam membentuk kesadaran ekologis berbasis spiritualitas Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis literatur dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosufisme menekankan prinsip tauhid dalam hubungan manusia dengan alam, di mana manusia sebagai khalifah bertanggung jawab menjaga keseimbangan ekosistem. Konsep ini mencerminkan pendekatan tasawuf yang menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari manifestasi cinta kepada Tuhan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai ekosufisme dapat mengurangi eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan serta mendorong perilaku etis dalam menjaga lingkungan. Implikasi penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kebijakan lingkungan berbasis nilai-nilai spiritual serta memperkaya kajian ekoteologi dalam Islam.
Pengaruh Budaya Organisasi, Dan Kepemimpinan, Pada Employee Engagement: Kepuasan Keja Sebagai Pemediasi Franata, Angga
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v3i2.144

Abstract

Faktor internal seperti budaya organisasi, gaya kepemimpinan, dan tingkat kepuasan karyawan memengaruhi keterlibatan karyawan dalam organisasi.  Studi ini berkonsentrasi pada komponen-komponen ini.  Bagaimana pemediasi dipengaruhi oleh budaya organisasi, kepemimpinan, keterlibatan, dan kepuasan kerja karyawan adalah tujuan penelitian ini.  Data primer untuk penelitian ini dikumpulkan melalui sampling convenience dari seratus sampel yang dipilih berdasarkan skala likert 1-5.  Validitas, reliabilitas, dan analisis regresi data diuji dengan alat pengujian SPSS.  Penelitian menunjukkan bahwa, meskipun budaya organisasi tidak mempengaruhi keterlibatan karyawan, kepemimpinan dalam organisasi mempengaruhi keterlibatan karyawan secara signifikan.  Meskipun demikian, kepuasan kerja meningkatkan budaya organisasi dan keterlibatan karyawan.  Selain itu, kepuasan kerja berfungsi sebagai variabel pemediasi penuh dalam hubungan antara budaya organisasi dan keterlibatan karyawan serta sebagai variabel pemediasi sebagian dalam hubungan antara keterlibatan karyawan dan kepemimpinan.  Penelitian ini dapat membantu organisasi meningkatkan keterlibatan karyawan mereka dengan membangun budaya kerja yang menyenangkan dan budaya kepemimpinan yang menarik.  Pemimpin dalam strategi pengelolaan SDM diharapkan dapat membangun lingkungan kerja yang mendorong kerja sama dan membantu pengembangan karier karyawan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas organisasi secara keseluruhan.  Fokus strategi ini harus menjadi penghargaan, fleksibilitas pekerjaan, dan komunikasi yang terbuka untuk meningkatkan kepuasan kerja.
Pengawasan BP2MI Dalam Upaya Mewujudkan PMI Yang Bermartabat Azril Nurachmat, Ridwandani; Ikomatussuniah, Ikomatussuniah; Rayhan, Ahmad
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v3i2.145

Abstract

Pekerja Migran Indonesia (PMI) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, terutama melalui kontribusi remitansi. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi PMI, seperti eksploitasi, perlakuan tidak adil, dan lemahnya perlindungan hukum. Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memiliki mandat untuk mengawasi dan melindungi PMI agar mereka dapat bekerja secara bermartabat dan memperoleh hak-hak yang layak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengawasan BP2MI dalam melindungi PMI berdasarkan regulasi yang berlaku. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan analisis terhadap peraturan perundang-undangan, kebijakan pemerintah, serta studi literatur terkait perlindungan pekerja migran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun BP2MI memiliki kewenangan luas dalam pengawasan dan perlindungan PMI, masih terdapat kendala dalam implementasi kebijakan. Permasalahan utama meliputi kurangnya sosialisasi terkait prosedur penempatan PMI, lemahnya koordinasi antar lembaga, serta masih tingginya jumlah PMI yang bekerja secara non-prosedural. Selain itu, masih banyak PMI yang kurang mendapatkan pelatihan keterampilan dan informasi tentang hak-haknya sebelum bekerja di luar negeri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa BP2MI perlu memperkuat pengawasan, meningkatkan program pelatihan bagi calon PMI, serta memperbaiki sistem penempatan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Implikasi dari penelitian ini mengarah pada rekomendasi kebijakan yang lebih efektif dalam melindungi hak-hak PMI, termasuk penguatan koordinasi antarinstansi dan peningkatan kualitas SDM PMI agar dapat bersaing di pasar kerja global.
FORMULASI DAN UJI KARAKTERISTIK LIP CREAM EKSTRAK BUAH JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI KOSMETIK Jannah, Ulvatul; Ambarwati, Nadya
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v3i2.146

Abstract

Likopen, salah satu fitokimia dari golongan karotenoid (termasuk terpenoid) adalah penghasil utama atau pemberi warna jingga hingga merah pada buah-buahan berwarna merah, seperti jambu biji merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan rasio konsentrasi stiffening agent (carnauba wax dan microcrystaline wax) mempengaruhi uji karakteristik (organoleptis, pH, daya oles, daya sebar, daya lekat, iritasi, viskositas, stabilitas, dan uji hedonik) pada sediaan lip cream dari buah jambu biji merah. Metode pada penelitian ini yaitu eksperimental yang meliputi formulasi sediaan dan uji karakteristik fisik yang kemudian diolah menggunakan SPSS metode ANOVA one-way. Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa pada F2 dan F4 merupakan formula yang paling baik dan paling banyak disukai oleh responden. Dari semua uji karakteristik tersebut yang kemudian diolah menggunakan SPSS metode ANOVA one-way didapatkan hasil nilai signifikasinya 0,05 yang artinya Perbedaan rasio stiffening agent berpengaruh yang signifikan pada setiap sediaan. Kesimpulan yang diambil yaitu adalah pada ekstrak buah jambu biji merah (Psidium guajava L.) terdapat senyawa likopen, namun tidak efektif untuk dijadikan sebagai pewarna alami sediaan lip cream dikarenakan ketika di aplikasikan pada bibir, warnanya memudar bahkan seperti tidak memberikan warna (bening) pada bibir serta kurang diminati oleh panelis, sedangkan pada perbedaan rasio konsentrasi dari stiffening agent dapat mempengaruhi uji karakteristik (organoleptis, pH, daya oles, daya sebar, daya lekat, iritasi, viskositas, Stabilitas dan uji hedonik) pada sediaan lip cream.
Kepastian Hukum Penyelenggaraan Reklamasi Dengan Perundang Undangan Ruang Laut Di Wilayah Pesisir Indonesia Listiyarini, Rita; Tanudjaja
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v3i2.147

Abstract

Indonesia memiliki wilayah laut yang luas dengan potensi ekonomi besar, namun reklamasi pesisir sering menghadapi permasalahan hukum dan lingkungan. Studi ini bertujuan menganalisis kepastian hukum penyelenggaraan reklamasi di wilayah pesisir berdasarkan peraturan perundang-undangan ruang laut. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan yuridis untuk menelaah regulasi terkait reklamasi serta dampaknya. Data diperoleh dari undang-undang, peraturan pemerintah, dan penelitian terdahulu. Analisis dilakukan terhadap efektivitas regulasi dalam memberikan kepastian hukum bagi pemerintah, investor, dan masyarakat pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi seperti Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 telah mengatur reklamasi, implementasi masih menghadapi kendala. Permasalahan yang ditemukan meliputi tumpang tindih peraturan, lemahnya pengawasan, serta kurangnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan reklamasi. Ketidakpastian hukum ini dapat menghambat proyek reklamasi, menimbulkan konflik sosial, dan menyebabkan degradasi lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harmonisasi regulasi dan peningkatan pengawasan sangat diperlukan. Pemerintah harus memastikan proses perizinan reklamasi transparan dan melibatkan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat pesisir. Implikasi penelitian ini merekomendasikan kebijakan yang memperkuat aspek hukum dan kelembagaan dalam pengelolaan reklamasi agar sesuai dengan prinsip keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

Page 11 of 13 | Total Record : 128