cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
IDENTIFIKASI SAINS ASLI (INDIGENOUS SCIENCE) SISTEM PRANATA MANGSA MELALUI KAJIAN ETNOSAINS Sarwanto, Sarwanto; Budiharti, Rini; Fitriana, Dyah
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.182 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: a) mengidentifikasi konten sains yang ada pada sistem pranata mangsa, b) mengetahui pola pikir masyarakat Jawa dalam menyusun pengetahuan sehingga diperoleh sistem pranata mangsa, c) mengetahui pola pengembangan dan pewarisan pengetahuan sistem pranata mangsa ini oleh masyarakat Jawa.Sistem Kalender Pranata Mangsa sudah ada sejak jaman Aji Saka merupakan sistem kalender asli yang dimiliki oleh rakyat Jawa. Sistem kalender ini disusun berdasarkan hasil pengamatan terhadap peristiwa alam yang terjadi di bumi dan di langit. Kejadian alam yang berubah secara periodik dan teratur yang terjadi di tanah Jawa dan Bali disebabkan pergeseran semu letak matahari merupakan inti konten sains dalam system kalender ini. Sistem kalender ini semakin populer sejak dimodifikasi oleh Sultan Agung seorang Raja dari Kerajaan Mataram Islam, yang dijadikan dasar perhitungan dalam bertani. Sekarang, sistem kalender ini kurang diminati oleh generasi muda dari etnis  Jawa dan memilih menggunakan system kalender internasional. Hal ini disebabkan oleh: perubahan profesi, kurangnya informasi, dan perubahan iklim global. Sistem kalender pranata mangsa masih sesuai dengan perilaku hewan dan tumbuhan khususnya di Jawa. Oleh karena itu, perlu dikomunikasikan lagi sistem kalender pranata mangsa yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat khususnya di Tanah Jawa. Kata kunci: Pranata mangsa, sistem kalender, kalender jawa
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY AND SOCIETY (SETS) BERBANTUAN MACROMEDIA FLASH DILENGKAPI ARTIKEL ILMIAH TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI PERUBAHAN FISIKA DAN KIMIA Nurcahyani A, Nunuk; Mahardiani, Lina; Mulyani, Bakti
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.4 KB)

Abstract

ABSTRAK   The aim of this research is to know the influence of Science Environment Technology and Society (SETS) learning approach using macromedia flash completed with scientific articles toward the improvement of  the student achievement on the subject matter of physical and chemical changes for seventh grade students SMP 14 Surakarta academic year of 2010/2011. This research used an experiment method using Randomize Control Group Pretest Postest Design. The population of this research was student of seventh grade of SMP 14 Surakarta in academic year 2010/2011. The sample consists of 2 classes, VII D as an experiment class (SETS learning approach using macromedia flash completed scientific articles) and VII E as the control class (conventional method) that obtained by cluster random sampling technique. The data of this research are collected by objective test to measure the cognitive achievement and questioner test to determine the affective achievement. Technique of analysis data used was t-test on the right. The result of this research showed that learning approach of SETS using macromedia flash completed scientific articles is more effective than conventional method toward the student achievement on the subject matter of Physical and Chemical Changes for seventh grade students even semester in SMP 14 Surakarta academic year of 2010/2011. It showed from the result of t-test that tobs > ttable are 3,63 > 1,67 for cognitive aspect achievement and 2,91 > 1,67 for affective aspect achievement. Furthermore, based on the average of cognitive achievement of the experiment class (21,611) was higher than control class (16.361). This result was also has the same value for affective achievement where for the experiment class (94,556) was higher than control class (88,111)   Kata Kunci: SETS, Macromedia flash, scientific article, Physical and Chemical  Changes.
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA TINGKAT SMA Hidayat, Moh. Fathul
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.412 KB)

Abstract

Usaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab seorang guru atau tenaga pendidikan yang profesional. Berbagai upaya pendekatan dalam pembelajaran di kelas telah dilakukan, namun sampai saat  ini belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Seorang guru penting untuk menciptakan paradigma baru untuk menghasilkan praktik terbaik dalam proses pembelajaran (Carolin Rekar Munro, 2005). Oleh karena itu, ketika terjadi perubahan kurikulum dan terjadi pergeseran tuntutan hasil pendidikan yang berkaitan dengan tuntutan pasar kerja, maka gurulah yang harus berperan mewujudkan harapan itu. Guru harus selalu mengembangkan diri, baik yang berkaitan dengan kompetensi bidang studi maupun paedagogik. Para ahli menyarankan penggunaan paradigma pembelajaran konstruktif untuk kegiatan belajar mengajar di kelas. Dengan perubahan paradigma belajar konvensional  yang berpusat pada guru (teacher center) menjadi belajar yang berpusat pada siswa (student center). Hal ini bisa ditafsirkan bahwa guru di kelas harus berupaya menciptakan kondisi lingkungan belajar yang dapat membelajarkan siswa, dapat mendorong siswa belajar, atau memberi kesempatan kepada siswa untuk aktif mengkonstrasikan konsep-konsep yang dipelajarinya. Suasanan pembelajaran ini bisa dikembangkan dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran berbasis masalah  (problem based learning)  merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif siswa. Menurut Arends (2004: 391) Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) merupakan pembelajaran yang menghadapkan siswa dengan masalah nyata dan bermakna yang dapat menuntun siswa dalam penyelidikan dan inkuiri. Konsep mata pembelajaran biologi tingkat SMA  sangat dominan jika model pembelajaran yang diterapkan adalah pembelajaran berbasis masalah, sehingga model pembelajaran konvensional yang berbasis pada guru berubah menjadi  students center. Pembelajaran berbasis masalah ditekankan pada 3 asep yang pertama Inkuiry dan keterampilan melakukan pemacahan masalah. Kedua : Belajar model peraturan orang dewasa  (adult role behaviors), dan ketiga :Keterampilan belajar mandiri  (skill for independent learning). Dengan demikian maka proses pembelajaran akan berjalan sangat menyenangkan dan ini sangat dominan hasil belajar mata belajar biologi pada SMA akan meningkat.  Keyword : Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Belajar Biologi
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI KABUPATEN MIMIKA Nurhadi, Nurhadi; Notosoedarmo, Soenarto; Martosupono, Martanto
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.099 KB)

Abstract

ABSTRAK   Malaria merupakan penyakit endemis dan sampai sekarang masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat Mimika. Penyakit malaria disebabkan  oleh parasit Plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles sp. Peningkatan kejadian malaria disebabkan adanya kontak manusia dengan nyamuk malaria dan didukung oleh kondisi lingkungan yang kurang baik. Terdapat tiga faktor yang berperan dalam penyebaran malaria, yaitu parasit, inang, dan lingkungan. Di Kabupaten Mimika tingkat kejadian malaria cukup tinggi, pada tahun 2010 jumlah malaria mencapai 80.000 kasus dan hampir mencapai sepertiga dari jumlah penduduk Mimika. Kampung Limau Asri Distrik Mimika Baru Kabupaten Mimika sebagai tempat penelitian merupakan daerah endemis malaria dengan jumlah kejadian mencapai 700 kasus. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan kasus kontrol yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan terhadap kejadian malaria di Kampung Limau Asri Distrik Mimika Baru Kabupaten Mimika. Sebagai kasus adalah pasien yang berkunjung ke Puskesmas dengan gejala klinis dan hasil pemeriksaan darah malaria positif, sedangkan kontrol adalah pasien yang berkunjung tanpa gejala malaria klinis  dan hasil pemeriksaan darah negatif. Jumlah kasus dan kontrol masing-masing sebanyak 50 responden. Faktor-faktor yang diteliti adalah keberadaan genangan air, keberadaan semak, dan keberadaan kandang hewan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh lingkungan terhadap kejadian malaria adalah: keberadaan genangan air dengan p=0,003 dan OR=0, 011, keberadaan semak  dengan p=0,026 dan OR=0,65, dan keberadaan kandang hewan dengan p=0,002 dan OR=256, 272. Usaha pencegahan yaitu perlu dilakukan pembuatan saluran air dan pengeringan genangan air, pembersihan semak di sekitar rumah, dan menjauhkan kandang hewan dengan rumah. Pihak terkait hendaknya melakukan penyuluhan tentang kebersihan lingkungan, dan tata cara penanggulangan malaria.   Kata kunci : Pengaruh lingkungan, masyarakat Mimika, penyakit malaria
OPTIMASI KONDISI PCR UNTUK ANALISIS VARIASI GENETIK MIKROSATELIT VARIAN JATI ARBORETUM DENGAN MENGGUNAKAN PEWARNAAN PERAK Cintamulya, Imas
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.532 KB)

Abstract

ABSTRAK   Jati merupakan  salah satu spesies perkebunan yang menjanjikan di daerah tropis, maka perakitan calon tanaman jati unggul diperlukan. Untuk itu dilakukan penelitian dengan  tujuann menganalisis variasi genetik varian jati arboretum dengan penanda mikrosatelit. Sebelum melakukan analisis variasi genetik, terlebih dahulu dilakukan Optimasi kondisi PCR untuk berlangsungnya proses amplifikasi DNA sampel. PCR peka terhadap sejumlah parameter meliputi: magnesium klorida, DNA templat, konsentrasi primer, dan suhu annealing selama amplifikasi. Kondisi reaksi dioptimalkan sebelum amplifikasi guna menghindari produk amplifikasi tidak spesifik seperti ukuran pita DNA yang  heterogen. Di samping itu penggunaan pewarnaan perak juga perlu diperhatikan meliputi, komponen-komponen larutan yang digunakan, tahapan-tahapan pewarnaannya harus benar-benar dilakukan sesuai petunjuk dan butuh keterampilan serta kehatia-hatian. Hal ini dilakukan untuk memperoleh pola pita DNA yang baik sehingga memudahkan analisis selanjutnya dalam hal ini variasi genetik.   Kata Kunci: Varian Jati Arboretum, Optimasi, PCR , Mikrosatelit, Pewarnaan Perak
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA MELALUI LESSON STUDY PADA MATA KULIAH ANATOMI DAN MORFOLOGI TUMBUHAN Probosari, Riezky Maya; Nurmiyati, Nurmiyati; Suciati, Suciati; Indrowati, Meti; Adi P, Baskoro
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.348 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan lesson study ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar  mahasiswa di Program Studi Pendidikan Biologi pada mata kuliah Anatomi dan Morfologi Tumbuhan.  Hasil akhir yang diharapkan adalah semua kompetensi dasar dan standar kompetensi bisa dicapai. Aktivitas belajar yang diharapkan meningkat terutama adalah (1) kemampuan berpikir kritis, (2) kemampuan berkomunikasi lisan, (3) kemampuan  bekerja sama dalam tim, (4)  kedisiplinan. Lesson Study dilakukan dengan menerapkan  problem solving dalam perkuliahan dan dilakukan dalam 4 kali siklus yang masing-masing terdiri dari  kegiatan Plan, Do dan See.  Plan dilakukan oleh dosen model dan observer untuk menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam perkuliahan dan mempersiapkan semua instrumen dan perangkat kuliah yang diyakini mampu membelajarkan mahasiswa secara efektif serta membangkitkan partisipasi aktif mahasiswa dalam pembelajaran. Produk dalam kegiatan plan adalah jadwal pelaksanaan plan, do dan see, RPP, materi, media, dan alat evaluasi. Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan open class, yaitu kegiatan tatap muka di kelas yang diampu oleh dosen model dan dimonitor keterlaksanaannya oleh para observer. Setelah itu dosen model dan para observer melakukan refleksi berdasarkan open class yang baru saja dilakukan, mendiskusikan masalah dan cara penanggulangannya agar siklus selanjutnya lebih baik pencapaiannya. Berdasarkan hasil pelaksanaan lesson study selama 4 siklus didapatkan bahwa penggunaan model problem solving melalui lesson study pada pembelajaran Anatomi dan Morfologi Tumbuhan dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa pada setiap tahapan siklus, yang ditunjukkan dengan meningkatnya (1) kemampuan berpikir kritis, (2) kemampuan berkomunikasi lisan, (3) kemampuan  bekerja sama dalam tim, dan (4)  kedisiplinan.  Selain itu juga terdapat peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh dosen, baik dalam persiapan pembelajaran maupun keterampilan melaksanakan pembelajaran. Walaupun demikian, lesson study ini masih perlu dilanjutkan dan ditingkatkan agar pembelajaran yang berkualitas tetap terjaga.   Kata kunci: Lesson study, problem solving, review jurnal, Anatomi Morfologi Tumbuhan
ACTIVE LEARNING DI ANTARA IDEALISASI DAN REALITAS PRAKTIK PENDIDIKAN Kamdi, Waras
Prosiding Seminar Biologi Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2888.923 KB)

Abstract

Melalui tulisan ini saya bermaksud mengajak bapak dan ibu untuk merenung dan berpikir lebih mendalam dengan membentang peta persoalan pendidikan kita dari kutub konsep ideal hingga realitas praktik, dan mencari solusi atas per soalan-persoalan pendidikan yang kita hadapi. Berangkat dari pertanyaan: ?Manusia Indonesia macam apa yang kita kehendaki dari proses pendidikan?? Jawaban atas pertanyaan itu membawa kita ke wilayah perenungan kembali tentang idealisasi bangsa ini dan konsep pendidikan nasional. ?bagaimana karakteristik manusia Indonesia sekarang?? Jawaban atas pertanyaan ini memberi sinyal tentang krisis kecerdasan hidup yang melanda bangsa ini dan refleksi tentang krisis pendidikan sekarang. Kesenjangan antara idealisasi dan realisasi kehendak bangsa ini membentangkan segudang permasalahan pendidikan kita. Lalu, ?apa yang dapat kita perbuat?? Jawaban atas pertanyaan inilah ranah active learning menempati posisi strategisnya sebagai alternatif solusi dalam praktik pembelajaran yang mendidik. Makalah singkat ini mencoba menautkan ketiga segmen tersebut dan menempatkan active learning sebagai alternatif solusi strategis untuk mengatasi gap antara idealisasi dan realitas praktis.
KONSEP PENGETAHUAN LINGKUNGAN GREEN CHEMISTRY PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI Ulfah, Maria; Rahayu, Praptining; Dewi, Lussana Rossita
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 3 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.081 KB)

Abstract

Green Chemistry adalah paradigma yang menggiatkan rancangan proses dan produk yang bisa memperkecil bahkan menghilangkan penggunaan maupun pembentukan bahan kimia beracun dan berbahaya. Green Chemistry mengembangkan inovasi proses kimia yang menggeser, menambah/mengurangi atau memperbaharui proses kimia tradisional-konvensional menjadi lebih ramah terhadap lingkungan maupun manusia tanpa meninggalkan prinsip-prinsip optimasi proses produksi. Penerapan Green Chemistry adalah langkah penting menuju pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Makalah ini membahas kemungkinan menerapkan konsep dan aspek-aspek Green Chemistry dalam mata kuliah Pengetahuan Lingkungan pada mahasiswa Pendidikan Biologi, terutama bila ilmu kimia bukan merupakan mata kuliah pokok. Tahapan pelaksanaan penerapan konsep Green Chemistry adalah sebagai berikut, tahap pertama, menanamkan kepekaan mahasiswa tentang masalah lingkungan dan pencemaran yang diakibatkan oleh bahan kimia beracun dan berbahaya, tahap kedua, mengenalkan kepada mahasiswa 12 prinsip Green Chemistry, tahap ketiga, mahasiswa belajar menganalisa penerapan prinsip Green Chemistry dalam mata kuliah Pengetahuan Lingkungan.    Kata Kunci : Green Chemistry, sustainable development, Pengetahuan Lingkungan, 12 prinsip Green Chemistry.
UPAYA MENINGKATKAN KUALITASPEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPA TENTANG TATA SURYA DENGAN MENERAPKAN METODE SQ3R Warsiti, Warsiti
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.844 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam usaha memperbaiki kualitas pembelajaran Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya adalah dengan memilih metode yang sesuai dengan sifat materi pembelajaran tersebut. Diantaranya dengan metode Survey, Question, Read. Recite, and Review (SQ3R). Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendiskripsikan penerapan metode SQ3R dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya pada Mahasiswa Program Studi S1 PGSD FKIP UNS dan (2) untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya dengan menerapkan metode SQ3R pada Mahasiswa Program Studi S1 PGSD FKIP UNS Surakarta. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan system spiral atau siklus. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Program S1 PGSD Kampus Kebumen Semester 2 Tahun Akademik 2011 sebanyak 37 Mahasiswa (1 kelas). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, meliputi (1) reduksi data, penyajian data dan (3) penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan metode SQ3R yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya adalah dengan langkah-langkah (a) Survey dari berbagai macam sumber informasi, (b) Question dengan cara diberi pertanyaan-pertanyaan, (c) Read membaca buku sumber untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kemudian dipresentasikan dengan menggunakan metode simulasi dan media aphron, (d) Recall dengan membuat peta konsep, (e) Review dengan membuat resume atau rangkuman. Peningkatan proses pembelajaran Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya meliputi aspek kerja sama, keaktifan, kesungguhan, kreativitas dan antusias sehingga mewujudkan pembelajaran PAIKEM. Hal ini ditunjukkan dari nilai rata-rata proses pada siklus I 75, pada siklus II 90 (peningkatan 15%). (2) Penerapan metode SQ3R dapat meningkatkan hasil belajar Konsep Dasar IPA tentang Tata Surya. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata hasil belajar siklus I 73 dan siklus II 83 (peningkatan 10%).   Kata Kunci: Kualitas Pembelajaran, Tata Surya, Metode SQ3R.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAN FRAKSI N-HEKSAN:KLOROFORM:ASAM ASETAT (7:2:2) DARI DAUN MELASTOMA CANDIDUM D.DON TERHADAP PERTUMBUHAN SALMONELLA TYPHI Mulyani, Sri; Sofiatun, Sofiatun; Retnaningtyas N, Estu
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.892 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah tanaman Senggani. Senggani (Melastoma candidum D.Don) adalah salah satu tumbuhan di Indonesia yang dikenal mempunyai khasiat sebagai antimikroba, antibiotik. Daun senggani rasanya pahit, dan diketahui mengandung saponin, flavonoida, dan tanin. Golongan senyawa-senyawa ini sering dipergunakan sebagai bahan dasar obat-obatan modern. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol dan fraksi n-heksan:kloroform:asam asetat (7:2:2) dari daun Senggani terhadap pertumbuhan bakteri S.typhi, serta mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam daun Senggani yang mempunyai aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri S.typhi. Dalam penelitian ini digunakan metode uji di laboratorium. Daun senggani yang sudah kering dihaluskan, sebagian  diekstrak langsung dengan metanol dan sebagian yang lain sebelum diekstrak dengan metanol diekstrak terlebih dahulu dengan kloroform (ekstraksi partisi). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Filtrat hasil ekstraksi dievaporasi sampai diperoleh slury. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitasnya terhadap bakteri S. Typhi. Sebagian ekstrak yang diperoleh dari ekstraksi langsung dengan metanol (tidak dipartisi) dipisahkan komponennya dengan kromatografi kolom dengan menggunakan fase gerak n-heksan : kloroform : Asam Asetat (7 : 2 : 2). Dari hasil kromatografi kolom dengan panjang kolom 20 cm, diameter 2 cm dan 1 L fase gerak diperoleh beberapa fraksi. Fraksi pertama berupa larutan tidak berwarna yang merupakan pelarut/fase gerak, fraksi kedua disebut Fraksi A (28 ml) berwarna coklat kehitaman, fraksi ketiga (49 ml) berwarna coklat kekuningan adalah transisi fraksi A dan B, fraksi keempat disebut fraksi B (119 ml) berwarna kuning, dan fraksi sisa tidak berwarna. Dari fraksi-fraksi tersebut hanya fraksi A dan B yang memberikan noda saat di lakukan KLT dengan pengamatan dibawah sinar tampak dan sinar UV 254 nm. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak kloroform tidak menunjukkan aktifitas anti bakteri. Aktivitas antibakteri ektrak metanol setelah dipartisi dengan kloroform menunjukkan zona hambatan di atas 20 mm dengan variasi konsentrasi dari 20 % sampai 100 % (berat/volum) dan diameter zona hambat terbesar 29,163 + 0,792 mm pada konsetrasi 30 % (b/v). Untuk ekstrak metanol yang tidak dipartisi menunjukkan zona hambatan 20 mm atau lebih untuk konsentrasi 40 % atau lebih dan diameter zona hambat terbesar pada konsentrasi 0,6 g/mL yaitu 21,51 + 0,20 mm. Fraksi  n-heksan:kloroform:Asam Asetat (7:2:2) dari kromatografi kolom hanya fraksi A yang mempunyai aktivitas antibakteri. Pada konsentrasi 20 % Fraksi A memberikan zona hambat sebesar 15,40 +  0,42 mm dan termasuk golongan senyawa flavonoid.  Kata kunci : daun senggani, Salmonella typhi, antibakteri, kromatografi kolom, senyawa aktif