cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PENGARUH MEDIUM AIR CUCIAN BERAS TERHADAP KECEPATAN PERTUMBUHAN MISELIUM BIAKAN MURNI JAMUR TIRAM PUTIH Handiyanto, Sugeng; Hastuti, Utami Sri; Prabaningtyas, Sitoresmi
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.902 KB)

Abstract

Biakan murni Jamur tiram putih(Pleurotus ostreatus var. florida) merupakan pembibitan tahap pertama yang berperan sangat penting dalam budidaya jamur tiram. Pertumbuhan miselium biakan murni jamur tiram putih membutuhkan karbohidrat, protein, mineral dan vitamin. Air cucian  beras berpotensi sebagai medium biakan jamur tiram putih karena mengandung karbohidrat, protein, mineral, dan vitamin yang dibutuh-kan dalam pertumbuhan jamur tiram putih. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menguji pengaruh medium air cucian beras dalam beberapa konsentrasi terhadap kecepatan pertumbuhan miselium jamur tiram putih; 2) menentukan konsentrasi medium air cucian beras terbaik yang menghasilkan kecepatan pertumbuhan miselium paling tinggi. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Mikrobiologi, jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang pada bulan Februari-April  2013. Jenis penelitian ini ialah penelitian eksperimental. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan macam konsentrasi  air cucian beras 0% (sebagai  kontrol negatif), 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100%, dan medium Potato Dekstrose Agar  (sebagai kontrol positif) yang diulang sebanyak tiga kali. Pengukuran diameter koloni dilakukan pada hari ke-4, hari ke-7 dan hari ke-10 setelah inokulasi. Diameter koloni diukur berdasarkan rerata diameter koloni dengan arah horisontal dan vertikal. Kecepatan pertumbuhan miselium diperoleh dengan cara menghitung selisih diameter akhir dengan diameter awal kemudian dibagi rentang hari.Data  kecepatan pertumbuhan miselium dianalisis dengan menggunakan Analisis Varians Tunggal 5% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1)  terdapat perbedaan pengaruhmacam konsentrasi medium air cucian beras terhadap kecepatan pertumbuhan miselium jamur tiram putih; 2) konsentrasi medium air cucian beras terbaik ialah konsentrasi 90% yang menghasilkan kecepatan pertumbuhan miselium jamur tiram putih paling tinggi. Perlakuan kontrol positif dengan medium PDA menghasilkan diameter koloni lebih kecil dibandingkan diameter koloni pada perlakuan medium air cucian beras konsentrasi 90%. Kata Kunci:air cucian beras, kecepatan pertumbuhan, biakan murni, jamur tiram
MATERI POSTER AKTIVITAS ANTIBAKTERI BACILLUS CEREUS YANG DIISOLASI DARI SEDIMEN PANTAI MENTIGI LOMBOK UTARA F Suryadi, Bambang
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.02 KB)

Abstract

Abstrak   Isolat Bacillus cereus dari sedimen pantai Mentigi terbukti memiliki potensi antibiotik yang cukup bagus untuk dikembangkan dengan cara fermentasi. Fermentasi Bacillus cereus memerlukan optimalisasi jenis medium dan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui medium yang tepat untuk produksi antibiotik pada B. cereus. Isolat B. cereus ditumbuhkan pada medium starter NB cair selama 16 jam dan kemudian difermentasikan dalam medium cair NB dengan suplementasi garam-garaman dan penambahan unsur N organik maupun anorganik selama 48 jam. Antibiotik yang telah dipisahkan dari kultur sel melalui sentrifugasi selanjutnya diuji daya hambatnya terhadap bakteri uji yang terdiri dari 3 bakteri gram positif (Staphylococcus aureus, Bacillus cereus dan Streptococcus viridans) dan 3 bakteri gram negatif (Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae dan Proteus mirabilis). Zona hambat tertinggi dihasilkan oleh supernatan isolat Bacillus cereus yang dikultur pada medium dengan sumber N organik pada waktu inkubasi 24 jam. Supernatan isolat B. cereus pada semua kombinasi medium fermentasi menunjukkan zona hambat tertinggi terhadap bakteri uji B. cereus (gram +) dan P. mirabilis (gram -).   Kata Kunci: Antibiotik, Bacillus cereus, Medium Fermentasi, Sumber N, Waktu Inkubasi, Pantai Mentigi.
POTENSI EKSTRAK LIMBAH KULIT BIJI METE (ANACARDIUM OCCIDENTALE HERBS) PADA BERBAGAI PELARUT TERHADAP DAYA TAHAN HAMA ULAT TANAH PENYERANG TANAMAN STROBERI DI TAWANGMANGU Muzayyinah, Muzayyinah
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.57 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari: (1) Efek dari ekstrak kulit biji mete (Anacardium occidentale. Linn) terhadap daya tahan hama ulat tanah yang menyerang tanaman stroberi, (2) Tingkat daya tahan  hama ulat tanah yang menyerang tanaman stroberi, dan (3) Kadar efektif ekstrak kulit biji mete (Anacardium occidentale. Linn) terhadap daya tahan  hama ulat tanah  yang menyerang tanaman stroberi.Penelitian dilakukan di lahan petani stroberi Kalisoro selama 3 bulan. Prosedur penelitian adalah: (1) koleksi lapangan ulat tanah, (2) identifikasi ulat tanah tingkat larva untuk mendapatkan larva instar II, (3) pembuatan ekstrak kulit biji mete dengan berbagai pelarut. Penelitian  pendahuluan dilaksanakan untuk mengetahui toksisitas dari ekstrak dan serbuk kulit biji jambu mete terhadap ulat tanah, yaitu dengan mencari konsentrasi LC50-h  jam.  Ekstrak kulit biji jambu mete dalam berbagai konsentrasi (0%, 10%, 40%, 60%) disemprotkan  pada media tanam stroberi.  Kemudian dilakukan pengamatan terhadap jumlah ulat tanah yang mati dan prosentase kematiannya setiap 24 jam. ulat tanah (Anthonomus rubi) selanjutnya  diinfeksikan dalam media tanaman sebanyak 5 ekor pada setiap sampel perlakuan. Permukaan media ditutup kembali dengan media setinggi 3 cm. Disemprotkan ekstrak kulit biji mete dari berbagai konsentrasi pada masing-masing sample polibag. Pengamatan dilakukan pada setiap 3 jam sampai 48 jam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 10% dan 20% baik pada ekstrak kulit biji mete dengan pelarut alcohol 70% atau alcohol 90% memberikan pengaruh yang nyata. Ekstrak kulit biji mete dengan konsentrasi 10% berefek sama dengan ekstrak pada konsentrasi 20%, yakni memberikan daya tahan terhadap hama. Kedua konsentrasi tersebut berbanding nyata denga konsentrasi 30% dan lainnya. Hasil analisis ini  mempunyai arti bahwa pemberian konsentrasi 10% atau 20% akan sama pengaruhnya jika diberi konsentrasi 30%, 40%, 50%, 60% dan 70%. Kata kunci: ulat tanah (Anthonomus rubi)
PENGEMBANGAN KURIKULUM INTI DALAM MENGHADAPI DINAMIKA PENDIDIKAN GLOBAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI LULUSAN CALON GURU BIOLOGI Indrowati, Meti; Muzayyinah, Muzayyinah; Maridi, Maridi; Aryanto, Joko; Nurcahyo, Heru; Rahayu, Tuti; Handayani, Setyawati
Prosiding Seminar Biologi Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3487.531 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari kegiatan ini adalah menghasilkan produk kurikulum inti Pendidikan Biologi yang mengandung muatan untuk peningkatan kompetensi serta mewujudkan kerjasama antar LPTK pencetak guru biologi. Kegiatan dilakukan melalui Resource sharing LPTK pendidikn Biologi yaitu UNS, UNY, UMS dan UNIVET. Tahapan utama kegiatan meliputi observasi kebutuhan pasar pengguna lulusan, analisis dan evaluasi kurikulum, serta penyusunan draft dan pengembangan kurikulum inti pendidikan Biologi. Dari hasil kegiatan dapat tersusun kurikulum inti pendidikan Biologi dengan model pengembangan yaitu pembelajaran sampai aras molekuler. Kata kunci : kurikulum inti, pendidikan Biologi *)         Pendidikan Biologi Univ. Sebelas Maret **)       Pendidikan Biologi Univ. Negeri Yogyakarta ***)     Pendidikan Biologi Univ. Muhammadiyah Suakarta ****)   Pendidikan Biologi Univ. Veteran Bantara Sukoharjo
APLIKASI PEMBELAJARAN EKTRAKURIKULER KIR BERWAWASAN SETS UNTUK MEMBANGUN TRADISI ILMIAH SISWA DI SMA NEGERI 1 DEPOK Khoiriyah, Siti; Suryasa, Deden
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.154 KB)

Abstract

Dalam rangka menghadapi persaingan ketat di era globalisasi yang serba cepat dan  mudahnya penyebaran informasi, perlun adanya upaya menciptakan peradaban yang ilmiah dalam kehidupan di masyarakat. Budaya penelitian memang telah harus dikenalkan kepada para siswa sejak dini. Memupuk budaya penelitian pada kalangan siswa adalah tidak mudah, sehingga perlu strategi khusus untuk membangun tradisi ilmiah siswa.  Penelitian berjudul Aplikasi Pembelajaran Ekstrakurikuler KIR Berwawasan SETS Untuk Membangun Tradisi Ilmiah Siswa Di SMA Negeri 1 Depok, bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi pembelajaran ekstrakurikuler KIR berwawasan SETS sehingga mampu membangun tradisi ilmiah siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  melalui studi kasus menggunakan kuisioner dengan responden dari warga SMA Negeri 1 Depok yang diambil teknik pengambilan sampel proportional random sampling yang kemudian dianalisis dengan statistik deskriprif. Data yang diperoleh memberikan gambaran bahwa aplikasi wawasan SETS dalam pembelajaran KIR efektif untuk menumbuhkan semangat riset pada kalangan siswa sehingga akan mampu membangun tradisi ilmiah siswa  Kata kunci : KIR, SETS, ilmiah
STUDI BIODIVERSITAS TANAMAN POHON DI 3 RESORT POLISI HUTAN (RPH) DI BAWAH KESATUAN PEMANGKU HUTAN (KPH) TELAWA MENGGUNAKAN METODE POINT CENTER QUARTER (PCQ) Ariyanto, Joko; Widoretno, Sri; Nurmiyati, Nurmiyati; Agustina, Putri
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.646 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis tumbuhan penutup tanah yang terdapat di KPH Telawa dan mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan (diversitas) tumbuhan penutup tanah di KPH Telawa. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa lokasi yang ada di KPH Telawa dalam hal ini digunakan 3 Resort Polisi Hutan (RPH) yaitu RPH Juranggandul, RPH Karengan, dan RPH Rejosari.. Pada tiap RPH ditentukan daerah yang termasuk daerah pertanian (crop area), daerah bebas (free area), dan daerah perumahan (building area). Daerah yang dapat dipakai adalah daerah bebas (free area). Pada tiap RPH dihitung luas total masing-masing RPH. Luas masing-masing RPH yaitu untuk RPH Juranggandul 4062000 m2, RPH Karengan 3311000 m2, dan RPH Rejosari 3817000 m2. Perhitungan yang dilakukan dalam penelitian ini ada 2 yaitu indeks kekayaan dan indeks keragaman (diversitas). Indeks kekayaan yang dihitung adalah indeks Margalef sedangkan indeks diversitas yang dihitung adalah indeks Shanon dan indeks Simpson. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengamatan pada semua titik sampel pada ketiga RPH, ditemukan 20 spesies di RPH Juranggandul, 25 spesies di RPH Karengan, dan 14 spesies di RPH Rejosari. Indeks Kekayaan Pada RPH Juranggandul sebesar 3,22. Sedangkan pada RPH Karengan adalah 4,27 dan RPH Rejosari sebesar 2,41. Berdasarkan perhitungan indeks keragaman (indeks diversitas) diperoleh hasil bahwa indeks diversitas pohon di RPH Juranggandul menurut jika dihitung menggunakan formulasi Shannon (English et al) adalah 2,18. rph Karengan adalah 2,05, dan RPH Rejosari sebesar1,835. Berdasarkan kriteria keanekaragaman tumbuhan pohon modifikasi dari Lee et al (1978) dalam Soegianto (1994) keanekaragaman tumbuhan penutup tanah di RPH Juranggandul masuk dalam kategori keanekaragaman tinggi. Perhitungan indeks dominansi Simpson menunjukkan bahwa indeks dominansi tumbuhan penutup tanah di RPH Juranggandul adalah 0,15. Di Karengan 1,22, dan di Rejosari 0,19.  Berdasarkan nilai indek keragaman dan indeks dominasi maka diperoleh kesimpulan bahwa diversitas tanaman pada RPH Jurunggandul, RPH Karengan, maupun RPH Rejosari adalah tinggi.  Tumbuhan yang dominan pada vegetasi di RPH Jurunggandul dan RPH Rejosari hanya 1 jenis, sedangkan tumbuhan yang mendominasi vegetsi di RPH Karenbgan ada beberapa jenis.   Kata kunci: Diversitas, Tumbuhan Pohon, Free Area
KETAHANAN SIMPAN IKAN KEMBUNG LELAKI (RASTREILIGER CANAGURTA) MELALUI PERPADUAN FERMENTASI DAUN SELADA DAN BIJI KEPAYANG Hidayati, Permata Ika; Hastuti, Utami Sri; Yaqin, M. Ainur
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.162 KB)

Abstract

ABSTRAK Ikan Kembung Lelaki (Rastreiliger canagurta) merupakan salah satu spesies ikan yang banyak disukai oleh masyarakat karena mempunyai rasa gurih, daging tidak terasa asin dan tekstur yang tidak mudah hancur jika dimasak. Ikan tersebut merupakan sumber protein hewani dengan kadar protein yang tinggi yaitu 22 gram. Ikan pada umumnya mudah mengalami pembusukan sehingga mengakibatkan penurunan mutu. Salah satu upaya pengawetan ikan secara biologi ialah pengawetan ensiling, yaitu pengawetan dengan menggunakan sayuran, yaitu daun selada (Lactuca sativa) dan biji kepayang (Pangium edule Reinw.). Tujuan penelitian ini ialah: 1) untuk mengetahui pengaruh perbedaan lama penyimpanan terhadap Angka Lempeng Total koloni Bakteri pada ikan Kembung Lelaki yang diawetkan dengan perpaduan fermentasi ensiling selada dan biji kepayang, 2) untuk mengetahui pengaruh perbedaan lama penyimpanan terhadap hasil uji organoleptik terhadap ikan Kembung Lelaki yang diawetkan. Ikan Kembung Lelaki diperoleh dari pasar di kota Malang. Sampel diawetkan dengan cara perpaduan fermentasi ensiling daun selada dan biji kepayang kemudian disimpan selama 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Sampel ikan Kembung Lelaki diambil sebanyak 25 gram yang dilarutkan dalam 225 ml larutan air pepton 0,1% sehingga diperoleh suspensi dengan tingkatan pengenceran 10-1. Selanjutnya dilakukan pengenceran suspensi sehingga diperoleh suspense dengan tingkat pengenceran 10-2, 10-3, 104, 10-5, dan 10-6. Masing-masing suspensi diinokulasikan sebanyak 0,1 ml pada permukaan medium PCA, lalu diinkubasikan pada suhu 370C selama 2x24 jam kemudian dilakukan penghitungan nilai Angka Lempeng Total Koloni Bakteri (ALT) dari masing-masing sampel. Tiap-tiap perlakuan diulang sebanyak 3 ulangan. Uji organoleptik meliputi: tekstur daging ikan, warna mata ikan, warna dinding perut, aroma dan rasa dilakukan pada tiap sampel oleh 15 panelis terlatih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Ada pengaruh perbedaan lama penyimpanan terhadap angka lempeng total (ALT) koloni bakteri ikan Kembung Lelaki. Hasil penghitungan nilai ALT menunjukkan bahwa sampel ikan yang disimpan selama 7 hari ialah: 2,6 x 105 cfu/g, selama 14 hari ialah: 3x102 cfu/g; sedangkan selama 21 hari ialah 5,97x106 cfu/g. Adapun ketentuan dari DIRJEN POM, batas kelayakan konsumsi ialah: 5x105 cfu/g. Hal ini menunjukkan bahwa batas waktu simpan sampel ikan agar tetap layak konsumsi ialah 14 hari; 2) Ada pengaruh perbedaan lama penyimpanan terhadap uji organoleptik. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa nilai tekstur daging tertinggi yang disukai ialah tekstur kenyal, elastik terhadap tekanan jari, nilai warna mata tertinggi yang disukai ialah segar, biji mata cembung hitam, kornea jernih, warna dinding perut yang disukai ialah tidak ada perubahan warna pada dinding perut, aroma yang disukai ialah segar, khas ikan yang bersangkutan. Rasa yang disukai ialah manis, sesuai dengan rasa ikan yang bersangkutan.   Kata kunci: ketahanan simpan, ikan Kembung Lelaki, fermentasi daun selada, biji kepayang
PENGEMBANGAN BERBAGAI TIPE PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA Indah, Novita Kartika; Fitrihidajati, Herlina; Susantini, Endang
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.688 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini dususn dengan pijakan rendahnya nilai UAN dan resahnya guru mengahdapi UAN serta rendanya taraf berpikir kritis siswa pada bidang IPA. Jika proses pembelajaran biologi khususnya dan sain pada umunya dikelola dengan baik, maka akan diperoleh hasil belajar yang baik. Keberhasilan proses pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor, salah satu di antaranya partisipasi aktif siswa, seperti menyampaikan ide, mengajukan pertanyaan, dan menjawab pertanyaan. Kesempatan partisipasi sulit diperoleh setiap siswa jika pembelajaran diselenggarakn secara klasikal. Siswa yang mempunyai keberanian dan pandai dalam mengemukakan pendapat selalu aktif mendominasi kelas. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang memberi kesempatan kepada seluruh siswa agar berpartisipasi. Salah satu cara yang dapat meningkatkan partisipasi seluruh siswa adalah membentuk siswa dalam kelompok koperatif. Tujuan penelitian ini adalah menyusun perangkat pembelajaran biologi berbasis pembelajaran kooperatif tipe STAD, NHT, dan TPS dan mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran yang telah disusun Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan mengikuti tahap-tahap Four D Models yang terdiri atas Define, Design, Develop, dan Disseminate.  Namun, pada tahap Disseminate belum dilakukan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan tipe pembelajaran kooperatif tipe STAD , NHT, dan TPS masing-masing dikembangkan empat RPP sesuai jumlah materi sehingga jumlah keseluruhan 12 RPP.  Buku Siswa sebanyak empat materi yaitu Ekosistem, Daur Biogeokomia, Pencemaran Lingkungan, dan Pelestarian Lingkungan. Lembar Kerja Siswa  sebanyak 3 tipe kooperatif  yaitu STAD, NHT, dan TPS masing-masing terdiri dari 5 LKS sesuai materi yang ada dan LKS sesuai setiap model pembelajaran kooperatif. Jadi jumlah keseluruhan 15 LKS. Lembar Tes Hasil Belajar dan Kunci yang tertulis dalam bentuk kisi-kisi lembar penilaian. Berhasil dikembangkan 18 soal yang berbasis berpikir kritis. Pada dasarnya perangkat pembelajaran yang dikembangkan mengacu pada standar  BSNP. Hasil pengembangan perangkat berkategori sangat baik dengan kata lain perangkat yang disusun peneliti yang terdiri dari RPP, buku siswa, dan LKS  serta tes hasil belajar layak untuk diujicobakan. Hasil validasi RPP memperoleh  3,88 berkategori sangat baik , buku siswa memperoleh nilai  3,5 berkategori sangat baik , dan LKS memperoleh nilai 3,66 berkategori sangat baik, dan yang terakhir tes hasil belajar validasinya juga berkategori sangat baik.   Kata kunci : perangkat pembelajaran, kooperatif, berpikir kritis
DISTRIBUTION OF CALCIUM OXALATE CRISTAL, REDUCTION OF OXALATES, AND THE EFFECT OF CULTIVATION METHOD ON ITS FORMATION IN SOME VEGETABLES Santoso, Agus Muji
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.482 KB)

Abstract

Oxalate is one of the plant metabolites. Oxalate can enter into the formation of both bio-soluble and insoluble oxalate in the some plants. Some plant which containing oxalates has been a good source of certain minerals, vitamins, dietary fiber, and some antioxidant phytochemicals. Most of vegetables are usually consumed both as a raw and or after cooking. On the other hand, oxalate can accumulate in the renal glomeroli and can lead to the formation of kidney stones and renal disorders. Besides that, the size, location, accumulation and formation oxalate acid to be calcium oxalate crystals in some vegetables may be affected by physical, chemical, and biological condition such us temperature, light exposure, pressure, time harvesting, pH, ion concentration, and macro and or micro ratio of field. This paper was aimed to describe: (1) distribution and formation of oxalate in some part of plants, (2) some methods how to reduce oxalates contents but still provided some good nutrition to healthy, (3) differences of the cultivation methods on oxalates content in some vegetables, in order to look for suitable cultivating method of vegetables.                 Key words: calcium oxalate, crystals, reduction, distribution, and formation
PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN INKUIRI TERBIMBING MELALUI MEDIA ANIMASI DAN MODUL ILUSTRATIF Ceisar A.A, Maulinia
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.921 KB)

Abstract

ABSTRAK Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat dipakai untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh penggunaan media animasi dan modul ilustratif terhadap prestasi belajar. Pendekatan pembelajaran yang dipakai dalam penelitian adalah inkuiri terbimbing. Materi pelajaran yang digunakan dalam pembelajaran adalah fungi. Dalam penelitian ini populasi yang diambil ialah siswa kelas X SMA Negeri 2 Madiun dan sampel penelitian diambil dengan cara Cluster Random Sampling. Data penelitian mengalami uji normalitas memakai uji Kolmogorov-Smirnov, sedang untuk uji homogenitas digunakan uji Levene. Uji selanjutnya yang dijalankan adalah uji hipotesis dengan Anava dan diakhiri dengan uji lanjut. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa media animasi lebih berpengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar siswa daripada modul ilustratif. Rerata prestasi media animasi adalah 86,05 dan modul ilustratif adalah 72,38.   Kata kunci : Prestasi belajar, fungi, media  animasi, modul ilustratif.