cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KETERAMPILAN PROSES Sudarisman, Suciati
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.222 KB)

Abstract

ABSTRAK Fenomena merosotnya nilai-nilai perilaku masyarakat yang diaktualisasikan melalui kecenderungan perilaku non-edukatif semakin memprihatinkan, seperti: kekerasan, anarkhis, pornografi, korupsi, aksi terorisme, hingga berbagai modus kejahatan melalui sistem teknologi informasi. Hal ini mengindikasikan bahwa upaya pembangunan karakter melalui pengembangan nilai-nilai etika yang diintegrasikan dalam pembelajaran di sekolah belum berhasil, masih banyak guru di berbagai jenjang pendidikan mengajar biologi dengan metode ceramah, tekstual dan kurang berbasis proses ilmiah. Salah satu faktor penyebabnya karena pemahaman guru yang kurang benar terhadap biologi itu sendiri, akibatnya biologi belum diajarkan sesuai dengan hakikat pembelajarannya yang mengacu pada proses dan produk melainkan hanya sebagai produk (content).Pembelajaran biologi berbasis keterampilan proses merupakan pembelajaran yang mengembangkan berbagai keterampilan seperti: mengamati (observation), mengelompokkan (classification), menafsirkan (interpretation), meramalkan (prediction), mengajukan pertanyaan (question), berhipothesis (hipothesis), melakukan percobaan (experiment), mengkomunikasikan hasil percobaan (communication), sehingga peserta didik dapat memiliki pengalaman beraktivitas yang melibatkan keterampilan kognitif (minds on), keterampilan manual atau psikomotor (hands on) dan keterampilan sosial (hearts on). Melalui pembelajaran biologi berbasis keterampilan proses diharapkan dapat dikembangkan berbagai sikap ilmiah seperti: kesabaran, kejujuran, ketelitian, rasa tenggang rasa, dll., yang merupakan modal dasar dalam membangunan karakter peserta didik.  Namun, menerapkan pembelajaran biologi berbasis keterampilan proses memerlukan dukungan kesiapan guru, baik dalam menentukan strategi maupun instrumen pembelajarannya.        Kata kunci: Pembelajaran biologi berbasis keterampilan proses, sikap ilmiah, karakter peserta didik.
DIRECT INSTRUCTION SEBAGAI METODE UNTUK MENINGKATAN PEMAHAMAN MATERI PEMANTULAN CAHAYA PADA OPEN CLASS LESSON STUDY DI SMPN MODEL TERPADU BOJONEGORO Nurmalita, Siti; Rohim, Fathur; Ahmadi, Ahmadi
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.475 KB)

Abstract

ABSTRAK   Lesson study merupakan suatu model pembinaan pendidikan melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Lesson study dilakukan sebagai upaya untuk mengkaji kegiatan pembelajaran melalui kegiatan perencanaan (plan), pelaksanaan (do) dan refleksi (see) secara kolaboratif yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran itu sendiri. Kegiatan lesson study yang dilaksanakan di SMPN-Model Terpadu Bojonegoro bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Pada saat open class, pembelajaran dilaksanakan dengan metode direct instruction yang dilengkapi dengan percobaan sederhana. DI dipilih karena sesuai tujuan pembelajaran dan materi ajar. Menurut observer, kegiatan open class dengan metode DI yang dilengkapi percobaan sederhana mampu meningkatkan minat belajar peserta didik. Meskipun sederhana, namun percobaan yang dilakukan memberikan suasana menyenangkan selama proses pembelajaran. Materi yang disampaikan mampu diterima dengan baik oleh peserta didik, mereka mampu merancang dan melakukan percobaan, menggambar jalannya sinar pada cermin datar, menyimpulkan sifat-sifat cahaya dan melukis bayangan pada cermin datar.   Kata Kunci: direct instruction, lesson study, pemantulan cahaya
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA SISWA MELALUI METODE “DISCOVERY” DI KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI 16 PADANG Gusmaweti, Gusmaweti
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.7 KB)

Abstract

Penelitian ini  berawal dari  proses pembelajaran  yang masih  terpusat pada guru, guru kurang melibatkan siswa selama pembelajaran berlangsung, siswa terlihat pasif. Keadaan tersebut berakibat kepada  hasil belajar IPA siswa rendah dan belumk sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu cara yang dilakukan  untuk mengembangkan kemampuan dasar  serta meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan metode  Discovery. Tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN 16 Surau Gadang Padang. Jenis penelitian  adalah  penelitian tindakan kelas yang terdiri dari II siklus, dan setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SDN no. 16  Padang.  Instrumen  lembar observasi  hasil belajar aspek afektif dan psikomotor  , lembaran observasi aspek guru dan soal tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa aspek kognitif pada siklus I adalah  6,3 dengan ketuntasan hasil belajar 30%;  siklus II rata-rata 8,4 dengan ketuntasan hasil belajar siswa 91%. Penilaian hasil belajar  aspek afektif pada siklus I 62% dan siklus II 89 %. Penilaian hasil belajar aspek psikomotor pada siklus I 75% dan siklus II 86%. Secara keseluruhan dapat terlihat bahwa dengan menggunakan metode  discovery  dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa SDN 16   Padang.  Kata kunci: Hasil Belajar, Metode Discovery
SUSTAINABLE ENVIRONMENT FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT Karyanto, Puguh
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.613 KB)

Abstract

ABSTRAK Sustainable development is a famous concept and strategy to balance the state between human anthropogenic activity and environmental conservation. It is conceptualized mainly, to address the challenge of ensuring continual human civilization under the limitedly available natural resources. There is no dispute to value ecosystem services to be included into the idea of sustainable development. However, since sustainable development is defined as it is affected by many vested interests, the precise ecosystem and environmental aspects that are regarded as critical for sustainable development are also under debate. Essentially, the emerging debates deal with criticism towards giving value on particular environmental properties and, deal with the judgement of whether they are considered as critical or less critical for the sustainability of particular developmental activities. Hence, this paper is aimed to provide ideas to bridge the presence polemics by presenting the two important ideas in combination, sustainable environment and socio ecological sustainability as a considerable ideas to achieve sustainable development. To have the research?s goal the criteria of millennium ecosystem assessment and the socio ecological indicator proposed are is scrutinized. Indeed, human activity is considered as sustainable if it is put in position with socio ecological indicators. In addition to this, extending human?s moral standing to the environment will be importantly underpin the achievement of sustainable environment and therefore, the sustainable development. Kata kunci : Sustainable environment, Sustainable development
MEKANISME INFEKSI VIRUS KUNING CABAI (PEPPER YELLOW LEAF CURL VIRUS) DAN PENGARUHNYA TERHADAP PROSES FISIOLOGI TANAMAN CABAI Ariyanti, Nur Aeni
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.92 KB)

Abstract

ABSTRAK   Infeksi virus kuning cabai (Pepper Yellow Leaf Curl Virus) menyebabkan penurunan hasil hingga 75% terutama pada musim kemarau. Penyakit ini hanya dapat ditularkan oleh serangga vektor kutu kebul (Bemisia tabaci L.) dan bukan merupakan seed born diseases. Masa inkubasi virus dalam tanaman hingga memunculkan gejala hanya memakan waktu 15-29 hari. Mekanisme infeksi virus diawali dengan replikasi dan pembentukan protein virus di dalam tubuh tanaman menggunakan ATP dari tanaman inang. Proses ini diikuti dengan perubahan proses fisiologi yang berupa peningkatan aktivitas protein anaplerotik, peningkatan laju fotosintesis dan peningkatan kandungan pati. Setelah proses replikasi selesai maka laju fotosintesis akan turun yang disebabkan oleh induksi dan degradasi dinding sel floem dengan menghidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Gejala yang ditimbulkan akibat infeksi virus ini adalah daun tanaman menjadi menguning dan mengeriting. Hal ini disebabkan oleh menurunnya jumlah membran tilakoid, stroma membesar dan volume fotosintesis mengecil. Hal ini juga menyebabkan menurunnya laju fotosintesis yang dapat menyebabkan penurunan produksi tanaman cabai.   Kata Kunci:  virus, infeksi, fisiologi
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DALAM BIDANG EKOLOGI DI PERGURUAN TINGGI MELALUI PENERAPAN PRAKTIKUM MANDIRI Sugiyarto, Sugiyarto
Prosiding Seminar Biologi Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.624 KB)

Abstract

ABSTRAK   Kejenuhan dalam rutinitas proses belajar-mengajar, rendahnya aktivitas-kreativitas serta ketidakpahaman mahasiswa tentang aplikasi materi perkuliahan dalam pemecahan masalah merupakan bagian permalahan besar dalam sistem pembelajaran Biologi di Perguruan Tinggi. Sebagai akibatnya mahasiswa cenderung pasif dalam proses belajar-mengajar dan mengikuti pola formalistic dalam penyelesaian studinya. Model pembelajaran acative learning yang diterapkan melalui pendekatan problem.-based learning salah satunya dengan introduksi penerapan praktikum mandiri terbukti memberikan sumbangan berarti dalam mengatasi masalah-masalah tersebut. Dalam kegiatan ini mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok, diberikan topik praktikum berdasarkan masalah aktual yang ada dan secara terbimbing kelompok praktikan tersebut dilatih untuk merencanakan, melaksanakan, menganalisa data dan melaporkan hasilnya secara tertulis maupun secara lisan.   Berdasarkan hasil evaluasi selama tiga tahun terakhir penerapan praktikum mandiri dalam bidang Ekologi di Jurusan Biologi FMIPA UNS Surakarta didapatkan nilai positif antara lain: (1) mahasiswa memahami aplikasi materi yang dikaji dalam pemecahan masalah melalui pengalaman penelitian, (2) mahasiswa terbimbing dalam proses perencanaan, pelaksanaan, analisa data dan pelaporan kegiatan praktiktum sehingga terpacu urtuk segela menyusun proposal tugas akhir maupun proposal penelitian hibah kompetitif, rnisalnya PKM, PKM dll., (3) terbangunnya motivasi dan etos juang mahasiswa dalam studi literatur terkait topik praktikumnya secara mandiri serta (4) adanya stimulasi terhadap kemampuan kerjasama dalam team-work. Akan tetapi masih ada berbagai kendala penerapan praktikurn mandiri tersebut, antara lain: (1) keterbatasan waktu, (2) instrumen penilaian dan (3) tingginya intensitas pembimbingan.   Kata kunci: Active learning, problem based-learning, praktikum mandiri, pembelajaran Ekologi
PENGEMBANGAN PROFESI GURU PEMBINA Arikunto, Suharsimi
Prosiding Seminar Biologi Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2552.45 KB)

Abstract

PENGEMBANGAN PROFESI -GURU : JABATAN : GURU PEMBINA - PANGKAT : PEMBINA, Gol. IV/a merupakan jabatan yang tinggi, diwajibkan melakukan kegiatan pengembangan profesi-tujuan meningkatkan mutu kinerja. MACAM-MACAM UPAYA PENGEMBANGAN PROFESI MENYUSUN KTIMEMBUAT ALAT PERAGAMENGAHSILKAN KARYA SENIMENGEMBANGKAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA MENGEMBANGKAN KURIKULUM
KARAKTERISTIK ANTOSIANIN SEBAGAI PEWARNA ALAMI Samber, Loretha Natalia; Semangun, Haryono; Prasetyo, Budhi
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 3 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.871 KB)

Abstract

Warna merupakan salah satu penentu mutu pada produk pangan. Pangan yang memiliki nilai gizi yang tinggi, apabila tidak didukung dengan warna yang sesuai maka akan menurunkan mutu produk tersebut. Antosianin adalah pigmen yang menyebabkan warna merah, ungu dan biru. Pigmen antosianin dapat diperoleh dari Tumbuhan dan Hewan, Antosianin  digunakan sebagai pewarna alami pada produk makan dan minuman sehingga dapat mengganti penggunaan spewarna sintetis pada produk pangan, pigmen antosianin juga dapat berperan sebagai penangkal radikal bebas yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh.   Kata Kunci : Antosianin, Pewarna alami
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER CALON GURU BIOLOGI PADA 3 VARIAN MULTIMEDIA YANG BERBEDA Mariana, Mariana; Zulkifli, Zulkifli; Sari, Ermina
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.078 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan  tiga varians multimedia untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis calon guru biologi pada konsep embriologi manusia. Multimedia yang digunakan adalah varian-1 yang terdiri dari unsur animasi dan narasi, varian-2 terdiri dari unsur animasi, narasi, dan musik, serta varian-3 terdiri dari unsur animasi, narasi, musik, dan teks. Penelitian ini dilaksanakan di FKIP program studi pendidikan biologi semester IV pada tahun ajaran 2009/2010. Metode penelitian yang digunakan adalah Weak Experimental The Static Group comparison Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian diambil sebanyak tiga kelas merupakan seluruh populasi yang terdiri dari tiga kelas paralel. Pengumpulan data dilakukan melalui tes awal dan tes akhir pada keterampilan berpikir kritis dan  angket siswa dan wawancara guru terhadap tiga varian multimedia yang digunakan. Data dianalisis dengan uji beda rerata one-way anova. Rerata N-Gain pada kelas multimedia varian-1, varian-2,  dan varian-3 adalah 0,35, 0,51 dan 0,41. Guru dan siswa memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran dengan menggunakan multimedia. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ketiga varian multimedia berbeda secara signifikan  dalam  dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis calon guru biologi. Multimedia varian-2 secara signifikan lebih efektif dibandingkan varian-1 dan varian-3.   Kata kunci:  Berpikir kritis, Pendidikan karakter, Multimedia.
ANTIOKSIDAN DAN IMUNOMODULATOR PADA SEREALIA Mambrasar, Rinto Herry; Prasetyo, Budhi; Martosupono, Martanto
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.595 KB)

Abstract

ABSTRAK Umumnya orang Indonesia menjadikan beras sebagai sumber utama kalori, ini diprediksi pola makan kurang ideal yang akan menimbulkan resiko pada kesehatan dan ketahanan pangan. Pengolahan serealia merupakan salah satu langkah strategis dalam menyediakan bahan pangan pendukung program diversifikasi pangan. Serealia seperti sorghum, jewawut dan ketan hitam merupakan komoditi potensial, bukan saja sebagai sumber karbohidrat tetapi juga sebagai sumber antioksidan, senyawa bioaktif dan serat yang penting bagi kesehatan. Pengaruh penyosohan pada komoditi serealia sorghum, jewawut dan ketan hitam memperoleh produk yang disukai masyarakat Indonesia. Selain itu diharapkan akan didapatkan data dan informasi ilmiah mengenai khasiat serealia sumber karbohidrat berupa antioksidan dan imunomodulatornya.Serealia sebelum disosoh menunjukkan bahwa ketan hitam memiliki kadar air tertinggi, jewawut memiliki kadar abu, protein dan lemak tertinggi sedangkan karbohidrat tertinggi didapat pada sorghum. Kadar total fenolik dan antioksidan tertinggi juga ditunjukkan oleh ketan hitam dengan waktu sosoh 5 detik sebesar 20,46 mg TAE/gr biji dan 35,96 mg vitamin C eq/gr biji. Hasil uji fenolik total dan aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa sorghum, jewawut dan ketan hitam memiliki senyawa fenolik yang dapat berperan sebagai antioksidan. Semakin lama waktu penyosohan, semakin rendah kandungan fenolik total serealia. Senyawa fenolik serealia berkorelasi positif dengan aktivitas antioksidan. Waktu sosoh terpilih berdasarkan kandungan fenolik total dan aktivitas antioksidan pada sorghum adalah 20 dan 100 detik, jewawut 100 dan 300 detik, serta ketan hitam 5 dan 15 detik waktu sosoh. Sorghum, jewawut dan ketan hitam adalah komoditi serealia yang potensial karena memiliki nilai nutrisi dan berbagai manfaat kesehatan dengan adanya senyawa fenolik yang dapat berperan sebagai antioksidan serta memiliki aktivitas immunomodulator sebagai penunjang sistem imunitas tubuh. Kata kunci : antioksidan, imunomodulator, serealia, bukan beras