Articles
363 Documents
KONSEP RAUNKIAER’S LIFE FORM DAN HABITUS SEBAGAI KOMPONEN KONSTRUKSI PEMAHAMAN STRUKTUR TUMBUHAN
Widodo, Widodo
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (750.107 KB)
ABSTRAK Pengenalan struktur tumbuhan diawali melalui pengenalan struktur makro berupa habitus dan bentuk hidup. Bentuk hidup (life form) menurut Raunkiaer?s penting dalam pengenalan struktur makro variasi pola khusus kehidupan tumbuhan. Kajian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pemahaman bentuk hidup Raunkiaers dengan pemahaman struktur tumbuhan mahasiswa. Analisis hubungan pemahaman bentuk hidup Raunkiaer dengan tingkat pemahaman konsep esensial dalam struktur tumbuhan dilakukan pada perkuliahan Struktur dan Perkembangan Tumbuhan semester genap 2011-2012 mahasiswa Program Studi Biologi dan Pendidikan Biologi Fakultas Saintek Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tiap mahasiswa memiliki tingkat pemahaman bentuk hidup Raunkiaers tertentu. Tingkat pemahaman habitus dan bentuk hidup Raunkiaers mahasiswa ternyata berhubungan signifikan (r=0,223) dengan tingkat pemahaman konseptual teoritik struktur morfologis dan anatomis tumbuhan melalui test opsional. Tingkat pemahaman habitus bentuk hidup Raunkiaers juga berhubungan signifikan (r=0,239) dengan tingkat pemahaman konseptual visual struktur tumbuhan melalui tes esay. Pemahaman habitus dan bentuk hidup Raunkiaers tumbuhan dapat digunakan menjadi salah satu komponen indikator tingkat pemahaman dan konstruksi konsep pada perkuliahan struktur tumbuhan. Kata Kunci: Raukiaer?s Life Form, konstruksi pemahaman struktur tumbuhan, analisis pembelajaran.
ISOLASI DAN SELEKSI JAMUR PENDEGRADASI AMILOSA PADA EMPELUR TANAMAN SAGU (METROXYLON SAGU ROTTB.)
Ade, Filza Yulina
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (446.053 KB)
Beberapa mikroorganis medapat mendegradasi amilosa yang terdapat pada tanaman yang memiliki komponen patiter besar. Penelitian isolasi dan seleksi jamur pendegradasi amilosa pada empelur tanaman sagu (Metroxylon saguRottb.), telah dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini bertujuan untuk melihat jenis jamur pada empelur tanaman sagu yang memiliki potensi mendegradasi amilosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis isolat jamur yang memiliki potensi yang baik dalam mendegradasi amilosa. Ke empat jenisisolat jamur yang ditemukan adalah Aspergillus niger, Geotrichumsp., Aspergillusoryzae, dan Rhizopusoyzae. Kata Kunci: Isolasi, Sagu (Metroxylon sagu Rottb.), degradasi amilosa, isolat jamur
PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SAINS DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI UNTUK PEMBANGUNAN KARAKTER
Rustaman, Nuryani Y
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (820.509 KB)
ABSTRAK Proses membangun karakter berlangsung terus menerus dan seyogianya dilakukan melalui pendidikan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses tersebut memerlukan upaya serius untuk merealisasikannya secara terencana. Studi tentang pembangunan karakter dapat ditinjau dari berbagai aspek, di antaranya melalui pembelajaran bidang studi tertentu, melalui pengembangan kemampuan berpikir; mengintegrasikan domain kognitif, afektif dan psikomotor; memfokuskan pada ipteks dan imtaq, dan pengembangkan sikap ilmiah. Pembangunan karakter melalui pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu alternatif dalam pendidikan sains. Kecerdasan majemuk juga meru-pakan salah satu wahana yang dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan. Kebiasaan berpikir (habits of mind) sebagai perilaku cerdas jauh lebih penting dibandingkan dengan membekalkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada peserta didik melalui pendidikan sains. Habits of mind dalam arti perilaku cerdas dapat dilatihkan dan diukur pencapaiannya. Semua itu dimungkinkan apabila pendidikan sains menekankan pembelajaran berbasis inkuiri dan didukung dengan penerapan asesmen otentik dan asesmen formatif. Penelitian sains yang menekankan asesmen formatif menjadi bidang yang menarik untuk diteliti, karena berbeda dengan asesmen sumatif yang lebih menekankan hasil belajar (assessment of learning), asesmen formatif justru mendorong peserta didik untuk belajar (assessment for learning). Kata kunci : Keterampilan berpikir tingkat tinggi, habits of mind, pendidikan sains, pembangunan karakter, kecerdasan majemuk
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN UJI TOKSISITAS HAYATI PIGMEN FIKOBILIPROTEIN DARI EKSTRAK SPIRULINA PLATENSIS
Agustini, Ni Wayan Sri
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.247 KB)
ABSTRAK Pigmen fikobiliprotein diketahui dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sebagai pewarna alami untuk makanan, kosmetik dan obat-obatan. Salah satu mikroalga penghasil pigmen fikobiliprotein adalah Spirulina platensis. Berdasarkan literatur, diketahui bahwa fikobiliprotein dapat meredam radikal bebas dari 2,2?-azobis(2-amidinopropane)dihydroxychloride (AAPH) dan mencegah inisiasi reaksi radikal berantai. Pigmen fikobiliprotein diekstraksi dari biomassa Spirulina platensis dengan menggunakan larutan kalsium klorida 1%. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan secara peredaman radikal DPPH dan uji aktivitas biologi secara BSLT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada efek peredaman radikal bebas dari pigmen fikobiliprotein dan ada aktivitas biologi dengan menghitung tingkat kematian larva Artemia salina Leach. Hasil tersebut dapat dilihat dari nilai IC50 sebesar 96,57µg/ml dan nilai LC50 sebesar 174,66µg/ml. Kata Kunci: Antioksidan, toksisitas hayati, fikobiliprotein, antioksidan, Spirulina platensis.
TANTANGAN ABAD XXI YANG HARUS DIJAWAB BIOLOGIWAN INDONESIA
A. Rifai, Mien
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.256 KB)
Sudah umum diakui bahwa biologi adalah dasar penguasaan dan pengembangan ilmu serta pemanfaatan teknologi pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kedokteran, kesehatan, lingkungan, dan disiplin ilmu-ilmu serta teknologi lain yang kegiatannya ditumpukan pada sumber daya alam hayati. Dalam beberapa dasawarsa terakhir kita menyaksikan bahwa biologi dan segenap cabang spesialisasi serta ranting-ranting superspesialisasinya maju dengan pesatnya, akan tetapi disiplin terapan yang lain juga tumbuh melesat dengan lebih cepat lagi karena dipacu oleh desakan kepentingan yang sangat bersifat antroposentris. Jika dulu tergelar jarak waktu panjang sampai belasan tahun antara temuan ilmiah potensi kemampuan jamur Penicillium notatum untuk menekan pertumbuhan bakteri (1929) dan penerapan luasnya sebagai obat suntik antibiotik penisilin (1944) yang sangat terkenal, sekarang hanya diperlukan waktu bulanan saja untuk dapat mengambil manfaat praktis sebuah pengungkapan spektakular bioteknologi.
LIKOPEN: PELINDUNG FUNGSI INDERA PENGLIHATAN, PERABA, DAN PERASA
M. Jitmau, Anjela;
S. Rondonuwu, Ferdy;
Semangun, Haryono
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (464.657 KB)
ABSTRAK Likopen merupakan salah satu jenis pigmen yang banyak ditemukan dalam tomat, pepaya, semangka, anggur merah, dan aprikot. Likopen memiliki fungsi sebagai antioksidan dan terdistribusi luas dalam organ manusia. Aktivitas antioksidan dalam likopen mampu mencegah penyakit degeneratif seperti rematik, diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Aktivitas antioksidan juga berfungsi dalam melindungi fungsi indera terhadap radikal bebas. Pada makalah ini akan dikaji tentang likopen dalam melindungi fungsi indera manusia terhadap penyakit katarak, melanoma, dan kanker mulut .
ANALISIS PERAN LIMBAH CAIR TAHU DALAM PRODUKSI BIOGAS
Utami, Amaliyah Rohsari Indah;
Triwikantoro, Triwikantoro;
Muntini, Melania Suweni
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (376.235 KB)
Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat menggantikan peran bahan bakar minyak bumi dan gas alam. Salah satu komponen biogas adalah gas metana. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi gas metana dilakukan dengan menambahkan bahan aditif berupa limbah cair tahu ke dalam bahan baku penghasil biogas yaitu kotoran sapi. Penambahan limbah cair tahu ke dalam kotoran sapi tersebut berdasarkan perbandingan massa dengan variasi (80:20), (70:30), dan (60:40). Selanjutnya bahan campuran tersebut diblending dengan air berdasarkan perbandingan massa 1:2 sebelum dimasukkan ke dalam reaktor skala laboratorium. Hasil karakterisasi limbah cair tahu menggunakan alat Spectrofotometry dan Kjeldahl menunjukkan kandungan protein, glukosa, dan karbohidrat sebesar 0,45%, 2,31% dan 2,08%. Pengamatan terhadap produksi biogas dilakukan dengan melihat perubahan tekanan gas setiap hari serta melihat hasil uji kromatrogafi gas metana masing-masing sampel. Produksi biogas tertinggi yang diperoleh dari campuran bahan tersebut adalah sampel ((70:30):2) pada hari ke- 12 yaitu 1,004 atmosfer dengan jumlah mol gas yang terbentuk sebesar 0,1946 mol. Serta kandungan gas metana yang terukur adalah sebesar 6056,12 ppm. Kata kunci : biogas, metana, limbah cair tahu.
KONSEPSI GURU IPA BIOLOGI SMP SE-SURAKARTA TENTANG HAKIKAT BIOLOGI SEBAGAI SAINS
Sugiharto, Bowo
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (318.722 KB)
ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi guru biologi SMP Se-Surakarta tentang Biologi sebagai Sains. Penelitian ini juga bertujuan mengungkapkan sejauh mana guru biologi memposisikan dirinya dalam pembelalajaran biologi. Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai, penelitiann ini merupakan peneliti eksplorasi. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling atau captive sampling karena bertujuan untuk menjajagi persepsi guru. Sampel diambil sebanyak 62 orang guru biologi yaitu semua guru peserta yang hadir pada saat peneliti melakukan pengabdian kepada masyarakat di MGMP IPA Biologi SMP di Kota Surakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini mengungkapkan hanya ada 6 orang guru atau sekitar 9,7% yang menyatakan bahwa biologi mempunyai dimensi proses, produk, dan sikap ilmiah. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman guru biologi terhadap hakikat biologi sebagai sains masih rendah. Guru biologi belum mengoptimalkan perannya sebagai fasilitator dalam mendampingi siswanya dalam menemukan konsep melalaui proses sains. Kata kunci: konsepsi guru biologi, hakikat sains
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH MELALUI VARIASI INTEGRASI OUTDOOR DAN INDOOR LEARNING DALAM MATA KULIAH LINGKUNGAN PADA MAHASISWA P. BIOLOGI
Dwiastuti, Sri;
Aryanto, Joko
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (403.985 KB)
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini antaralain: 1) meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah melalui variasi integrasi outdoor dan indoor learning dalam mata kuliah lingkungan, 2) memperbaiki proses pembelajaran dengan meningkatkan kinerja dosen melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah melalui variasi integrasi outdoor dan indoor learning dalam mata kuliah lingkungan, 3) mewujudkan iklim kelas yang kondusif melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah melalui variasi integrasi outdoor dan indoor learning dalam mata kuliah lingkungan, 4) meningkatkan sikap mahasiswa dan perilaku yang positif dalam pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah melalui variasi integrasi outdoor dan indoor learning dalam mata kuliah lingkungan, dan 5) meningkatkan motivasi mahasiswa dalam pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah melalui variasi integrasi outdoor dan indoor learning dalam mata kuliah lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan tindakan partisipan karena peneliti terlibat langsung dari awal hingga akhir penelitian. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siklus 1 dan siklus 2, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah melalui variasi integrasi outdoor dan indoor learning dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan kinerja dosen dalam pembelajaran, mewujudkan iklim kelas yang kondusif, meningkatkan sikap dan perilaku mahasiswa dalam belajar, serta dapat menimbulkan interaksi dan motivasi belajar mahasiswa P. Biologi semester 2 yang mengambil mata kuliah Ilmu Pengetahuan Lingkungan.
PERUBAHAN IKLIM DAN POTENSI GANGGUAN KESEHATAN DI INDONESIA
Lanti, Yulia;
Dewi, Retno
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.208 KB)
ABSTRAK Perubahan iklim artinya perubahan akibat ulah manusia terhadap sistem iklim di dunia. Perubahan ini berbeda-beda dari satu belahan dunia dengan belahan dunia yang lain. Indonesia yang terletak di katulistiwa mengalami dampak yang lain dengan negara dingin. Dampak perubahan iklim dapat bersifat langsung seperti perubahan suhu udara, peningkatan radiasi sinar ultraviolet, dan polusi udara, atau tidak langsung seperti ketersediaan pangan, peningkatan kejadian penyakit menular dan tidak menular serta perpindahan penduduk. Dampak ini di Indonesia dapat menjadi lebih berat karena faktor sosial-ekonomi seperti kepadatan penduduk, kemiskinan, higiene perorangan, ketersediaan air bersih dan distribusi pendapatan yang tidak merata. Indonesia juga menjadi sarang endemik berbagai penyakit seperti malaria, dan diare. Potensi gangguan kesehatan di Indonesia akibat perubahan iklim beserta upaya pencegahan dan mitigasinya akan dibahas secara mendalam dalam makalah ini. Kata Kunci: perubahan iklim, dampak langsung, dampak tidak langsung, gangguan kesehatan,