cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
APRESIASI GURU IPA SMP SURABAYA TERHADAP IMPLEMENTASI LESSON STUDY Wisanti, Wisanti; Lutfi, Achmad
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.33 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru seperti yang tercantum dalam Undang Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 adalah kompetensi pedagogik  Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. Lesson study merupakan bentuk pembinaan profesi guru, agar guru dapat mengembangkan kompetensi pedagogiknya. Lesson study ini telah dikembangkan di Indonesia sejak tahun 2001,   yaitu di beberapa sekolah di Bandung, di Malang  dan di Yogyakarta. Pada tahun 2008, di Surabaya telah dilaksanakan lesson Study di beberapa SMP dengan sasaran guru IPA. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui a) pelaksanaan lesson study di SMP Surabaya; b) aktivitas guru model selama kegiatan lesson study; c) aktivitas guru sebagai observer selama lesson study;d) respon guru terhadap implementasi lesson study.Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi untuk setiap kegiatan lesson study dan hasil observasi tersebut dituangkan dalam bentuk deskriptif. Implementasi lesson study berlangsung di 4 SMP di Surabaya, pada semester gasal dan genap TA 2009/2010. Setiap semester berlangsung 1 kali plan dan 2 kali do (open lesson). Selain itu setiap akhir  lesson study tiap semester dijaring data tentang respon guru terhadap pelaksanaan lesson study melalui angket.Hasil pelaksanaan lesson study oleh guru IPA SMP Surabaya menunjukkan adanya keterlibatan aktif guru IPA sebagai guru model, guru peserta dan observer pada tahap plan, do dan see. Demikian pula prinsip kolaboratif, berkelanjutan, kolegalitas, mutual learning dan komunitas belajar sudah diterapkan dengan tepat. Model pembelajaran sangat bervariasi pada saat pelaksanaan lesson study.  Sebagai observer guru sudah berperan baik sehingga hasil observasi bisa dipergunakan sebagai pertimbangan untuk open lesson berikutnya. Dengan demikian guru IPA SMP di Surabaya telah memberikan apresiasi yang positif terhadap pola pembinaan profesi melalui kegiatan lesson study dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Kata kunci: lesson study, guru IPA
PERBEDAAN KETERAMPILAN MENGOBSERVASI DAN MENYUSUN HIPOTESIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 26 SURAKARTA SEBAGAI EFEK PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY PADA MATERI FOTOSINTESIS Widoretno, Sri; Susilo, Herawati
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.553 KB)

Abstract

ABSTRAK   Guided Inquiry adalah salah satu strategi pembelajaran inkuiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan mengobservasi dan menyusun hipotesis sebagai akibat penggunaan strategi pembelajaran Guided Inquiry. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP N 26 Surakarta. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas. Untuk keperluan analisis dilakukan uji keseimbangan berdasarkan NEM. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan rancangan non-equivalent control group design. Alat ukur menyusun keterampilan mengobservasi dan menyusun hipotesis menggunakan penilaian yang dilengkapi dengan rubrik. Analisis data dan uji hipotesis menggunakan Anacova yang secara teknis dilakukan  dengan SPSS Window versi 16.00.  Hasil penelitian menunjukkan keterampilan mengobservasi berbeda nyata antara pembelajaran yang menggunakan Guided Inquiry dengan konvensional demikian juga dengan keterampilan menyusun hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian maka Guided Inquiry mempengaruhi keterampilan mengobservasi dan menyusun hipotesis yang merupakan tahapan dari proses pembelajaran menggunakan strategi Guided Inquiry.   Kata Kunci: Guided Inquiry, mengobservasi, menyusun hipotesis
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNITIF DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA PUTRA DAN PUTRI KELAS XI SMA DI KOTA BANJARMASIN Ramdiah, Siti
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.437 KB)

Abstract

Pada era pengetahuan ini dunia pendidikan lebih menekankan pada kompetensi dalam suatu keterampilan salah satunya keterampilan berpikir, sebagai salah satu cara menghadapi era tersebut yaitu melalui pembelajaran. Paradigma pembelajaran biologi (sains) diperlukan  pembelajaran student centered, guru diharapkan sebagai fasilitator bagi siswa dalam proses menemukan informasi. Oleh sebab itu guru harus membantu siswa menjadi pemikir yang baik. Penelitian quasi eksperimen ini bertujuan mengungkapkan pengaruh strategi pembelajaran PQ4R terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar biologi, pengaruh gender terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar, serta pengaruh interaksi strategi pembelajaran PQ4R dan gender terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar  siswa putra dan putri kelas XI SMA Negeri dan Swasta di kota Banjarmasin. Rancangan penelitian ini  Pretest-postest Non-Equivalent Control Group Design?. Pengumpulan data variabel terikat melalui tes essay. Penilaian keterampilan metakognitif mengacu pada Corebima (2011) sedangkan untuk hasil belajar mengacu pada Hart (1994). Data dianalisis dengan Anacova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berpengaruh pada keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa putra dan putri. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi PQ4R berpotensi dalam meningkatkan keterampilan metakognitif dan hasil belajar biologi siswa putra dan putri SMA di Kota Banjarmasin.  Kata Kunci : PQ4R, Keterampilan Metakognitif, Hasil Belajar, Putra dan Putri
GAHARU TANDUK (GONYSTYLUS MACROPHYLLUS (MIQ.) AIRY SHAW) DI HUTAN CILEMOH, JASINGA DAN UPAYA KONSERVASINYA Wardani, Marfu'ah; Kalima, Titi
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.851 KB)

Abstract

ABSTRAK Gaharu tanduk (Gonystylus macrophyllus (Miq.) Airy Shaw) merupakan salah satu spesies pohon bernilai komersial yang keberadaannya semakin langka. Spesies ini telah masuk dalam International of Union for the Conservation of Nature (IUCN) Red List Red List Data dengan kategori rawan (Vulnerable = VU). Eksplorasi untuk memperoleh data dan informasi ilmiah tentang keberadaan pohon gaharu tanduk telah dilakukan pada bulan Juli 2009 di hutan adat Cilemoh, Jasinga, Bogor, Jawa Barat. Pengumpulan data melalui pembuatan plot pengamatan berupa lingkaran dengan radius 7,32 m. Titik tengah lingkaran tersebut adalah pangkal batang pohon cuplikan. Di dalam plot pohon cuplikan dibuat pula 1 subplot lingkaran dengan titik tengahnya pada azimut 90° berjarak 3,66 m dari titik pusat plot dengan radius 2,07 m untuk tingkat pancang dan untuk pengamatan tingkat semai dibuat 3 subplot bujur sangkar 1m x 1m berjarak 4,57 m masing-masing azimut 30°, 150° dan 270° dari titik pusat plot. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa hanya diperoleh satu pohon berdiameter batang 85 cm, dengan tinggi total 31 m, tanpa permudaan alam. Oleh karena itu sebelum terjadi kepunahan, pohon gaharu tanduk perlu mendapat prioritas untuk dilindungi. Perlindungan yang dilakukan dapat berbentuk konservasi in-situ yaitu upaya melestarikan jenis di habitatnya atau konservasi ex-situ dengan melestarikan di luar habitatnya. Kata kunci : gaharu tanduk, komersial, langka, konservasi
INDUKSI KERAGAMAN SOMAKLONAL TANAMAN KANTONG SEMAR (NEPENTHES MIRABILIS) DENGAN MUTAGEN KIMIA KOLKISIN SECARA IN VITRO Damayanti, Fitri; Roostika, Ika; Samsurianto, Samsurianto
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.607 KB)

Abstract

ABSTRAK   Nepenthes merupakan salah satu tanaman yang berada pada tingkat erosi genetik yang tinggi akibat dari penjarahan hutan dan eksploitasi yang berlebihan tanpa diikuti upaya peremajaan. Konsekuensinya, keragaman tanaman ini menjadi sempit seiring dengan punahnya spesies tertentu dari waktu ke waktu. Perbaikan tanaman secara in vitro dapat dilakukan antara lain melalui keragaman somaklonal yang dapat memberikan peluang baru untuk pengembangan bibit yang berguna dalam menunjang program pemuliaan tanaman. Keragaman somaklonal dapat ditingkatkan dengan pemberian mutagen kimia (kolkisin) atau mutagen fisika (radiasi sinar gamma). Eksplan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tunas in vitro dari N. mirabilis. Mutagen yang digunakan adalah mutagen kimia kolkisin (0, 0.05, 0.075, dan 0.1%) dengan lama perendaman tiga hari. Induksi keragaman somaklonal dengan menggunakan kolkisin terbukti dapat meningkatkan keragaman genetik pada tanaman Nepenthes dan kultur lebih mudah beregenerasi. Keragaman somaklonal yang dihasilkan terlihat dari penampilan morfologi dan karakter sitologi. Pada beberapa perlakuan mutasi dihasilkan tanaman varigata/khimera, seperti: daun belang (setrip putih dan hijau), daun dengan ukurannya yang sempit, daun dengan bentuk memanjang, daun dengan ukuran kecil, warna daun lebih gelap, ukuran kantong yang lebih besar diikuti dengan peningkatan ukuran stomata dan jumlah kloroplas. Perlakuan kolkisin 0.05% dapat menginduksi embriogenesis somatik yang sangat potensial dalam perbaikan sifat tanaman.   Kata Kunci: Nepenthes mirabilis, keragaman somaklonal, kolkisin.
PENGARUH PENERAPAN QUANTUM LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Prasetyo, Faisal Imam; Santosa, Slamet; Karyanto, Puguh
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.562 KB)

Abstract

ABSTRAK   The purpose of this research is to ascertain the influence of Quantum Learning toward biology learning achievement of 10th grade students at SMA Negeri 4 Surakarta in academic year 2011/2012. The research was quasi experiment research using quantitative approach. The research was designed using posttest only control design. Experimental group applied Quantum Learning. Control group applied discussion, classical course and question-answer method. The populations of this research were all of 10th degree students at SMA Negeri 4 Surakarta in academic year 2011/2012.  The samples of this research were the students of 10thK as experiment group and 10thJ as control group. The sample of this research was established by cluster random sampling. The data was collected using questionnaire, multiple choice test, observation form, and document. The hypotheses analyzed by t-test. The research concluded that application of Quantum Learning had significant effect toward biology learning achievement in cognitive, affective, and psychomotor of 10th grade students at SMA Negeri 4 Surakarta in academic year 2011/2012.   Kata kunci:  Quantum Learning, Biology Learning Achievement
PENERAPAN "EDUIKASI NET"' DALAM PEMBELAJARAN MATAKULIAH KEANEKARAGAMAN DAN KLASIFIKASI HEWAN VERTEBRATA (KKH II ) DI PRODI PBIOLOGI FKIP UNS Dwiastuti, Sri
Prosiding Seminar Biologi Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6981.065 KB)

Abstract

ABSTRAKMenekankan pada proses pembelajaran sangat penting menjadi perhatian kita sebagai salah satu penyebabmerosotnya kualitas pendidikan, oleh karena itu kita sebagai pendidik perlu melakukan upaya dan menyikapinya. Data empirik dalam pembelajaran KKH II menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran dan konseptualisasi pemahaman materi dikatakan belum optimal termasuk dalam penyampaian materi yang rnasih konvensional sehingga mahasiswa kurang responsive dalam kondisipembelajaran.Berpijak pada realita dilapangan maka perlu dilakukan suatu model penyampaian pembelajaran matakuliah KKH II yang inovatif yaitu Penerapan " Edukasi Net " yang bertujuan untuk (1) meningkatkan kualitas proses pembelajaran matakuliah KKH II dan (2) meningkatkan kebermaknaan pemahaman rnateri matakuliah KKH II.Sebagai subyek penelitian adalah mahasiswa semester IV peserta matakuliah KKH II. Data diperoleh dan dikumpulkan melalui berbagai sumber yaitu wawancara dengan mahasiswa dan dosen, observasi kegiatan pembelajaran, angket dan dokumen. Validitas data dilakukan dengan dengan teknik trianggulasi sumber dan analisis dilakukan secara kualitatif. Hasil analisis terdapat rerata dari angket informasi balikan mahasiswa dari penerapan Edukasi Net menunjukkan kualitas pembelajaran untuk pernyataan sangat tidak memuaskan 0,95 %, tidak memuaskan 6,85% cukup mernuaskan 26,47 %, memuaskan 52,19 % dan sangat memuaskan 13,65 %. Kemudian terdapat rerata peningkatan konseptualisasi pemahaman materi KKH II dari 59,99 % nrenjadi 95,90 %.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Terdapat peningkatan kualitas proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Edukasi Net dalam matakuliah KKH II, (2) Terdapat peningkatan konseptualisasi pemahaman materi dengan menggunakan model pembelajaran Edukasi Net dalam matakuliah KKH IIKata kunci : Edukasi Net, konseptualisasi
EFEKTIVITAS KITOSAN DENGAN DERAJAT DEASETILASI DAN KONSENTRASI BERBEDA DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI GRAM NEGATIF (PSEUDOMONAS AERUGINOSA) DAN GRAM POSITIF (STAPHYLOCOCCUS AUREUS) RONGGA MULUT Komariah, Komariah; Wulansari, Noviana; Harmayanti, Wahyu
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.896 KB)

Abstract

Kitosan adalah derivat deasetil dari biopolisakarida kitin yang  merupakan bioplimer kedua yang melimpah di alam setelah selulosa, dan dapat ditemukan pada eksoskeleton krustasea dan serangga. Kitosan bersifat biokompabilitas, biodegradabilitas, dan tidak beracun, dan memiliki  aktivitas antimikroba yang banyak diaplikasikan  diberbagai bidang seperti industri makanan, industri tekstil, kosmetik, kedokteran dan kedokteran gigi.  Pseudomonas aeruginosa  merupakan bakteri gram negatif penyebab utama infeksi nosokomial dan sering ditemukan di saluran air pada dental unit.    P. aeruginosa  bersifat patogen dan resisten terhadap beberapa bahan antibakteri  yang ada. Staphylococcus aureus merupakan  bakteri gram positif, yang dapat menyebabkan infeksi fasial, periapikal atau periodontal abses dan  denture sore mouth. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan kitosan dengan  derajat deasetilasi (DD) dan konsentrasi berbeda dalam menghambat  pertumbuhan     P. aeruginosa   dan  S.  aureus  dalam rongga mulut. Pada penelitian ini digunakan metode difusi cakram, kitosan dengan derajat deasetilasi  89% dan 93%  dimasukkan ke dalam   paper disk   dengan   konsentrasi 0,25%, 0,5%, 0,75%, 1%, 1,25% selama 24 jam dalam suhu 37oC . Zona hambat  yang terbentuk diukur dengan jangka sorong. Hasil penelitian memperlihatkan kitosan dengan derajat deasetilasi  dan konsentrasi  berbeda memberikan zona hambat yang berbeda baik pada  P. aeruginosa  dan  S. aureus. Zona hambat  P. aeruginosa   dan  S. aureus   terbesar terbentuk pada konsetrasi 1%, sedangkan kitosan dengan DD 93% memperlihatkan zona hambat lebih besar dibandingkan dengan kitosan DD 89%.   Kata Kunci : Kitosan, Derajat Deasetilasi, Psedomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus
ERUPSI MERAPI DAN POTENSI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI W. Subiantoro, Agung; C. Handziko, Rio
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.357 KB)

Abstract

 Artikel ini mengkaji bagaimana potensi peristiwa erupsi Gunung Merapi dan peristiwa lain ikutannya dapat digunakan sebagai bahan ajar pembelajaran biologi melalui pendekatan representasi. Peristiwa erupsi merupakan fenomena yang dapat menyajikan fakta objek dan persoalan biologi khususnya untuk topik ekologi. Beberapa fenomena itu di antaranya keanekaragaman, perubahan-perubahan ekologi kawasan lereng selatan Gunung Merapi, dan peristiwa banjir lahar dingin. Namun demikian, fakta-fakta peristiwa erupsi dan peristiwa ikutannya ini tidak serta merta dapat disajikan dalam pembelajaran. Beberapa catatan atau dokumen fenomena tersebut, yang menjadi sumber belajar tangan kedua, perlu diolah dan ditata-ulang menjadi bahan ajar fungsional, yang memungkinkan siswa belajar melakukan penafsiran ulang antara fakta/gejala dengan konsep-konsep yang relevan. Upaya pengembangan bahan ajar berbasis representasi memungkinkan munculnya aktivitas belajar penafsiran yang menjembatani antara fakta/gejala dengan konsep tersebut. Kata kunci : erupsi Merapi, bahan ajar biologi, representasi
BIOINFORMATIKA: TREND DAN PROSPEK DALAM PENGEMBANGAN KEILMUAN BIOLOGI B. Witarto, Arief; sajidan, sajidan
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.764 KB)

Abstract

PENDAHULUAN Tulisan ini terutama dimaksudkan untuk pengguna awal bioinformatika, termasuk mereka yang selama ini belum mengenal bioinformatika dan tertarik untuk memulainya[1]. Tapi bagi yang selama ini sudah menggeluti bioinformatika secara otodidak melalui internet terutama, cenderung mengalami kesalahan bila tidak memilki dasar-dasar yang kuat terhadap biologi molekuler atau menemui kebuntuan untuk melihat permasalahan biologi yang bisa dipecahkan dengan bioinformatika. Maka dari itu dengan penjelasan agak mendalam tentang prinsip biologi molekuler termasuk bagaimana data biologi molekuler itu didapatkan, diharapkan pembaca makalah ini bisa lebih optimal menggunakan bioinformatika khususnya menunjang pengembangan keilmuan biologi di Tanah Air[2]. [1] Witarto, A.B. Bioinformatika: Mengawinkan teknologi informasi dengan bioteknologi. Trendnya di dunia dan prospeknya di Indonesia. Disampaikan pada Seminar Seminar Teknologi Informasi diselenggarakan oleh MIFTA, Bogor, 9 Januari 2003. Bisa diunduh dari witarto.wordpress.com. [2] Witarto, A.B. Bioinformatics in Indonesia. Disampaikan pada First ASEAN-India Workshop on Bioinformatics di Center for DNA Fingerprinting and Diagnostics, Hyderabad, India, 7-11 November 2005. Bisa diunduh dari witarto.wordpress.com