cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
LEARNING ARTIFACT PADA PEMBELAJARAN SISTEMATIKA TUMBUHAN UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN AKTIF: STUDI KASUS PEMBELAJARAN DI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Widodo, Widodo
Prosiding Seminar Biologi Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8928.248 KB)

Abstract

ABSTRAKKajian ini bertujuan memaparkan bentuk-bentuk (perforrmen) learning artifact pada proses pembelajaran praktikum sistematika tumbuhan, relevansi peran learning artifact pada assesmen proses dan hasil belajar, kedudukan artefak belajar dalam penyelenggaraan pembelajaran aktif/partisipatif. Kajian didasarkan pada review literatur dan data studi kasus pembelajaran di program studi biologi pendidikan biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta pada semester genap tahun 2008-2009. Bentuk-bentuk dan jenis learning artifact bervariasi dan dapat dikelompokkan menurut kategori tinjauan. Artefak belajar mahasiswa/siswa berperan sangat penting untuk assessment aspek proses belajar. Nilai korelasi yang sangat signifikan antar beberapa jenis artefak menunjukkan stimulasi ekspresi jenis artefak belajar yang dituntut oleh desain pembelajaran relatif tepat sasaran. Nilai korelasi yang sangat signifikan antara beberapa artefak belajar dengan nilai perkuliahan menunjukkan bahwa artefak belajar mahasiswa juga dapat digunakan unhrk assesmen aspek hasil belajar. Desain pembelajaran aktif perlu menentukan jenis-jenis artefak belajar mahasiswa/siswa yang perlu di hasilkan selama proses pembelajaran dan disepakati melalui kontrak belajar.Kata kunci: learnng artifact; pembelajaran; sistematika tumbuhan; pembelajaran aktif
JUMLAH SEL SPERMIOGENESIS TIKUS PUTIH YANG DIBERI TANIN DAUN BELUNTAS (PLUCHEA INDICA) SEBAGAI SUMBER BELAJAR Susetyarini, Rr. Eko
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 3 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.467 KB)

Abstract

Tanaman obat sebagai antifertilitas belum banyak digunakan, maka perlu alternatif  obat antifertilitas  terutama pada pria, yaitu beluntas (Pluchea indica). Beluntas dapat digunakan sebagai obat antifertilitas dalam taraf uji pre-klinik (Susetyarini, 2011). Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan tentang tanin yang dapat menurunkan potensi fertilisasi spermatozoa tikus (Susetyarini, 2010). Pengkajian tannin daun beluntas dalam mempengaruhi spermatogenesis belum pernah dilakukan, maka perlu dikaji tahapan spermatogenesis  terutama spermiogenesis. Spermiogenesis merupakan proses pembentukan spermatid menjadi spermatozoa. Spermatozoa berperanan dalam proses fertilisasi.  Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui pengaruh tannin daun beluntas terhadap jumlah  sel spermiogenesis  tikus putih jantan dengan berbagai waktu pengamatan. Jenis penelitian yang digunakan eksperimen dengan perlakuan kelompok kontrol (tanpa pemberian tannin), kelompok perlakuan pemberian tannin sebanyak 0,8 ml dengan ke tikus putih jantan dewasa yang diulang 3 kali. Waktu pengamatan 49+3 hari, 49+16 hari, 49+26 hari, 49+36 hari dan 49+49 hari. Tikus putih setiap waktu pengamatan dimatikan dan diambil organ testis serta dibuat preparat histology dengan metode Humason Data dianalisis dengan menggunakan anava dan uji lanjut Duncan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa  p<0,05 berarti ada pengaruh pemberian tannin beluntas dengan berbagai waktu pengamatan terhadap jumlah spermatid dan spermatozoa tikus putih jantan. Jumlah spermatid dan spermatozoa  terbanyak pada saat waktu pengamatan 49+3 hari dan jumlah spermatid dan spermatozoa terendah pada saat waktu pengamatan 49+49 hari. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber belajar pada matakuliah Embriologi dan Reproduksi Hewan.  Kata Kunci : spermiogenesis, tanin daun beluntas, sumber belajar
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERJANGKA BERWAWASAN SETS (SCIENCE ENVIRONMENT TECHNOLOGY AND SOCIETY PADA KELAS IX A SMP NEGERI 2 JATIPURNO TAHUN 2009 Riyadi, Slamet
Prosiding Seminar Biologi Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11285.903 KB)

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah terjadi pergeseran struktur program dan pendekatan pembelajaran dari bentuk konvensional ke bentuk yang adatif,  keatif, inovatif,efektif, menyenangkan dan bermakna. Untuk mencapai sasaran tersebut pembelajaran IPA khususnya biologi tidak mungkin hanya dipandang sebagai sosok pengetahuan verbal abstrak sehingga siswa hanya diarahkan sebagai kolektor temuan ahli biologi. Untuk itu pengalaman empiris sebagai subyek belajar sangat diperlukan sehingga pemaharnan siswa harus mereka bangun sendiri dengan situasi dan strategi yang didesain oleh guru sebagai fasilitator. Rumusan rnasalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah : apakah pendekatan pembelajaran berjangka berwawasan SETS (Science Environment Tehnology and Society) dapat meningkatkan prestasi belajar biologi kelas IX A SMP Negeri 2 Jatipurno Tahun 2009? Tujuan penelitiaan tindakan kelas ini adalah (1) meningkatkan prestasi belajar biologi kelas IX A SMP Negeri 2 Jatipurno Tahun 2009, (2) menyajikan proses pembelajaran yang adaptif, inovatif, kreatif efektif menyenangkan dan bermakna, (3) melaksanakan pendidikan kecakapan hidup (life skill education) dan pendidikan berbasis masyarakat. Cara pemecahan masalah yang di tawarkan dalam proses pembelajaran ini adalah : (1) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berjangka berwawasan SETS, (2) Sedangkan langkah-langkah kegiatan dalam pelaksanaan PTK ini direncanakan empat siklus meliputi : (a) perencanaan tindakan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi, (d) refleksi. Dari seluruh rangkaian kegiatan menunjukan bahwa pendekatan pembelajaran berjangka berwawasan SETS dapat : (1) rneningkatkan prestasi belajar biologi kelas X A SMP Negeri 2 Jatipurno Tahun 2009, (2) rnenyajikan proses pembelajaran yang dinamis, kreatif, inovatif,  efektif, menyenangkan dan bermakna, (3) rnelaksanakan pendidikan kecapan hidup (life skill education) dan pendidikan berbasis masyarakat. Kata kunci : Prestasi Belajar, Pembelajaran Berjangka berwawasan SETS.
SINTESIS KHITOSAN BERAT MOLEKUL RENDAH DARI LIMBAH UDANG PUTIH (PENAEUS MERGUIENSIS) MELALUI PROSES HIDROLISIS ENZIMATIS DENGAN PAPAIN DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS. Susilowati, Endang; Masykuri, M.; Maryani, Maryani; Pujirahayu, Atik
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.889 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mensintesis khitosan dan khitosan berat molekul rendah dari limbah udang putih (Penaeus merguiensis) 2) mengkarakterisasi khitosan dan khitosan berat molekul rendah, 3) menguji aktivitas khitosan berat molekul rendah terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sintesis khitosan dilakukan melalui proses deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Selanjutnya dilakukan Karakterisasi terhadap khitosan yang meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, berat molekul, daya ikat air, daya ikat lemak, kelarutan, viskositas, derajat polimerisasi, derajat deasetilasi, dan struktur menngunakan FTIR. Sintesis khitosan berat molekul rendah dilakukan melalui proses hidrolisis secara enzimatis menggunakan enzim papain. Karakterisasi khitosan berat molekul rendah dilakukan dengan menghitung rendemen, berat molekul, derajat polimerisasi, derajat deasetilasi, dan struktur mennggunakan FTIR. Uji aktivitas antibakteri khitosan berat molekul rendah dilakukan terhadap bakteri S. epidermidis dilakukan menggunakan metode difusi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Khitosan dapat disintesis dari limbah udang putih melalui proses deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. 2) Karakteristik fisik khitosan yang dihasilkan adalah rendemen 52,82%, kadar air  (2,3±0,1)%, kadar abu 4,038%, berat molekul 2.679,57 g/mol, daya ikat air (590±21,3)%, daya ikat minyak (569±4,29)%, kelarutan (28±3,2)%, viskositas (1,33 ± 0,04) cp, derajat polimerisasi 16,627,dan derajat deasetilasi 82,72% dan karakteristik fisik khitosan berat molekul rendah. 3) Khitosan berat molekul rendah dapat disintesis dengan cara hidrolisis enzimatis menggunakan enzim papain. 4) Karakteristik khitosan berat molekul rendah meliputi rendemen 60%, berat molekul 2.401,80 g/mol, derajat polimerisasi 14,903, dan derajat deasetilasi 83,71%. 5) Dari aspek struktur kimia, produk khitosan, Khitosan berat molekul rendah dapat dibuktikan dari analisis FTIR. 6) Uji aktivitas antibakteri khitosan berat molekul rendah terhadap bakteri S. epidermidis pada konsentrasi 0,4% memiliki daya hambat 8,71 mm, konsentrasi 0,6% memiliki daya hambat 10,38 mm dan konsentrasi 0,8% memiliki daya hambat 15,91 mm. Kata Kunci: Limbah udang, khitosan, berat molekul rendah, hidrolisis, papain, antibakteri
PEMBELAJARAN BIOLOGI MODEL PBL MENGGUNAKAN EKSPERIMEN LABORATORIUM DAN LAPANGAN DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERFIKIR ANALISIS DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN Priadi, Median Agus; Sudarisman, Suciati; Suparmi, Suparmi
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.303 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Pengaruh penggunaan model PBL melalui metode Eksperimen di Laboratorium dan Lapangan, Kemampuan Menganalisis, Sikap Peduli Lingkungan, dan interaksinya terhadap prestasi belajar ranah kognitif, afektif dan psikomotorik siswa.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 211/ 2012. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA N 9 Bandar Lampung. Sampel diperoleh dengan teknik Cluster Random Sampling yang terdiri dari dua kelas, X 8 dan X 9. Kelas X 8 diberi pembelajaran dengan metode Eksperimen Lapangan dan kelas X 9 diberi pembelajaran dengan metode Eksperimen Laboratorium. Data dikumpulkan dengan metode tes, observasi dan angket terhadap siswa. Hipotesis diuji menggunakan anova . Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan: 1) Tidak ada pengaruh penggunaan metode eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotorik siswa sedangkan prestasi belajar afektif ada, 2) Ada pengaruh kemampuan berfikir analisis terhadap prestasi belajar kognitif siswa sedangkan pada prestasi belajar afektif dan psikomotorik tidak ada, 3) Ada pengaruh sikap peduli lingkungan terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotorik siswa, sedangkan untuk afektif tidak ada, 4) Ada interaksi antara metode dengan kemampuan analisis terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik siswa, 5) Ada interaksi antara metode dan sikap peduli lingkungan terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik siswa, 6) Ada interaksi antara kemampuan berfikir analisis dengan sikap peduli lingkungan terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif sedangkan psikomotorik tidak ada, 7) ada interaksi antara metode, kemampuan analisis, dengan sikap peduli lingkungan terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik siswa.   Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Eksperimen Laboratorium, Eksperimen Lapangan, Kemampuan Berfikir Analisis, Sikap Peduli Lingkungan
INVENTARISASI LUMUT TERESTRIAL DI KAWASAN WISATA AIR TERJUN IRENGGOLO KABUPATEN KEDIRI Mundir, M. Ibnu; Setyowati, Elly; Santoso, Agus Muji
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.194 KB)

Abstract

Keberadaan dan populasi lumut terrestrial di kawasan wisata lebih berpeluang terintervensi oleh keberadaan pengujung dan aktivitas pegelolaan lokasi wisata, termasuk lumut terestrial di Wisata Air Terjun Irenggolo. Selain itu, beberapa anggota lumut terestrial berpotensi besar sebagai sumber antioksidan yang baik dan mengandung metabolit sekunder sebagai kadidat antimikroba. Sejauh ini informasi tentang lumut terestial tersebut belum pernah ada. Penelitian ini bertujuan mengiventaris keanekaragaman lumut yang berada di Kawasan Wisata Air Terjun Irenggolo, Kabupaten Kediri, mulai September 2012 ? Mei 2013, dengan metode jelajah secara purposive sampling. Dari hasil survei diiventariskan sebanyak 10 jenis lumut. Jenis itu terdiri dari 6 Marchanticae , 2 Anthocerotae, dan 2 Musci. Kata - Kata Kunci : Inventarisasi, Lumut, dan Wisata Air Terjun Irenggolo
KEBIJAKAN PENANGKARAN RUSA TIMOR (CERVUS TIMORENSIS) OLEH MASYARAKAT (STUDI KASUS DI NUSA TENGGARA BARAT) Hasan, Rubangi Al; Utomo, M.M. Budi
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.908 KB)

Abstract

ABSTRAK Rusa timor (Cervus timorensis) merupakan satwa langka yang keberadannya dilindungi undang-undang. Nusa Tenggara Barat (NTB)merupakan salah satu habitat alam rusa timor. Meskipun begitu, keberadaannya di alam sudah semakin langka akibat maraknya perburuan dan perdagangan liar (illegal hunting & illegal trading ). Untuk mencegah kepunahan rusa timor pemerintah mengeluarkan kebijakan dalam bentuk pemberian ijin penangkaran rusa oleh masyarakat. Kebijakan ini diharapkan dapat mencegah masyarakat melakukan perburuan rusa di alam. Selain itu, masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara ekonomi dalam bentuk pemanfaatan satwa rusa, baik untuk dikonsumsi dagingnya maupun sebagai satwa peliharaan. Dengan kebijakan tersebut diharapkan rusa di habitat alaminya akan tetap terjaga bahkan terus bertambah, sementara masyarakat mendapatkan manfaat dalam bentuk peningkatan kesejahteraan ekonomi. Metodologi kajian ini dilakukan dengan mereview kebijakan terkait penangkaran rusa untuk kemudian dikomparasikan dengan implementasi di lapangan. Kajian ini menunjukkan bahwa produk perundangan yang mengatur penangkaran rusa lebih dominan berasal dari pemerintah pusat. Regulasi yang beroperasi pada tingkat tapak lebih bersifat standar teknis yang dikeluarkan BKSDA NTB. Implementasi peraturan penangkaran rusa masih banyak yang belum berjalan. Penyebabnya adalah kelemahan dari sisi fasilitasi dan kontrol oleh BKSDA NTB, dan di sisi lain kurangnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur penangkaran. Kurangnya pemahaman masyarakat sendiri disebabkan minimnya sosialisasi dari pihak berwenang (BKSDA NTB). Kedepannya kebijakan penangkaran rusa oleh masyarakat masih sangat potensial untuk dikembangkan karena minat masyarakat sendiri cukup tinggi. Penguatan kelembagaan sangat perlu dilakukan untuk mendukung kebijakan pengembangan penangkaran rusa oleh masyarakat. Kata kunci : rusa timor, kebijakan, penangkaran, masyarakat
RESPON PERTUMBUHAN PICHIA MANSHURICA DAN RHODOSPORODIUM PALUDIGENUM PADA BERBAGAI MEDIA BASAL SEBAGAI PENENTU UNTUK PROSES ISOLASI PROTOPLAS Wijanarka, Wijanarka; Sutariningsih, Endang; Dewi, Kumala; Indrianto, Ari
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.942 KB)

Abstract

ABSTRAK   Pertumbuhan mikroorganisme biasanya ditunjukkan dengan adanya pertambahan jumlah sel atau masa sel yang sedang tumbuh. Pertumbuhan mikroorganisme dipengaruhi oleh faktor lingkungan hidupnya, salah satunya medium pertumbuhan. Medium tersebut sangat menentukan tingkat keberhasilan umur kultur dan profil fase pertumbuhan yang sangat penting pada saat isolasi protoplas. Tujuan penelitian ini adalah kinetika respon dan profil pertumbuhan Pichia manshurica dan Rhodosporodium paludigenum Pada Berbagai Media Basal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Februari 2011 di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA UNDIP Semarang. Khamir Pichia manshurica dan Rhodosporodium paludigenum ditumbuhkan pada media basal  MEB (M1), TEB (M2), ME (M3) dan YPD (M4) serta dilakukan pengamatan pertumbuhan  setiap 6 jam selama 42 jam. Tahap berikutnya dilakukan studi analisis kinetika pertumbuhan khamir pada media basal yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  media YPD (M4)  mempunyai kecepatan pertumbuhan (?) tertinggi  (0.2086 mg/jam)  dan waktu generasi terpendek 3.3236 (menit) pada jam ke-18, sedangkan Rh. paludigenum mempunyai nilai ? sebesar 0.2751 (mg/jam)  dan g  sebesar 2.5197 (menit). Kesimpulan penelitian ini adalah media YPD (M4) dapat digunakan untuk pertumbuhan Pichia manshurica dan Rhodosporodium paludigenum serta dapat digunakan  untuk media  isolasi protoplas   Kata Kunci:  Pertumbuhan, media basal, P. manshurica dan R. paludigenum
APLIKASI MODEL VCT (VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE) BERBASIS LOCAL WISDOM SEBAGAI UPAYA INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS BERPIKIR DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA Utami, Runtut Prih; Noviar, Dian; Agustina, Erdiana Hesty
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.064 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan kreativitas berpikir siswa dan hasil belajar biologi siswa kelas XA MA Ibnul Qoyyim Putri melalui aplikasi model VCT (Value Clarification Technique) berbasis Local Wisdom pada materi Objek dan Permasalahan Biologi Pada Berbagai Tingkat Organisasi Kehidupan, serta mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran biologi dengan menggunakan model VCT (Value Clarification Technique) berbasis Local Wisdom pada materi Objek dan Permasalahan Biologi Pada Berbagai Tingkat Organisasi Kehidupan. Local Wisdom dalam penelitian ini adalah kearifan lokal di lingkungan siswa (sekolah/Madrasah,  pondok, dan masyarakat). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan oleh peneliti secara kolaboratif dengan guru kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaitu instrumen pelaksanaan pembelajaran (terdiri dari silabus, RPP, LKS, dan Hand Out) dan instrumen pengambilan data (terdiri dari tes hasil belajar, tes kreativitas berpikir siswa dan angket tanggapan siswa). Analisis data kreativitas berpikir siswa dilakukan dengan statistik deskriptif dengan teknik prosentase, sedangkan data hasil belajar dilakukan dengan membandingkan rerata tes pada siklus 1 dan siklus 2. Untuk mengetahui adanya peningkatan dilakukan dengan teknik effet size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penelitian tindakan yang telah dilakukan: (1) Terjadi peningkatan kreativitas berpikir siswa kelas XA MA Ibnul Qoyyim Putri melalui aplikasi model VCT berbasis Local Wisdom pada materi Objek dan Permasalahan Biologi Pada Berbagai Tingkat Organisasi Kehidupan pada penelitian tindakan ini dengan nilai selisih atau effect size sebesar 13,05; (2) Terjadi peningkatan hasil belajar biologi siswa kelas XA MA Ibnul Qoyyim Putri melalui aplikasi model VCT berbasis Local Wisdom pada materi Objek dan Permasalahan Biologi Pada Berbagai Tingkat Organisasi Kehidupan pada penelitian tindakan ini dengan nilai selisih atau effect size sebesar 13,71; dan (3) Siswa memberikan tanggapan yang positif terhadap pembelajaran biologi dengan menggunakan model VCT berbasis Local Wisdom pada materi Objek dan Permasalahan Biologi Pada Berbagai Tingkat Organisasi Kehidupan. Hal ini didukung dengan terjadinya peningkatan skor tanggapan siswa pada siklus I sebesar 9,9 mengalami peningkatan sebesar 11,3 pada siklus II.   Kata Kunci : VCT (Value Clarification Technique), Local Wisdom, Kreativitas Berpikir, dan Hasil Belajar Siswa
PENERAPAN MODEL COLLABORATIVE LEARNING Maridi, Maridi
Prosiding Seminar Biologi Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7138.624 KB)

Abstract

ABSTRAKDi dalam proses belajar mengajar kita kenal ada beberapa pendekatan, model dan metode pembelajaran. Untuk pendekatan belum banyak mengalami perubahan dan perkembangan yang signifikan. Sedang untuk model dan metode beberapa tahun terakhir ini telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Model-model yang dikembangkan meliputi : CTL, Cooperative Leaming, Quantum Learning, Integrated Leaming, Collaborative Leaming.Kata Kunci : Cooperative Leaming dan Collaborative Learning