cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
widyantaraikaprobsi@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
widyantaraikaprobsi@gmail.com
Editorial Address
Gedung E FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
ANUFA
Published by IKAPROBSI
ISSN : -     EISSN : 30313201     DOI : https://doi.org/10.63629/anufa
ANUFA (3031-3201) adalah jurnal yang menerbitkan artikel hasil penelitian melalui peer-review dan dapat diakses secara terbuka. Diterbitkan oleh IKAPROBSI di Indonesia. ANUFA menawarkan forum bagi para sarjana, pendidik, pakar, dan praktisi untuk menyebarluaskan dan bertukar informasi melalui produksi makalah penelitian empiris dan teoretis yang luar biasa, studi pendahuluan, makalah sudut pandang, dan evaluasi (termasuk ulasan pelingkupan dan sistematis, meta-analisis, dan ulasan buku). Jurnal ini berfungsi sebagai platform global untuk informasi peer-review tentang komunikasi ilmiah, yang mencakup berbagai topik terkait pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Selain itu, jurnal ini mencakup bidang-bidang seperti Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), Bahasa Indonesia sebagai Lingua Franca, Multilingualisme, dan Keaksaraan.
Articles 50 Documents
Kesalahan Berbahasa pada Teks Prosedural Luthfiah, Cheysa; Mulyaningsih, Indrya; Itaristanti, Itaristanti
Anufa Ikaprobsi Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v1i1.12

Abstract

Aspects of language skills that students need to master are writing and reading skills. In writing texts, students must understand spelling, phrases, clauses, sentences, paragraphs, and discourse so that the contents of the text are easily understood properly and correctly. Furthermore, aspects of reading skills also need to be understood by students, if students lack interest in reading, students will make many language mistakes in the order of linguistic rules. Therefore, these two aspects are skills that must be mastered by students. This article focuses on language errors in the text. Thus, this article is important to do in order to find, find, improve, and bring benefits to the assessment of student learning, as well as being a reference for understanding language errors. The study in this article uses descriptive qualitative research, data collection techniques use test, observe, and observe techniques, data validity uses theoretical triangulation, data source triangulation, method triangulation, and expert validation. in the field of spelling students made the most mistakes in the use of capital letters from writing procedural texts of 80 errors. In the prepositional errors, students made many mistakes as many as 7. There were 7 divisions in the classification of syntax field errors and the most students made mistakes in using inappropriate diction. Aspek keterampilan berbahasa yang perlu dikuasai siswa dalam hal ini adalah keterampilan menulis dan membaca. Dalam aspek keterampilan menulis pada sebuah teks, siswa harus mampu memahami tatanan ejaan, frasa, klausa, kalimat, paragraf, serta wacana, supaya apa yang siswa tulis mampu dipahami dengan baik dan benar. Selanjutnya aspek keterampilan membaca pun perlu dipahami oleh siswa, apabila siswa kurang dalam minat baca akan terjadi siswa banyak melakukan kesalahan berbahasa dalam tatanan kaidah kebahasaan. Oleh karena itu, kedua aspek tersebut keterampilan yang harus dikuasai siswa.  Artikel ini memfokuskan terhadap kesalahan berbahasa pada teks. Dengan demikian, artikel ini penting dilakukan guna mencari, menemukan, memperbaiki, dan membawa manfaat terhadap penilaian pembelajaran siswa, serta menjadi acuan pemahaman kesalahan berbahasa. Kajian dalam artikel ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, simak, dan simak, keabsahan data menggunakan triangulasi teori, triangulasi sumber data, triangulasi metode, dan validasi pakar.  pada bidang ejaan siswa melakukan kesalahan terbanyak ada di penggunaan huruf kapital dari penulisan teks prosedural sebanyak 80 kesalahan. Pada kesalahan preposisi siswa banyak melakukan kesalahan sebanyak 7. Pembagian klasifikasi kesalahan bidang sintaksis ada 7 dan yang paling banyak siswa melakukan kesalahan pada penggunaan diksi yang tidak tepat.
Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan Karakter pada Lagu Soegi Bornean sebagai Bahan Ajar Mufidah, Afi; Suwandi, Sarwiji; Chaesar, Ari
Anufa Ikaprobsi Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v1i1.13

Abstract

This research is a qualitative descriptive study using stylistic analysis to describe the presence of diction, figure of speech, imagery, educational character values on the lyrics of Atma album song by Soegi Bornean, and it’s relevant as text response teaching materials in SMP. Data collection techniques use document analysis and interviews. Data validity test uses method triangulation theory and data triangulation theory. The study found 225 data consisting of 91 (40.44 % ) diction that dominated by 54 (24 % ) self-name and 6 (2.67 %) absorption word, 34 (15.11 %)  figure of speech that dominated by 21 (9.33 %) personification, 8 (3.56 %) metaphor, and 5 (2.22 % )simile, 73 (32.44 %) imagery that dominated by 29 (12.89 %) kinestetic., 23 (10.22 %) visual, and 21 (9.33 %) auditories, 27 (12 %) educational character values that dominated by 15 (6.67 %), religious, 8 (3.55 %) integrity, and 4 (1.78 %) self-sustaining, and the relevance of research related to the lyrics of an Atma album song as a good teaching material, especially associated with text responses material. As the result, the dominant element that used by the author is the diction, especially 45 (20 %) “aku” word as a self-name that indicated the songwriter wants to emphasize the main characters in his songs specifically. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan adanya diksi, majas, citraan, nilai-nilai pendidikan karakter pada lirik lagu album Atma karya Soegi Bornean menggunakan analisis stilistika, dan relevansinya sebagai bahan ajar teks tanggapan di SMP. Teknik pengumpulan data memakai analisis dokumen dan wawancara. Uji validitas data memakai teknik triangulasi metode dan teknik triangulasi data. Penelitian ini menemukan adanya 225 data yang terdiri atas diksi sebanyak 91 (40,44%) temuan yang didominasi oleh nama diri sebanyak 54 (24%) dan kata serapan sebanyak  6 (2,67%), majas sebanyak 34 (15,11%) temuan yang didominasi oleh personifikasi sebanyak 21 (9,33%), metafora sebanyak 8 (3,56%), dan simile sebanyak 5 (2,22%), citraan sebanyak 73 (32,44%) temuan yang didominasi oleh kinestetik sebanyak 29 (12,89%), visual sebanyak 23 (10,22%), dan auditoris sebanyak 21 (9,33%), nilai pendidikan karakter sebanyak 27 (12%) temuan yang didominasi oleh religius sebanyak 15 (6,67%), integritas sebanyak 8 (3,55%), dan mandiri sebanyak 4 (1,78%), serta relevansi hasil penelitian terkait lirik lagu album Atma sebagai bahan ajar yang baik, khususnya dikaitkan dengan materi teks tanggapan. Simpulannya, unsur yang paling dominan digunakan oleh pengarang adalah diksi, yakni kata khas nama diri aku sebanyak 45 (20%) temuan yang menunjukkan bahwa pengarang lagu ingin menekankan tokoh utama dalam lagu-lagunya secara spesifik.
Tindak Bahasa Pedagang Asongan di Terminal Tirtonadi Surakarta Sebagai Materi Ajar Teks Negosiasi Ulya, Chafit; Faradila, Nanda Argi Noer; Setiawan, Budhi
Anufa Ikaprobsi Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v1i1.16

Abstract

This study aims to describe and explain how the use of analysis speech acts (locutionary, illocutionary, perlocutionary, direct speech acts, indirect speech acts, cohesion and coherence) in the buying and selling interactions of hawkers at Terminal Tirtonadi Surakarta as teaching material for negotiating texts in senior high school. The approach in this research is descriptive qualitative with case study research. The results showed that the analysis speech acts of interaction buying and selling of hawkers at Terminal Tirtonadi Surakarta can be used as a support for learning in the classroom. Based on the results of interviews with Indonesian teachers at Gondangrejo senior high school, the learning model that will be used to explore the teaching materials created by researchers is discovery based-learning with a scientific approach. The learning methods used are question and answer methods, group discussions, presentations, and lectures. The learning media used include handphone, laptop, and LCD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pemanfaatan analisis tindak bahasa pada interaksi jual beli pedagang asongan di Terminal Tirtonadi Surakarta sebagai materi ajar teks negosiasi di SMA. Pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis tindak bahasa pada interaksi jual beli pedagang asongan di Terminal Tirtonadi Surakarta dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia SMAN Gondangrejo, model pembelajaran yang akan digunakan untuk mendalami materi ajar yang dibuat oleh peneliti adalah discovery based-learning dengan pendekatan saintifik. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan ceramah. Media pembelajaran yang digunakan antara lain hp, laptop, dan LCD.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Oktaviyanti, Nur'aini; Andayani, Andayani
Anufa Ikaprobsi Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v1i1.18

Abstract

This research is a qualitative descriptive study with a case study approach. The sampling technique was carried out by purposive sampling. Data collection was carried out using passive participatory observation techniques, document analysis, interviews, and questionnaires. The data validity test technique uses the data source triangulation method. The results of the study found that the procedures carried out by the teacher in carrying out lesson planning were different from the suggestions given by the government. The teacher carries out the lesson plan with the stages of (a) analysis of learning outcomes that can be used to develop objectives and flow of learning objectives, (b) developing teaching modules, (c) adjusting learning outcomes to the stages of achievement and characteristics of students, (d) conducting learning evaluations and assessment. Second, the implementation of Indonesian language learning is not in accordance with the teaching modules that have been planned by the teacher starting from the learning activity steps, learning methods, learning media and assessment assessments that have been planned. Third, learning planning has obstacles in the process of adapting to the use of an independent curriculum, difficulties in using the Free Teaching Platform (PMM) application in understanding an independent curriculum, teachers have difficulty managing time, an independent curriculum assessment system, alignment of material in teaching modules, and completeness of student books. Then, there are obstacles in the implementation of learning, namely students are still adapting from distance learning to face-to-face learning and the teacher lacks control over the situation in class conditions. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi partisipasi pasif, analisis dokumen, wawancara, dan penyebaran angket. Teknik uji validitas data menggunakan metode triangulasi sumber data. Hasil penelitian menemukan bahwa prosedur yang dilaksanakan guru dalam melakukan perencanan pembelajaran berbeda dengan saran yang diberikan pemerintah. Guru melaksanakan perencanaan pembelajaran dengan tahapan (a) analisis capaian pembelajaran yang dapat digunakan untuk menyusun tujuan dan alur tujuan pembelajaran, (b) mengembangkan modul ajar, (c) menyesuaikan capaian pembelajaran dengan tahap capaian dan karakteristik peserta didik, (d) melakukan evaluasi pembelajaran dan asesmen. Kedua, pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia belum sesuai dengan modul ajar yang telah direncanakan oleh guru mulai dari langkah kegiatan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran dan penilaian asesmen yang telah direncanakan. Ketiga, perencanaan pembelajaran memiliki hambatan pada proses adaptasi penggunaan kurikulum merdeka, kesulitan dalam penggunaan aplikasi Platform Merdeka Mengajar (PMM) dalam pemahaman kurikulum merdeka, guru kesulitan memanajemen waktu, sistem penilaian kurikulum merdeka, penyelarasan materi dalam modul ajar, dan kelengkapan buku siswa. Kemudian, hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran, yakni siswa masih beradaptasi dari pembelajaran jarak jauh menjadi pembelajaran tatap muka dan guru kurang menguasai situasi kondisi kelas.
Muatan HOTS pada Soal Kompetensi Bersastra Buku Teks Cerdas Cergas Kelas X Nazulatur Rohmah; Elen Inderasari
Anufa Ikaprobsi Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v1i1.19

Abstract

Textbooks are the main learning resource that has an important role in stimulating students higher order thinking skills (HOTS). The important role of textbooks in HOTS-based literary learning requires HOTS-laden assessments. Therefore, this study aims to describe the form of HOTS questions on competence in Literature Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Class X textbooks to describe their HOTS content. This type of research is descriptive qualitative. The data source for this research is the Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Class X textbooks published by the Ministry of Education and Culture 2021. The research data is in the form of literacy competency questions in the Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Class X textbooks published by the Ministry of Education and Culture 2021. The research data collection technique used document study. The validity of this research data technique uses theoretical triangulation. This research data analysis technique uses an interactive model. The findings show that the form of HOTS questions on literary competence is dominated by the analyzing level (C4). The HOTS form of literary competence is dominated by the analyzing level (C4) because with a sharp mastery of analysis, students' critical thinking patterns are more directed, from critical thinking students can assess, finally students are able to create ideas or produce a literary. Buku teks merupakan sumber belajar utama yang memiliki peranan penting dalam menstimulus kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik (HOTS). Peranan penting buku teks dalam pembelajaran sastra yang berbasis HOTS diperlukan penilaian yang bermuatan HOTS. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk soal HOTS kompetensi bersastra buku teks Cerdas Cergas Kelas X untuk mendeskripsikan muatan HOTS-nya. Jenis penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Buku Teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas X terbitan Kemendikbudristek 2021. Data penelitian ini berupa soal kompetensi bersasatra dalam buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas X terbitan Kemendikbudristek 2021. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan studi dokumen. Teknik keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi teori. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan model interaktif. Temuan menunjukkan bentuk soal HOTS kompetensi bersastra didominasi level menganalisis (C4). Bentuk HOTS soal kompetensi bersastra didominasi level menganalisis (C4) karena dengan penguasaan analisis yang tajam pola berpikir kritis peserta didik lebih terarah, dari berpikir kritis peserta didik dapat menilai, akhirnya peserta didik mampu mengkreasikan ide atau menghasilkan sebuah karya sastra. Kata kunci: Soal Kompetensi Bersastra; Buku Teks; HOTS
Cognitive Processes on Reading Literacy in Elementary Schools Muzaki, Ferril; Dawud
Anufa Ikaprobsi Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v1i2.21

Abstract

One of the main benefits of reading is improving children's language skills. By reading books and a variety of subject matter, children will become familiar with a wider vocabulary and be able to understand different contexts. They will also learn how to write properly and effectively. The cognitive processes involved in reading literacy in elementary schools are a key factor in the development of good reading skills. This cognitive process includes basic abilities such as visual perception, word recognition, understanding phrases and sentences, as well as drawing conclusions and inferences from texts. Therefore, understanding the cognitive processes involved in reading literacy in elementary school is very important to help students acquire good reading skills and be successful in the future. This literature review study discusses cognitive processes in reading literacy in elementary schools. The purpose of this research is to understand how cognitive processes contribute to reading skills in elementary schools. The results of the study show that cognitive processes such as perception, information processing, and text comprehension are very important in helping children develop good reading skills. In addition, factors such as motivation, self-confidence, and learning strategies also have a significant influence on reading skills.
Pemanfaatan Struktur dan Aspek Kebahasaan Teks Pidato Tokoh-Tokoh Nasional Sebagai Bahan Ajar Digital Nuryadin, Ade; Kusmana, Suherli; Jaja, Jaja
Anufa Ikaprobsi Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v1i1.22

Abstract

This study aims to overcome the difficulty of obtaining teaching materials that are in accordance with the development of information technology, in the form of digital speech text teaching materials for SMP/MTs students. Speech is an activity that shows a language skill that is needed by students as provision in their lives in society. Therefore, the development of speech text teaching materials is suitable to be implemented as teaching materials. This study uses a research and development method that begins by analyzing speech activities carried out by national figures classified into three categories (officials, political party figures, and religious leaders) contained in Google's electronic media (youtube). The structure and language features of the speech text were analyzed qualitatively descriptively to find out the contents of the speech text based on the appropriate structure and content categories. Selected speech texts are applied as teaching materials which are developed and the use of language is adapted according to curriculum indicators. The validation instrument consists of four aspects of assessment, namely content feasibility, language, presentation, and graphics. Based on the validity test by experts and practitioners it is known that the digital teaching materials developed are valid and can be used. Based on the results of implementation in learning, YouTube-based digital teaching materials, speech text materials processed based on the t-test, it can be stated that the teaching materials are effective. The response of students in learning was very enthusiastic, both in watching and imitating speeches in front of the class, and learning to write speech texts, so that learning outcomes were considered effective. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan mendapatkan bahan ajar yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi, berupa bahan ajar teks pidato digital bagi siswa SMP/MTs. Pidato merupakan kegiatan yang menunjukkan suatu keterampilan berbahasa yang diperlukan siswa sebagai bekal dalam kehidupannya di masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar teks pidato cocok untuk diimplementasikan sebagai bahan pengajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang dimulai dengan menganalisis kegiatan berpidato yang dilakukan oleh tokoh-tokoh nasional yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori (pejabat, tokoh partai politik, dan pemuka agama) yang terdapat dalam media elektronik google (youtube). Struktur dan ciri kebahasaan teks pidato dianalisis secara kualitatif deskriptif untuk mengetahui isi teks pidato berdasarkan kategori struktur dan isi yang sesuai. Teks pidato terpilih diterapkan sebagai bahan ajar yang dikembangkan dan penggunaan bahasa diadaptasi sesuai dengan indikator kurikulum. Instrumen validasi terdiri atas empat aspek penilaian, yaitu kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan. Berdasarkan uji validitas oleh ahli dan praktisi diketahui bahwa bahan ajar digital yang dikembangkan valid dan dapat digunakan. Berdasarkan hasil implementasi dalam pembelajaran, bahan ajar digital berbasis youtube materi teks pidato yang diolah berdasarkan uji-t dapat dinyatakan bahwa bahan ajar tersebut efektif. Respon siswa dalam pembelajaran sangat antusias, baik dalam memirsa maupun menirukan berpidato di depan kelas, serta belajar menulis teks pidato, sehingga hasil pembelajaran termasuk efektif.
Ragam Bahasa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Pondok Darul Kholidin Bogor Sahla Annisa; Sajrah, Anggi Pelangi
Anufa Ikaprobsi Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v1i1.23

Abstract

Language is an important part of communication. In Indonesia, the language has diversity, Indonesian is the national language as well as regional languages that are characteristic of the area. The purpose of this study is to analyze and describe the diversity of languages used in teaching Indonesian at Pondok Daarul Kholidin Bogor, both male and female boarding schools. This research uses sociolinguistic studies. The type of research used is descriptive qualitative, namely to analyze and describe the variety of languages used in daily teaching at Pondok Daarul Kholidin Bogor. Data were obtained through interviews conducted by researchers using the Tansemuka Note (CTS) technique. Data analysis was carried out in stages: a. Data processing; b. Presentation of results and discussion; c. Conclusion. Based on the results of the study, it was found that the Indonesian language teaching carried out by teachers and students used Indonesian fully. But when outside of teaching students use the language that has been applied in the rules of the cottage, namely English and Arabic. Bahasa menjadi bagian penting dalam berkomunikasi. Di Indonesia bahasa memiliki keanekaragaman, bahasa Indonesia yang menjadi bahasa nasional serta bahasa-bahasa daerah yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mendeskripsikan keragaman bahasa yang digunakan dalam pengajaran Bahasa Indonesia di Pondok Darul Kholidin Bogor baik pondok putera maupun pondok puteri. Penelitian ini menggunakan kajian sosiolinguistik. Jenis penelitian yang kami gunakan  adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu untuk menganalisis serta mendeskripsikan ragam bahasa yang digunakan dalam pengajaran sehari-hari di Pondok Darul Kholidin Bogor. Data diperoleh melalui wawancara yang dilakukan oleh peneliti menggunakan teknik catat tansemuka (CTS). Data yang digunakan  melalui tahapan: a.) Pengolahan data; b.) hasil dan Pembahasan; c.) Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa dalam pengajaran bahasa Indonesia yang dilakukan oleh guru dan siswa menggunakan bahasa Indonesia sepenuhnya. Tetapi ketika di luar pengajaran siswa menggunakan bahasa yang telah diterapkan dalam peraturan pondok tersebut, yakni bahasa Inggris dan bahasa Arab.
Citra Perempuan pada Cerita Rakyat Dewi Rengganis Musyarrof, Ahmad; Fitriani, Intan; Fauziyah, Syifa
Anufa Ikaprobsi Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v1i1.25

Abstract

This research aims to understand the role and status of Dewi Rengganis in society, as well as describe the community's perspective in folk stories involving this female character. The research utilizes a qualitative descriptive text analysis method with a postmodern feminist approach. The objective of this approach is to interpret the position and role of women in society. The results of the study indicate that in the legend of Dewi Rengganis, the role and position of women can be confirmed by reintroducing female characters who exist as subjects, have autonomy, and possess the ability to exercise their power. Through this interpretation, the folk tale of Dewi Rengganis serves as a tool to elevate the status and role of women in society. The implications of this research are that Indonesian folklore and folk literature have great potential in promoting gender equality and dismantling demeaning stereotypes against women. By introducing strong and influential female characters like Dewi Rengganis, society can see that women have equal potential to achieve success and play significant roles in society. This research provides new insights into the role of women in Indonesian folklore and encourages the development of inclusive narratives that depict gender diversity. Further implications may include changes in societal attitudes towards women, empowerment of women in various fields, and strengthening awareness of the importance of gender equality in society. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran dan status Dewi Rengganis dalam masyarakat, serta mendeskripsikan pandangan masyarakat dalam cerita rakyat yang melibatkan tokoh perempuan ini. Dalam penelitian ini, digunakan metode analisis teks deskriptif kualitatif dengan pendekatan feminis postmodernis. Tujuan pendekatan ini adalah untuk menginterpretasikan kedudukan dan peran wanita dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam legenda Dewi Rengganis, peran dan kedudukan perempuan dapat dikonfirmasi dengan menghadirkan kembali tokoh-tokoh perempuan yang eksis sebagai subjek, memiliki otonomi, dan memiliki kemampuan untuk menjalankan kekuasaannya. Melalui interpretasi ini, cerita rakyat Dewi Rengganis berfungsi sebagai alat untuk mengangkat status dan peran perempuan dalam masyarakat. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa cerita rakyat dan sastra rakyat Indonesia memiliki potensi besar dalam mempromosikan kesetaraan gender dan menghapus stereotip yang merendahkan perempuan. Dengan memperkenalkan tokoh perempuan yang kuat dan berpengaruh seperti Dewi Rengganis, masyarakat dapat melihat bahwa perempuan memiliki potensi yang sama dalam mencapai keberhasilan dan mengambil peran penting dalam masyarakat. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang peran perempuan dalam sastra rakyat Indonesia dan mendorong pengembangan narasi yang inklusif dan menggambarkan keberagaman gender. Implikasi lebih lanjut dapat mencakup perubahan sikap masyarakat terhadap perempuan, pemberdayaan perempuan dalam berbagai bidang, serta penguatan kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender dalam masyarakat.
Eksistensi Ekologi Alam dan Budaya Tradisi Anggoro Kasih Widiyanti, Uma Latifa; Inderasari, Elen; Cahyani, Isah
Anufa Ikaprobsi Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v1i1.26

Abstract

This article aims to describe the ecological existence of the Anggoro Kasih tradition of literature in Sendang Pituh, Cabean Kunti Cepogo Village, the slopes of Mount Merapi. The existence of this literary ecology appears in the procession of the Anggoro Kasih tradition, namely tirakatan, nawu sendang, and the ambengan kembul bujono carnival. This research also aims to introduce the Anggoro Kasih tradition as community reciprocity at Sendang Pituh to the wider community. The method in this research is descriptive qualitative. The theory used is the literary ecology of Suwardi Endraswara. The results of this study indicate that the Anggoro Kasih tradition in Sendang Pituh has literary ecology with natural and cultural ecological types. The natural ecology in the Anggoro Kasih tradition in Sendang Pituh is reflected in the actions taken by the community as a form of good reciprocity for the Sendang Pituh ritual, while the cultural ecology in the Anggoro Kasih tradition is reflected in the people who preserve the nature of Sendang Pituh holding on to the local culture of the people of Cabean Kunti Village. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi ekologi sastra tradisi Anggoro Kasih di Sendang Pituh Desa Cabean Kunti Cepogo Lereng Gunung Merapi. Eksistensi ekologi sastra ini muncul pada prosesi tradisi Anggoro Kasih, yakni tirakatan, nawu sendang, dan kirab ambengan kembul bujono. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengenalkan tradisi Anggoro Kasih sebagai timbal balik masyarakat pada Sendang Pituh kepada masyarakat secara luas. Metode dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Adapun teori yang digunakan, yakni ekologi sastra Suwardi Endraswara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, tradisi Anggoro Kasih di Sendang Pituh terdapat ekologi sastra dengan jenis ekologi alam dan ekologi budaya. Ekologi alam dalam tradisi Anggoro Kasih di Sendang Pituh tergambar pada tindakan yang dilakukan masyarakat sebagai bentuk timbal balik yang baik kepada petirtaan Sendang Pituh, sedangkan ekologi budaya pada tradisi Anggoro Kasih tergambar pada masyarakat yang melestarikan alam Sendang Pituh berpegangan dengan kebudayaan lokal masyarakat Desa Cabean Kunti.