cover
Contact Name
Muhammad Idrus
Contact Email
muhammad.idrus@uho.ac.id
Phone
+6285244111334
Journal Mail Official
mores@uho.ac.id
Editorial Address
Jl. HEA Mokodompit, Kampus Tridharma, Anduonohu-Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia Kode Pos 93561
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 29883253     DOI : https://doi.org/10.36709/mores
Core Subject : Education, Social,
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan adalah jurnal yang memuat hasil penelitian bidang pendidikan yang berfokus pada masalah-masalah sosial budaya, ekonomi, pendidikan dan Humaniora terutama dalam kaitannya dengan pembangunan pendidikan nasional dan pengembangan berbagai aspek kehidupan di dalam masyarakat yakni: - Pendidikan Pancasila dan Moral - Pendidikan Ekonomi - Teknologi Pendidikan - Pendidikan Dasar - Pengembangan Kurikulum - Manajemen Pendidikan - Hukum dan Sosial
Articles 59 Documents
Peran Guru dalam Mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Tema Suara Demokrasi dalam Kurikulum Merdeka Rismayanti; Samiruddin; Nerlin; Kasim
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi September 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v3i2.45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peran guru dalam mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada tema suara demokrasi dalam kurikulum merdeka di SMP Negeri 40 Buton, (2) faktor pendukung implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada tema suara demokrasi dalam  kurikulum  merdeka, (3) faktor penghambat implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada tema suara demokrasi dalam kurikulum merdeka. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu 4 guru fasilitator P5 dan informan penelitian terdiri dari koordinator P5, dan 2 orang siswa kelas VII dan 2 orang siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan dokumentasi dan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada tema suara demokrasi di SMP Negeri 40 Buton sudah berjalan dengan baik yaitu peran guru sebagai perencana projek, peran guru sebagai fasilitator, peran guru sebagai pendamping, peran guru sebagai supervisor dan konsultan peran guru sebagai moderator. Faktor pendukung  implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada tema suara demokrasi yaitu adanya semangat dan antuasiasme peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, adanya dukungan dari lingkungan sekolah, dan saling dukung dan kolaborasi antara guru. Faktor penghambat implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada tema suara demokrasi adalah profil pelajar Pancasila yang merupakan bagian dari kurikulum baru.
Menumbuhkan Sikap Toleransi Siswa oleh Guru Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 14 Kendari Ratna Ningsih; Muh. Yusuf; Indrawati Syamsuddin
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi September 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v3i2.46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Pancasila dalam menumbuhkan sikap toleransi siswa di SMP Negeri 14 Kendari. Jenis penelitian ini adalah adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini terdiri dari 3 orang guru Pendidikan Pancasila, selain itu informan penelitian yakni kepala sekolah, guru Pendidikan Agama, guru BK,  serta masing-masing siswa perwakilan kelas VII, VIII, dan IX. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Pancasila dalam menumbuhkan sikap toleransi siswa di SMP Negeri 14 Kendari yaitu dilakukan dengan mencontohkan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari,  dengan cara menumbuhkan apresiasi siswa terhadap perbedaan, menentang stereotip dan tidak berprasangka serta dengan melatih siswa untuk menerima perbedaan sejak dini dan mengenalkan keberagaman kepada siswa baik di dalam maupun di luar kelas. Dengan pembiasaan tersebut menjadikan sikap toleransi siswa semakin bertumbuh yaitu dengan menunjukan sikap saling menghormati antar sesama, saling membantu dalam hal kebaikan tanpa memandang suku, agama, ras, dan budaya, serta tidak menertawakan suku, ukuran tubuh, gender, atau otoritas seksual lainnya.
Implementasi Pelaksanaan Tata Tertib Sekolah Terhadap Peningkatan Perilaku Disiplin Belajar Siswa SMP Negeri 4 Tomia Dayu Intan Sari; Syahbudin; Muhamad Saleh
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi September 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v3i2.47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) implementasi pelaksanaan tata tertib sekolah terhadap peningkatan disiplin belajar siswa SMP Negeri 4 Tomia; dan 2) bentuk-bentuk pelanggaran dalam implementasi pelaksanaan tata tertib sekolah terhadap peningkatan disiplin belajar siswa di SMP Negeri 4 Tomia. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari responden penelitian yaitu 10 orang siswa dan informan penelitian yaitu Kepala Sekolah, Wakasek kesiswaan, Guru PPKn, Guru BK, Guru Piket dan 3 Wali Kelas SMP Negeri 4 Tomia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan dokumentasi dan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pelaksanaan tata tertib sekolah terhadap peningkatan disiplin belajar siswa SMP Negeri 4 Tomia, telah di laksanakan dengan efektif. Implementasi pelaksanaan tata tertib sekolah yaitu tentang pakaian ssekolah, rambut, kuku, tato dan perhiasan, saat masuk, di dalam, dan pulang sekolah, upacara bendera dan peringatan hari-hari besar, kegiatan belajar mengajar, kegiatan keagaamaan dan penguatan profil pelajar pancasila, kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler, dan penggunan fasilitas sekolah, dan pemakaian handphone. Bentuk-bentuk pelanggaran pelanggaran dalam implementasi pelaksanaan tata tertib sekolah terhadap peningkatan disiplin belajar siswa yaitu Terlambat, Melengkapi atribut sekolah, Mengganggu dalam proses pembelajaran, Bolos atau tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Upaya sekolah dalam implementasi pelaksanaan tata tertib sekolah terhadap peningkatan disiplin belajar siswa yaitu sosialisasi, pengawasan, sanksi dan penghargaan, pelatihan dan edukasi serta evaluasi.
Implementasi Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam Pelayanan Pasien Penyakit Diabetes Melitus Pada Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. L.M. Baharuddin di Kabupaten Muna La Manguntara; Asep Junaedi
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi September 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v3i2.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program BPJS Kesehatan dalam pelayanan pasien penyakit diabetes melitus dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial kesehatan dalam pelayanan pasien penyakit diabetes melitus pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Laode. M. Baharuddin, M.kes Kabupaten Muna. Teknik pengumpulan data menggunakan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang sudah tekumpul selanjutnya dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan aktivitas dalam analisis data, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program (BPJS) Kesehatan dalam pelayanan pasien penyakit Diabetes Melitus pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. L.M. Baharuddin, M.Kes Kabupaten Muna dapat dilihat dari 3 indikator yaitu organisasi, interpretasi, dan aplikasi. Temuan hasil penelitian bahwa indikator organisasi ini memiliki struktur yang terkoordinasi dengan baik, kemudian indikator interpretasi, dalam menginterpretasikan Program BPJS kesehatan muncul dari minimnya sosialisasi dan informasi yang jelas, perbedaan tingkat pemahan pasien, keterbatasan waktu untuk penjelasan dan akses informasi yang tidak merata. Sementara indikator aplikasi menunjukan bahwa aplikasi BPJS kesehatan dalam penyedian pelayanan rutin dan pembayaran telah berjalan sistematis, meskipun masih terdapat kendala teknis yang perlu diatasi. Sementara itu, faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Program BPJS kesehatan yaitu Komunikasi, sumberdaya, desposisi, struktur birokrasi. Temuan hasil penelitian bahwa indikator komunikasi masih kurang efektif meskipun pihak rumah sakit telah melakukan beberapa langkah komunikasi, seperti media visual, serta pendekatan personal dari tenaga medis, ada beberapa pasien yang merasa informasi terkait BPJS belum cukup disosialisasikan dengan baik. Kemudian indikator sumber dayanya, meskipun memadai namun masih sering mengalami keterlambatan, indikator disposisi dalam memberikan pelayanan sikap para petugas rumah sakit sudah cukup baik dan profesional dalam memberikan layanan pada masyrakat, indikator struktur birokrasi sudah berjalan cukup baik, meskipun masih menghadapi sedikit hambatan, misalnya pasien poli  datang di rumah sakit tanpa rujukan, pasien datang tapi kartu bpjsnya non aktif.
Tradisi Lisan Kabhanti Pada Masyarakat Ciacia Tinjauan Sistem Pewarisan Rahman; Suharni Suddin; La Ode Syukur; La Ode Wahidin
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi September 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v3i2.49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem pewarisan tradisi lisan kabhanti pada masyarakat Ciacia. Kabhanti merupakan salah bentuk tradisi lisan yang kaya akan nilai-nilai budaya dan sejarah masyarakat Ciacia. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif untuk memahami bagaimana tradisi lisan kabhanti diwariskan dari generasi ke generasi. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik rekam, catat, dan wawancara. Teknik analisis data yaitu dilakukan secara tematik dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pewarisan kabhanti pada masyarakat Ciacia dilakukan melalui dua sistem pewarisan yaitu sistem pewarisan yang bersifat internal dan sistem pewarisan yang bersifat eksternal. Sistem pewarisan yang bersifat internal dilakukan dalam lingkup keluarga. Sementara sistem pewarisan yang bersifat eksternal dilakukan melalui sebuah pertunjukan. Sistem pewarisan ini melibatkan peran penting dari para pelaku tradisi seperti para tetua adat dan seniman lokal. Tradisi lisan kabhanti memilki peran penting dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat Ciacia. Oleh karena itu, pelestarian dan pengembangan tradisi lisan kabhanti perlu dilakukan untuk memastikan keberlangsungan budaya masyarakat Ciacia di masa depan.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VII SMP Negeri 14 Kendari Wa Ode Septiana Baskara; Irawaty
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas VII SMP Negeri 14 Kendari. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru Pendidikan Pancasila dan 31 siswa kelas VII.D SMP Negeri 14 Kendari, yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Data yang dikumpulkan meliputi data kuantitatif berupa hasil tes belajar siswa dan data kualitatif berupa hasil observasi aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan aktivitas siswa pada siklus I sebesar 65% menjadi 92% pada siklus II, atau mengalami peningkatan sebesar 27%. Selain itu, aktivitas mengajar guru juga mengalami peningkatan dari 65% pada siklus I menjadi 92% pada siklus II. Ketuntasan belajar siswa secara klasikal juga meningkat, dari 58,06% (18 siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM ≥ 75) pada siklus I menjadi 83,87% (26 siswa mencapai KKM ≥ 75) pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) efektif dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 14 Kendari.
Peran Guru Pendidikan Pancasila dalam Membina Kedisiplinan Siswa Di SMA Negeri 1 Wakorumba Selatan Kabupaten Muna Almianti; Muh. Yusuf; Wa Ode Hijrah
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Pancasila dalam membina kedisiplinan siswa di SMA Negeri 1 Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna. Kedisiplinan siswa merupakan aspek penting dalam menunjang proses pembelajaran serta pengembangan karakter di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian meliputi satu orang guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta siswa SMA Negeri 1 Wakorumba Selatan. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memiliki peran yang sangat penting dalam membina kedisiplinan siswa. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai pembina yang bertanggung jawab dalam membentuk watak dan karakter siswa, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan di lingkungan sekolah.
Peran Guru Pendidikan Pancasila dalam Membina Karakter Siswa Di SMP Negeri 1 Wakorumba Selatan Aris Arianto; Karsadi
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam membina karakter siswa di SMP Negeri 1 Wakorumba Selatan, dan (2) mendeskripsikan nilai-nilai karakter yang ditanamkan kepada siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 11 orang, yang terdiri atas 6 siswa sebagai responden, serta kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, 2 orang guru Pendidikan Pancasila, dan 1 guru bimbingan dan konseling sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Pancasila dalam membina karakter siswa sangat penting. Guru Pendidikan Pancasila tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, agen moral, dan komunikator yang efektif dalam membentuk sikap, nilai, dan perilaku siswa. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan kepada siswa meliputi kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan kemandirian, yang dilakukan secara konsisten dalam proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Pancasila memiliki peran yang sangat signifikan dalam pembentukan karakter siswa. Selain itu, terdapat lima nilai karakter utama yang ditanamkan, yaitu kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan kemandirian.
Peranan Guru Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Di Kelas VII SMP Negeri 1 Batukara Kabupaten Muna Milan Sari; Wa Ode Reni
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan guru dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VII SMP Negeri 1 Batukara, Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru Pendidikan Pancasila dan siswa kelas VII, sedangkan informan penelitian meliputi Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan model analisis deskriptif kualitatif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila telah berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari peran guru sebagai fasilitator, yaitu mampu memfasilitasi kegiatan belajar sesuai dengan perkembangan peserta didik, mengarahkan aspirasi dan perasaan siswa, memberikan perhatian khusus kepada siswa dengan kemampuan yang berbeda, serta mendorong siswa untuk terus belajar melalui berbagai media. Sebagai motivator, guru mampu memotivasi siswa agar berperilaku positif, tidak membeda-bedakan siswa, berperan sebagai orang tua di sekolah, serta menjadi teladan bagi peserta didik. Sementara itu, sebagai pembimbing, guru memberikan arahan dan bimbingan kepada peserta didik, membantu mengenali serta mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa, serta menyesuaikan perencanaan dan tujuan pembelajaran dengan kondisi, potensi, serta kebutuhan individu peserta didik.
Penerapan Keterampilan Dasar Mengajar dalam Pengelolaan Kelas Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Di SMP Negeri 1 Maligano Karmila Fifian; Abdul Halim Momo; Kasim
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan keterampilan dasar mengajar dalam pengelolaan kelas pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IX.C SMP Negeri 1 Maligano. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang berfokus pada penggambaran dan penjelasan mengenai penerapan keterampilan dasar mengajar dalam pengelolaan kelas. Responden dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Pancasila dan 8 orang siswa, sedangkan informan penelitian adalah Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Maligano. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen lembar observasi serta wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan model Miles dan Huberman. Analisis ini meliputi tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan keterampilan dasar mengajar dalam pengelolaan kelas belum sepenuhnya dilakukan oleh guru. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, hanya beberapa aspek yang telah diterapkan, seperti memperhatikan sikap dan pengaturan tempat duduk siswa, memulai pembelajaran setelah siswa siap, melakukan gerak mendekati, serta memberikan petunjuk yang jelas. Namun demikian, masih terdapat beberapa keterampilan yang belum diterapkan secara optimal, antara lain memandang siswa secara seksama, mengajukan pertanyaan, memberikan reaksi terhadap gangguan dan ketidakacuhan siswa, memberikan teguran secara bijaksana, memberikan penguatan, memodifikasi tingkah laku, serta mengelola kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan keterampilan dasar mengajar dalam pengelolaan kelas pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IX.C SMP Negeri 1 Maligano masih perlu ditingkatkan agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan optimal.