cover
Contact Name
Muhammad Idrus
Contact Email
muhammad.idrus@uho.ac.id
Phone
+6285244111334
Journal Mail Official
mores@uho.ac.id
Editorial Address
Jl. HEA Mokodompit, Kampus Tridharma, Anduonohu-Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia Kode Pos 93561
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 29883253     DOI : https://doi.org/10.36709/mores
Core Subject : Education, Social,
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan adalah jurnal yang memuat hasil penelitian bidang pendidikan yang berfokus pada masalah-masalah sosial budaya, ekonomi, pendidikan dan Humaniora terutama dalam kaitannya dengan pembangunan pendidikan nasional dan pengembangan berbagai aspek kehidupan di dalam masyarakat yakni: - Pendidikan Pancasila dan Moral - Pendidikan Ekonomi - Teknologi Pendidikan - Pendidikan Dasar - Pengembangan Kurikulum - Manajemen Pendidikan - Hukum dan Sosial
Articles 57 Documents
Pelaksanaan Manajemen Pengelolaan Kelas dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Pancasila Di SMA Negeri 1 Barangka Kabupaten Muna Barat Siti Anisa Nia; Hamuni
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan manajemen pengelolaan kelas dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 1 Barangka, dan (2) upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan manajemen pengelolaan kelas tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri atas guru Pendidikan Pancasila dan 15 orang siswa, sedangkan informan penelitian adalah Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Barangka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis deskriptif kualitatif menurut Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen pengelolaan kelas dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 1 Barangka telah berjalan dengan baik, yang ditandai dengan kemampuan guru dalam mengelola kelas, menerapkan disiplin, mengontrol perilaku peserta didik, mengelola konflik, serta melakukan penataan kelas. Adapun upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan antara lain dengan menunjukkan kesabaran, memberikan sanksi yang bersifat mendidik, mengelompokkan siswa, dan memberikan perhatian lebih kepada peserta didik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen pengelolaan kelas dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 1 Barangka telah terlaksana dengan baik, meskipun belum sepenuhnya optimal. Guru telah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi hambatan yang muncul selama proses pembelajaran, seperti memberikan teguran dan sanksi yang bersifat membangun.
Analisis Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) Tes Buatan Guru Pendidikan Pancasila Di SMA Negeri 10 Kendari La Ode Riski; Sulfa
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada soal subjektif yang disusun oleh guru Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 10 Kendari pada ulangan semester ganjil kelas X tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan soal dilakukan melalui langkah-langkah sistematis, yaitu: (1) menganalisis Kompetensi Dasar (KD), (2) menyusun kisi-kisi soal, (3) menulis soal berdasarkan kisi-kisi, dan (4) menyusun pedoman penskoran. Analisis terhadap soal ulangan semester ganjil menunjukkan bahwa soal dengan kategori Lower Order Thinking Skills (LOTS) sebesar 20% (sebagian kecil), Middle Order Thinking Skills (MOTS) sebesar 40% (kurang dari setengah), dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) sebesar 40% (kurang dari setengah). Temuan ini menunjukkan bahwa proporsi soal HOTS masih belum dominan dalam instrumen penilaian yang digunakan.
Dampak Sosial Pemilihan Kepala Desa Santiri KecamanatanTiworo Utara Kabupaten Muna Barat Arwan; Samiruddin; Indawati Syamsuddin
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak sosial dari pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Santiri di Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 6 orang responden dan 15 orang informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sosial yang muncul pada pemilihan Kepala Desa Santiri tahun 2019 terbagi menjadi dua tahap, yaitu pra pemilihan dan pasca pemilihan. Pada tahap pra pemilihan, terjadi ketegangan sosial di masyarakat yang ditandai dengan sikap saling sindir, kurangnya interaksi sosial antarpendukung calon yang berbeda, serta munculnya sikap ambisius dari calon dan pendukungnya. Kondisi ini bahkan menimbulkan perselisihan antarwarga, termasuk dalam lingkup keluarga, sehingga berdampak pada renggangnya hubungan sosial dan komunikasi. Sementara itu, pada tahap pasca pemilihan, kehidupan masyarakat mulai kembali normal. Nilai-nilai sosial seperti gotong royong dan solidaritas tetap terjaga, terutama dalam kegiatan sosial seperti acara pernikahan dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Meskipun demikian, masih ditemukan adanya dampak sosial berupa sindiran atau pembicaraan di belakang terkait kemenangan Kepala Desa terpilih, yaitu Bapak Abdul Rahim. Namun, secara umum masyarakat Desa Santiri tetap mampu menjaga stabilitas sosial dan menjunjung tinggi nilai adat serta rasa kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Persepsi Orang Tua Anak Putus Sekolah Terhadap Pentingnya Pendidikan Formal di Kelurahan Walambenowite Kabupaten Muna La Ode Wahir; Andi Syahrir; Muhamad Saleh
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) persepsi orang tua anak putus sekolah terhadap pentingnya pendidikan formal di Kelurahan Walambenowite Kabupaten Muna; serta 2) faktor-faktor penyebab anak putus sekolah di di Kelurahan Walambenowite Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 12 orang yang terdiri atas 6 orang tua, 3 anak putus sekolah sebagai responden, serta 3 orang guru sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi orang tua terhadap pentingnya pendidikan formal tidak sepenuhnya negatif. Sebagian orang tua memandang keputusan anak untuk putus sekolah sebagai langkah pragmatis dalam menghadapi tuntutan kehidupan. Adapun faktor-faktor penyebab anak putus sekolah meliputi rendahnya pendapatan orang tua, kurangnya motivasi dan minat belajar, minimnya perhatian, keterbatasan sarana dan prasarana, serta kurangnya fasilitas belajar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua pada dasarnya menganggap pendidikan formal memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak, membangun kemampuan komunikasi, membentuk kepemimpinan, mendorong berpikir kritis, serta membantu anak memahami potensi dirinya. Namun demikian, sebagian orang tua juga beranggapan bahwa pendidikan formal belum sepenuhnya berhasil dalam membentuk karakter, etika, dan keterampilan sosial anak.
Fungsi Media Sosial TikTok dalam Mewujudkan Pendidikan Politik Mahasiswa PPKn Universitas Halu Oleo Ahmad Mursyaban Ali; La Iru; Nerlin
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi media sosial TikTok dalam mewujudkan Pendidikan politik mahasiswa PPKn Universitas Halu Oleo. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan PPKn FKIP UHO. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah model dari Miles dan Huberman yang dicirikan oleh tiga kegiatan/aktivitas, yakni reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan/verifikasi (conclusion: drawing/verifying). Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa aktif PPKn angkatan 2020, 2021, 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial TikTok: (1) sebagai sumber informasi dan berita politik yang menyediakan berbagai berita dan informasi yang berada di tingkat daerah, nasional, hingga internasional, (2) memperluas jangkauan interaksi berupa memberikan like, mengikuti akun, berkomentar, dan membagikan (shear) pengetahuan dan informasi politik, dan (3) mewujudkan pendidikan politik yang dilihat dari aspek kognitif, terwujud dari media sosial TikTok yang menjadi saluran dalam membentuk pamahaman mahasiswa PPKn. Dalam ranah afektif, terwujud dari media sosial TikTok yang menjadi saluran dalam mendorong dan membentuk sikap mahasiswa PPKn terhadap sebuah persitiwa. Dalam ranah psikomotorik, terwujud dari media sosial TikTok yang menjadi saluran dalam membentuk keterampilam mahasiswa PPKn dalam menghadapi sebuah isu-isu yang tersebar.
Pengaruh Model Pembelajaran dan Efikasi Diri Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Muhammad Idrus
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.81

Abstract

Model pembelajaran yang sesuai merupakan bagian penting dalam kegiatan proses belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Efikasi diri merupakan hal utama yang harus dimiliki oleh setiap pembelajar. Model pembelajaran inovatif yang mampu mengkombinasikan efikasi diri adalah model discovery learning dan model inkuiri learning. Fokus penelitian ini adalah menguji pengaruh model pembelajaran dan efikasi diri terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Sampel penelitian ini terdiri dari 60 siswa yang dipilih secara acak dengan menggunakan prosedur multistage random sampling. Informasi dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes dan angket. Analisis statistik dilakukan dengan analisis varians (ANOVA) dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran dan efikasi diri terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning lebih efektif jika dibelajarkan pada siswa yang memiliki efikasi diri tinggi karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan model inquiry learning. Respon siswa pun menunjukkan hasil lebih positif saat diterapkan model pembelajaran discovery learning dibandingkan dengan model inquiry learning. Sebaliknya siswa yang memiliki efikasi diri rendah lebih efektif jika dibelajarkan dengan model discovery learning dan inkuiri learning karena tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.   
Pola KeberlangsunganTradisi Maataa dalam Masyarakat Ciacia Laporo Rahman; Suharni Suddin; La Ode Syukur; La Ode Wahidin
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola keberlangsungan tradisi maataa (pesta adat atau kande-kandea) dalam masyarakat Ciacia Laporo. Tradisi maataa merupakan salah satu tradisi masyarakat Ciacia Laporo yang kaya akan nilai-nilai budaya dan sejarah masyarakatnya. Tradisi maataa memiliki nilai yang dapat mempersatukan masyarakat pendukungnya. Nilai itu berupa nilai religius dan nilai sosial, bahkan secara filosofis tradisi maataa merupakan perwujudan dari siklus kehidupan terutama yang berhubungan dengan kelahiran dan perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif untuk memahami bagaimana pola keberlangsungan tradisi maataa dalam masyarakat Ciacia Laporo. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh adat, instansi terkait, praktisi, seniman lokal, dan budayawan yang mengerti tentang tradisi maataa. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumen. Teknik analisis data yaitu dilakukan secara tematik dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga validitas data reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi maataa memiliki tiga pola keberlangsungan yaitu keberlangsungan dalam pertunjukan, keberlangsungan secara langsung, dan keberlangsungan dalam keluarga. Ketiga pola keberlangsungan tradisi maataa dalam masyarakat Ciacia Laporo ini saling berhubungan dan saling menunjang antara satu dengan yang lain dalam menjamin kebertahanan tradisi maataa.