cover
Contact Name
Silvinatin Al Masithoh
Contact Email
birmayzabik48159@gmail.com
Phone
+6285730104242
Journal Mail Official
Jurnalfirdaus1@gmail.com
Editorial Address
Jl. Masjid Al Akbar Timur No.1 Pagesangan Jambangan Surabaya 60222
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam, dan Living Qur'an
ISSN : -     EISSN : 29873134     DOI : https://doi.org/10.62589/iat.v2i02.220
Core Subject : Religion,
FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam dan Living Qur’an merupakan jurnal akademik yang diterbitkan 2 kali dalam setahun (Desember dan Juni) oleh Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir STAI Al-Akbar Surabaya. Jurnal ini menerbitkan penelitian, teori, perspektif, paradigma dan metodologi penafsiran serta ilmu-ilmu al-Qur’an dimana proses penyuntingan diperlukan tanpa mengubah maksud dan isi tulisan. Ruang lingkup Firdaus: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam dan Living Qur’an adalah (1) Ilmu-Ilmu al-Qur’an; (2) Tafsir; (3) Living Qur’an; (4) Ilmu Kalam; (5) ilmu Balaghah; (6) Filologi; (7) Linguistik E-ISSN : 2987-3134
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 27 Documents
Tradisi Pembacaan Surat Al-Kahfi (Studi Living Quran Tradisi Pembacaan Surat Al-Kahfi di SD Khairunnas Surabaya) Fauzan, Ahmad; Rahmawati, Kharolina
FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam, dan Living Qur'an Vol 2 No 01 (2023): FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam dan Living Qur'an
Publisher : Prodi IAT STAI Al Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62589/iat.v2i01.209

Abstract

Al-Quran adalah kitab suci yang terjamin keasliannya hingga saat ini, selain sebagai kitab pentunjuk, disisi lain al-Quran juga mempunyai keistemewaan dan keutamaan yang terkandung dalam ayat-ayat maupun surat-suratnya. Untuk memperoleh keistimewaan dan keutamaan yang ada didalamnya, maka ayat atau surat tersebut harus di amalkan sesuai ketentuannya. Pada penelitian ini peneliti akan memfokuskan kajian al-Quran menggunakan metode Living Quran (al-Quran Hidup). Objek penelitian ini adalah kepalah sekolah, para guru dan pengurus pesantren yang berada di Sekolah Dasar Khairunnas Surabaya, satu dari beberapa sekolah yang berbasis keislaman di kota Surabaya, yang terletak di Jl. Bendul Merisi Tengah No. 1/87, Wonocolo, Surabaya. Di sekolah tersebut para guru dan siswa mukim mempunyai rutinitas membaca surat al-Kahfi setiap hari Jumat. Fenomena tersebut dijadikan sebagai objek tulisan ini dengan beberapa pembahasan, antara lain: (1) Bagaimana Praktik Tradisi Pembacaan Surat al-Kahfi di SD Khairunnas Surabaya? (2). Bagaimana pengaruh pelaksanaan Tradisi Pembacaan Surat Al- Kahfi di SD Khairunnas Surabaya terhadap proses pembelajaran sehari-hari?. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para guru mengadakan rutinitas pembacaan surat al-Kahfi agar mereka mendapatkan keistimewaan yang berada didalam surat al- Kahfi dan mendapatkan sunnah pada hari Jumat, serta tujuan lain dari pembacaan surat al-Kahfi adalah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah swt, menjalankan sunnah Nabi dan sebagai role model untuk siswa-siswi SD Khairunnas menjalankan kesunnahan di hari Jum’at.
Tradisi Belis Pada Adat Perkawinan Masyarakat Desa Benteng Tengah dalam Perspektif Maslahah Mursalah Putri Ningsih, Ayu
FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam, dan Living Qur'an Vol 2 No 02 (2023): FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam dan Living Qur'an
Publisher : Prodi IAT STAI Al Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62589/iat.v2i02.218

Abstract

Tradisi belis merupakan pemberian dari pihak keluarga calon suami kepada calon istri sebagai bentuk rasa hormat kepada calon istri dan keluarga dari calon istri. Belis sama istilahnya dengan mahar/maskawin karena mahar yang kita ketahui adalah suatu pemberian harta yang di berikan oleh calon suami kepada calon istri, dan Mahar/maskawin juga sebagai bentuk untuk memuliakan serta menghargai calon istri. Tujuan dari skripsi ini untuk bagaimana bentuk praktik tradisi belis pada adat perkawinan masyarakat Desa Benteng Tengah dan Bagaimana praktik tradisi belis pada adat perkawinan masyarakat Desa Benteng Tengah pada prespektif Maslahah Mursalah. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dipakai untuk penelitian ini ialah penelitian field research (studi lapangan). Penelitian ini mengkaji tentang tradisi belis pada adat perkawinan di Desa Benteng Tengah yang menyangkut dengan bentuk maslahat, kedudukan, dan tata cara dalam tradisi belis. Hasil Penelitan tradisi belis dengan prespektif maslahah mursalah adalah suatu adat yang dianggap baik karena adanya nilai tradisi tetapi ada sedikit persoalan tentang penentuan harga belis (mahar), dan tidak bertentangan dengan syara. Tradisi ini sudah di anggap sebagai budaya yang sangat menjujung tinggi martabat perempuan.
Komodifikasi Mushaf Al-Qur'an: Melacak Validitas Pemilihan Ayat-Ayat Perempuan dalam Mushaf Al-Qur'an Ummul Mukminim Husna, Rifqatul; Muhimmah, Siti Musriatul; Ayu, Fitri
FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam, dan Living Qur'an Vol 2 No 02 (2023): FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam dan Living Qur'an
Publisher : Prodi IAT STAI Al Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62589/iat.v2i02.220

Abstract

Al-Qur’an sebagai panduan umat Islam, menuntut adanya kreatif dan inovatif dalam desain penyajiaan mushafnya, sebagai upaya memenuhi kebutuhan setiap muslim. Namun, di sisi lain komodifikasi Al-Qur’an juga tidak dapat dipisahkan dari dunia industri dan jual beli. Penerbit Oasis Terrace Recident merupakan salah satu penerbit Al-Qur’an dengan pemilihan tema perempuan. Ayat-ayat yang berkaitan dengan perempuan diberi tanda khusus (highlight) warna pink dengan harapan lebih mudah dipelajari dan dipahami oleh kaum muslimah.. Oleh karenanya, pada penelitian kali ini dibahas bagaimana penerbit Oasis Terrace Recident, dalam memilih dan menyajikan ayat-ayat bertemakan perempuan, dan bagaimana hubungannya dengan komodifikasi Al-Qur’an. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan jenis Library Research yang bersumber dari Al-Qur’an Ummul Mukminin. Selain itu, peneliti juga menggunakan salah satu tahapan dalam metode tafsir tematik sebagai cara pemilihan ayat-ayat Al-Qur’an bertemakan perempuan. Penelitian bersifat deskriptif-analitik. Hasil dari penelitian yaitu; Pertama, saat ini komoditas Al-Qur’an merupakan keniscayaan, demikian dengan penerbit Al-Qur’an Ummul Mukminin. Namun, yang bisa dilakukan adalah memenuhi standarisasi dalam penerbitan Al-Qur’an. Dalam hal ini Ummul Mukminin sudah mendapatkan pengesahan (tashih) untuk terbit. Kedua; dalam pemilihan ayat tentang perempuan, mushaf Ummul Mukminin lebih memprioritaskan pada pemilihan ayat berdasarkan kosa kata atau lafaz yang tertera. Tidak memprioritaskan pada konten ayat.
Ta’wil Al-Qur’an Imam Al-Ghazali: Telaah Metodologis atas Kitab Tafsir al-Imam al-Ghazali Karya Muhammad al-Rihani Basid, Abd.; Naufal Maulana, Ach.; Robith Lutfillah, Wahid
FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam, dan Living Qur'an Vol 2 No 02 (2023): FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam dan Living Qur'an
Publisher : Prodi IAT STAI Al Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62589/iat.v2i02.224

Abstract

The figure of the author of the book Ihya' 'Ulum al-Din, Imam Al-Ghazali, in the field of interpretation is not yet widely known by the public, even though he has made quite a large contribution to the discourse on the study of interpretation of the Qur'an, with his intelligent and "liberal" ideas. ” in understanding and interpreting the Koran. He once wrote a work of interpretation, Yaqut al-Ta'wil fi Tafsir al-Tanzil, which reached 40 volumes, although we cannot inherit this precious work. In addition, he also wrote a book on the study of the Qur'an, Jawahir al-Qur'an and Qanun al-Ta'wil and a particular chapter, Fahm al-Qur'an wa Tafsiruh bi al-Ra'yi min Ghairi al-Naql as stated in the book Ihya' 'Ulumu al-Din. For this reason, this research is planned to confirm al-Ghazali's capacity as a mufassir, by examining one of the books that collects his interpretations of the Qur'an as presented in the book Tafsir al-Imam al-Ghazali compiled by Muhammad al-Rihani . This research will use a qualitative-descriptive research paradigm, which seeks to describe the ways and methods of Imam Al-Ghazali's interpretation of Al-Qur'an verses from the book Tafsir al-Imam al-Ghazali and books, books and journal articles related to the research theme. This. From the several data sources above, all data that meets the needs of the theme is taken and analyzed using content analysis. Some of the discussions planned and considered important in this research are; 1) Imam Al-Ghazali's intellectual biography, 2) Tafsir al-Imam al-Ghazali, Al-Ghazali in the Tafsir Al-Qur'an Discourse, and 3) Imam Al-Ghazali's concept of Ta'wil in the book Tafsir al-Imam al- Ghazali
Kajian Tafsir Tematik Karakteristik Ibu dalam Al-Qur'an Rahman, Azibur; Ghoniyah, Bibi; Rahmawati, Kharolina; al Masithoh, Silvinatin
FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam, dan Living Qur'an Vol 2 No 02 (2023): FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam dan Living Qur'an
Publisher : Prodi IAT STAI Al Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62589/iat.v2i02.226

Abstract

Penelitian ini mengetahui tentang konsep dan penyebutan kata yang bermakna Ibu dalam al Quran dengan kajian tafsir tematik. Tafsir tematik memiliki kelebihan dalam mengungkap secara komprehensif istilah dan wacana dalam al Quran. Penelitian ini berbasis library research yang bertumpu pada isitlah Ibu dalam al Qur’an, dengan cara mengumpulkan seluruh ayat yang berkonotasi makna Ibu, yakni kata al-umm, al-walidah yang terdapat dalam penyebutan 39 kali. Pertanyaan sederhana, bagaimana mengetahui karakteristik ibu dalam perspektif kajian tafsir tematik ?. Sosok ibu selalu menjadi hal menarik untuk dikaji karena statusnya yang sangat mulia. Al Quran sebagai kitab suci juga memberikan penjelasan yang utuh tentang figur, keistimewaan seorang Ibu. Berdasarkan pembahasan yang dilakukan, faktor yang mendukung keutamaan seorang ibu muncul dari peranan ibu yang secara langsung mengadakan kontak fisik dengan anak sehingga tercipta hubungan emosional yang kuat antara ibu dan anak. Selain itu, beberapa kisah ibu di dalam al-Qur’an seperti kisah ibu Musa dan ibu Maryam juga mendukung adanya keutamaan yang muncul dari seorang ibu. Al-Qur’an menggambarkannya dengan naluri batin ibu yang khawatir dan gelisah ketika seorang anak terpisah dari ibunya dan juga adanya harapan keselamatan terhadap jiwa anak dan keturunannya melalui doa yang mustajab dari seorang ibu.
Fase Tasawuf dalam Lintasan Sejarah Kholik, Muhammad Nurkholis
FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam, dan Living Qur'an Vol 2 No 02 (2023): FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam dan Living Qur'an
Publisher : Prodi IAT STAI Al Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62589/iat.v2i02.229

Abstract

Agama Islam dibangun dengan tiga pilar yang saling menguatkan, yakni pilar Iman, pilar Islam dan pilar Ihsan. Untuk menguatkan pilar iman maka dalam hal ini perangkat ilmu yang harus dipelajari disebut dengan ilmu tauhid yang di dalamnya mencakup enam rukun iman. Untuk menguatkan pilar Islam maka dalam hal ini perangkat ilmu yang harus dipelajari disebut dengan ilmu syariat yang didalamnya mencakup lima rukun islam. Sedangkan untuk menguatkan pilar Ihsan maka perangkat ilmu yang dipelajari disebut dengan ilmu tasawuf. Jika dua pilar yang pertama (iman dan islam) bersifat final yang tertuang dalam enam rukun iman dan lima rukun islam, maka tidak dengan konsep ihsan yang secara teori baginda Nabi Muhammad menjelaskan ihsan dengan “sembahlah Allah seolah-olah engkau bisa melihat-Nya, dan jikalau engkau tidak mampu melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihat engkau”. Teori ihsan yang cenderung lebih mengedepankan faktor “rasa” inilah yang kemudian mendapatkan pemaknaan dan respon yang sangat beragam. Oleh karena itulah, seiring dengan perkembangan zaman tasawuf mengalami fase sejarah perjalanan yang berubah dan berkembang dari rasa ke rasa dan dari masa ke masa.  
Ahlussunah Wal Jama'ah dan Nusantara: (Telaah Pemikiran Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA) M. Abdulloh Salim; Harum Ita Puspa Sari
FIRDAUS Vol 3 No 01 (2024): FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam dan Living Qur'an
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuannya terhadap kitab-kitab primer keilmuan Islam dan juga ketajamannya dalam membaca situasi masyarakat, membuat Said Aqil Siradj menjadi tempat untuk konsultasi dari para tokoh politik dan cendekiawan. Sehingga banyak orang yang memuji keilmuan Said Aqil Siradj dan menjulukinya sebagai ulama sekaligus akademisi. Dedikasi dan loyalitas beliau sangat banyak dimulai dari IPNU hingga menjadi ketua umum PBNU serta masuk jajaran MPR. Beliau sangat memiliki kedisiplinan yang sangat tinggi sejak kecil maka menuai hasil saat ini sebagai guru bangsa setelah Gus Dur. Salah satu pemikiran beliau tentang Islam Nusantara dan Ahlussunah Wal Jama'ah yang menjadi perbincangan di dalam intern warga NU. Ahlussunah Wal Jama'ah menurut Said Aqil Siradj adalah orang yang memiliki metode berpikir religius yang mencakup semua aspek kehidupan berdasarkan fondasi moderasi, menjaga keseimbangan dan toleransi. Sedangkan pemikirannya tentang Islam nusantara ialah Islam nusantara bukanlah sekte atau aliran baru dan tidak dimaksudkan untuk mengubah doktrin Islam. Menurutnya, Islam nusantara adalah pemikiran yang berlandaskan pada sejarah Islam yang masuk ke Indonesia yang tidak melalui peperangan, tetapi melalui kompromi terhadap budaya. Kata Kunci: Ahlussunah Wal Jama'ah, Nusantara, Said Aqil Siradj
Tinjauan Luqathah terhadap Mata Uang Lima Ribu Rupiah di Wonocolo Widiyana, Novi; Zumrotul Azizah; Imron Mustofa
FIRDAUS Vol 3 No 01 (2024): FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam dan Living Qur'an
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang tak luput dari lupa, salah satunya ialah tidak sengaja menjatuhkan harta bawaannya saat beraktivitas. Peristiwa yang seperti ini seringkali kita jumpai dalam bermasyarakat. Banyak yang ingin mengambil dan menguasai seakan memiliki hak atas semua itu, padahal dalam Agama Islam hal seperti itulah ada aturan yang berlaku dalam menjaga harta saudaranya. Peristiwa inilah disebut dengan Luqathah. Tujuan dari penelitian ini ialah sebagai pengetahuan hukum dari persoalan status barang temuan dan kewajiban apa sajakah yang harus dilakukan bagi si Penemu jika menemukan barang . Tentunya harus menjalankan Hak dan Kewajibannya sesuai Syara’ yang berlaku. Adapun Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data yang digunakan data primer yakni wawancara langsung wawancara langsung dengan Narasumber. data skunder yang digunakan yakni literatur ilmiah yang relevan dengan obyek yang diteliti. Serta menggunakan pendekatan normatif sebagaimana atas dasar al-qur’an dan hadist, pemikiran para ulama’ fiqih yang diambil dalam sebuah kitab karangan Imam An-Nawawi yaitu kitab Al-Majmu’ dan kitab karangan Ibnu Qudamah yakni Al-Mughni. yang nantinya dapat dianalisis menggunakan kaidah bahasa yang dikenal seperti kaidah fiqh (Cik Hasan Bisri, 2001:20) Simpulan yang diperoleh yaitu mubah menurut Imam Abu Hanifah, makruh menurut Imam Malik dan sekelompok Hanabilah, sedangkan menurut Ulama’ Hanafiyah dan Syafi’iyah berdasarkan ‘illat hukum. Jika Penemu mampu memegang amanah maka hukumnya dianjurkan, apabila ingkar maka jatuhan hukumnya tetap Haram.Kata kunci : Luqathah, Metode, Pendapat Ulama’
Kajian Tematik tentang Malaikat Azibur Rahman; Wahyu Aditama
FIRDAUS Vol 3 No 01 (2024): FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam dan Living Qur'an
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the study of moral beliefs, knowing angels is the second thing that is usually explained by scholars after introducing the chapter on moral beliefs to Allah Ta'ala. By nature, angels are creatures that are invisible or supernatural. So, the first capital in knowing angels is to believe in them, which is part of the pillars of faith of Muslims. The aim of this research is of course for us to know and recognize angels from the source of the Koran and the interpretations of interpretive scholars. By knowing angels, a Muslim's faith increases and can also motivate a Muslim to always do good deeds. This writing method uses literature study, which the author took from various journals and books of interpretation. Of the many verses about angels, the author includes the first verse in the composition of the Al-Quran manuscripts which explains angels. To sharpen it, he added verses about other angels. Various tasks are mandated by Allah Ta'ala to angels, such as chanting tahmid, tasbih and so on. So, there is also one of the characteristics of angels that Allah Ta'ala created that can influence humans so that they tend to do good. Keywords : Angel, Interpretation, Thematic, Belief, Morality
Relativitas Waktu Ditinjau dari Kisah-Kisah dalam al-Qur'an (Studi Komparatif Tafsir Ibnu kasir dan Tafsir Al-Munir) Ayun, Nida Qurrotan; Wijayanti, Intan
FIRDAUS Vol 3 No 01 (2024): FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam dan Living Qur'an
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu memiliki sifat relatif yang dapat berbeda kadar lamanya bergantung pada objek lainnya. Allah memperkenalkan adanya relativitas waktu dalam Al-Qur'an. Diantaranya melalui kisah-kisah terdahulu yang diabadikan dalam Al-Qur'an surah Al-Isra' ayat 1, surah Al-Kahf ayat 19 dan 25, surah Saba' ayat 12. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif yang berjenis studi pustaka (library research). Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode komparatif atau muqaran antara tafsir Ibnu Katsir dan tafsir Al-Munir. Hasil pada penelitian ini yaitu penafsiran kedua mufasir secara garis besar memiliki kesamaan kecuali pada penambahan detail, pemilihan kata, dan penjelasan dari sati istilah. Perbedaan yang signifikan ketika menggambarkan peristiwa mi'raj. Penafsiran kedua mufasir memiliki ketrkaitan dengan teori relativitas waktu. Ketika isra' Nabi Muhammad mengalami dilatasi waktu. Mi'raj  menurut Ibnu Katsir adalah perjalanan melintasi dimensi, sedangkan menurut Wahbah az-Zuhaili adalah perjalanan menjelajahi langit. Ashabul Kahfi merasakan waktu yang berlalu hanya sebentar karena ketika itu mereka tidur. Perbedaan lama waktu Ashabul Kahfi tidur menurut Qamariyah dan Syamsiyah adalah isyarat bahwa waktu relatif terhadap kerangka acuan. Kemudian relativitas waktu yang dialami Nabi Sulaiman dipengaruhi oleh perbedaan sistem gerak.  Kata Kunci: relativitas waktu, tafsir Ibnu Kasir, Tafsir Al-Munir

Page 2 of 3 | Total Record : 27