cover
Contact Name
Imron Fauzi
Contact Email
fauzi220587@gmail.com
Phone
+6285258255855
Journal Mail Official
imronfauzi@uinkhas.ac.id
Editorial Address
Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia Jl. Mataram No. 1 Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 27231100     EISSN : 27230708     DOI : 10.35719/adabiyah.v6i1
Core Subject : Religion, Education,
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal on Islamic education published by Faculty of Education and Teacher Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. This journal focuses on advancing the science of Islamic Education through high-quality scholarly works that explore various dimensions, including studies on Pesantren and Madrasah education, curriculum development, pedagogy, and the integration of science and technology. It emphasizes research on the philosophy and theory of Islamic education, policy and governance, deradicalization efforts, gender issues, and comparative studies. Additionally, it addresses the role of Islamic education in fostering social and cultural transformation, alongside biographical studies of influential figures, with a commitment to contributing to global and interdisciplinary discourse.
Articles 122 Documents
DEVELOPMENT OF AN ISLAMIC EDUCATIONAL INFOGRAPHIC ANIMATION VIDEO ON INTERNET DANGERS FOR CHILDREN UNDER TEN Fadhilah, Cut; Safira, Ulfa; Muhammad
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.930

Abstract

This study developed an Islamic educational infographic animation video aimed at raising awareness among parents and educators about the dangers of internet use for children under ten years old. Utilizing the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), the research involved needs analysis, storyboard creation, animation production, and effectiveness testing. The video, which integrates Islamic moral values with engaging visual storytelling, addresses key risks such as digital addiction, exposure to inappropriate content, and lack of supervision. The effectiveness of the video was evaluated through pre-test and post-test questionnaires administered to 40 selected respondents, supported by qualitative interviews. The results showed a statistically significant improvement in participants' understanding (p < 0.05), with over 80% reporting increased readiness to guide children in safe and responsible digital behavior. Respondents also appreciated the video’s simple language, appealing visuals, and clear message delivery. This study contributes to the field of digital parenting and Islamic education by offering a culturally relevant, faith-integrated educational tool. Future research is encouraged to enhance interactivity and widen dissemination across digital platforms to reach broader audiences. Penelitian ini mengembangkan video animasi infografis edukatif berbasis nilai-nilai Islam yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua dan pendidik mengenai bahaya penggunaan internet pada anak-anak di bawah usia sepuluh tahun. Dengan menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi), penelitian ini mencakup analisis kebutuhan, pembuatan storyboard, produksi animasi, serta pengujian efektivitas. Video ini mengintegrasikan nilai-nilai moral Islam dengan narasi visual yang menarik, dan membahas risiko utama seperti kecanduan digital, paparan konten tidak pantas, serta kurangnya pengawasan. Efektivitas video dievaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test yang diberikan kepada 40 responden terpilih, serta didukung oleh wawancara kualitatif. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan secara statistik (p < 0.05), dengan lebih dari 80% responden menyatakan peningkatan kesiapan dalam membimbing anak menggunakan internet secara aman dan bertanggung jawab. Responden juga mengapresiasi penggunaan bahasa yang sederhana, visual yang menarik, serta penyampaian pesan yang jelas. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bidang parenting digital dan pendidikan Islam dengan menawarkan alat edukasi yang relevan secara budaya dan terintegrasi dengan nilai keimanan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meningkatkan interaktivitas serta memperluas distribusi melalui berbagai platform digital agar menjangkau audiens yang lebih luas.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN APLIKASI QUIZIZZ SEBAGAI MEDIA ASESMEN INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: STUDI LITERATUR DI ERA SOCIETY 5.0 Muhammad; Ayunda, Desy Sary
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i2.932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi penggunaan aplikasi Quizizz sebagai media asesmen interaktif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era Society 5.0. Menggunakan pendekatan studi literatur sistematis, penelitian ini menganalisis 18 artikel ilmiah terpilih yang membahas efektivitas, kelebihan, dan tantangan penggunaan Quizizz dalam konteks pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa Quizizz mampu meningkatkan motivasi belajar, partisipasi aktif, serta efektivitas asesmen melalui fitur gamifikasi, umpan balik instan, dan analisis hasil otomatis. Namun, tantangan seperti ketergantungan pada jaringan internet dan potensi penyalahgunaan perangkat digital masih menjadi hambatan. Penelitian ini juga mengusulkan inovasi model asesmen reflektif berbasis nilai keislaman dalam Quizizz, guna memperluas fungsi aplikasi tidak hanya sebagai alat evaluasi kognitif, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter Islami. Implikasi dari temuan ini menegaskan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam desain media asesmen digital untuk pembelajaran PAI yang lebih adaptif di era teknologi. This study aims to examine the optimization of Quizizz application usage as an interactive assessment tool in Islamic Religious Education (PAI) learning in the Society 5.0 era. Employing a systematic literature review approach, this research analyzes 18 selected scholarly articles discussing the effectiveness, advantages, and challenges of using Quizizz in educational contexts. The findings reveal that Quizizz enhances learning motivation, active participation, and assessment effectiveness through features such as gamification, instant feedback, and automatic result analysis. However, challenges such as dependence on stable internet connections and potential misuse of digital devices remain significant obstacles. This study also proposes an innovation in reflective assessment models based on Islamic values using Quizizz, aiming to expand its function beyond cognitive evaluation to serve as a means of Islamic character formation. The implications of these findings highlight the necessity of continuous innovation in digital assessment media design to foster a more adaptive Islamic Religious Education learning process in the technological era.
PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN ISLAM EMANSIPATORIS DALAM ORGANISASI MUSLIMAT: STUDI KASUS DI DESA SUMBERSALAK JEMBER Munawwaroh , Intan Balqis; Hanisy , Asmad; Roisyah, Hannina
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i2.940

Abstract

Artikel ini membahas dinamika kepemimpinan dalam organisasi keagamaan Islam dengan pendekatan emansipatoris dan partisipatif. Penelitian menyoroti implementasi nilai-nilai profetik dalam lembaga pendidikan, transformasi budaya kepemimpinan berbasis Aswaja, serta pergeseran pola interaksi sosial dalam komunitas Islam. Melalui analisis kritis terhadap struktur organisasi, konsep pendidikan emansipatoris, dan refleksi partisipatif, artikel ini mengungkap pentingnya membangun solidaritas sosial, memperkuat peran perempuan, dan mendorong partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan publik. Dengan memadukan kajian nasional dan internasional, temuan menunjukkan bahwa penguatan kepemimpinan berbasis nilai-nilai Islam dan partisipasi komunitas dapat menjadi kunci dalam mewujudkan transformasi sosial yang inklusif dan berkelanjutan. Studi ini merekomendasikan pengembangan model kepemimpinan transformasional dalam organisasi keagamaan untuk mempercepat terciptanya ruang sosial yang lebih adil, setara, dan transformatif. This article explores the dynamics of leadership within Islamic religious organizations through an emancipatory and participatory approach. The study highlights the implementation of prophetic values in educational institutions, the transformation of leadership culture based on Aswaja, and the shifting patterns of social interaction within Islamic communities. Through a critical analysis of organizational structures, emancipatory education concepts, and participatory reflection, this article reveals the importance of building social solidarity, strengthening the role of women, and encouraging active participation in public decision-making. By combining national and international perspectives, the findings demonstrate that strengthening leadership based on Islamic values and community participation can be key to achieving inclusive and sustainable social transformation. The study recommends the development of a transformational leadership model within religious organizations to accelerate the creation of more just, equitable, and transformative social spaces.
REVITALIZING THE ROLE OF TEACHERS IN ENHANCING THE EFFECTIVENESS OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN THE DIGITAL ERA Wardana, Tirta Rega; Arifin, Zainal; Roisyah, Hannina
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.941

Abstract

This study investigates the transformation of Islamic Religious Education (PAI) teachers' roles in the digital era, focusing on how they integrate technological advancements while maintaining the core values of Islamic education. Conducted as a qualitative case study at Pondok Pesantren Nurul Chotib Al-Qodiri 4, the research involved interviews, observations, and documentation analysis with asatid (teachers) and santri (students). The findings reveal that PAI teachers are evolving from traditional knowledge transmitters into multidimensional educators who also serve as moral exemplars and digital facilitators. Teachers are required to enhance their digital literacy, utilizing tools such as educational videos, digital Qur'an applications, and online platforms to deliver more relevant and engaging religious instruction. However, the study highlights that technological integration must be balanced with emotional engagement to preserve meaningful teacher-student relationships. The research offers a novel analytical framework linking spiritual values, teacher roles, and digital strategies, emphasizing the importance of continuous professional development. Despite its contributions, the study is limited by its narrow institutional focus and participant demographics. Future research should expand to various educational settings and adopt broader methodologies to generalize findings. Overall, the integration of technology into Islamic education is shown to be both an opportunity and a challenge, requiring a holistic approach that harmonizes tradition with innovation. Penelitian ini mengkaji transformasi peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital, dengan fokus pada bagaimana mereka mengintegrasikan kemajuan teknologi sambil mempertahankan nilai-nilai inti pendidikan Islam. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus kualitatif di Pondok Pesantren Nurul Chotib Al-Qodiri 4, yang melibatkan wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi dengan asatid (guru) dan santri (siswa). Temuan penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAI berkembang dari sekadar penyampai pengetahuan menjadi pendidik multidimensi yang juga berfungsi sebagai teladan moral dan fasilitator digital. Guru dituntut untuk meningkatkan literasi digital mereka, dengan memanfaatkan alat seperti video pembelajaran, aplikasi Al-Qur'an digital, dan platform daring untuk menyampaikan materi agama yang lebih relevan dan menarik. Namun, penelitian ini juga menyoroti bahwa integrasi teknologi harus diimbangi dengan keterlibatan emosional untuk mempertahankan hubungan guru-siswa yang bermakna. Penelitian ini menawarkan kerangka analisis baru yang mengaitkan nilai-nilai spiritual, peran guru, dan strategi digital, dengan menekankan pentingnya pengembangan profesional berkelanjutan. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam lingkup institusi dan demografi peserta, sehingga disarankan penelitian lanjutan dengan metodologi yang lebih luas dan melibatkan berbagai latar belakang institusi serta jenjang pendidikan. Secara keseluruhan, integrasi teknologi dalam pendidikan agama Islam terbukti menjadi peluang dan tantangan, yang memerlukan pendekatan holistik yang mengharmoniskan tradisi dengan inovasi.
THE CONCEPT OF INNER PEACE AS A VALUE IN ISLAMIC EDUCATION: AN ANALYSIS OF THE PREACHING OF USTADZ ADI HIDAYAT AND USTADZ ABDUL SOMAD Aliah, Fatimah; Silviana, Nadia; Pratama , M. Andri; Sari , Sella Mustika; Satra, Alihan
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.944

Abstract

This study aims to examine the concept of inner peace as a value of Islamic education through the analysis of the sermons of Ustadz Adi Hidayat and Ustadz Abdul Somad. The research employs a descriptive method with a qualitative approach. The findings reveal that both preachers emphasize the importance of inner peace as part of the formation of a Muslim's character and spirituality. Ustadz Abdul Somad highlights five core practices for achieving inner peace: dhikr (remembrance of God), wudhu (ablution), prayer, reading the Qur’an, and socializing with pious people. Meanwhile, Ustadz Adi Hidayat underscores values such as gratitude, the meaning of the adhan (call to prayer) as a call toward falah (true success), and prayer as the main instrument for achieving inner tranquility. Both agree that inner peace is not merely the result of ritual acts but a product of deep spiritual closeness to Allah SWT. This concept holds strategic value in Islamic education as it serves as a foundation for developing individuals who are calm, grateful, and spiritually grounded. The study concludes that the sermons of these two figures offer a significant contribution to integrating inner peace as an essential value in Islamic education. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ketenangan jiwa sebagai nilai pendidikan Islam melalui analisis dakwah Ustadz Adi Hidayat dan Ustadz Abdul Somad. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pendakwah menekankan pentingnya ketenangan jiwa sebagai bagian dari pembentukan karakter dan spiritualitas seorang Muslim. Ustadz Abdul Somad menguraikan lima amalan utama untuk mencapai ketenangan jiwa, yaitu dzikir, wudhu, shalat, membaca Al-Qur’an, dan berinteraksi dengan orang-orang saleh. Sementara itu, Ustadz Adi Hidayat menekankan nilai-nilai seperti rasa syukur, pemaknaan adzan sebagai panggilan menuju falah (kesuksesan sejati), serta shalat sebagai instrumen utama untuk mencapai kedamaian batin. Keduanya sepakat bahwa ketenangan jiwa bukan sekadar hasil dari praktik ritual, melainkan merupakan buah dari kedekatan spiritual yang mendalam dengan Allah SWT. Konsep ini memiliki nilai strategis dalam pendidikan Islam karena dapat menjadi dasar dalam membentuk pribadi yang tenang, bersyukur, dan berorientasi pada nilai-nilai ketuhanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah kedua tokoh tersebut memberikan kontribusi penting dalam mengintegrasikan ketenangan jiwa sebagai nilai esensial dalam pendidikan Islam.
DIGITAL TRANSFORMATION IN ISLAMIC EDUCATION: CURRICULUM MERDEKA-BASED LEARNING STRATEGIES TO ENHANCE STUDENT AUTONOMY AND INNOVATION Azizah , Nur; Sari , Lilis Permita; Setiani , Arin
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.947

Abstract

This study explores the integration of digital transformation within Islamic education through the lens of the Merdeka Curriculum, emphasizing strategies that foster student autonomy and innovation while preserving Islamic values. Utilizing a qualitative literature review, the research critically analyzes various sources to construct an integrative framework combining pedagogical, technological, ethical, and spiritual dimensions. The findings highlight that successful implementation depends on teacher readiness, school leadership, and reflective learning cultures. A novel contribution of this study is the development of the TPACK+V (Value-sensitivity) model and a value-based technology integration framework, which contextualize digital tools within the moral and spiritual fabric of Islamic education. Case studies illustrate best practices in high-performing schools, while challenges in 3T (frontier, outermost, and disadvantaged) regions underscore the need for differentiated policies. Ultimately, the study offers strategic insights for designing transformative, ethical, and inclusive digital learning in Islamic educational contexts. Penelitian ini mengkaji integrasi transformasi digital dalam pendidikan Islam melalui pendekatan Kurikulum Merdeka, dengan penekanan pada strategi yang mendorong kemandirian dan inovasi peserta didik sekaligus mempertahankan nilai-nilai keislaman. Menggunakan metode tinjauan pustaka kualitatif, studi ini secara kritis menganalisis berbagai sumber untuk membangun kerangka kerja integratif yang mencakup dimensi pedagogis, teknologis, etis, dan spiritual. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, kepemimpinan sekolah, dan budaya pembelajaran reflektif. Kontribusi baru dari penelitian ini adalah pengembangan model TPACK+V (Value-sensitivity) serta kerangka integrasi teknologi berbasis nilai, yang mengontekstualisasikan penggunaan digital dalam bingkai moral dan spiritual pendidikan Islam. Studi kasus menunjukkan praktik terbaik di sekolah-sekolah unggulan, sementara tantangan di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) menegaskan perlunya kebijakan yang bersifat diferensial. Pada akhirnya, penelitian ini menawarkan wawasan strategis untuk merancang pembelajaran digital yang transformatif, etis, dan inklusif dalam konteks pendidikan Islam.
STRATEGI PEMBINAAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI MADRASAH ALIYAH Aisyah , Siti; Ulum , Hairul
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i2.972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembinaan karakter religius melalui kegiatan keagamaan di Madrasah Aliyah Nurul Falah Ranuyoso, Lumajang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Salat Dhuha, pembacaan Asmaul Husna, dan tadarus Al-Qur’an menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius seperti disiplin, tanggung jawab, toleransi, dan keikhlasan. Kegiatan ini membentuk budaya spiritual di lingkungan madrasah yang mendukung pembelajaran afektif siswa. Secara teoritis, studi ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan karakter yang mengintegrasikan aspek ritual, sosial, dan moral. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi model strategis bagi madrasah lain dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Implikasi kebijakan menekankan pentingnya dukungan sarana dan keteladanan guru. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi efektivitas model ini pada tingkat pendidikan lain atau dengan pendekatan kuantitatif. This study aims to examine the strategy for developing religious character through religious activities at Madrasah Aliyah Nurul Falah Ranuyoso, Lumajang. A qualitative method was employed using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The results show that the practices of Dhuha prayer, reciting Asmaul Husna, and Qur’anic reading (tadarus) effectively instill religious values such as discipline, responsibility, tolerance, and sincerity. These activities foster a spiritual culture within the madrasah that supports students’ affective development. Theoretically, this study underscores the importance of a holistic approach to character education that integrates ritual, social, and moral aspects. Practically, the findings offer a strategic model for other madrasahs in building an Islamic values-based educational ecosystem. Policy implications highlight the need for adequate infrastructure and exemplary teacher conduct. Further research is recommended to explore the effectiveness of this model at other educational levels or through quantitative approaches.
IMPLEMENTASI MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Maghfiroh, Ummi Lailia
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i2.980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MI Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta. Penelitian ini merupakan studi lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model CTL dalam pembelajaran PAI dilakukan melalui tujuh komponen utama: konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian autentik. Guru berhasil mengaitkan materi PAI dengan konteks kehidupan nyata siswa, seperti lingkungan keluarga dan masyarakat. Implementasi CTL berdampak positif terhadap keterlibatan siswa, pemahaman nilai-nilai keagamaan, dan pembentukan karakter. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu dan kesiapan guru dalam merancang pembelajaran berbasis konteks. Namun demikian, pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI yang bermakna. This study aims to examine the implementation of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model in Islamic Religious Education (IRE) at MI Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta. It is a field research with a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. The results show that CTL implementation in IRE involves seven key components: constructivism, questioning, inquiry, learning community, modeling, reflection, and authentic assessment. Teachers successfully connect IRE materials to students’ real-life contexts, such as family and community environments. CTL implementation positively impacts student engagement, understanding of religious values, and character development. Challenges include limited time and teacher preparedness in designing context-based lessons. Nevertheless, the CTL approach proves effective in enhancing meaningful and quality IRE learning.
IMPLEMENTATION OF THE INDEX CARD MATCH STRATEGY IN IMPROVING LEARNING OUTCOMES IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION Ikmah, Amit Dana; Neni, Titin Erviana Ayu; Novitasari, Dwiana; Azmi, M. Ulul; Islam, Muhammad Thoriqul
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.991

Abstract

Teacher creativity in using learning strategies significantly influences student engagement and learning outcomes. This study examines the effectiveness of the Index Card Match strategy in improving learning outcomes in Islamic Religious Education at Sukorambi State Middle School. The problem identified was the dominance of lecture and discussion methods, which led to decreased student enthusiasm and achievement. The research aimed to explore how planning, implementing, and evaluating learning using the Index Card Match strategy could enhance student outcomes. Using a qualitative descriptive approach with purposive sampling, data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis included data condensation, data presentation, and conclusion drawing, with validity ensured through source and technical triangulation. The findings revealed that learning planning involved syllabus preparation, detailed lesson plans, and the use of card-based learning media designed for active student participation. During implementation, the strategy was applied in core learning activities, promoting student engagement through interactive learning. Evaluation focused on assessing cognitive and affective aspects, ensuring a comprehensive understanding of the material. The study concludes that the Index Card Match strategy effectively enhances student engagement and learning outcomes in Islamic Religious Education, addressing the limitations of traditional methods. This strategy provides a more dynamic, student-centered learning experience, making it a valuable approach for educators. Kreativitas guru dalam menggunakan strategi pembelajaran memiliki pengaruh signifikan terhadap keterlibatan siswa dan hasil belajar. Penelitian ini mengkaji efektivitas strategi Index Card Match dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri Sukorambi. Masalah yang diidentifikasi adalah dominasi metode ceramah dan diskusi yang menyebabkan penurunan antusiasme dan pencapaian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran menggunakan strategi Index Card Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran melibatkan penyusunan silabus, modul ajar, dan penggunaan media pembelajaran berbasis kartu yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa. Pada tahap pelaksanaan, strategi diterapkan dalam kegiatan inti pembelajaran, yang mendorong keterlibatan siswa melalui pembelajaran interaktif. Evaluasi difokuskan pada penilaian aspek kognitif dan afektif untuk memastikan pemahaman materi secara komprehensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi Index Card Match efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa pada Pendidikan Agama Islam, mengatasi keterbatasan metode tradisional. Strategi ini memberikan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan berpusat pada siswa, sehingga menjadi pendekatan yang berharga bagi pendidik.
NALAR KRITIS MADRASAH DI TENGAH BUDAYA PRAGMATISME: STUDI TENTANG PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM KRITIS DI MADRASAH JEMBER Mustajab; Zaimina, Ach. Barocky
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2020): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v1i2.1068

Abstract

Penelitian ini membahas upaya madrasah dalam membangun kesadaran kritis peserta didik terhadap problematika masyarakat. Latar belakangnya adalah anggapan bahwa madrasah hanya fokus pada pendidikan keagamaan tanpa relevansi kritis terhadap realitas sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif fenomenologi dan interpretasi, dengan fokus pada: (1) cara madrasah mengembangkan kesadaran kritis peserta didik, (2) kecenderungan ideologi yang dikembangkan, dan (3) integrasi kesadaran kritis antara nilai agama dan masalah sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) madrasah tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sosialnya, (2) pendidikan kritis membutuhkan ruang refleksi untuk mengatasi ketidakadilan sosial, dan (3) pendidikan kritis di madrasah Jember belum optimal, belum mencapai pengembangan peserta didik yang memiliki kesadaran kritis dan aksi perubahan sosial. This study examines the efforts of madrasahs in fostering critical awareness among students regarding societal problems. The background of this study is the perception that madrasahs focus solely on religious education without critical relevance to social realities. This research employs a qualitative phenomenological and interpretive approach, focusing on: (1) how madrasahs develop students' critical awareness, (2) the ideological tendencies promoted, and (3) the integration of critical awareness between religious values and social issues. The findings reveal that: (1) madrasahs are not independent of their social environment, (2) critical education requires reflective spaces to address social injustice, and (3) critical education in madrasahs in Jember is not yet optimal, as it has not achieved the development of students with critical awareness and social change actions.

Page 7 of 13 | Total Record : 122