cover
Contact Name
Imron Fauzi
Contact Email
fauzi220587@gmail.com
Phone
+6285258255855
Journal Mail Official
imronfauzi@uinkhas.ac.id
Editorial Address
Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia Jl. Mataram No. 1 Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 27231100     EISSN : 27230708     DOI : 10.35719/adabiyah.v6i1
Core Subject : Religion, Education,
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal on Islamic education published by Faculty of Education and Teacher Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. This journal focuses on advancing the science of Islamic Education through high-quality scholarly works that explore various dimensions, including studies on Pesantren and Madrasah education, curriculum development, pedagogy, and the integration of science and technology. It emphasizes research on the philosophy and theory of Islamic education, policy and governance, deradicalization efforts, gender issues, and comparative studies. Additionally, it addresses the role of Islamic education in fostering social and cultural transformation, alongside biographical studies of influential figures, with a commitment to contributing to global and interdisciplinary discourse.
Articles 137 Documents
THE INTERRELATION OF AQIDAH, SHARIA, AND MORALITY IN THE PERSPECTIVE OF USTADZ ABDUL SOMAD Satra, Alihan; Assah, Hafidzah; Azzahra, Aliffia Putri; Jeny, Aliya; Sari, Ginanda Putri Indah
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1105

Abstract

This study explores the integrated relationship between Aqidah (Islamic creed), Sharia (Islamic law), and Akhlaq (morality) as fundamental components of Islam that form a unified framework of religious life. Employing a qualitative method through literature review and content analysis, this research focuses on the perspective of Ustadz Abdul Somad. The findings reveal that, according to Abdul Somad, Aqidah serves as the foundational belief underpinning all aspects of life. Sharia represents the practical implementation of Aqidah through acts of worship and legal rulings, while Akhlaq emerges as the ethical outcome of adhering to Sharia rooted in a firm Aqidah. These three elements are hierarchically and functionally interconnected: Aqidah motivates the practice of Sharia, which in turn cultivates noble character. The study underscores the importance of an integrated Islamic educational approach that harmonizes these three dimensions to shape a balanced Muslim personality. The findings contribute to a deeper understanding of the unity between belief, practice, and ethics in Islam. Penelitian ini mengkaji hubungan terintegrasi antara Aqidah (keimanan), Syariah (hukum Islam), dan Akhlaq (moral) sebagai tiga komponen fundamental dalam Islam yang membentuk satu kesatuan dalam praktik kehidupan beragama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan analisis isi terhadap pandangan Ustadz Abdul Somad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Abdul Somad, Aqidah merupakan dasar keyakinan yang melandasi seluruh aspek kehidupan. Syariah merupakan manifestasi praktis dari Aqidah melalui ibadah dan hukum Islam, sedangkan Akhlaq adalah buah dari pelaksanaan Syariah yang didasari oleh Aqidah yang kuat. Ketiganya saling terhubung secara hierarkis dan fungsional: Aqidah mendorong pelaksanaan Syariah, yang pada gilirannya melahirkan akhlak yang mulia. Studi ini menekankan pentingnya pendekatan pendidikan Islam yang integratif untuk membentuk kepribadian Muslim yang seimbang. Temuan ini memperkaya wawasan keislaman dan memperkuat pemahaman masyarakat akan kesatuan antara keimanan, ibadah, dan moralitas dalam Islam.
IMPLEMENTATION OF THE SEMESTER CREDIT SYSTEM PROGRAM IN ISLAMIC EDUCATION LEARNING AT MADRASAH ALIYAH Habibah, Nur Faiz
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1106

Abstract

The implementation of the Semester Credit System (SKS) at Madrasah Aliyah Nurul Qur’an is a strategic step to improve the quality of education and adapt to the demands of modern times. This study aims to provide a detailed description of the planning, implementation, and evaluation of the SKS program at MA Nurul Qur’an Patokan Kraksaan Probolinggo. A qualitative case study approach was used. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, with data analysis based on the Miles and Huberman model through data condensation, data display, and conclusion drawing. The results show that: (1) Planning involved the development of the Medium-Term Work Plan (RKJM) and Annual Work Plan (RKTM), forming a curriculum development team, and drafting SOPs in accordance with central regulations. (2) Implementation followed the established SOPs, used mastery learning, KD-based UKBM, the 2013 curriculum, and mapped students’ learning loads. (3) Evaluation was conducted on the curriculum, program management, and student learning outcomes, considering the program's alignment with the school’s vision and mission. Penerapan Sistem Kredit Semester (SKS) di Madrasah Aliyah Nurul Qur’an merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program SKS di MA Nurul Qur’an Patokan Kraksaan Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan dilakukan melalui penyusunan RKJM dan RKTM, pembentukan tim pengembang kurikulum, serta penyusunan SOP yang sesuai dengan regulasi pusat. (2) Pelaksanaan program SKS mengikuti SOP, menggunakan pembelajaran tuntas, UKBM berbasis KD, kurikulum 2013, serta pemetaan beban belajar siswa. (3) Evaluasi dilakukan terhadap kurikulum, pengelola, dan hasil belajar siswa, dengan mempertimbangkan kesesuaian program terhadap visi dan misi madrasah. 
PENERAPAN KEGIATAN BERMAIN KOLASE DARI LIMBAH PLASTIK DALAM PENINGKATAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Mufidah, Elok; Anam, Nurul
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i2.1108

Abstract

Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting dalam pembelajaran dan kehidupan anak usia dini. Namun, stimulasi melalui media yang menarik dan edukatif masih terbatas, khususnya di lembaga PAUD berbasis Islam. Integrasi nilai lingkungan melalui kegiatan kolase dari limbah plastik menawarkan manfaat ganda: perkembangan motorik dan kesadaran ekologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di RA Nurul Hidayah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara (dengan kepala sekolah, guru, dan siswa), serta dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran didasarkan pada teori interaksi sosial Vygotsky; (2) pelaksanaan terdiri atas tahap pembukaan, latihan koordinasi mata-tangan, dan presentasi karya; serta (3) penilaian autentik menunjukkan peningkatan signifikan pada kemandirian dan keterampilan motorik halus anak. Kegiatan kolase dari limbah plastik terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran berkelanjutan di PAUD berbasis Islam. Penelitian ini berkontribusi dengan menggabungkan aspek pedagogis dan kesadaran lingkungan dalam satu pendekatan praktik. Fine motor development is crucial for early childhood learning and daily life. However, stimulation through varied and engaging media remains limited in many Islamic preschool institutions. Integrating environmental education through plastic waste-based collage play offers a dual benefit: developmental and ecological. This study employed a descriptive qualitative approach at RA Nurul Hidayah. Data were gathered via observation, interviews (with teachers, principals, and students), and documentation, analyzed using Miles and Huberman’s model (reduction, display, verification). The findings revealed that (1) lesson planning was based on Vygotsky’s theory of social interaction; (2) implementation included attention-getting activities, hand-eye coordination tasks, and student presentations; and (3) authentic assessments showed significant improvement in children's independence and fine motor skills. The study demonstrates that plastic waste-based collage activities serve as an effective, sustainable, and pedagogically sound strategy in Islamic early childhood education. It contributes to the field by integrating environmental consciousness with fine motor skill development.
THE IMPLEMENTATION OF THE PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) MODEL TO IMPROVE THE ACTIVENESS AND LEARNING OUTCOMES OF GRADE XI STUDENTS AT MAS ATTAQWA PUSAT PUTRI BEKASI Ilyasa, Zuhriyah; Aripin, Syamsul
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1114

Abstract

This classroom action research aims to improve the activeness and learning outcomes of eleventh-grade students at MA Attaqwa Pusat Putri Bekasi in the subject of marriage (fikih) through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model. This research was motivated by the low enthusiasm and activeness of students in fikih learning, which impacted the low psychomotor and affective learning outcomes. The subjects of the research were 20 female students from class XI.2 MA Attaqwa Pusat Putri. The study was conducted in two cycles, with each cycle including planning, action implementation, observation, and reflection. Data was collected through student activeness observation sheets and learning outcome tests (pre-test and post-test). Data analysis utilized descriptive percentage techniques. The results showed an increase in student activeness across various aspects, such as listening activities (from 86% to 88%), oral activities (from 45% to 61%), and visual activities (from 35% to 78%). Furthermore, there was an increase in the average learning outcomes score from 88 in cycle I to 97 in cycle II, as well as an increase in the "very high" category from 16 to 20 students. This indicates that the PBL model is effective in enhancing student activeness and learning outcomes in fikih. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas XI.2 MA Attaqwa Pusat Putri Bekasi pada materi pernikahan melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya antusiasme dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran fikih, yang berdampak pada rendahnya hasil belajar ranah psikomotorik dan afektif. Subjek penelitian adalah 20 peserta didik perempuan kelas XI.2 MA Attaqwa Pusat Putri. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi keaktifan siswa dan tes hasil belajar (pre-test dan post-test). Analisis data menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keaktifan peserta didik pada berbagai aspek, seperti listening activities (dari 86% menjadi 88%), oral activities (dari 45% menjadi 61%), dan visual activities (dari 35% menjadi 78%). Selain itu, terdapat peningkatan nilai rata-rata hasil belajar dari 88 pada siklus I menjadi 97 pada siklus II, serta peningkatan kategori nilai sangat tinggi dari 16 menjadi 20 peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa model PBL efektif dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fikih.
A SYSTEMATIC ANALYSIS OF THE IMPACT OF THE TEACHER PROFESSIONAL EDUCATION PROGRAM ON TEACHER PROFESSIONALISM IN TEACHING AND LEARNING ACTIVITIES IN INDONESIA Wahyudin; Aripin, Syamsul
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1130

Abstract

This study aims to systematically analyze the impact of the Teacher Professional Education (PPG) program on the improvement of teacher professionalism in teaching and learning activities in Indonesia. Teacher professionalism encompasses pedagogical, professional, social, and personal competencies, which are key indicators of educational quality. This research employs a Systematic Literature Review (SLR), reviewing three scientific articles published between 2022 and 2023 that are relevant to the topic. The findings indicate that the PPG program has a positive impact on enhancing teacher competencies, particularly in curriculum mastery, innovative teaching strategies, and work ethics. However, its effectiveness is still influenced by implementation quality, institutional readiness, and participant motivation. The study recommends ongoing evaluation and stronger integration between PPG training and actual classroom practices. These findings offer valuable insights for shaping national policies aimed at improving teacher quality and the effectiveness of the PPG program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis pengaruh program Pendidikan Profesi Guru (PPG) terhadap peningkatan profesionalitas guru dalam kegiatan belajar mengajar di Indonesia. Profesionalitas guru mencakup kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang menjadi indikator utama kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), berdasarkan telaah terhadap tiga artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2022–2023 dan relevan dengan topik. Hasil kajian menunjukkan bahwa program PPG memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam penguasaan kurikulum, strategi pembelajaran inovatif, dan peningkatan etos kerja. Namun demikian, efektivitas PPG masih dipengaruhi oleh kualitas pelaksanaan, kesiapan institusi penyelenggara, serta motivasi peserta. Penelitian ini merekomendasikan perlunya evaluasi berkelanjutan dan penguatan integrasi antara pelatihan PPG dengan praktik nyata di kelas. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam merumuskan kebijakan peningkatan mutu guru dan efektivitas program PPG secara nasional.
COMPARATIVE STUDY OF CURRICULUM 2013 AND THE MERDEKA CURRICULUM IMPLEMENTATION IN INDONESIAN ELEMENTARY SCHOOLS: INSIGHTS FROM DESCRIPTIVE-ANALYTICAL RESEARCH Parade, Sindi Aulia Balqis; Amelia, Silvia; Fitriani; Oktavia, Sevti; Afriantoni
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1134

Abstract

This study compares the implementation of the 2013 Curriculum (K13) and the Merdeka Curriculum in Indonesian elementary schools, focusing on structure, pedagogy, assessment, and teacher roles. Using a descriptive-qualitative approach, data were collected through interviews, classroom observations, and document analysis involving two teachers. Findings reveal that K13 is rigid and content-based with a mechanistic 5M scientific method, whereas the Merdeka Curriculum is flexible, competency-based, and emphasizes project learning and formative assessment. Teacher roles in Merdeka shift toward active facilitation. The Merdeka Curriculum proves more effective in fostering student independence and critical thinking. The novelty lies in its contextual classroom-based analysis, offering strategic insights for policy and teacher development. Penelitian ini membandingkan implementasi Kurikulum 2013 (K13) dan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar Indonesia, dengan fokus pada struktur, pendekatan pembelajaran, sistem penilaian, dan peran guru. Menggunakan metode deskriptif-kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumen terhadap dua guru dari sekolah yang menerapkan masing-masing kurikulum. Hasil menunjukkan bahwa K13 bersifat kaku dan berorientasi konten dengan pendekatan saintifik 5M yang mekanis, sementara Kurikulum Merdeka lebih fleksibel, berbasis kompetensi, dan mendorong pembelajaran proyek serta penilaian formatif. Peran guru dalam Kurikulum Merdeka lebih sebagai fasilitator aktif. Temuan menunjukkan Kurikulum Merdeka lebih efektif dalam membangun kemandirian dan berpikir kritis siswa. Kebaruan studi ini terletak pada analisis kontekstual praktik kurikulum di kelas nyata, memberikan masukan strategis bagi pengembangan kebijakan dan pelatihan guru.
INTEGRASI SPIRITUALISME DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL DI ERA REVOLUSI 5.0 Dasuki, Moh.
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i1.1135

Abstract

The Fifth Industrial Revolution promotes a human-centered approach to education by integrating technology with spiritual and emotional development. Learning should address both cognitive and inner well-being aspects. This study employed a descriptive qualitative design using content analysis. Data were sourced from TikTok and Instagram by analyzing posts tagged with #SpiritualLearning and #SpiritualAwakening. Spiritual-themed content—such as from @philgoodlife—offered emotional support, motivation, and spiritual guidance to students. These positively influenced their spiritual well-being, learning motivation, and academic outcomes. The findings highlight that integrating spirituality in digital learning is not only relevant but essential in cultivating intellectually and spiritually balanced learners. This supports the shift toward holistic education in the digital age. Revolusi Industri 5.0 menekankan integrasi teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan, termasuk spiritualitas dalam pendidikan digital. Pembelajaran tidak hanya menuntut aspek kognitif, tetapi juga keseimbangan emosional dan spiritual peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis konten. Data dikumpulkan dari platform TikTok dan Instagram melalui pemantauan tagar seperti #SpiritualLearning dan #SpiritualAwakening. Konten digital bertema spiritual—seperti dari akun @philgoodlife—memberikan inspirasi, motivasi, dan panduan emosional bagi siswa. Hal ini berdampak positif terhadap kesejahteraan spiritual, motivasi belajar, dan pencapaian akademik. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran digital berbasis spiritual bukan hanya relevan, tetapi juga strategis dalam membentuk generasi yang seimbang secara intelektual dan spiritual. Integrasi ini mencerminkan kebutuhan akan pendekatan holistik dalam pendidikan abad ke-21.
RECONCEPTUALIZING ISLAMIC STUDENT WELL-BEING THROUGH TARBAWI HADITH: A THEMATIC LIBRARY-BASED ANALYSIS Setiady, Dicky; Askar, Romlah Abubakar
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1137

Abstract

The well-being of students in the pursuit of knowledge is a multidimensional issue encompassing spiritual, academic, psychological, social, physical, and economic aspects. In Islamic education, this well-being is not solely determined by worldly factors but emphasizes a balance with spiritual and eschatological values. This study aims to reconceptualize Islamic student well-being through a thematic analysis of tarbawi (educational) hadiths. Employing a qualitative method with a library-based research design, data were analyzed from primary and secondary sources related to educational hadiths and Islamic well-being. The findings reveal that tarbawi hadiths contain integral principles of well-being, structured into six key dimensions: spiritual, academic, psychological, social, physical, and economic. These insights offer a new conceptual framework for understanding student well-being within a holistic Islamic educational paradigm. Kesejahteraan mahasiswa dalam menuntut ilmu merupakan isu multidimensional yang mencakup aspek spiritual, akademik, psikologis, sosial, fisik, dan ekonomi. Dalam konteks pendidikan Islam, kesejahteraan ini tidak hanya ditentukan oleh faktor duniawi, tetapi juga menekankan keseimbangan dengan orientasi ukhrawi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kembali konsep kesejahteraan mahasiswa Muslim (Islamic student well-being) melalui pendekatan tematik terhadap hadis-hadis tarbawi. Menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kepustakaan, data dianalisis dari berbagai literatur primer dan sekunder mengenai hadis pendidikan dan konsep kesejahteraan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tarbawi memuat prinsip-prinsip kesejahteraan yang integral, mencakup enam dimensi utama: spiritualitas, akademik, psikologis, sosial, fisik, dan ekonomi. Temuan ini memberikan kerangka konseptual baru dalam memahami kesejahteraan mahasiswa dalam kerangka pendidikan Islam yang komprehensif.
AN ANALYSIS OF TEACHERS’ CHALLENGES IN IMPLEMENTING THE MERDEKA CURRICULUM POLICY IN THE TEACHING PROCESS AT SDN 158 PALEMBANG Mahesa, Khovipa; Azzahra, Luthfiah; Azzahra, Fatimah; Sari, Yunita; Afriantoni
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1155

Abstract

This study aims to analyze the challenges faced by teachers in implementing the Merdeka Curriculum policy in the teaching process at SDN 158 Palembang. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that teachers encounter various obstacles, including differences in understanding of the Merdeka Curriculum concepts, limited learning resources and technological facilities, increased workload, and the need for ongoing training and mentoring. Additionally, students’ adaptation to the new learning approach and the lack of collaboration among teachers are also significant challenges. Support from the school administration is considered essential in ensuring the successful implementation of this curriculum. The study recommends enhancing practical training, providing adequate learning materials, strengthening digital literacy, and establishing a consistent mentoring system to ensure the effective implementation of the Merdeka Curriculum at the elementary school level. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan kebijakan Kurikulum Merdeka pada proses pembelajaran di SDN 158 Palembang. Dengan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru menghadapi sejumlah kendala, antara lain perbedaan pemahaman terhadap konsep Kurikulum Merdeka, keterbatasan sumber belajar dan sarana teknologi, peningkatan beban kerja, serta kebutuhan akan pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan. Selain itu, adaptasi siswa terhadap pendekatan pembelajaran yang baru dan kurangnya kolaborasi antarguru juga menjadi tantangan yang signifikan. Dukungan dari pihak sekolah dinilai sangat krusial dalam menunjang keberhasilan implementasi kurikulum ini. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan praktis, penyediaan sumber belajar yang memadai, penguatan literasi digital, serta sistem pendampingan yang konsisten untuk memastikan efektivitas Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar. 
AN ANALYSIS OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS’ COMPETENCE IN THE IMPLEMENTATION OF THE MERDEKA CURRICULUM IN PRIMARY SCHOOLS Fadli, Ihsan Nur; Rahmawati, Ervina; Azzahra, Nasywa; Aisyah, Siti; Afriantoni
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1156

Abstract

This study aims to analyze the competence of Islamic Religious Education (IRE) teachers in implementing the Merdeka Curriculum in primary schools, with a specific focus on SD IT Nurul Iman Palembang. Employing a qualitative approach with a case study design, data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that IRE teachers possess a good conceptual understanding of the Merdeka Curriculum. However, they encounter several challenges, including difficulties in integrating religious content with interdisciplinary themes, the complexity of curriculum textbooks, and the practical application of teaching modules and scientific approaches. To address these issues, teachers employ collaborative strategies, adapt instructional methods, and engage in continuous reflection. These efforts are essential to ensure the effective implementation of the Merdeka Curriculum and to foster students' competence in facing 21st-century challenges. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, dengan fokus pada SD IT Nurul Iman Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki pemahaman konseptual yang baik terhadap Kurikulum Merdeka. Namun, mereka menghadapi beberapa tantangan, seperti kesulitan dalam mengintegrasikan konten keagamaan dengan tema-tema lintas disiplin, kompleksitas buku ajar kurikulum, serta penerapan modul ajar dan pendekatan saintifik. Untuk mengatasi tantangan tersebut, guru menerapkan strategi kolaboratif, menyesuaikan metode pembelajaran, dan melakukan refleksi secara berkala. Upaya ini penting dalam memastikan implementasi Kurikulum Merdeka berjalan efektif dan mampu membentuk siswa yang kompeten dalam menghadapi tantangan abad ke-21.

Page 9 of 14 | Total Record : 137