cover
Contact Name
NURUL KUSUMA DEWI
Contact Email
kusuma.dewi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
KUMARA CENDEKIA
ISSN : 2338008X     EISSN : 2716084X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru - Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 306 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN MELALUI PERMAINAN MANCALA ANAK USIA 5-6 TAHUN Wati, Dwi Ratna; Wahyuningsih, Siti; Hafidah, Ruli
Kumara Cendekia Vol 8, No 1 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i1.35756

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep bilangan melalui permainan mancala pada anak usia 5-6 tahun RA Al Hidayah 1 Sari. Pendekatan penelitan ini yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Model PTK dalam penelitian ini berdasar model dari Kemmis Mc Taggart, yang meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi. Subjek penelitian ini adalah usia 5-6 tahun yang berjumlah 20 anak. Sumber data dalam penelitian ini adalah anak dan guru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik uji validitas data kuantitatif yang digunakan dengan pengujian validitas konstruk menggunakan pendapat dari ahli. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dengan analisis model interaktif Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan rumus percentages correction. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep bilangan anak melalui permainan mancala pada indikator menunjukkan angka bila ditunjukkan lambang bilangan sebanyak 17 anak atau 85% tuntas. Hal tersebut dibuktikan anak menjadi bisa menyebutkan bilangan 1-20 dengan mudah. Indikator membedakan konsep banyak-sedikit sebanyak 16 anak atau 80% tuntas. Ketuntasan tersebut dibuktikan anak mampu membedakan jumlah yang lebih banyak maupun jumlah yang lebih sedikit serta bisa memberikan tanda lebih besar (>) ataupun lebih sedikit (<) dengan benar. Indikator menyebutkan jumlah benda dengan cara menghitung sebanyak 17 anak atau 85% tuntas. Ketuntasan tersebut dibuktikan anak menjadi lebih mudah dalam menjumlahkan benda. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui permainan mancala dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep bilangan anak usia 5-6 tahun.Kata Kunci: Pemahaman konsep bilangan, Permainan Mancala
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN MODIFIKASI BOLA BASKET PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Bangkit Pradaya; Idam Ragil Widianto Admojo; Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 8, No 1 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.723 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i1.32572

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil peningkatan kemampuan motorik kasar anak melalui permainanmodifikasi bola basket pada anak usia 5-6 tahun TK Aisyiyah Manggis Lalung Karanganyar tahun ajaran 2018/2019.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan data kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitianini adalah anak usia 5-6 tahun berjumlah 19 anak yang terdiri dari 12 anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Sumberdata dalam penelitian ini adalah guru dan anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,wawancara, unjuk kerja, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dantriangulasi teknik. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa melalui permainan modifikasi bola basket,anak dapat menjaga keseimbangan diatas satu kaki dengan kegiatan engklek, anak dapat menangkap bola dengan keduatangannya, anak dapat melompat sejauh 40 cm menggunakan dua kaki secara bersamaan, dan anak dapat memasukkanbola ke dalam keranjang. Hasil penelitian peningkatan persentase ketuntasan kemampuan motorik kasar anak siklus Idiperoleh 52,63% atau 10 anak, siklus II diperoleh 68,42% atau 13 anak dan siklus III diperoleh 84,21% atau 16 anak.Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa melalui permainan modifikasi bola basket dapatmeningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun TK Aisyiyah Manggis Lalung Karanganyar tahunajaran 2018/2019.Katakunci: motorik kasar, modifikasi bola basket, anak usia 5-6 tahunAbstractThis research aims to find out the improvement of rough motor ability in children by using modified basketball game on children at 5-6  years old in TK Aisyah Manggis Lalung Karanganyar student year 2018/2019. The form of this research was quantitative and qualitative approach. The subject of this research was children at 5-6 years old. They were amounts 19 children and consist of 12 girls and 7 boys. The data source was teacher and children. The data were collected by using observation, interview, performance, and documentation. The data were validated by source and technical triangulation. The result of this research showed that using modified basketball game, the children was able to keep the balance by one leg, in engklek activity, to catch the basketball in together, and to put in the basketball into ring. The result of this research in first cycle was gotten 52,63% or 10 children, 68,42% or 13 children in second cycle, and 84,21% or 16 children in third cycle. Based on those datas, this research was concluded that by using the modified basketball game was able to improve the rough motor ability in children at 5-6 years old in TK Aisyah Manggis Lalung Karanganyar Student Year 2018/2019Keywords:rough motor ability, modified basketball game, children at 5-6 years old
PENINGKATAN KEMAMPUAN KEAKSARAAN AWAL MELALUI SANDPAPER LETTER PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Fitria Arum Sari; Ruli Hafidah; Novita Eka Nurjanah
Kumara Cendekia Vol 8, No 1 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.984 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i1.31894

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini  bertujuan untuknmengetahui hasil  peningkatan  kemampuan keaksaraan awal  anak  melalui media pembelajaran sandpaper letters pada anak usia 4-5 tahun di TK Aisyiyah 33 Purwodiningratan tahun ajaran 2018/2019. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun berjumlah 14 anak yang terdiri dari 5 anak  anak laki-laki dan 9 anak perempuan.  Sumber data  dalam penelitian adalah  guru dan  anak.  Teknik pengumpulan  data dilakukan  melalui observasi,  wawancara,  tes,  dan   dokumentasi.  Uji   validitas  data   menggunakan credibility, transferability, dependability,   dan   confirmability. Analisis data kuantitatif menggunakan teknik statistik deskriptif dan analisis data kuantitatif menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian   menunjukkan peningkatan persentase ketuntasan kemampuan keaksaraan awal yang meliputi meniru menebalkan huruf diperoleh 78,8%, meniru menuliskan huruf diperoleh 78,5%  dan meniru mengucapkan bunyi huruf diperoleh 85,7% mendapatkan  nilai  tuntas. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa melalui media pembelajaran sandpaper letters  dapat meningkatkan kemampuan keaksaraan awal  pada anak usia 4-5 tahun. Kata kunci: Kemampuan keaksaraan awal, sandpaper letters, anak usia  4-5 tahun ABSTRACT This study aims to identify then results of the improvement of children's early literacy skills through sandpaper letters learning media for children aged  4-5 years TK Aisyiyah 33 Purwodiningratan in the academic year of 2018/2019. This type of research was classroom action research, which included quantitative and qualitative data approaches. The subjects of this study were children amounted 14 children consisting of 5 boys and 9 girls. The data sources in this study were  children and teachers. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, performance, and documentation. The validity data used credibility, transferability, dependability, and confirmability. Analysis used descriptive statistical techniques and quantitative data analysis used interactive model analysis. The results of the study showed the increase of accomplishment of the children’s early literacy skills on  which included imitating the letters obtained by 78.8%, imitating writing letters obtained at 78.5% and imitating a letter sound obtained 85.7% get value  due diligence. Based on the description above, it can be concluded that through sandpaper letters could improve the early literacy skills of children aged  4-5 years. Keywords: early literacy skills, sandpaper letters, children aged  4-5 years
MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI METODE PROBLEM SOLVING PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Hawwin Rodhiyah Lubis; Warananingtyas Palupi; Ruli Hafidah
Kumara Cendekia Vol 8, No 1 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.276 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i1.39239

Abstract

This researchaims to increase the ability to know number on the children of A group. This research is A classroom action research with quantitative and qualitative approach. This study was conducted for two cycles and each cycles consist of four meetings. The subject of  the study are A group childrend of TK Sri Juwita Hanum Surakarta in the School Year of 2018/2019 which contains 17 children. The technique of data collection are with observation, interviews, documentation, and test. The data analysis technique used quantitative and quantitative technique. The result of this research shows that using the application of problem solving method in the learning process can increase the ability to know the number on the children of A group, namely the numerator indicators by pointing, sorting, and connecting symbol numbers. Increased from pre-action by 41,17%, the first cycle was 58,83%, and the second cycle was 76,47%. Based on the descriptions, can be draw the conclusion that through problem solving method could  increase the ability to know number on the children of group A TK Sri Juwita Hanum Surakarta in the School Year of 2018/2019 by training children to think independently, creatively,  and analyze in solving a problem. Keyword: ability in knowing the number, problem solving method, early childhood, children 4-5 years old
METODE HYPNOTEACHING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGELOLA EMOSI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Novita Wahyuningsih; Ruli Hafidah; Adriani Rahma Pudyaningtyas
Kumara Cendekia Vol 8, No 1 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.959 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i1.32156

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengelola emosi pada anak usia 5-6 tahun melalui metode hypnoteaching. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus, setiap siklus terdiri dari tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan, refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data kuantitatif menggunakan validitas konstruk, sedangkan uji validitas data kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan analisis data komparatif, sedangkan analisis data kualitatif menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kemampuan mengelola emosi yaitu persentase ketuntasan pada indikator memahami emosi diri sebesar 100%, indikator mengendalikan emosi diri sebesar 81%, dan indikator mengekspresikan emosi sebesar 76,19%. Peningkatan tersebut dibuktikan dengan keberhasilan anak memahami emosi yang ada pada dirinya, mengendalikan emosi marah, dan mengekspresikan emosi ketika diganggu, dipukul, dan ditendang temannya. Berdasarkan paparan diatas, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode hypnoteaching dapat meningkatkan kemampuan mengelola emosi pada anak usia 5-6 tahun.Kata Kunci: hypnoteaching, mengelola emosi, anak usia 5-6 tahunABSTRACTThis study aimed to was improve the ability to manage emotions in children aged 5-6 years through hypnoteaching methods. This study used quantitative and qualitative approaches with the type of research that is Classroom Action Research (CAR)Kemmis and McTaggart's models carried out in three cycles, each cycle consisted of three steps, planning, implementation and observation, reflection. Data collection techniques used test, observations, interviews, and documentation. The quantitative data validity test used construct validity and the qualitative data validity test used source triangulation and technical triangulation. Quantitative data analysis techniques used comparative data analysis and qualitative data analysis used interactive model analysis. The results of research was an increase in emotional management ability, such as the percentage of completeness in the indicator of understanding one's emotions by 100%, indicators for controlling emotional self by 81%, and indicators for expressing emotions by 76.19%. This increase was proved by success student in understanding the emotions that were in him, controlling emotions of anger, and expressing emotions when disturbed, beaten, and kicked by his friend. Based on the above explanation, it can be concluded that the application of the hypnoteaching method can improve the ability to manage emotions in children aged 5-6 years.Keyword: hypnoteaching, emotional management, children aged 5-6 years
MENGENAL BENTUK GEOMETRI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK PADA ANAK USIA DINI Faulia Nurul Ulfa; Ruli Hafidah; Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 8, No 1 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v8i1.39354

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini  bertujuan  untuk  meningkatkan kemampuan  mengenal bentukgeometri anak usia 4-5 tahun melalui model pembelajaran  kooperatif tipe talking stick di TK ABA Thoyibah Banyuanyar Surakarta tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas pada penelitian ini menggunakan model dari Miles and Huberman. Subjek dalam penelitian ini adalah 14 anak usia 4-5 tahun. Sumber data dalam penelitian ini adalah anak dan guru. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Teknik uji validitas data kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik uji validitas data kuantitatif yang digunakan dengan pengujian validitas konstruk menggunakan pendapat para ahli. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif yaitu analisis data interaktif model Miles and Huberman. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan rumus percentages correction. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan melalui pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia 4-5 tahun dari pratindakan dengan ketuntasan 28,6% sampai siklus II meningkat sebesar 85,7%. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan anak dalam menyebutkan bentuk geometri sudah benar dan tidak tertukar, anak tidak lagi menyebut lingkaran sebagai bundar atau persegi sebagai kotak. Kemampuan anak dalam mengidentifikasi bentuk juga sudah baik, anak sudah mengenal dan mampu mengidentifikasi bentuk dengan benar tanpa tertukar antara berbagai bentuk geometri. Kemampuan anak dalam mengelompokkan benda berdasarkan bentuknya juga sudah baik dengan dibuktikan anak sudah tidak salah mengelompokkan benda disekitarnya sesuai bentuk geometrinya. Kata kunci : pengenalan bentuk geometri, pembelajaran kooperatif, tipe talking stick.
PENERAPAN METODE JOLLY PHONICS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Marantika Selviana Damayanti; Upik Elok Endang Rasmani; Muhammad Munif Syamsuddin
Kumara Cendekia Vol 8, No 1 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.939 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i1.32822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf melalui metod njolly phonics pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan kuantitatif dan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas model Kemmis & Mc Taggart. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus yang pada setiap siklusnya terdiri dari tiga pertemuan. Setiap pertemuan terdiri dari empat tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data kuantitatif yaitu tes, dan data kualitatif yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data kuantitatif menggunakan triangulasi sumber dan data kualitatif menggunakan triangulasi teknik. Analisis data kuantitatif menggunakan persentase ketuntasan belajar dan kualitatif dengan model interaktif analisis data Milesi& Huberman. Persentase ketuntasan pada indikator menyebutkan nama huruf sebesar 80%, menunjukkan simbol huruf sebesar 80%, dan meniru huruf 93,3%. Berdasarkan hasil tersebutedapat disimpulkan bahwa metode jolly phonics dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun.
EFEKTIVITAS BUILDING BLOCKS PROGRAM TERHADAP KOMPETENSI NUMERIK ANAK USIA 5-6 TAHUN Hanifah Nindi Prastiti; Muhammad Munif Syamsuddin; Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 8, No 1 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.32 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i1.31784

Abstract

ABSTRAKPenelitian true experiment ini bertujuan untuk menguji efektivitas building blocks program terhadap kompetensi numerik anak usia 5-6 tahun. Sampel yang digunakan peneliti berjumlah 42 anak di TK Negeri Pembina Jebres dengan teknik pengambilan sampel random assigment. Teknik pengumpulan data melalui tes untuk mengukur komptensi numerik anak. Uji normalitas dan homogentias menggunakan kolmogorov smirnov dan levene test for equality of variance. Uji hipotesis dengan  independent sample t-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pertama, adanya peningkatan, nilai rata-rata pretest kelompok eksperimen dari 19,57 meningkat menjadi 27,48 pada saat posttest, dan nilai rata-rata kelompok kontrol meningkat dari 20,09 pada saat pretest menjadi 24,95 pada saat posttest. Kedua, terdapat efektivitas building blocks program terhadap kompetensi numerik anak usia 5-6 tahun (p ≤ 0,05). Hal ini dibuktikan melalui 16 dari 21 anak memiliki kompetensi numerik sangat baik  yang mampu melafalkan nama angka 1-20 secara urut, menjumlahkan benda dengan benar, serta peningkatan pada indikator yang lain. Kata Kunci : buidling blocks program, kompetensi numerik, anak usia dini ABSTRACT This true experment study aimed to test the effectiveness of building blocks program on the children numerical competence aged 5-6 years. The sample used  by researchers consist of 42 children in the TK Negeri Pembina Jebres with random assignment sampling technique. Data collection techniques through test to measure the ability of children numerical competence. Normality and homogeneity tes used kolmogorov smirnov and levene test for equality variance. Test the hypothesis used independent sample t-tes. The result of data analysis showed that first, there was an increase in the average prestest score of the experimental group from 19,57 increased to 27,48 at the time of posttest, and the control group average score increased from 20,09 at the time of pretest to 24,95 at the time of posttest. Second, there is effectiveness of building blocks program on the children numerical competence aged 5-6 years (p ≤ 0,05). It was prove through 16 out of 21 children of the experimental group having very good numerical competencies  who are able to recite the numbers 1-20 in order, subtract the object well, and there was an increas in other indicators. Keywords : building blocks program, numerical competence, early childhood 
KEGIATAN MOZAIK DENGAN BAHAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 4-5 TAHUN Annisa Cahyaningrum; Siti Istiyati; Warananingtyas Palupi
Kumara Cendekia Vol 8, No 1 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v8i1.34112

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan mozaik dengan bahan alam. Berdasarkan obsevasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kreativitas anak belum berkembang sesuai harapan, sehingga perlu adanya peningkatan kreativitas. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dilaksanakan dalam dua siklus yang setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok A di TK Desa Plumbon II Mojolaban tahun ajaran 2018/2019 yang berusia 4-5 tahun dengan jumlah 14 anak terdiri dari 12 anak perempuan dan 2 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi teknik. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa kreativitas anak meningkat melalui kegiatan mozaik dengan bahan alam. Hasil peningkatan persentase kreativitas setelah diterapkan kegiatan mozaik dengan bahan alam pada siklus I diperoleh ketuntasan sebesar 50%. Peningkatan persentase pada siklus II yaitu menjadi sebesar 76%. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan mozaik dengan bahan alam dapat meningkatkan kreativitas anak. Kata kunci: Kreativitas anak, kegiatan mozaik, bahan alam, anak usia dini ABSTRACTThe aim of this study was to improve the creativity of children with age 4-5 years through activities of mosaics with natural materials. Based on the observations that have been made, it shows that the creativity of children has not yet developed according to expectations, so there needs to be an increase in creativity. The type of this research was classroom action research with qualitative and quantitative approaches, carried out in two cycles that each cycle consisted of three meet. The subjects in this research were group A children in TK Desa Plumbon II Mojolaban in the academic year 2018/2019 with age 4-5 years with a total of 14 children consisting of 12 girls and 2 boys. Data collection techniques in this research were using test, observation, interviews, and documentation. The data validity test technique used in this study was triangulation technique. The results of this class action research showed that children’s creativity increases through mosaic activities with natural materials. The result showed increase in the percentage  creativity after applied mosaic activities with natural materials in the first cycle acquired 50%. The percentage in the second cycle was 76%. Based on these results, it can be concluded that through mosaic activities with natural materials can increase the creativity of children. Keywords: Children's creativity, mosaic activities, natural materials, early childhood
HUBUNGAN KOMPETENSI EMOSI DENGAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA ANAK USIA 5-6 TAHUN Septiani, Putri Jita; Syamsuddin, Muhammad Munif; Dewi, Nurul Kusuma
Kumara Cendekia Vol 8, No 1 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.186 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i1.31844

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi emosi dengan interaksi teman sebaya anak usia 5-6 tahun. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2019 dengan menggunakan sampel sebanyak 82 anak dan orangtua anak usia 4-5 tahun di Gugus Cempaka Mojosongo. Pengambilan data dari penelitian ini menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada guru dan orang tua. Hasil uji hipotesis korelasi Spearman’s rho menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya hipotesis diterima, yaitu adanya hubungan kompetensi emosi dengan interaksi teman sebaya anak usia 5-6 tahun. Hasil nilai koefisien korelasi sebesar 0,783 menggunakan uji hipotesis Spearman’s rho, yang artinya semakin tinggi kompetensi emosi anak maka semakin tinggi interaksi teman sebaya anak. Kesimpulan dari hasil penelitian ini mengutarakan bahwa terdapat hubungan diantara kompetensi emosi dengan interaksi teman sebaya anak berusia 5-6 tahun. Kata kunci : Kompetensi Emosi. Interaksi teman sebaya, anak 5-6 tahun ABSTRACT This study aimed to determine the relationship of emotional competence with peer interactions of children aged 5-6 years. The approach in this study used quantitative approaches to the type of correlation research. This research was conducted in May 2019 using a sample of 82 children and parents of children aged 5-6 years in the Cempaka Mojosongo Group. Retrieval of data from this study used questionnaires distributed to teachers and parents. Hypothesis test results of Spearman’s rho correlation indicate that the significance value is 0,000 <0,05, which means the hypothesis is accepted, namely the relationship of emotional competence with peer interactions of children aged 5-6 years. The results of the correlation coefficient of 0.783 use the Spearman’s rho hypothesis test, which means that the higher the child's emotional competence, the higher the child's peer interaction. The conclusions from the results of the study indicate that there is a relationship between emotional competence and peer interaction of children aged 5-6 years.   Keywords: emotional competence ,peer interaction , children aged 5-6 years