Articles
203 Documents
PENGARUH CIRCLE TIME ACTIVITY TERHADAP PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PENGENALAN EMOSI ANAK 5-6 TAHUN
Berliana Malau;
Anayanti Rahmawati
Kumara Cendekia Vol 13, No 2 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v13i2.100305
Perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini penting untuk keterampilan sosial dan kesiapan anak dalam menghadapi berbagai situasi lingkungan secara positif. Circle time activity menjadi salah satu metode dengan pendekatan berbasis diskusi kelompok yang mendorong anak untuk mengenali, mengekspresikan, dan memahami emosi dirinya sendiri maupun orang lain yang dapat digunakan untuk mendukung perkembangan kemampuan emosi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh circle time activity terhadap kemampuan pengenalan emosi pada anak usia 5-6 tahun. Menggunakan desain pre-experimental tipe one-group pretest-posttest, penelitian ini melibatkan 14 anak dari TK PAUD di Surakarta. Data dikumpulkan melalui tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) untuk mengukur kemampuan anak dalam mengenali dan mengekspresikan emosi. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan pengenalan emosi anak setelah penerapan circle time activity, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 2,07 dan post-test sebesar 8,00. Circle time activity menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan inklusif, mendorong anak-anak mengenali emosi melalui diskusi, bermain peran, dan aktivitas kolaboratif. Penelitian ini memperkuat relevansi teori Piaget, Vygotsky, dan Bandura yang menekankan pentingnya interaksi sosial dan pengalaman langsung dalam pembelajaran emosional. Temuan ini berkontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran berbasis aktivitas sosial-emosional yang dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan anak usia dini untuk meningkatkan kecerdasan emosional.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Ulkainge Prajmukti;
Warananingtyas Palupi;
Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 11, No 4 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v11i4.64815
Kemampuan berpikir kreatif sangatlah penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Kemampuan tersebut dianggap sebagai kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh anak di era digital seperti saat ini. Oleh karenanya, pengembangan kemampuan berpikir kreatif perlu dilakukan. Penelitian dilakukan guna mengetahui pengaruh model pembelajaran kewirausahaan terhadap kemampuan berpikir kreatif pada anak usia 5-6 tahun. Subjek pada penelitian sebanyak 30 anak, pada kelompok eksperimen sebanyak 15 anak dan kelompok kontrol sebanyak 15 anak di BA Aisyiyah Jamalan. Jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experimental berbentuk Non Equivalen Control Group Design. Jenis penelitian ini dimaksudkan untuk membandingkan hasil pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah adanya treatment. Pengujian diawali dengan uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dengan Shapiro Wilk Levene dan uji homogenitas menggunakan Test For Equality Of Variance, kemudian dilanjutkan pada tahap uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-Tes pada nilai hasil pretest dan posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai rata-rata posttest pada kelompok eksperimen sebesar 20.33 dan pada kelompok kontrol memiliki rata-rata sebesar 17.20, yang kemudian didapat besar signifikansi 0.000 dimana nilai signifikansi tersebut kurang dari 0.05, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok tersebut terhadap kemampuan berpikir kreatif pada anak usia 5-6 tahun.
LANGKAH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL UNTUK MENINGKATKAN MUTU GURU PAUD DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Rosyida Nurul Anwar;
Sindy Mey Dwi Utari;
Aini Nur Halimah
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v13i4.108250
Upaya meningkatkan kualitas pendidik harus segera diwujudkan karena mereka merupakan pelaku utama dalam pendidikan. Faktor penentu utama dalam meningkatkan kualitas pendidik adalah keberadaan kepemimpinan yang efektif. Kepemimpinan transformasional dari kepala sekolah, yakni kemampuan dan keahlian mereka dalam memengaruhi, mengarahkan, serta memberdayakan pendidik berperan krusial dalam mendorong peningkatan kualitas pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan langkah kepemimpinan transformasional kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan. Penelitian dilakukan di TK Islam Rahmatan Lil’alamin Kota Madiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Langkah kepemimpinan tranformasional untuk meningkatkan mutu pedidik dilakukan melalui menentukan prioritas tugas, menilai kesiapan pendidik, peninjauan kinerja, mengembangkan komitmen. Kepemimpinan transformasional sebagai upaya dalam membangkitkan semangat dan visi guru dan meningkatkan profesionalisme.
PENGEMBANGAN PERMAINAN BLOOMING FLOWERS SEBAGAI STIMULASI MOTORIK HALUS ANAK USIA 3-4 TAHUN
Unkce May Sanday;
Evania Yafie;
Munaisra Tri Tirtaningsih
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v13i3.101688
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan permainan edukatif Blooming Flowers yang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 3-4 tahun. Pengembangan permainan dilakukan menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan model ADDIE, yang meliputi tahapan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Validitas dan kelayakan produk diuji oleh ahli permainan dan ahli materi, dengan hasil validasi rata-rata sebesar 91% dari ahli permainan dan 97% dari ahli materi, menunjukkan kriteria sangat layak karena berada pada rentang 80%-100%. Uji coba kelompok besar pada tiga lembaga PAUD dan melibatkan 33 anak usia 3-4 tahun dan memperoleh rata-rata skor perkembangan motorik halus sebesar 87%, termasuk kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Permainan ini melatih kemampuan meronce, menempel, menggunting, dan menyemprot, serta dinilai menarik oleh guru dan anak-anak karena desainnya yang berwarna-warni. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba, permainan Blooming Flowers dinyatakan layak digunakan sebagai media stimulasi keterampilan motorik halus anak usia dini tanpa perlu revisi lebih lanjut. Produk ini dapat membantu pendidik dalam menstimulasi perkembangan motorik halus sesuai karakteristik anak usia 3-4 tahun.
PENGARUH TEAM GAMES TOURNAMENT TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN
Sagita Sari;
Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v13i4.102232
Perilaku prososial menjadi pondasi yang penting pada masa anak usia dini dalam menjalin interaksi dengan orang lain. Penerapan model pembelajaran yang kurang efektif dapat menjadi salah satu penyebab kurang optimalnya perilaku prososial pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh team games tournament terhadap perilaku prososial pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian menggunakan metode kuantitatif pre-experimental design. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan sampling jenuh. Populasi dan sampel berjumlah sama yaitu 14 anak. Teknik pengumpulan data dengan behaviour checklist. Hasil rata-rata pretest sebesar 3,07, sedangkan posttest 8,21. Hasil uji hipotesis dengan nilai signifikansi sebesar 0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Dasar pengambilan keputusan p < 0,05, hasil tersebut menandakan terdapat pengaruh team games tournament terhadap perilaku prososial pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini memberikan bukti model pembelajaran Team Games Tournament dapat menjadi model pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan perilaku prososial pada anak usia 4-5 tahun.
PRACTICAL LIFE: KEGIATAN UNTUK MELATIH KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI
Putri Setia Ningrum; Tumewa Pangaribuan; Winda Sherly Utami
Kumara Cendekia Vol 12, No 2 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v12i2.87898
Kemandirian anak usia dini adalah salah satu kebutuhan terpenting anak untuk mempersiapkan mereka memasuki pendidikan tinggi. Kemandirian harus dikembangkan untuk mempersiapkan anak menghadapi kehidupan yang semakin kompleks, namun faktanya masih banyak anak yang kemandiriannya belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan practical life terhadap kemandirian anak usia dini kelompok A. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan design control group pre-test post-test design dengan menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata kemandirian anak pada saat pre-test sebesar 13,00 untuk kelompok eksperimen dan 14,18 untuk kelompok kontrol. Kemudian pada hasil post-test mendapat nilai sebesar 21,50 untuk kelompok eksperimen dan 17,55 untuk kelompok kontrol. Hasil pengujian mendapatkan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,001, nilai ini lebih kecil dari 0,005 (5%) artinya Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh kegiatan practical life terhadap kemandirian anak usia dini kelompok A di TK Kasih Ibu Desa Marga Manunggal Jaya. Anak-anak juga menunjukan perubahan sikap mandiri dalam belajar. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang pendidikan anak usia dini, khususnya dalam meningkatkan kemandirian anak.
PENERAPAN PROJECT-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN CREATIVE THINKING DAN CRITICAL THINKING ANAK USIA DINI
Siti Fatimah;
Pascalian Hadi Pradana;
Trio Suwargono
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v13i3.102866
Permasalahan berdasarkan observasi di lapangan anak masih menunjukkan kurangnya kepercayaan diri serta rasa ingin tahu yang rendah. Anak-anak juga masih terlihat kesulitan untuk bekerja sama dan mengembangkan ide-ide baru di luar tugas yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan creative thinking dan critical thinking anak usia dini melalui penerapan model pembelajaran Project-based Learning (PjBL). Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini peserta didik kelas B dengan jumlah siswa 10 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap kedua kemampuan tersebut. Pada siklus I, nilai rata-rata klasikal untuk indikator creative thinking mencapai 47,5% dan indikator critical thinking sebesar 46%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, terjadi peningkatan nilai rata-rata klasikal untuk keduanya, yaitu nilai rata-rata klasikal creative thinking meningkat menjadi 81,25% dan nilai rata-rata klasikal critical thinking juga meningkat menjadi 80%. Capaian ini telah memenuhi target klasikal peneliti yaitu sebesar 76%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project-based Learning (PjBL) dapat meningkatkan kemampuan creative thinking dan critical thinking anak usia dini. Model ini disarankan digunakan secara konsisten untuk menstimulasi kemampuan berpikir kreatif dan kritis anak sesuai tahap perkembangannya.
PENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI KEGIATAN EKSPERIMEN SAINS ANAK USIA 5-6 TAHUN
Haliza Aprilia Nurjannah;
Anjar Fitrianingtyas
Kumara Cendekia Vol 13, No 2 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v13i2.99917
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu bagian aspek perkembangan anak yang mengalami berkembang cukup pesat. Kemampuan berpikir kritis membentuk anak untuk memiliki pribadi yang teliti, bertanggung jawab, tidak mudah menyerah, dan memiliki karakter yang baik dalam membuat keputusan. Faktanya, tidak semua anak memiliki kemampuan berpikir kritis yang berkembang dengan optimal. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan eksperimen sains pada anak usia 5-6 tahun. Indikator penelitian ini yaitu mengobservasi, merumuskan masalah, menganalisis, dan mengevaluasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 20 anak. Sumber data penelitian ini adalah guru dan anak. Teknik pengumpulan data dengan tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik uji validitas dengan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan teknik analisis data kualitatif. Tahap prosedur penelitian dilakukan mulai dari tahap perancanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan berpikir kritis mengalami peningkatan dimulai pratindakan yang diperoleh ketuntasan 25%, ketuntasan 40% pada siklus I, dan ketuntasan 75% pada siklus II. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan melalui kegiatan eksperimen sains dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun.
AKTIVITAS PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN SALT PAINTING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK
Destri Natasya;
Evia Darmawani;
Fatma Rizki Intan
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v13i4.103453
Kemampuan motorik halus merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, memengaruhi kesiapan mereka dalam berbagai aktivitas, termasuk menulis dan menggambar. Karena banyak anak masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan ini, diperlukan metode pembelajaran kreatif seperti salt painting yang menggabungkan aktivitas sensori dan motorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh aktivitas pembelajaran menggunakan media salt painting terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak kelompok B di salah satu taman kanak-kanak di Palembang. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 23 anak yang diberikan perlakuan selama enam kali pertemuan. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test adalah 20,65 dan rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 38,82. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari penggunaan media salt painting terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas pembelajaran menggunakan media salt painting efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini.
TARI KREASI KEHIDUPAN SEBAGAI STIMULASI MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN
Aulya Septy Rahmasari;
Pramono Pramono;
Munaisra Tri Tirtaningsih
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v13i3.100955
Seni tari sebagai media pembelajaran telah terbukti mampu meningkatkan berbagai aspek perkembangan anak termasuk motorik kasar, kreativitas, dan kemampuan sosial. Tari tradisional dan kreasi yang dirancang sesuai dengan karakteristik anak usia dini, dapat menjadi media yang efektif untuk menciptakan harmoni antara tubuh dan pikiran anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tari kreasi kehidupan kelinci sebagai media stimulasi motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan langkah-langkah pengembangan meliputi analisis kebutuhan, identifikasi model pengembangan, validasi ahli, uji coba skala kecil, dan uji coba lapangan. Produk pengembangan ini berupa tari kreasi bertema kehidupan kelinci dengan durasi 3 menit lebih 18 detik, yang melibatkan gerakan motorik kasar seperti melompat, berjalan jinjit, berputar, dan menggoyangkan tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dapat dengan mudah melakukan gerakan tari kreasi kehidupan kelinci dengan tepat dan dapat meningkatkan motorik kasar anak.