cover
Contact Name
NURUL KUSUMA DEWI
Contact Email
kusuma.dewi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
KUMARA CENDEKIA
ISSN : 2338008X     EISSN : 2716084X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru - Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 306 Documents
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS ANAK USIA Tania Yuli Astari; Upik Elok Endang Rasmani; Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 8, No 2 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.179 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i2.42052

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris di TK Islam Permata Jajar. Penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini yaitu guru, dokumen (rppm, rpph, instrumen penilaian guru), hasil kerja anak, foto dan video. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Validitas data dilakukan dengan  teknik triangulasi pada sumber dan teknik. Teknik analisis data yang dilakukan meliputi  reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Penelitian ini mendapatkan hasil media pembelajaran yang digunakan adalah flashcard, laptop, LCD, proyektor, dan buku paket Bahasa Inggris AUD. Metode pembelajaran yang diterapkan adalah TPR (Total Physical Response), metode bernyanyi dan permainan.  Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui penyusunan RPPH yang meliputi lima kegiatan yaitu sebelum masuk kelas, pembuka, apersepsi, inti, dan penutup.  Penilaian kemampuan anak dilakukan melalui pengamatan, ceklist dan portofolio. Pembelajaran bahasa Inggris anak difokuskan pada kemampuan mendengarkan dan berbicara. Berdasarkan data penelitian dapat disimpulkan pembelajaran bahasa Inggris di TK Islam Permata Jajar telah berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris anak.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI GERAK MANIPULATIF ANAK USIA 4-5 TAHUN Fery Damayanti; Warananingtyas Palupi; Novita Eka Nurjanah
Kumara Cendekia Vol 8, No 2 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.56 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i2.39744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan halus anak melalui gerak manipulatif pada anak kelompok A TK Warga Jebres Surakarta Tahun Ajaran 2018/2019. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan menunjukan bahwa motorik halus anak belum berkembang sesuai harapan sehingga perlu adanya peningkatan motorik Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A berjumlah 17 anak yang tediri dari 7 anak laki-laki dan 10 anak perempuan yang berusia 4-5 tahun. Data dan sumber data dalam penelitian ini berupa sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan tes, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik uji validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisi data kuantitatif dari Aqib dan analisis data kualitatif dari Miles dan Hurberman, yang dilaksanakan dalam dua siklus yang setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Indikator kinerja penelitian yang ditetapkan sesuai dengan Tingkat Pencapaian Perkembangan Minimal (TTPMin) 75% dari jumlah anak. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukan bahwa motorik halus anak meningkat melalui kegiatan gerak manipulatif. Hal tersebut dapat ditunjukan dengan hasil dari persentase pada pratindakan adalah 5,9%. Hasil peningkatan persentase pada siklus I yaitu sebesar 64,7%. Peningkatan persentase pada siklus II yaitu menjadi sebesar 88,2%. Hal tersebut dikarenakan gerak manipulatif pada penelitian ini berfokus terhadap kinerja otot-otot tangan dan pergelangan dalam melakukan setiap kegiatan pembelajaran, sehingga mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan kemampuan motorik halus anak. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan gerak manipulatif dapat meningkatkan motorik halus anak.Kata Kunci: Kemampuan motorik halus, gerak manipulatif, anak usia 4-5 tahun
PENERAPAN METODE EDUTAINMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN ANAK USIA 4-5 TAHUN Zunia Rizki Nur Amalia; Warananingtyas Palupi; Muhammad Munif Syamsuddin
Kumara Cendekia Vol 8, No 2 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.761 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i2.41104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak usia 4-5 tahun melalui metode edutainment. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah anak kelompok A TK Aisyiyah 56 Gulon tahun ajaran 2018/2019 dengan jumlah 17 anak, yang terdiri dari 11 anak perempuan dan 6 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data melalui tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji validitas kuantitatif menggunakan triangulasi konstruk sedangkan kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan deskriptif komparatif, sedangkan data kualitatif menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan melalui penerapan metode edutainment jenis bermain bowling dapat meningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan. Peningkatan dapat dilihat melalui meningkatnya kemampuan mengenal lambang bilangan anak yaitu pada pengetahuan menunjuk lambang bilangan, meniru lambang bilangan dan menghubungkan atau memasangkan lambang bilangan dengan benda. Hasil keseluruhan peningkatan persentase setelah diterapkan metode edutainment, pada siklus I diperoleh ketuntasan sebesar 59%. Peningkatan pada siklus II sebesar 82%. Peningkatan tersebut dapat dibuktikan dengan keberhasilan penerapan metode edutainment jenis bermain bowling dengan proses anak dalam mengerjakan tugas seperti menunjukkan lambang bilangan secara benar, menirukan lambang bilangan, menghubungkan atau memasangkan lambang bilangan dengan benda secara tepat. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat  ditarik kesimpulan bahwa metode edutainment jenis bermain bowling dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak kelompok A TK Aisyiyah 56 Gulon tahun ajaran 2018/2019.
EFEKTIVITAS MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KECERDASAN VISUAL SPASIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Mein Fitri Fathonah; Siti Wahyuningsih; Muhammad Munif Syamsuddin
Kumara Cendekia Vol 8, No 2 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.941 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i2.39789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media audio visual terhadap kecerdasan visual spasial pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi eksperimen dengan desain non equivalent control group design. Sampel penelitian ini sejumlah 41 anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 1 Nusukan dan TK Aisyiyah 3 Nusukan, Surakarta. Validitas instrumen menggunakan validitas isi. Teknik pengumpulan data melalui tes untuk mengukur kecerdasan visual spasial anak. Uji normalitas dan uji homogenitas menggunakan kolmogrovsmirnov dan lavene test of equality of variance. Analisis data penelitian menggunakan statistik parametrik setelah data dinyatakan normal dan homogen dengan taraf signifikansi p≥0,05. Uji hipotesis menggunakan t-test dengan SPSS 15 for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pertama, hasil kedua kelompok menunjukkan adanya peningkatan, rata-rata pretest kelompok eksperimen sebesar 27,13 meningkat menjadi 34,81 pada saat posttest, sedangkan rata-rata pretest kelompok kontrol sebesar 25,36 meningkat menjadi 30,57 pada saat posttest. Kedua, terdapat efektivitas media audio visual terhadap kecerdasan visual spasial anak usia 5-6 tahun, dibuktikan dengan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p≥0,05). Hal ini membuktikan bahwa hampir seluruh anak pada kelompok eksperimen telah mampu dalam  mengelompokkan benda berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran, mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari paling kecil ke paling besar atau sebaliknya, menggambar suatu macam benda atau objek yang telah dilihat, dan menggambar berbagai bentuk yang berbeda-beda. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa media audio visual memberikan efektivitas terhadap kecerdasan visual spasial pada anak kelompok B TK Aisyiyah 1 Nusukan Surakarta. Kata kunci: media audio visual, kecerdasan visual spasial, anak usia dini.
METODE SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Zazin Fauziah; Siti Wahyuningsih; Ruli Hafidah
Kumara Cendekia Vol 8, No 2 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.933 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i2.39266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada anak usia 5-6 tahun  melalui metode sosiodrama. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengempulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan analisis data komparatif, sedangkan analisis data kualitatif menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada keterampilan berbicara yaitu persentase ketuntasan pada pratindakan sebesar 38%, siklus 1 sebesar 42,8%, siklus 2 sebesar 61,9%, dan siklus 3 sebesar 81%. Peningkatan tersebut dibuktikan dengan keberhasilan anak dalam keterampilan berbicara pada aspek ketepatan ,kata, ketepatan kalimat dan kelancaran berbicara. Berdasarkan paparan diatas, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode sosiodrama dapat meningkatkan keterampilan berbicara pada anak usia 5-6 tahun.
POLA KERJA SAMA GURU DAN ORANGTUA MENGELOLA BERMAIN AUD SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Khadijah Khadijah; Media Gusman
Kumara Cendekia Vol 8, No 2 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.447 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i2.41871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model bermain yang diterapkan oleh guru TK Rusyda selama masa darurat Covid-19,  Pola kerjasama guru dan orang tua dalam mengelola bermain AUD di rumah, Kendala yang dihadapi selama proses belajar dan bermain di rumah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga model permainan yang digunakan selama masa darurat Covid-19, yakni model satu arah (hanya mengirimkan tugas, tanpa komunikasi), model dua arah (komunikasi kepada satu orang tua dan anak), dan model multi-arah (komunikasi dengan banyak anak). Terdapat empat pola kerjasama yakni kerjasama sebagai guru Pendamping, Kerjasama sebagai fasilitator, Kerjasama menciptakan Friendly E-Leraning, kegiatan Jumat parenting. Kendala yang dihadapi di antaranya kesalahan mindset orang tua tentang kegiatan bermain yang di anggap bukan dari bagian belajar, kurangnya pemahaman tentang penggunaan teknologi, orang tua memiliki kesibukan dalam bekerja, kurangnya referensi pemilihan permainan.
PENGGUNAAN MEDIA BUSY BOOK UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENGENAL POLA PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Endah Prakarsi; Karsono Karsono; Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 8, No 2 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.114 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i2.35703

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan mengenal pola melalui penggunaan media busy book pada anak usia 4-5 tahun TK Negeri Pembina Kecamatan Jebres Surakarta. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) dengan tiga siklus. Model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam penelitian ini berupa perencanaan, tindakan, pengematan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun dengan jumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan anak dalam mengenal pola. Kemampuan mengenal pola pada anak Kelompok A2 TK Negeri Pembina Jebres Surakarta meningkat ditunjukkan dengan rata-rata ketuntasan anak pada pratindakan sebesar 40%. Kemampuan anak mengenal pola pada siklus I meningkat sebesar 15% menjadi 55% anak yang mencapai nilai ketuntasan, Siklus II meningkat sebesar 15% menjadi 70% anak yang mencapai nilai ketuntasan, dan Siklus III meningkat sebesar 10% menjadi 80% anak mencapai nilai ketuntasan dan telah melampaui target pencapaian yang ditetapkan oleh peneliti. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media busy book dapat mengembangkan kemampuan mengenal pola pada anak kelompok A2 TK Negeri Pembina Kecamatan Jebres Surakarta.Kata kunci:Kemampuan mengenal pola, media busy book, anak usia dini
PENERAPAN PROGRAM TAMAN PENDIDIKAN ALQURAN (TPA) UNTUK ANAK USIA DINI Desi Nurjayanti; Adriani Rahma Pudyaningtyas; Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 8, No 2 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.438 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i2.34631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan program TPA untuk anak usia dini di rusunawa Jurug Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.. Informan dalam penelitian ini adalah wali santri dan pengelola TPA. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu, dan perpanjangan pengamatan. Teknik analisis data menggunakan model analisis data interaktif (Miles and Huberman). Hasil penelitian ini yaitu program TPA rusunawa Jurug menggunakan kurikulum yang mengacu pada pedoman dari kementerian agama dengan ditambahi mutatan lokal rusunawa Jurug. Kegiatan pengelolaan meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi terhadap administrasi, pembelajaran, dan pendanaan. Kegiatan pembelajaran TPA dilaksanakan pada hari Senin, Rabu, dan Jumat pada pukul 16.00-20.00. Program  TPA dapat menstimulasi perkembangan anak usia dini melalui pembiasaan dan materi yang diajarkan di TPA.
Pola Pengasuhan Orangtua Tunggal terhadap Pengaturan Emosi Anak Usia 4-5 Tahun Ade Purwati; Ruli Hafidah; Adriani Rahma Pudyaningtyas
Kumara Cendekia Vol 8, No 2 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.927 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i2.32300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengasuhan orangtua tunggal terhadap pengaturan emosi anak usia 4-5 tahun. Jenis penelitian ini adalah fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian yaitu tiga orang ibu sebagai orangtua tunggal karena perceraian. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua orang ibu mengasuh anaknya dengan cara memberikan batasan waktu bermain, menekankan kemandirian dan selalu mengajak anak berdiskusi, termasuk dalam pola pengasuhan demokratis yang berdampak pada perilaku anak menjadi mudah diatur dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Sedangkan satu orang ibu mengasuh anak dengan cara tidak membatasi anak dalam melakukan aktivitas dan cenderung memanjakan anak, termasuk dalam pola pengasuhan permisif yang berdampak pada perilaku anak menjadi cenderung agresif dan sering memberontak. Simpulan dari penelitian ini adalah pola pengasuhan demokratis menyebabkan anak menjadi penurut dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Sedangkan pola pengasuhan permisif menyebabkan anak menjadi agresif dan cenderung sulit diatur.Kata kunci:Pola Pengasuhan, Orangtua Tunggal, Emosi Anak
EFEKTIVITAS METODE MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SIMBOLIK ANAK USIA 4-5 TAHUN Tiyas Fahmila Nuransa; Adriani Rahma Pudyaningtyas; Novita Eka Nurjanah
Kumara Cendekia Vol 9, No 1 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i1.42373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak kelompok A Tk AT-Tamyiz Jajar Surakarta melalui metode mind mapping. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Tagart yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulam data yang digunakan yaitu unjuk kerja, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data kuantitatif menggunakan teknik analisi deskriptif komparatif dan analisi data kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kemampuan berpikir simbolik  anak. pada tahap pratindakan diperoleh hasil 40%  atau 8 anak telah tuntas dan 60% atau 12 anak belum tuntas.  pada siklus I diperoleh hasil 70 % atau 14 anak telah tuntas dan 30% atau 6 anak belum tuntas . pada siklus II diperoleh hasil 80% atau 16 anak telah tuntas dan 20% atau 4 anak belum tuntas. Keberhasilan pada penelitian tersebut dibuktikan dengan peningkatan kemampuan berpikir simbolik anak pada setiap pertemuannya seperti anak sudah dapat membilang dan menyebutkan lambang bilangan 1-10 dengan benar, anak dapat menunjukkan lambang bilangan 1-10 dengan benar serta anak dapat menghubungkan lambang bilangan 1-10 dengan benda dengan benar. Berdasarkan papaan diatas maka dapat disimpulkan bahwa metode mind mappig dapat meningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak kelompok A di Tk At-Tamyiz Jajar Surakarta. Kata Kunci  : Mind mapping, Kemampuan berpikir Simbolik, anak usia 4-5 tahun ABSTRACTThis study aims to improve the symbolic thinking ability of children in group A Tk AT-Tamyiz Jajar Surakarta through the mind mapping method. This study uses a quantitative qualitative approach to the type of research that is Kemmis and Mc Tegart's model class action research which is carried out in two cycles, each cycle consisting of three stages namely the planning phase, the implementation phase, the observation and reflection stage. Data collection techniques used are performance, observation, interviews, and documentation. Test the validity of the data in this study using source triangulation and technique triangulation. Quantitative data analysis use comparative descriptive analysis techniques and qualitative data analysis using the Miles and Huberman models. The results of the research show that there is an increases in the ability to think symbolically. At the pre-action stage, 40% or 8 children have completed and 60% or 12 children have not completed . The cycle I produce 70% or 14 children have completed and 30% of children or 6 children have not completed. In the second cycle stage, 80% or 16 children have completed and 20% or 4 children have not completed. The success of this research is proven by increasing the ability of children to symbolically think at each meeting, such as children can be able to count and mention 1-10 numbers correctly, children can show 1-10 numbers correctly and children can connect 1-10 numbers with objects correctly. Based on the above statement, it can be concluded that the mind mappig method can improve the symbolic thinking skills of group A children at Tk At-Tamyiz Jajar Surakarta. Keywords: Mind mapping, Symbolic thinking ability, children aged 4-5 years