cover
Contact Name
NURUL KUSUMA DEWI
Contact Email
kusuma.dewi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
KUMARA CENDEKIA
ISSN : 2338008X     EISSN : 2716084X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru - Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 203 Documents
Developing Fine Motor Skills in Early Childhood through Finger Painting Activities Tsamrotul Fuadah; Rukiyah Rukiyah; Lia Dwi Ayu Pagarwati
Kumara Cendekia Vol 14, No 2 (2026): KUMARA CENDEKIA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v14i2.117773

Abstract

Fine motor skill development is a crucial aspect of early childhood development that needs to be stimulated through engaging learning activities tailored to children’s characteristics. One activity that can be used to stimulate fine motor skills is finger painting, as it directly involves the coordination of finger, hand, and eye movements. This study aims to examine the fine motor development of young children through finger painting activities. The study employs a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects consisted of 16 children aged 4–5 years. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, while data analysis utilized the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that finger painting activities can improve eye-hand coordination, finger flexibility, and children’s movement control during the activity. Additionally, this activity also enhances children’s creativity, self-confidence, and active participation in learning. Thus, finger painting can serve as an effective and innovative learning strategy for developing the fine motor skills of young children.
Strategies for Strengthening the Pancasila Student Profile to Foster Learning Motivation in Early Childhood Education Institutions Efa Kurnia Suci; Ihlas Ihlas; Hermansyah Hermansyah
Kumara Cendekia Vol 14, No 2 (2026): KUMARA CENDEKIA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v14i2.115727

Abstract

This study aims to analyze the strategy of strengthening the Pancasila Student Profile in fostering students’ learning motivation at PAUD Pelita. The focus of the study is directed at the implementation of Pancasila Student Profile values in learning activities and their contribution to the learning motivation of early childhood students. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques included observation of learning activities, interviews with teachers, and documentation. Data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that strengthening the dimensions of the Pancasila Student Profile integrated into daily learning activities such as the habituation of moral behavior, cooperation, independence, creativity, and respect for diversity contributes positively to the development of students’ learning motivation. The indicators of learning motivation found in this study include increased enthusiasm in participating in activities, active engagement during the learning process, and the development of self-confidence in completing tasks and participating in classroom activities. These findings confirm that strengthening the Pancasila Student Profile at the early childhood education level not only functions as an implementation of curriculum policy but also serves as an effective pedagogical strategy in fostering intrinsic learning motivation in young children, as reflected in the learning practices carried out directly at PAUD Pelita.
PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS ENTREPRENEURSHIP PADA JENJANG TAMAN KANAK-KANAK DI TK SUPER BRILLIANCE KIDS PALEMBANG Tsali Tsatul Mukarromah
Kumara Cendekia Vol 12, No 3 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i3.90691

Abstract

Pengembangan kurikulum terus dilakukan untuk menyesuaikan kondisi lingkungan dan kebutuhan oleh lembaga. Kurikulum berbasis entrepreneurship berhubungan dengan nilai-nilai kewirausahaan. Pembelajaran perilaku kewirausahaan sejak usia dini dapat dimasukkan ke dalam kurikulum melalui penerapan program dan kegiatan yang dirancang sesuai dengan karakteristik kebutuhan peserta didik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan kurikulum berbasis entrepreneurship pada pembelajaran anak usia dini, khususnya di TK Super Brilliance Kids Palembang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan kurikulum berbasis entrepreneurship di TK Super Brilliance Kids Palembang meliputi perencanaan, pengorganisasiaan, dan evaluasi. Pemberdayaan peserta didik dilakukan melalui pembiasaan dan kegiatan-kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan karakteristik kewirausahaan, seperti kegiatan Project of Entrepreneur atau POE yang disesuaikan dengan kegiatan belajar anak-anak. Kegiatan Project of Entrepreneur atau POE sendiri mencakup Exploring, Planning, Doing, Communicating, dan Reflecting dan disebut sebagai POE Cycle. Dalam pelaksanaan kurikulum, didapati kendala terbesar adalah pendidik itu sendiri dan didapati pengelolaan kendala dengan berbagai pelatihan agar dapat mengembangkan kompetesi pendidik.
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KLASIFIKASI MELALUI MEDIA KOTAK SORTASI PADA ANAK KELOMPOK B TK KARANG INDRIYA LAWEYAN Milla Diah Putri; Ruli Hafidah; Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 12, No 1 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i1.77665

Abstract

Kemampuan klasifikasi diperlukan untuk anak dapat memahami objek yang ditemui di kehidupan, namun faktanya tidak semua anak memiliki kemampuan ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan melalui penggunaan media kotak sortasi pada anak usia 5-6 tahun. Prosedur penelitian menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart yang mencakup 4 tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi; berlangsung selama 2 siklus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, unjuk kerja, dan dokumentasi. Hasil penelitian berupa data kuantitatif dianalisis menggunakan deskriptif komparatif dan analisis interaktif model Miles dan Huberman untuk data kualitatif; menunjukkan adanya peningkatan dalam kemampuan klasifikasi sesuai dengan indikator yang ditetapkan, yaitu mengklasifikasi warna, bentuk, ukuran, dan dua variasi. Peningkatan diketahui dari hasil sebelum tindakan ketuntasan diperoleh 12,5% dan setelah tindakan menjadi 62,5% di siklus I, dan 87,5% di siklus II. Anak-anak juga menunjukkan minat yang tinggi dalam belajar, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang pendidikan anak usia dini, khususnya dalam meningkatkan kemampuan klasifikasi.
Adaptive Ability of Children Aged 5-6 Years as a Component of Social-Emotional Development Ratna Nila Puspitasari
Kumara Cendekia Vol 14, No 2 (2026): KUMARA CENDEKIA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v14i2.115871

Abstract

Social-emotional development is a fundamental aspect of early childhood development, this is because social-emotional development can support children's ability to regulate emotions, and social interactions, as well as adapt to the demands of the environment. One of the important components of socio-emotional development is adaptability, which refers to the ability of children to adapt their emotional responses and behaviors in accordance with social rules, routines, and situational changes. This study aims to describe adaptability as a component of social-emotional development in early childhood, with a focus on children aged 5-6 years. This study used a quantitative descriptive design involving 34 children aged 5-6 years. Data were collected using observational instruments that measured adaptability across four indicators. The data were analyzed using descriptive statistics, including mean scores and standard deviations, to describe the child's level of adaptability. The results of the study show that children's adaptability is generally in the medium to high category. Two indicators showed high average scores, indicating that most children were able to demonstrate adaptive behavior consistently in structured classroom situations. Two indicators are categorized at a moderate level, indicating that adaptability is still developing consistently. These findings illustrate that the development of adaptive abilities in early childhood develops gradually. In conclusion, adaptability among children aged 5-6 years has emerged and its  development is increasingly stable.
PEMAHAMAN GURU TERHADAP PERENCANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA PADA SATUAN PAUD DI KECAMATAN RAJABASA Ulwan Syafrudin
Kumara Cendekia Vol 12, No 2 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i2.78821

Abstract

Kurikulum Merdeka akan wajib diterapkan pada tahun ajaran 2024/2025. Guru PAUD perlu memahami perencanaan pembelajaran untuk melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman guru terhadap perencanaan pembelajaran kurikulum merdeka pada satuan PAUD di Kecamatan Rajabasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 86 guru dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 71 guru pada satuan PAUD di Kecamatan Rajabasa. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian pemahaman guru terhadap perencanaan pembelajaran kurikulum merdeka pada satuan PAUD di Kecamatan Rajabasa menunjukan pemahaman guru berada dalam kategori sangat paham dan paham. Dapat dilihat dari 71 guru terdapat 28 guru dengan persentase sebesar 39,437% dalam kategori sangat paham, terdapat guru yang berjumlah 22 guru dengan persentase sebesar 30,986% termasuk dalam kategori paham. Hal ini dipengaruhi oleh faktor terdapat beberapa sekolah telah memiliki program meningkatkan kompetensi antara lain pelatihan, pengalaman kerja, dan pendidikan guru.
STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM PENERAPAN KEGIATAN PEMBELAJARAN DARING ANAK USIA 5-6 TAHUN Putri Hidayah Lestari; Ruli Hafidah; Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 11, No 4 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i4.60459

Abstract

Saat ini pandemi Covid-19 masih melanda hampir seluruh negara di dunia. Pandemi ini berpengaruh terhadap setiap aspek kehidupan tidak terkecuali dalam aspek pendidikan. Dengan adanya pandemi ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran No. 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran yang diterapkan pada pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19 pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan pada kelompok B di TK Islam Al-Azhar 6 yang dianggap unik karena memiliki durasi waktu belajar daring yang cukup panjang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis menurut Creswell. Hasil penelitian mendeskripikan bahwa strategi pembelajaran yang digunakan dalam penerapan pembelajaran daring anak usia 5-6 tahun merupakan gabungan dari beberapa strategi yang ada. Sistem pembelajaran daring yang terapkan adalah dengan penerapan metode pembelajaran campuran yaitu pembelajaran langsung, study tour, dan media video. Strategi ini dirasa berhasil untuk dapat diterapkan pada pembelajaran daring untuk anak usia dini khususnya anak usia 5-6 tahun.
PENGGUNAAN MEDIA COMMAND BOARD UNTUK MENSTIMULASI KEMAMPUAN BAHASA RESEPTIF ANAK USIA DINI Yetia Elvira Nainggolan; Felisa Mutia Zahra
Kumara Cendekia Vol 12, No 2 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i2.87798

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan Media Command Board sebagai sumber belajar untuk menstimulasi kemampuan bahasa reseptif pada anak usia dini. Media Command Board adalah alat interaktif yang dirancang untuk membantu anak-anak mengembangkan keterampilan bahasa dengan cara yang menyenangkan dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas Media Command Board dalam meningkatkan pemahaman bahasa reseptif anak-anak usia dini. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dan menggunakan ciri penelitian eksperimen. Kelompok eksperimen menggunakan Media Command Board sebagai alat pembelajaran tambahan, sementara kelompok kontrol tidak. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman bahasa sebelum dan setelah intervensi, serta observasi terhadap interaksi anak dengan Media Command Board selama sesi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terlibat dalam pembelajaran dengan Media Command Board mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan memahami dan merespons bahasa secara reseptif dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa Media Command Board dapat efektif digunakan sebagai sumber belajar untuk merangsang kemampuan bahasa reseptif pada anak usia dini. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang potensi penggunaan teknologi dalam pendidikan anak usia dini, khususnya dalam konteks pengembangan bahasa. Implikasi praktis dari temuan ini adalah pentingnya integrasi teknologi yang tepat dalam pengajaran bahasa untuk mendukung perkembangan komunikasi anak sejak dini.
The Role of Grandparenting in Problematic Behaviors among Kindergarten B Children in Lamongan Regency Nurul Maslachah; Sulhatul Habibah; Moh Vito Miftahul Munif
Kumara Cendekia Vol 14, No 2 (2026): KUMARA CENDEKIA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v14i2.116083

Abstract

This study aims to analyze the role of grandparenting on problematic behavior in kindergarten B children in Lamongan Regency, specifically at Harapan Kindergarten in Kalitengah Village, Pancasila Kindergarten in Blajo Village, and Tunas Jaya 1 Kindergarten in Madulegi. The focus of the study was on the parenting patterns of grandparents as primary caregivers and their implications for children's emotional regulation, independence, and social behavior in the school environment. This study used a qualitative approach with a descriptive approach. The subjects were grandparents who were the primary caregivers of kindergarten B children at the three institutions. Data collection was conducted through semi-structured interviews, focusing on aspects of parenting background, parenting styles, problematic behaviors, and coping strategies. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing to identify patterns of relationships between parenting practices and children's behavior. The results showed that grandparenting practices were generally driven by economic factors and family circumstances, such as parents working outside the area or divorce. The parenting patterns applied tended to be permissive and overprotective, characterized by a lack of consistent rules and a tendency to indulge children's desires. This pattern has implications for the emergence of problematic behaviors. Thus, grandparenting influences the formation of children's behavior, particularly when parenting patterns lack boundaries and consistency that support optimal social-emotional development.
The Implementation of Animated Videos on the Independence of Children Aged 5-6 Years Dessi Andriani; Maryani Maryani
Kumara Cendekia Vol 14, No 2 (2026): KUMARA CENDEKIA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v14i2.103897

Abstract

Early childhood independence is crucial for holistic development, and animated videos have the potential to motivate it through visual stimulation. This study aims to examine the implementation of animated videos in enhancing the independence of children aged 5 to 6 years. Independence is a vital aspect of child development that encompasses the ability to perform daily tasks without depending on others. The research method employed is descriptive qualitative, with data collection conducted through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques were carried out using data source triangulation, data reduction, data display, and conclusion drawing, in accordance with the Miles and Huberman model. The research subjects consisted of six children and one teacher. The results indicate that after watching animated videos, children began to demonstrate an increase in independence, such as completing assigned tasks, having the courage to separate from parents, and preparing themselves for learning. Engaging and interactive animated videos successfully motivated the children to imitate the independent behaviors presented. Furthermore, the role of teachers and the school environment is essential in supporting the development of children's independence. This study contributes to the understanding of the effectiveness of learning media in early childhood education and is expected to serve as a reference for educators and parents in developing children's independence.