cover
Contact Name
Jufrianis
Contact Email
admin@jio.inspiree.review
Phone
6282169552652
Journal Mail Official
admin@jio.inspiree.review
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No. 23 Bangkinang Kota, Kab. Kampar, Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JIO: Jurnal Inovasi Olahraga
ISSN : "_"     EISSN : 29873630     DOI : https://doi.org/10.53905/jiojurnal
Core Subject : Health, Education,
JIO: Jurnal Inovasi Olahraga adalah jurnal yang bertitik fokus dalam publikasi penelitian tentang Olahraga dan berbagai bidang terkait Ilmu Olahraga antara lain Sport Science, Sport Education, Pendidikan Jasmani, Sejarah Olahraga, Sosial Olahraga, Budaya Olahraga, Hukum Olahraga, Politik Olahraga, Olahraga Rekreasi, Psikologi Olahraga serta masalah etika dalam aktivitas fisik, olahraga dan kesehatan. Jurnal ini juga berkonsentrasi baik dalam bentuk isi dan konteks pendidikan jasmani, olahraga dan pendidikan kesehatan yang ditemukan di sekolah, perguruan tinggi dan situs lain dari pendidikan formal, serta pedagogi bermain, senam, olahraga dan rekreasi ditemukan dalam konteks keluarga. , klub olahraga, industri rekreasi, studio kebugaran dan kesehatan swasta, sekolah tari serta pusat rehabilitasi.
Articles 172 Documents
Pembelajaran Tenis Lapangan sebagai Strategi Promosi Aktivitas Fisik pada Remaja Hasmyati Hasmyati; Andi Atssam Mappanyukki
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.207

Abstract

Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan kebugaran remaja, namun tingkat partisipasinya cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan remaja dalam aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran tenis lapangan sebagai strategi promosi aktivitas fisik pada remaja. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan terkait pembelajaran tenis, aktivitas fisik, dan pendidikan jasmani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tenis lapangan mampu meningkatkan kebugaran jasmani, keterampilan motorik, serta partisipasi aktif remaja dalam aktivitas fisik. Selain itu, pendekatan pembelajaran yang terstruktur, penggunaan metode latihan yang tepat, serta dukungan teknologi dan lingkungan menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Pembelajaran tenis juga memberikan manfaat psikososial seperti peningkatan motivasi, disiplin, dan keterampilan sosial. Dengan demikian, pembelajaran tenis lapangan dapat dijadikan sebagai strategi inovatif dan berkelanjutan dalam mempromosikan aktivitas fisik pada remaja.
Pendekatan Adaptif dalam Pencegahan Stunting: Peran Aktivitas Fisik dan Promosi Kesehatan di Era Digital Ainul Hidayah; Hasyim Hasyim
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.208

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Perkembangan teknologi digital mendorong munculnya berbagai pendekatan adaptif dalam pencegahan stunting melalui integrasi promosi kesehatan, aktivitas fisik, dan pemanfaatan media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendekatan adaptif berbasis aktivitas fisik dan promosi kesehatan digital dalam meningkatkan efektivitas pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan sumber data berupa 15 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan jurnal terindeks lainnya menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan stunting prevention, digital health, e-health, health promotion, dan physical activity. Teknik analisis data menggunakan content analysis dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan membandingkan hasil penelitian dari setiap artikel yang dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan adaptif berbasis teknologi digital mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta perubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan stunting. Intervensi digital seperti mobile health, media edukasi digital, dan promosi kesehatan berbasis teknologi terbukti efektif dalam mendukung edukasi gizi, pemantauan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, aktivitas fisik juga berperan dalam mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak sebagai bagian dari pendekatan preventif stunting. Namun demikian, implementasi program masih menghadapi berbagai hambatan seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan akses teknologi, dan faktor sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, adaptif, dan berkelanjutan dalam mengintegrasikan promosi kesehatan, aktivitas fisik, dan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas pencegahan stunting.
Perubahan Perilaku Olahraga di Era Digital antara Kemudahan Akses dan Risiko Sedentari Alimin Hamzah; Muhammad Naufal Ramadhansyah
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.28

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap perilaku olahraga masyarakat, khususnya dalam hal kemudahan akses dan peningkatan risiko perilaku sedentari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan perilaku olahraga di era digital dengan menyoroti dua sisi utama, yaitu manfaat teknologi dalam meningkatkan aktivitas fisik dan dampaknya terhadap peningkatan gaya hidup sedentari. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji 20 artikel ilmiah yang terdiri dari 12 jurnal internasional dan 8 jurnal nasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2026. Proses seleksi artikel dilakukan menggunakan pendekatan PRISMA, dengan mempertimbangkan kriteria inklusi seperti relevansi topik, jenis penelitian, serta ketersediaan full text. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital seperti aplikasi mHealth, wearable devices, dan media sosial dapat meningkatkan aktivitas fisik, motivasi olahraga, serta pemantauan kebugaran secara mandiri. Namun, penggunaan teknologi yang berlebihan juga berkontribusi terhadap peningkatan perilaku sedentari, seperti meningkatnya waktu layar dan penurunan aktivitas fisik, terutama pada remaja dan dewasa muda. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan teknologi secara bijak dan seimbang untuk mengoptimalkan manfaatnya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi promosi aktivitas fisik di era digital.
Rekonseptualisasi Pencegahan Stunting Sinergi Promosi Kesehatan, Aktivitas Fisik, dan Intervensi Gizi Andi Atssam Mappanyukki; Nur Indah Atifah Anwar
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.210

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat, baik secara global maupun di Indonesia, karena berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk merekonseptualisasi pencegahan stunting melalui sinergi antara promosi kesehatan, aktivitas fisik, dan intervensi gizi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 20 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025. Data dikumpulkan melalui penelusuran database seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan stunting paling efektif dilakukan melalui pendekatan terintegrasi berbasis siklus hidup. Intervensi gizi seperti pemberian MP-ASI, suplementasi mikronutrien, dan makanan tambahan berperan langsung dalam meningkatkan pertumbuhan linier anak. Promosi kesehatan melalui edukasi, konseling, dan pemberdayaan keluarga terbukti meningkatkan perilaku pemberian makan anak. Sementara itu, aktivitas fisik terutama pada ibu hamil berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan maternal dan luaran kehamilan. Faktor sosial ekonomi, lingkungan, serta peran keluarga dan kader kesehatan juga menjadi determinan penting dalam keberhasilan program. Dengan demikian, diperlukan sinergi lintas sektor dan pendekatan multidimensional untuk menurunkan prevalensi stunting secara berkelanjutan.
Transformasi Intervensi Promosi Kesehatan untuk Mengatasi Perilaku Sedentari di Era Digital: Studi Literatur Review Muh. Ilham Aksir; Ainul Hidayah
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i02.29

Abstract

Perilaku sedentari di era digital menjadi salah satu tantangan utama dalam kesehatan masyarakat karena meningkatnya penggunaan teknologi yang berkontribusi terhadap penurunan aktivitas fisik. Transformasi intervensi promosi kesehatan berbasis digital, seperti mHealth, eHealth, dan wearable devices, menawarkan peluang dalam mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas intervensi promosi kesehatan berbasis digital dalam mengurangi perilaku sedentari dan meningkatkan aktivitas fisik. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis 15 artikel ilmiah yang diperoleh dari database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dalam rentang waktu 2016–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi digital efektif dalam meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi waktu sedentari, terutama jika dikombinasikan dengan teknik perubahan perilaku seperti self-monitoring, goal setting, dan feedback. Namun demikian, efektivitas intervensi masih bervariasi dan dipengaruhi oleh faktor kepatuhan pengguna, desain intervensi, serta keberlanjutan penggunaan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas intervensi promosi kesehatan dalam mengatasi perilaku sedentari di era digital.
Dari Edukasi Ke Transformasi Perilaku Tinjauan Sistematis Promosi Kesehatan dalam Meningkatkan Aktivitas Fisik Nur Indah Atifah Anwar; Alimin Hamzah
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.30

Abstract

Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit tidak menular, namun tingkat partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik masih tergolong rendah. Promosi kesehatan menjadi strategi utama dalam meningkatkan aktivitas fisik, tetapi pendekatan yang hanya berfokus pada edukasi belum mampu menghasilkan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran promosi kesehatan dalam bertransformasi dari pendekatan edukatif menuju perubahan perilaku dalam meningkatkan aktivitas fisik masyarakat. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengikuti pedoman PRISMA, melalui penelusuran artikel pada database PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar dengan rentang tahun 2021–2026. Sebanyak 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis teori perubahan perilaku, pendekatan multi-level, serta pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi kesehatan dan media sosial memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam meningkatkan aktivitas fisik dibandingkan pendekatan edukasi semata. Faktor seperti efikasi diri, motivasi, dukungan sosial, serta lingkungan yang mendukung menjadi determinan utama dalam perubahan perilaku aktivitas fisik. Kesimpulannya, promosi kesehatan perlu bertransformasi dari pendekatan edukatif menuju pendekatan yang lebih komprehensif dan berbasis perilaku untuk menghasilkan perubahan yang berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas fisik serta kualitas hidup masyarakat secara luas.
Efektivitas Program Aktivitas Fisik Berbasis Sekolah dan Rekreasi: Tinjauan Sistematis terhadap Outcome Kesehatan dan Akademik Asri Awal; Hasmyati Hasmyati
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.33

Abstract

Aktivitas fisik berbasis sekolah dan rekreasi merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesehatan dan prestasi akademik peserta didik. Penurunan tingkat aktivitas fisik pada anak dan remaja menjadi perhatian global karena berhubungan dengan meningkatnya risiko obesitas, rendahnya kebugaran jasmani, gangguan kesehatan mental, serta penurunan fungsi kognitif dan performa akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas program aktivitas fisik berbasis sekolah dan rekreasi terhadap outcome kesehatan dan akademik pada anak dan remaja melalui pendekatan literature review. Proses pencarian literatur dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan SpringerLink dengan rentang publikasi tahun 2015–2025 menggunakan kata kunci terkait aktivitas fisik, kesehatan, dan prestasi akademik. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan sehingga diperoleh 15 artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa program aktivitas fisik berbasis sekolah dan rekreasi memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik, kesehatan psikologis, kebugaran jasmani, fungsi kognitif, konsentrasi belajar, serta prestasi akademik peserta didik. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dengan intensitas sedang hingga tinggi terbukti lebih efektif dalam meningkatkan outcome kesehatan dan akademik. Selain itu, integrasi aktivitas fisik ke dalam proses pembelajaran mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif dan sehat. Dengan demikian, program aktivitas fisik berbasis sekolah dan rekreasi dapat dijadikan sebagai strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan peserta didik secara berkelanjutan.
Analisis Keterampilan Passing Control dalam Permainan Futsal pada Ekstrakurikuler di MAN 1 Makassar M. Adam Mappaompo
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.31

Abstract

Purpose of the study: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis keterampilan passing dalam permainan futsal pada ekstrakurikuler di MAN 1 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Materials and methods: Metode dalam penelitian ini menggunakan metode survei dan tes. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler MAN 1 Makassar, dengan jumlah 30 siswa, penentuan sampel menggunakan total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes keterampilan passing pada permainan futsal. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan persentase. Results: Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: tingkat keterampilan passing dalam permainan futsal pada ekstrakurikuler di MAN 1 Makassar berada kategori "kurang sekali" sebesar 6,7% (2 siswa), kategori "kurang" sebesar 13,3% (4 siswa), kategori "sedang" sebesar 46,6% (14 siswa), kategori "baik" sebesar 26,7% (8 siswa), dan kategori "baik sekali" sebesar 6,7% (2 siswa).. Conclusions: Berdasarkan nilai rata-rata yaitu 16,03 poin dan persentase tertinggi yaitu 46,6% berada pada kategori sedang, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat keterampilan passing dalam permainan futsal pada ekstrakurikuler di MAN 1 Makassar masuk dalam kategori sedang.
Upaya Meningkatkan Teknik Dasar Passing Bawah Permainan Bola Voli Melalui Penerapan Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) Pada Siswa Kelas Viii SMP Swasta Madani Elvan Ndruru; Ignasius Ivan Kurnia Ndruru; Lukman Nasution; Joko Priono
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 02 (2026): July Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/

Abstract

This study aims to improve the learning outcomes of volleyball overhead passing through the application of the TGT (Teams Games Tournament) type cooperative learning model. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method which is implemented in two cycles. Each cycle consists of planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were 25 students of grade VIII of Madani Mariendal 1 Medan private junior high school. The problem in this study is the low ability of students in performing volleyball underhand passing techniques as indicated by the inaccurate body position, hand movement coordination, and low student learning outcomes in physical education subjects. Therefore, a learning model is needed that can improve student activity, cooperation, and learning motivation. Data collection techniques are carried out through observation, learning outcome tests, and documentation. Data analysis is carried out descriptively quantitatively based on the percentage of student learning completion. The results of the research from the pre-test cycle I were only 8 students (32%), while the post-test cycle I increased to 12 students (48%). In cycle II it increased to 22 students (88%). Students' activities became more active, enthusiastic and enthusiastic when practicing learning, more orderly and able to cooperate with other students. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of the Teams Games Tournament (TGT) learning model is effective in improving the basic techniques of underhand passing in volleyball in class VIII students of Madani Private Middle School. This learning model is able to create an active, fun learning atmosphere and encourage cooperation between students so that it has a positive impact on improving physical education learning outcomes.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Siswa Perguruan Pencak Silat Bakti Negara Ranting Banyuning Kabupaten Buleleng M.R. Bima; Ni Luh Putu Spyanawati; Peby Gunarto
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 02 (2026): July Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/

Abstract

This study aims to determine the process of instilling character education values in the members of the Bakti Negara Pencak Silat Association, Banyuning Branch, Buleleng Regency. This research is motivated by the importance of character education in facing the development of the times and the influence of globalization, which can affect the behavior of the younger generation. Pencak Silat, as both a sport and an Indonesian cultural heritage, is considered to have an important role in shaping character values such as discipline, responsibility, politeness, cooperation, and religiosity. The research method used was qualitative research with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that character education values had been implemented in the training process through activities such as time discipline, collective prayer, respect for trainers, and sportsmanship among members. However, several obstacles were still found, such as the lack of discipline of some members in following training rules. Therefore, continuous strengthening of character development is needed so that character education values can be optimally instilled in the members of the association.