cover
Contact Name
Cucuk Budiyanto
Contact Email
cbudiyanto@staff.uns.ac.id
Phone
+62271718419
Journal Mail Official
jiptek@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Teknik dan Kejuruan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta Kampus V UNS Pabelan Jl. Ahmad Yani 200 Pabelan Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JIPTEK : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan
ISSN : -     EISSN : 25986430     DOI : doi.org/10.20961/jiptek
JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan is a scientific publication that intended to facilitate articles and scholarly writings of empirical research in the field of Vocational and Engineering Education. JIPTEK is open for academia, students, researchers, and practitioners who aim to contribute to the field of Vocational and Engineering Education. The main scope of JIPTEK is on the exploration of vocational education and training, civil engineering, mechanical engineering, and informatics. JIPTEK is also concern the development of contemporary media in vocational education in theoretical realm as well as a practical one, especially the scope of local, national, and global. The journal is published bi-annually in July and December.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2014)" : 8 Documents clear
TINJAUAN PENAMBAHAN LIMBAH STYROFOAM DAN FLY ASH TERHADAP BERAT JENIS, KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON RINGAN STRUKTURAL Ernawati Sri Sunarsih; Taufiq Lilo Adi Sucipto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v7i2.12690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1)Pengaruh penambahan styrofoam dan fly ash terhadapberat jenis beton ringan struktural; (2)Pengaruh penambahan styrofoam dan fly ash terhadap kuat tekan betonringan struktural dan (3)Pengaruh penambahan styrofoam dan fly ash terhadap kuat lentur beton ringanstruktural.Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Variabel dari penelitian ini ada dua yaitu variabelbebas dan variabel terikat. Variabel bebasnya adalah variasi styrofoam 20%, 30%, 40% dari kebutuhan agregatkasar dan variasi fly ash 0%, 20%, 30%, 40% dari kebutuhan semen. Sedangkan variabel terikatnya adalah beratjenis, kuat tekan dan kuat lentur beton. Benda uji untuk uji berat jenis dan kuat tekan beton berbentuk silinderdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Sedangkan untuk uji kuat lentur berbentuk persegipanjang dengan sisi 15 cmdan panjang 60 cm. Mutu beton rencana 25 Mpa dan di uji pada umur 28 hari.Dari hasil pengujian diketahui bahwa: (1) Penggantian sebagian agregat kasar dengan styrofoammengurangi kuat tekan beton, semakin besar prosentase styrofoam maka semakin rendah kuat tekan beton.Penggantian sebagian semen dengan fly ash meningkatkan kuat tekan beton. Namun setelah tercapai nilaioptimum maka penambahan fly ash kedalam campuran beton akan mengakibatkan penurunan kuat tekan beton.Dan dari semua kuat tekan beton yang dihasilkan, tidak satupun yang memenuhi persyaratan kuat tekan betonringan struktural, yaitu harus lebih besar dari 17,24 MPa; (2) Penggantian sebagian agregat kasar denganstyrofoam mengurangi berat jenis beton, semakin besar prosentase styrofoam maka semakin rendah berat jenisbeton. Penggantian sebagian semen dengan fly ash meningkatkan berat jenis beton, semakin besar prosentase flyash maka semakin besar pula berat jenis beton. Dan dari semua berat jenis beton yang dihasilkan , tidak satupunyang memenuhi persyaratan berat jenis beton ringan struktural, yaitu harus lebih kecil dari 1850 kg/m3; (3)Penggantian sebagian agregat kasar dengan styrofoam mengurangi kuat lentur beton, semakin besar prosentasestyrofoam maka semakin rendah kuat lentur beton. Penggantian sebagian semen dengan fly ash meningkatkankuat tekan beton. Namun jika penambahan fly ash terlalu berlebihan maka akan mengakibatkan penurunankekuatan beton. Penggantian sebagian semen oleh fly ash yang
KUALITAS REPAIR WELDING DENGAN METODE OXY-ACITELYN PADA CAST WHEEL ALUMINIUM Budi Harjanto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v7i2.12730

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan adalah reparasi cast wheel (velg) aluminium yang sudah mengalamikerusakan (retak) dengan metode pengelasan Oksi-Asitelin. Pengelasan pada velg berbahan Aluminiummemungkinkan digunakan untuk memperbaiki kerusakan sejauh kekuatan sambungan las tersebut mendekatikekuatan dari velg utuh.Sebelum percobaan pengelasan Oksi-Asitelin dilakukan, maka dilakukan dahulu beberapa pengujianuntuk mengetahui data awal. Pengujian bertujuan untuk mengetahui kondisi material asli (base material). Daripengujian awal diperoleh bahwa material asli adalah Al-7,3%Si yang memiliki kekerasan sebesar 57,63 HBNdan memiliki kekuatan impak sebesar 0,108 Joule/mm2. Data yang diperoleh pada pengujian tersebut merupakandata acuan untuk menjadi pembanding hasil percobaan dengan pengelasan Oksi-Asitelin.Hasil uji kekerasan proses pengelasan Oksi-Asitelin untuk daerah perbatasan antara logam induk danlogam lasan adalah 38,69 BHN sedangkan pada logam lasan sebesar 54,80 BHN..Hasil uji impak untukpengelasan Oksi-Asitelin sebesar 0,085 Joule/mm2.Dari hasi pengujian kekerasan dan impak dapat diketahui bahwa nilai kekerasan dan kekuatan impakhasil lasan masih lebih kecil dibandingkan dengan kekerasan dan kekuatan impak logam induk. Hal ini berartibahwa hasil pengelasan belum layak digunakan, karena nilai kekerasan dari hasil pengelasan belum mendekatinilai kekerasan logam induk.
KAJIAN PENERAPAN GREEN BUILDING PADA GEDUNG BANK INDONESIA SURAKARTA Taufiq Lilo Adi Sucipto; Jati Utomo Dwi Hatmoko; Sri Sumarni; Jeni Pujiastuti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v7i2.12692

Abstract

Sektor konstruksi diketahui memberikan dampak cukup besar bagi lingkungan. Sektor konstruksi berkontribusimenghasilkan emisi gas karbon lebih dari 40%, menggunakan material dari alam yang jumlahnya cukup besar,menyumbangkan limbah, serta mengurangi daerah untuk resapan air dan area hijau. Atas dasar inilah dalamkerangka pembangunan berkelanjutan, para praktisi di dunia konstruksi terus didorong untuk menerapkankonsep green building. Saat ini keberadaan green building di Indonesia masih sangat sedikit, sehingga konsepdan pemahaman konsep green building di Indonesia masih harus terus disosialisasikan dan didorongpenerapannya. Penelitian ini bermaksud mengeksplorasi penerapan konsep green building pada gedung BankIndonesia (BI) Surakarta. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi latar belakang dan proses penerapan konsepgreen building pada gedung tersebut, serta mengetahui pandangan dan peran dari dari pihak-pihak yang terlibatdalam proses perencanaan, pembangunan serta penggunaannya. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatankombinasi metode kuantitatif dan kualitatif dari owner, konsultan perencana, kontraktor dan pengguna gedung.Untuk memastikan kualitas data yang dikumpulkan, dilakukan triangulasi teknik pengumpulan data meliputiobservasi, wawancara mendalam, kuesioner dan studi dokumentasi. Penentuan sampel sumber data dilakukansecara purposive. Analisis data kualitatif dilakukan melalui proses data reduction, data display, dan verification.Hasil penelitian menunjukkan komitmen yang kuat dari owner sebagai pioneer dalam mewujudkan bangunanyang ramah lingkungan dan hemat energi sebagai alasan utama penerapan konsep green building pada GedungBI Surakarta. Aplikasi green building yang diterapkan meliputi: penggunaan solar panel sebagai sumber energialternatif, penggunaan kaca low-e sebagai pencahayaan alami, memanfatkan air limbah untuk di daur ulang,ruang terbuka hijau yang maksimal, adanya reflecting pool, penggunaan peralatan mekanikal-elektrikal yanghemat energi, terdapat parkir sepeda dan shower compartement, terdapat BAS (Building Automation System),perlengkapan sanitary yang ramah lingkungan, serta lingkungan kerja yang sehat dan nyaman. Owner,kontraktor dan pengguna gedung memiliki persepsi positif dan peran serta yang cukup besar dalam mewujudkangreen building. Meskipun kontraktor memiliki persepsi yang positif namun dalam proses konstruksi terdapatbeberapa hal yang dirasakan menjadi beban kontraktor antara lain proses konstruksi dan proses administrasiyang lebih rumit, serta timbulnya biaya-biaya ekstra yang harus ditanggung kontraktor. Pemerintah diharapkandapat memberikan berbagai insentif yang mendorong penerapan konsep green building.
PENGARUH PEMANASAN BAHAN BAKAR MELALUI PIPA BERSIRIP TRANSVERSAL PADA UPPER TANK RADIATOR DAN PENAMBAHAN ETANOL TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA TOYOTA KIJANG Danar Susilo Wijayanto; Ngatou Rohman; Ranto Ranto; Husin Bugis; Ahmad Yuhsin Sukisno; Muhammad Rodhi Qoribi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v7i2.12696

Abstract

The purpose of this study were to determine the effect usage of gasoline heating through a capillarytube which is transversal finned in the upper tank of radiator on exhaust emissions of CO and HC in the engineof Toyota Kijang. This study is experimental. The sample in this study was the machine of Toyota Kijang. Freevariable of the research is the usage of fuel heating with fin variations on the copper capillar tube consist ofcopper capillar tube without fin, finned copper capillar tube with the ranges between the fins are 10 mm, 20 mm,and 30 mm and variations of ethanol in premium 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, and 30%. Experimentalmethod to measure exhaust emissions of CO and HC in the engine of Toyota Kijang. The result of this researchshows that (1) The lowest carbonmonoxide gas emissions level was foundin the heating of copper pipe with 20mm fins distance in the solution of fuel and ethanol 30% at 0.209 (% vol). (2) The lowest Hydrocarbon emissionslevel was found in the heating of pipe with 10 mm fins distance in the solution of gasoline and ethanol 20% at294.33 (ppm vol). (3)The heating of copper pipe with 20 mm spacing between the fins and the variation ofethanol 30% is the best result of the entire treatments with CO gas at 0.209 (% vol) and HC at 310.00 (ppm vol).(4) The heating in fuel mixture gasoline 75% and ethanol 25% through radiator upper tank with gap betweenfins 10 mm is the best treatment than from other treatment in testing use with CO t 0,31 (%vol) dan HC at 340(ppm vol).
OPTIMALISASI PENGGANTIAN BAHAN IKAT SMART CONCRETE (SELF HEALING CONCRETE) UNTUK DAERAH RAWAN GEMPA Rima Sri Agustin; Stefanus Adi Kristiawan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v7i2.12698

Abstract

Inovasi dalam perkembangan teknologi beton menampilkan jenis beton yang mempunyai kemampuan untukmenyembuhkan diri saat terjadi keretakan yang dikenal sebagai self healing concrete (SHC). Rancang campur SHCmencakup kelecekan (workability,) kuat tekan dan permeabilitas. Penggunaan fly ash bervariasi dari 0 – 55% dariberat semen yang digantikan.Pemanfaatan fly ash dalam beton berfungsi mengubah CaOH menjadi C-S-H. CaOH merupakan unsurlemah dalam beton menjadi C-S-H yang memiliki fungsi pengikat dan memberikan kontribusi pada kekuatan beton.Butiran fly ash yang berukuran lebih kecil dari semen dimanfaatkan sebagai filler yang memiliki peran ganda:sebagai pengisi ruang-ruang kosong antar agregat dalam beton sehingga gradasi campuran lebih “smooth” sekaligusberperan sebagai lubrikan yang dapat meningkatkan workability campuran (Haque et al 1984). Pemakaian fly ashjuga akan mengurangi penggunaan semen, makin sedikit semen yang digunakan akan menurunkan suhu reaksisehingga kemungkinan retak akibat efek termal tereduksi (Mehta et al 2006). Pengurangan jumlah semen jugaberdampak pada peningkatan workability campuran beton. Ditinjau dari permeabilitas, butiran fly ash yang halusakan meningkatkan kepadatan beton sehingga akan semakin kecil permeabilitasnya.Dari hasil pengujian, analisis data dan pembahasan maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagaiberikut: Penggunaan fly ash dengan kadar tertentu dapat mempengaruhi sifat beton segar yang dihasilkan, semakintinggi kandungan fly ash yang digunakan semakin baik pula workability dan flowability beton segar yang dihasilkan.Penggunaan material fly ash dapat menurunkan biaya produksi untuk beton normal yang memiliki sifat self healingconcrete (SHC) karena dapat mereduksi sebagian atau lebih kebutuhan penggunaan semen pada campuran beton.Salah satu faktor utama yang mempengaruhi nilai kuat tekan beton adalah umur beton. Penggunaan kadar fly ashdiatas 50% dari berat binder yang digunakan memiliki nilai kuat tekan awal yang kurang baik untuk pengerjaanbeton yang memerlukan waktu pengerasan dan kekuatan awal yang tinggi, karena proses pengerasan ( setting time)dan penambahan kekuatan betonnya agak lambat pada umur beton kurang dari 28 hari. Setelah umur 28 hari kuattekan beton yang menggunakan fly ash sebagai penggantian sebagian semen mengalami kenaikan sebesar 25% padakadar 10%, 20%, 25%, 30%, 35% dan 45% dibanding dengan beton konvensional. Tetapi pada kadar 55% kuattekan beton menurun. Kuat tekan optimum terjadi pada kadar 45%. Penggunaan fly ash sebagai pengganti semendapat memperkecil nilai koefisien permeabilitas beton. Berdasarkan uraian tersebut,maka SHC diharapkanmempunyai kelebihan dibandingkan dengan beton konvensional dalam hal kelecekan (workability), kuat tekan danpermeabilitas yang akan meningkatkan ketahanan beton (durability).
EFEKTIFITAS KOMUNIKASI PEMBELAJARAN ONLINE DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA E-LEARNING PADA PERKULIAHAN BODY OTOMOTIF Basori, Basori
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v7i2.12722

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of learning communication with e -learning models onthe Body of Automotive lecture. The course material is included in the e -learning website at FKIP UNS.The methods of this study is a qualitative methods and it is used the Ex Post Facto. The population ofthe study was all students taking the automotive concentration. Data collection was done through aquestionnaire. Data analysis was done by a descriptive.Based on the study result, we got the conclusion that: (1) the teaching material is quite understandableby students, (2) the material such as text, images, sound, and harmony in all three teaching materials can bereceived clearly by students, (3) The teaching material increases knowledge of students, (4 ) e-learning modedirects the student to agree with the teaching material, (5) e-learning mode encourages the students tocomplete the task of e-learning teaching material. In general, the study found that the delivery of coursematerial’s to students through the e-learning model’s was effective. so, we could concluded the learningcommunication is effective.
PEMANFAATAN MIKROKONTROLER AT89S51 DALAM RANCANG BANGUN SISTEM WATER INJECTION BERBASIS MIKROKONTROLER PADA SEPEDA MOTOR Basori Basori; Subagsono Subagsono; Husin Bugis
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v7i2.12688

Abstract

The rapid development of information technology makes a lot of electronic components used invarious fields. The component that is often used is a microcontroller. The microcontroller is used as theregulator and the automation system. This study aims to design a microcontroller-based water injection (WAI)system on the motorcycle.The experiment was conducted with an experimental method. Object of the research is honda megapro 2009 motorcycle. The design of microcontroller-based WaI done through the following steps: (1) designinga microcontroller-based WaI system using the proximity sensor signals, (2) designing the voltage regulatorcircuit, (3) designing AT89S51 microcontroller circuit, (4) designing injector circuit, (5) designing a series of7-segment display, and (6) making programming the microcontrol ler on the WaI that is used to inject water or amixture of water and methanol into the fuel chamber.The research showed that the microcontroller-based WaI can work correctly when applied tomotorcycles. This system works for injecting water or a mixture of water and methanol into the combustionchamber. Injection is done when the suction valve is open. This condition is known by placing a proximitysensor. On the other hand, the frequency of water or a mixture of water and methanol injection were governedby the microcontroller through the injector.The results showed that the microcontroller-based WaI can work correctly and properly.
PENGARUH POROSITAS BUATAN PADA ADSORBER TERHADAP KUALITAS TRANSFER PANAS DAN MASSA Sukatiman Sukatiman; Dewanto Harjunowibowo
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v7i2.12726

Abstract

On the cooler machine power heat, performance machine efficiency (COP-Coefficient of Performance) isaffected by adsorber capacity in adsorbing numbered refrigerant and releasing in fast periode. the velocity willincrease if it has velocity transfered heat and high mass.This research focused on knowing variation effect adsorbed of solid porousity adsorber versus head transfer rateand high mass. Research methods used many relevance references.The result of this research is that more increasing porousity volume caused high rate of mass transferredand high heat. Yet if to many porousity made volume of adsorber smaller so that mass transferred achieve optimumand decreased.

Page 1 of 1 | Total Record : 8