cover
Contact Name
Ikrar Hanggara
Contact Email
i.hanggara@polinema.ac.id
Phone
081252694699
Journal Mail Official
josmrk@polinema.ac.id
Editorial Address
Gedung Graha Polinema Lt.3 Jalan Soekarno - Hatta No. 9 Malang, 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK)
ISSN : -     EISSN : 27229203     DOI : https://doi.org/10.33795/jos-mrk.v6i1.5891
Core Subject : Engineering,
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) adalah Jurnal Online untuk publikasi karya ilmiah dan Tugas Akhir mahasiswa (Skripsi) pada bidang ilmu teknik sipil yang dikelola oleh Politeknik Negeri Malang. Jurnal ini terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan, MARET, JUNI, SEPTEMBER, DESEMBER. Penerbit: Politeknik Negeri Malang. Focus and Scope: Seluruh ruang lingkup bidang teknik sipil meliputi: Struktur, Geoteknik, Transportasi, Keairan, Manajemen Konstruksi. Setiap artikel akan melalui review dari reviewer yang masuk dalam kategori bidang (Struktur, Geoteknik, Transportasi, Keairan, Manajemen Konstruksi). Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) menyiapkan terbitan untuk setiap edisi sampai 50 artikel untuk sekali terbitan.
Articles 1,041 Documents
EVALUASI KINERJA RUAS JALAN RAYA MANGGA AKIBAT KEGIATAN PASAR BANGIL KABUPATEN PASURUAN Fitri, Nur Hikmah; Subagyo, Udi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8604

Abstract

Kegiatan pasar tradisional yang berlangsung di sepanjang Jalan Raya Mangga, Bangil, Kabupaten Pasuruan, menimbulkan berbagai permasalahan lalu lintas seperti kemacetan, penurunan kecepatan kendaraan, serta meningkatnya hambatan samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ruas jalan tersebut dalam kondisi eksisting dan menganalisis solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas. Metode penelitian yang digunakan mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan Permenhub No. PM 96 Tahun 2015 terkait tingkat pelayanan jalan. Data primer diperoleh melalui survei lapangan berupa volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, geometri jalan, dan hambatan samping. Sedangkan data sekunder mencakup klasifikasi jalan, jumlah penduduk, dan data operasional kendaraan (BOK). Hasil analisis menunjukkan bahwa kecepatan arus bebas sebesar 29,6 km/jam dengan kapasitas 1.426,8 SMP/jam. Tingkat pelayanan jalan berada pada kategori E, yang ditentukan berdasarkan kecepatan. Biaya kemacetan tercatat sebesar Rp239/km pada hari Senin dan Rp288/km pada hari Sabtu, mengindikasikan tingginya beban lalu lintas pada waktu-waktu tertentu. Hasil solusi alternatif terdapat 3 alternatif, solusi alternatif yang terbaik yaitu mengurangi hambatan samping dengan peraturan larangan parkir di bahu jalan, penertiban dan relokasi pedagang pasar, pelebaran jalan serta mengubah tipe jalan menjadi 2/2-T, dengan scenario alternatif ini, nilai kecepatan rata-rata mobil penumpang (VMP) sebesar 60 km/jam, termasuk dalan tingkat pelayanan C.
PENINJAUAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH PADA BETON SCC DENGAN PENAMBAHAN FIBER ROTAN Wijaya, Hilda Maharani; Qomariah, Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8664

Abstract

Self-Compacting Concrete (SCC) adalah beton inovatif yang dirancang untuk dapat mengalir dan memadat secara mandiri di dalam bekisting tanpa memerlukan getaran eksternal. Kemampuannya yang tinggi dalam mengisi cetakan kompleks dan melewati celah antar tulangan menjadikan SCC sangat cocok digunakan pada struktur beton bertulang yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan fiber rotan terhadap sifat mekanik dan segar beton SCC, dengan fokus pada kuat tekan, kuat tarik belah, serta workability. Variasi penambahan fiber rotan dalam penelitian ini meliputi 0%, 1%, 1,5%, 2%, 2,5%, dan 3% dari berat semen. Beton dirancang berdasarkan pedoman EFNARC (2005) dengan target mutu 40 MPa dan rasio air semen (fas) 0,38.Pengujian segar meliputi slump flow, V-funnel, dan L-box. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kadar fiber rotan menyebabkan meningkatnya waktu alir (T50 dan V-funnel), serta menurunkan nilai slump flow dan passing ability. Dari sisi mekanik, penambahan fiber rotan menyebabkan penurunan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah. Nilai kuat tekan tertinggi terdapat pada beton tanpa fiber sebesar 52,32 MPa, sedangkan terendah pada variasi 3% sebesar 22,98 MPa. Kuat tarik belah tertinggi juga ditemukan pada beton tanpa fiber sebesar 3,04 MPa, dan terendah pada 3% sebesar 1,92 MPa. Persentase optimal penambahan fiber rotan yang masih memenuhi syarat beton segar dan memberikan hasil kuat tarik relatif baik adalah 1%.Penambahan fiber rotan juga meningkatkan biaya produksi beton SCC secara bertahap. Dengan demikian, penggunaan fiber rotan dalam jumlah terbatas dapat ditambah pada beton SCC yang ramah lingkungan.
EFFECT OF WATER CEMENT RATIO AND GGBFS SUBSTITUTION ON COMPRESSIVE STRENGTH AND WORKABILITY OF SCC Febrian, Ibnu Faza; Qomariah, Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8666

Abstract

Self-Compacting Concrete (SCC) is an innovation in concrete technology that is able to flow and solidify independently without the help of mechanical vibration. This study aims to analyze the effect of variations in water to cement ratio (w/c) and cement substitution with Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) optimal value from mortar cube testing, with the optimal value at 30% substitution with a compressive strength of 28.40 MPa. The optimal GGBFS value will be used for the design of SCC specimens and will be tested for workability and compressive strength with variations of 0.35, 0.375, and 0.40. Mix design is made with reference to the recommended composition of the EFNARC standard (2005). The workability test includes slump flow, V-funnel, and L-box, while the compressive strength test will conduct at 7, 14, and 28 days using 15×30 cm cylindrical specimens. The test results showed that increasing the w/c from 0.35 to 0.40 improved the workability of the mix, slump flow increased from 540 mm to 660 mm, the V-funnel time decreased from 15 s to 7 s, and the L-box ratio increased from 0.84 to 0.97. In the compressive strength test, the concrete with w/c 0.40 showed a higher strength increase at 28 days (38.01 MPa) than the other mixes, although the initial value (7 days) was lower. Cost evaluation showed that the use of GGBFS provided an efficiency of Rp37,500 per m³ (±2.94% savings) compared to conventional SCC. Based on the test results and performance analysis, the mix variation with w/b 0.40 and 30% GGBFS substitution was declared as the most optimum composition in terms of workability, strength, and cost efficiency.
DRAINAGE SYSTEM DESIGN OF THE LIGHT RAIL TRANSIT (LRT) ROAD RAWAMANGUN-PASAR PRAMUKA PHASE 1B STA 0+130 to 3+445 Al-Banjary, Alfina Rahma; Hapsari, Ratih Indri
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8706

Abstract

Light Rapid Transit (LRT) is a modern and efficient public transportation system constructed at surface level to reduce traffic congestion and provide high accessibility. One of the critical components of LRT infrastructure is the drainage system, which serves to prevent water ponding on the rail tracks that could endanger safety and damage the electrical systems. This final project focuses on designing an effective drainage network for the LRT road segment between Velodrome and Pasar Pramuka Phase 1B, STA 0+130 to STA 3+445. The study includes hydrological and hydraulic analysis, covering rainfall intensity calculation, design flood discharge estimation with 25 years returns period, drainage channel design, and construction method planning. The proposed drainage cross-sections consist of U-Ditch channels with dimensions of 0.5 × 0.5 m and 0.8 × 0.8 m, as well as precast box culverts measuring 0.6 × 0.6 m and 0.8 × 0.8 m. This design refers to both technical and non-technical standards. The total estimated budget required for the construction of this drainage system is Rp9,491,653,696.92. The system is expected to manage stormwater runoff effectively and ensure the safety and operational reliability of the LRT route.
ANALISA DAN DESAIN JEMBATAN LAMPE DENGAN RANGKA BAJA TIPE PRATT PADA RUAS JALAN LAMPE–KADI Aldi Zaiman, Muhammad; Rahardianto, Trias
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8710

Abstract

Jembatan pada ruas jalan Lampe – Kadi di Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, mengalami kerusakan sejak tahun 2020, yang mengganggu aktivitas transportasi dan distribusi hasil pertanian. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan dan menunjukkan perlunya Analisa dan desain jembatan. Penelitian ini menganalisa dan mendesain menggunakan struktur rangka baja tipe Pratt, yang dikenal sederhana, efisien, dan stabil terhadap beban. Perencanaan struktur dilakukan dengan menggunakan metode LRFD (Load and Resistance Factor Design) yang mengacu pada standar-standar berikut: SNI 1725:2016, RSNI T - 03 - 2005, SNI 1729:2020, dan SNI 2883:2016. Untuk menganalisis struktur, digunakan perangkat lunak Staad.Pro V22, yang memungkinkan perhitungan yang lebih optimal dan akurat. Dari hasil penelitian ini didapat struktur utama menggunakan profil baja WF, seperti WF 400.200.8.13 untuk gelagar memanjang, WF 912.302.18.34 untuk gelagar melintang, WF 400.400.13.21 untuk batang diagonal 1, WF 250.250.9.14 untuk batang ikatan angin, WF 350.350.12.19 untuk batang vertikal 2, WF 428.407.20.35 untuk batang vertikal 1, dan WF 498.432.45.70 untuk batang atas, batang bawah, dan batang diagonal 2. Sambungan menggunakan baut diameter 16, 30, dan 36 mm dengan pelat buhul tebal 20 mm. Pelat lantai dirancang dari beton bertulang dengan tulangan mutu fy 420 MPa, menggunakan D16-200 sebagai tulangan utama dan D14-300 sebagai tulangan pembagi. Lendutan maksimum yang terjadi sebesar 0,015 m. Estimasi biaya mencapai Rp 24,875 miliar. Desain ini diharapkan menjadi solusi efektif dan ekonomis, serta meningkatkan konektivitas wilayah di Kota Bima.
ANALISIS WASTE MATERIAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RAWAT INAP GRAHA SRIKANDI RSUD NGUDI WALUYO Naufaluddin, Hidayatullah Maulana Ahmad; Cahyani, Eri
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8720

Abstract

Waste material merupakan masalah serius di Industri konstruksi, analisis dan evaluasi pengelolaan material diperlukan untuk meminimalkan waste material. Dua pendekatan yang dilakukan yaitu analisis kualitatif digunakan untuk melihat faktor paling berpengaruh adanya waste pada pembangunan Gedung Rawat Inap Graha Srikandi RSUD Ngudi Waluyo, analisis kuantitatif untuk menghitung parameter waste material, guna mengidentifikasi penyebab waste dan dampaknya. Berdasarkan hasil analisis, faktor utama yang berkontribusi terhadap waste material adalah faktor pengadaan material, dan material yang paling terdampak adalah baja tulangan beton sirip 13mmx12m, yang mencapai total sebesar Rp46.191.755,00., dengan waste level sebesar 5,26%. Pemanfaatan dapat dilakukan dengan penerapan prinsip waste hierarchy (reduce, reuse, recycle, salvage) serta potensi nilai ekonomis waste material mencapai Rp118.715.618,76. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa waste material secara signifikan memengaruhi keuntungan kontraktor karena menyebabkan peningkatan biaya proyek. Akan lebih baik jika manajemen material diterapkan secara efisien di lapangan untuk mengatasi terjadinya waste material.
OPTIMIZING OF HEAVY EQUIPMENT IN EARTH WORK FOR THE PROBOLINGGO - BANYUWANGI TOLL ROAD PROJECT PACKAGE 1 Ramadhani, A.Rizal; Suhariyanto, Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8725

Abstract

This study focuses on excavation and embankment works on the Probolinggo–Banyuwangi Toll Road Project, Package 1, fromSTA 0+000 to STA 5+000. As a large-scale infrastructure project, it involves the use of various heavy equipment, each withdistinct operational capacities and rental costs. Delays have occurred partly due to inefficient equipment usage and suboptimalmanagement. To address this, the study aims to optimize the selection and allocation of heavy equipment by analyzing totalcosts, identifying the most economical types of equipment, and determining the optimal number of units required. The analysisuses secondary data, including work volumes, implementation plans, technical specifications, rental prices, excavation volumeof 4,980.13 m3, embankment volume of 1,349,805.44 m3, and the project’s S-curve as a reference for scheduling and progressmonitoring. Optimization is conducted through a comparison between manual calculations and linear programming using theLINDO application. The results indicate that the optimal total cost for excavation work is IDR 204,426,192.00, utilizing 1 unitof KOMATSU PC 200-8 excavator and 7 units of HINO 500 FC 110 JS dump trucks. For embankment work in Zone 1, theoptimal cost is IDR 44,904,150,323.00 with 3 SANY SY285H excavators, 38 Hino Dutro 130 HD dump trucks, 2 Hidromek330MG motor graders, 4 Bomag BW 161 AD–50 tandem rollers, and 4 Isuzu NMR 71 water tank trucks. In Zone 2, the totalcost is IDR 32,087,623,131.00, using 3 SANY SY285H excavators, 26 dump trucks, 2 motor graders, 3 tandem rollers, and 3water tank trucks. This optimization ensures cost-efficiency, proper equipment allocation.
PLANNING OF ECO-DRAINAGE SYSTEM TROUGH THE IMPLEMENTATION OF INFILTRATION WELLS IN THE TUNJUNGSEKAR AREA Saputra, Refa Alana Syalwa; Harifa, Ayisya Cindy
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8732

Abstract

The Tunjungsekar area is a densely populated region with residential settlements, facing hydrological problems due to the increase in impervious areas and a conventional drainage system that cannot optimally accommodate the rainfall runoff. To mitigate these issues and maintain groundwater quality to prevent contamination from wastewater, environmentally friendly urban drainage is implemented by constructing infiltration wells. The purpose of this study is to redesign the drainage system, calculate flood discharge, plan the dimensions of new channels, design the dimensions of the infiltration wells, and calculate the required costs. This planning uses rainfall data collected from three stations: Singosari, Ciliwung, and Karangploso from 2015 to 2024. Other data used include topographic maps, site layouts, soil data, and the HSPK Malang city data for 2024. Rainfall data is analyzed using the Log Pearson Type III method with a recurrence interval of 10 years. The design rainfall was obtained at 140.50 mm, and cumulative flow rates ranged from approximately 0.01 m^3/sec to 0.07 m^3/sec using the rational method. Based on the analysis results, the dimensions of the new rectangular channel were found to be 30 cm and height is 50 cm. The type of channel used is a U-Ditch equipped with inlets, manholes, and culverts. The construction of infiltration wells uses brick masonry with a diameter ranging of 20 cm to 45 cm and a height of 100 cm, totaling 15 units, built scattered in the midst of the channel. The construction cost amounted to Rp509,820,000.00.
PERENCANAAN FONDASI TIANG BOR(BORE PILE) PEMBANGUNAN GEDUNG RUMAH SAKIT AISYIYAH BOJONEGORO Sudrajat, Untung; Asema, Fuji
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8734

Abstract

Fondasi merupakan elemen penting dalam struktur bawah bangunan yang berfungsi menyalurkan beban dari struktur atas ke tanah secara aman. Pada proyek pembangunan Rumah Sakit Aisyiyah Ji’rona Bojonegoro, Fondasi yang digunakan sebelumnya adalah tiang bor dengan panjang 50 meter dan diameter 100 cm. Namun, dimensi tersebut dinilai tidak efektif dari segi biaya maupun waktu pelaksanaan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk merancang ulang dimensi pondasi agar lebih efisien dan tetap memenuhi kebutuhan teknis. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan fondasi bore pile berdasarkan data teknis proyek, menganalisis pembebanan struktur, daya dukung tanah berdasarkan data N-SPT, nilai penurunan fondasi, metode pelaksanaan, serta estimasi biaya pekerjaan fondasi. Analisis beban struktur atas dilakukan menggunakan perangkat lunak Tekla Structural Designer (TSD), dengan acuan pada SNI 1726:2019 (beban gempa), SNI 2847:2019 (struktur beton bertulang), dan SNI 8460:2017 (perencanaan geoteknik). Hasil perencanaan menunjukkan bahwa fondasi bore pile dengan konfigurasi 4 tiang berdiameter 70 cm dan panjang masing-masing 17 meter mampu menahan beban hingga 5434,2 kN. Penurunan maksimum yang diperoleh sebesar 10,96 cm, masih berada di bawah ambang batas toleransi 19,41. Estimasi biaya untuk pekerjaan fondasi bore pile dan pile cap mencapai Rp. 9.067.990.972,73. Dengan hasil tersebut, perencanaan fondasi bore pile dinilai efektif dan efisien secara teknis dan ekonomis, serta dapat dijadikan acuan dalam perencanaan fondasi bangunan bertingkat di wilayah dengan kondisi tanah serupa.
ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO K3 PADA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RUMAH SAKIT MITRA KELUARGA SIDOARJO Istonirsya, Farikha Hafiz; Zettyara, Devi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8736

Abstract

Penerapan manajemen risiko K3 menjadi aspek krusial dalam menjamin keselamatan dan keberlangsungan proyek konstruksi. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek pembangunan Rumah Sakit Mitra Keluarga Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Fokus analisis mencakup tingkat penerapan K3, identifikasi dan evaluasi risiko berdasarkan dokumen IBPRP, pengaturan jalur evakuasi, serta estimasi biaya pelaksanaan K3. Hasil menunjukkan bahwa tingkat penerapan K3 berada pada kategori memuaskan dengan nilai sebesar 87,60%. Evaluasi risiko awal menunjukkan 17,76% pekerjaan tergolong risiko tinggi, yang seluruhnya berhasil ditekan menjadi 0% setelah pengendalian. Risiko sedang tercatat sebesar 28,50% dan risiko rendah sebesar 71,50%. Jalur evakuasi telah dirancang berdasarkan zona potensi bahaya, dengan titik kumpul dan alat pemadam kebakaran yang tersebar secara strategis. Estimasi biaya pelaksanaan K3 sebesar Rp2.340.306.800,00 mencakup sembilan komponen utama, seperti penyediaan APD, pelatihan, serta fasilitas evakuasi dan darurat. Penerapan manajemen risiko K3 dalam proyek ini dinilai efektif. Namun, evaluasi berkala dan optimalisasi penggunaan anggaran tetap diperlukan untuk menjamin keberlanjutan pelaksanaan K3 selama proyek berlangsung.