cover
Contact Name
Ikrar Hanggara
Contact Email
i.hanggara@polinema.ac.id
Phone
081252694699
Journal Mail Official
josmrk@polinema.ac.id
Editorial Address
Gedung Graha Polinema Lt.3 Jalan Soekarno - Hatta No. 9 Malang, 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK)
ISSN : -     EISSN : 27229203     DOI : https://doi.org/10.33795/jos-mrk.v6i1.5891
Core Subject : Engineering,
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) adalah Jurnal Online untuk publikasi karya ilmiah dan Tugas Akhir mahasiswa (Skripsi) pada bidang ilmu teknik sipil yang dikelola oleh Politeknik Negeri Malang. Jurnal ini terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan, MARET, JUNI, SEPTEMBER, DESEMBER. Penerbit: Politeknik Negeri Malang. Focus and Scope: Seluruh ruang lingkup bidang teknik sipil meliputi: Struktur, Geoteknik, Transportasi, Keairan, Manajemen Konstruksi. Setiap artikel akan melalui review dari reviewer yang masuk dalam kategori bidang (Struktur, Geoteknik, Transportasi, Keairan, Manajemen Konstruksi). Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) menyiapkan terbitan untuk setiap edisi sampai 50 artikel untuk sekali terbitan.
Articles 991 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH ABU SEKAM DAN GEOTEXTILE DARI LIMBAH BOTOL AIR MINERAL TERHADAP NILAI CBR Shidqi, Veiron Rabbani Athallah; Novianto, Dandung
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8647

Abstract

Tanah dasar dengan daya dukung rendah menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan, terutama di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan abu sekam dan geotekstil dari limbah botol air mineral terhadap nilai CBR (California Bearing Ratio) tanah. Sampel tanah diambil dari Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Variasi abu sekam digunakan sebesar 4%, 8%, dan 12% terhadap berat tanah kering, dengan masa pemeraman 1, 4, dan 11 hari. Selain itu, digunakan geotekstil hasil anyaman limbah botol plastik dengan lebar anyaman 0,75 cm dan 1,00 cm yang dikombinasikan dengan abu sekam pada uji model skala laboratorium.Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan abu sekam dapat meningkatkan nilai CBR, dengan nilai optimum pada kadar 8,8%. Kombinasi abu sekam dan geotekstil memberikan hasil terbaik, dengan nilai CBR tertinggi dicapai pada kombinasi abu sekam 8,8% dan geotekstil 1,00 cm pada penetrasi 2,5 mm dengan nilai 21.33% dan pada penetrasi 5,0 mm bernilai 21.03%. Penambahan abu sekam juga menurunkan indeks plastisitas dan meningkatkan kepadatan maksimum tanah. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah abu sekam dan botol plastik dapat dimanfaatkan sebagai bahan stabilisasi tanah yang efektif dan ramah lingkungan.
ANALISA PEMANFAATAN LIMBAH KACA SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS TERHADAP MODULUS ELASTISITAS DAN KUAT TEKAN BETON Wibawa, Almas Asyam; Rahman, Aulia; Riyanto, Sugeng
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8650

Abstract

Limbah kaca yang banyak dihasilkan dari aktivitas manusia, terutama di kota besar, terus meningkat dan sering dibuang sembarangan, mencemari lingkungan karena tidak dapat terurai secara alami. Masalah ini menimbulkan dampak lingkungan kronis akibat sifat kaca yang sulit terurai di tanah.. Tujian dari skripsi ini adalah untuk menganalisis pengaruh penambahan agregat halus pada campuran beton dengan variasi tertentu, menentukan komposisi campuran yang menghasilkan nilai optimum, serta membandingkan biaya antara beton normal dan beton inovasi.. Perhitungan data untuk pengujian dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel 2013. Hasil dari penelitian ini adalah Penambahan limbah kaca sebagai agregat halus pada campuran beton memberikan pengaruh berbeda tergantung pada kadar dan umur beton. Variasi 5% limbah kaca menghasilkan kuat tekan terbaik pada umur 7 hari, sedangkan beton tanpa limbah kaca unggul dalam kekuatan jangka panjang pada umur 28 hari. Komposisi 5% limbah kaca menunjukkan keseimbangan optimal antara efisiensi biaya dan performa mekanis. Namun, biaya pengolahan limbah kaca perlu dipertimbangkan dalam total biaya produksi beton inovasi.Dengan demikian didapatkan kuat tekan tertinggi berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam 28 hari adalah dengan variasi 1% yang mengalami kenaikan 10,38% dibandingkan dengan beton variasi 0% atau variasi beton normal.
MODIFIKASI PERENCANAAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN RANGKA BAJA SUNGAI ARSO TOL PROBOWANGI PAKET 1 Yahya, Alfin Maulana; Lestari, Agustin Dita
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8653

Abstract

Jembatan Sungai Arso direncanakan ulang pada struktur atasnya menggunakan Struktur Jembatan Rangka Baja bentang 45 meter. Jembatan Sungai Arso yang terletak pada trase Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi Paket 1 lebih tepatnya berada di STA 41+350 (STA Tol Pasuruan-Probolinggo Seksi 4B). Jembatan tersebut awalnya menggunakan material beton prategang dengan tipe PCI Girder, dan dalam kajian ini diubah menjadi jembatan rangka baja dengan tujuan untuk menambah nilai estetika dari trase jalan tol itu sendiri. Dasar yang digunakan dalam perenanaannya yaitu peraturan pembebanan jembatan SNI 1725:2016, perencanaan struktur baja untuk jembatan RSNI T-03-2005, dan perancangan beton untuk jembatan menggunakan RSNI T-12-2004. Perencanaan menggunakan program bantuan yaitu RSAP 2023. Hasil yang didapatkan yaitu pelat lantai memiliki tebal 25 cm, Batang Struktur Atas dengan IWF 400.400.16.32, dan IWF 400.40022.32, Batang Struktur Bawah dengan IWF 400.400.12.25, Batang Struktur Diagonal dengan IWF 400.400.12.22, IWF 400.400.16.32, dan IWF 400.400.22, Gelagar Melintang dengan IWF 800.400.22.32, Gelagar Memanjang dengan IWF 400.200.13.21, dan sambungan menggunakan baut diameter 36 mm tipe A325.
PROJECT PLANNING GEDUNG GOR 1 PROYEK PEMBANGUNAN PARALYMPIC TRAINING CENTER KARANGANYAR Meilinda, Devi; Purnomo, Fadjar
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8675

Abstract

Gedung GOR 1 Proyek Pembangunan Paralympic Training Center Karanganyar merupakan proyek milik Kementerian PUPR yang terletak di Delingan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Project Planning yang tepat diperlukan untuk merealisasikan proyek agar tepat waktu, biaya, dan mutu. Untuk itu penulis menyusun Project Planning yang mencakup (1) struktur organisasi; (2) site layout dan traffic management; (3) strategi metode pelaksanaan; (4) rencana mutu; (5) rencana K3; (6) penjadwalan proyek; (7) anggaran biaya. Data yang dibutuhkan adalah Detail Engineering Desain, Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) PUPR 2022, daftar harga satuan upah, alat, dan bahan Kabupaten Karanganyar 2023. Microsoft Project 2019 digunakan untuk penjadwalan, dan Microsoft Excel 2019 digunakan untuk rencana anggaran pelaksanaan (RAP) dan pembuatan Kurva-S. Hasil penyusunan diperoleh alternatif : (1) struktur organisasi yang paling efektif ;(2) site layout berdasarkan perhitungan safety index dan travelling distance dan traffic management memiliki akses yang efektif dan efisien; (3) stategi dan metode menggunakan zoning dengan menyesuaikan kondisi lapangan; (4) mutu berdasarkan quality plan dan setiap item pekerjaan mengacu spesifikasi teknis dan quality target; (5) rencana kesehatan dan keselamatan kerja disusun terdiri dari tujuan dan kebijakan keselamatan kontruksi, perlengkapan penunjang K3, rambu-rambu K3, tabel Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC), prosedur tanggap darurat; (6) waktu pelaksanaan selama 295 hari kerja; (7) total rencana anggaran pelaksanaan (RAP) sebesar Rp 101.824.683.064,48.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUAS JALAN RAYA SINGOSARI MALANG Aditya, Tsabitah Riza; Marjono, Marjono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8691

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah serius pada sistem transportasi karena berdampak pada keselamatan, kerugian material, dan kelancaran arus lalu lintas. Ruas Jalan Raya Singosari, Kabupaten Malang, termasuk kawasan rawan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab utama kecelakaan, menganalisis pengaruh kecepatan kendaraan, arus lalu lintas, perilaku pengguna jalan, serta kondisi fasilitas pelengkap terhadap tingkat kecelakaan, dan memberikan rekomendasi penanganan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Satlantas Polres Malang tahun 2022–2024 dan data primer melalui survei kecepatan, arus lalu lintas, observasi perilaku pengguna jalan, serta evaluasi fasilitas keselamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan kendaraan melebihi batas aman (V85 = 46,30 km/jam), derajat kejenuhan lalu lintas mencapai 0,82 pada jam rawan, perilaku pengguna jalan yang tidak tertib, serta minimnya fasilitas pelengkap seperti rambu, zebra cross, trotoar, dan penerangan menjadi faktor utama penyebab kecelakaan di ruas tersebut. Disarankan peningkatan fasilitas keselamatan jalan, pemasangan rambu batas kecepatan, penambahan zebra cross di area aktivitas tinggi, perbaikan penerangan, serta edukasi dan penegakan hukum secara konsisten untuk meningkatkan keselamatan di Jalan Raya Singosari. Traffic accidents are a serious issue in the transportation system as they affect safety, cause material losses, and disrupt traffic flow. The Singosari Road section in Malang Regency is considered an accident-prone area. This study aims to identify the main factors contributing to accidents, analyze the influence of vehicle speed, traffic flow, road user behavior, and the condition of supplementary road facilities on accident rates, and provide recommendations for mitigation. The research employed a descriptive quantitative approach using secondary data from the Malang District Police Traffic Unit (Satlantas Polres Malang) for the years 2022–2024 and primary data collected through speed surveys, traffic flow measurements, road user behavior observations, and evaluations of safety facilities. The results show that vehicle speeds exceeding the safe limit (V85 = 46.30 km/h), a traffic volume-to-capacity ratio (degree of saturation) reaching 0.82 during peak hours, non-compliant road user behavior, and inadequate supplementary facilities such as speed limit signs, pedestrian crossings (zebra crossings), sidewalks, and street lighting are the main factors contributing to accidents on this road segment. It is recommended to improve road safety facilities, install speed limit signs, add pedestrian crossings in high-activity areas, enhance street lighting, and implement consistent education and law enforcement to improve safety on Singosari Road.
PERBANDINGAN BIAYA ANTARA PERKERASAN KAKU DAN PERKERASAN LENTUR PADA JALAN TOL PROBOLINGGO-BANYUWANGI SEKSI 3A Putri, Aisyah Kurnia; Marjono, Marjono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8692

Abstract

Pembangunan jalan tol menuntut pemilihan tipe perkerasan yang sesuai agar tercapai efisiensi biaya serta umur layanan yang optimal. Penelitian ini melakukan perbandingan antara perkerasan kaku dan perkerasan lentur pada ruas Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi 3A dengan mengacu pada metode perencanaan dalam Manual Desain Perkerasan Jalan 2024. Analisis dilakukan terhadap tebal lapisan perkerasan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta kebutuhan pemeliharaan rutin selama masa layan 40 tahun, dengan mempertimbangkan volume lalu lintas, kondisi tanah dasar, dan faktor teknis pendukung lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain perkerasan kaku menggunakan pelat beton setebal 260 mm, dengan lapis fondasi bawah beton kurus setebal 150 mm, agregat kelas A setebal 200 mm, serta dilengkapi dowel (BJTP) berdiameter 38 mm sepanjang 450 mm dan tie bar (BJTU) berdiamater 16 mm sepanjang 690 mm. Total biaya konstruksi sebesar Rp 132.829.058.458, sedangkan biaya pemeliharaan mencapai Rp 10.785.174.805. Pada sisi lain, desain perkerasan lentur terdiri atas AC-WC 40 mm, AC-BC 60 mm, AC-Base 250 mm, agregat kelas B 150 mm dan agregat kelas A 200 mm, dengan estimasi biaya konstruksi sebesar Rp 111.277.863.596 serta biaya pemeliharaan sebesar Rp 66.258.911.878. Berdasarkan rekapitulasi biaya konstruksi dan pemeliharaan, disimpulkan bahwa perkerasan kaku lebih ekonomis dengan selisih efisiensi 23,6% dibandingkan perkerasan lentur. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan perkerasan kaku pada proyek jalan tol dengan beban lalu lintas dan umur rencana serupa untuk mencapai efisiensi biaya sepanjang umur layanan jalan.
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN JALAN DARI TERMINAL BARU PASURUAN MENUJU GERBANG TOL PASURUAN Prayana, Bima Sutha; Supiyono, Supiyono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8697

Abstract

Dibukanya Tol Pasuruan – Probolinggo pada tahun 2019 menyebabkan adanya peningkatan volume lalu lintas pada beberapa ruas jalan. Hal ini menyebabkan beberapa ruas jalan mengalami kerusakan akibat beban lalu lintas dari kendaraan berat yang melintas. Salah satu ruas jalan yang mengalami kerusakan adalah Jalan Hos Cokroaminoto – Urip Sumoharjo Kota Pasuruan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis dan tingkat kerusakan jalan, merumuskan bentuk penanganannya, serta menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) perbaikan pada ruas Jalan Hos Cokroaminoto–Urip Sumoharjo di Kota Pasuruan. Metode yang digunakan berupa survei visual terhadap kerusakan perkerasan untuk mendapatkan data kerusakan jalan yang selanjutnya akan di analisis menggunakan metode Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) yang mengacu pada peraturan SE Menteri PUPR Nomor 19/SE/M/2016 dengan panjang sampel unit yang di survei setiap 50 meter dengan total jumlah sampel 204 unit. Dari hasil penelitian ini ditemukan jenis kerusakan perkerasan Retak Kulit Buaya 34%, diikuti Alur 26%, Tambalan 21,8%, Retak Memanjang/melintang 5,3%, Retak Blok 4,2%, Kegemukan 3,9%, Lubang 2,8%, dan Retak Tepi 2,1%. Setelah dilakukan analisis dengan metode IKP didapatkan nilai rata – rata IKP 55,29 pada jalur kiri dan 89,91 pada sisi kanan dengan total rata – rata 72,60. Dari penelitian ditemukan bentuk penanganan utama adalah pemeliharaan berkala, melibatkan penganan kerusakan menggunakan Aspal Pengisi Retak, Campuran Aspal Panas, Pelapisan Ulang dengan galian perkerasan beraspal dengan Cold Milling Machine & Pekerjaan Laston Lapis Aus Ac-Wc, dan Perbaikan Marka Jalan Thermoplastic. Dari penelitian ini dapat di ambil kesimpulan total anggaran biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan perkerasan Jalan Hos Cokroaminoto – Urip Sumoharjo Kota Pasuruan sebesar Rp. 1.501.749.000,00.
PENGARUH FLY ASH DAN SILICA FUME TERHADAP KUAT TEKAN BETON BERKINERJA TINGGI Shofansa, Riswanda; Rasidi, Nawir
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8699

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Indonesia terus berkembang dengan pesat, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan struktur bangunan yang lebih kokoh, tahan lama, dan mampu menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Salah satu solusi untuk menghadapi tantangan tersebut adalah pemanfaatan beton dengan kinerja tinggi (High Performance Concrete, HPC). Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja beton adalah dengan menggunakan bahan pozolan seperti fly ash dan silica fume. Fly ash. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengaruh fly ash dan silica fume terhadap kuat tekan beton berkinerja tinggi. Penelitian ini dilakukan melalui metode eksperimen di Laboratorium Beton, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang, menggunakan benda uji berbentuk silinder berukuran 15 × 30 cm dengan variasi fly ash dan silica fume masing-masing sebesar 0 %, 5 %, 10 %, dan 15 % dari total binder. Hasil pengujian slump menunjukkan bahwa penambahan fly ash secara signifikan meningkatkan nilai slump, sedangkan silica fume menurunkannya. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan penggunaan fly ash dan silica fume secara umum memberikan pengaruh terhadap kuat tekan beton berkinerja tinggi. Kuat tekan tertinggi sebesar 85,99 MPa diperoleh pada campuran tanpa fly ash dan dengan silica fume 5%. Penggunaan fly ash cenderung menurunkan kuat tekan beton, namun kombinasi fly ash dan silica fume tetap mampu menghasilkan kuat tekan di atas 60 MPa. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun fly ash bersifat pozolanik dengan reaktivitas yang lebih lambat, kehadiran silica fume dapat membantu meningkatkan kinerja beton melalui efek filler dan reaksi sekunder pozolanik. Analisis biaya menunjukkan bahwa penggunaan silica fume meningkatkan biaya, sedangkan fly ash dapat menurunkan biaya campuran beton.
ASESMEN KELAIKAN FUNGSI STRUKTUR GEDUNG MASJID AL FALAH ARENG-ARENG JUNREJO BATU Suhariyanto, Suhariyanto; Sabrina, Nabila Ayu; Purwitasari, Kartika; Maisarah, Fauziah Shanti Cahyani Siti; Rochman, Taufiq; Raharjo, Bobby Asukmajaya
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8927

Abstract

Asesmen kelayakan fungsi struktur Gedung Masjid Al Falah Areng-areng Junrejo Batu bertujuan untuk mengevaluasi kondisi struktural bangunan yang mengalami kerusakan pada beberapa elemen, terutama di sekitar kubah, yang berpotensi mengancam keselamatan dan kenyamanan jamaah. Proses asesmen melibatkan pemeriksaan teknis yang dilakukan oleh ahli forensic dan ahli struktural untuk menilai tingkat kerusakan dan penyebabnya, serta merancang solusi perbaikan yang sesuai. Selain itu, asesmen ini juga mempertimbangkan kelayakan teknis, ekonomi, sosial, dan hukum terkait pelaksanaan perbaikan. Berdasarkan assessment yang dilakukan dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut kubah seharusnya menumpu pada balok ring kubah, tetapi yang terbangun kubah menumpu pada pada balok dan pelat di luar balok ring kubah, ditemukan beberapa defect/failure pada balok dan  plat atap di sekitar kubah, getaran terjadi pada  sebagaian  lantai 2 ketika dibebani orang yang meloncat, ditemukan beberapa defect/failure pada balok dan  plat atap di sekitar kubah, getaran terjadi pada  sebagai lantai 2 ketika dibebani orang yang meloncat. Gedung terasa bergetar  jika terdapat truck yang melalui jalan di depan masjid. Hasil loading test: pada beban 0 sampai dengan sekitar 150 kg/m2 maka balok ring, pelat dan balok berada pada Daerah I (daerah Elastis), pada beban  sekitar 150 kg/m2 sampai 350 kg/m2 maka balok ring, pelat dan balok berada pada Daerah II (daerah Retak), setelah beban  350 kg/m2 maka balok ring, pelat dan balok atap masuk pada Daerah III  (daerah baja lelah atau beon pecah), lendutan tetap terjadi ketika dilakukan unloading sampai dengan beban uji 0. Tindak lanjut selanjutnya adalah melakukan analisis dan penyusunan rencana perbaikan atau perkuatan struktur yang mengalami defect.
PERBANDINGAN DEFLEKSI DAN BERAT MENARA PLTB DENGAN MENGGUNAKAN MODEL RANGKA DAN MONOPOLE Raharjo, Bobby Asukmajaya; Riyanto, sugeng; Kurniawan, Achendri M.; Suhariyanto, Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.9347

Abstract

Pemenuhan kebutuhan energi listrik merupakan aspek fundamental pada era saat ini, mengingat hampir seluruh aktivitas manusia sangat bergantung pada ketersediaan energi listrik. Meskipun Indonesia telah mencapai tingkat penyediaan listrik yang baik di wilayah yang mudah dijangkau, pada wilayah kepulauan terpencil penyediaan listrik masih menjadi permasalahan, terutama karena ketergantungan pada bahan bakar minyak yang kurang efisien secara ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan solusi penyediaan energi listrik yang lebih ekonomis, salah satunya melalui penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). PLTB memiliki keunggulan berupa kebutuhan investasi awal yang relatif rendah serta ramah lingkungan dengan emisi karbon mendekati nol. Dalam konteks ini, peran menara (tower) sebagai struktur penyangga turbin angin untuk menangkap energi angin di wilayah terpencil menjadi sangat penting. Pembangunan tower di daerah tersebut menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan transportasi peralatan dan material ke lokasi, sehingga material yang dapat diangkut umumnya terbatas baik dari segi ukuran maupun berat. Oleh karena itu, tower direncanakan dalam bentuk rangka (lattice/truss) dan monopole. Perbandingan efisiensi kedua model, khususnya dari aspek berat struktur, diperlukan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pemilihan tipe tower. Penelitian ini membandingkan penggunaan model tower rangka (lattice) dan monopole pada PLTB dengan mengevaluasi respons lendutan (defleksi) akibat beban turbin serta beban lateral akibat angin.  Hasil analisis menunjukkan bahwa model lattice memiliki defleksi lateral yang lebih kecil, yaitu sebesar 0,021 m, sedangkan model monopole menunjukkan defleksi lateral terbesar sebesar 0,213 m. Nilai batas maksimum defleksi lateral yang diizinkan berdasarkan ketentuan peraturan adalah sebesar 1% dari tinggi tower (24 m), yaitu 0,24 m. Hasil ini menunjukkan bahwa model lattice memiliki kinerja yang lebih baik dalam mengendalikan defleksi lateral dengan tingkat optimalitas rasio penampang yang setara. Dengan demikian, model lattice lebih sesuai diterapkan pada wilayah dengan kondisi angin yang tidak stabil atau memiliki variasi dan fluktuasi kecepatan angin yang tinggi.