cover
Contact Name
Ikrar Hanggara
Contact Email
i.hanggara@polinema.ac.id
Phone
081252694699
Journal Mail Official
josmrk@polinema.ac.id
Editorial Address
Gedung Graha Polinema Lt.3 Jalan Soekarno - Hatta No. 9 Malang, 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK)
ISSN : -     EISSN : 27229203     DOI : https://doi.org/10.33795/jos-mrk.v6i1.5891
Core Subject : Engineering,
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) adalah Jurnal Online untuk publikasi karya ilmiah dan Tugas Akhir mahasiswa (Skripsi) pada bidang ilmu teknik sipil yang dikelola oleh Politeknik Negeri Malang. Jurnal ini terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan, MARET, JUNI, SEPTEMBER, DESEMBER. Penerbit: Politeknik Negeri Malang. Focus and Scope: Seluruh ruang lingkup bidang teknik sipil meliputi: Struktur, Geoteknik, Transportasi, Keairan, Manajemen Konstruksi. Setiap artikel akan melalui review dari reviewer yang masuk dalam kategori bidang (Struktur, Geoteknik, Transportasi, Keairan, Manajemen Konstruksi). Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) menyiapkan terbitan untuk setiap edisi sampai 50 artikel untuk sekali terbitan.
Articles 1,041 Documents
PENGARUH RASIO KETIDAKBERATURAN HORIZONTAL SUDUT DALAM TERHADAP RENCANA ANGGARAN BIAYA STRUKTUR ATAS GEDUNG Calvin, Calvin Novianto Ramadhan; Lestari, Agustin Dita
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9082

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh rasio ketidakberaturan horizontal sudut dalam terhadap rencana anggaran biaya struktur atas pada gedung 8 lantai. Analisis dilakukan menggunakan metode response spectrum sesuai SNI 1726:2019 dengan bantuan perangkat lunak ETABS. Model bangunan dibagi menjadi empat tipe, yaitu tipe A, B, C, dan D, berdasarkan rasio ketidakberaturan horizontal sudut dalam. Parameter yang dianalisis meliputi dimensi dan penulangan elemen struktur (kolom dan balok), serta perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) yang mencakup pekerjaan bekisting, pembesian, dan pengecoran dengan acuan AHSP Kota Bengkulu 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar rasio ketidakberaturan horizontal sudut dalam, semakin tinggi kebutuhan tulangan dan volume beton yang berdampak pada peningkatan biaya struktur atas. Gedung tipe B dengan rasio ketidakberaturan terbesar memiliki RAB tertinggi sebesar Rp20.718.498.378, meningkat sekitar 5,5% dibandingkan tipe A sebesar Rp19.632.565.078. Sebaliknya, tipe D yang memiliki rasio ketidakberaturan lebih kecil menunjukkan nilai RAB terendah sebesar Rp18.045.921.078. Dengan demikian, ketidakberaturan horizontal sudut dalam berpengaruh langsung terhadap efisiensi struktural dan biaya konstruksi, sehingga perlu dipertimbangkan secara matang pada tahap perencanaan bangunan tahan gempa.
COMPARATIVE STUDY OF THEORETICAL AND FIELD DATA ON SOIL SETTLEMENT PLAZA SUMMARECON BANUNG CASE STUDY Pamungkas, Aldi Rachman; Sholeh, Moch.
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9212

Abstract

This research investigates the discrepancy between theoretical and actual field settlement in soft clay soils, using the Plaza Summarecon Bandung project as a case study. Soil improvement techniques involving preloading and the installation of Prefabricated Vertical Drains (PVD) and Prefabricated Horizontal Drains (PHD) were applied to accelerate consolidation and enhance soil stability. The objective of this study is to compare theoretical settlement calculations with actual field measurements, identify contributing factors to discrepancies, and propose refinements to the theoretical models. The research method involves collecting soil investigation data, field monitoring data (Settlement Plates), and project construction documentation. Theoretical settlement was calculated using Terzaghi’s one-dimensional consolidation theory and extended with Barron and Hansbo's PVD acceleration models. Field settlement data were analyzed over time to create settlement curves and evaluate actual behavior during the preloading period. Findings show that actual settlement significantly deviates from theoretical predictions. The settlement prediction accuracy for Settlement Plate (SP) 1 is 25.43%, SP-2 is 46.97%, and SP-3 is 94.40%. The deviation is primarily due to incomplete soil investigation data, omission of construction and indirect loads in theoretical models, and inconsistencies in field monitoring. Additionally, differences in PVD patterns (triangular vs. square) affected the time to 90% consolidation, with triangular layouts achieving faster results due to better service area coverage. This study concludes that theoretical models can be refined by incorporating site-specific factors, adhering to standard soil investigation protocols, and improving field monitoring practices. It emphasizes the importance of accurate modeling and continuous instrumentation for ensuring reliable ground improvement in soft soil areas.
PERENCANAAN ULANG SISTEM DRAINASE PADA KAWASAN DUSUN BANARAN, DESA BUMIAJI, KECAMATAN BUMIAJI, KOTA BATU Mazaya, Hauna Wafiq; Efendi, Medi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9220

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman padat di Dusun Banaran telah mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air. Saluran drainase yang ada tidak memadai untuk menampung debit air yang terus meningkat, sehingga sering terjadi banjir. Oleh karena itu, perlu adanya perencanaan ulang sistem drainase untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem drainase yang ada saat ini, mendesain saluran drainase baru dan infrastruktur pendukungnya, serta menghitung biaya pembangunannya. Data yang diperlukan meliputi data curah hujan dari tiga stasiun terdekat yaitu Tinjumoyo, Ngujung, dan Ngaglik (2015-2024), data kependudukan, peta topografi wilayah studi, data dimensi eksisting, dan harga satuan pekerjaan di Kota Batu pada tahun 2024. Data diolah dengan menggunakan distribusi Log Pearson III dengan periode ulang perencanaan 5 tahun untuk curah hujan rancangan dan metode Mononobe untuk perhitungan intensitas hujan. Debit total dihitung dari limpasan dari jalan, permukiman, dan limbah yang mengalir ke sistem drainase. Dimensi saluran ditentukan dengan menggunakan rumus aliran seragam. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar saluran drainase perlu didesain ulang. Curah hujan rancangan untuk periode ulang 5 tahun adalah 68,879 mm. Untuk periode ulang 5 tahun, debit limpasan total berkisar antara 0,0004 m³/detik hingga 0,2188 m³/detik di sisi kanan dan 0,0019 m³/detik hingga 0,3550 m³/detik di sisi kiri. Dimensi saluran terkecil adalah 0,2m x 0,2m, dan yang terbesar adalah 1,2m x 1,2m. Sistem drainase ramah lingkungan, termasuk sumur resapan (diameter 0,5 m, kedalaman 0,5 m), memiliki estimasi total anggaran biaya sebesar Rp8.226.894.359,00.
PROJECT PLANNING PEMBANGUNAN GOR UTARA PADA PROYEK CIBUBUR YOUTH ELITE SPORT CENTER Fauziah, Aida; Lydianingtias, Diah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9350

Abstract

Proyek Pembangunan Gor Utara pada proyek Cibubur Youth Elite Sport Center merupakan pembangunan sarana olahraga yang dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya (PERSERO) Tbk. Dikarenakan adanya keterlambatan pada proyek maka dibutuhkan project planning untuk perencanaan struktur organisasi, site layout, traffic management, strategi, metode pelaksanaan, mutu, keselamatan dan kesehatan kerja, durasi dan penjadwalan dan Rencana Anggaran Pelaksanaan untuk mengoptimalkan durasi dan biaya. Data primer yang diperlukan adalah kondisi eksisting proyek, sedangkan data sekunder meliputi gambar perencanaan, Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) dan Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) DKI Jakarta dan Bill of Quantity. Penyusunan jadwal pelaksanaan menggunakan aplikasi Microsoft Project 2016 dan rencana biaya pelaksanaan menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2016. Hasil penyusunan diperoleh struktur organisasi menggunakan struktur organisasi fungsional; site layout berdasarkan perhitungan safety index dan travelling distance dan traffic management menggunakan 1 alternatif dengan adanya 2 akses untuk kendaraan; strategi dan metode pelaksanaan menggunakan metode zoning yang terbagi menjadi 2 zona dan metode bottom up; rencana mutu direncanakan berdasarkan Standard Operating Procedure (SOP), rencana mutu, Inspection Test Plan (ITP) dan quality target mengacu pada spesifikasi teknis; rencana K3 dengan membuat program K3 dan Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Peluang; pelaksanaan proyek meliputi lingkup pekerjaan persiapan, struktur, dan arsitektur dikerjakan dengan durasi 308 hari kalender dan Rencana Anggaran Pelaksanaan yang dibutuhkan untuk melaksanakan Proyek Pembangunan Gor Utara pada proyek Cibubur Youth Elite Sport Center adalah Rp. 106.494.546.463,65.
ANALISIS PERENCANAAN FONDASI TIANG PANCANG PADA GEDUNG GKB-V UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Khusnaini, Asma'ul; Novianto, Dandung
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9489

Abstract

Gedung Kuliah Bersama V Universitas Muhammadiyah Malang (GKB-V) memiliki tinggi total bangunan sebesar 49,7meter yang terdiri dari 10 lantai dan 1 basement. Pada kondisi eksisting bangunan GKB-V ini tediri dari 2 bagian yaitu bagian bangunan utama dan bagian auditorium. Pada skripsi ini akan dilakukan penelitian hanya pada bangunan utama saja. Berdasarkan hasil uji N-SPT pada titik BH-01 sampai kedalaman 40meter, tanah dasar dikategorikan sebagai lempung, sehingga diperlukan perencanaan fondasi sesuai SNI 8460:2017 untuk memperoleh daya dukung maksimum dan penurunan minimum. Analisis dilakukan dengan membandingkan dua bentuk penampang tiang pancang, yaitu lingkaran dan persegi. Perhitungan daya dukung menggunakan metode L’Decourt (1982) dan metode gabungan Meyerhof (1976) untuk perhitungan nilai Qp dengan Thomlinson (1997) untuk perhitungan nilai Qs, sedangkan penurunan menggunakan metode Meyerhof (1976). Simulasi ETABS menghasilkan beban maksimum untuk kombinasi ASD, terbesar ada pada K1-1=7564 kN, dan terkecil ada pada K4-1 1322 kN, yang digunakan untuk perhitungan daya dukung dan penurunan, dan kombinasi LRFD memberikan beban terbesar 9947 kN, yang digunakan untuk desain tulangan pile cap. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penampang persegi memberikan kemampuan paling optimal, penampang dengan konfigurasi terbesar ada pada PC1-1 (7 tiang) dengan dimensi panjang x lebar x tinggi (4,8m x 4,3m x 1m) menghasilkan Qall(group) 8110 kN > Qv 7563 kN dan penurunan 3,76cm; dan penampang dengan konfigurasi terkecil yaitu PC4-1 (1 tiang) dengan dimensi panjang x lebar x tinggi (1,2m x 1,2 m x 1m) menghasilkan Qall(group) 1542 kN > Qv 1322 kN dan penurunan 8,85 cm; berdasarkan urain tersebut seluruh tiang pancang memenuhi syarat Stot < Sijin (15,52cm). Tulangan pile cap digunakan D25-150, serta metode pelaksanaan menggunakan hydraulic jack in dengan total biaya Rp. 10.072.727.178.
PROJECT PLANNING PEMBANGUNAN GEDUNG RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT TAHAP I KOTA BANDUNG Efendi, Dinda; Khamim, Moch.
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9519

Abstract

Pembangunan Gedung Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Tahap I Kota Bandung memerlukan perencanaan proyek yang terstruktur untuk menjamin ketercapaian mutu, biaya, dan waktu pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan menyusun project planning yang meliputi perencanaan struktur organisasi, site layout, metode pelaksanaan, pengendalian mutu, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), penjadwalan, serta rencana anggaran pelaksanaan (RAP). Struktur organisasi proyek yang digunakan adalah struktur organisasi fungsional untuk mendukung efektivitas koordinasi dan pembagian tugas. Pemilihan site layout dilakukan berdasarkan analisis safety index dan travelling distance, di mana site layout alternatif kedua dipilih karena memiliki nilai safety index sebesar 8560,4 dan travelling distance sebesar 16515,2 yang mendekati angka nol serta merupakan nilai minimum dibandingkan alternatif pertama. Metode pelaksanaan menggunakan metode bottom-up. Setiap tahapan pekerjaan dikendalikan mutunya melalui Inspection and Test Plan (ITP) yang mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021. Rencana K3 disusun dengan sasaran dan program umum yang mencakup kegiatan harian, mingguan, dan bulanan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Penjadwalan pelaksanaan pada empat gedung, yaitu gedung utama RSKGM, gedung parkir, gedung masjid, dan gedung IPSRS, menghasilkan total durasi 111 hari atau sekitar 16 minggu. Total biaya RAP proyek ini sebesar Rp 74.467.342.342,30.
EFEK PERBANDINGAN NA/SI PADA GROUT MORTAR BERBAHAN SILICIA FUME DAN ACTIVATOR ALKALI Maulidayanti, Aulia; Rahman, Aulia
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio molar natrium terhadap silika ( Na/Si ) yang optimum pada penggunaan larutan aktivator alkali terhadap kinerja fisik grout mortar yang diperkuat dengan silica fume (kandungan 5%). Penelitian ini adalah komposisi kimia yang mendasari reaksi geopolimerisasi meningkatkan kekuatan tekan material untuk perbaikan struktur konstruksi yang keropos. Data penelitian ini melibatkan komposisi kimia material yang dianalisis menggunakan pengujian X-Ray Fluorescence (XRF) untuk menentukan parameter dasar campuran. Sampel yang digunakan berupa kubus mortar berukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm yang diuji pada umur 7 dan 28 hari. Rasio Na/Si pada campuran aktivator alkali dan silicia fume 0,2 : 0,3 ; 0.4 ; 0,6. Pengujian kuat tekan dilakukan secara mekanis untuk melihat pengaruh perubahan sifat kimia terhadap kemampuan fisik mortar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio Na/Si sebesar 0,4 menghasilkan optimal dengan nilai kuat tekan tertinggi 14,2 Mpa pada umur 7 hari dan 17,6 Mpa pada umur 28 hari, sedangkan nilai kuat terendah ditemukan pada rasio 0,6 dengan kuat tekan sebesar 10,6 Mpa pada umur 7 hari dan 12 Mpa pada 28 hari. Hal ini menunjukan bahwa keseimbangan rasio molar sangat mengoptimalkan activator alkali pada grout mortar dan modulus rupture paling tertinggi rasio 0.3 adalah modulus tertinggi pada umur 7 hari. Rasio 0,2 adalah modulus rupture terendah pada umur 7 hari. Rasio 0.2 adalah modulus rupture tertinggi pada umur 28 hari.Rasio 0,6 adalah modulus rupture terendah pada umur 28 hari.
KAJIAN PERFORMANCE BASED SEISMIC DESIGN KOLOM KONVENSIONAL DAN KOLOM PARALEL PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT Afandi, Muhammad Nafis Rahman; Rochman, Taufiq
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9538

Abstract

Sistem rangka sebagai penahan beban gempa sangat bergantung pada kinerja kolom. Kolom pada gedung bertingkat sangat rentan mengalami kerusakan akibat kombinasi beban lateral gempa dan gravitasi jika kekuatan dan daktilitasnya tidak memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja seismik bangunan gedung bertingkat menggunakan pendekatan Performance Based Seismic Design (PBSD). Metode penelitian meliputi pemodelan struktur bangunan 12 lantai dengan perangkat lunak SAP2000 berdasarkan data eksisting. Analisis dilakukan dengan metode non-linear static pushover analysis mengacu pada ATC-40. Hasil analisis pushover menunjukkan bahwa struktur mampu mencapai tingkat kinerja immediate occupancy dengan drift ratio sebesar 0,0042 dan memiliki daktilitas yang tinggi (µ=3,123), yang mengindikasikan kemampuan struktur dalam menahan deformasi pascaelastik yang baik. Selain itu juga diperoleh bahwa penulangan terpasang pada elemen balok adalah sebanyak 8-S25 dan 7-S25 untuk daerah sendi plastis dan 5-S25 dan 3-S25 untuk daerah luar sendi plastis, sedangkan pada elemn kolom Sedangkan untuk elemen kolom untuk K1 memerlukan tulangan 42-S25, K2 memerlukan rulangan 34-S25, K3 memerlukan 30-S25 dan untuk K4 memerlukan tulangan 24-S25. Dengan tulangan geser untuk seluruh variasi berjarak 150 mm dan 100 mm.
MODIFIKASI STRUKTUR ATAS GEDUNG TEKNIK 1 KAMPUS 3 UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Maulidina, Alya; Naibaho, Armin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9540

Abstract

Perencanaan struktur atas Gedung Teknik 1 Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilakukan sebagai upaya untuk merencanakan ulang struktur bangunan akibat adanya modifikasi jumlah lantai bangunan pada eksisting 4 lantai menjadi 6 lantai. Gedung ini direncanakan sebagai bangunan bertingkat dengan sistem struktur beton bertulang yang terdiri dari elemen pelat lantai, balok, kolom, dan tangga. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk memperoleh dimensi elemen struktur dan penulangan yang aman serta memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku. Data yang digunakan dalam perencanaan meliputi gambar kerja, serta beban-beban yang bekerja pada struktur. Metode perhitungan struktur dilakukan dengan bantuan perangkat lunak analisis struktur ETABS 22 untuk menghitung besar gaya-gaya dalam yang terjadi (Vx, Dx, Nx). Perhitungan pembebanan mengacu pada SNI 1727:2020 untuk beban gravitasi dan SNI 1726:2019 untuk beban gempa, sedangkan perencanaan elemen struktur beton bertulang mengacu pada SNI 2847:2019. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa tebal pelat lantai yang digunakan adalah 12 cm yang diperoleh dari dua metode perhitungan pelat dan ditetapkan berdasarkan ketentuan SNI 8900:2020. Dimensi balok yang direncanakan meliputi balok induk berukuran 50/70 cm, balok anak berukuran 30/40 cm, dan balok kantilever berukuran 25/35 cm, sedangkan dimensi kolom bervariasi sesuai ketinggian bangunan yaitu 100/100 cm, 90/90 cm, dan 80/80 cm. Diperoleh bahwa total biaya struktur atas bangunan hasil modifikasi ulang adalah sebesar Rp 61.627.708.205. Berdasarkan hasil analisis dan perencanaan, struktur atas gedung dinyatakan mampu menahan beban-beban yang bekerja dan memenuhi persyaratan kekuatan serta layanan.
PERENCANAAN BEKISTING DAN PERANCAH PEMBANGUNAN GEDUNG PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK POLITEKNIK NEGERI MALANG Tasya, Algina Dia; Purnomo, Fadjar
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9546

Abstract

Pekerjaan bekisting dan perancah merupakan komponen penting dalam pembangunan struktur beton bertulang, khususnya pada proyek gedung bertingkat. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dan menganalisis tiga jenis sistem bekisting, yaitu bekisting konvensional, bekisting semi sistem dan bekisting aluminium, dalam pembangunan Gedung Program Studi Teknik Listrik Politeknik Negeri Malang. Metode yang digunakan meliputi perhitungan kebutuhan material, analisis biaya dan waktu pelaksanaan, serta evaluasi efektivitas dan efisiensi dari ketiga sistem. Tahapan yang dimulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data primer dan sekunder, dan data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis untuk masing-masing metode bekisting. Secara keseluruhan, bekisting semi sistem muncul sebagai opsi paling efisien dari sisi biaya, dari alternatif sewa maupun sistem pembelian dengan nilai skor 4,33. Semi sistem memberikan keseimbangan terbaik antara biaya, kekuatan, dan efisiensi penggunaan, sehingga menjadi pilihan paling ekonomis dibandingkan dua alternatif lainnya.