cover
Contact Name
Hendra Wahyuni MS
Contact Email
hendrawms@unimal.ac.id
Phone
+6285260553629
Journal Mail Official
auxilium@unimal.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, Jl. Meunasah, Uteunkot Cunda, Lhokseumawe, 24351, Provinsi Aceh, Tel/fax : 081376575984, Email: auxilium@unimal.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30262720     DOI : https://doi.org/10.29103/auxilium.v1i1.19239
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Auxilium merupakan jurnal pengabdian multidisiplin yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh. Jurnal pengabdian Auxilium bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran dan gagasan konseptual dari hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Auxilium menerbitkan hasil pengabdian kepada masyarakat yang mencakup bidang edukasi dan promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, administrasi dan kebijakan kesehatan, kesehatan reproduksi, sistem informasi kesehatan dan ilmu nutrisi. Jurnal Auxilium terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Agustus.
Articles 52 Documents
Edukasi dan Skrining Kesehatan Kardiometabolik melalui Pemeriksaan Komposisi Tubuh dan Profil Lipid Peserta Jalan Santai Anna Millizia; Rivhan Fauzan; Muhammad Husni Fansury Nasution; Muhammad Bayu Rizaldy; Aryandi Darwis; Yuziani Yuziani; Nadia Aulia; Sherina Aditya; Alya Fadila; Mumtaz Alvira; Muhammad Ezyra; Muhammad Syifa Albi; Dafa Faruq
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 1: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i1.26124

Abstract

Pendahuluan: Dislipidemia merupakan gangguan metabolisme lipid yang berperan penting terhadap terjadinya aterosklerosis, penyakit jantung koroner, dan stroke. Prevalensi dislipidemia di Indonesia masih tinggi dan meningkat seiring tingginya kasus obesitas, terutama akibat akumulasi lemak tubuh dan lemak visceral yang berhubungan dengan resistensi insulin serta gangguan metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komposisi tubuh dengan profil lipid dan kesadaran gizi seimbang pada masyarakat. Metode: Kegiatan penelitian dilaksanakan pada acara Dies Natalis Universitas Malikussaleh dengan melibatkan 279 peserta. Proses penelitian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran kadar kolesterol dan komposisi tubuh dengan Body Composition Analyzer, pemberian edukasi gizi seimbang, serta evaluasi hasil pemeriksaan. Data dianalisis untuk menilai keterkaitan komposisi tubuh dengan profil lipid. Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan variasi usia responden 20–70 tahun dengan kadar lemak tubuh 11–45%, otot rangka 49–82%, serta indeks lemak visceral 1–14. Kadar kolesterol berkisar antara 141–183 mg/dL, dengan kecenderungan lebih tinggi pada responden berusia lanjut, memiliki lemak tubuh dan lemak visceral tinggi, serta massa otot rendah. Temuan ini memperkuat bahwa akumulasi lemak visceral dan rendahnya massa otot meningkatkan risiko dislipidemia, sementara massa otot yang lebih tinggi berperan protektif. Edukasi gizi seimbang turut meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat. Kesimpulan: Terdapat hubungan erat antara komposisi tubuh dengan kadar kolesterol, di mana lemak tubuh dan visceral tinggi serta massa otot rendah meningkatkan risiko dislipidemia. Intervensi berupa pengendalian obesitas, peningkatan aktivitas fisik, dan edukasi gizi seimbang sangat penting untuk pencegahan penyakit metabolik dan kardiovaskular di masyarakat. Kata kunci: dislipidemia, komposisi tubuh, lemak viseral, otot rangka, kolesterol, gizi seimbang
Edukasi dan Pendampingan Berbasis Puskesmas pada Kasus Preeklampsia di Kecamatan Syamtalira Bayu-Aceh Utara Tischa Rahayu Fonna; Muhammad Dwiki Reza
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 1: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i1.26140

Abstract

Preeklampsia adalah gangguan kehamilan yang dapat mempengaruhi berbagai sistem organ.Preeklampsia dibagi menjadi preeklampsia ringan dan berat berdasarkan tingkat keparahan.Tekanan darah tinggi (sistolik ≥160 mmHg dan diastolik ≥110 mmHg), serta proteinuria lebih dari 5 g dalam satu hari adalah tanda preeklampsia berat.Preeklampsia berat memiliki dua jenis: tanpa eclampsia dan dengan eclampsia.Gejala subjektif dari preeclampsia termasuk nyeri kepala hebat, gangguan penglihatan, muntah-muntah, nyeri epigastrium, dan tekanan darah yang meningkat secara bertahap.Ibu hamil dengan preeklampsia dan eklampsia rentan terhadap komplikasi dan kematian, terutama di negara berkembang.Di Indonesia, preeklampsia berat dan eklampsia berkontribusi terhadap kematian ibu sekitar 1,5% hingga 25% dan kematian bayi sekitar 45% hingga 50%.Insidensi preeklampsia bervariasi, dengan negara berkembang berkisar antara 0,3% hingga 0,7%, sedangkan di negara maju lebih rendah, sekitar 0,05% hingga 0,1%.Risiko preeklampsia pada wanita hamil dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor predisposisi, seperti usia ibu, paritas, riwayat preeklampsia sebelumnya, kehamilan multipel, penyakit sebelumnya seperti diabetes dan hipertensi kronik, interval antara kehamilan, indeks massa tubuh (BMI), dan usia. Kata kunci: preeclamsia, prevelensi, paritas, ilmu kebidanan, pencegahan
Home Visite Pasien dengan Dermatitis Kontak Iritan di Desa Gampong Pande Kecamatan Tanah Pasir : Home Visite Pasien dengan Dermatitis Kontak Iritan di Desa Gampong Pande Kecamatan Tanah Pasir Tgk. Fikri Ardiansyah; Tischa Rahayu Fonna
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 2: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i2.24219

Abstract

Dermatitis merupakan penyakit yang menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik berupa eritema, edema, papula, vesikel, skuama, dan likenifikasi. Salah satu jenis dermatitis adalah dermatitis kontak. Dermatitis kontak adalah respon terhadap pajanan bahan atau substansi tertentu, dapat berupa alergen maupun bahan iritan. Dermatitis kontak iritan adalah peradangan pada kulit yang dapat berupa eritema, edema, dan scale/skuama. Dermatitis kontak iritan merupakan respons nonspesifik kulit terhadap berbagai kerusakan kimia dengan melepaskan mediator inflamasi terutama dari sel-sel epidermis. Dermatitis kontak iritan dapat digolongkan sebagai penyakit kulit akibat kerja karena berkaitan dengan oleh pajanan berulang substansi di area kerja, seperti bahan pembersih, deterjen, dan pelarut. Dalam penatalaksanaan dermatitis kontak iritan, penting bagi penderita dan dokter untuk mengetahui substansi yang menyebabkan penyakitnya tersebut sehingga dapat diberikan terapi yang lebih efisien dan efektif. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari dua sesi, yaitu pemeriksaan fisik dan edukasi. Pemberian edukasi dilakukan dengan metode ceramah kepada pasien dan keluarga pasien mengenai penyakit dermatitis kontak iritan, cara penularan, cara pencegahan, dan cara menangani dermatitis kontak iritan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai penyakit dermatitis kontak iritan. Kata kunci: dermatitis kontak iritan, pencegahan, penyakit akibat kerja
Pemeriksaan Golongan Darah dan Edukasi Kesehatan Pada Siswa Sekolah Dasar di Desa Ringinpitu Tulungagung Amelia Sahrani; Dimas Nifsu Andika; Fenia Desilia Nur Sahira; Hestina Putri; Lusiana Inka Oktavianti; Andyanita Hanif Hermawati
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 2: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i2.27807

Abstract

Pendahuluan: Edukasi kesehatan mengenai golongan darah pada tingkat sekolah dasar merupakan langkah penting dalam membangun pemahaman dasar anak tentang kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran siswa di Desa Ringinpitu mengenai pentingnya mengetahui golongan darah, sekaligus memberikan pemeriksaan golongan darah secara langsung menggunakan metode slide.. Metode: Program diikuti oleh 61 peserta dengan penyampaian materi melalui PowerPoint, poster edukatif, dan video demonstrasi pemeriksaan. Setelah sesi penyuluhan, sebanyak 23 siswa menjalani pemeriksaan golongan darah menggunakan metode slide. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa setelah kegiatan edukasi. Hasil dan pembahasan: Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa golongan darah B mendominasi dengan persentase 43,48%, diikuti golongan darah A dan O masing-masing 26,09%, serta golongan AB sebesar 4,35%, dengan seluruh sampel memiliki rhesus positif. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana rata-rata nilai meningkat dari 36,89% menjadi 84,02%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan berperan efektif dalam memperkuat pemahaman siswa mengenai jenis golongan darah, donor universal, serta pentingnya informasi golongan darah dalam kondisi kedaruratan medis. Hasil tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan pengabdian, yaitu meningkatkan literasi kesehatan anak melalui metode edukasi yang interaktif dan demonstratif. Kesimpulan: Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan golongan darah di Desa Ringinpitu terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya mengetahui golongan darah. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan anak dan menegaskan perlunya edukasi kesehatan yang berkelanjutan di lingkungan masyarakat.Kata kunci: edukasi kesehatan, golongan darah, siswa sekolah dasar
Edukasi Pentingnya Aktivitas Fisik sesuai Kebutuhan Remaja pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Swasta Sukma Bangsa Lhokseumawe Cut Sidrah Nadira; Tischa Rahayu Fonna; Mulyati Sri Rahayu; Nora Maulina; Harvina Sawitri; Faisal Faisal; Ipal Azmi
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 2: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i2.28270

Abstract

World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi keempat di seluruh dunia. Untuk mengatasi hal ini, ditetapkan target global baru yang bertujuan menurunkan angka ketidakaktifan fisik secara keseluruhan di kalangan dewasa dan remaja sebesar 15% pada tahun 2030. Di Indonesia, kurangnya aktivitas fisik di kalangan remaja dengan usia di atas 10 tahun masih tergolong tinggi, yakni mencapai sekitar 33,5%, dan di Aceh angka tersebut sekitar 35,8%. Pendidikan kesehatan dianggap sebagai salah satu pendekatan penting untuk meningkatkan pemahaman dan diharapkan dapat membantu mengubah perilaku serta gaya hidup yang tidak aktif (sedenter), terutama di kalangan remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kebutuhan aktivitas fisik pada remaja di SMP Swasta Sukma Bangsa Lhokseumawe. Jumlah responden sebanyak 150 siswa. Siswa terlebih dahulu akan diberikan kuesioner awal untuk mengukur tingkat pemahaman mereka mengenai kebutuhan aktivitas fisik sebelum program edukasi dilaksanakan. Sesudah program edukasi berlangsung, kuesioner akan dibagikan kembali untuk menilai efektivitas dari program edukasi yang telah diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi, sebagian besar siswa memiliki pengetahuan cukup (52%) dan setelah edukasi, mayoritas siswa memiliki pengetahuan baik (69,1%). Kesimpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik sesuai kebutuhan remaja efektif meningkatkan tingkat pengetahuan siswa. Oleh karena itu, edukasi kesehatan di lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi upaya berkelanjutan dalam mendukung pembentukan perilaku hidup sehat pada remaja. Kata kunci: Edukasi, Pengetahuan, Aktivitas Fisik, Remaja, Sedenter
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kesiapsiagaan Gempa Bumi melalui Program ISET GOES TO SCHOOL Zahrina Zahrina; Sarah Rahmayani Siregar; Mulyati Sri Rahayu; Mardiati Mardiati; Anis En Nabiilah; Maulana Ikhsan; Baluqia Iskandar Putri; Meutia Maulina; Tischa Rahayu Fonna; Aryandi Darwis
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 2: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i2.28308

Abstract

Upaya peningkatan kapasitas masyarakat sejak usia sekolah menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung pengurangan risiko bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai kesiapsiagaan gempa bumi melalui program ISET Goes to School dengan tema BERSINAR (Bersama Rencanakan Siaga dan Mitigasi Bencana) di SMA Negeri 1 Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif, diskusi, demonstrasi, serta simulasi pemasangan balut bidai sebagai bagian dari pertolongan pertama pada kondisi darurat. Kegiatan diikuti oleh siswa kelas XI dan XII yang memperoleh materi mengenai karakteristik gempa bumi, langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan setelah gempa, prosedur evakuasi, serta praktik penggunaan balut bidai. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa mampu memahami konsep dasar kesiapsiagaan bencana, mengenali prosedur evakuasi yang benar, serta memperagakan teknik dasar balut bidai sesuai tahapan yang telah diajarkan. Antusiasme peserta selama kegiatan mengindikasikan bahwa pendekatan edukasi yang dipadukan dengan simulasi praktis lebih mudah dipahami dibandingkan penyampaian materi secara teoritis semata. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu model edukasi kebencanaan berbasis sekolah yang berkelanjutan guna membentuk budaya sadar bencana serta meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menghadapi potensi gempa bumi di wilayah Aceh. Kata kunci: kesiapsiagaan bencana, gempa bumi, sekolah aman bencana, balut bidai, pengabdian masyarakat.
Gerakan Edukasi dan Pemeriksaan Mandiri Diabetes Melitus serta Hipertensi sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat di Desa Lampeude Teunong Kabupaten Pidie Iskandar Iskandar; Junaidi Junaidi; Adam Adam; Rika Yusnaini
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 2: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i2.28361

Abstract

Diabetes melitus dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko serta kurangnya kebiasaan melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri menyebabkan keterlambatan deteksi penyakit. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pemeriksaan mandiri tekanan darah dan gula darah sebagai upaya deteksi dini penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Lampeude Teunong Kabupaten Pidie pada November 2025. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi, praktik pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara mandiri, konsultasi individual, serta pembagian media edukasi. Sasaran kegiatan adalah masyarakat usia dewasa dan lanjut usia. Kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme masyarakat. Sekitar 85% peserta mampu memahami faktor risiko, gejala, pencegahan diabetes melitus dan hipertensi setelah mengikuti edukasi. Peserta juga mampu melakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara mandiri dengan pendampingan tim. Selain itu terjadi peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin serta menerapkan pola hidup sehat. Edukasi dan pelatihan pemeriksaan mandiri efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan diabetes melitus dan hipertensi. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pemberdayaan kader kesehatan desa. Kata kunci: Deteksi dini, diabetes melitus, edukasi kesehatan, hipertensi, pemeriksaan mandiri
Edukasi Interaktif sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Tenaga Kesehatan tentang Terapi Cairan dan Pemasangan Infus Al-Muqsith Al-Muqsith
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 2: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i2.28370

Abstract

Terapi cairan intravena dan pemasangan infus merupakan prosedur yang sering dilakukan dalam pelayanan kesehatan, namun kesalahan dalam pemilihan cairan, perhitungan kebutuhan, maupun teknik pemasangan infus masih berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi yang memengaruhi keselamatan pasien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai terapi cairan dan pemasangan infus melalui edukasi interaktif di RSU Bunda Lhokseumawe. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Februari 2026 dengan melibatkan 37 tenaga kesehatan yang terdiri atas 3 dokter umum dan 34 perawat. Metode yang digunakan meliputi pretest, penyampaian materi secara interaktif, diskusi kasus klinis, dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata nilai peserta dari 66,67% menjadi 74,12%, dengan peningkatan sebesar 7,45%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi interaktif efektif meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai terapi cairan dan pemasangan infus, sehingga berpotensi mendukung peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit. Kata kunci: pemasangan infus, resusitasi, terapi cairan
Penguatan Peran Kader Kesehatan Dalam Mendukung Eliminasi Tuberkulosis Melalui Edukasi Masyarakat Di Desa Keureusek Cut Khairunnisa; Osama Al-Farauq; Afif Muhammad; Ahmad Azhari; Teuku Maulana; Fashan Fuadi; Sri Wahyuni
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 2: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i2.29001

Abstract

Eliminasi tuberkulosis merupakan hal yang sangat krusial yang harus dilakukan saat ini. Banyaknya kasus yang belum terobati atau bahkan belum terdeteksi di wilayah Aceh Utara secara umum dan kecamatan kuta makmur khususnya, yang kemudian menjadikan TB sulit di eliminasi di wilayah ini. Besaran masalah tuberkulosis ini menunjukkan bahwa upaya penanggulangannya tidak bisa hanya bergantung pada pelayanan kesehatan saja, namun sangat diperlukan keterlibatan aktif masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan kader kesehatan untuk itu berpartisipasi dalam eliminasi tuberkulosis di desa keureusek. Mekanisme pelaksanaan berupa assessmen awal, focus group discussion, mempersiapkan kader, menyusun media edukasi, pembinaan kader dan evaluasi melalui praktik langsung. Pada akhir kegiatan terlihat bahwa kemampuan kader untuk melakukan edukasi pada kunjungan langsung atau home visit menunjukkan tingkat pemahaman yang sudah cukup baik. Para kader mampu memberikan edukasi yang benar tentang tuberkulosis. Kemampuan yang telah dimiliki ini merupakan modal bagi kader kesehatan untuk ikut membantu eliminasi tuberkulosis di lingkungannya. Kata Kunci: Tuberkulosis, Eliminasi, Kader, Edukasi
Edukasi Perubahan Iklim untuk Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini pada Siswa SD 13 Dewantara Kabupaten Aceh Utara Anis En Nabiilah; Zahrina Zahrina; Aryandi Darwis; Rivhan Fauzan; Muhammad Khalilul Akbar; Muhammad Husni Fansury Nasution; Cut Asmaul Husna; Mardiati Mardiati; Tischa Rahayu Fonna
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 2: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i2.29074

Abstract

Pendahuluan: Perubahan iklim merupakan salah satu tantangan global yang berdampak terhadap kesehatan manusia, lingkungan, serta keberlanjutan kehidupan di masa depan. Anak usia sekolah merupakan kelompok strategis dalam pembentukan perilaku peduli lingkungan karena pada fase ini nilai, sikap, dan kebiasaan mulai berkembang. Rendahnya literasi mengenai perubahan iklim menyebabkan perlunya upaya edukasi yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Tujuan: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta menumbuhkan kepedulian lingkungan pada siswa melalui metode psikoedukasi mengenai perubahan iklim. Metode: Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 13 Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, dengan melibatkan 40 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan berupa penyampaian materi menggunakan media presentasi (PowerPoint), diskusi interaktif, tanya jawab, serta pemberian contoh penerapan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama dua jam. Hasil dan pembahasan: Evaluasi dilakukan secara observasional melalui partisipasi aktif peserta selama proses edukasi dan kemampuan siswa menjawab pertanyaan pada sesi diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif berinteraksi selama proses pembelajaran, serta mampu menjelaskan kembali konsep dasar mengenai perubahan iklim, penyebab, dampak, dan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan. Kegiatan sosialisasi ini mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini. Kegiatan ini menunjukkan bahwa metode ini dikemas secara interaktif dapat menjadi salah satu alternatif edukasi lingkungan di sekolah dasar sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan. Kesimpulan:  Hasilnya menunjukkan tingkat antusiasme yang tinggi; siswa mampu menjelaskan kembali konsep perubahan iklim dan mengidentifikasi langkah sederhana untuk menjaga lingkungan. Sosialisasi ini berpotensi menjadi opsi model edukasi lingkungan yang efektif bagi siswa sekolah dasar. Kata Kunci : Perubahan Iklim, Anak-anak, Edukasi