cover
Contact Name
Hendra Wahyuni MS
Contact Email
hendrawms@unimal.ac.id
Phone
+6285260553629
Journal Mail Official
auxilium@unimal.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, Jl. Meunasah, Uteunkot Cunda, Lhokseumawe, 24351, Provinsi Aceh, Tel/fax : 081376575984, Email: auxilium@unimal.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30262720     DOI : https://doi.org/10.29103/auxilium.v1i1.19239
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Auxilium merupakan jurnal pengabdian multidisiplin yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh. Jurnal pengabdian Auxilium bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran dan gagasan konseptual dari hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Auxilium menerbitkan hasil pengabdian kepada masyarakat yang mencakup bidang edukasi dan promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, administrasi dan kebijakan kesehatan, kesehatan reproduksi, sistem informasi kesehatan dan ilmu nutrisi. Jurnal Auxilium terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Agustus.
Articles 37 Documents
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Remaja di SMP Negeri 3 Lhokseumawe Nadira, Cut Sidrah; Rahayu, Mulyati Sri; Sawitri, Harvina; Maulina, Nora; Wahyuni, Sri; Husna, Cut Asmaul
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.21708

Abstract

Remaja merupakan investasi penting untuk pembangunan berkelanjutan dan kemajuan suatu bangsa. Untuk mewujudkan tujuan tersebut pendidikan, sosial, kesehatan fisik dan mental remaja sangat penting diperhatikan. Penyakit menular maupun tidak menular masih terus menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat global, terutama pada golongan usia remaja 10 hingga 19 tahun. Berbagai faktor yang dapat mencetuskan penyakit atau bahkan kematian pada remaja seperti merokok, penyalahgunaan NAPZA, kurang gizi serta kurang aktivitas fisik, dapat dicegah dengan memberikan edukasi yang efektif. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Lhokseumawe ini dihadiri oleh 15 orang yang merupakan perwakilan dari kelas VII sampai IX. Solusi yang ditawarkan adalah sosialisasi melalui metode ceramah dibantu dengan media audio visual dan leaflet terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi remaja terutama di lingkungan sekolah yang diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sehingga siswa, guru maupun masyarakat lingkungan sekolah menjadi lebih sehat, serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan terkait perilaku hidup bersih dan sehat bagi remaja di lingkungan sekolah sehingga diharapkan berdampak bagi perubahan perilaku. Hasil yang didapatkan adalah terdapat peningkatan pengetahuan siswa-siswi terkait PHBS sesudah dilakukan sosialisasi.
Peningkatan Pengetahuan Tenaga Kesehatan tentang Terapi Oksigen melalui Edukasi Interaktif di Rumah Sakit Kota Sabang Al-Muqsith, Al-Muqsith
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.23291

Abstract

Terapi oksigen merupakan intervensi medis dasar namun krusial dalam penanganan pasien dengan gangguan pernapasan. Pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam penggunaan terapi oksigen perlu ditingkatkan secara berkesinambungan agar sesuai dengan standar klinis yang berlaku. Responden dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dokter umum dan perawat perwakilan dari RSU Kota Sabang dan Puskesmas di wilayah Kota Sabang yang berjumlah 85 orang. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu pada tahap awal dilakukan pretest dengan membagikan kuesioner pengetahuan tentang terapi oksigen, kemudian responden diberikan materi penyuluhan serta dilakukan diskusi interaktif, dan di akhir kegiatan dilakukan posttest untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan responden setelah mengikuti penyuluhan dan pelatihan. Hasil yang didapatkan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap indikasi, metode, serta keamanan penggunaan terapi oksigen. Diharapkan kegiatan ini dapat mendukung pelayanan kesehatan yang lebih optimal di fasilitas kesehatan primer dan sekunder. Kata Kunci: Henti Napas, Pengabdian RS Kota Sabang, Terapi Oksigen
Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Risiko Gagal Jantung melalui Kegiatan Penyuluhan Fauzan, Rivhan; Zahrina; Siregar, Sarah Rahmayani
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.23542

Abstract

Gagal jantung kongestif merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang memiliki angka morbiditas dan mortalitas tinggi di Indonesia. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor resiko, gejala awal dan pencegahan gagal jantung menjadi tantangan besar dalam upaya promotif dan preventif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai resiko gagal jantung melalui penyuluhan kesehatan yang edukatif dan interaktif. Kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama lintas sector antara institusi Pendidikan, tenaga Kesehatan di puskesmas dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan meliputi pemaparan materi oleh dokter spesialis, diskusi interaktif, tanya jawab, pembagian leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat memberikan respon positif terhadap penyuluhan dan menyatakan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya gaya hidup sehat, deteksi dini gagal jantung, dan pengelolaan faktor resiko. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan penyakit jantung. Kata Kunci: gagal jantung, kardiovaskular, penyuluhan
Sirkumsisi Massal Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Anak di desa Keude Krueng Geukuh Fauzan, Ahmad; Chairunnisa; Ikhlas, Muhammad; Fathia, Tasya; Sayuti, Muhammad; Rizka, Adi; Akbar, Teuku Ilhami Surya; Rizal, Muhammad Ifani Syarkawi; Wahyuni, Hendra; Rizaldy, Muhammad Bayu; Iqbal, Teuku Yudhi; Millizia, Anna; Ikhsan, Maulana
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.23657

Abstract

Pendahuluan: Sirkumsisi merupakan tindakan bedah minor yang memiliki implikasi penting dalam pencegahan penyakit infeksi saluran kemih dan peningkatan kesehatan reproduksi anak laki-laki. Penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sirkumsisi massal di Desa Keude Krueng Geukuh sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan reproduksi anak di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas. Metode: Metode dorsumsisi dipilih untuk menjamin keamanan dan meminimalkan risiko komplikasi, dengan pelibatan lintas profesi medis dan partisipasi aktif masyarakat setempat. Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa prosedur dapat dilaksanakan secara efektif dengan tingkat komplikasi minimal, disertai penerimaan yang baik dari peserta dan pendamping berkat edukasi yang komprehensif. Kegiatan ini juga berhasil mengintegrasikan aspek medis dan sosial budaya, yang menjadi faktor krusial dalam keberlanjutan intervensi kesehatan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan holistik, kolaboratif, dan berbasis komunitas sangat diperlukan untuk mengoptimalkan hasil intervensi kesehatan anak. Rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya replikasi model serupa di wilayah lain guna memperkuat strategi nasional dalam penurunan morbiditas terkait infeksi saluran kemih dan peningkatan kesehatan reproduksi sejak usia dini. Kata kunci: sirkumsisi massal, dorsumsisi, kesehatan reproduksi anak, pencegahan infeksi, intervensi komunitas
Pencegahan dan Pemberantasan Skabies di Lingkungan Dayah terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa Dayah Riyadatul Qulub Mellaratna, Wizar Putri; Sahputri, Juwita; Z, Khairunnisa; Sofia, Rizka; Yuziani; Millizia, Anna
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.23724

Abstract

Skabies adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, yang dapat menyerang individu dari berbagai latar belakang sosial dan usia. Penyakit ini menyebabkan rasa gatal yang parah, mengganggu kualitas tidur, dan berpotensi menimbulkan dampak psikososial. Data dari WHO menunjukkan bahwa prevalensi skabies global mencapai 300 juta kasus per tahun, dengan Indonesia mencatat angka kejadian yang signifikan, terutama di lingkungan pesantren. Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, skabies menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, dengan prevalensi yang lebih tinggi di kalangan santri. Untuk mengatasi masalah ini, Program studi Kedokteran Universitas Malikussaleh bersama CIMSA Unimal melaksanakan program edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran 30 santri Dayah Riyadhatul Qulub mengenai pencegahan, penularan, dan pengobatan skabies. Program ini mencakup penyampaian materi, diskusi kelompok, dan pelatihan selama 5 bulan, dengan target peningkatan nilai akhir. Diharapkan intervensi ini dapat mengubah perilaku santri dan mengurangi insidensi skabies di pesantren. kata kunci: skabies, pencegahan, pemberantasan, dayah
Edukasi Farmakologi Terapan: Pembuatan Oralit Mandiri dan Deteksi Dini DBD dengan Uji Torniquet pada Santri di MTs Syamsudduha Aceh Utara Yuziani, Yuziani; Sofia, Rizka; Sawitri, Harvina; Maulina, Meutia; Mellaratna, Wizar Putri; Siregar, Sarah Rahmayani
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.24076

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian utama, terutama di wilayah-wilayah endemis. Salah satu upaya strategis untuk menurunkan angka keparahan kasus DBD adalah melalui deteksi dini dan penanganan awal berbasis edukasi farmakologi terapan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pembuatan oralit mandiri sebagai langkah awal penanganan dehidrasi, serta penerapan uji tourniquet sebagai metode sederhana untuk deteksi dini DBD. Kegiatan dilaksanakan di MtsS Syamsudduha Aceh Utara dalam bentuk edukasi interaktif yang mencakup ceramah, demonstrasi pembuatan oralit, dan pelatihan praktik uji tourniquet. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta, serta observasi langsung terhadap keterampilan praktik peserta. Hasil didapatkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 40,76% berdasarkan hasil perbandingan pre-test dan post-test. Selain itu, sebagian besar peserta mampu melakukan uji tourniquet secara tepat sesuai pedoman yang dikeluarkan oleh WHO. Evaluasi keterampilan juga menunjukkan bahwa 95% peserta berhasil membuat oralit mandiri dengan benar. Edukasi farmakologi terapan terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap DBD dan kemampuan penanganan awal dehidrasi. Intervensi semacam ini sangat relevan untuk diterapkan di komunitas, terutama di daerah endemis. Kata Kunci: Farmakologi terapan, oralit mandiri, DBD, uji tourniquet, edukasi masyarakat
Edukasi Dampak Pernikahan Dini pada Remaja di SMA Negeri 1 Kembang Tanjong Kabupaten Pidie Nasution, Decy Erni; Nurlaili, Nurlaili; Hamdani, Hamdani; Adam, Adam
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan yang dilakukan oleh individu yang masih tergolong muda, biasanya sebelum mencapai usia 20 tahun, digolongkan sebagai pernikahan dini. Data menunjukkan bahwa 25% dari populasi menikah sebelum mencapai usia 20 tahun. Beberapa faktor yang menjadi penyebab pernikahan di usia yang belum tepat termasuk aspek ekonomi, sosial budaya, serta kehamilan di luar nikah. Remaja yang terlibat dalam pernikahan dini seringkali kehilangan peluang untuk mendapatkan pendidikan formal, yang penting untuk kemajuan setelah melahirkan, terutama karena bertambahnya tanggung jawab dalam rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pemahaman remaja mengenai risiko pernikahan di usia dini. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif, melibatkan populasi sebanyak 371 responden dan menggunakan teknik Purposive Sampling dengan 80 responden sebagai sampel. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 16,5 tahun, dengan usia terendah 15 tahun dan usia tertinggi 17 tahun. Dari segi jenis kelamin, mayoritas responden adalah perempuan. Seorang siswa yang mengajukan pertanyaan tersebut menyatakan bahwa pelajar yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas memiliki peluang kerja yang sangat minim, sehingga mereka hanya akan tinggal di desa dan bekerja sebagai petani, seperti orang tua mereka di kampung.  Banyak siswa laki-laki yang merantau, namun jumlah siswa perempuan yang pergi ke kota untuk mencari pekerjaan sangat sedikit. Situasi ini mendorong orang tua untuk mendesak putri mereka agar menikah, bahkan ada yang dijodohkan agar segera melangsungkan pernikahan. Peserta yang terlibat dalam program edukasi yang diberikan  tersebut mengalami peningkatan dalam pengetahuan dan pemahaman mengenai pencegahan pernikahan di usia muda serta konsekuensi negatifnya terhadap Kesehatan reproduksi  sehingga mereka dapat menjauh dari pernikahan dini. Kata kunci: edukasi, pernikahan dini, dampak, kesehatan reproduksi

Page 4 of 4 | Total Record : 37