cover
Contact Name
Hendra Wahyuni MS
Contact Email
hendrawms@unimal.ac.id
Phone
+6285260553629
Journal Mail Official
auxilium@unimal.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, Jl. Meunasah, Uteunkot Cunda, Lhokseumawe, 24351, Provinsi Aceh, Tel/fax : 081376575984, Email: auxilium@unimal.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30262720     DOI : https://doi.org/10.29103/auxilium.v1i1.19239
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Auxilium merupakan jurnal pengabdian multidisiplin yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh. Jurnal pengabdian Auxilium bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran dan gagasan konseptual dari hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Auxilium menerbitkan hasil pengabdian kepada masyarakat yang mencakup bidang edukasi dan promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, administrasi dan kebijakan kesehatan, kesehatan reproduksi, sistem informasi kesehatan dan ilmu nutrisi. Jurnal Auxilium terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Agustus.
Articles 37 Documents
Pemberdayaan Desa Binaan dengan Melaksanakan Senam Prolanis Bagi Lansia Guna Pencegahan Penyakit Kronis Maulina, Nora; Sawitri, Harvina; Nadira, Cut Sidrah; Rahayu, Mulyati Sri; Arvinda, Aufa Dery; Habibi, Rojulan Ilham
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.13313

Abstract

Penyakit kronis merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan, yang berlangsung lama yang dapat menyebabkan kematian. Prevalensi global dari penyakit kronis diproyeksikan akan terus meningkat selama beberapa decade mendatang. Oleh karena itu diperlukan penyuluhan tentang manajemen penyakit kronis sebagai langkah preventif terjadinya penyakit ginjal kronik. Salah satu program pemerintah untuk menurunkan angka kesakitan pada lansia guna mencegah progresifitas penyakit kronis adalah Prolanis atau Program Pengelolaan Penyakit Kronis merupakan program dari pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup para penderita penyakit kronis dan merupakan kegiatan terintegrasi yang membutuhkan kerja sama solid guna peningkatan taraf hidup kesehatan lansia. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat desa Uteunkot terkait pentingnya menjaga kesehatan para lansia, membentuk kader guna memantau perilaku hidup sehat para lansia dan melaksanakan program rutin senam prolanis dan sosialisasi kepada masyarakat dalam mengurangi angka kesakitan lansia dengan membuat program bulanan secara rutin agar melaksanakan pemenatauan kesehatan lansia dan program senam lansia (prolanis). Pengaruh dan dampak setelah dilakukan pengabdian adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat desa Uteunkot terhadap pentingnya kesehatan lansia, meningkatnya kesadaran dan kemauan lansia untuk melaksanakan program pemerintah dengan senam lansia (senam prolanis) guna pencegahan penyakit kronik. Diukur menggunakan kuesioner dan terbentuknya program kegiatan prolanis di desa uteunkot yang dilaksanakan setiap bulannya dan menjadi kegiatan rutin bagi lansia. Diukur dengan terbentuknya kader senam prolanis
Sosialisasi Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Siswa Sekolah Menengah Atas terhadap Akne Vulgaris Mellaratna, Wizar Putri; Z, Khairunnisa; Millizia, Anna; Akbar, Teuku Ilhami Surya; MN, Arif; IY, Ritonga
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13498

Abstract

Usia remaja (usia 15-18 tahun) merupakan usia yang rentan mengalami akne vulgaris karena terjadi perubahan fluktuasi hormonal (terutama hormon androgen). Akne vulgaris merupakan suatu kelainan pilosebaceous yang umumnya sering dijumpai pada usia 12-25 tahun. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa-siswi SMAN 1 Kota Lhokseumawe terhadap akne vulgaris sehingga dapat menurunkan derajat keparahan akne vulgaris. Penurunan derajat keparahan akne vulgaris diharapkan dapat menurunkan tingkat bekas akne yang ditimbulkan dan dapat memperbaiki kualitas hidup penderita akne. Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah melalui tahapan persiapan, pelaksanaan pengabdian dan monitoring serta evaluasi. Pengabdi menilai ada tidaknya peningkatan pengetahuan dan sikap peserta melalui evaluasi terhadap kuesioner pretest dan posttest serta penilaian hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan derajat keparahan akne vulgaris. Sebagian besar siswa SMAN 1 Kota Lhokseumawe memiliki tingkat pengetahuan yang baik baik pada pretest maupun saat posttest dengan persentase berturut-turut 72% dan meningkat menjadi 96% setelah posttest. Mayoritas peserta pengabdian juga memiliki sikap yang baik terhadap akne vulgaris yaitu sebesar 88% pada saat pretest dan meningkat menjadi 96% setelah posttest.Tingkat dan pengetahuan siswa SMAN 1 persentase nya menunjukkan peningkatkan setelah kegiatan sosialisasi pengabdian yang ditunjukkan dengan peningkatan persentase siswa yang berpengetahuan dan bersikap baik serta tidak adanya siswa yang memliki pengetahuan dan sikap buruk setelah sosialisasi. Kesimpulan dari pengabdian ini didapatkan Tingkat pengetahuan yang baik terhadap akne vulgaris akan disertai dengan sikap yang baik sehingga dapat mengurangi derajat keparahan akne dan dampak negatif yang ditimbulkan (skar permanen dan penurunan rasa percaya diri).
Sosialisasi Pencegahan Gangguan Pendengaran di Rumah Sakit Prima Inti Medika Kabupaten Aceh Utara Putri, Baluqia Iskandar; Fonna, Tischa Rahayu
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.12607

Abstract

Gangguan pendengaran merupakan suatu kondisi ketidakmampuan secara parsial atau total untuk mendengarkan suara pada salah satu atau kedua telinga. Tingkat penurunan gangguan pendengaran terbagi menjadi ringan, sedang, sedang berat, berat dan sangat berat. Gangguan pendengaran disebabkan oleh banyak hal seperti infeksi telinga, kotoran telinga, trauma pada telinga akibat sering mengorek telinga, paparan bising yang terlalu lama, dan tuli akibat usia lanjut. Gangguan pendengaran memiliki berbagai dampak pada anak-anak, dewasa maupun orang tua. Pada anak-anak dengan kondisi tersebut mempengaruhi perkembangan bahasa dan bicara, akademik atau prestasi belajar bahkan berdampak pada psikis anak karena sulitnya berkomunikasi dengan teman-temannya. Gangguan pendengaran juga berdampak pada orang dewasa karena berpengaruh terhadap kinerja, komunikasi, emosional dan hubungan sosial. Dalam rangka World Hearing Day yang diperingati setiap 3 Maret, pengabdi yang merupakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh melakukan penyuluhan mengenai pencegahan gangguan pendengaran di ruang tunggu poliklinik RS Prima Inti Medika.
Penyuluhan Kesiapan, Edukasi dan Pendampingan Praktek Cuci Tangan Pakai Sabun pada Siswa SDN 10 Lhokseumawe maulina, nora; Sawitri, Harvina; Nadira, Cut Sidrah
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.18214

Abstract

Cuci tangan merupakan satu hal yang paling sederhana yang dapat kita lakukan sebagai upaya pencegahan penularan infeksi/ penyakit. Seperti kita ketahui bersama, kuman penyakit ada dimana-mana, tidak hanya di benda/ tempat yang tampak kotor, namun juga di benda/ tempat yang kita lihat bersih. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan contoh kepada siswa tentang bagaimana penting cuci tangan yang benar dibawah air mengalir dan menggunakan sabun menurut standar WHO sebelum kegiatan sekolah dimulai dan menyediakaan sarana PHBS. Metode yang digunakan ialah melakukan survei awal untuk melihat kondisi di lapangan untuk melihat permasalahan yang dihadapi dilokasi dan tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan pendekatan edukasi dan praktek tentang (PHBS) dengan mencuci tangan dengan air bersih dan sabun dan tahap evaluasi hasil yang telah dicapai oleh siswa. Hasil yang didapatkan diantaranya sebagian besar siswa SDN 10 Kota Lhokseumawe mengetahui cara mencuci tangan, namun tidak secara benar hal ini dapat dilihat perbedaan dari hasil jumlah pertanyaan pretest dan post test pengetahuan PHBS. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini terdapat perbedaan antara pengetahuan responden penyuluhan PHBS tentang praktek cuci tangan sebelum penyuluhan dengan pengetahuan responden tentang punyuluhan PHBS tentang praktek cuci tangan setelah penyuluhan.
Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Nutrisi Selama Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Tangse Tahun 2023 Nurlaili, Nurlaili; Inayati, Rahmi; Nasution, Decy Erni; Mardhiah, Ainal; Hamdani, Hamdani
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.15273

Abstract

Nutrisi merupakan zat-zat yang berasal dari makanan yang di perlukan oleh tubuh. Jika asupan nutrisi untuk ibu hamil tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh maka akan terjadi defisiensi zat gizi. Ibu hamil yang kekurangan nutrisi beresiko melahirkan bayi prematur, berat bayi lahir rendah, (BBLR) bahkan perdarahan kala bersalin. Ibu memiliki peran penting dalam memberikan nutrisi kepada anak karena ibu adalah orang yang terdekat dengan anak. Pemberian nutrisi pada ibu hamil sangatlah di perlukan, antara ibu yang satu dengan ibu yang lain tidak lah sama. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berbeda dari setiap ibu. Sehingga pemberian penyuluhan gizi pada ibu hamil masih diperlukan Melihat latar belakang di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perumusan masalah dalam penulisan laporan ini yaitu perlunya dilakukan penyuluhan pada Ibu hamil melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat,adapun kegiatan dilakukan pada tanggal 12 oktober 2023 dengan menguji tingkat pengetahuan ibu hamil melalui pretes dengan10 soal pertanyaan,dilanjutkan dengan sosialisasi dan dilakukan Kembali Post tes pada ibu untuk melihat bagaimana pengetahuan ibu setelah dilakukan sosialisasi Hasil Pre tes pada tingkat pengetahuan ibu hamil diperoleh pengetahuan kurang 39 orang pengetahuan baik 11 orang sedangkan hasil sesudah dilakukan sosialisasi maka didapatkan pengetahuan kurang 18 orang pengetahuan baik 32 orang. Dari peningkatan hasil ini menunjukkan satu indikator bahwa Ibu hamil sudah mengetahui dengan baik hal-hal yang terkait dengan nutrisi yang harus dikonsumsi selama kehamilan.
Penyuluhan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Pembagian Sembako di SMPS Dayah Darul Yaqin Kota Lhokseumawe Sofia, Rizka; Sayuti, Muhammad; Z, Khairunnisa; Sahputri, Juwita; Millizia, Anna; M, Wizar Putri; Yuziani, Yuziani; Sawitri, Harvina
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.12614

Abstract

Indonesia adalah negara beriklim tropis dengan suhu, kelembaban dan curah hujan yang relatif tinggi sehingga menjadikan Indonesia sebagai tempat yang ideal bagi perkembangan serangga, termasuk vektor (serangga penular penyakit). Nyamuk adalah salah satu vektor kelas insekta dengan ordo Diptera yang sering berinteraksi dalam kehidupan manusia. Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di negara beriklim tropis. Nyamuk adalah salah satu vektor kelas insekta dengan ordo Diptera yang sering berinteraksi dalam kehidupan manusia. Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di negara beriklim tropis. Vektor nyamuk penyebab penyakit di Indonesia adalah nyamuk dari genus Aedes, Anopheles, Culex, dan Mansonia. Penyakit filariasis di Indonesia disebabkan oleh cacing Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Filariasis dapat disebarkan oleh semua spesies nyamuk. Penyakit DBD, chikungunya, dan demam kuning (yellow fever) ditularkan oleh genus Aedes, dan malaria ditularkan oleh genus Anopheles. Selain itu, terdapat pula ensefalitis jepang (japanese encephalitis) yang ditularkan oleh nyamuk dari genus Culex. Program pengabdian yang dilakukan berupa penjelasan mengenai penyakit-penyakit akibat vektor nyamuk yang paling sering dijumpai di masyarakat dan cara melakukan pencegahan terhadap penyakit tersebut. Pada tahap pelaksanaan digunakan tiga metode yaitu metode ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab dan metode kuis untuk menilai daya tangkap peserta. Kegiatan penyuluhan perilaku pemberantasan sarang nyamuk pada santri dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai penyakit-penyakit akibat vektor nyamuk yang paling sering dijumpai dan pencegahan yang harus dilakukan untuk memutuskan penularan penyakit.
Penyuluhan dan Edukasi pada Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Nisam, Aceh Utara Fonna, Tischa Rahayu; Putri, Baluqia Iskandar; Z, Khairunnisa; Perkasa, Aditya Fajar
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.20941

Abstract

Menurut WHO (2018) Tuberkulosis merupakan sebuah penyakit infeksi multi-sistemik yang paling umum, dengan berbagai macam manifestasi dan gambaran klinis, paru-paru adalah lokasi yang paling umum untuk perkembangan penyakit tuberculosis. Tuberkulosis paru disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis, yakni kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru atau di organ tubuh lain dengan tekanan parsial oksigen yang tinggi. Menurut epidemiologi sekitar 75% penderita tuberkulosis paru terjadi kelompok usia yang paling produktif secara ekonomis (15- 50 tahun) dengan jumlah penderita >500.000 kasus dialami oleh laki-laki. Diagnosis TB paru ditegakkan berdasarkan gejala klinis dengan keluhan utama batuk berdahak ‰¥ 2 minggu dan/atau disertai gejala tambahan, dengan hasil pemeriksaan fisik dapat berupa suara napas bronkial, amforik, suara napas melemah, ronki basah kasar/halus dan/atau tanda-tanda penarikan paru, diafragma, dan mediastinum, serta pemeriksaan bakteriologis, radiologis, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Diagnosis pasti TB ditegakkan dengan pemeriksaan bakteriologis berupa kultur bakteri TB baik menggunakan media padat maupun media cair. Tatalaksana yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT), suportif atau simtomatis, dan  pembedahan. 
Implementasi Home Visit dalam Pendampingan Ibu Hamil dan Anak Balita Untuk Pencegahan Stunting Maghfirah, Cut Zuhra; Ramadhani, Fatia Dhaifina; Mardiati, Mardiati; Lubis, Putri Sabrina; Rambe, Anugrah A Warid; Nurmanda, Raudhatul; Audreya, Noerista; Salsabila, Aina; Balqis, Ferisha Aulia; Saputri, Yosi Anggela; Ritonga, Nursyahfitri; Lubis, Muhammad Aziz Rizki; Azmy, Ipal
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.17933

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak, selain itu stunting memiliki risiko yang lebih tinggi menyebabkan penyakit kronis di masa dewasanya. Prevalensi stunting selama 10 tahun terakhir menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan dan ini menunjukkan bahwa masalah stunting perlu segera ditangani. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan 30,8% atau sekitar 7 juta balita menderita stunting. Stunting menyebabkan organ tubuh tidak tumbuh dan berkembang secara optimal. Balita stunting berkontribusi terhadap 1,5 juta (15%) kematian anak balita di dunia dan menyebabkan 55 juta Disability-Adjusted Life Years (DALYs) yaitu hilangnya masa hidup sehat setiap tahun. Kekurangan gizi pada anak tidak hanya menyebabkan stunting, tetapi juga menghambat kecerdasan, memicu penyakit, dan menurunkan produktivitas. Mayoritas masyarakat belum memahami tentang stunting, serta masih ada anggapan bahwa stunting merupakan faktor keturunan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam rangka meningkatkan pemahaman pengetahuan serta peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan deteksi dini stunting. Metode yang digunakan adalah melalui kunjungan rumah dengan melakukan pendekatan masyarakat, observasi, wawancara, melakukan sosialisasi serta pendampingan. Hasil yang diperoleh informasi responden ibu hamil berdasarkan usia, pendidikan, dan gravida, responden balita berdasarkan usia dan jenis kelamin. Kegiatan observasi memperoleh informasi tentang faktor risiko dalam kehamilan dan balita, sedangkan kegiatan sosialisasi dan pendampingan dilakukan secara aktif dan diikuti secara antusias oleh responden. Diharapkan dari penelitian ini, terjadi peningkatan pemahaman ibu hamil dan ibu dengan balita tentang pengertian, penyebab, risiko, gejala, pencegahan stunting, pentingnya ASI (Air Susu Ibu) eksklusif dan MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) bagi balita serta pentingnya tablet Fe saat kehamilan. Hal ini menjadi strategi efektif memberdayakan keluarga dalam meningkatkan kesiapan khususnya dalam pencegahan dan penanganan stunting.
Penyuluhan Pencegahan Stroke dan Sosialisasi Aktivitas Fisik pada Anggota Prolanis di Puskesmas Banda Sakti, Lhokseumawe Maulina, Meutia; Yuziani, Yuziani; Sawitri, Harvina; Herlina, Nina
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13674

Abstract

Stroke merupakan penyakit pembuluh darah otak yang menjadi penyebab kecacatan utama dan penyebab kematian kedua di seluruh dunia. Faktor risiko stroke yang dapat dimodifikasi antara lain hipertensi dan diabetes melitus. Hipertensi berperan dalam proses aterosklerosis yang berakibat pembentukan plak pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya stroke. Hiperglikemia yang terjadi pada diabetes melitus juga dapat meningkatkan viskositas darah yang kemudian akan menyebabkan hipertensi dan berakibat terjadinya stroke. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke adalah peningkatan pengetahuan dan pemahaman faktor risiko stroke serta soasialisi aktivitas fisik terprogram. Pemerintah memiliki program dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta yang menderita penyakit kronis yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Salah satu program yang dilaksanakan di puskesmas adalah Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Secara umum anggota prolanis dengan riwayat penyakit kronis hipertensi dan diabetes melitus memiliki kegiatan rutin yang meliputi edukasi kesehatan dan pemantauan status kesehatan secara rutin untuk mengontrol faktor risiko stroke secara rutin. Kegiatan penyuluhan pencegahan stroke dan sosialisasi aktivitas fisik  pada anggota prolanis dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini gejala dan faktor risiko stroke agar kasus stroke dapat dicegah.
Edukasi dan Monitoring Tekanan Darah Secara Mandiri: Kunci Pengelolaan Hipertensi dan Antisipasi Situasi Darurat -, Iskandar -; -, Junaidi -; Yusnaini, Rika -
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.21573

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi. Kondisi ini menuntut kemandirian individu dalam memantau dan mengelola tekanan darah secara rutin terutama saat terjadi situasi darurat atau bencana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan edukasi dan monitoring tekanan darah secara mandiri sebagai upaya pengendalian hipertensi dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Kegiatan dilaksanakan dengan sasaran masyarakat usia dewasa dan lansia yang memiliki risiko hipertensi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penggunaan alat tensimeter digital, serta pelatihan pencatatan hasil monitoring tekanan darah. Evaluasi dilakukan dengan pre-post test dan pengamatan praktik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai hipertensi, serta kemampuan menggunakan tensimeter digital secara mandiri. Edukasi dan monitoring tekanan darah mandiri terbukti menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat menghadapi kemungkinan krisis kesehatan saat bencana. Diharapkan kegiatan ini berkelanjutan dan menjadi bagian dari program kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas, dengan keterlibatan aktif tenaga keperawatan sebagai fasilitator utama. Kata Kunci: Edukasi, hipertensi, monitoring tekanan darah.

Page 3 of 4 | Total Record : 37