cover
Contact Name
Hendra Wahyuni MS
Contact Email
hendrawms@unimal.ac.id
Phone
+6285260553629
Journal Mail Official
auxilium@unimal.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, Jl. Meunasah, Uteunkot Cunda, Lhokseumawe, 24351, Provinsi Aceh, Tel/fax : 081376575984, Email: auxilium@unimal.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30262720     DOI : https://doi.org/10.29103/auxilium.v1i1.19239
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Auxilium merupakan jurnal pengabdian multidisiplin yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh. Jurnal pengabdian Auxilium bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran dan gagasan konseptual dari hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Auxilium menerbitkan hasil pengabdian kepada masyarakat yang mencakup bidang edukasi dan promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, administrasi dan kebijakan kesehatan, kesehatan reproduksi, sistem informasi kesehatan dan ilmu nutrisi. Jurnal Auxilium terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Agustus.
Articles 37 Documents
Edukasi Gizi Menggunakan Media Permainan di Taman Baca Kelompok KKN Tematik Satu Desa Keutapang, Lhoksukon Mardiati, Mardiati; Salsabila, Aisyah; Aulia, Nurbalqis; Aniyah, Mughni; Anjani, Khania Vascia; Nasywa, Irandary; Naslya, Azizan; Syifa, Siti; Usrah, Cut Hafidzah; Nasution, Muhammad Alwi; Sinulingga, Alysha Nola; Muhammad, Oktaduta
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.17987

Abstract

Anak usia sekolah dasar adalah anak yang beresiko mengalami kekurangan gizi, sehingga diperlukan pemahaman mengenai edukasi makanan bergizi yang memenuhi kebutuhan gizi anak. Edukasi dilakukan melalui penjelasan mengenai materi makanan bergizi kemudian dilanjutkan dengan aktivitas permainan. Edukasi gizi harus diberikan sejak dini, pada taman baca kelompok satu KKN tematik dilakukan intervensi materi gizi dengan menggunakan tiga metode yang berbeda dimana untuk anak usia 6-9 tahun yang belum bisa membaca dilakukan dengan metode kolase dan untuk anak usia 6-9 tahun yang dapat membaca metode yang digunakan adalah permainan puzzle gizi dan usia 10-12 tahun dengan cara permainan rangking satu. Setelah dilakukan intervensi dengan pemberian materi gizi dan permainan terdapat perbedaan yang signifikan dimana terjadi peningkatan pengetahuan tentang gizi yang diketahui anak-anak Desa Keutapang.
Home Visite pada Penderita Epilepsi Desa Pande Kecamatan Tanah Pasir Fonna, Tischa Rahayu; Fardian, Nur; Putri, Baluqia Iskandar; Musfira, Suherna; Fitriany, Julia
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13375

Abstract

Epilepsi merupakan salah satu masalah kesehatan yang menonjol di masyarakat, karena permasalahan tidak hanya dari segi medik tetapi juga sosial dan ekonomi yang menimpa penderita maupun keluarganya. Dalam kehidupan sehari-hari, epilepsi merupakan stigma bagi masyarakat. Mereka cenderung untuk menjauhi penderita epilepsi. Bagi orang awam, epilepsi dianggap sebagai penyakit menular (melalui buih yang keluar dari mulut), penyakit keturunan, menakutkan dan memalukan. Metode kualitatif dengan anamnesis mendalam dilakukan mulai dari home visite, anamnesis, pemeriksaan fisik dan edukasi. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga pasien mengenai penyakitnya. Pasien sudah menderita epilepsi sejak 23 tahun karena pengetahuan yang rendah memilih untuk berobat ke dukun, tetapi 5 tahun terakhir ini sudah rutin ke dokter dan mengalami penurunan intensitas kejang. Dirawat oleh ibunya yang mengalami katarak 2 tahun terakhir ini sehingga diperlukan pemantauan langsung oleh pihak puskesmas secara berkala. Tidak rutin minum obat, kecapean, dan stress akan berdampak pada kejang vberulang sehingga epilepsi menjadi tidak terkontrol.
Bersih-Bersih Telinga (BBT) dan Penyuluhan Menjaga Kesehatan Telinga di Sekolah Luar Biasa Aneuk Nanggroe, Lhokseumawe Zachreini, Indra; Fahrizal, Fahrizal; Putri, Baluqia Iskandar
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.12612

Abstract

Gangguan pendengaran pada anak merupakan kasus yang semakin sering ditemukan di masyarakat. Data World Health Organization (WHO) mencatat gangguan pendengaran merupakan penyebab tertinggi keempat untuk kecacatan secara global. Gangguan pendengaran terdiri atas gangguan pendengaran kongenital dan didapat. Lebih dari 50% anak-anak dengan gangguan pendengaran disebabkan oleh genetik. Jenis gangguan pendengaran terdiri dari tuli konduktif, sensorineural dan campuran. Kondisi gangguan pendengaran ditatalaksana secara berbeda tergantung pada penyebab, jenis gangguan pendengaran dan derajat gangguan pendengaran. Kehilangan pendengaran memiliki dampak negatif pada anak-anak terkait kemampuan bahasa, bicara, sekolah, fungsi sosial, kapasitas kognitif, serta kualitas hidup. Pencegahan gangguan pendengaran merupakan hal yang sangat penting. Upaya menjaga kesehatan pendengaran dapat dilakukan dengan deteksi dini adanya gangguan pendengaran, menghindari kebisingan, pola hidup bersih dan sehat yang baik, memperhatikan kebersihan liang telinga, tidak minum obat ototoksik dalam jangka panjang tanpa konsultasi dengan dokter. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga sesi yaitu penyuluhan, sesi tanya jawab atau diskusi dan bersih-bersih telinga. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah mengenai cara menjaga kesehatan telinga dan dampak dari telinga yang tidak sehat. Kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai cara menjaga kesehatan telinga sehingga diharapkan para peserta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Bahaya Stroke melalui Pemeriksaan Faktor Resiko Stroke pada Brain Awareness Week Ikhsan, Maulana; Maulina, Meutia; Z, Khairunnisa; Rizaldy, Muhammad Bayu; Rizka, Adi; Husna, Cut Asmaul
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.20937

Abstract

Brain Awareness Week (BAW) adalah inisiatif internasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, keterlibatan, dan dukungan publik terhadap ilmu saraf dan kesehatan otak. Di Indonesia, rendahnya kesadaran masyarakat tentang pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kondisi neurologis menjadi tantangan utama, terutama dengan bertambahnya populasi lansia. Melalui BAW 2024 di Lhokseumawe, kami bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan otak serta mendorong pencegahan dan intervensi dini terhadap kondisi seperti stroke dan degenerasi otak. Acara ini juga diharapkan menjadi platform untuk memperkuat kolaborasi antara peneliti, tenaga kesehatan, dan pembuat kebijakan,sekaligus meningkatkan dukungan pemerintah terhadap pendanaan penelitian ilmu saraf. Dengan menampilkan manfaat ilmu saraf bagi kesehatan masyarakat dan ekonomi, BAW berupaya mendapatkan perhatian lebih besar dari berbagai pihak, termasuk lembaga internasional. Melalui edukasi dan kolaborasi, acara ini diharapkan memberikan dampak signifikan dalam memajukan kesadaran dan inovasi kesehatan otak di Indonesia.
Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Nutrisi Selama Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Tangse Tahun 2023 Nurlaili, Nurlaili; Inayati, Rahmi; Nasution, Decy Erni; Mardhiah, Ainal; Hamdani, Hamdani
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.13469

Abstract

Nutrisi merupakan zat-zat yang berasal dari makanan yang di perlukan oleh tubuh. Jika asupan nutrisi untuk ibu hamil tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh maka akan terjadi defisiensi zat gizi. Ibu hamil yang kekurangan nutrisi beresiko melahirkan bayi prematur, berat bayi lahir rendah, (BBLR) bahkan perdarahan kala bersalin. Ibu memiliki peran penting dalam memberikan nutrisi kepada anak karena ibu adalah orang yang terdekat dengan anak. Pemberian nutrisi pada ibu hamil sangatlah di perlukan, antara ibu yang satu dengan ibu yang lain tidak lah sama. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berbeda dari setiap ibu. Sehingga pemberian penyuluhan gizi pada ibu hamil masih diperlukan Melihat latar belakang di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perumusan masalah dalam penulisan laporan ini yaitu perlunya dilakukan penyuluhan pada Ibu hamil melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat,adapun kegiatan dilakukan pada tanggal 12 oktober 2023 dengan menguji tingkat pengetahuan ibu hamil melalui pretes dengan10 soal pertanyaan,dilanjutkan dengan sosialisasi dan dilakukan Kembali Post tes pada ibu untuk melihat bagaimana pengetahuan ibu setelah dilakukan sosialisasi Hasil Pre tes pada tingkat pengetahuan ibu hamil diperoleh pengetahuan kurang 39 orang pengetahuan baik 11 orang sedangkan hasil sesudah dilakukan sosialisasi maka didapatkan pengetahuan kurang 18 orang pengetahuan baik 32 orang. Dari peningkatan hasil ini menunjukkan satu indikator bahwa Ibu hamil sudah mengetahui dengan baik hal-hal yang terkait dengan nutrisi yang harus dikonsumsi selama kehamilan.
Deteksi Dini Kejadian Shock Hipovolemia, What To Do Next? Pelatihan Tenaga Kesehatan RSUD Cut Meutia Millizia, Anna; Debbyousha, Maulina; Rizaldy, Muhammad Bayu; Moharry, Faiz Alwan; Pilson, Soni
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13387

Abstract

Pelayanan yang bermutu dan aman dilaksanakan pada semua pelayanan di rumah sakit. Rumah sakit menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna meliputi pelayanan rawat jalan, pelayanan rawat inap dan pelayanan gawat darurat. Syok hipovolemik merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penangan cepat dan tepat untuk mengurangi tingkat morbiditas dan mortalitas. Hal tersebut tentunya memerlukan pengetahuan yang mumpuni untuk dapat memberikan terapi yang tepat pada pasien. Pada keadaan syok hipovolemik kondisi pasien sangat buruk dengan tingkat mortalitas sangat tinggi. Apabila keadaan ini tidak ditangani segera maka akan menimbulkan kerusakan permanen dan bahkan kematian. Untuk itu pengetahuan perawat disetiap tempat/ruangan sangat dibutuhkan untuk mengenal keadaan syok hipovolemik sehingga pasien bisa mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Adapun metode yang digunakan dalam rangka menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan memberikan edukasi dan pelatihan tentang deteksi dini syok hipovolemik dan keterampilan dalam melakukan resusitasi cairan yang cepat dan tepat. Target dari pelaksanaan program pelatihan dan edukasi ini adalah Tersedianya tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan  yang baik tentang syok hipovolemik yang terlihat dari peningkatan nilai pre test dan post test. Selain itu, pengabdian ini juga diharapkan mampu untuk menghasilkan luaran dalam bentuk publikasi di media cetak/elektronik dan jurnal pengabdian masyarakat.
Peningkatan Kualitas Kesehatan Calon Sumber Daya Manusia Melalui Pemeriksaan Kesehatan Gratis di SMAN 1 Bireuen andriyani, Devi; Yuziani, Yuziani; Syafira, Syarifah; rahmah, mutia; raza, hendra
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.17640

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan pemeriksaan Kesehatan gratis agar kualitas calon sumberdaya manusia di Indonesia pada umumnya dapat lebih ditingkatkan. Kegiatan ini focus pada pengecekan kadar gula darah untuk siswa. Hal ini dikarenakan jumlah penderita diabetes melitus (DM) tipe 1 di Indonesia mencapai 41,8 ribu orang pada tahun 2022. Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penderita diabetes tipe 1 terbanyak di ASEAN, serta peringkat ke-34 dari 204 negara di skala global. Penderita DM tipe 1 ini biasanya ada dikalangan remaja dan usia produktif, Tingginya jumlah Penderita DM diusia muda ini tentunya akan berdampak terhadap penurunan kualitas dan produktifitas SDM Indonesia di masa depan, dan hal ini akan memperburuk kondisi ketenagakerjaan Indonesia, karenanya perlu Upaya dan kepedulian untuk mencegah hal tersebut terjadi, salahsatunya dengan pengecekan kadar gula darah secara rutin. Mitra kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Siswa siswi kelas 10 Merdeka A di SMA Negeri 1 Bireuen. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah ketua tim pengabdian. Hasil dari pelaksanaan kegiatan yang diikuti 33 siswa dari SMA Negeri 1 Bireuen ini berjalan lancar dengan hasil terdeteksi ada 2 siswa memiliki kadar gula darah tinggi dan 5 siswa mengalami hipoglikemi (kadar gula darah rendah).
Penyuluhan Pencegahan Penyakit Infeksi Menular Pasca Banjir dan Pembagian Sembako pada Masyarakat di Desa Keutapang Zara, Noviana; Novalia, Vera; Zahara, Cut Ita; Muna, Zurratul; Dewi, Rahmia; Siregar, Sarah Rahmayani; Sayuti, Muhammad
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.15135

Abstract

Bencana banjir termasuk bencana terbesar di dunia. Data Guidelines for Reducing Flood Losses, United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UN-ISDR) menunjukkan bahwa jumlah kejadian bencana di dunia yang terkait dengan banjir dari tahun 1975-2001 semakin meningkat, 20 kejadian pada tahun 1975 meningkat menjadi 147 kejadian pada tahun 2001 dengan jumlah kematian paling tinggi pada tahun 1999 sebanyak ± 35.000 jiwa. Indonesia sendiri pada tahun 2021 terdapat 15.366 kasus banjir di Indonesia, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan   di Aceh sediri pada tahun 2021 telah terjadi 1.435 kasus banjir, yang tersebar di seluruh Wilayah Aceh. Aceh merupakan salah satu provinsi yang sangat rawan terjadi bencana alam, khususnya bencana banjir. Banjir memberikan berbagai macam dampak bagi masyarakat, diantaranya muncul berbagai macam penyakit infeksi menular pasca banjir seperti infeksi pernapasan akut, demam berdarah, malaria, diare, penyakit kulit, dan lainnya. Pengetahuan masyarakat berpengaruh terhadap sikap dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah penyakit menular akibat banjir. Lhoksukon merupakan salah satu kabupaten yang ada di Aceh utara yang sering terkena dampak bencana banjir karena berada pada jenis tanah inceptisol, dengan tekstur tanah yang halus dan tidak jauh dari sungai Krueng Keureuto. Program pengabdian yang dilakukan berupa penjelasan mengenai penyakit-penyakit pasca banjir pada masyarakat di Desa Keutapang Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara dan cara melakukan pencegahan terhadap penyakit tersebut. Pada tahap pelaksanaan digunakan tiga metode yaitu metode ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab dan  metode kuis untuk menilai daya tangkap peserta. Kegiatan penyuluhan pada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai penyakit-penyakit pasca banjir yang paling sering dijumpai dan pencegahan yang harus dilakukan untuk memutuskan penularan penyakit.
Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik dalam Pelayanan Kesehatan Primer Fonna, Tischa Rahayu; Faizah, Siti
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.12613

Abstract

Sistemik Lupus Eritematosus (SLE) merupakan keadaan penyakit inflamasi yang bersifat autoimun kronis dengan gejala klinis yang cukup luas. Perjalanan penyakit dan prognosis dari SLE pun beragam. Adapun beberapa faktor seperti: lingkungan, imunologi, hormonal, dan genetik diketahui memegang peranan dalam perkembangan SLE. Penyakit SLE lebih sering menyerang wanita terutama usia produktif. Patogenesis SLE dipengaruhi oleh berbagai faktor meliputi faktor genetik, hormonal, dan lingkungan terutama sinar UV. Patogenesis SLE mengikutsertakan berbagai sel dan molekul yang berperan pada proses apoptosis, respons imun innate dan adaptif. Kerusakan multiorgan terjadi akibat deposisi autoantibodi dan kompleks imun. Diagnosis SLE ditegakkan berdasarkan manifestasi klinis dan pemeriksaan laboratorium menurut American College of Rheumatology / European League Against Rheumatism (ACR/EULAR) 2019. Terapi SLE bersifat individual berdasarkan manifestasi klinis yang dialami pasien, aktivitas penyakit dan derajat keparahan penyakit serta komorbiditas. Prognosis SLE bervariasi mulai dari ringan hingga berkembang cepat menjadi berat disertai kegagalan multiorgan, bahkan kematian. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan informasi lebih mendalam mengenai patogenesis dan cara menegakkan diagnosis SLE sehingga dapat menjadi dasar dalam pengembangan penelitian mengenai SLE di masa yang akan datang
Edukasi Terapi Non Farmakologi melalui Pola Makan Sehat Memasak Kurangi Diabetes Melitus di Desa Paloh Igeuh, Aceh Utara Yuziani, Yuziani; Siregar, Sarah Rahmayani; Muqsith, Al; Nabiilah, Anis En
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.20938

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolik jangka panjang yang terjadi akibat pankreas tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi penderita diabetes mellitus di Indonesia mengalami peningkatan, yaitu dari 6,9% pada tahun 2013 menjadi 8,5% pada tahun 2018. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu penyebab diabetes melitus (DM) adalah gaya hidup dan pola konsumsi yang kurang baik. Hal ini menunjukkan perlu adanya pengetahuan tentang pengurangan risiko diabetes mellitus pada masyarakat yaitu dengan mengubah poa makan. Masyarakat diberikan pemahaman dan pengarahan langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum terjadi DM dan saat sudah menderita DM. Oleh karena itu, sosialisasi terhadap terapi non farmakologi melalui pola makan dan kadar gula penderita diabetes mellitus penting dilakukan sejak dini untuk memperkecil risiko lebih lanjut melalui pendidikan pola makan   di masyarakat. Pengabdian  masyarakat ini dilaksanakan di Desa Paloh Igeuh Kabupaten Aceh Utara melibatkan masyarakat dan mahasiswa. Solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan melalui metode ceramah, video, leaflet dan demonstrasi terkait pola makan. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah menambah pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan langkah- langkah pencegahan. Hasil yang didapatkan adalah terdapat peningkatan pengetahuan pola makan dan kadar gula penderita diabetes mellitus bagi masyarakat desa tersebut.

Page 2 of 4 | Total Record : 37