cover
Contact Name
Emmalia Adriantantri
Contact Email
emmalia@lecturer.itn.ac.id
Phone
+6281233643210
Journal Mail Official
emmalia@lecturer.itn.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Karanglo Km. 2 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Valtech
ISSN : -     EISSN : 26148382     DOI : https://doi.org/10.36040/valtech
Jurnal Valtech menerima artikel-artikel hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Teknik dan Manajemen Industri, yang berisi gagasan, konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan kajian buku Teknik dan Manajemen Industri. Jurnal inovatif diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Nasional Malang
Articles 385 Documents
ANALISIS STRATEGI BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) PADA USAHA HOME INDUSTRI 35 SCREEN PRINTING DI ERA PANDEMI COVID – 19 Andre Afni Akbar Felayati; Nelly Budiharti; Ida Bagus Suardika
Jurnal Valtech Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i2.3835

Abstract

Industri konveksi sabIon saIah satu industri keciI dan menengah. UD. 35 Screen Printing didirikan pada tahun 2017 yang berIokasi di dusun Trimo, Desa Sawahan, Kecamatan Turen, MaIang, Jawa Timur. Adapun produk yang dihasiIkan oIeh UD. 35 Screen Printing seIain produk utama berupa kaos adaIah masker, hoodie, dan tas spunbond. Produk dan desain di UD. 35 Screen Printing seIaIu mengikuti permintaan konsumen. PermasaIahan yang sedang dihadapi oIeh UD. 35 Screen Printing adaIah persaingan yang sangat kompetitif pada usaha konveksi dan suIitnya mempertahankan usaha diera pandemi COVID-19 ini dikarenakan sistem produksi yang digunakan pada UD. 35 Screen Printing ini adaIah dengan sistem job order atau tergantung jumIah pesanan yang masuk. Metode daIam peneIitian menggunakan metode Bauran Pemasaran (Marketing mix) dengan tujuan untuk mengetahui strategi yang tepat agar variabeI produk, harga, distribusi dan promosi dapat meningkatkan penjuaIan di UD. 35 Screen Printing. Metode SWOT digunakan untuk mengetahui kekuatan, keIemahan, peIuang dan ancaman di UD. 35 Screen Printing. HasiI yang diperoIeh dari metode bauran pemasaran adaIah pada variabeI Produk, Harga, Distribusi dan Promosi terdapat pengaruh yang signifikan terhadap meningkatnya penjuaIan. SeteIah mendapat hasiI dari metode bauran pemasaran (marketing mix) diIanjutkan ke metode SWOT yang hasiInya adaIah kekuatan yang dimiIiki oIeh di UD. 35 Screen Printing ada pada variabeI produk dan harga.
Pengendalian Kualitas Produk pada Industri Kerajinan Gerabah Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) (Study kasus pada sentra kerajinan gerabah Desa Pagelaran, Kec. Pagelaran, Kab. Malang) RICO LAX SNIKY; Nelly Budiharti; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i2.3837

Abstract

Abstrak, Dusun getaan yang berada di Desa Pagelaran Kecamatan Pagelaran merupakan sentra kerajinan produk gerabah berupa peralatan dapur dan beberapa perkakas lain tradisionallainnya yang terletak di kawasan Kabupaten Malang. Sentra gerabah tersebut berjarak sekitar 25 km dari pusat kota Malang, di sebelah selatan kota Malang atau biasa di sebut dengan Malang selatan, berada satu jalur utama jalan menuju kawasan wisata pantai Malang selatan. Berdasarkan penelitian diperoleh bahwa terdapat penurunan penjualan yang terjadi pada bulan Januari sampai Juni 2020, dikarenakan konsumen merasa kurang puas dengan kualitas produk gerabah Desa Pagelaran. Dengan menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD), peneliti dapat melakukan evaluasi dan memberikan usulan kepada produk gerabah Desa Pagelaran agar pengrajin mengetahui kekurangan dari produknya dan segera melakukan perbaikan. Setelah mengetahui masalah dan kekurangan produk gerabah, langkah selanjutnya adalah melakukan analisa hasil kuesioner yang telah di bagikan kepada konsumen gerabah Desa Pagelaran. Setelah melakukan analisa menggunakan metode QFD, beberapa atribut yang perlu ditingkatkan adalah terdapat varian warna pada produk, terdapat variasi gambar pada produk, produk terdapat ornament pendukung, model/desain produk kekinian, dan produk tidak mudah pecah dan awet. Atribut yang harus dipertahankan adalah produk berkualitas, produk sesuai fungsinya, terdapat variasi model produk, dan finishing produk rapi dan halus. Kata Kunci : House Of Quality, QFD, Quality Function Deployment, Rumah Kualitas
PENILAIAN BEBAN FISIK PADA PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE FISIOLOGIS (Studi Kasus Pada Pekerja Packaging Home Industry Ganesa) Celsa Julia Pujatari; Dayal Gustopo; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i2.3839

Abstract

Home Industry Ganesa ialah industri skala rumah berada di daerah claket, Mojokerto yang memproduksi olahan ketela menjadi keripik. Permasalahan yang terjadi pada Home Industry Ganesa ialah keluhan yang dirasakan oleh karyawan packaging pada saat melakukan pekerjaannya. Tujuan dari peneIitian ini yakni untuk menghitung dan mengkIasifikasikan beban kerja fisioIogis serta memberikan usuIan perbaikan postur untuk mengurangi beban kerja fisiologis pekerja packaging. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fisiologis dimana penyelesaiannya dilakukan dengan perhitungan denyut nadi sebelum dan selama bekerja, kebutuhan kalori, dan %HRR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan beban kerja berdasarkan denyut nadi diketahui terdapat 1 pekerja yang termasuk dalam kategori ringan yakni Yuhar dengan DNK sebesar 86 denyut/menit. Sedangkan 5 pekerja lainnya termasuk dalam kategori sedang yaitu Mariati, Freal, Vani, Khalifah dan Nila dengan masing-masing DNK sebesar 120 denyut/menit, 100 denyut/menit, 120 denyut/menit, 120 denyut/menit, 100 denyut/menit. Hasil perhitungan kebutuhan kalori 6 orang pekerja masuk dalam klasifikasi ringan dengan rentang 1200-2400 kkal/8 jam kerja. Hasil perhitungan %HRR yang termasuk dalam klasifikasi beban kerja fisik dilakukan perbaikan ialah Mariati, Vani, dan Khalifah dengan nilai sebesar 47,36%, 50,96%, dan 51,13%. Sedangkan 3 pekerja lainnya masuk dalam klasifikasi beban kerja fisik tidak terjadi kelelahan yakni Freal, Yuhar, dan Nila dengan nilai 15,05%, 21,66%, dan 15,55%. Usulan perbaikan untuk mengurangi beban kerja fisiologis pekerja packaging yaitu usuIan alat kerja berupa meja dengan rentang 40-60 cm daIam artian dapat diatur tingkat ketinggian mejanya dan memberikan tambahan waktu setengah jam untuk beristirahat.
PENINGKATAN KESELAMATAN KERJA PADA BAGIAN PRODUKSI UD. TOHU SRIJAYA KOTA BATU MENGGUNAKAN METODE 5S Fahren Reza Saputra; Fourry Handoko; Kiswandono
Jurnal Valtech Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i2.3840

Abstract

Keselamatan kerja merupakan sebuah hal yang tidak dapat ditolerir, terlebih pada perusahaan yang berpotensi memiliki bahaya yang sangat tinggi seperti kebakaran, ledakan, dan lain sebagainya. UD. Tohu Srijaya adalah salah satu industri kreatif kerajinan kayu yang berlokasi di Kota Batu, Dalam pelaksanaan kegiatan produksi banyak menggunakan tenaga kerja manusia, dan setiap kegiatan produksi dipengaruhi oleh area kerja. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan kegiatan produksi dapat mempengaruhi keselamatan pekerja pada perusahaan. Dalam penelitian ini membutuhkan data-data seperti data kecelakaan kerja, jumlah hari yang hilang, jumlah jam kerja karyawan, jumlah karyawan pada bagian produksi UD. Tohu Srijaya. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur Incidence Rate, frekuensi rate , severity rate, serta mengukur produktivitas kerja untuk mengetahui keadaan bagian produksi UD. Tohu Srijaya sebelum menerapkan metode 5S dan pengaruhnya terhadap produktivitas perusahaan. Sehingga dapat memberikan usulan perbaikan dengan metode 5S untuk meningkatkan keselamatan kerja di bagian produksi UD. Tohu Srijaya. Dari hasil penelitian didapatkan usulan perbaikan berdasarkan metode 5S sebagai berikut : (1) Seiri (Pemilahan), memisahkan / memilah barang-barang yang sudah tidak dipakai dengan barang-barang yang masih di pakai agar memudahkan ketika di perlukan; (2) Seiton (Penataan), membuat area khusus untuk menata barang yang masih digunakan dengan yang sudah tidak digunakan agar tidak memakan banyak tempat di lantai produksi; (3) Seiso (Pembersihan), semua pekerja membersihkan area produksi dan harus adanya jadwal kebersihan untuk setiap pekerja yang bekerja di perusahaan; (4) Seiketsu (Pemantapan), operator wajib mendapatkan pengawasan pada saat bekerja agar para karyawan bekerja dengan tertib dan disiplin; (5) Shitsuke (Pembiasaan), perusahaan seharusnya menetapkan jadwal periodik untuk melakukan audit 5S paling tidak seminggu sekali. Para karyawan harus membiasakan bekerja dengan disiplin ilmu yang benar dan penuh tanggung jawab. Setelah dilakukan implementasi 5S pada bagian produksi UD. Tohu Srijaya terjadi penurunan tingkat kecelakaan kerja dan peningkatan produktivitas.
ANALISIS PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI PARTISIPASI PADA HOME INDUSTRI WIJAYA KUSUMA BAKERY candra julian; Prima Vitasari; Sony Haryanto
Jurnal Valtech Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i2.3842

Abstract

PeneIitian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pada usaha home industri wijaya kusuma bakery. Jenis peneIitian yang dilakukan adalah peneIitian deskriptif, peneIitian yang dilakukan pada pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data menggunakan fishbone untuk melihat permasalahan yang ada serta memecahkan masalahnya bersama-sama dengan melibatkan pekerja dan pemilik Home Industri. Hasil analisis fishbone menunjukkan faktor penyebab kurangnya produktivitas diperoleh bahwa faktor fasilitas kerja lebih dominan. Faktor fasilitas yang dimaksud adalah kurang nya peralatan dikarenakan beberapa rusak dan ruang tempat bekerja kurang mendukung. Untuk penelitian selanjutnya disarankan peneliti lebih mengutamakan penelitian dengan berfokuskan pada sub sistem pemasaran produk.
ANALISIS PURCHASING ACTION RATIO (PAR) DAN BRAND ADVOCACY RATIO (BAR) UNTUK MENCAPAI BRAND EQUITY (STUDI KASUS UD. TOHU SRIJAYA) Bagas Satria Priambudi; Ida Bagus Suardika; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i2.3843

Abstract

Abstrak, saat ini dunia sedang mengalami pergeseran dan perubahan besar pada dunia pemasaran. Untuk mengikuti pergeseran dan perkembangan tersebut UD. Tohu Srijaya harus memiliki acuan agar dapat terus berkembang dan menyaingi kompetitornya. Permasalahan yang muncul saat ini adalah sistem penjualan yang digunakan oleh UD. Tohu Srijaya saat ini masih berfokus pada sistem tradisional atau hanya berorientasi kepada penjualan melalui sistem distibutor saja sehingga aspek lain seperti menguatkan brand serta menguatkan sistem penjualan online tidak terlalu diperhatikan, sehingga membuat kurangnya tingkat pembelian dan penganjuran produk pada perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pembelian dan penganjuran produk serta menganalisis perilaku pelanggan menggunakan pengukuran dimensi brand equity. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Purchasing Action Ratio (PAR) untuk mengukur tingat pengkonversian kesadaran menjadi pembelian dan Brand Advocacy Ratio (BAR) untuk mengukur tingkat pengkonversian kesadaran menjadi penganjuran produk serta pembelian ulang. Selanjutnya untuk meningkatkan nilai dari PAR dan BAR dilakukan analisis perilaku pelanggan menggunakan empat dimensi brand equity: brand awareness, brand association, perceived quality dan brand loyalty. Hasil yang diperoleh dari pengukuran PAR 0,63 dan BAR 0,62, nilai tersebut menunjukkan bahwa masih perlu diadakannya peningkatan. Hasil brand equity menunjukkan brand awareness 0,64, brand association 0,59, perceived quality 0,54 dan yang terakhir brand loyalty 0,60. Dari hasil yang telah disebutkan, rata-rata tertinggi pada brand awareness yaitu sebesar 0,64. Pada kasus ini nilai PAR dan BAR masih dapat ditingkatkan menggunakan hasil pengukuran brand awareness, brand association, perceived quality dan band loyalty. Bedasarkan pengukuran tersebut maka perlu dilakukan peningkatan PAR dan BAR menggunakan hasil pengukuran brand equity tertinggi. Sehingga kedepannya tingkat penjualan dan penganjuran produk pada UD. Tohu Srijaya dapat ditingkatkan mendekati angka satu.
STRATEGI CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) DALAM SEGMENTING UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PADA HOTEL GEMILANG MUARA BULIAN Egi Rama Alfian; Ida Bagus Suardika; Renny Septiari
Jurnal Valtech Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i2.3845

Abstract

Di era digital saat ini tidak ada bisnis yang dapat bertahan tanpa adanya dukungan dari pelanggan seperti terciptanya kepuasan dan pada akhirnya mengharapkan agar mereka dapat loyal dengan pelayanan yang diberikan. Untuk itu setiap perusahaan harus memiliki strategi untuk membangun kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan serta dapat menghadapi persaingan yang ada. Adapun strategi seperti segmentasi pasar dan Customer Relationship Management akan diterapkan guna menciptakan kepuasan pelanggan dan pada akhirnya dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui segmen pasar di hotel gemilang muara bulian dan untuk mengetahui pengaruh Customer Relationship Management terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan. Demografi dan perilaku adalah indicator yang digunakan untuk melihat pengaruh dari segmentasi pasar Hotel Gemilang Muara Bulian. Berdasarkan uji T Customer Relationship Management secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan di Hotel Gemilang Muara Bulian. Sedangkan berdasarkan uji F Customer Relationship Management dan kepuasan pelanggan telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Kepuasan pelanggan yang tercipta dari penggunaan kegiatan Customer Relationship Management di Hotel Gemilang Muara Bulian, akan berdampak pada memberikan rangsangan yang besar pada loyalitas pelanggan/tamu hotel.
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUKSI KAOS SABLON DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI HOME INDUSTRY 35 SCREEN PRINTING TUREN, MALANG jesika nursudinda; emmalia adriantantri; soemanto
Jurnal Valtech Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i2.3846

Abstract

Home Industry 35 Screen Printing merupakan perusahaan konveksi yang berada di daerah Turen, Malang, yang memproduksi produk sesuai permintaan konsumen. Dengan produk utama adalah kaos sablon. Permasalahan yang terjadi di perusahaan Home Industry 35 Screen Printing adalah sering timbulnya kecacatan pada produk saat proses produksi sedang berjalan dan juga produk-produk yang dihasilkan tidak sesuai standard yang sudah di tetapkan. Penelitian ini bertujuan mencari jenis-jenis kecacatan yang paling sering terjadi dan mengidentifikasi penyebab cacat pada proses produksi serta membuat usulan perbaikan. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung ke pihak perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan diagram pareto untuk mencari jenis cacat tertinggi, fishbone diagram untuk mengidentifikasi faktor penyebab cacat, dan tabel FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dengan menghitung nilai Risk Priority Number (RPN), serta Analisis 5W+1H untuk memberikan usulan perbaikan. Hasil analisa dalam penelitian ini, terdapat 7 jenis cacat pada kaos sablon, dengan tingkat kecacatan paling besar 3 jenis yaitu salah penempatan gambar sebesar 32,54%, perbedaan warna hasil produksi dan sampel sebesar 20,21%, dan miss register sebesar 16,71%. Jenis cacat salah penempatan gambar disebabkan oleh faktor manusia, lingkungan, metode, jenis cacat perbedaan warna hasil produksi dan sampel disebabkan oleh faktor manusia, lingkungan, material, dan jenis cacat miss register disebabkan oleh faktor manusia, mesin, metode. Implementasi perbaikan yang diusulkan berupa SOP Pembuatan Kaos, draft pendataan tanggal kadaluarsa bahan baku tinta, serta SOP Pelatihan dan Pengembangan Karyawan.
ANALISIS BEBAN KERJA PENENTUAN JUMLAH TENAGA KERJA TETAP YANG OPTIMAL (STUDI KASUS HOME INDUSTRI TAHU JAYA, DESA GEDOG WETAN, KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR) Moh. Igba Rivan Isaldy; Sumanto; ST. Salmia
Jurnal Valtech Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i2.3847

Abstract

Home industry tahu jaya adalah kegiatan usaha produksi tahu yang dilakukan kegiatan usaha masyarakat kecil untuk menambah lapangan pekerjaan baru dan membuka peluang usaha. Dimana akivitasnya yang dilakukan adalah mengidentifikasi karyawan setiap stasiun kerja nya yaitu mencatat aktivitas produktif dan non-produktifselama proses produksi berlangsung. Analisa data dilakukan dengan cara menghitung prosentase produktif dan non-produktif, menguji keseragaman data dan kcukupan data, menentukan performance rating dengan metode westing house system, menentukan allowance, menghitung beban kerja (WLA), menghitung dan menentukan jumlah tenaga kerja, dan merekomendasikan usulan perbaikan tenaga kerja. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, Pada bagian Pemilahan Kedelai di dapatkan hasil jumlah beban kerja sebesar 108,85%, jumlah produktif 223 dan non produktif 57, Pada bagian Pengolahan I didapatkan hasil jumlah beban kerja sebesar 112,75%, jumlah produktif 228 dan non produktif 80, Pada bagian Perebusan didapatkan hasil jumlah beban kerja sebesar 104,82%, jumlah produktif 230 dan non produktif 120, Pada bagian Penyaringan didapatkan hasil beban kerja yang tinggi sebesar 122,60%, jumlah produktif 381 dan non produktif 74. Sehingga diusulkan untuk menambahkan 1 karyawan pada stasiun kerja penyaringan untuk mendapatkan beban kerja sebesar 40,86%, alasan penambahan tenaga kerja karena beban kerja yang berat untuk melakukan penyaringan secara manual yang hanya dikerjakan 2 karyawan, sehingga perlu ditambah 1 karyawan, Pada bagian Pengolahan II didapatkan hasil jumlah beban kerja sebesar 108%, jumlah produktif 218 dan non produktif 62.
USULAN MANAJEMEN STRATEGI PENINGKATAN PENJUALAN ROTI PADA ANGSA CAKE & BAKERY MALANG Risa Anggraini; Ellysa Nursanti; Jr. Heksa Galuh W
Jurnal Valtech Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i2.3851

Abstract

Abstrak, Angsa Cake & Bakery Malang, merupakan salah satu jenis usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pangan, yaitu memproduksi roti dan kue dengan berbagai rasa. Penelitian ini difokuskan pada Usulan Manajemen Strategi Peningkatan Penjualan Roti Pada UMKM Angsa Cake & Bakery Malang. Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini meliputi:1) Untuk mengetahui kondisi aktual perusahaan melalui analisis SWOT: 2) Memberikan usulan teknis peningkatan penjualan menggunakan QFD dan Marketing Mix 4P: 3) Mendapatkan ekspektasi peningkatan penjualan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis SWOT, Metode QFD dan Analisis Marketing Mix 4P, dengan menggunakan teknik wawancara, penelitian Pustaka, penelitian lapangan, dan penelusuran literatur. Untuk menguji data menggunakan uji Validitas dan uji Reliabilitas. Hasil dari penelitian dan pengolahan data menunjukkan bahwa menejemen strategi yang harus digunakan adalah Manajemen strategi hubungan SWOT dengan Marketing Mix dan Manajemen strategi Hubungan QFD dengan Marketing Mix. Kedua hubungan ini saling berkaitan dengan product, price, dan place, promotion, dengan hasil akhir pada bulan Juni sebanyak 2396 mengalami perkembangan sebesar 1,52 % dari bulan sebelumnya.