cover
Contact Name
Muhamad Rudi Wijaya
Contact Email
rudiwijaya68@gmail.com
Phone
+6282175218558
Journal Mail Official
rudiwijaya68@gmail.com
Editorial Address
Dusun Rejo Agung Desa Rejo Agung Kecamatan Batanghari, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung, 34181
Location
Kab. lampung timur,
Lampung
INDONESIA
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan)
Published by CV Najah Bestari
ISSN : 29649633     EISSN : 2964965X     DOI : -
Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam.
Articles 609 Documents
Representasi Identitas Budaya Lokal dan Ideologi Linguistik dalam Buku Teks Bahasa Arab Perguruan Tinggi Jauharotun Nafisah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku teks bahasa Arab di perguruan tinggi sejatinya bukan sekadar instrumen transfer linguistik, melainkan juga medium transmisi ideologi dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis wujud representasi identitas budaya lokal serta membongkar ideologi linguistik yang terinternalisasi di dalam materi ajar tersebut. Kajian ini menggunakan desain penelitian kepustakaan murni dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap berbagai buku teks yang lazim digunakan di perguruan tinggi Indonesia. Analisis data mengadopsi kerangka Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough yang membedah dimensi tekstual, praktik kewacanaan, dan praktik sosiokultural. Hasil penelitian menemukan adanya pola marginalisasi yang signifikan terhadap identitas budaya lokal Nusantara, baik secara tekstual maupun visual. Materi ajar terbukti masih didominasi oleh unsur sosiokultural Timur Tengah yang berpusat pada bias Arab-sentris. Penelusuran lebih lanjut menyingkap adanya hegemoni ideologi purisme linguistik yang memosisikan bahasa dan budaya lokal secara hierarkis lebih rendah dibandingkan bahasa target. Fenomena ini merepresentasikan bentuk imperialisme linguistik yang berpotensi mengikis ketahanan budaya mahasiswa. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya dekonstruksi wacana dan transformasi paradigma dalam penyusunan bahan ajar. Integrasi nilai-nilai kearifan lokal mutlak diperlukan guna menciptakan keseimbangan representasi identitas serta mendukung pembentukan karakter kebangsaan pembelajar di era globalisasi.
IMPLEMENTASI METODE DEMONSTRASI PADA MATA PELAJARAN PAI MATERI SHOLAT FARDHU KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH YAYASAN AL-FATH KENDARI Meriana Meriana; Nurmiati Nurmiati; Nurlathifah Thulfitrah B
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode demonstrasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) materi shalat fardhu di kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Yayasan Al-Fath Kendari serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik kelas IV yang berjumlah 18 orang. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode demonstrasi telah dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode demonstrasi mampu meningkatkan keaktifan, pemahaman, serta keterampilan peserta didik dalam mempraktikkan shalat fardhu. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, keterlibatan peserta didik sebagai demonstrator, motivasi belajar yang tinggi, serta alokasi waktu yang memadai. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, rendahnya kepercayaan diri sebagian peserta didik, serta perbedaan kemampuan dan konsentrasi belajar. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode demonstrasi merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan penguasaan materi praktik ibadah pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di madrasah ibtidaiyah
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM KEGIATAN KOKURIKULER DI SMK N 1 WONOSOBO Septiani Muslim; Miming Hidayaturrohmah; M. Ulul ‘Azmi; Azzah Nur Laili; Amliur Rohmah; Latifah Munawaroh; Nurul Hikmah; M. Khasbi; Noor Aziz
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan nilai-nilai moderasi beragama dalam lingkungan pendidikan melalui kegiatan yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kegiatan kokurikuler membuat tumpeng di SMK N 1 Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi selama kegiatan kokurikuler berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membuat tumpeng dilaksanakan secara berkelompok melalui pembagian tugas dan tanggung jawab kepada peserta didik. Dalam proses tersebut, terlihat adanya nilai-nilai moderasi beragama berupa toleransi, kerja sama, musyawarah, dan tanggung jawab. Peserta didik belajar menghargai perbedaan kemampuan dan pendapat, berkomunikasi dalam menyelesaikan pekerjaan, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Selain itu, kegiatan membuat tumpeng juga menjadi sarana pengenalan dan pelestarian budaya lokal karena tumpeng merupakan bagian dari tradisi masyarakat Jawa. Dengan demikian, kegiatan kokurikuler membuat tumpeng tidak hanya berorientasi pada keterampilan dan hasil kegiatan, tetapi juga dapat menjadi media penguatan karakter dan implementasi nilai-nilai moderasi beragama melalui pengalaman langsung peserta didik
STRATEGI CALON GURU DALAM MENERAPKAN KURIKULUM BERBASIS CINTA DI MA NU DARUL ISLAH: TANTANGAN, STRATEGI, DAN PRAKTIK PEMBELAJARAN Waridatuz Zulfa; Izzatul Mar’ah Az-Zahroh; Balya Jayanda Danial; Duwiyani Duwiyani; Arifatun Nisak; Ulfia Datul Latifah; Ahmad Maulana Faiz Al-Ghifari Kamal; Misbahul Baihaqi; Nugroho Prasetya Adi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana calon guru menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MA NU Darul Ishlah, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi, strategi yang digunakan, dan praktik pembelajaran yang dikembangkan selama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan transkrip wawancara PPL sebagai sumber data utama. Data dianalisis secara tematis berdasarkan pemahaman partisipan mengenai KBC, praktik di kelas, tantangan, strategi, dukungan guru pamong, dan refleksi profesional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa calon guru memahami KBC sebagai pendekatan pendidikan yang berlandaskan pada kasih sayang, kepedulian, apresiasi, rasa hormat, empati, dan kepekaan terhadap kondisi siswa, namun tetap mempertahankan aturan dan disiplin yang tepat. Penerapannya di kelas mencakup kegiatan menyapa siswa, menanyakan kabar, mengapresiasi usaha siswa, mendorong pengajuan pertanyaan dan pendapat, menanggapi kesalahan tanpa mempermalukan, memberikan bantuan individual dan waktu tambahan, menyepakati aturan kelas, serta menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. Tantangan utama yang dihadapi meliputi perbedaan karakteristik dan motivasi siswa, pengelolaan kelas, keterbatasan waktu pembelajaran, kesenjangan antara teori pendidikan dan realitas di kelas, serta terbatasnya pengalaman calon guru. Untuk mengatasi tantangan tersebut, mereka menggunakan pendekatan personal, komunikasi terbuka, apresiasi, pendekatan berdiferensiasi, sikap tegas yang tetap menghargai, konsultasi dengan guru pamong, dan refleksi pascapembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan KBC bukan sekadar pelaksanaan konsep kurikulum, melainkan sebuah proses pembelajaran profesional yang menuntut calon guru untuk menyeimbangkan empati dengan ketegasan, menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa, mengelola kelas secara efektif, serta terus melakukan refleksi terhadap praktik mengajar mereka.
IMPLEMENTASI KEGIATAN KOKURIKULER DALAM PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK PADA SEKOLAH BERBASIS PONDOK PESANTREN (STUDI DI SMP ALFA ALI MASYKUR WONOSOBO) Dwi Ayu Siti Masitoh; Rina Shafira; Afifah Afni Novalia; Diya Nur ramadhani; Nadifa Fadilah Al Ayasy; Zarir Muslikhul Khanan; M. Lutfi Azmi Alaudin; Zhohar Nubli
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan kokurikuler dalam penguatan karakter religius peserta didik di SMP Alfa Ali Masykur Wonosobo sebagai sekolah berbasis pondok pesantren, sekaligus mengidentifikasi bentuk pelaksanaan, instrument evaluasi, kendala, faktor pendukung, serta strategi keberlanjutannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum sekaligus Koordinator Kegiatan Kokurikuler, serta studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi kegiatan kokurikuler dilaksanakan melalui pembiasaan keagamaan terstruktur seperti doa bersama, shalat dhuha dan dzuhur berjamaah, zuma (ziarah makam), serta pembacaan Al-Qur’an; (2) integrasi kurikulum sekolah dan tradisi pesantren dilakukan tanpa mengubah struktur kurikulum nasional, melainkan menginternalisasikan nilai-nilai pesantren ke dalam budaya harian sekolah; (3) terdapat pembagian peran terpadu antara guru sekolah (fokus akademik dan karakter sekolah) dan ustaz/ustazah (pendampingan kepesantrenan); (4) monitoring keterlibatan siswa diukur melalui Buku PPKS dan catatan harian sebagai media kontrol eksternal; (5) kendala utama meliputi heterogenitas motivasi siswa dan manajemen waktu (seperti agenda simaan), yang diatasi melalui partisipasi kolektif guru serta sinergi lintas ekosistem; dan (6) keberlanjutan program ditopang oleh koordinasi berkala, keteladanan pendidik (uswah), dan pengondisian ekosistem pesantren. Secara keseluruhan, kegiatan kokurikuler di SMP Alfa Ali Masykur Wonosobo terbukti menjadi sarana strategis dalam menghubungkan pengetahuan teoritis agama dengan praktik kehidupan harian siswa secara holistik.
PENERAPAN GAME-BASED LEARNING BERBANTUAN KUIS DAN REWARD UNTUK MEREDUKSI DISRUPSI KELAS III DAN V DI MI MA'ARIF KLIWONAN WONOSOBO Garneta Hematala; Maulana Rizki Ramadhan; Faridatul Fuadah; Sholehkah Sofi Nur Innayah; Nadia Nurul Aini; Nurdhiya Laila Syita
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar menghadapi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pengelolaan kelas dan keterlibatan murid. Permasalahan tersebut juga ditemukan selama pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di MI Kliwonan, khususnya pada kelas III dan kelas V yang memiliki karakteristik dan kondisi pembelajaran yang berbeda. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan pembelajaran yang ditemukan serta upaya yang dilakukan untuk membantu menciptakan kondisi pembelajaran yang lebih kondusif dan meningkatkan keterlibatan murid . Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap observasi kondisi kelas, penerapan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik murid , serta evaluasi dan refleksi terhadap respons muridselama kegiatan pembelajaran. Pada kelas III, strategi yang diterapkan berupa penggunaan media pembelajaran dan pemberian reward, sedangkan pada kelas V diterapkan kontrak belajar serta pembelajaran berbasis permainan dan challenge. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa muridkelas III menunjukkan ketertarikan dan rasa ingin tahu yang lebih tinggi ketika menggunakan media pembelajaran, sementara pemberian reward dapat meningkatkan keterlibatan sebagian muridmeskipun belum sepenuhnya mengatasi kondisi kelas yang ramai. Pada kelas V, muridmenunjukkan antusiasme yang lebih baik ketika pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan dan challenge, sedangkan kontrak belajar membantu muridmengikuti aturan pembelajaran, terutama ketika kegiatan berlangsung pada siang hari. Berdasarkan hasil tersebut, strategi pengelolaan kelas yang fleksibel dan disesuaikan dengan karakteristik muriddapat membantu meningkatkan keterlibatan muriddalam pembelajaran. Namun, penerapan strategi perlu dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kondisi setiap kelas.
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan Dampaknya terhadap Waktu Efektif Pembelajaran di SMK Takhassus Al-Qur’an Drs. Ali Imron, M.Ag; Sardatul Hikmah; Rindiana Rindiana; Ria Tri Hartini; Denisa Amni Nabilah Amin; Akhmad Muthohar; Muhammad Akmal; Fauzan Fauzan; Siti Khadijah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang mendukung pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik selama mengikuti kegiatan pendidikan. Pelaksanaan program tersebut menjadi bagian dari aktivitas sekolah yang perlu diselaraskan dengan kegiatan pembelajaran agar keduanya dapat berjalan secara optimal. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dampaknya terhadap waktu efektif pembelajaran di SMK Tahasus Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada guru dan peserta didik. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG memerlukan alokasi waktu tertentu untuk menerima, mengonsumsi, dan mengembalikan perlengkapan makan. Kondisi tersebut menyebabkan adanya penyesuaian terhadap waktu pembelajaran ketika pelaksanaan MBG berlangsung berdekatan dengan kegiatan belajar. Guru melakukan penyesuaian terhadap proses pembelajaran berdasarkan kondisi peserta didik dan waktu yang tersedia, sedangkan peserta didik memberikan tanggapan positif terhadap manfaat program MBG dalam memenuhi kebutuhan makan dan membantu menghemat pengeluaran untuk jajan. Pelaksanaan MBG dan pembelajaran tetap dapat berjalan, tetapi waktu pelaksanaannya perlu disesuaikan agar kegiatan makan tidak terlalu mengurangi waktu belajar. Penyesuaian waktu pelaksanaan menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung keterlaksanaan kedua kegiatan secara optimal.
CLASSIC SEBAGAI WADAH PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA DI SMA NEGERI 1 WONOSOBO Ahmad Zidan Faris; Ahmad Fahrul Habban Ali; Fikriyatul Koriah; Mulia Kholishotussalwa; Desi Oktavia; Nurul Inayatiningsih; Nur Lu'lu'ul Maknunah; Erisa Nafidlatussifa
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu potensi peserta didik yang perlu memperoleh ruang pengembangan dalam lingkungan pendidikan. Kreativitas tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan karya seni, tetapi juga mencakup kemampuan mengembangkan gagasan, bekerja sama, memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan menghasilkan alternatif dalam menghadapi situasi tertentu. Salah satu kegiatan di SMA Negeri 1 Wonosobo yang memberikan ruang bagi keterlibatan siswa dalam berbagai aktivitas kreatif adalah CLASSIC (Collaboration of Art, Science, and Music). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan CLASSIC sebagai wadah pengembangan kreativitas siswa serta mengidentifikasi bentuk kreativitas dan pengalaman yang diperoleh siswa melalui keterlibatan dalam kegiatan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap empat informan yang terlibat dalam kepanitiaan CLASSIC 2026, terdiri atas tiga anggota dan satu ketua acara. Data dianalisis secara tematik melalui proses identifikasi, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CLASSIC memberikan ruang bagi siswa untuk menyalurkan bakat dan minat melalui kegiatan seni, musik, perlombaan, pertunjukan, fotografi, poster, dekorasi, dan kegiatan kolaboratif. Kreativitas juga muncul dalam proses perencanaan kegiatan, pembagian tugas, komunikasi, pencarian sponsor, pengelolaan kegiatan, serta pemecahan masalah. Pendampingan guru, kerja sama antarpanitia, dan pengalaman kepengurusan sebelumnya menjadi faktor yang mendukung proses pengembangan kreativitas. Temuan tersebut menunjukkan bahwa CLASSIC dapat dipandang sebagai wadah aktualisasi kreativitas melalui pengalaman langsung dan keterlibatan aktif siswa. Namun, temuan belum dapat digunakan untuk menyatakan adanya peningkatan kreativitas seluruh siswa karena sumber data masih terbatas pada empat informan kepanitiaan CLASSIC 2026.
Pengembangan Masyarakat Islam Melalui Optimalisasi Ekonomi Pesantren: Kontribusi Nahdlatul Ulama di Ponpes Darul ‘Ulum Sekampung, Lampung Timur Ahmad Mukhlishin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia memiliki peran yang sangat strategis dalam pengembangan masyarakat Islam, khususnya melalui optimalisasi ekonomi yang berbasis pada pondok pesantren. Pesantren saat ini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan transmisi keagamaan, tetapi telah bertransformasi menjadi agen perubahan sosial (agent of social change) dan pusat pemberdayaan ekonomi umat yang berlandaskan pada prinsip keadilan sosial, kemandirian, dan kebersamaan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai kontribusi NU dalam mendorong kemandirian dan pengembangan masyarakat melalui ekosistem pesantren, dengan mengambil fokus studi kasus di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Sekampung, Lampung Timur. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa kontribusi kelembagaan diwujudkan dalam optimalisasi program pemberdayaan seperti pembentukan koperasi pesantren, Baitul Maal wat Tamwil (BMT), serta penguatan ekosistem kewirausahaan santri dan masyarakat sekitar. Secara keseluruhan, peran NU bersifat multidimensi, mencakup edukasi, pemberdayaan sosial-ekonomi, dan penguatan kohesi sosial, meskipun dalam praktiknya masih dihadapkan pada tantangan keterbatasan manajerial, akses permodalan, dan literasi digital