cover
Contact Name
Nor Amalia Abdiah
Contact Email
jurnalannahdhah@gmail.com
Phone
+6281334805055
Journal Mail Official
jurnalannahdhah@gmail.com
Editorial Address
Jl.Bina Bakat No.56 Tibung Raya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
ISSN : 1979813X     EISSN : 29881935     DOI : https://doi.org/10.63216/annahdhah.v17i2
Islamic Theology and Philosophy Religious Social Movement Interreligious dialogue and multiculturalism Social Change,Ethic, Religious Practice in Society
Articles 101 Documents
Konsep Kafa’ah dalam Membentuk Rumah Tangga Ideal Efendy, Noor
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 15 No. 2 (2022): An-Nahdhah Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v15i2.125

Abstract

Marriage is sunnatullah general and applies to all His creatures, whether in humans, animals and plants, and a way chosen by God as a way for His creatures to breed and preserve his life. Marriage will play after each pair is ready to do a positive role in realizing the goal of marriage it self. Included in terms kafa'ah. In the process of determining a partner, it is recommended to choose one who agrees, is balanced, is equal and is equal. Although this is not a requirement, it is intended to produce harmony in order to avoid reproach. Because often the failure to build a household is caused by striking differences, both differences in religion and in social strata. The husband and wife should be able to actualize in building domestic harmony, in order to reach a destination wedding is sakinah, mawaddah wa rahmah.
Nilai Pendidikan Akidah Akhlak Di Madrasah Ibtidaiyah (Kajian Tafsir Surah Luqman Ayat 12 – 15) Erma Sauva Asvia
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 15 No. 2 (2022): An-Nahdhah Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v15i2.126

Abstract

Abstract : This study suggests about the value of moral aqidah education in Madrasah Ibtidaiyah contained in Surah Luqman verses 12-19, This study aims to obtain an overview of the educational value of morals contained in Surah Luqman verses 12-19 which examines the Tafsir Ath-Thabari. The type of research used is library research by examining library materials related to the subject matter of the study by reading and studying books or other written sources that are relevant to the research title contained in the library sources. Through library research, the results of this study are as follows: First, Akhlak Akidah Education is teaching that can direct students to be able to get used to having noble character. Second, the value of moral aqidah education in Madrasah Ibtidaiyah generally contains values ??about faith and belief in order to stick to Islam and only believe in Allah SWT. as well as commendable in everyday life. Third, Luqman's teaching to his children who can be used as role models in the teaching process at school and at home. Keywords: Aqidah morals, Educational values, Surah Luqman Abstrak: Penelitian ini mengemukakan tentang nilai pendidikan akidah akhlak di Madrasah Ibtidaiyah yang terkandung dalam surah Luqman ayat 12-19, Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran terhadap nilai pendidikan akidah akhlak yang terkandung dalam surah Luqman ayat 12-19 yang mengkaji pada Tafsir Ath-Thabari. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (Library Research) dengan meneliti bahan-bahan kepustakaan yang berkaitan dengan pokok masalah penelitian dengan membaca dan menelaah buku-buku atau sumber tertulis lainnya yang relevan dengan judul penelitian yang terdapat dalam sumber pustaka. Melalui penelitian kepustakaan (Library Research), maka hasil penelitian ini sebagai berikut: Pertama, Pendidikan Akidah Akhlak merupakan pengajaran yang dapat mengarahkan peserta didik untuk dapat membiasakan berakhlak mulia. Kedua, Nilai pendidikan akidah akhlak di Madrasah Ibtidaiyah secara garis besar mengandung nilai tentang keimanan dan keyakinan agar tetap berpegang teguh pada Agama Islam dan hanya beriman kepada Allah SWT. serta berakhlak terpuji pada kehidupan sehari-hari. Ketiga, Pengajaran Luqman kepada anaknya yang dapat dijadikan teladan dalam proses pengajaran disekolah maupun dirumah. Kata Kunci: Akidah akhlak, Nilai Pendidikan, Surah Luqman.
ANALISIS PERENCANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS RENDAH DI MIN 8 TAPIN Nurul Fauziah
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 15 No. 2 (2022): An-Nahdhah Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v15i2.128

Abstract

Abstract The thematic learning needed good preparation by teachers, from planning and learning to media preparation by following the purpose of instruction. This study aims to plan to analyze a low in learning and thematic Tapin 8. This study is the type of field research ( field research ) by adopting both qualitative. As for analysis techniques technical data using qualitative descriptive analysis. Based on the research, planning for the teacher thematic learning for the low grade in min Tapin 8 is good, following the year 2019 Permendikbud number 14, which mentions 3 components required in lesson plans. Namely, the purpose of learning, learning steps, and how those lessons. But, several aspects of the components to support each lesson plan have not been full. Key words: Planning Learning, Thematic, Low Grade.
The Strategies Based Instruction to Improve Speaking Ability of UPB Class Students at STAI Darul Ulum Kandangan Fahrinawati
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 15 No. 2 (2022): An-Nahdhah Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v15i2.129

Abstract

Meaningful and fluent communication is the ultimate goal of English as foreign language (EFL) learners in teaching and learning English, but the language learners faced communication problems when they attempt to use the target language. Introducing and teaching the learners with learning strategies, specifically communication strategy is a plausible solution to the learners’ communication problem. The teaching of communication strategies commonly known as strategies based instruction. This study investigated the implementation of strategies based instruction to improve students speaking ability of UPB Class at STAI Darul Ulum Kandangan. The strategies based instruction was implemented in explicitly and implicitly way and it embedded into the teaching and learning material. The result showed that the strategies based instruction which was implemented in the classroom to embed the learners’ awareness to use the communication strategies facilitated the learners to be more responsible in using the target language. It could be seen from students’ use of some communication strategies to solve their speaking problems in oral performance. This strategy also helped the learners to reduce the use of mother tongue and make their speaking more comprehensive.
SINERGISITAS SAINS DAN AGAMA DALAM MENGHADAPI ERA DISRUPSI Akhmad Saihu
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 15 No. 2 (2022): An-Nahdhah Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v15i2.130

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui tentang apa pengertian Sinergisitas, agama, sains dan disrupsi, bagaimana pengaruh Era Disrupsi bagi Kehidupan dan bagaimana bentuk sinergisitas agama dan sains dalam menghadapi era disrupsi. Maka objek kajiannya berkenaan dengan pengertian sinergisitas, agama, sains dan disrupsi, pengaruh Era Disrupsi bagi Kehidupan dan sinergisitas agama dan sains dalam menghadapi era disrupsi. Metodologi penulisan mempergunakan kajian referensi yang terkait dengan objek penulisan. Dari hasil kajian terungkap bahwa sinergisitas itu merupakan kegiatan bersama. Agama adalah seperangkat sistem aturan yang mengatur keadaan manusia, sehingga tidak kacau dalam proses kehidupannya. Sains merupakan pemahaman ilmu tentang fenomena fisik yang digunakan didalam teknologi dan proses penciptaan teknologi dengan menggunakan kaidah yang paling efesien, sedangkan disrupsi adalah sebagai kelanjutan dari tradisi berpikir “harus berkompetisi, untuk bisa menang (for you to win, you’ve got to make somebody lose). Era disrupsi merupakan sebuah zaman yang didalamnya terdapat inovasi perubahan, karena sains dan teknologi dianggap matang. Dia memberikan manusia memiliki banyak alternative kemudahan. Dibalik itu era disrupsi ini juga banyak menggulingkan tatanan hidup. Etika, moral dan sisi kemanusiaan lainnya termasuk kajian – kajian yang berbau spiritual, mulai tergerus dan semakin ditinggalkan. Maka semakin terbuka pula sains memiliki nalar dengan basis yang bebas nilai. Kondisi ini sangat menggelisahkan banyak para saintis dan agamawan. Maka ditawarkan sejumlah model untuk melihat ruang gerak ranah sains dan agama. Model pertama, yaitu model konflik dengan fokus pemisahan murni sains dan agama, dan keharus memilih salah satunya serta menolak yang lain. Model kedua, yaitu model independensi, yakni mendudukan kaidah ilmiah sains dan agama pada masing – masing wilayahnya, tanpa harus bersinggungan. Model ketiga berjenis dialogis, mencari titik perbedaan atau persamaan antara sains dan agama, kemudian dicoba untuk didudukan secara proporsional dan adil. Hingga model yang dianggap ideal adalah model integrasi atau sinergisitas antara sains dan agama. Karena diyakini informasi yang bersumber dari sains dan agama bisa bersanding dengan harmonis dan menjadi pengetahuan yang kokoh, holistic dan bermartabat. Tata letak sinergisitas tersebut, ternyata bisa berada diruang konsep/ontology, bisa dijalur epestemologi/ proses mendapatkan pengetahuan dan bisa di ranah kemanfaatan ilmu pengetahuan/axiology. Ian Barbour dan kawan-kawan dari saintis Barat, lalu Mulla Sandra, Mehdi Golshani dan pemikir ulung lainnya dari Timur plus Arqam kuswanjono, Agus Purwanto dari Nusantara kita, serta sejumlah intelektual lainnya, sangat konsen menyerukan agar sinergisitas sains dan agama merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan. Keduanya sangat bisa bersanding untuk memberikan berbagai penemuan yang bermanfaat bagi manusia dan kemanusiaannya. Agar narasi ini bisa diimplentasikan, maka mutlak kerja sama semua pihak, dimulai dari kultur rumah tangga yang ilmiah dan alamiah, berlanjut pada lembaga pendidikan formal dan non formal, serta terlibatnya peran pemerintah secara maksimal. Sehingga era disrupsi bisa dinikmati kemajuannya dengan baik, sembari mempertimbangkan segala kemungkinan terburuk yang dihadapi dengan bersenjatakan sains yang syarat nilai, karena bersumber dari sains murni dan nilai – nilai agama.
ADAB PERGAULAN ANTARA PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK (KAJIAN KITAB IHYA ULUM AL-DIN KARYA IMAM ABU HAMID MUHAMMAD BIN MUHAMMAD BIN MUHAMMAD AL-GHAZALI): AL-GHAZALI`S BOOK IHYA ULUM AL-DIN STUDY Zubaidah
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 16 No. 01 (2023): An-Nahdhah Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v16i01.131

Abstract

This study aims to describe and analyze the ethics of interaction between teacher and student according to the perspective of Imam Al-Ghazali in the book Ihya Ulum Al-Din to develop the concept of interaction ethics in the field of education and as an effort to form the next generation of students. People who have morals according to educational goals. This study uses a qualitative descriptive approach and the type of research used is literature. Data collection technique searches for data about objects or variables in the form of notes, journals, books, etc. The data is collected in the form of written notes/data, meanwhile, the data analysis used is content analysis. In this study, it was extracted from the results of the study, after tracing its traces from the book Ihya Ulum Al-Din, it was found that the ethics of interaction between teacher and student according to Imam Al-Ghazali: The teacher must sympathize with the students, imitate, imitate the nature of the Prophet Muhammad in the performance of his educational duties, and he intended to seek Please God Almighty. While the ethics of the student’s interaction with teachers according to Imam Al-Ghazali: The student must purify his soul from vile qualities before studying, so that the knowledge that he will learn is useful and rooted in his soul; And in seeking knowledge, only hope is for the pleasure of God Almighty.
Murtad Bukan Penyebab Utama Perceraian? (Analisis Putusan Pengadilan Agama Banjarmasin Nomor: 433/Pdt.G/2021/PA. Bjm) ardi, sahibul
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 16 No. 01 (2023): An-Nahdhah Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v16i01.134

Abstract

Marriage is a sacred bond that has an attachment not only to fellow human beings (husband and wife) but is heavier on bonds to God in terms of one's beliefs and faith, this is because there are obligations and rights that bind individuals in a marriage. Related to this, it is very necessary to study the things that form the basis of a marriage, and what problems make a marriage end in a divorce. This research examines one of the reasons for differences in beliefs between husbands and wives, which differences occur after marriage. Then, is apostasy (a person leaving Islam) the main cause of divorce in case Number 433/Pdt.G/2021/PA. BJMs? This is what will be analyzed and studied. As for the decision of the Judge of the Banjarmasin Religious Court regarding this case not to accept the Petitioner's request to be granted permission to impose one raj'i divorce against the Respondent because it was not based on law, then this matter does not conflict with the ratio legis of Article 189 paragraph (3) R.Bg. This is appropriate considering that the pledge of divorce is related to the practice of Islamic law, while the Defendant has actually proven that he has left Islam (apostate) and an apostate is not justified/has no right to pronounce a divorce vow. Therefore, apostasy is not the main cause of divorce in the Religious Courts, because apostasy is what causes husbands to be unable to divorce their wives because Islamic law no longer applies to them.
EKSISTENSI PERSIDANGAN ELEKTRONIK (Kajian Tematik Seputar Asas-asas Peradilan) Hidayatullah, Muhammad Syarif; Firman Wahyudi
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 16 No. 01 (2023): An-Nahdhah Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v16i01.138

Abstract

The development of the times and the era of disruption with the influence of digitalization are so significant that digital technology has penetrated various sectors in today's modern era. One of them is the optimization of digital technology in the field of law in judicial practice. This paper aims to describe electronic trials and correlate them with the verses of the Koran regarding the principles of justice. The research method applied is normative legal research with a conceptual approach. Based on the studies conducted, the electronic trial that began to be widely practiced now has a juridical foundation, namely Perma No. 1 of 2019 concerning Case Administration and electronic trials. The procedure of the trial electronically is the same as the ordinary trial. The difference is in the media used. Meanwhile, the existence of electronic evidence in the framework of civil law is still debatable, whether it stands alone as evidence or is an extension of the meaning of written evidence. In its correlation with the qur'anic verse, it can be concluded that electronic justice containing the principles of justice, peace, avoiding access to bribes and illegal levies and providing convenience according to simple principles, fast and light costs have relevance to the values contained in the verses of the Qur'an.
ANALISIS MAQASHID SYARI’AH TERHADAP RELEVANSI BESARAN IWAD DALAM SIGHAT TAKLIK TALAK Erma, Erma Sauva Asvia
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 16 No. 01 (2023): An-Nahdhah Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v16i01.153

Abstract

This research departs from the Decree of the Minister of Religion No. 411 of 2000 concerning Determination of the Amount of Iwad Money in the Sighat Taklik Divorce Series for Muslims, namely Rp. 10,000.00 which has not been changed for 20 years, even though the laws in Indonesia and other regulations have changed or equalized the amount of money both in terms of fines and so on. This study aims to determine whether the Decree of the Minister of Religion No. 411 of 2000 concerning Determination of the Amount of Iwad Money in the Sighat Taklik Divorce Series for Muslims, namely Rp. 10,000.00 is still relevant to the Indonesian economy at this time. This research is a library research (Library Research). The subject is a number of literature related to the problems studied such as books, documents, articles, research results and laws and regulations that are relevant in analyzing the problems studied. As for the object of research in this study is the relevance of the amount of iwad in sighat taklik divorce in the review of maqasid shari'ah. This research resulted in the finding that the Decree of the Minister of Religion No. 411 of 2000 concerning Determining the Amount of Iwad Money in the Sighat Taklik Divorce Series for Muslims is Rp. 10,000.00 which was analyzed from the review of maqashid syari'ah which is in accordance with the intent of maqashid syari'ah and is included in the maslahah section, namely hifz nafs. It's just that there needs to be changes and adjustments regarding the amount of iwad money because it is no longer relevant to the current economic inflation.
TAKHRIJ HADIS TENTANG MENG-ADZAN-KAN BAYI Zainuddin
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 16 No. 01 (2023): An-Nahdhah Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v16i01.155

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertolak dari perbedaan penilaian terhadap kualitas hadis yang menjadi dasar praktik adzan untuk bayi yang baru lahir, sehingga berakibat pada munculnya ragam pendapat terhadap praktik tersebut. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas hadis yang menjadi sumber khilafiyah tersebut. Faktanya ditemukan empat orang mukharrij yang meriwayatkan hadis ini dengan sanad-nya masing-masing, tetapi semuanya bersumber dari jalur riwayat tunggal sejak Sofyan al-Tsauri. Maksudnya, sejak generasi sahabat sampai ke generasi Sofyan hadis ini hanya disampaikan oleh satu orang perawi dalam setiap generasi (hadis ahad), sesudahnya barulah melibatkan empat rangkaian sanad yang terpisah. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa perawi berstatus majruhiin, yaitu: ‘Ashim bin ‘Ubaidillah dalam sanad primer, kemudian dalam sanad skunder (lanjutan) ada Waki’ dalam jalur Ahmad, Yahya bin Sa’id dalam jalur Abu Daud, Muhammad bin Basyar dalam jalur Al-Tirmidzi, dan ‘Ubaidillah bin Musa dalam jalur Al-Hakim. Tegasnya, pada setiap jalur informasi yang digunakan oleh masing-masing mukharrij ditemukan dua orang yang tidak memenuhi kriteria ‘adl dan/ dhabth. Selain materi informasi yang janggal karena “menyendiri”, juga ditemukan perbedaan redaksi matan hadis yang dapat memunculkan perbedaan makna yang signifikan, sehingga berakibat pada rendahnya kualitas makna hadis tersebut.

Page 8 of 11 | Total Record : 101