cover
Contact Name
Nor Amalia Abdiah
Contact Email
jurnalannahdhah@gmail.com
Phone
+6281334805055
Journal Mail Official
jurnalannahdhah@gmail.com
Editorial Address
Jl.Bina Bakat No.56 Tibung Raya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
ISSN : 1979813X     EISSN : 29881935     DOI : https://doi.org/10.63216/annahdhah.v17i2
Islamic Theology and Philosophy Religious Social Movement Interreligious dialogue and multiculturalism Social Change,Ethic, Religious Practice in Society
Articles 101 Documents
KONSEP IJTIHAD KONTEMPORER DAN IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA -, Muhammad Zaki Mubarak; Jalaluddin; Fathurrahman Azhari; Fahmi Hamdi
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17 No. 1 (2024): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v17i1.326

Abstract

As the global world develops rapidly and massively, there is a delay in Islamic law in responding to contemporary problems. In relation to Indonesia, many implementations of developments over time have resulted in new jurisprudence and institutions. This research uses normative research methods using libraries (library research) with descriptive qualitative analysis of materials. Reformulation in Islamic law is not westernization which is contrary to Islam (laws that are absolute). Recently, Muslims have shown their de facto lack of ability to meet the demands of the modern world creatively. The main things in contemporary ijtihad are, firstly, methodology, secondly operations. These two ingredients must work in synergy and integrity with each other to produce contextual fiqh. The orientation of contemporary ijtihad is not just contemporary fiqh, but also the development of dawabit al-fiqhiyyah. In the Indonesian context, the implementation of contemporary ijtihad is felt in various fields, especially law in Indonesia.. In conclusion, the implementation of contemporary ijtihad including: 1)Fatwa institutions, 2)Religious Courts, 3)Compilation of Islamic Law, 4)Office of Religious Affairs, 5)Sharia Economics, 6) Zakat Institutions, 7)Halal Labels, 8)Indonesian Fiqh, 9)Medicine, 10)Gender Equality.
MENAKAR PAHALA WIRID SESUDAH SUBUH (STUDI TERHADAP HADIS RIWAYAT IMAM AL-TIRMIDZI) Zainuddin
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17 No. 2 (2024): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v17i2.361

Abstract

Essai ini berusaha untuk memberikan panduan pemahaman yang kritis dan proporsional terhadap hadis sebagai salah satu pedoman dasar dalam beragama. Berdasarkan pendekatan komparatif analitis ditemukan validitas informasi bahwa Rasulullah sering mempraktekkan salat subuh berjama’ah, ber-wirid dan menutupnya dengan dua raka’at salat dhuha, tetapi reward setara haji dan umrah bagi pelakunya versi Sunan Al-Tirmidzi mengindikasikan adanya permasalahan (???) yang sangat serius. Lebih khusus, status hasan gharib yang Beliau sematkan pada hadis ini juga mengindikasikan posisinya yang berada di bawah hasan sebab informasinya tidak terkonfirmasi dengan sumber lain. Selain itu, penggunaan hadis versi Al-Baihaqy untuk mem-back up justeru menambah problem baru, sebab janji pengharaman mutlak bagi neraka untuk menyiksa pelakunya malah mengakibatkan rusaknya makna hadis tersebut.
Dilema Nafkah dan Pengasuhan Anak Pasca Perceraian Karena Suami Terpidana (Studi Kasus di Kota Banjarbaru) Erma, Erma Sauva Asvia; Yusna Zaidah; Noor Fitriani; Nadiyah
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17 No. 2 (2024): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v17i2.364

Abstract

ABSTRACT Divorce due to a convicted husband is a very complex event and has a significant impact on a woman's life. The husband's status of serving a prison sentence indicates that the ex-wife cannot rely on the ex-husband to fulfill post-divorce obligations, such as alimony or child custody. The focus of this research is on the forms of challenges faced by women after divorce due to their husbands being imprisoned, as well as how these women cope with the challenges of life after divorce because of their convicted husbands. Using a descriptive qualitative method, this study involved six women who divorced because their husbands were imprisoned. The research results show that the challenges faced by women post-divorce due to their husbands being imprisoned include difficulties in meeting family needs, difficulties in providing care and upbringing for children, and a lack of attention from their former husband's relatives. To overcome these challenges, these women took several steps. First, they work outside the home to earn an income to meet their daily needs. Second, they seek help from relatives, especially their own parents and also from their ex-husband's relatives.
Pandangan Empat Mazhab Tentang Wanita Karier Dalam Perspektif Hukum Islam: PANDANGAN EMPAT MAZHAB TENTANG WANITA KARIER DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Hamidah, Norhilma
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17 No. 2 (2024): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v17i2.365

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas perspektif hukum Islam tentang peran perempuan karir melalui sudut pandang dari empat mazhab besar Islam: Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali. Dalam beberapa tahun terakhir, Isu mengenai perempuan karir dan pergeseran paradigma seputar pernikahan di Indonesia telah menjadi semakin menonjol, dengan penurunan yang signifikan dalam jumlah pernikahan yang terdaftar, tercatat di 1.577.255 pada tahun 2023. Meningkatnya partisipasi perempuan dalam pendidikan tinggi, dengan 51% mahasiswa perempuan, telah berkontribusi pada kemandirian finansial mereka. Tren perempuan mandiri mencerminkan perubahan ekspektasi masyarakat mengenai peran perempuan. Setiap aliran pemikiran menawarkan pandangan yang berbeda penafsiran tentang hak dan kewajiban perempuan dalam meniti karir. Mazhab Hanafi mengambil pendekatan yang lebih fleksibel, yang memperbolehkan perempuan untuk bekerja dalam kondisi tertentu, sedangkan madzhab Syafi’i Mazhab Maliki lebih konservatif, menekankan tanggung jawab domestik. Mazhab Maliki lebih terbuka terhadap partisipasi aktif perempuan, sedangkan mazhab Hanbali memberikan batasan yang lebih ketat pada jenis pekerjaan perempuan dapat mengejarnya. Fatwa-fatwa kontemporer menyoroti pemahaman yang berkembang tentang hak-hak perempuan untuk bekerja di luar rumah tanpa mengabaikan nilai-nilai Islam. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif masing-masing sekolah, dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengakuan hak-hak perempuan dalam masyarakat modern. Kata Kunci: Wanita Karier, Hukum Islam, Empat Mazhab Fikih Islam, Fatwa Kontemporer
Karakteristik Hukum Islam: Landasan, Prinsip, dan Implementasinya dalam Masyarakat Modern farhan, muhammad farhan rizaldi
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17 No. 2 (2024): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v17i2.374

Abstract

Islamic law has unique characteristics and plays an important role in the lives of society. This article aims to identify the characteristics of Islamic law, analyze its fundamental principles, and examine its implementation in the context of modern society. By understanding the foundations and characteristics of Islamic law, it is hoped that a better insight can be gained regarding the role of this law in everyday life.
KEARIFAN LOKAL BAKAR LAHAN DI KALIMANTAN SELATAN HARMONISASI HUKUM ISLAM DAN HUKUM NASIONAL Rahmadi Hasbullah
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17 No. 2 (2024): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v17i2.378

Abstract

This study examines the dispensation for land clearing by burning based on local wisdom for the people of South Kalimantan in the perspectives of Islamic law and national law. Land clearing by burning is one of the traditional methods still practiced by indigenous communities in South Kalimantan, although this practice has negative environmental impacts. This research aims to understand how national law in Indonesia regulates land clearing by burning on a limited scale, as well as how Islamic law views this practice in the context of local wisdom. Furthermore, the study seeks to find solutions for harmonizing national law and Islamic law in regulating land clearing by burning. The results show that national law provides room for this practice on a limited scale with strict provisions to prevent environmental damage. Islamic law, on the other hand, acknowledges the importance of local wisdom as long as it does not harm the environment and emphasizes the principles of maslahah mursalah (public benefit) and hifz al-bi’ah (environmental preservation). Therefore, harmonization between national law and Islamic law can be achieved by involving indigenous communities, the government, and religious leaders in overseeing and implementing clearer and more effective regulations.
PERSPEKTIF MAHASISWA STAI DARUL ULUM KANDANGAN ANGKATAN 2020 TENTANG CALON PASANGAN HIDUP YANG KAFAAH ardi, sahibul; Ahmad Raihan
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18 No. 1 (2025): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v18i1.411

Abstract

Islam telah menjelaskan bahwa mencegah terjadinya perpecahan dianjurkan untuk dilakukan, salah satunya dengan memperhatikan kesetaraan antar calon pasangan hidup yang dikenal dengan konsep Kafa?ah. Kafa?ah dimaknai dengan berbagai macam terjadi pergeseran makna dalam pemikiran masyarakat yang sudah dipengaruhi oleh latar belakang masyarakat itu sendiri.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan konsep kafa?ah berdasarkan perspektif Mahasiswa pada zaman sekarang di STAI Darul Ulum Kandangan angkatan tahun 2020.Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris (field reserch) melalui pendekatan sosiologis, analisis data yang digunakan yaitu deskriptif-kualitatif. Data yang dikumpulkan diperoleh melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi, dalam hal ini teknik wawancara yang digunakan adalah wawancara semi-tersruktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa perspektif calon pasangan hidup yang kafa?ah menurut mahasiswa STAI Darul Ulum Kandangan tidak ada yang bertentangan dengan syariat tetapi mengalami perubahan dibandingkan yang di sampaikan oleh para ulama fikih klasik, seperti terkait keagamaan, pendidikan, ekonomi, pekerjaan, umur, fisik, dan juga nasab (keturunan). Adapun temuan yang didapatkan bahwa mahasiswa STAI Darul Ulum Kandangan Angkatan Tahun 2020 lebih memilih calon pasangan hidup dari segi agama yang masih relevan dengan yang di titik beratkan oleh ulama fikih klasik, dimana kafa’ah sendiri dimaksudkan agar meminimalisir perbedaan antara pasangan sehingga mampu mencapai tujuan dari sebuh pernikahan yaitu sakinah mawaddah wa rahmah.
KAIDAH FIKIH DALAM LEGITIMASI PUTUSAN DISPENSASI KAWIN: (KAJIAN PUTUSAN PENGADILAN AGAMA DI KALIMANTAN SELATAN) Zaidah, yusna zaidah; Abdul Hamid; Erma Sauva Asvia
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18 No. 1 (2025): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v18i1.436

Abstract

Abstract:The principles of Islamic Jurisprudence are frequently employed by courts to legitimize marriage dispensation cases involving prospective brides and grooms who have not yet reached the legal minimum age for marriage, thereby allowing them to marry legally. This study is motivated by the perception that courts tend to readily approve such dispensations by referencing the principles of Islamic Jurisprudence as a primary legal consideration. Judges often cite "very urgent reasons" based on the emotional closeness and duration of the relationship between the two prospective brides and grooms. However, trial findings reveal that many of these relationships lasted only two to four months. This discrepancy prompts a deeper analysis of the judges’ reasoning and the appropriateness of applying the principles of Islamic Jurisprudence in each case. This research adopts a normative legal approach with a case study method, focusing on the legal reasoning employed by judges in granting marriage dispensations. The findings indicate that the primary justification offered by judges is the emotional bond between the young couples, along with concerns about potential immoral behaviour if marriage is delayed. The Islamic Jurisprudence principles—particularly those addressing considerations of public benefit (maslahah) and potential harm (mafsadah)—are used to support such rulings. However, the application of these principles in several cases appears inconsistent with the actual legal facts presented during the trial.   Keywords: Islamic Jurisprudence Principles, Marriage Dispensation, Legal Consideration
TELAAH KOMPARATIF REDAKSI TASYAHUD VERSI SUNAN AL-NASA’I Zainuddin
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18 No. 1 (2025): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v18i1.438

Abstract

Sunan al-Nasa'i reports fourteen (14) hadiths about the wording of the tashahhud (hadith numbers 1162-1175) with various chains of narration from the generation of the tabi'in/tabi' al-tabi'in, but all of them are sourced from four (4) Companions of the Prophet, namely: Ibn Mas'ud, Abu Musa al-Ash'ari, Ibn 'Abbas and Jabir bin Abdullah. Furthermore, nine (9) different chains of narration – eight hadiths referring to Ibn Mas'ud and one hadith referring to Jabir – report the following identical wording of the tashahhud. Al-Ta?iyy?tu lill?h, wa al-?alaw?tu, wa al-?ayyib?t. Al-sal?mu ?alayka ayyuh? al-nabiyyu wa ra?matull?hi wa barak?tuh. Al-sal?mu ?alayn? wa ?al? ?ib?dill?hi al-??li??n. Ashhadu an l? il?ha illa All?h, wa ashhadu anna Mu?ammadan ?abduhu wa ras?luh. In addition, hadith number 1165, which also refers to Ibn Mas'ud, indicates the same wording of the tashahhud. Meanwhile, different wordings of the tashahhud are found in four (4) hadiths: 1. One hadith referring to Ibn Mas'ud (number 1168), 2. One hadith referring to Ibn 'Abbas (number 1174), and 3. Two hadiths with separate chains of narrations cited in Abu Musa al-Ash'ari as the primary source (numbers 1172 and 1173).
DAMPAK KORUPSI TERHADAP KEMISKINAN DAN PERCERAIAN DI INDONESIA: ANALISIS DATA DAN IMPLIKASINYA Jaidi, Muhammad
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18 No. 1 (2025): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengangkat isu penting mengenai dampak korupsi terhadap kemiskinan dan perceraian di Indonesia, yang merupakan fenomena sosial yang krusial dan mendesak untuk ditangani. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa korupsi memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat kemiskinan dan angka perceraian. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis data sekunder, dengan mengumpulkan informasi dari berita online yang terpercaya dan website resmi seperti Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara tingkat korupsi dan peningkatan kemiskinan, yang pada gilirannya berkontribusi pada tingginya angka perceraian, terutama di kalangan perempuan dan anak-anak. Temuan ini menegaskan bahwa korupsi tidak hanya merugikan ekonomi negara, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan sosial masyarakat. Oleh karena itu, hasil penelitian ini penting untuk menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan yang lebih efektif dalam pemberantasan korupsi dan pengentasan kemiskinan, serta perlindungan terhadap keluarga yang terdampak.

Page 10 of 11 | Total Record : 101