cover
Contact Name
-
Contact Email
bikkm@uii.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bikkm@uii.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29886791     DOI : https://doi.org/10.20885/bikkm
Core Subject : Health,
We focus on publishing ethically and methodologically rigorous scientific research, including original research, literature reviews, and case reports in the medicine and public health field.
Articles 87 Documents
Bobot Peran Vitamin D Dalam Tatalaksana Depresi Pada Pasien Dengan Covid-19 : Sebuah Tinjauan Pustaka Febrina, Binta Setya
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art15

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah meningkatkan kejadian depresi di berbagai negara, dengan permasalahan kesehatan mental yang semakin menjadi perhatian utama. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian depresi adalah kekurangan vitamin D, yang dikenal dapat memengaruhi kesehatan mental, termasuk potensi pencegahan depresi pada pasien COVID-19.Metode: Penelitian ini merupakan studi pustaka yang dilakukan dengan menelusuri literatur dari berbagai sumber online antara Juni 2021 hingga Oktober 2021. Sumber literatur yang digunakan termasuk PubMed dan Google Scholar, dengan kata kunci yang berhubungan dengan vitamin D, depresi, dan pandemi COVID-19. Studi ini mencakup artikel yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir, baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris, dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan.Hasil: Kekurangan vitamin D di tubuh dapat memperburuk gejala depresi pada pasien COVID-19. Vitamin D berperan penting dalam mekanisme biologi di otak, termasuk metabolisme serotonin yang memengaruhi perkembangan gejala depresi. Penelitian menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D dapat mengurangi gejala depresi pada pasien COVID-19 dan berpotensi meningkatkan efektivitas terapi antidepresan.Simpulan: Vitamin D memiliki peran penting dalam pencegahan dan penanggulangan depresi pada pasien COVID-19. Suplementasi vitamin D, terutama pada pasien dengan kekurangan, dapat membantu meringankan gejala depresi dan mempercepat pemulihan pasien COVID-19.Kata kunci: Vitamin D, depresi, COVID-19, suplementasi, kesehatan mental.
Angka Autopsi Di RSUP Dr. Sardjito Selama Satu Dekade Terakhir Wiguna, Gusti Ngurah Bagus Prenama; Basworo, Wikan
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art7

Abstract

Pendahuluan: Walaupun berbeda konvesi medis dan aturan hukum dari masing-masing negara, secara umum terdapat 2 tipe autopsi, yaitu autopsi klinis dan autopsi medikolegal/autopsi forensik. Secara global terjadi penurunan jumlah otopsi di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir. Di Indonesia data terkait hal ini cukup sedikit. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Henky dkk. pada tahun 2016 didapatkan hasil bawah terjadi penurunan jumlah autopsi  di RSUP Sanglah dalam 5 tahun terakhir. Berdasarkan fenomena ini peneliti juga ingin mengetahui terkait dengan angka autopsi di RSUP Dr. Sardjito serta menganalisi terkait apa saja kemungkinan yang menyebabkan terjadinya penurunan angka autopsi ini. Tujuan: Menggambarkan angka autopsi di RSUP Dr. Sardjito, untuk memberikan gambaran secara umum terkait dengan adanya trend penurunan autopsi di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir. Serta menganalisis faktor-faktor yang mungkin berperan terhadap angka pelaksanan autopsi. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif cross sectional / potong lintang yang di lakukan di Instalasi Kedokteran Forensik, RSUP dr. Sardjito Yogyakarta dari tahun 2014 hingga 2023. Kasus kematian tidak wajar yang dilakukan pemeriksaan luar dan dalam di RSUP Dr. Sardjito dikumpulkan menggunakan data sekunder dari registrasi pemeriksaan jenazah. Kemudian data tersebut diolah dalam bentuk grafik dan narasi. Hasil: Semua kasus kematian tidak wajar yang dikirim ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUP Dr. Sardjito mengalami penurunan setiap tahunnya, kasus terbanyak yaitu pada tahun 2015 sebanyak 147 kasus dan paling rendah pada tahun 2021 dengan jumlah 20 kasus. Seluruh kasus yang masuk dilakukan pemeriksaan luar, jumlah pemeriksaan luar terbanyak yaitu 147 kasus pada tahun 2015 dan yang terendah yaitu 20 kasus pada tahun 2020. Autopsi juga mengalami hal yang sama yaitu persentasenya menurun dari 23% pada tahun 2014 menjadi 7% pada tahun 2023. Kesimpulan: Jumlah kasus pemeriksaan luar dan autopsi mengalami penurunan dalam satu dekade terkahir. Tindakan autopsi dari 23% pada tahun 2014 menjadi 7% pada tahun 2023. Beberapa faktor yang mempengaruhi fenomena ini diantaranya kurang pengetahuan terkait autopsi, tidak mendapatkan izin dari keluarga, dan proses autopsi dianggap menghabat proses pemakaman. Kata Kunci: Penurunan, Autopsi, Kedokteran Forensik
Hubungan pemahaman pemaknaan beneficence (kebajikan) dengan justice (keadilan) Wujoso, Hari
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art8

Abstract

Latar belakang: Prinsip beneficence (kebajikan) dan justice (keadilan) saling terkait dalam sektor medis. Beneficence menekankan usaha untuk memberikan manfaat kepada pasien, sedangkan justice mengutamakan perlakuan yang sama dan adil pada semua orang. Praktek medis yang tidak adil, seperti ketidaksamaan akses perawatan, dapat menyebabkan diskriminasi dan merugikan kelompok tertentu. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman calon dokter mengenai kedua prinsip etika ini dalam konteks pelayanan kesehatan sehari-hari. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei menggunakan kuesioner untuk mengukur pemahaman mahasiswa preklinik dan dokter muda tentang prinsip beneficence dan justice. Sampel penelitian sebanyak 76 orang, dan data dianalisis secara univariat dan bivariate untuk mengidentifikasi hubungan pemahaman mahasiswa terhadap kedua prinsip etika tersebut. Hasil: Sebagian besar mahasiswa menunjukkan pemahaman yang baik mengenai prinsip beneficence dan justice. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman mahasiswa terhadap kedua prinsip etika tersebut, dengan nilai P < 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman tentang prinsip beneficence (kebajikan) dan justice (keadilan) pada mahasiswa kedokteran. Kata Kunci: Etika, Mahasiswa Kedokteran, Beneficence, Justice
Kematian akibat Kekerasan Tajam pada Leher : Sebuah Laporan Kasus Amalia, Salsha; Suciningtyas , Martiana; Kadarmo, Dhiwangkoro Aji
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art9

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Kematian akibat kekerasan tajam sering terjadi sebagai akibat luka pada pembuluh darah besar, yang menyebabkan perdarahan hebat dan berakibat fatal. Presentasi Kasus : Laporan kasus ini mengkaji kematian seorang wanita berusia 56 tahun yang ditemukan meninggal di tempat tidur pada 5 Januari 2024 dengan luka terbuka pada leher. Jenazah dibawa ke Bhayangkara Forensic Medicine Centre di RS Bhayangkara Polda DIY untuk pemeriksaan otopsi forensik. Pembahasan : Tujuan laporan ini adalah untuk menggambarkan mekanisme kematian akibat kekerasan tajam pada leher dan memberikan pemahaman lebih lanjut tentang konsekuensi dari luka-luka tersebut. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan forensik dengan teknik otopsi untuk menilai jenis dan lokasi luka, serta pemeriksaan jaringan untuk menentukan penyebab kematian. Hasil otopsi menunjukkan luka sayat di leher bagian depan yang memotong otot, pembuluh darah besar, saluran pernapasan, dan saluran makanan. Luka tersebut menyebabkan perdarahan hebat yang menjadi penyebab utama kematian. Simpulan dari laporan ini adalah bahwa kekerasan tajam pada leher, yang melibatkan pembuluh darah besar, dapat menyebabkan perdarahan hebat yang mematikan. Simpulan : Kasus ini mengingatkan pentingnya pemeriksaan forensik yang cermat dalam kasus kematian akibat kekerasan tajam untuk menentukan penyebab pasti dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang mekanisme kematiannya. Kata kunci: kekerasan tajam; kekerasan tajam pada leher; luka gorok; pembunuhan; perdarahan.
Intimate Partner Violence, Perempuan Korban Kekerasan Dalam Masa Pacaran : Sebuah Laporan Kasus Fatdiansyah, Endra; Utomo, Raden Panji Uva; Rohmah, Intarniati Nur
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art10

Abstract

Latar belakang : Kekerasan pada perempuan terutama dalam konteks Intimate Partner Violence (IPV) (kekerasan hubungan intim), merupakan suatu masalah serius dan posisi perempuan sebagai pihak yang rentan (vulnerable) sering menjadi target dari kekerasan yang dilakukan oleh pasangan. Sistem hukum di indonesia belum mengenal pola hubungan berdasarkan kekuasaan pada IPV, namun pengetahuan ahli forensik dalam hal tersebut dapat memberi petunjuk dalam proses penegakan hukum dan intervensi dalam membantu korban. Presentasi Kasus : seorang perempuan berusia 29 tahun, mengaku dianiaya oleh pacar, mengalami luka memar pada kepala, pipi, leher, punggung, pinggang, anggota gerak atas; luka lecet pada pipi, anggota gerak atas, dan anggota gerak bawah kiri. Pembahasan : Laporan kasus ini berfokus pada kasus IPV pada perempuan di posisi rentan dan melihat kaitannya Intimate Partner Violence (kekerasan pasangan intim). Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengkaji kasus IPV berdasarkan posisi korban dan pelaku dapat diterapkan pada kasus untuk perempuan rentan dan memberikan petunjuk mengenai intervensi tatalaksana kasus. Korban mengalami pola hubungan Physical Violence. Simpulan : Sistem hukum di Indonesia belum mengenal pola hubungan berdasarkan kekuasaan pada IPV, namun pengetahuan ahli forensik dalam hal tersebut dapat memberi petunjuk dalam proses penegakan hukum dan intervensi dalam membantu korban. Kata kunci: kekerasan pasangan intim, perlindungan hukum, kelompok rentan
Pendekatan Holistik dalam Penilaian Istitha'ah Kesehatan Jamaah Haji Lansia dengan Sindrom Metabolik dan Komorbiditas : Sebuah Laporan Kasus Olivia, Virgi; Suci, Andini Nurul; Hamad, Uwaist Ghozi; Muhammad, Aan Tri Lutfi; Aima, Halida Hasyati
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art11

Abstract

Latar BelakangIbadah haji memerlukan kondisi kesehatan optimal untuk memastikan calon jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik. Penilaian kesehatan calon jamaah menjadi salah satu langkah esensial, terutama pada lansia dengan penyakit penyerta. Dokter memiliki peran sentral dalam menilai status istitha'ah, memberikan edukasi kesehatan, serta merancang intervensi yang mendukung kebugaran fisik jamaah. Presentasi KasusSeorang perempuan berusia 77 tahun menjalani pemeriksaan kesehatan rutin untuk penilaian istitha'ah. Riwayat penyakit pasien mencakup Diabetes Mellitus Tipe 2 dan Hipertensi Grade 2. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 160/99 mmHg dengan hasil tes enam menit berjalan sejauh 255 meter, yang termasuk kategori "kurang sekali". Pemeriksaan penunjang menunjukkan HbA1C 8%, trigliserida 338 mg/dl, serta radiologi dengan gambaran kardiomegali. Pasien didiagnosis sindrom metabolik dengan komplikasi kardiomegali dan ditetapkan dalam kategori istitha'ah dengan pendampingan obat. PembahasanPendekatan manajemen pasien meliputi tatalaksana promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Promosi kesehatan mencakup edukasi terkait pola hidup sehat, seperti peningkatan aktivitas fisik dan diet rendah gula serta garam. Tatalaksana kuratif dilakukan dengan pemberian antihipertensi, terapi insulin, dan hipolipidemik. Intervensi holistik ini dirancang untuk mengoptimalkan kesehatan pasien dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Simpulan Kesiapan kesehatan jamaah haji, terutama lansia dengan komorbiditas, memerlukan pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik, sosial, dan psikologis. Peran dokter sangat penting dalam memastikan kesehatan jamaah tetap optimal, melalui edukasi, tatalaksana, dan dukungan berkesinambungan untuk mendukung kesuksesan ibadah haji. Kata kunci : Istitha'ah kesehatan, Sindrom metabolik, Diabetes Mellitus Tipe 2, Hipertensi, Pendekatan holistik
Implementasi Terapi Kognitif-Perilaku terhadap Komorbiditas Depresi dan Diabetes Mellitus : Sebuah Tinjauan Pustaka Susanti, Eska Agustin Putri
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art12

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi global mencapai 9–10% pada populasi dewasa. Prevalensi ini diperkirakan meningkat dari 366 juta kasus pada tahun 2011 menjadi 552 juta pada tahun 2030 (Petrak, 2013). Individu dengan Diabetes Mellitus memiliki risiko dua kali lebih tinggi mengalami depresi dibandingkan populasi tanpa diabetes, yang berdampak pada kontrol glikemik buruk dan peningkatan risiko komplikasi serta mortalitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi teknik terapi kognitif-perilaku (Cognitive Behavioral Therapy/CBT) pada pasien Diabetes Mellitus dengan komorbiditas depresi. Metode:Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka yang dilakukan melalui analisis berbagai buku teks, jurnal ilmiah, serta pencarian literatur melalui basis data elektronik. Kriteria pemilihan literatur meliputi penelitian yang membahas hubungan antara Diabetes Mellitus, depresi, dan terapi CBT. Literatur yang digunakan dipilih berdasarkan relevansi dan validitas ilmiah. Hasil:CBT merupakan salah satu terapi non-farmakologis yang efektif dalam menangani depresi pada pasien Diabetes Mellitus. Penerapan CBT terbukti dapat mengurangi perilaku negatif, seperti ketidakpatuhan terhadap pengobatan, pola makan yang buruk, dan kurangnya aktivitas fisik. Terapi ini juga berkontribusi dalam peningkatan manajemen diri dan kepatuhan pasien terhadap tatalaksana Diabetes Mellitus. Simpulan:Penerapan CBT pada pasien Diabetes Mellitus dengan komorbiditas depresi memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Terapi ini membantu pasien dalam mengelola stres, memperbaiki pola hidup, dan meningkatkan kontrol glikemik. Dengan pendekatan holistik, CBT dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan Diabetes Mellitus yang lebih optimal. Kata Kunci: Depresi, Diabetes Mellitus, Terapi Kognitif-Perilaku, Komorbiditas, Manajemen Diri.
Dukungan Sosial dan Faktor Demografi dalam Mengatasi Burnout Akademik Mahasiswa : Sebuah Tinjauan Pustaka Ramadhani, Suci; Maulana, Muhammad Ali; Mita
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss2.art10

Abstract

Abstrak Pembelajaran daring dapat berpengaruh terhadap proses perkuliahan yang tidak maksimal, Academic burnout dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi dan daya serap dari intisari materi yang diberikan serta menurunnya prestasi belajar. Menganalisis faktor yang berhubungan dengan academic burnout pada mahasiswa. Jenis penelitian kajian pustaka atau literature review dengan teknik analisa data menggunakan content analysis, artikel diperoleh melalui database google schoolar, Pubmed, Science Direct, dan neliti dengan menggunakan kata kunci dukungan sosial dengan burnout academic, dukungan keluarga dan akademik burnout, pengaruh dukungan sosial terhadap burnout akademik dan social support AND academic burnout, social support AND student burnout, burnout academic AND factor demographics AND student. Dari 8 artikel penelitian yang ditelaah diperoleh 2 faktor yang mempengaruhi academic burnout yaitu social support dan faktor demografi. Faktor social support memiliki peran untuk mengurangi academic burnout dan faktor demografi menunjukkan bahwa risiko tinggi sindrom burnout secara signifikan berhubungan dengan jenis kelamin, usia, tinggal bersama orang tua dan jenis pembiayaan studi swadana pada mahasiswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dan faktor demografi memilki peran dalam menurunkan tingkat academic burnout. Kata Kunci: Academic Burnout; Sosial Support; Faktor Demografi
Pemanfaatan Nilai Asthma Control Test (ACT) Dalam Penentuan Pemberian Obat Dan Dosis Pasien Asma : Sebuah Tinjauan Pustaka Nurmainah; Windesi, Yubelina; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss2.art11

Abstract

Pengetahuan masyarakat dalam mengendalikan asma masih kurang baik, dapat dilihat dari asma yang tidak terkontrol. Hal ini menyebabkan kualitas hidup pasien yang menurun. Asma seringkali sulit dikendalikan dan kemungkinan tidak semua pasien tertangani dengan baik. Tujuan dari penelitian ini yaitu pemanfaatan ACT dalam mengontrol kesembuhan asma dan hubungan ACT dalam tingkat perbaikan kesembuhan pada pasien asma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Kajian Narrative yang dilakukan dengan menelusuri artikel-artikel yang berhubungan dengan penggunaan ACT dalam pengontrola asma. Penelusuran artikel dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2021 melalui Pubmed. Artikel-artikel yang dipilih berdasarkan kriteria variable bebas dan variable terikat. Kajian artikel yang dilakukan sebanyak 44 artikel. Namun, hanya 20 artikel yang membahas tentang Asthma Control Test (ACT). Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa Asthma Control Test (ACT) mempunyai peranan penting dalam mengontrol asma. Serta meningkatkan kualitas hidup pasien menjadi lebih baik. Pemanfaatan Asthma Control Test (ACT) juga dapat menentukan penggunaan jenis obat serta dosis yang digunakan oleh pasien asma. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya pengaruh Asthma Control Test (ACT) dalam mengontrol asma, serta dapat digunakan dalam menentukan jenis obat dan dosis untuk kesembuhan asma pasien. Kata Kunci: Asthma Control Test (ACT); PubMed
Kekerasan Fisik pada Anak, Faktor Risiko, dan Komplikasinya : Sebuah Tinjauan Pustaka Novitasari, Dian; Istiqomah; Trisnadi, Setyo
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss2.art12

Abstract

Kekerasan fisik pada anak secara khusus mengacu pada penggunaan kekuatan fisik yang dapat berdampak buruk secara signifikan terhadap kesehatan, keselamatan, perkembangan, dan martabat anak. Pengalaman yang terjadi selama masa kanak-kanak dapat memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak di masa depan. Diharapkan, kekerasan pada anak yang terus meningkat setiap tahun dapat dicegah melalui identifikasi faktor risiko dan tanda-tanda kekerasan, guna meningkatkan kualitas hidup anak yang mengalami kekerasan di masa mendatang. Penelitian literatur mengenai kekerasan fisik pada anak, faktor risiko, dan komplikasinya menggunakan basis data Google Scholar. Berbagai literatur dikumpulkan untuk memberikan informasi terkait kekerasan fisik pada anak yang mencakup definisi, epidemiologi, faktor predisposisi, jenis-jenis kekerasan fisik, identifikasi, serta konsekuensi jangka panjang. Jumlah kasus kekerasan terhadap anak meningkat setiap tahun. Kasus kekerasan pada anak diharapkan dapat dicegah dengan mengenali faktor risiko dan tanda-tanda kekerasan, sehingga kualitas hidup anak yang mengalami kekerasan dapat ditingkatkan di masa depan. Kata Kunci: Kekerasan Fisik pada Anak; Epidemiologi; Faktor Risiko; Jenis Identifikasi; Konsekuensi