cover
Contact Name
Norbertus Marcell Prayogi
Contact Email
editor.jimki.bapin@gmail.com
Phone
+6281372545321
Journal Mail Official
editor@jimki.bapin.or.id
Editorial Address
Jl. Dr. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
ISSN : 23026391     EISSN : 27211924     DOI : https://doi.org/10.53366/jimki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (JIMKI) adalah jurnal yang dikelola oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN). JIMKI berfokus menjadi wadah untuk publikasi penelitian mahasiswa kedokteran.
Articles 353 Documents
Exploring The Role Of Mitochondria In Alzheimer With Network Pharmacology: A Bioinformatics Analysis Riena, Nadya Ratna; Novalina, Fellen; Heng, Kahtleen Riani
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.1051

Abstract

ABSTRACT Alzheimer’s disease (AD) is a progressive neurodegenerative disease marked by the pathological accumulation of beta-amyloid peptide and hyperphosphorylated tau. Growing body of evidence indicates that mitochondrial dysfunction plays a pivotal role in AD pathogenesis, by inducing neurotoxicity through the formation of oxidative stress and reactive oxygen species (ROS). This study aims to investigate relevant mitochondrial proteins in Alzheimer by employing network pharmacology. Protein-coding genes associated with AD were identified from the GeneCards database, extracting only proteins scoring ?1 in relevancy. Datasets associated with mitochondria were extracted from the STRING database. 632 overlapping proteins from both keywords were further enriched and topologically analyzed. This study employed enrichment analyses using ShinyGO to identify relevant biological, cellular, and molecular processes, in addition to disease pathways. Topology analyses were conducted through STRING and Cytoscape by implementing four different centrality parameters and clustering, the proteins were further curated to obtain pivotal proteins in AD and their dysregulation. Aligned with our enrichment analyses, the proteins topologically relevant were components of the mitochondrial oxidative phosphorylation (OXPHOS) pathway, crucial to the respiratory electron transport chain and ATP synthesis system. This study provides a foundation for the discovery of multi-target drugs in AD therapy. Keywords: Alzheimer, bioinformatics, mitochondria, network analysis, protein-protein interaction.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Irritable Bowel Syndrome Pada Mahasiswa Perempuan  Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2022 Noverika, Ruth Leria; Reni Zuraida; Risti Graharti; Waluyo Rudiyanto
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1057

Abstract

Pendahuluan: Irritable Bowel Syndrome (IBS) merupakan gangguan saluran cerna fungsional yang multifactorial dan dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis, termasuk stres. Mahasiswa kedokteran merupakan populasi yang berisiko tinggi mengalami stres akademik, yang dapat memicu atau memperburuk gejala IBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan kejadian IBS pada mahasiswa perempuan Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung angkatan 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan sampel 60 mahasiswa perempuan Angkatan 2022 yang memenuhi kriteria inklusi-eksklusi. Data tingkat stres dikumpulkan menggunakan kuesioner PSS-10, dan kejadian IBS berdasarkan kriteria Roma IV. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menentukan hubungan antara tingkat stres dan kejadian IBS. Hasil: Sebanyak 48 responden (80%) mengalami tingkat stres sedang–berat, sedangkan 12 responden (20%) memiliki tingkat stres ringan. Dari total sampel, 20 responden (33,3%) mengalami IBS. Analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kejadian IBS (p = 0,040), dengan proporsi IBS lebih tinggi pada kelompok stres sedang–berat dibanding kelompok stres ringan. Pembahasan: Hasil penelitian ini sejalan dengan literatur sebelumnya yang menunjukkan bahwa stres dapat memengaruhi fungsi saluran cerna melalui sumbu otak-usus dan modulasi mikrobiota, sehingga meningkatkan risiko munculnya gejala IBS. Simpulan: Tingkat stres berhubungan secara signifikan dengan kejadian IBS pada mahasiswa perempuan.         
Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit Awal Masuk terhadap Lama Rawat Inap Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUD Abdoel Moelok Tahun 2024 Maharani, Denisa; Oktadoni Saputra; Chicy Widya Morfi; Intanri Kurniati
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1062

Abstract

Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) memiliki morbiditas tinggi pada anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kadar trombosit dan hematokrit saat admisi dengan lama rawat inap pasien DBD anak di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek.Metode: Penelitian analitik observasional ini menggunakan desain cross-sectional terhadap 125 rekam medis pasien anak (0-18 tahun) penderita DBD di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung, selama tahun 2024 menggunakan total sampling. Data trombosit, hematokrit saat masuk, dan lama rawat inap dianalisis menggunakan Uji Korelasi Spearman karena data tidak terdistribusi normal.Hasil: Subjek penelitian didominasi oleh pasien dengan trombositopenia berat (34,4%) dan hematokrit tinggi (39,2%), dengan mayoritas lama rawat inap ?4 hari hari (71%). Hasil uji bivariat statistik antara tingkat trombositopenia dengan lama rawat inap (r = -0,122; p = 0,175) dan antara kadar hematokrit dengan lama rawat inap (r = 0,048; p = 0,592) menunjukkan hubungan statistik yang tidak signifikan.Pembahasan: Temuan non-signifikan ini diduga kuat dipengaruhi oleh status rumah sakit sebagai pusat rujukan. Faktor lain, seperti kedatangan pasien pada fase kritis atau riwayat terapi cairan sebelumnya, kemungkinan telah mengaburkan hubungan statistik murni antara parameter laboratorium awal dan durasi perawatan.Simpulan: Trombositopenia berat dan hemokonsentrasi adalah temuan umum pada pasien DBD anak, namun penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat trombositopenia atau hematokrit awal bukanlah prediktor yang andal untuk menentukan durasi perawatan pada konteks rumah sakit rujukan.
Efektivitas Terapi Kombinasi Obat pada Pasien Penyakit Jantung Koroner RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung 2024 Putra, Pandya Fisatama; Asep Sukohar; Linda Septiani; Iswandi Darwis
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1067

Abstract

Pendahuluan : Penyakit jantung koroner (PJK) tetap menjadi penyebab kematian utama di dunia dan sering berhubungan dengan hipertensi serta gangguan lipid. Pada tahun 2021, PJK diperkirakan menyebabkan 20,5 juta kematian, hampir sepanjang keseluruhan global. Penelitian ini menunjukkan efektivitas berbagai kombinasi obat dalam menurunkan tekanan darah, Kolesterol total, dan kadar LDL ( Low-Density Lipoprotein ). Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 34 pasien PJK yang dipilih melalui teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang menerima terapi kombinasi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada periode September hingga Desember 2024. Data hasil penelitian di cluster menjadi 12 kombinasi obat. Hasil : Dua belas kombinasi obat (Kombinasi I–XII) diidentifikasi dalam penelitian ini. Kombinasi I (klopidogrel, ISDN, aspirin, bisoprolol, atorvastatin) merupakan regimen yang paling sering diresepkan (29,4%) dan menghasilkan penurunan tekanan darah terbesar (26,5%). Penurunan kolesterol total tercatat pada 14,7% pasien, dengan efektivitas tertinggi pada Kombinasi IX (klopidogrel, ISDN, ramipril, bisoprolol, simvastatin). Perbaikan LDL terjadi pada 23,5% pasien, dan Kombinasi IX kembali menunjukkan efek paling kuat. Pembahasan : Terapi kombinasi memberikan pengaruh lebih besar terhadap penurunan tekanan darah dibandingkan perbaikan profil lipid, sehingga pemilihan regimen perlu disesuaikan dengan target klinis pasien. Simpulan : Terapi kombinasi lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah, dengan Kombinasi I memberikan hasil terbaik, sedangkan Kombinasi IX paling efektif dalam memperbaiki kolesterol total dan LDL.
Peran Kondisi Hematologis Maternal Terhadap Kejadian Ikterus Neonatorum Heriqza Arza Dinnur Maulana; Efriyan Imantika; Muhammad Maulana; Rodiani
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1069

Abstract

Pendahuluan: Ikterus neonatorum merupakan kondisi klinis umum yang dapat berkembang menjadi komplikasi serius apabila tidak ditangani. Berbagai studi menunjukkan bahwa kondisi hematologis maternal memiliki peran penting dalam memengaruhi risiko hiperbilirubinemia pada neonatus. Metode: Tinjauan pustaka ini menggunakan enam artikel terindeks nasional dan internasional (2020–2025), dipilih melalui alur PRISMA, dengan fokus pada hubungan faktor hematologis maternal terhadap kejadian ikterus neonatorum. Hasil: Studi yang dikaji mengidentifikasi beberapa determinan hematologis maternal, termasuk peningkatan WBC dan MCV, anemia, PROM, GDM, serta inkompatibilitas ABO dan Rh, sebagai faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko hiperbilirubinemia. Faktor obstetrik seperti usia ibu, lama persalinan, dan penyakit maternal turut memperkuat hubungan tersebut. Pembahasan: Kondisi hematologis ibu memengaruhi ikterus neonatorum melalui mekanisme hemolisis, inflamasi, gangguan imunologis, serta ketidakmampuan metabolik janin dalam mengelola bilirubin. Interaksi antara status hematologi ibu dan proses obstetrik memperburuk instabilitas eritrosit neonatal dan meningkatkan akumulasi bilirubin. Kesimpulan: Kondisi hematologis maternal merupakan determinan penting ikterus neonatorum, sehingga pemantauan hematologi pada ibu hamil perlu ditingkatkan sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir.
Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Kapasitas Fungsi Paru Mersiana, Putri Febi; Winda Trijayanthi Utama; Ayu Tiara Fitri; Syazili Mustofa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1072

Abstract

Pendahuluan: Merokok merupakan faktor risiko utama gangguan pernapasan dan berkontribusi terhadap penurunan kapasitas vital paru melalui proses inflamasi kronis serta kerusakan jaringan paru. Indonesia memiliki prevalensi merokok yang tinggi sehingga dampaknya terhadap fungsi paru menjadi isu kesehatan penting. Tinjauan ini dilakukan untuk merangkum bukti ilmiah mengenai hubungan kebiasaan merokok dan kapasitas vital paru berdasarkan penelitian terkini. Metode: Penelitian ini merupakan systematic literature review yang disusun berdasarkan prinsip PRISMA. Penelusuran dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, dan ResearchGate menggunakan kata kunci terkait perilaku merokok dan fungsi paru, dengan batasan publikasi tahun 2020–2025. Seleksi dilakukan melalui penyaringan judul, abstrak, dan evaluasi teks lengkap berdasarkan kriteria inklusi. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria untuk dianalisis. Pembahasan: Kajian literatur menunjukkan bahwa perilaku merokok berhubungan negatif dengan kapasitas fungsi paru. Intensitas dan durasi merokok yang meningkat berkontribusi terhadap penurunan nilai FVC, FEV?, dan rasio FEV?/FVC. Paparan asap rokok yang bersifat kronis menyebabkan inflamasi saluran napas, kerusakan jaringan elastis paru, serta gangguan pembersihan mukosilier sehingga menurunkan elastisitas dan kapasitas vital paru. Dampak penurunan fungsi paru dapat terjadi sejak usia muda dan bersifat progresif apabila kebiasaan merokok terus berlanjut. Simpulan: Merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan penurunan kapasitas vital paru. Semakin tinggi paparan asap rokok, semakin besar penurunan fungsi paru yang terjadi. Upaya pencegahan dan edukasi kesehatan mengenai bahaya merokok diperlukan sebagai langkah penting untuk menekan risiko gangguan respirasi pada masyarakat Kata Kunci: fungsi paru, kapasitas vital paru, merokok, respirasi, spirometri
Karakteristik Pasien Kanker Nasofaring di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2023-2024 Islami, Andi Rassya Daffa; Lusina, Septia Eva; Wibawa, Fatah Satya; Windarti, Indri
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1073

Abstract

Pendahuluan: Kanker Nasofaring (KNF) merupakan neoplasma yang umum di Asia Tenggara dan erat kaitannya dengan infeksi Epstein–Barr virus (EBV). Secara global terdapat sekitar 120.434 kasus, dengan Asia sebagai penyumbang terbesar mencapai 100.298 kasus. Variasi angka kejadian antarwilayah menunjukkan peran faktor lingkungan dan genetik dalam perkembangan penyakit ini. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional dan analisis univariat ini menggunakan metode total sampling dari 85 rekam medis pasien di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek yang terkonfirmasi histopatologi KNF, pada periode Januari 2023 hingga Desember 2024. Hasil: Hasil menunjukkan mayoritas pasien adalah usia dewasa (19–59 tahun) (84,7%) , berjenis kelamin laki-laki (69,2%), dan memiliki tipe histopatologi tidak berkeratin tidak berdiferensiasi (tipe IIb) paling dominan (77,6%). Pasien banyak terdiagnosis pada stadium lanjut, dengan persentase tertinggi pada stadium IVA (21,2%). Metastasis Kelenjar Getah Bening (KGB) tercatat pada 17,6% pasien. Pembahasan: Dominasi pasien laki-laki kemungkinan dipengaruhi faktor biologis, paparan lingkungan, dan kebiasaan hidup berisiko. Tipe histopatologi tidak berkeratin terutama yang tidak berdiferensiasi mencerminkan pola wilayah endemik Asia dan berkaitan dengan infeksi Epstein–Barr virus. Mayoritas kasus terdiagnosis pada stadium lanjut akibat gejala yang tidak spesifik. Simpulan: Pasien didominasi oleh laki-laki dewasa, dengan tipe karsinoma tidak berkeratin tidak berdiferensiasi tipe IIb, dan terdiagnosis pada stadium lanjut
Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Kedokteran Angkatan 2024 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Widjaja, Jovan; Jovan Widjaja, Jovan Widjaja; Berawi, Khairun Nisa; Prabowo, Arif Yudho; Lisiswanti, Rika
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1074

Abstract

Pendahuluan: Aktivitas fisik diketahui memengaruhi kualitas tidur melalui pengaturan ritme sirkadian. Mahasiswa kedokteran mengalami penurunan aktivitas fisik karena tingginya beban akademik. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada mahasiswa angkatan 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada 192 mahasiswa angkatan 2024, dengan 142 responden yang diperoleh melalui perhitungan Lemeshow, koreksi populasi, dan tambahan 10% dropout. Pengambilan data dilakukan pada September–November 2025. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF) dan kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dikumpulkan melalui kuesioner terstandar dan dianalisis secara univariat serta uji Chi-square dengan signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik sedang (46,5%). Kualitas tidur juga didominasi kategori baik, yaitu pada 52,1% responden. Analisis Chi-square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara aktivitas fisik dan kualitas tidur (p = 0,041). Pembahasan: Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang lebih tinggi cenderung diikuti kualitas tidur yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan mekanisme fisiologis dimana aktivitas fisik membantu regulasi ritme sirkadian dan hormon tubuh, sehingga mendukung tidur yang lebih optimal. Simpulan: Aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan kualitas tidur, di mana tingkat aktivitas yang lebih tinggi menyebabkan kualitas tidur yang lebih baik
Pengaruh Salep Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera lam) Terhadap Proses Penyembuhan Luka Sayat Secara Makroskopis pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Yonandes, Fiola; Waluyo Rudiyanto; Arif Yudho Prabowo; Soraya Rahmanisa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1079

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas salep ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera lam) dalam mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih, didasarkan pada potensi senyawa bioaktif tanaman tersebut. Metode: Tiga puluh ekor tikus jantan (Rattus norvegicus) dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif, kontrol positif (Povidone iodine 10%), serta perlakuan salep konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Parameter panjang dan durasi penutupan luka diamati secara makroskopis selama 14 hari. Hasil: Kelompok salep 2,5% menunjukkan penyembuhan tercepat dengan penutupan luka sempurna pada hari ke-14, melampaui efektivitas konsentrasi 5% dan kontrol positif. Sebaliknya, konsentrasi 10% justru memperlambat laju penyembuhan dibandingkan dosis yang lebih rendah. Pembahasan: Efektivitas pada konsentrasi rendah terjadi karena metabolit sekunder bekerja dalam batas fisiologis yang mendukung proliferasi. Sementara itu, konsentrasi tinggi menghambat regenerasi jaringan akibat potensi iritasi atau fenomena respons dosis terbalik (inverted dose-response). Simpulan: Salep ekstrak etanol daun kelor konsentrasi 2,5% terbukti sebagai formulasi paling efektif mempercepat penyembuhan luka sayat secara makroskopis.   Kata Kunci: Daun kelor, luka sayat, makroskopis, Moringa oleifera, salep.                           
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kekuatan Genggaman Otot Tangan Kanan Pada Mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2023 Muhammad Al Ikhsan; Anggi Setiorini; Muhammad Aditya; Khairun Nisa Berawi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1082

Abstract

Pendahuluan: Kekuatan otot tangan merupakan pemeriksaan paling akurat untuk menilai fungsi tangan.Kekuatan otot tangan menggambarkan kapasitas kerja otot pada tangan untuk aktivitas fisik yang menggunakan tangan.Besar kekuatan genggaman tangan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti hormon, usia, latihan fisik, serta status gizi khususnya IMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara IMT dengan kekuatan genggaman otot tangan kanan mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis analitik observasional dengan rancangan Cross-Sectional. Sampel penelitian adalah mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2023, diambil secara total sampling sebanyak 142 orang dengan minimal sampel yang harus diambil sebanyak 64 orang. Variabel bebas adalah IMT dan variabel terikat adalah kekuatan genggaman otot tangan. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan keduanya. Hasil: Rata-rata kekuatan genggaman tangan mahasiswi adalah 23,4 kg, dan rata-rata IMT adalah 18,68 pada 126 sampel yang telah didapat. Sebagian besar responden memiliki tingkat kekuatan genggaman tangan normal (76,2%) dan IMT berada dalam kategori normal (61,6%). Uji statistik Spearman mendapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,187 dan signifikansi (p) sebesar 0,037. Pembahasan: Nilai p = 0,037 menunjukkan hubungan yang signifikan, dengan nilai r = 0,187 menandakan hubungan positif yang lemah antara IMT dengan kekuatan genggaman otot tangan. Artinya, semakin tinggi IMT maka semakin kuat pula kekuatan genggaman otot tangan. Hubungan yang tidak selalu kuat ini disebabkan IMT tidak dapat membedakan antara massa otot dan massa lemak. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kekuatan genggaman otot tangan pada Mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2023.                         Kata Kunci: IMT, Kekuatan Genggaman Otot, Mahasiswi

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i Vol 11 No 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 1 Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025) Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025) Vol 11 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.2 (2025) Book of Abstrack RCIMS 2025 Vol 11 No 1 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.1 (2024) Vol 10 No 3 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 10.3 2024 Vol 10 No 2 (2024): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 2 Periode O Vol 10 No 1 (2023): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 1 Periode M Vol 9 No 3 (2022): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.3 Edisi Desember 202 Vol 8 No 3 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.3 Edisi September 20 Vol 9 No 2 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.2 Edisi Agustus - No Vol 9 No 1 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.1 Edisi Maret - Juli Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201 Vol 8 No 2 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.2 Edisi Maret - Agus Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia More Issue