cover
Contact Name
Norbertus Marcell Prayogi
Contact Email
editor.jimki.bapin@gmail.com
Phone
+6281372545321
Journal Mail Official
editor@jimki.bapin.or.id
Editorial Address
Jl. Dr. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
ISSN : 23026391     EISSN : 27211924     DOI : https://doi.org/10.53366/jimki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (JIMKI) adalah jurnal yang dikelola oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN). JIMKI berfokus menjadi wadah untuk publikasi penelitian mahasiswa kedokteran.
Articles 353 Documents
Perbandingan Uji Daya Hambat Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Ekstrak Buah Lada Hitam (Piper nigrum) terhadap Jamur Malassezia furfur in vitro Baradatu, Mirza Sultan; Soleha, Tri Umiana; Lusina, Septia Eva; Apriliana, Ety
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1089

Abstract

Pendahuluan: Infeksi Malassezia furfur yang umum di Indonesia memerlukan alternatif pengobatan alami karena efek samping dan kasus resistensi pengobatan antijamur. Penelitian ini bertujuan membandingkan potensi antijamur ekstrak etanol 96% biji kopi robusta (Coffea canephora) dan lada hitam (Piper nigrum) yang merupakan komoditas lokal Provinsi Lampung dalam menghambat pertumbuhan Malassezia furfur secara in vitro. Metode: Studi eksperimental Post-test Only Control Group Design ini menguji ekstrak hasil maserasi etanol 96% menggunakan metode difusi sumuran pada media SDA. Perlakuan meliputi lima konsentrasi (100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%), kontrol positif (Terbinafine), dan kontrol negatif (Akuades). Diameter zona hambat yang terbentuk diukur dan dianalisis secara statistik. Hasil: Ekstrak kopi robusta konsentrasi 100%; 50%; 25%; 12,5%; 6,25% menghasilkan zona hambat berturut-turut 13,39 mm; 11,25 mm; 5,72 mm; 1,99 mm dan 0 mm. Sedangkan ekstrak lada hitam menghasilkan 7,75 mm; 6,94 mm; 1,60 mm; dan 0 mm pada konsentrasi 12,5% dan 6,25%. Kontrol positif (Terbinafine) sebesar 23,32 mm dan kontrol negatif 0 mm. Pembahasan: Ekstrak kopi robusta lebih unggul karena kandungan asam klorogenat dan kafeinnya mampu melisiskan sel jamur Malassezia furfur dan berdifusi baik. Berbeda dengan lada hitam, senyawa piperin yang bersifat lipofilik memiliki keterbatasan difusi pada media uji, sehingga zona hambatnya terbatas. Simpulan: Ekstrak etanol 96% biji kopi robusta memiliki daya hambat yang lebih besar dan signifikan dibandingkan ekstrak buah lada hitam dalam menghambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur.
Hubungan Paparan Panas Lingkungan Kerja terhadap Tingkat Konsentrasi Pekerja di PT. X Adinur, Bima; Utama, Winda Trijayanthi; Irawati, Nur Ayu Virginia; Sutarto
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1099

Abstract

Pendahuluan: Aktivitas industri di wilayah tropis memiliki risiko paparan panas tinggi yang berpotensi meningkatkan suhu inti tubuh dan menurunkan kemampuan kognitif pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan panas lingkungan kerja dengan gangguan konsentrasi pada pekerja di PT X. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 70 pekerja yang dipilih melalui teknik total sampling. Variabel bebas berupa paparan panas diukur menggunakan indeks Wet Bulb Globe Temperature (WBGT), sedangkan gangguan konsentrasi diukur menggunakan Grid Concentration Test (GCT). Studi ini memberikan kontribusi signifikan dalam evaluasi risiko K3 pada lingkungan kerja panas. Hasil: Mayoritas pekerja (65,7%) terpapar panas melebihi Nilai Ambang Batas (>NAB) dan 42,8% mengalami gangguan konsentrasi kategori kurang hingga sangat kurang. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara paparan panas dengan gangguan konsentrasi (p=0,001), di mana paparan >NAB berkorelasi dengan konsentrasi yang lebih rendah. Pembahasan: Temuan ini sejalan dengan pustaka yang ada bahwa beban panas berlebih mengganggu mekanisme termoregulasi tubuh yang berdampak pada penurunan fokus dan fungsi kognitif tanpa memerlukan sitasi spesifik. Simpulan: Tekanan panas lingkungan merupakan faktor determinan yang berkorelasi signifikan dengan penurunan performa konsentrasi pekerja, sehingga diperlukan intervensi pengendalian iklim kerja dan manajemen waktu istirahat.
Breathwork sebagai Terapi Komplementer untuk Kecemasan dalam Konteks Wellness Tourism di Bali: Tinjauan Sistematis Ni Putu Ayu Daneswari Dewi; Putu Adi Suputra; Kadek Listia Prasetya Dewi; Dewa Ayu Aryantika Anggraeni; Ni Nyoman Ayu Trisna Anggarini; Nyoman Ratih Widya Sari
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.934

Abstract

Introduction: Anxiety is a natural response to stress which, when excessive, can lead to psychological disorders. Conventional therapies such as pharmacotherapy and psychotherapy have not fully addressed the complexity of anxiety symptoms, leading to the development of breathwork as a complementary therapy. This review aims to evaluate the effectiveness of breathwork in reducing anxiety and to explore its potential role in supporting the development of wellness tourism based on holistic health in Bali. Method: This systematic review was conducted following the PRISMA guidelines through literature searches in PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases. The included articles were original studies published between 2015 and 2025 that investigated the effectiveness of breathwork in reducing anxiety levels. Discussion: Based on the analysis of twelve selected articles, breathwork was found to be a significant complementary therapy for reducing anxiety. These findings also highlight its potential to be developed within the context of wellness tourism in Bali through the integration of breathwork practices as part of holistic health programs emphasizing mind–body balance. Conclusion: This review demonstrates that various forms of breathwork are consistently effective in reducing anxiety across different populations and hold potential for development within the framework of wellness tourism based on holistic health in Bali.
Yoga sebagai Terapi Komplementer dalam Manajemen ADHD: Tinjauan Literatur Ni Putu Nirmala Evelyn; Ni Nyoman Mestri Agustini; Ni Putu Kaori Prajaniti; Putu Rania Apta Savitri; Kadek Wanda Pratiwi Adibrata
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1022

Abstract

Introduction: Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) is the most common neurodevelopmental disorder in children, characterized by symptoms of inattention, hyperactivity and impulsive behaviour. Pharmacological therapy is often used as the primary intervention for ADHD, but it has limitations, particularly regarding side effects. Therefore, complementary approaches such as yoga are increasingly attracting research interest. This study aims to critically evaluate the effectiveness of yoga as a complementary therapy in the management of ADHD in children. Method: This study is a literature review. Article searches were conducted in the PubMed, Google Scholar, and ScienceDirect databases using the keywords “Yoga” AND “ADHD” OR “Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder” AND “Children” within year 2015–2025. Included articles were experimental studies involving participants aged 3–17 years who exhibited symptoms or had a diagnosis of ADHD. A total of nine articles met the inclusion criteria. Discussion: Yoga was found to have positive effects in reducing ADHD symptoms, such as improved attention, better emotional regulation, and reduced hyperactivity. Additionally, yoga is generally well-tolerated by children due to its minimal side effects. Conclusion: Yoga shows potential as a safe and effective complementary therapy for managing ADHD in children. However, its effectiveness may be influenced by various factors. Further research with stronger study designs and larger populations is needed to support these findings. Keywords: Yoga, ADHD, children, complementary therapy
Peran Asupan Antioksidan dalam Mencegah Stres Oksidatif pada Penderita Hipertensi Dio Pratama; Evi Kurniawaty; Septia Eva Lusina; Novita Carolia
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1035

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global utama dengan prevalensi tinggi di Indonesia mencapai 34,1% (Riskesdas, 2018). Salah satu mekanisme patogenetik penting dalam hipertensi adalah stres oksidatif, yaitu ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas (reactive oxygen species, ROS) dan kapasitas sistem antioksidan tubuh. Kondisi ini mengakibatkan disfungsi endotel, penurunan bioavailabilitas oksida nitrat (NO), serta peningkatan resistensi vaskular. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis terhadap publikasi ilmiah yang diperoleh dari basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Seleksi literatur mengikuti pedoman PRISMA dengan kriteria inklusi artikel peer-reviewed yang membahas hubungan antara antioksidan, stres oksidatif, dan tekanan darah. Pembahasan: Berbagai penelitian menunjukkan bahwa vitamin C, vitamin E, polifenol, flavonoid, dan koenzim Q10 berperan menetralisir ROS, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, CAT, GPx), serta memperbaiki fungsi endotel. Meta-analisis melaporkan penurunan tekanan darah sistolik rata-rata 3–5 mmHg pada individu dengan peningkatan asupan antioksidan baik melalui diet maupun suplemen. Mekanisme utama meliputi peningkatan aktivasi jalur Nrf2, penghambatan enzim NADPH oksidase, serta peningkatan ketersediaan NO. Pola makan berbasis whole food seperti diet DASH dan Mediterania menunjukkan efek yang lebih konsisten dibanding suplementasi tunggal. Simpulan: Asupan antioksidan yang adekuat berpotensi menurunkan stres oksidatif dan memperbaiki fungsi vaskular pada hipertensi. Pendekatan nonfarmakologis melalui pola makan kaya antioksidan dapat menjadi strategi efektif dan berbiaya rendah untuk pencegahan serta pengendalian hipertensi di populasi umum.
Maternal Factors Associated with Stunting in Children under Five in Asia: A Systematic Review I Gede Arya Satya Darma; I.P. Adi Wibowo; Komang Hendra Setiawan; Made Suadnyani Pasek
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1059

Abstract

Introduction: Multiple maternal factors influencing pregnancy, fetal development, and early childhood care collectively contribute to stunting, a major health concern among children under five across Asia. Variations in maternal nutritional status, reproductive health, hygienic practices, and access to health services underscore the need to identify the most consistent risk factors. Method: PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar were utilized to identify relevant literature. The inclusion criteria encompassed quantitative studies examining maternal factors associated with stunting among children under five in Asian countries. Eligible articles were those published between 2019 and 2024 and available in full text in English. Study selection followed the PRISMA flowchart, and quality assessment used the JBI Critical Appraisal Checklist. Discussion: A total fifteen studies were included and most studies used a cross-sectional design. Analysis identified twenty terms maternal determinants of stunting, including maternal age, educational level, nutritional, and employment status. Several behavioral factors such as handwashing practices, exposure to cigarette smoke, antenatal care compliance, and maternal disease history were also reported as significant although only in a limited number of studies. These factors influence stunting through biological, social, economic, and environmental pathways that affect child growth from pregnancy through early life. Conclusion: Maternal factors have an important role in stunting among children in Asia. The most consistent determinants are maternal age, maternal education, and maternal nutritional status. Strengthening nutrition programs, improving maternal health education, and enhancing access to maternal care services are essential to reduce stunting.
Comparison of Maternal Age Risk Factors forLow Birth Weight (LBW): A Literature Review Danuarta, Arif; Danu Arta, Gede Arif; Sri Wahyuni, Ni Putu Dewi; Pasek, Made Suadnyani
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1060

Abstract

Introduction: Low Birth Weight (LBW) remains a key indicator of perinatal healthand continues to be a significant concern due to its association with increasedneonatal morbidity and mortality. Differences in maternal age, particularlyadolescent and advanced maternal age groups, are believed to contribute to LBWthrough distinct biological and clinical mechanisms. This review aims to compareLBW risk across maternal age groups and to explore the underlying biologicalpathways and contributing factors.Method: Literature searches were conducted through Google Scholar, PubMed,and ScienceDirect using keyword combinations related to LBW and maternalage. Article selection followed inclusion criteria of publications within the last tenyears, written in English or Indonesian, and employing quantitative study designs.Eligible studies were analyzed descriptively using a PICO framework to compareLBW risk among different maternal age categories.Discussion: The review indicates that adolescents face a higher likelihood ofLBW due to biological immaturity, nutritional competition between maternal andfetal growth, and psychosocial factors that may impair pregnancy health. Incontrast, advanced maternal age is primarily associated with LBW throughincreased obstetric complications, such as hypertension and impaired placentalperfusion, which restrict fetal growth. Differences in findings across studies areinfluenced by variations in confounder control, suggesting that observed risksreflect not only age itself but also accompanying health conditions.Conclusion: Both younger and older maternal age groups contribute to LBWthrough differing mechanisms. Effective prevention requires antenatal carestrategies tailored to the specific risk profiles of each age group to reduce thelikelihood of LBW.
Resveratrol sebagai Agen Fitoterapi Dalam Perawatan Anti-Aging: Eksplorasi Bukti Klinis melalui Tinjauan Literatur Adibrata, Kadek Wanda Pratiwi; Permasutha, Made Bayu; Savitri, Putu Rania Apta; Evelyn, Ni Putu Nirmala; Prajaniti, Ni Putu Kaori
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1084

Abstract

Pendahuluan: Penuaan (aging) merupakan proses biologis kompleks dan multifaktorial yang progresif seiring bertambahnya usia. Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan fitoterapi semakin banyak dilirik sebagai strategi untuk memperlambat penuaan. Salah satu polifenol alami yang populer digunakan dalam terapi ini adalah Resveratrol (RES). Tinjauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas penggunaan RES sebagai intervensi fitoterapi dalam perawatan Anti-Aging (AA) Metode: Tinjauan literatur ini melibatkan enam artikel utama yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025. Penelurusan ditinjau dengan pendekatan PICOT, melibatkan basis data pada PubMed Central, ScienceDirect, dan Google Scholar yang diseleksi dengan metode PRISMA. Ditinjau menggunakan kriteria inklusi menggunakan RES sebagai fitoterapi utama, subjek manusia, dengan pengukuran perawatan AA. Pembahasan: RES menunjukkan peran penting dalam peningkatan fungsi mitokondria pada sel, efek aktif antioksidan serta, aktivitas anti-inflamasi. Efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh dosis, populasi target, serta durasi intervensi, dengan hasil paling konsisten pada perempuan pascamenopause dan individu dengan gangguan metabolik ringan hingga moderat. Secara umum aman dikonsumsi dan dapat dikombinasikan dengan antioksidan lain seperti vitamin C, untuk meningkatkan manfaat klinisnya. Simpulan: RES memiliki potensi kuat sebagai agen AA yang konsisten pada berbagai model klinis dan dapat dipertimbangkan sebagai kandidat fitoterapi yang menjanjikan dalam perawatan AA.
Efektivitas Praktik Yoga terhadap Regulasi Stres dan Kesehatan Mental: Tinjauan Literatur Naratif.  Effectiveness of Yoga Practice on Stress Regulation and Mental Health: A Narrative Literature Review Bintang Leonarda, Rosmaria; Widiastuti Giri, Made Kurnia; Jayanti. P, Ni Made Laksmi Devi; Negara, I Komang Aditya; Putri, Komang Della Pramita; Bagaskara, Afrizal
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1085

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental menjadi isu global yang kian mendesak seiring meningkatnya prevalensi gangguan seperti kecemasan dan depresi, yang diperburuk oleh stres kronis. Yoga, sebagai pendekatan holistik yang mengintegrasikan latihan fisik, pernapasan, dan meditasi, telah menarik perhatian sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengelola stres dan meningkatkan kesehatan mental. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas praktik yoga dalam regulasi stres dan kesehatan mental. Metode: tinjauan literatur naratif berbasis metode PRISMA. Dengan menganalisis 45 studi dari database seperti PubMed, Scopus, dan PsycINFO, tinjauan ini mengidentifikasi bahwa yoga, terutama Hatha dan Vinyasa, secara konsisten menunjukkan efek positif dalam mengurangi kadar kortisol, skor kecemasan (berdasarkan skala GAD-7), dan gejala depresi, serta meningkatkan kualitas hidup pada berbagai populasi, termasuk dewasa, remaja, dan pasien klinis Pembahasan: Mekanisme biologis seperti regulasi sistem saraf parasimpatis dan psikologis seperti peningkatan kesadaran diri (mindfulness) menjadi dasar efektivitas yoga. Namun, heterogenitas metodologi dan variasi durasi intervensi menjadi keterbatasan utama. Tinjauan ini menyoroti potensi yoga sebagai intervensi yang hemat biaya dan mudah diakses, dengan rekomendasi untuk penelitian masa depan yang lebih terkontrol dan inklusif terhadap populasi tertentu. Simpulan: Yoga adalah intervensi yang efektif untuk regulasi stres dan kesehatan mental, dengan bukti kuat pada penurunan kecemasan, depresi, dan kadar kortisol.                           
Hubungan Melukat dengan Terapi Hipertensi dalam Kerangka Wellness Tourism di Bali Wirasatya, Krisna Nugraha; Wirasatya, Komang
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1092

Abstract

Pendahuluan: Melukat merupakan ritual penyucian diri khas Bali yang semakin banyak dipraktikkan dalam konteks pariwisata kesehatan dan spiritual. Tradisi ini diyakini memberikan ketenangan psikologis, pengurangan stres, serta keseimbangan emosional bagi para peserta. Hipertensi sendiri berkaitan erat dengan stres kronis, sehingga intervensi berbasis relaksasi menjadi salah satu strategi non-farmakologis yang relevan. Wellness tourism di Bali menyediakan ruang untuk mengintegrasikan praktik budaya seperti melukat ke dalam program kesehatan holistik. Oleh karena itu, penting untuk meninjau potensi hubungan antara melukat dan manajemen hipertensi dalam kerangka wellness tourism. Metode: Tinjauan literatur dilakukan dengan menelusuri artikel antropologi, studi kualitatif, serta penelitian medis terkait stres, intervensi relaksasi, dan tekanan darah. Data dianalisis secara naratif digunakan untuk mengidentifikasi mekanisme relevan dan peluang integrasi dalam wellness tourism. Pembahasan: Temuan menunjukkan bahwa melukat berpotensi menurunkan stres melalui mekanisme psikologis, spiritual, dan aktivasi sistem saraf parasimpatis. Meskipun demikian, bukti klinis langsung terhadap penurunan tekanan darah masih terbatas dan memerlukan penelitian intervensional lebih lanjut. Simpulan: Melukat memiliki nilai potensial sebagai bagian dari terapi adjuvan hipertensi berbasis pendekatan holistik dan budaya. Integrasinya dalam wellness tourism Bali menjanjikan, tetapi membutuhkan validasi ilmiah agar dapat diterapkan secara aman dan terstandar. Kata Kunci: Melukat, hipertensi, stres, relaksasi, wellness tourism

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i Vol 11 No 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 1 Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025) Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025) Vol 11 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.2 (2025) Book of Abstrack RCIMS 2025 Vol 11 No 1 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.1 (2024) Vol 10 No 3 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 10.3 2024 Vol 10 No 2 (2024): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 2 Periode O Vol 10 No 1 (2023): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 1 Periode M Vol 9 No 3 (2022): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.3 Edisi Desember 202 Vol 8 No 3 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.3 Edisi September 20 Vol 9 No 2 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.2 Edisi Agustus - No Vol 9 No 1 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.1 Edisi Maret - Juli Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201 Vol 8 No 2 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.2 Edisi Maret - Agus Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia More Issue