cover
Contact Name
M Mahbubi
Contact Email
doel_gemmek@yahoo.com
Phone
+628563063077
Journal Mail Official
jurnalalmustofa@gmail.com
Editorial Address
Komplek Bamala Regency Jln KH Abdurrahman Wahid 314 Sidomukti Kraksaan Probolinggo Jawa Timur 67282
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research Service
ISSN : -     EISSN : 30900247     DOI : -
Focus of ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research discusses on Islamic education, Islamic studies and information about the results of scientific studies for academics and practitioners in the field of Islamic education both theory and practice, researches of Islamic Education include: the development of instruments in evaluation of Islamic Education, development of instructional Islamic Education media, Islamic Education learning model development, and action research. ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research. The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of education, psychology, anthropology, sociology and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. it also covers various issues on the Islamic studies within such number of fields as Islamic thought, Islamic law, political Islam, and Islamic economics from social and cultural perspectives.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 142 Documents
PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGATASI KRISIS MORAL GENERASI Z DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENE (AI) Aprilia Kartika Muhtar; Reva Dwi Ariendra; Fella Sufah Qotrunnadya; Muhlisin Muhlisin; Abul Mafaakhir
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan Generasi Z, khususnya dalam perilaku moral dan pembentukan karakter mereka. Paparan teknologi digital yang tidak terbatas meningkatkan risiko degradasi moral, seperti melemahnya kontrol diri, pergeseran nilai-nilai, serta munculnya perilaku negatif di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam menghadapi krisis moral yang dialami oleh Generasi Z di era AI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan (library research) untuk mengkaji pengaruh AI terhadap perilaku moral Generasi Z, tantangan yang dihadapi Pendidikan Agama Islam, serta strategi penguatan nilai-nilai moral berbasis ajaran Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI tidak hanya berkontribusi terhadap penurunan nilai-nilai moral di kalangan generasi muda, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif apabila dimanfaatkan secara etis dan terarah. Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter Qur’ani dengan memperkuat nilai-nilai tauhid, akhlak, adab, literasi digital, serta etika dalam penggunaan teknologi. Melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta integrasi teknologi yang selaras dengan prinsip-prinsip Islam, pendidikan Islam dapat menjadi solusi komprehensif dalam membangun ketahanan moral Generasi Z di era digital dan Artificial Intelligence (AI).
CULTURE OF RAISING HANDS AS A GESTURE OF GREETING IN SABAH IN THE PERSPECTIVE OF THE VERSES OF THE QUR'AN GATHERING Muhammad Fawwaz Faishal; Muhammad Hafizi Zul Arif; Mohd Firdaus Bin Madaim; Mohd Nazri Johari; Edi Hermanto
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the culture of raising one's hand as a greeting in Sabah society through the perspective of verses in the Qur'an that discuss gatherings (jamaah) and social interaction. This qualitative study uses the method of analyzing the content of the Qur'an and interviews with religious leaders and local communities in Sabah. The results of the study found that this practice is in line with general principles in the Qur'an such as respect (ihsan), maintaining relationships, and manners in meetings that emphasize compassion and politeness. Although not stated explicitly, this culture reflects universal Islamic values that support local traditions that do not conflict with Sharia law. The study concluded that the practice of raising the hand as a greeting in Sabah is a positive cultural manifestation that can be harmonized with Islamic teachings, while also strengthening community identity and unity. This investigation provides an integrative perspective between religious texts and local cultural practices.
BUDAYA MENUNDUKKAN BADAN DALAM MASYARAKAT MELAYU RIAU PERSPEKTIF ETIKA SOSIAL AL-QUR’AN Nahdatul Fitri; Syifa suhanura; Yulan permata; Edi Hermanto
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya menundukkan badan saat melintas di hadapan orang lain merupakan salah satu ekspresi etika sosial yang hidup dalam masyarakat melayu Riau. Praktik ini tidak sekedar gerak tubuh simbolik, melainkan bentuk komunikasi nonverbal yang merepresentasikan nilai kesantunan, penghormatan, kerendahan hati, dan kesadaran posisi sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna budaya menundukkan badan dalam perspektif etika sosial Al-Quran serta menelaah relevansinya dalam dinamika sosial masyarakat melayu Riau kontemporer, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka(Library research ) melalui analisis tafsir tematik (Maudhu'i) terhadap ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan etika sosial, yaitu Surah Al-Baqarah ayat 83, Ali Imran ayat 159, Thaha ayat 44, Al-Isra' ayat 23 , serta Surah An-Nisa ayat 36 dan 38. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya menundukkan badan merupakan artikulasi lokal dari nilai- nilai Qur'ani seperti ihsan, kelembutan, kasih sayang, dan keadilan sosial.Gestur ini mencerminkan konsep kerendahan diri yang bersifat etis dan spritual, bukan subordinasi struktural. Namun, modernisasi dan globalisasi menyebabkan terjadinya pergeseran makna di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan Living Al-Qur'an untuk merekontekstualisasi budaya lokal sebagai medium internalisasi nilai Al-Qur'an agar tetap relevan dan bermakna dalam kehidupan sosial modern. 
MODEL MANAJEMEN PERUBAHAN DAN LITERASI DIGITAL ADAPTIF PADA GURU PAI TK DI KABUPATEN BANDUNG Ripan Maulana; Irawan
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model Manajemen Perubahan dan Literasi Digital Adaptif bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Taman Kanak-Kanak (TK) di Kabupaten Bandung dalam rangka mendukung visi Masyarakat BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera). Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kesiapan literasi digital guru PAI serta kebutuhan akan pendekatan transformasi berbasis nilai dan komunitas.Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis, dengan desain studi kasus pada Forum Komunikasi Guru PAI (FKGPAI) TK Kabupaten Bandung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, kuesioner, observasi, dan analisis dokumen terhadap 30 guru aktif FKGPAI-TK. Analisis dilakukan dengan model Miles, Huberman, & Saldaña (2014) melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta validasi melalui triangulasi sumber dan teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa FKGPAI-TK berhasil mengimplementasikan manajemen perubahan berbasis komunitas yang mengikuti delapan tahap model Kotter (1996), membangun integrasi teknologi, pedagogik, konten, dan nilai religius melalui TPACK-R (Religious Technological Pedagogical Content Knowledge), serta memperkuat etika digital berdasarkan prinsip Digital Citizenship (Ribble, 2015). Ketiganya berkontribusi membentuk budaya kolaboratif, inovatif, dan berakhlakul karimah di kalangan guru PAI TK.Penelitian ini menghasilkan model konseptual Manajemen Perubahan Adaptif Berbasis Komunitas (MPLDA), yang mengintegrasikan perubahan struktural, pedagogik, dan etis-spiritual untuk mendukung visi BEDAS. Model ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital pendidikan Islam memerlukan sinergi antara manajemen perubahan yang bernilai, literasi digital yang reflektif, dan kepemimpinan spiritual yang kolaboratif.
REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGIS PENDIDIKAN ISLAM: Maqāṣid Al-Sharīʿah Dari Era Profetik Hingga Utsmaniyah Hadiyanto; Acep Heris Hermawan
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi perjalanan epistemologis dan transformasi struktural pendidikan Islam dari masa Nabi Muhammad ﷺ hingga era Kekhilafahan Utsmani. Di tengah krisis identitas dan dualisme pendidikan modern, pemahaman terhadap evolusi historis menjadi krusial untuk menemukan kembali ruh integrasi ilmu. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode studi pustaka, penelitian ini dianalisis melalui pisau bedah Prophetic–Civilizational Educational Framework (PCEF) dan metodologi Maqāṣid al-Sharīʿah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam mengalami evolusi dari model pedagogi tazkiyah yang berpusat pada wahyu di masa profetik, menuju institusionalisasi ilmu pada masa Khulafāʾ al-Rāsyidīn, hingga mencapai puncak kosmopolitanisme intelektual pada era Abbasiyah melalui sintesis antara naql (teks) dan ‘aql (konteks). Namun, pada masa Utsmani, upaya modernisasi melalui birokratisasi memunculkan paradoks dualisme pendidikan yang memisahkan tradisi dan sains. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi pendidikan Islam kontemporer memerlukan integrasi epistemologis yang memosisikan wahyu sebagai pemandu rasionalitas guna mewujudkan kemaslahatan (maṣlaḥah) yang holistik. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya dekonstruksi kurikulum dikotomis menuju model pendidikan yang integratif-profetik.  
STUDY OF ASBAB AN NUZUL:THE URGENCY OF KNOWING ASBAB AN NUZUL IN THE INTERPRETATION OF THE QUR'AN Erik Lis Setiawan; Bidayatul Hubbil Iffah
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discuss about Asbab an nuzul or the reasons for the revelation of verses from the Qur'an as one discipline important in the science of interpretation. The purpose main study This is to understand definition , history , types , and urgency learn Asbab an nuzul in an attempt reveal the meaning contained in the Qur'an comprehensively . Method used nature qualitatively using​ approach descriptive analytical through study literature classic and contemporary . The results of this study show that knowledge about Asbab an nuzul own very important role in understanding context historical revelation of verses , avoiding error interpretation , as well as clarify the laws and wisdom contained in revelation . Apart from that , understanding Asbab an Nuzul help connect meaning  text with reality social and cultural at the time the Qur'an was revealed, so produce greater understanding​ complete and relevant to life contemporary Muslims .​ Thus , study​ about Asbab an nuzul not only important for interpreters , but also for all over Muslims who want to delve into message divine in more in-depth and contextually.
TEOLOGI KEBANGSAAN KH. BAIDLOWI LASEM: PENGABDIAN TANPA MAHKOTA DALAM PERJUANGAN NUSA DAN BANGSA Moh Sugihariyadi
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis pemikiran teologi kebangsaan KH. Baidlowi Lasem, seorang tokoh ulama yang memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. KH. Baidlowi dikenal dengan konsep “berjuang tanpa mahkota” yang mencerminkan pengabdiannya tanpa mengharapkan penghargaan atau posisi duniawi, melainkan semata-mata untuk kemaslahatan bangsa dan negara. Melalui kajian ini, penulis mengeksplorasi tiga konsep utama pemikiran beliau, yaitu khidmah untuk nusa dan bangsa, kepemimpinan Islam yang sah, dan relevansi ajaran huwa waliyyul amri adh dhururi bishy syaukah dalam konteks perjuangan kemerdekaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, menganalisis karya-karya dan ajaran KH. Baidlowi dalam kontribusinya terhadap pembentukan teologi kebangsaan Indonesia. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran KH. Baidlowi Lasem sangat relevan dalam membangun nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam, serta memberikan kontribusi besar terhadap penguatan identitas bangsa dan kepemimpinan yang berkeadilan. Artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan kontribusi beliau dalam konteks Indonesia modern dan menyarankan penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Islam Inklusif dalam Perspektif Gus Dur: Telaah Pemikiran Islam Kontemporer Andi Wulan Purnama; Bintang Indriyana Bahrian; Jazilurrahman
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas gagasan Islam inklusif menurut Abdurrahman Wahid yang kerap disapa Gus Dur, seorang tokoh penting dalam pemikiran Islam kontemporer Indonesia. Tujuan kajian ini adalah menjelaskan konsep Islam inklusif, latar belakang kehidupan dan pemikiran Gus Dur, pandangannya tentang Islam inklusif, serta relevansinya dalam kehidupan masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif, berdasarkan karya-karya Gus Dur dan berbagai sumber tertulis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam inklusif menurut Gus Dur menekankan nilai kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, toleransi, dan sikap menghargai perbedaan. Pemikiran ini dipengaruhi oleh latar belakang pesantren, pemahaman Islam klasik, serta pengalaman sosial Gus Dur dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. Gus Dur menolak sikap keagamaan yang tertutup dan penerapan agama yang kaku karena dapat menimbulkan diskriminasi dan konflik. Dalam konteks saat ini, pemikiran Islam inklusif Gus Dur masih sangat relevan untuk menghadapi masalah radikalisme, intoleransi, dan krisis kemanusiaan. Artikel ini menegaskan bahwa gagasan Gus Dur penting dalam membangun Islam yang moderat, ramah, dan beradab.
FILSAFAT ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN: PERJALANAN SEJARAH DAN PENGARUHNYA DALAM PERADABAN GLOBAL Sofi Inayatur Robbainah; Fatimatul Munawaroh; Ainur Rofiq
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam dunia Islam merupakan fase krusial yang tidak hanya membentuk fondasi peradaban Muslim, tetapi juga menjadi jembatan bagi Renaisans di Eropa. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri lintasan sejarah intelektual Islam, mulai dari gerakan penerjemahan besar-besaran pada masa Dinasti Abbasiyah hingga mencapai puncak keemasan (The Golden Age). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) serta analisis historis-filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara wahyu dan akal, yang dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Ibnu Rusyd, berhasil menciptakan sintesis ilmu pengetahuan yang mencakup kedokteran, astronomi, matematika, dan metafisika. Institusi seperti Bayt al-Hikmah memainkan peran sentral sebagai pusat transmisi pengetahuan global. Temuan ini menegaskan bahwa sains dalam Islam tidak berdiri sendiri, melainkan berakar pada semangat tauhid yang mendorong pencarian kebenaran. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa kemunduran intelektualitas Islam di masa kemudian bukan disebabkan oleh ajaran agama, melainkan oleh faktor politik-stuktural dan pergeseran paradigma pendidikan. Rekonstruksi sejarah ini penting sebagai refleksi untuk membangkitkan kembali etos keilmuan di era kontemporer
TEORI BELAJAR DALAM PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN (LEARNING THEORY IN EDUCATIONAL PSYCHOLOGY AND ITS IMPLICATIONS FOR LEARNING) Andi Wulan Purnama; Dwi Cahyo Utomo Cahyo; Ahmad Wahdi Wahdi; Badrul Mudarris
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psikologi pendidikan adalah bidang ilmu yang mempelajari proses belajar peserta didik dan faktor-faktor yang memengaruhi pembelajaran dalam konteks pendidikan. Kajian ini bertujuan untuk mengulas landasan konseptual psikologi pendidikan, teori-teori belajar utama, serta implikasinya terhadap proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah, termasuk buku dan artikel jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa psikologi pendidikan memiliki peran krusial dalam membantu pendidik memahami karakteristik peserta didik, merancang pembelajaran yang efektif, serta melakukan evaluasi secara menyeluruh. Teori-teori belajar yang dibahas, seperti teori behavioristik, kognitif, konstruktivistik, dan humanistik, masing-masing menawarkan pendekatan yang berbeda dalam pembelajaran, dengan implikasi yang beragam terhadap strategi pengajaran. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk memahami dan mengintegrasikan berbagai teori ini agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan individu peserta didik. Kajian ini menekankan bahwa pemahaman yang mendalam tentang teori belajar akan memungkinkan pendidik untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan responsif terhadap dinamika peserta didik.