cover
Contact Name
M Mahbubi
Contact Email
doel_gemmek@yahoo.com
Phone
+628563063077
Journal Mail Official
jurnalalmustofa@gmail.com
Editorial Address
Komplek Bamala Regency Jln KH Abdurrahman Wahid 314 Sidomukti Kraksaan Probolinggo Jawa Timur 67282
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research Service
ISSN : -     EISSN : 30900247     DOI : -
Focus of ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research discusses on Islamic education, Islamic studies and information about the results of scientific studies for academics and practitioners in the field of Islamic education both theory and practice, researches of Islamic Education include: the development of instruments in evaluation of Islamic Education, development of instructional Islamic Education media, Islamic Education learning model development, and action research. ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research. The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of education, psychology, anthropology, sociology and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. it also covers various issues on the Islamic studies within such number of fields as Islamic thought, Islamic law, political Islam, and Islamic economics from social and cultural perspectives.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 142 Documents
Menjawab Tantangan Society 5.0 : Relevansi Pendekatan Mahmud Ismail Shini dalam Pembelajaran Bahasa Arab Kontekstual dan Komunikatif Nur Astilah Astin; Haniah; Amrah Kasim
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era Society 5.0 menuntut pembelajaran bahasa Arab yang kontekstual, komunikatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Mahmud Ismail Shini dalam kitab Al-‘Arabiyyah li an-Nāsyi’īn serta relevansinya dalam menjawab tantangan pembelajaran bahasa Arab di era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research) bersifat deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Mahmud Ismail Shini menempatkan bahasa Arab sebagai sarana komunikasi bermakna melalui penyusunan materi bertahap, integrasi empat keterampilan berbahasa, dan penggunaan konteks kehidupan sehari-hari. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan bahwa pemikiran Mahmud Ismail Shini dapat dijadikan fondasi konseptual dalam pembelajaran bahasa Arab kontekstual dan komunikatif yang adaptif terhadap tuntutan Society 5.0 melalui integrasi teknologi pembelajaran secara humanistik. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan pembelajaran bahasa Arab perlu diarahkan pada penguatan kompetensi komunikatif peserta didik, peningkatan keterlibatan aktif dalam proses belajar, serta perancangan pembelajaran yang relevan secara sosial dan pedagogis dalam kerangka kurikulum kontemporer.
Implementasi Inquiry Learning dalam Penguatan Pendidikan Karakter Siswa melalui Pendekatan Social Cognitive Psychology Muhammad Zaynul; Moch. Firman Dhani; Anggilika Rahmatullah; Badrul Mudarris
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter menjadi fokus utama kebijakan pendidikan abad ke-21 karena perannya dalam membentuk perilaku sosial dan kompetensi moral peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Inquiry Learning dalam penguatan pendidikan karakter siswa melalui pendekatan Social Cognitive Psychology. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan prinsip grounded research. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, angket terbuka, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, display data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inquiry Learning memperkuat pendidikan karakter melalui keteladanan perilaku positif, interaksi sosial dan kerja sama, serta pembentukan self-efficacy siswa. Keteladanan guru dan teman sebaya berfungsi sebagai model perilaku, interaksi sosial memperkuat nilai toleransi dan tanggung jawab, sementara pengalaman keberhasilan inquiry meningkatkan kepercayaan diri siswa. Temuan ini menegaskan bahwa Inquiry Learning berperan sebagai sarana pembentukan karakter melalui proses belajar sosial yang reflektif dan kontekstual
KEAJAIBAN BULAN DALAM PANDANGAN AL-QUR’AN DAN ASTRONOMI MODERN Falka Mirza Maulana ARIS BUDIANTO; Faisal Abdullah
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Moon is the closest celestial body to Earth and plays a significant role in both cosmic systems and human life. In the Qur’an, the Moon is described as one of God’s signs that reflects the order and precision of the universe. This study aims to examine the Qur’anic depiction of the Moon and analyze its relevance to modern astronomical findings. The research employs a qualitative method using a library research approach by analyzing Qur’anic verses related to the Moon, classical and contemporary Qur’anic commentaries, and modern astronomical literature. The findings indicate that the Qur’an’s description of the Moon’s reflected light, phases (manāzil al-qamar), orbital motion, and function as a timekeeper aligns with modern scientific explanations. Furthermore, modern astronomy reveals the Moon’s crucial role in maintaining Earth’s rotational stability, axial tilt, and tidal phenomena. This study concludes that although the Qur’an is not an astronomy textbook, it presents a coherent cosmic framework that corresponds with scientific realities and supports constructive dialogue between revelation and science.  
The Concept of ‘Uzlah (Self-Isolation) from a Hadith Perspective: An Analysis of Hadith Narrated by Muslim No. 1888. Muhammad Royyan Faqih Azhary
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concept of uzlah (self-isolation) in Islam is often understood dichotomously, either as a praiseworthy spiritual practice or as a neglect of social responsibility. This study aims to analyze the hadith of uzlah narrated by Imam Muslim (no. 1888) comprehensively through a tahlili (analytical) approach, examining the validity of the sanad (chain of narration), the content of the matan (text), and its implications in the contemporary context. Using a descriptive-analytical library research method, this study traces the chain of transmission (sanad), evaluates the credibility of narrators through jarh wa ta'dil procedures, and analyzes the meaning of the text (matan) along with its contextualization. The results show that the sanad of the uzlah hadith is connected (muttaṣil) and authentic (ṣaḥīḥ), with all narrators considered credible. The analysis of the matan reveals that uzlah in Islam is contextual and not absolute. This practice becomes prohibited if it leads to the neglect of family obligations, abandonment of amar ma'ruf nahi munkar (enjoining good and forbidding evil), or mere escape from responsibility. Conversely, uzlah is prescribed in environments characterized by systemic immorality, for temporary spiritual recovery, or in the context of scholarly or educational retreats (khalwat ilmiyah). This study concludes that the hadith of uzlah aligns with maqāṣid al-sharīʿah (the objectives of Islamic law), particularly the principle of ḥifẓ al-dīn (preservation of faith) in emergency situations, and offers a balanced framework for understanding between individual spiritual needs and social responsibilities.
KRISIS ADAB DI ERA DIGITAL: TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER Veny Eka Yogawati ivansyah
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi, interaksi sosial, dan proses pembelajaran di dunia pendidikan tinggi. Di satu sisi, era digital memberikan kemudahan akses informasi dan memperluas ruang belajar, namun di sisi lain juga memunculkan persoalan serius berupa krisis adab di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena krisis adab di era digital serta menganalisis tantangan pendidikan Islam kontemporer dalam membentuk karakter mahasiswa, dengan studi kasus mahasiswa Universitas Nurul Jadid (UNUJA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah buku, artikel jurnal, dan karya ilmiah yang relevan dengan pendidikan Islam dan adab. Data pendukung diperoleh melalui wawancara terbatas dengan beberapa mahasiswa UNUJA. Hasil kajian menunjukkan bahwa krisis adab ditandai oleh menurunnya etika komunikasi akademik, melemahnya sikap hormat kepada dosen, serta meningkatnya perilaku pragmatis dan instan dalam menuntut ilmu. Oleh karena itu, diperlukan revitalisasi pendidikan Islam yang menempatkan adab sebagai inti proses pendidikan melalui integrasi nilai akhlak, keteladanan pendidik, dan pemanfaatan teknologi digital secara bijak.
Seni Kaligrafi Sebagai Alternatif Pengenalan Al-Qur’an Dan Peningkatan Prestasi Bagi Remaja di Tanjungpinang Dian Rahmawati Liyana; Nur Fazlina Nazla; Nur Liyana
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas seni kaligrafi sebagai alternatif dalam pengenalan Al-Qur’an serta upaya peningkatan prestasi remaja di Kota Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis isi, wawancara, dan observasi. Subjek penelitian meliputi remaja Kota Tanjungpinang, khususnya yang tergabung dalam Semsmart Rumah Kreatif, serta para pengajar kelas kaligrafi. Adapun objek penelitian adalah pengaruh seni kaligrafi terhadap pengenalan Al-Qur’an dan peningkatan prestasi remaja di Kota Tanjungpinang, terutama di Semsmart Rumah Kreatif. Wawancara dilakukan dengan direktur Semsmart Rumah Kreatif, pengajar, dan anggota, sedangkan observasi dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap proses pembelajaran kaligrafi serta pencatatan aktivitas di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni kaligrafi memberikan pengaruh positif terhadap pengenalan Al-Qur’an bagi remaja, khususnya mereka yang tergabung dalam Semsmart Rumah Kreatif, karena seni kaligrafi berkaitan erat dengan pembelajaran penulisan Al-Qur’an yang baik dan benar. Selain itu, seni kaligrafi juga berpengaruh signifikan dalam meningkatkan prestasi remaja di Kota Tanjungpinang, terutama bagi mereka yang memiliki bakat dan minat di bidang kaligrafi.
RESONANSI STUDENT-CENTERED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA MPAI UNUJA muhammad ivansyah; Anggilika Rahmatullah; abdur rosid; Veny Eka Yogawati; Dea Ayu Rozikin; Nur Aisyah
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut penguasaan  keterampilan berpikir tingkat tinggi, khususnya kemampuan berpikir kritis, sebagai kompetensi penting dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan arus informasi yang semakin kompleks. Salah satu pendekatan pembelajaran yang relevan untuk menjawab tuntutan tersebut adalah StudentCentered Learning (SCL), yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Artikel ini  bertujuan untuk mengkaji secara konseptual dan empiris hasil penelitian terdahulu mengenai resonansi penerapan StudentCentered Learning terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan artikel jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, serta laporan penelitian yang relevan dan dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui reduksi data dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Student-Centered Learning berkontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis, terutama pada aspek analisis, evaluasi, inferensi, dan regulasi diri. Oleh karena itu, Student-Centered Learning dapat dipandang sebagai pendekatan pembelajaran yang strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Fenomena Inkar Sunnah: Studi Historis Dan Sosiologis Andi Nanda Anisa; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena inkar Sunnah merupakan salah satu persoalan serius dalam sejarah intelektual Islam. Paham ini muncul sejak masa sahabat dengan indikasi penolakan terhadap hadis, kemudian berkembang menjadi gerakan yang lebih terstruktur pada masa klasik hingga memperoleh bentuk baru pada era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena inkar Sunnah melalui dua perspektif, yaitu historis dan sosiologis. Pendekatan historis digunakan untuk menelusuri kronologi kemunculan dan perkembangan kelompok-kelompok penolak Sunnah, sedangkan pendekatan sosiologis digunakan untuk menganalisis faktor sosial, politik, dan intelektual yang melatarbelakangi serta dampak yang ditimbulkannya terhadap praktik keagamaan umat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan Sunnah lahir dalam berbagai corak, mulai dari menolak seluruh hadis, menerima hanya yang sesuai dengan al-Qur’an, hingga menolak hadis ahad. Dalam perjalanan sejarah, kelompok-kelompok seperti Khawarij, Mu‘tazilah, Syiah, Qur’āniyyah, bahkan gerakan modernis tertentu, tercatat pernah memiliki sikap penginkaran Sunnah dalam tingkat yang berbeda. Dari sisi sosiologis, fenomena ini berdampak pada kerancuan ibadah, hilangnya rincian hukum syariat, melemahnya otoritas ulama, serta munculnya fragmentasi sosial keagamaan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman yang utuh tentang posisi Sunnah dalam Islam agar umat dapat menjaga kemurnian ajaran dan keutuhan praksis keberagamaan.
ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI SUNNAH-HADIS: SEBUAH TELAAH KRITIS Annisa Lutfiyah; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menelaah konsep sunnah–hadis melalui tiga lensa utama filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Dari sisi ontologis, kajian ini membahas hakikat dan status keberadaan hadis sebagai sumber ajaran Islam yang tidak hanya dipahami sebagai teks keagamaan, tetapi juga sebagai realitas sosial yang hidup dan dinamis dalam sejarah umat. Secara epistemologis, penelitian ini mengkaji metode, standar, dan validitas pengetahuan hadis dengan menelusuri kekuatan sistem isnād klasik serta menilai relevansinya melalui pendekatan kontemporer seperti historiografi, analisis jaringan periwayat (isnād network analysis), dan pembacaan maqāṣidīyah. Sementara itu, dari aspek aksiologi, pembahasan diarahkan pada nilai, tujuan, dan fungsi etis-sosial hadis dalam kehidupan modern, dengan penekanan pada perlunya reorientasi pemahaman hadis yang selaras dengan maqāṣid al-syarīʿah. Hasil telaah menunjukkan bahwa hadis merupakan entitas multi-dimensional yang mengandung dimensi teks, praksis, dan konteks historis. Epistemologi tradisional ilmu hadis terbukti memiliki sistem verifikasi yang kokoh, namun memerlukan pelengkap berupa kritik historis dan analisis kontekstual agar tetap relevan dalam studi modern. Secara aksiologis, hadis memiliki potensi transformatif yang besar ketika dimaknai secara dinamis untuk menjawab tantangan etis, sosial, dan intelektual umat Islam kontemporer. Dengan demikian, artikel ini menawarkan sintesis metodologis antara tradisi keilmuan klasik dan pendekatan ilmiah modern dalam upaya memperkuat basis epistemologis serta memperluas horizon aksiologis studi hadis.
ILMU HADIS DALAM PERSPEKTIF ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI Salwah Suherman; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menelaah Ilmu Hadis melalui tiga dimensi utama dalam filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi, untuk menghadirkan pemahaman yang komprehensif tentang hakikat, sumber pengetahuan, serta nilai fungsional ilmu hadis dalam kehidupan umat Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan eksistensi hadis sebagai objek kajian (ontologis), proses perolehan pengetahuan hadis secara ilmiah (epistemologis), serta peran dan manfaatnya dalam kehidupan sosial umat (aksiologis). Metode yang digunakan ialah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, melalui telaah terhadap literatur klasik dan modern mengenai ilmu hadis serta filsafat ilmu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis, hadis memiliki posisi fundamental sebagai sumber ajaran Islam yang autentik dan bersumber dari Nabi Muhammad SAW. Secara epistemologis, validitas hadis dijaga melalui system periwayatan dan kritik sanad-matan yang ketat dan rasional. Sedangkan secara aksiologis, hadis tidak hanya menjadi sumber hukum, tetapi juga berperan dalam pembinaan moral, dan spiritual umat Islam. Jadi, integrasi antara ketiga dimensi tersebut menjadikan Ilmu Hadis sebagai disiplin ilmu yang tidak hanya menjaga keautentikan wahyu, tetapi juga relevan dan adaptif terhadap tantangan zaman modern, sekaligus memperkuat posisi ilmu hadis sebagai sistem pengetahuan yang ilmiah, reflektif, dan bernilai praksis.