cover
Contact Name
Abdul Wahid
Contact Email
aufklarungetdc22@gmail.com
Phone
+6285395517466
Journal Mail Official
aufklarungetdc22@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bumi 18 Blok A 15 No. 1 Bumi Permata Hijau RT. 006/RW. 003 Kel. Gunung Sari Kecamatan Rappocini, Kota Makassar SULAWESI SELATAN, INDONESIA
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
ISSN : 28087674     EISSN : 28087100     DOI : -
Core Subject : Education,
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya is published by Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia). AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya is published 6 (six) times a year in November (October-November edition), January (December-January edition), March (february-march edition), May (april-may edition), July (June-Juli edition), and September (Agustus-September edition) , contains articles/articles of thought and research written by experts, scientists, practitioners, and reviewers/reviewers on research results, conceptual ideas, study and application of theory, literature review, and book reviews.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 140 Documents
MEMBACA TANDA DAN IDEOLOGI DALAM IKLAN DAN POSTER MULTIKONTEKS: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES TERHADAP REPRESENTASI SOSIAL DI MEDIA DIGITAL: READING SIGNS AND IDEOLOGY IN MULTICONTEXT ADVERTISEMENTS AND POSTERS: ROLAND BARTHES' SEMIOTIC ANALYSIS OF SOCIAL REPRESENTATION IN DIGITAL MEDIA Atikah Nurul Asdah
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 6 (2025): AGUSTUS-SEPTEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v4i6.3978

Abstract

Penelitian ini mengungkap struktur makna dan ideologi yang tersembunyi dalam representasi visual iklan digital melalui analisis semiotika Roland Barthes. Fokus penelitian diarahkan pada tiga iklan digital, yaitu Wardah Sunscreen, Teh Pucuk Harum, dan Sunsilk Black Shine, yang merepresentasikan beragam konteks budaya dan gaya hidup masyarakat urban Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan model analisis semiotik Roland Barthes yang membedah tiga lapisan makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh melalui dokumentasi dan observasi terhadap elemen visual dan linguistik iklan digital, kemudian dianalisis secara interpretatif untuk mengidentifikasi makna literal, emosional, dan ideologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lapisan denotatif, iklan menampilkan produk secara informatif dengan citra visual yang menarik; pada lapisan konotatif, elemen warna, teks, dan ekspresi membangun asosiasi emosional seperti kepercayaan, kealamian, dan keanggunan; sedangkan pada lapisan mitos, ditemukan ideologi dominan seperti kecantikan religius, kealamian sebagai simbol kesehatan, dan pemberdayaan feminin yang dilegitimasi oleh konsumsi. Penelitian ini menegaskan bahwa iklan digital menyampaikan pesan komersial dan menjadi media reproduksi nilai sosial dan ideologi kapitalistik yang dinaturalisasi melalui sistem tanda. Temuan ini memperluas penerapan teori Barthes ke ranah digital dengan mengungkap karakter interideologis iklan modern yang memadukan dimensi religius, ilmiah, ekologis, dan feminis dalam satu konstruksi makna visual.
REPRESENTASI POLA FRASA BAHASA ANAK DALAM BUKU SERI MEMBACA B-1 MELALUI ANALISIS LINGUISTIK TERHADAP MATERI LITERASI: REPRESENTATION OF CHILDREN'S LANGUAGE PHRASE PATTERNS IN THE B-1 READING BOOK SERIES THROUGH LINGUISTIC ANALYSIS OF LITERACY MATERIALS Shafariana; Amir, Johar; Wijayanti, Tuti
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 1 (2025): OKTOBER-NOVEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i1.3983

Abstract

Isu ketepatan kebahasaan dalam buku bacaan anak masih menjadi perhatian penting dalam kajian linguistik terapan dan pendidikan bahasa. Buku seri membaca awal berperan strategis dalam membentuk kemampuan berbahasa dan berpikir anak, tetapi sebagian besar buku anak di Indonesia masih lebih menonjolkan aspek visual dan moral daripada struktur linguistic yang sesuai dengan tahap perkembangan bahasa anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasti pola frasa bahasa anak dalam Bku Seri Membaca B-1 serta mengungkap karakteristik linguistic yang mendukung keterpahaman dan pemerolehan bahasa pada tahap literasi awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis linguistik deskriptif. Data berupa frasa-frasa dalam empat judul buku dianalisis menggunakan metode distribusional dan padan intralingual untuk mengidentifikasi bentuk, fungsi, dan kecenderungan linguistiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapa lima jenis frasa utama, yaitu frasa nominal, frasa verbal, ffrasa adjektival, frasa preposisional, dan frasa adverbial dengan dominasi frasa nominal dan frasa verbal mencapao 69%. Pola frasa sederhana dan berulang mencerminkan karakteristik bahasa anak yang konkret dan komunikatif serta mendukung perkembangan kesadaran sintaksis (syntactic awareness). Temuan ini memperkenalkan konsep literasi structural anakk, yaitu kemampuan memahami hubungan sintaksis sederhana melalui paparan frasa yang sesuai dengan tahap kognitif anak. Dengan demikian, Buku Seri Membaca B-1 tidak hanya berfungsi sebagai bahan literasi awal, tetapi juga sebagai instrument linguistik yang mendukung pemerolehan bahasa Indonesia secara fungsional dan sistematis.
NARASI EKOLOGIS DALAM SASTRA ANAK: KAJIAN EKOKRITIK BUKU EKOSISTEM DI LERENG GUNUNG AGUNG KARYA KETUT SUPARJANA : ECOLOGICAL NARRATIVES IN CHILDREN'S LITERATURE: AN ECOCRITICAL STUDY OF THE BOOK ECOSYSTEM ON THE SLOPES OF MOUNT AGUNG BY KETUT SUPARJANA Sholihah, Anisa'u Fitriyatus; Asih, Sri Nuri
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 1 (2025): OKTOBER-NOVEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i1.4089

Abstract

Isu lingkungan hidup semakin mendapat perhatian dalam berbagai bidang, termasuk dalam dunia sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) representasi alam sebagai subjek hidup, (2) nilai lokal dan ekospiritualitas, serta (3) tanggung jawab dan empati ekologis dalam buku anak Ekosistem di Lereng Gunung Agung karya Ketut Suprajana menggunakan teori ekokritik Buell dan Scott Slovic. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alam direpresentasikan sebagai entitas yang hidup dan memiliki hubungan timbal balik dengan manusia. Alam tidak hanya menjadi latar peristiwa, tetapi hadir sebagai subjek yang aktif dan berperan dalam membentuk kesadaran ekologis tokoh-tokohnya. Nilai lokal dan ekospiritualitas tercermin melalui kearifan masyarakat desa di lereng Gunung Agung yang menjaga keseimbangan alam lewat awig-awig adat dan ritual penghormatan terhadap sumber kehidupan. Sementara itu, tanggung jawab dan empati ekologis tergambar dari tindakan tokoh anak-anak yang belajar memahami pentingnya merawat lingkungan melalui pengalaman langsung bersama alam. Penelitian ini menegaskan bahwa Ekosistem di Lereng Gunung Agung tidak hanya menyampaikan pesan moral tentang pelestarian lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran ekospiritual yang berakar pada budaya lokal. Dalam konteks pembelajaran anak, karya ini memiliki relevansi penting sebagai bahan ajar sastra yang memadukan aspek kognitif (pengetahuan tentang alam), afektif (rasa cinta dan empati terhadap alam), dan moral (tanggung jawab menjaga lingkungan). Dengan demikian, sastra anak berperan sebagai ruang pembentukan karakter ekologis yang menumbuhkan generasi beretika lingkungan.
ANALISIS PENDEKATAN STRUKTURAL DAN SOSIOLOGIS CERPEN “LAUT MOGOK” KARYA OKA RUSMINI: STRUCTURAL AND SOCIOLOGICAL APPROACH ANALYSIS OF THE SHORT STORY "LAUT SAMOGOK" BY OKA RUSMINI Khairunnisa, Riska; Dahayu Amanda, Vonny
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 1 (2025): OKTOBER-NOVEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i1.4246

Abstract

Penelitian ini menganalisis cerpen "Laut Mogok" karya Oka Rusmini dengan pendekatan struktural dan sosiologis. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap bagaimana unsur-unsur intrinsik membangun makna cerita dan bagaimana cerita ini merefleksikan realitas sosial masyarakat kontemporer. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini dibangun melalui struktur naratif yang koheren di mana tema protes ekologis dikembangkan melalui penokohan simbolis, alur progresif, dan latar yang multidimensional. Dari perspektif sosiologis, cerpen ini mengkritik kapitalisme konsumeristik, kegagalan birokrasi, dan ketimpangan ekologis dalam masyarakat modern. Simpulan penelitian menegaskan bahwa "Laut Mogok" merupakan karya sastra yang efektif menyampaikan kritik sosial-ekologis melalui integrasi elemen struktural dan dimensi sosiologis.
ANALISIS KALIMAT MINOR PADA KOLOM KOMENTAR PODCAST DEDY CORBUZIER: ANALYSIS OF MINOR SENTENCES IN DEDDY CORBUZIER'S PODCAST COMMENTS COLUMN Nugroho Kukuh Wibowo; Astri Widyaruli; Agus Milu Susetyo
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 1 (2025): OKTOBER-NOVEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i1.4248

Abstract

Sebuah penelitian tidak terlepas dari masalah yang ingin dicari jawabannya. Permasalahan yang muncul dari latar belakang adalah bagaimana keragaman jenis dan struktur kalimat minor pada kolom komentar podcast Dedy Corbuzier? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang bagaimana keragaman jenis dan struktur kalimat minor pada kolom komentar podcast Dedy Corbuzier. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa kalimat minor berstruktur dan tak berstruktur. Sumber data dari channel youtube podcast Dedy Corbuzier. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan cara: (1) Teknik sadap, (2) Teknik simak bebas libat cakap, (3) Teknik catat. Alat utama untuk mengumpulkan data adalah tabel dan peneliti sebagai instrumen utamanya. Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik analisis data yang meliputi: (1) Teknik Pilah Unsur Penentu (PUP), (2) Teknik Hubung Banding Memperbedakan (HBB), (3) Teknik Hubung Banding Menyamakan Hal Pokok (HBSP). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis kalimat minor banyak terdapat dalam kolom komentar di Channel YouTube Podcast Dedy Corbuzier. Jenis-jenis kalimat minor yang ditemukan oleh peneliti yaitu kalimat minor tak berstruktur dan kalimat minor berstruktur. Kalimat minor tak berstruktur yang ditemukan oleh peneliti sebanyak empat jenis yaitu kalimat minor panggilan, kalimat minor seru, kalimat minor judul, dan kalimat minor semboyan. Sedangkan kalimat minor berstruktur yang ditemukan sebanyak tiga jenis yaitu kalimat minor elips, kalimat minor urutan, dan kalimat minor marginal. Seluruh kalimat minor yang ditemukan oleh peneliti berdasarkan dengan apa yang dituliskan oleh warganet dalam kolom komentar di Channel YouTube Podcast Dedy Corbuzier. Pada proses penelitian, peneliti juga menemukan struktur kalimat minor yang meliputi (S) subjek, (P) predikat, (O) objek, (Pel) pelengkap, dan (Ket) keterangan. Di dalam kalimat minor tak berstruktur peneliti menemukan tiga unsur yaitu (S) subjek, (P) predikat, dan (O) objek, yang mana unsur tersebut tidak dapat menjadi kalimat berstruktur karena di dalam kalimat tersebut hanya terdiri dari salah satu unsurnya saja. Sedangkan di dalam kalimat minor berstruktur peneliti menemukan enam unsur yaitu (S-P), (S-P-O), (S-P-Pel), (S-P-Ket), (S-P-O-Pel), dan (S-P-O-Ket), yang mana unsur tersebut dapat dikategorikan sebagai kalimat yang memiliki struktur yang lengkap karena sudah memenuhi syarat kalimat yang memilki unsur (S) subjek, dan (P) predikat. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa tidak selamanya kalimat minor hanya terdiri dari satu unsur saja. Namun kalimat minor juga dapat memilki unsur yang lengkap berdasarkan dengan struktur kalimatnya. Ternyata kolom komentar yang biasanya kita baca atau kita lihat begitu saja tentang komentar warganet, banyak sekali ilmu yang bermanfaat untuk menambah wawasan serta dapat menjadi sarana untuk mengembangkan dan memberikan sumbangsih bagi dunia pendidikan.
KRETEK SEBAGAI SIMBOL BUDAYA MASYARAKAT JAWA DALAM NOVEL GADIS KRETEK KARYA RATIH KUMALA: Kretek Cigarettes as a Symbol of Javanese Culture In the Novel "Gadis Kretek" by Ratih Kumala Nuri, Sri Nuri Asih; Hasbi, Nur
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 1 (2025): OKTOBER-NOVEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i1.4334

Abstract

Kretek merupakan warisan budaya tak bendawi yang telah mengakar dan menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap simbol-simbol budaya yang direpresentasikan kretek dengan pendekatan semiotika Rolland Barthes dalam Novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala. Data dalam penelitian ini berupa paparan kata dan kalimat, dalam bentuk dialog, monolog, dan narasi yang menceriminkan kretek sebagai simbol budaya masyarakat Jawa yang berhubungan dengan sistem mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, sistem religi dan sistem pengetahuan. Data diambil dengan menandai dan mentranskrip bagian-bagian yang mengandung empat unsur tersebut. Sumber data dalam penelitian ini, yakni novel dengan judul Gadis Kretek karya Ratih Kumala yang diterbitkan pada tahun 2019 di Jakarta oleh penerbit PT Gramedia. Novel Gadis Kretek telah mengalami beberapa kali cetak ulang, dan yang digunakan oleh peneliti merupakan cetakan keempat dengan jumlah halaman 275 lembar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kretek merupakan simbol kesejahterraan ekonomi masyarakat Jawa; (2) kretek merupakan simbol pengetahuan masyarakat Jawa; dan (3) kretek merupakan simbol tradisi masyarakat Jawa.
TREN GAYA BAHASA GENERASI Z ABAD 21: 21st CENTURY GENERATION Z LANGUAGE STYLE TRENDS Nurrahma; Laeli Qadrianti; Mirna; Nur Alim Nur; Wana Zulfiani
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 1 (2025): OKTOBER-NOVEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i1.4335

Abstract

Gaya Bahasa Generasi Z Tren Baru dalam Komunikasi Remaja Abad 21 Pendahuluan Generasi Z, atau yang juga dikenal sebagai I Generation, adalah generasi yang lahir pada rentang tahun 1997 hingga 2012. Adapun pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif seperti wawancara mendalam, FGD, dan analisis wacana sangat efektif untuk menggali makna di balik penggunaan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa generasi Z mencerminkan adaptasi mereka terhadap perkembangan teknologi serta pergeseran budaya komunikasi di abad 21. Singkatan dan Akronim Salah satu ciri khas gaya bahasa generasi Z adalah penggunaan singkatan dan akronim yang semakin populer. Penggunaan singkatan ini memungkinkan mereka berkomunikasi secara lebih efisien, terutama dalam konteks pesan teks dan media sosial yang menuntut keringkasan. Bahasa Gaul dan Slang Generasi Z juga dikenal dengan penggunaan bahasa gaul dan slang yang khas. Mereka sering mengadopsi istilah-istilah baru yang muncul di media sosial atau dalam budaya pop. Dampak Teknologi Perkembangan teknologi digital dan media sosial memiliki pengaruh besar terhadap gaya bahasa generasi Z. Mereka terbiasa dengan komunikasi yang cepat, singkat, dan tidak formal, sesuai dengan karakteristik platform-platform digital yang mereka gunakan sehari-hari. Hal ini dapat berdampak pada kemampuan berbahasa formal dan penguasaan tata bahasa yang lebih tradisional. Kesimpulan Gaya bahasa generasi Z mencerminkan adaptasi mereka terhadap perkembangan teknologi dan budaya komunikasi di abad 21.
PENGGUNAAN RAGAM BAHASA GAUL PADA REMAJA MAKASSAR DI MEDIA SOSIAL LIVE TIKTOK: THE USE OF VARIETY OF SLANK BY MAKASSAR TEENS ON LIVE SOCIAL MEDIA TIKTOK Apyunita, Devi
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 1 (2025): OKTOBER-NOVEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i1.4338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan ungkapan bahasa gaul yang digunakan oleh remaja Makassar di media sosial TikTok sebagai bentuk kreativitas linguistik dalam komunikasi digital. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya penggunaan ragam bahasa gaul di kalangan remaja yang menunjukkan adanya dinamika kebahasaan dalam ruang media sosial. Penelitian ini secara khusus menelaah bentuk, fungsi, dan makna sosial yang terkandung dalam penggunaan ungkapan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana, sementara data diperoleh dari video, kolom komentar, dan interaksi pengguna live TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul mengindikasikan adanya proses pemendekan kata, pembentukan identitas kelompok, serta ekspresi emosional yang khas dalam komunitas remaja. Ungkapan tersebut juga berfungsi sebagai strategi komunikasi untuk menandai kedekatan sosial, merespons pengalaman percintaan, dan memperkuat solidaritas antarpengguna. Selain itu, temuan ini mengungkap adanya pergeseran gaya berbahasa dari bentuk formal menuju bentuk yang lebih ekspresif dan personal, sesuai dengan karakteristik komunikasi digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian sosiolinguistik, terutama terkait dinamika bahasa gaul di kalangan remaja pengguna media sosial.
ANALISIS MULTIMODALITAS TERHADAP IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI INSTAGRAM: STOP JUDI ONLINE SEBELUM MENYESAL: MULTIMODALITY ANALYSIS OF PUBLIC SERVICE ADVERTISING ON INSTAGRAM: STOP ONLINE GAMBLING BEFORE YOU REGRET IT Apyunita, Devi
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 1 (2025): OKTOBER-NOVEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i1.4363

Abstract

Penelitian ini mengkaji multimodalitas dalam iklan layanan masyarakat di Instagram dengan menelaah interaksi unsur linguistik, visual, spasial, dan semiotik dalam membangun pesan persuasif. Dengan desain deskriptif kualitatif dan pendekatan semiotika multimodal, penelitian difokuskan pada iklan “STOP Judi Online Sebelum Menyesal.” Data diperoleh melalui dokumentasi dan tangkapan layar, kemudian dianalisis menggunakan kerangka multimodal Kress & van Leeuwen, Anstey & Bull, serta Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modalitas linguistik, visual, gestural, dan spasial bekerja secara terintegrasi membangun narasi tentang dampak psikologis dan konsekuensi hukum dari judi online. Framing visual, komposisi spasial, serta representasi simbolik memperkuat efek persuasif iklan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi kajian multimodalitas dalam komunikasi publik digital dan rekomendasi praktis dalam perancangan kampanye sosial.
REINTERPRETASI I LA GALIGO UNTUK GENERASI Z: STUDI PENDAHULUAN PENGEMBANGAN WEBTOON SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SASTRA KLASIK BUGIS: REINTERPRETATION OF I LA GALIGO FOR GENERATION Z: A PRELIMINARY STUDY OF WEBTOON DEVELOPMENT AS A LEARNING MEDIA FOR CLASSICAL BUGIS LITERATURE Ade Yustina
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 1 (2025): OKTOBER-NOVEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i1.4376

Abstract

Penelitian ini merupakan studi pendahuluan yang bertujuan memetakan kebutuhan, permasalahan, serta peluang pengembangan media pembelajaran berbasis webtoon untuk mengajarkan sastra Bugis klasik, khususnya I La Galigo, kepada siswa SMA. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara guru Bahasa Indonesia, angket siswa, serta telaah dokumen kurikulum dan materi ajar yang digunakan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sastra klasik masih menghadapi kendala signifikan, antara lain kompleksitas bahasa, rendahnya minat baca siswa, keterbatasan sumber adaptasi I La Galigo yang relevan bagi peserta didik, serta dominannya metode ceramah dan media konvensional. Data angket juga mengungkapkan bahwa siswa generasi Z memiliki preferensi kuat terhadap media visual digital, termasuk komik daring atau webtoon, karena dianggap lebih mudah dipahami, lebih menarik, dan membantu visualisasi alur serta tokoh dalam teks klasik. Guru pun menyatakan kebutuhan akan media yang mampu menyederhanakan narasi I La Galigo tanpa menghilangkan nilai budaya yang dikandungnya. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan media pembelajaran berbasis webtoon sebagai alternatif modern yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus berkontribusi pada pelestarian sastra Bugis klasik. Studi pendahuluan ini menjadi dasar empiris dan teoretis untuk tahap perancangan media pada penelitian selanjutnya.