cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalinsancendekia.icme@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 Candimulyo Jombang, East Java, Indonesia
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL INSAN CENDEKIA
ISSN : 24430854     EISSN : 25798812     DOI : https://doi.org/10.35874/jic.v12i1
Core Subject : Health,
jurnal insan cendekia berisi tentang karya ilmiah tentang bidang kesehatan umum yaitu keperawatan , teknik labolatorium, kebidanan dan lain lain
Articles 219 Documents
Pendidikan Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Kemampuan Praktik Remaja Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri Naimah Naimah; Mukhoirotin Mukhoirotin
Jurnal Insan Cendekia Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v8i2.924

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Prevalensi kanker payudara di dunia cukup tinggi dan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, kurangnya pengetahuan dan pemahaman remaja tentang cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) juga merupakan salah satu faktor penyebab peningkatan jumlah penderita kanker payudara. Oleh karena itu, SADARI sangat penting dilakukan pada remaja sebagai upaya deteksi dini kanker payudara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap dan kemampuan praktik remaja tentang SADARI. Metode: Desain Penelitian menggunakan quasy-exsperiment dengan Pretest-Postest Control Group Design. Populasi penelitian adalah semua sisiwi SMA Darul Ulum 1 dengan sampel sejumlah 60 responden yang diambil menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Data dianalisis menggunakan wilcoxon dan mann whitney dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap dan kemampuan praktik remaja tentang SADARI dengan nilai p=0.000 (p<α), ada perbedaan pengaruh pendidikan kesehatan metode demonstrasi dan media audio visual terhadap pengetahuan, sikap dan kemampuan praktik remaja tentang SADARI pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan nilai p=0.001 (p<α). Kesimpulan: Pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi dan media audiovisual efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan kemampuan praktik remaja tentang SADARI sehingga dapat digunakan sebagai media alternatif dalam memberikan pendidikan kesehatan. ABSTRACT Background: The prevalence of breast cancer in the world is quite high and increases with age. In addition, the lack of knowledge and understanding of adolescents about breast self-examination (BSE) is also a contributing factor to the increasing number of breast cancer sufferers. Therefore, BSE is very important for adolescents to detect breast cancer early. Objective: This study aims to determine the effect of health education on the knowledge, attitudes, and practical abilities of adolescents about BSE. Methods: The research design used a quasi-experiment with a pretest-posttest control group design. The study population was all female students of SMA Darul Ulum 1 with a sample of 60 respondents who were taken using the Stratified Random Sampling technique. Data were analyzed using Wilcoxon and Mann-Whitney with a significance level of α ≤ 0.05. Results: The results showed that there was an effect of health education demonstration methods and audio-visual media on knowledge, attitudes, and practice abilities of adolescents about BSE with a value of p = 0.000 (p<α). There were differences in the effect of health education demonstration methods and audio-visual media on the knowledge, attitudes, and practical abilities of adolescents about BSE in the treatment group and the control group with a value of p = 0.001 (p<α). Conclusion: Health education with demonstration method and audiovisual media is effective in increasing the knowledge, attitudes, and practical abilities of adolescents about BSE so that it can be used as an alternative medium in providing health education.
Dukungan Kesehatan Jiwa Psikososial Dewasa Sehat Dalam Menurunkan Kecemasan Dan Pencegahan Depresi Di Bojonegoro Titik Nuryanti; Evi Muslima I.P; Wiwik Utami
Jurnal Insan Cendekia Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v8i2.925

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Masa pandemic covid19 adalah masa dimana terdapat penyebaran virus covid19 pada beberapa Negara di tahun 2019. Hal ini dapat memberikan dampak kesehatan baik fisiologis maupusn psikologis pada masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah kecemasan. Pada salah satu survey ketahanan keluarga dimasa pandemic dilakukan oleh IPB sebanyak 66% perempuan menunjukkan gangguan psikologis diantaranya kecemasan bahkan depresi. Kecemasan ini dapat diatasi dengan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial dari keluarga dan teman-teman. DKJP mengintegrasikan pendekatan biologis, psikologis, dan sosiokultural di bidang kesehatan, sosial, pendidikan dan komunitas, serta untuk menekankan perlunya pendekatan-pendekatan yang beragam dan saling melengkapi dari berbagai profesi dalam memberikan dukungan yang sesuai.Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh dari DKJP dalam menurunkan tingkat kecemasan dan pencegahan depresi pada dewasa sehat Metode : Desain penelitian menggunakan jenis quasy eksperimental, dengan populasi 402 anak usia sekolah dengan sampel 40 responden kelompok intervensi dan 40 responden untuk kelompok kontrol. Teknik pengumpulan sampel menggunakan simple random sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan chek list, sedangkan uji statistik yang digunakan adalah uji mann whitney dan uji wilcoxon. Hasil : Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan kecemasan dan depresi. Kesimpulan : Dukungan Kesehatan Jiwa Psikososial mampu mencegah depresi dan menurunkan kecemasan pada orang dewasa. DKJP terdiri dari peningkatan imunitas dan pencegahan masalah Kesehatan jiwa dan psikososial peningkatan imunitas dapat diperoleh dari fisik maupun jiwa psikososial sedangkan untuk pencegahan jiwa psikososial dapat berupa pencegahan penularan dan lainnya. ABSTRACT Introduction: The covid19 pandemic period is a period where there is a spread of the covid19 virus in several countries in 2019. This has a physiological and psychological health impact on the people of Indonesia. One of them is anxiety. In the pandemic survey conducted by IPB, as many as 66% of women showed psychological disorders including anxiety and even depression. Anxiety can be managed with mental health and psychosocial support from family and friends. DKJP integrates biological, psychological, and sociocultural approaches in the fields of health, social, education, and community, in suppressing diverse and complementary approaches from various professions in providing appropriate support. Objective: The study aims to explain the effect of DKJP in reducing anxiety levels and preventing depression in healthy adults. Method: The study design used quasi-experimental, with a population of 402 school-age children with a sample of 40 respondents intervention group and control group. The sample collection technique used simple random sampling, data collection use a questionnaire and a checklist, while the statistical test used is the Mann Whitney test and the Wilcoxon test. Results: Mental Health and Psychosocial Support have a significant effect on changes in anxiety and depression. Conclusion: Psychosocial Mental Health Support can prevent depression and reduce anxiety in adults. DKJP consists of increasing immunity and preventing mental health psychosocial problems. Increasing immunity can be obtained from the physical and psychosocial aspects, while the prevention of psychosocial mental health is in the form of prevention of transmission and others.
Perilaku Masyarakat terhadap Gerakan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak) sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendlian Covid-19 di Desa Moyag Kecamatan Kotamobagu Timur Darmin Darmin; Moh. Rizki Fauzan; Muhammad Ichsan Hadiansyah
Jurnal Insan Cendekia Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v8i2.929

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: COVID-19 suatu penyakit akibat Corona virus baru yang dapat menyebabkan gejala ringan seperti pilek, sakit tenggorokan, demam, dan batuk. Mengantisipasi peningkatan penyebaran dan jumlah infeksi, masyarakat dihimbau untuk melakukan pola hidup sehat sesuai protokol kesehatan semasa pandemi Corona virus. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku masarakat terhadap gerakan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak) dalam pencegahan dan pengendalian covid-19 di desa Moyag kecamatan Kotamobagu Timur. Metode: Populasi penelitian ini merupakan masyarakat di desa Moyag yang berjumlah sebanyak 763 KK terbagi dalam 9 dusun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik systematic random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini setelah menggunakan rumus slovin diperoleh sebanyak 88 sampel dan dibulatkan menjadi 100 sampel Populasi penelitian ini merupakan masyarakat di desa Moyag yang berjumlah sebanyak 763 KK terbagi dalam 9 dusun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik systematic random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini setelah menggunakan rumus slovin diperoleh sebanyak 88 sampel dan dibulatkan menjadi 100 sampel. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh responden yang menerapkan protokol kesehatan 3M hanya 54%, responden yang memakai masker hanya 48%, reponden yang mencuci tangan hanya 37%, dan responden yang menjaga jarak ditempat umum hanya 35%. Kesimpulan: prilaku masyarakat di desa Moyag secara umum menunjukkan bahwa masyarakat belum menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Bahkan sebagian besar masyarakat tidak melakukan protokol kesehatan untuk menjaga jarak atau social distancing. ABSTRACT Introduction: COVID-19 is a disease caused by a new Coronavirus that can cause mild symptoms such as runny nose, sore throat, fever, and cough. Anticipating an increase in the spread and number of infections, the public is encouraged to adopt a healthy lifestyle according to health protocols during the Coronavirus pandemic. Objective: The purpose of this study was to determine the behavior of the community towards the 3M movement in the prevention and control of covid-19 in Moyag village, East Kotamobagu sub-district. Methods: The population of this study is the community in Moyag village which operates 763 families divided into 9 hamlets. The sampling technique in this study used a systematic random sampling technique. The number of samples in this study after using the slovin formula was obtained as many as 88 samples and rounded up to 100 samples. The population of this study was the community in Moyag village which collected 763 families divided into 9 hamlets. The sampling technique in this study used a systematic random sampling technique. The number of samples in this study after using the Slovin formula obtained as many as 88 samples and rounded up to 100 samples. Results: Based on the results of the study, only 54% of respondents applied the 3M health protocol, only 48% of respondents wore masks, only 37% of respondents washed their hands, and only 35% of respondents kept their distance. Conclusion: community behavior in Moyag village in general shows that the community has not implemented health protocols properly. In fact, most people do not follow health protocols to maintain social distance
Kemampuan Keluarga Merawat Anak yang Telah Mengalami Pelecehan Seksual (Post Sexual Abuse) Iva Milia Hani Rahmawati; Inayatur Rosyidah
Jurnal Insan Cendekia Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v8i2.931

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kejadian pelecehan seksual sulit dideteksi. Pelecehan seksual ini oleh korban dan keluarga masih dirahasiakan karena dianggap sebagai aib keluarga. Selain malu keluarga juga tidak mengetahui bagaimana cara merawat anak yang telah mengalami pelecehan seksual. Kejadian pelecehan seksual paling banyak terjadi pada anak-anak dan remaja sebagai korban atau yang sering disebut Child sexual abuse. Tujuan : Tujuan Penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan keluarga merawat anak yang telah mengalami pelecehan seksual (post sexual abuse) di Wilayah Kerja Women Crisis Center (WCC) Jombang. Metode : Desain penelitian Deskriptif Analitik, yaitu suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul. Populasi adalah keluarga yang mempunyai anak yang telah mengalami pelecehan seksual sejumlah 133 orang, sampel sejumlah 100 orang dengan teknik simple random sampling. alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Pengelolahan data dengan cara editing, coding, scoring, tabulating, dan analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil : kemampuan keluarga merawat anak yang telah mengalami pelecehan seksual (post sexual abuse) di Wilayah Kerja Women’s Crisis Center Jombang adalah kurang. Kesimpulan : kemampuan keluarga merawat anak yang telah mengalami pelecehan seksual adalah kurang. ABSTRACT Introduction: Incidents of sexual harassment are difficult to detect. This sexual harassment by the victim and family is still kept secret because it is considered a family disgrace. Apart from being embarrassed, the family also doesn't know how to take care of a child who has been sexually abused. Most cases of sexual harassment occur in children and adolescents as victims or what is often called Child sexual abuse. Objective: The aim of the study was to describe the ability of families to care for children who have experienced post-sexual abuse in the Jombang Women Crisis Center (WCC) Work Area. Method: Analytical Descriptive research design, which is a method that serves to describe or provide an overview of the object under study through data or samples that have been collected. The population is families who have children who have experienced sexual harassment as many as 133 people, a sample of 100 people with a simple random sampling technique. the measuring instrument used is a questionnaire. Data processing by editing, coding, scoring, tabulating, and data analysis using the Wilcoxon Test. Results: the ability of families to care for children who have experienced post-sexual abuse in the Jombang Women's Crisis Center Working Area is less. Conclusion: the ability of families to care for children who have experienced sexual abuse is less.
Hubungan Pengetahuan tentang Covid-19 dengan Perilaku Pencegahan Covid-19 pada Pedagang Pasar Tradisional Enny Puspita; Sylvie Puspita
Jurnal Insan Cendekia Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v8i2.932

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: perilaku pedagang pasar tradisonal yang belum menggunakan masker secara konsisten dan sulitnya menjaga jarak menyebabkan angka penularan Covid-19 dipasar menjadi salah satu tempat yang rawan dalam penularan Covid-19 hal ini. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku pencegahan Covid-19. Metode : desain penelitian ini menggunakan anaitik corelasinoal, populasi 313 pedagang pasar tradisonal ploso, sampel 50 pedagang pasar tradisonal Ploso dengan teknik pengambilan sampel acidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisoner pengetahuan dan ceklist perilaku pencegahan Covid-19. Uji statististik yang digunakan menggunakan chi square Hasil : pengetahuan pedagang pasar setengahnya kategori cukup 25 (50%) dan untuk perilaku sebagian besar kategori baik 32 pedagang (64%). hasil uji chi square didapatkan nilai p = 0.000. Kesimpulan: ada hubungan antara pengetahuan hubungan pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku pencegahan Covid-19. Perlu adanya sosialisai yang masif guna merubah perilaku pedagang yang masih belum mematui protokol kesehatan. ABSTRACT Introduction: the behavior of traditional market traders who have not used masks consistently and the difficulty of maintaining a distance has caused the number of Covid-19 transmissions to cause the market to become a place that is prone to Covid-19 transmission. Objective: This study aims to analyze the relationship between knowledge about Covid-19 and Covid-19 prevention behavior. Methods: the design of this research is using correlational analytic, a population of 313Plosotraditional market traders, a sample of 50Plosotraditional market traders with an accidental sampling technique. The instruments used are a knowledge questionnaire and a checklist of COVID-19 prevention behavior. The statistical test used was chi-square. Results: half of the market traders' knowledge was insufficient category 25 (50%) and for the behavior of most of the good category 32 traders (64%). Based on the results of the chi-square test, the p-value = 0.000. Conclusion: a relationship between knowledge of the relationship between knowledge about Covid-19 and COVID-19 prevention behavior. Massive socialization is needed to change the behavior of traders who still do not comply with health protocols
Faktor Sikap Ibu terhadap Kelengkapan Imunisasi Lanjutan pada Anak Harnanik Nawangsari; Dwi Anik Karya Setiarini
Jurnal Insan Cendekia Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v8i2.933

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Imunisasi merupakan salah satu cara bagi orang tua untuk memantau tumbuh kembang anaknya. Imunisasi terhadap penyakit menular dan gangguan yang dapat menyebabkan kecacatan atau kematian adalah cara untuk mengembangkan kekebalan.Tujuan : untuk mengetahui faktor sikap ibu pada kelengkapan imunisasi lanjutan pada anak. Metode : Penelitian ini menggunakan analisis korelasional cross-sectional. Sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dengan diperoleh 58 sampel. Data dikumpulkan dengan menggunakan buku KIA dan kuesioner, dengan analisis statistik menggunakan uji Rank Spearman. Hasil : Penelitian menemukan bahwa sebagian besar responden (72,4%) telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap, dan sebagian besar responden (56,9%) memiliki sikap yang baik terhadap imunisasi. Hasil uji Rank Spearman menghasilkan nilai p = 0,000 <(0,05). Kesimpulan : Sikap ibu dalam memberikan imunisasi pada anak, diketahui bahwa sebagian besar memiliki sikap yang baik. Berdasarkan temuan, mayoritas responden memberikan imunisasi dengan lengkap. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan faktor sikap ibu pada kelengkapan imunisasi dasar lengkap pada anak. ABSTRACT Introduction: Immunization is one tool that parents may use to track their child's growth and development. Immunization is a method of developing immunity against infectious illnesses and disorders that may result in disability or death. Objective: The purpose of this study was to ascertain the influence of maternal attitudes on the completion of advanced vaccination in infants. Method: The cross-sectional correlational analysis was utilized in this research. Purposive sampling was used in this research, with 58 samples collected. The data were gathered via KIA books and questionnaires, with the Spearman Rank test used for statistical analysis. Results: The research discovered that the majority of respondents (72.4 percent) had received comprehensive basic vaccination and that the majority of respondents (56.9 percent) had a favorable opinion toward immunization. The findings of the Spearman Rank test give a p-value of 0.000. (0.05). Conclusion: It is well established that the majority of moms have a positive attitude about immunizing their children. Conclusion: The results indicate that the majority of responders gave comprehensive vaccinations. The findings indicated that there was a correlation between the mother's attitude and the completion of children's basic vaccination.
Komunikasi Verbal pada Stroke Non Hemoragik di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Resmi Pangaribuan; Melinda Ayu Pratiwi; Jemaulana Tarigan
Jurnal Insan Cendekia Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v8i2.934

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Stroke non hemoragik merupakan serangan pada jaringan otak yang terjadi secara mendadak dan menyebabkan kelumpuhan atau cacat menetap pada bagian tubuh. Apabila stroke menyerang otak kiri maka akan mengenai pusat bicara, kemungkinan pasien akan mengalami gangguan bicara. Salah satu cara dalam mengembalikan kemampuan bicara dapat dilakukkan terapi komunikasi verbal dengan menyebutkan huruf vocal yaitu huruf A, I, U, E, O. Tujuan: untuk mengetahui penerapan asuhan keperawatan pada pasien stroke non haemoragik yang mengalami gangguan komunikasi yang dapat dilakukan dengan terapi huruf vokal A, I, U, E, O untuk kemampuan bicara pasien stroke non hemoragik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian dilakuan pada 2 orang pasien dengan kasus yang ama yaitu pasien stroke yang mengalami gangguan komunikasi verbal. Hasil:stroke non hemoragik berhubungan dengan kerusakan komunikasi verbal. Intervensi dan implementasi keperawatan yaitu mengkaji kadaan umum pasien, membedakan antara afasia dan disartria, mengkatakan secara langsung dengan pasien perlahan dan dengan tenang, mengatakan dengan nada normal dan hindari percakapan yang cepat, meminta klien untuk mengikuti perintah sederhana, mengucapkan huruf vokal seperti A, I, U, E, O. Kesimpulan: Evaluasi dilakukan selama 3 hari dan didapatkan hasil pasien dapat mengucapkan huruf vokal AIUEO tetapi masih kurang jelas. ABSTRACT Introduction: Non-hemorrhagic stroke is an attack on brain tissues that occurs suddenly and could cause paralysis or permanent disability in any part of the body. Health issues that arise due to stroke vary widely. If the stroke occurs in the left side of the brain it will affect the speech, the patient will experience speech disorders. One way to restore speech ability could be implemented by using verbal communication therapy by mentioning vowels. Objective: The study aimed to determine the application of nursing care to the patients with non-hemorrhagic stroke who experienced speech disorders and which can be done by implementing speech therapy vowels on the communication ability of patients with non-hemorrhagic stroke. The method used a descriptive case study. The subject of the study was conducted on 2 patients with the same case who experienced speech disorders. Results: The results showed that non-hemorrhagic stroke was associated with impaired verbal communication. The intervention and implementation were performed by analyzing the general condition of the patients, distinguishing between aphasia and dysarthria, speaking directly to the patient slowly and calmly, communicating in a normal tone and avoiding fast conversation, asking to follow a simple command, and pronouncing the vowels such. Conclusion: The evaluation was carried out for 3 days and found that the patient could pronounce the vowels but it's still unclear.
Teknik Diagnostik Konvensional dan Lanjutan Untuk Pemeriksaan Mikrobiologi pada Infeksi Nosokomial di Indonesia Maharani Pertiwi Koentjoro; Ayu Slatim Maifanda; Amalia Ayu Febrianti; Nabilla Ina Zahra; Silviana Yuliawati
Jurnal Insan Cendekia Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v8i2.935

Abstract

Pendahuluan: Infeksi nosokomial merupakan infeksi mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur yang didapat selama proses menerima perawatan kesehatan. Teknik diagnostik untuk pemeriksaan infeksi nosokomial berperan penting dalam menentukan akurasi infeksi agen mikroorganisme penyebab infeksi, sehingga pengobatan yang diberikan dapat tepat dan meminimalisir resistensi obat. Tujuan: tinjauan literatur ini disusun untuk memberikan gambaran teknik diagnostik infeksi nosokomial menggunakan metode konvensional dan lanjutan berupa uji serologis dan PCR. Metode: Penyusunan tinjauan ini didasarkan pada kajian literature perkembangan teknik diagnostik di laboratorium medis. Hasil: Teknik diagnostik konvensional umumnya dilakukan dengan cara kultur pada media buatan, pengamatan makroskopik dan uji biokimia. Uji lanjutan yang dapat diaplikasikan adalah uji serologi, uji antigen, dan molekuler seperti teknik PCR. Kesimpulan: Teknik diagnostik konvensional untuk pemeriksaan mikrobiologi pada infeksi nosokokomial memerlukan uji lanjutan untuk membantu penegakan diagnosis secara cepat dan akurat. ABSTRACT Introduction: Nosocomial infections are infections caused by microbial such as bacteria, viruses, and fungi. that is acquired during the process of receiving health care. Diagnostic techniques for the examination of nosocomial infections play an important role in determining the accuracy of the infection of microorganisms causing infectious agents so that the treatment given can be appropriate and minimize drug resistance. Purpose: This literature review is structured to provide an overview of diagnostic techniques for nosocomial infection using conventional and advanced methods. Methods: The preparation of this review is based on the development of diagnostic techniques in the medical laboratory. Results: Conventional diagnostic techniques are generally carried out by means of culture on artificial media, macroscopic observations, and biochemical tests. Further tests that can be applied are serological tests, antigen tests, and molecular tests such as PCR techniques. Conclusion: Conventional diagnostic techniques for the microbiological examination of nosocomial infections require further tests to help establish a rapid and accurate diagnosis. on
Perbedaan Kadar Hemoglobin pada Penderita Gagal Ginjal Kronik Sebelum dan Setelah Melakukan Hemodialisa Virania Arvianti; Septiani Septiani; Aturut Yansen
Jurnal Insan Cendekia Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v8i2.936

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Anemia merupakan kejadian yang paling sering dijumpai pada pasien gagal ginjal kronik yang melakukan terapi hemodialisa. Hemodialisa merupakan salah satu terapi yang digunakan sebagai pengganti fungsi ginjal. Pada saat . Pada saat hemodialisa penurunan kadar hemoglobin sering terjadi, hal ini disebabkan karena terganggunya hormon eritropoetin. Tujuan: untuk mengetahui adanya perbedaan kadar hemoglobin pada penderita gagal ginjal kronik sebelum dan setelah hemodialisa di RS Bhayangkara TK. I Raden Said Sukanto. Metode: Desain penelitian ini yaitu cross sectional dengan menggunakan data sekunder dan Teknik sampling penelitian ini adalah random sampling yang berjumlah 133 pasien. Hasil: Uji normalitas dilakukan terlebih dahulu dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnova yang menunjukkan hasil berdistribusi tidak normal dengan nilai sig 0.001. Uji yang dilakukan selanjutnya adalah uji Wilcoxon dengan didapatkan nilai sig (2-tailed) 0.002 dengan rata-rata kadar hemoglobin sebelum hemodialisa 8,81 gr/dL dan setelah hemodialisa 9,07 gr/dL.Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar hemoglobin pada penderita gagal ginjal kronik sebelum dan setelah hemodialisa. ABSTRACT Introduction Anemia is the most common occurrence in chronic kidney disease undergoing hemodialysis therapy. In the condition of chronic kidney disease, the decline in kidney function can occur slowly and chronically until the kidneys do not function at all. Hemodialysis is one of the therapies used to replace kidney function. During hemodialysis, a decrease in hemoglobin levels often occurs, this is due to the disruption of the hormon erythropoietin. Objective: determine the differences in hemoglobin levels in patients with chronic kidney disease before and after hemodialysis at Bhayangkara TK. I Raden Said Sukanto Hospital. Method: The design of this research is cross-sectional using secondary data and the sampling technique of this research was random sampling with a total of 133 patients. Result: The normality test was carried out first using the Kolmogorov-Smirnova test which showed the results were not normally distributed with a sig value of 0.001. the next test was the Wilcoxon test with a sig (2-tailed_ value of 0.002 with an average hemoglobin level of 8,81 g/dL before hemodialysis and 9,09 g/dL after hemodialysis. Conclusion: Based on the results of the study means that there is a significant difference in a patient with chronic kidney failure before and after hemodialysis.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Intensitas Nyeri pada Pasien Luka Akut Maharnani Tri Puspitasari
Jurnal Insan Cendekia Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Kerusakan secara fisik dan aspek psikis (cemas) pasien dalam menghadapi keluhannya saling berhubungan. Kecemasan seorang individu merupakan respon terhadap ancaman bahaya yang komplek. Ansietas dapat mempengaruhi respon pasien terhadap nyeri. Pasien yang mengantisipasi nyeri dapat menjadi lebih cemas. Hubungan antara nyeri dan ansietas bersifat kompleks. Tujuan : untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan intensitas nyeri pada pasien luka akut di Paviliun RSUD Wahidin Sudirohusodo Mojokerto. Metode : Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien luka akut di Paviliun RSUD Wahidin Sudirohusodo Mojokerto yang berjumlah 41 orang dengan teknik sampel menggunakan Purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, data yang terkumpul kemudian ditabulasi dan disajikan dalam bentuk tabel sesuai dengan variabel yang diteliti. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar pasien luka akut di Paviliun RSUD Wahidin Sudirohusodo Mojokerto mengalami cemas berat sebesar (65%) dan sebagian besar mengalami nyeri berat sebesar (70%). Kesimpulan : Berdasarkan uji statistik Run Test diperoleh = 0,013 < p = 0,05 artinya penelitian ini ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan intensitas nyeri pada pasien luka akut di Paviliun RSUD Wahidin Sudirohusodo Mojokerto