cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalinsancendekia.icme@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 Candimulyo Jombang, East Java, Indonesia
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL INSAN CENDEKIA
ISSN : 24430854     EISSN : 25798812     DOI : https://doi.org/10.35874/jic.v12i1
Core Subject : Health,
jurnal insan cendekia berisi tentang karya ilmiah tentang bidang kesehatan umum yaitu keperawatan , teknik labolatorium, kebidanan dan lain lain
Articles 229 Documents
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENDEWASAAN USIA PERNIKAHAN (PUP) TERHADAP KEJADIAN PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGJAMBU Yuwani, Hani Utin; Purwati, Purwati
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i1.1421

Abstract

Pendahuluan: Pernikahan dini dianggap sebagai suatu jalan keluar dari perilaku seks bebas, serta pernikahan dini masih menjadi suatu fenomena yang sering terjadi dan sangat mengkhawatirkan karena banyak dampak yang akan di rasakan oleh pasangan yang melakukan pernikahan dini khususnya pada perempuan. Berdasarkan data (UNFPA-UNICEF, 2021) diketahui bahwa sebanyak 12 juta perempuan menikah pada usia < 18 tahun dengan angka kejadian tertinggi di Nigeria sebesar 76%. Badan Pusat Statistik (BPS) (2023) menyatakan bahwa kejadian pernikahan usia dini di Indonesia pada tahun 2022 sebanyak 19.24% pemuda laki-laki menikah pada usia 16-18 tahun serta sebanyak 11.2% pemuda perempuan menikah pada usia < 18 tahun. Hal ini masih di atas target nasional sebesar 8.74%. Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian. Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah diketahui bahwa angka pernikahan dini pada tahun 2021 mencapai 13.595 kasus mengalami peningkatan pada tahun 2022 mencapai 14.975 kasus. Fenomena pernikahan dini di Kabupaten Purbalingga masih sangat tinggi. Dari data Pengadilan Agama (PA) Purbalingga mencatat pada tahun 2022 ada 442 permohonan dispensasi kawin. Pernikahan dini adalah masalah kesehatan global yang berhubungan dengan konsekuensi negatif pada kesehatan dan psikologis, karena biasanya diikuti oleh kehamilan remaja (Pramono, 2020). Pernikahan dini seringkali diiringi oleh kehamilan remaja yang berisiko tinggi karena ketidaksiapan psikologis sehingga terjadi keguguran, persalinan premature, depresi mental dan bahkan penularan penyakit seksual (Kabir, 2019). Tujuan: Penelitian ini bertujuan perbedaan tingkat pengetahuan tentang Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP) terhadap kejadian pernikahan dini pada remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Karangjambu Metode Jenis penelitian ini menggunakan Jenis penelitian kuantitatif. Penelitian perbandingan (comparative research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja usia < 19 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Karangjambu Kabupaten Purbalingga. Analisis bivariat digunakan dalam penelitian untuk mengetahui perbedaan antar kelompok menggunakan Rant Spearman. Hasil: Sebagian besar responden yang menikah memiliki pengetahuan baik sebanyak 15 responden (37.5%), dan sebagian besar responden yang belum menikah memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 29 responden (72.5%). Kesimpulan: Ada perbedaan tingkat pengetahuan tentang Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP) terhadap kejadian pernikahan dini pada remaja putri. (pvalue=0.001).
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK LULUR TRADISIONAL AMPAS KOPI (Coffea sp.) DAN BUAH GAMBAS (Luffa Acutangula L.) Maemunah, Salsa Nabila; Riyanta, Aldi Budi; Amananti, Wilda
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i1.1423

Abstract

Introduction: Coffee grounds and gambas fruit have the potential to be used as preparations for making traditional body scrubs. Coffee grounds contain caffeine that can tighten blood vessels, while gambas fruit is rich in antioxidants that can cleanse and brighten the skin. Objective: This study aims to determine the stability of traditional body scrubs made from coffee grounds and luffa fruit that meet the requirements. Method : The luffa fruit used comes from Pemalang Morning Market. The luffa fruit preparation method with a drying process using direct sunlight is continued with a grinding and sieving process using mesh 44. Coffee grounds powder is obtained from the Az-Zakhra shop then the grinding process is carried out using a blender and sieving using mesh 44. Results: Next, the stability test process was carried out with storage for 4 weeks with physical tests every week, the physical tests that were tested were organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, spreadability tests, and adhesion tests. The physical properties of the scrub test included organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, which were produced to meet the standards, while in the spreadability and adhesion tests there were formulas that did not meet the standards. Storage of the scrub preparation at room temperature until the 4th week. Conclusion: Based on the physical stability test, formula I and formula II are formulas that meet the physical stability test standards, the stability test shows that storing the scrub from week 0 to week 4 does not affect the preparation.
PENGARUH SUHU PENGERINGAN JAHE (ZINGIBER OFFICINALE ROSC) TERHADAP EFEK ANTIINFLAMASI MINYAK URUT JELANTAH TERADSROBSI Baety, Nur; Riyanta, Aldi Budi; Susiyarti, Susiyarti
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i1.1424

Abstract

Pendahuluan: Minyak jelantah menjadi salah satu sampah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan. Dengan dilakukan adsorbsi minyak jelantah dimanfaatkan sebagai minyak urut dengan campuran jahe. Jahe memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, fenolik, flavonoid, triterpenoid dan juga saponin. Senyawa flavonoid dalam jahe memiliki manfaat salah satunya sebagai antiinflamasi. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan jahe terhadap efek antiinflamasi pada minyak urut. Metode : metode eksperimental dengan hewan uji mencit sebanyak 25 ekor yang diinduksi karagenan kemudian dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 diberi perlakuanminyak jelantah, kelompok 2 diberi perlakuan gel natrium diklofenak, serta kelompok 3, 4 dan 5 diberi perlakuan minyak urut jelantah teradsorbsi (F1, F2, F3), masing-masing perlakuan diberikan secara topikal. Diameter radang dan volume radang diukur menggunakan jangka sorong digital dilakukan setiap 30 menit selama 6 jam. Data dianalisis menggunakan uji one way ANOVA (analysis of variance). Hasil : Berdasarkan hasil rata-rata ketebalan udem telapak kaki mencit pada perlakuan suhu pengeringan 60°C memiliki rata-rata ketebalan udem yang mendekati kontrol positif, dengan diperoleh hasil persentase daya hambat inflamasi sebesar 76,36% pada suhu pengeringan 60°C (F1), dan memiliki persentase sebesar 69,09% pada suhu pengeringan 70°C (F2), serta persentase sebesar 49,09% pada suhu pengeringan 80°C (F3). Hasil analisis uji one way ANOVA menunjukkan nilai signifikan (p<0,05). Kesimpulan : Suhu pengeringan jahe berpengaruh terhadap efek antiinflamasi pada minyak urut jelantah teradsorbsi.
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK SEDIAAN SPRAY GEL NIACINAMIDE DENGAN MENGGUNAKAN GYLCERIN PADA KONSENTRASI YANG BERBEDA Aenin, Nur Aulia; Santoso, Joko; Kusnadi, Kusnadi
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i1.1426

Abstract

Niacinamide umumnya dapat diformulasikan sebagai sediaan topikal, salah satu sediaan topikal yang saat ini banyak digunakan adalah sediaan berbentuk spray gel. Spray gel merupakan bentuk sediaan inovatif dan praktis yang digunakan pada area kulit, salah satu bahan penyusun sediaan spray gel yaitu humektan. Humektan yang paling sering digunakan pada sediaan spray gel adalah glycerine. Glycerine digunakan sebagai humektan karena dapat mengikat dan mengurangi jumlah air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan glycerine dengan konsentrasi yang berbeda terhadap sifat fisik sediaan spray gel yang telah dibuat. Pengujian yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya lekat sebar dan uji kesukaan yang dilakukan pada sediaan spray gel yang telah dibuat dengan konsentrasi glycerine yang berbeda (5%, 7,5% dan 10%). Hasil yang diperoleh pada pengujian organoleptis menunjukan ketiga spray gel memiliki bentuk,warna, bau dan rasa yang sama. Pengujuan pH menunjukan ketiga sediaan memiliki pH yang aman digunakan pada kulit. Pengujian homogenitas dan daya lekat sebar menunjukan kketiga formula spray yang dihasilkan sama. Pada pengujian kesukaan formula ke 2 memiliki lebih banyak disukai oleh responden. Formula ke 2 merupakan formula terbaik yang dapat dilihat dari tingkat kesukaan responden yang lebih banyak, glycerine dengan konsentrasi yang berbeda memiliki pengaruh yang tidak signifikan pada pengujian sifat fisik yang telah dilakukan.
FORMULA FOR GRANUL RED ONOIN OIL CEREAL (ALLIUM ASCALONICUM L)AND KELOR LEAVES (MORINGA OLEIFERA)WITH GARUT FLOUR BINDING AS NUTRASETIKA Afifah, Afratul; Nurcahyo, Heru; Amananti, Wilda
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i1.1429

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan kondisi seorang balita yang memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang dari umumnya.Hasil pemantauan status gizi tahun 2017, pravelensi stunting di Indonesia meningkat menjadi 29,5%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mengetahui gizi balita dengan memanfaatkan nutrasetikal daun kelor (Moringa oleifera) dengan tambahan minyak bawang merah (Allium ascalonicium L.). Metode: Metode yang digunakan dalm pembuatan granul sereal ini dengan metode eksperimen dengan Analisa kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan formula II yang memiliki konsentrasi tepung garut 20 % memiliki syarat yang memenuhi. Kesimpulan: Formula minyak bawang merah,daun kelor dan tepung garut dapat dijadikkan sediaan granul sereal dan formula terbaik yang memenuhi syarat yaitu formula II.
PENGARUH PEMBERIAN VCO (VIRGIN COCONUT OIL) TERHADAP RUAM POPOK PADA BAYI 0-12 Bulan DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS SEPANJANG Novitasari, Erlin; Nurhayati, Vinolia; Al Amin, Muhammad
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i1.1442

Abstract

Pendahuluan: Ruam popok merupakan permasalahan kulit pada bayi yang sering terjadi diakibatkan jarang mengganti popok dan bila tidak ditangani akan mengakibatkan iritasi dan infeksi.Salah satu alternatif yang dapat mengurangi derajat ruam popok adalah VCO(Virgin Coconut Oil) yang memiliki kandungan asam laurat yang mempunyai efek antibakteri. Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan VCO (Virgin Coconut Oil ) terhadap ruam popok pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Sepanjang Kabupaten Banyuwangi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan rancangan onegroup pre test post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi berusia 0-12 bulan yang mengalami ruam popok pada bulan Desember 2023 sampai Januari 2024 di 4 desa wilayah kerja Puskesmas Sepanjang dengan jumlah sampel sebanyak 30 bayi.Teknik sampling menggunakan total sampling. Proses pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang kemudian diolah menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa sebelum pemberian VCO sebagian besar responden mengalami ruam popok derajat sangat ringan (43%) sedangkan setelah pemberian VCO sebagian besar responden (67%) tidak ada ruam popok/sembuh.Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai sig 2 tailed sebesar 0,000 <0,05 yang artinya ada pengaruh pemberian VCO terhadap ruam popok pada bayi diwilayah kerja Puskesmas Sepanjang Kabupaten Banyuwangi Tahun 2023. Kesimpulan: Pemberian VCO terbukti berpengaruh terhadap ruam popok pada bayi,sehingga disarankan kepada ibu bayi untuk memberikan VCO sebagai alternatif untuk mengatasi ruam popok pada bayi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU IBU DALAM PENERAPAN POLA MAKAN PADA BALITA Suhariati, Hindyah Ike
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i1.1445

Abstract

Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita, sehingga dapat memengaruhi penerapan pola makan sehat pada balita. Ibu menjadi panutan bagi anak dalam menerapkan pola makan sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku ibu dalam penerapan pola makan pada balita. Desain penelitian menggunakan Pra Experiment (Pre and Post test design) . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak balita di Desa Sumberporong. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 ibu yang mempunyai balita. Pengolahan data editing, coding, scoring, tabulating. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik uji Mc Nemar dengan alpha (0,05) Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa sebagian besar perilaku ibu sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan adalah penerapan pola makan tidak sehat sebanyak 25 ibu (56.8%), sebagian besar perilaku ibu setelah diberikan Pendidikan Kesehatan adalah penerapan pola makan sehat sebanyak 33 ibu (75%).Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Mc Nemar didapatkan nilai p = 0,000, jika α = 0,05 maka p < α yang artinya H1 diterima. Kesimpulannya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku ibu dalam penerapan pola makan pada balita
PEMERIKSAAN KADAR HAEMOGLOBIN DAN INDEKS ERITROSIT (MCV, MCH, MCHC) PADA KOMUNITAS PEROKOK ELEKTRIK DI KABUPATEN PONOROGO Hartina, Novita Sicia; Ekowati, Lestari; Majidah, Lilis
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i1.1446

Abstract

Pendahuluan: Merokok merupakan salah satu kegiatan buruk yang tidak asing lagi. Dengan berkembangnya zaman gaya hidup masyarakat sudah mulai berganti dari rokok konvensional beralih ke rokok elektrik. Dampak rokok elektrik dapat secara sigifikan menaikan kadar HbCO yang mengakibatkan darah menjadi kental dan lebih pekat, HbCO yang tinggi dalam tubuh menyebabkan kadar haemoglobin meningkat dan mampu menyebabkan defisiensi zat besi. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemeriksaan kadar haemoglobin dan indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC) pada komunitas perokok elektrik di kabupaten Ponorogo. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh perokok elektrik pada komunitas perokok elektrik di kabupaten ponorogo sebanyak 25 orang. Teknik pengambilan sampel dengan non probability dengan total sampling yaitu cara mengambil seluruh anggota populasi sebagai responden. Hasil : Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil kadar haemoglobin 1 responden tinggi, 16 responden normal, dan 8 responden rendah. Kadar MCV (Mean Corpuscular Volume) 7 responden normal dan 18 responden rendah. Kadar MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin) 1 responden tinggi, 8 responden normal, dan 16 responden rendah. Kadar MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration) 11 responden tinggi, 6 responden normal, dan 8 responden rendah. Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini didapatkan sebagian besar responden kadar hemoglobinnya normal, kadar MCV sebagian besar rendah, kadar MCH sebagian besar rendah dan kadar MCHC hampr separuh tinggi
GAMBARAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DEPO MEDROXY PROGESTERONE DAN KONTRASEPSI PIL KOMBINASI Sayekti, Sri; Setiyaningsih, Fera Yuli; Marcelyta, Sufi Arifianis
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i1.1449

Abstract

Kontrasepsi hormonal seperti suntik 3 bulan dan kontrasepsi pil kombinasi telah menjadi pilihan utama bagi banyak perempuan dalam mengendalikan kehamilan. Meskipun efektivitasnya dalam mencegah kehamilan telah terbukti, akseptor kontrasepsi hormonal juga telah dikaitkan dengan sejumlah dampak pada kesehatan perempuan termasuk perubahan profil lipid khususnya kadar kolesterol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar kolestrol total pada pengguna kontrasepsi suntik 3 bulan dan kontrasepsi pil kombinasi di Bidan Lilis Surya Wati. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah 219 akseptor kontrasepsi suntik 3 bulan dan 30 akseptor kontrasepsi pil kombinasi, di BPM Lilis Suryawati Desa Sambong Dukuh Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. Teknik sampling menggunakan Purposive sampling. Sampel yang digunakan pada akseptor kontrasepsi suntik 3 bulan sejumlah 20 responden dan kontrasepsi pil kombinasi sejumlah 20 responden. Variabel penelitian adalah kadar kolesterol total pada akseptor kontrasepsi suntik 3 bulan dan pil kombinasi. Metode pengambilan data kadar koleterol total dengan POCT (Point Of Care Testing). Hasil pemeriksaan yang dilakukan pada pengguna kontrasepsi suntik 3 bulan Depo Medroxy Progesterone total kategori normal sejumlah 13 responden (65%), batas normal sejumlah 4 responden (20%), tinggi sejumlah 3 responden (15%). Pada pil kombinasi normal sejumlah responden 5 (25%), batas normal sejumlah 9 responden (45%), tinggi sejumlah 6 responden (30%). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar akseptor kontrasepsi suntik 3 bulan Depo Medroxy Progesterone memiliki hasil normal dan pil kombinasi sebagian memiliki hasil batas normal
PENGARUH LAMA WAKTU PENYIMPANAN SERUM KONTROL KOMERSIAL TERHADAP PEMERIKSAAN KADAR ALBUMIN Bahanan, Moh Alfarizi S; Amalia, Arifiani Agustin; Murdianto, Joko
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i2.1480

Abstract

Pendahuluan: Laboratorium kimia klinik wajib memprioritaskan pengendalian kualitas pemeriksaan agar mempunyai standar kualitas yang sama dan baik salah satunya pemeriksaan albumin. Kondisi lama waktu penyimpanan dan suhu penyimpanan serum kontrol komersial sangat mempengaruhi pemeriksaan kadar albumin menurut pedoman praktik laboratorium, serum kontrol harus disimpan pada suhu 20-25ºC selama 6 jam apabila melebih kualitas serum kontrol akan rusak, terdapat penyebab serum kontrol komersial disimpan sesuai standar yaitu suhu kulkas yang tidak sesuai, kulkas yang tidak dikalibrasi, dan pemadaman listrik daerah setempat pada fasilitas kesehatan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil kadar pemeriksaan albumin menggunakan serum kontrol komersial dengan pengaruh lama waktu penyimpanan 0 jam, 8 jam, 12 jam, dan 24 jam pada suhu 20-25ºC. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen (Quasi Eksperimental) menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan metode pemeriksaan kadar albumin secara enzimatik menggunakan alat Spektrofotometer UV-VIS, jumlah sampel 27 setiap perlakukan lama waktu penyimpanan, sampel yang digunakan sampel serum kontrol komersial. Hasil: Nilai perbedaan signifikan penelitian ini mengunakan uji Uji Independent sample T-test dengan hasil nilai Sig (2-tailed) data 0 jam dan 8 jam 0,000 dengan presentase selisih 0,19%, data 0 jam dan 12 jam 0,000 presentase selisih 0,23%, dan data 0 jam dan 24 jam 0,000 presentase selisih 0,26%. Kesimpulan: Hasil uji menyatakan nilai Sig (2-tailed) <0,05, yang artinya terdapat perbedaan nilai signifikan pemeriksaan albumin menggunakan serum kontrol komersail terhadap pengaruh waktu penyimpanan. Kata Kunci: Albumin, Serum Kontrol Komersial, Waktu Penyimpanan Introduction: Clinical chemistry laboratories must prioritize quality control of examinations in order to have the same and good quality standards, one of which is albumin examination. The condition of the length of storage time and storage temperature of commercial control serum greatly affects the examination of albumin levels according to laboratory practice guidelines, control serum must be stored at a temperature of 20-25ºC for 6 hours if it exceeds the quality of the control serum will be damaged, there are causes of commercial control serum being stored according to standards, namely inappropriate refrigerator temperatures, uncalibrated refrigerators, and local power outages at health facilities in the 3T (Disadvantaged, Frontier, and Outermost) areas. Objective: This study aims to determine the differences in the results of albumin examination levels using commercial control serum with the influence of storage time of 0 hours, 8 hours, 12 hours, and 24 hours at a temperature of 20-25ºC. Method: This study is an experimental study (Quasi Experimental) using One Group Pretest-Posttest Design. The design of this study uses a cross-sectional approach with an enzymatic albumin level examination method using a UV-VIS Spectrophotometer, the number of samples is 27 for each treatment of storage time, the samples used are commercial control serum samples. Results: The significant difference value of this study uses the Independent sample T-test with the results of the Sig value (2-tailed) for data 0 hours and 8 hours 0.000 with a percentage difference of 0.19%, data 0 hours and 12 hours 0.000 with a percentage difference of 0.23%, and data 0 hours and 24 hours 0.000 with a percentage difference of 0.26%. Conclusion: The test results showed a Sig value (2-tailed) <0.05, which means that there is a significant difference in the value of albumin examination using commercial control serum regarding the effect of storage time. Keywords: Albumin, Commercial Control Serum, Storage Time