cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalinsancendekia.icme@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 Candimulyo Jombang, East Java, Indonesia
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL INSAN CENDEKIA
ISSN : 24430854     EISSN : 25798812     DOI : https://doi.org/10.35874/jic.v12i1
Core Subject : Health,
jurnal insan cendekia berisi tentang karya ilmiah tentang bidang kesehatan umum yaitu keperawatan , teknik labolatorium, kebidanan dan lain lain
Articles 219 Documents
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGJAMBU KABUPATEN PURBALINGGA Wahyuningsih, Tri; Purwati, Purwati; Dewi, Sawitri; Noviyana, Alfi
Jurnal Insan Cendekia Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v11i2.1378

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan utama di negara berkembang dengan tingkat kesakitan yang tinggi pada ibu hamil. Kejadian anemia pada kehamilan merupakan kondisi ibu hamil dengan kadar hemoglobin (Hb) < 11 g/dL pada trimester I dan III, sedangkan pada trimester II kadar Hb < 10,5 g/dL. Tujuan: Penelitian ini bertujuan Mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Metode: Jenis Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian analitik dengan desain cross sectional. Analisis penelitian ini dilakukan dengan uji korelasi spearman. Hasil: Sebagian besar responden berumur 20-35 tahun sebanyak 75 responden (68.2%), memiliki pendidikan rendah sebanyak 70 responden (68.2), bekerja sebanyak 59 responden (53.6), memiliki riwayat paritas multipara (2-4 anak) sebanyak 64 responden (58.2%), pendapatan rendah sebanyak 56 responden (50.9%), dan 54 responden (49.1%) memiliki pendapatan tinggi, kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet tambah darah sebanyak 71 responden (64.5), kebiasaan yang jarang dalam mengkonsumsi teh sebanyak 67 responden (68.2), tidak anemia sebanyak 74 responden (67.3%), dan 36 responden (32.7%) anemia. Kesimpulan: terdapat faktor hubungan antara usia, pendidikan, kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah, status gizi dan kebiasaan minim teh dengan kejadian anemia dan tidak ada faktor hubungan pekerjaan, paritas, pendapatan ibu hamil dengan kejadian anemia.
PENGARUH ANEMIA TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU BERSALIN DI RSUD PANTI NUGROHO PURBALINGGA Farida, Dewi Nur; Ambarwati, Dewi
Jurnal Insan Cendekia Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v11i2.1379

Abstract

Pendahuluan: Preeklampsia merupakan gangguan tekanan darah saat hamil yang meningkatkan kematian dan komplikasi pada ibu hamil di seluruh dunia. Kejadian preeklamsia dapat disebabkan karena defisiensi gizi. Hal ini menyebabkan defisiensi nutrisi seperti zat besi yang dapat menyebabkan terjadinya anemia dalam kehamilan. Kejadian kematian Ibu di RSUD Panti Nugroho Purbalingga tahun 2021 juga cukup tinggi yaitu sebanyak 9 kasus kematian terjadi, dari 9 kasus tersebut 7 kasus karena Covid 19 sementara preeklamsia/ eklamsia ada 2 kasus. Tahun 2022 terdapat 1 kasus dan tahun 2023 terdapat 2 kasus.. Tujuan: Mengetahui pengaruh anemia ibu hamil terhadap kejadian preeklamsia pada ibu bersalin di RSUD Panti Nugroho Kabupaten Purbalingga. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 204 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan Teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian menggunakan lembar cheklist. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil: Kejadian anemia pada kelompok kasus (preeklamsia) dan kelompok kontrol ( tidak preeklamsia) di RSUD Panti Nugroho Purbalingga menunjukkan responden yang mengalami anemia pada kelompok kasus (preeklamsia) sebesar 55,9% dan responden tidak mengalami anemia pada kelompok kasus (preeklamsia) sebesar 44,1%. Responden yang mengalami anemia pada kelompok kontrol (tidak preeklamsia) sebesar 27,5% dan responden tidak mengalami anemia pada kelompok kontrol (tidak preeklamsia) sebesar 72,5%. Kesimpulan: Anemia ibu hamil meningkatkan risiko sebesar 3,348 terhadap kejadian preeklamsia pada ibu bersalin di RSUD Panti Nugroho Kabupaten Purbalingga, maka ibu hamil diharapkan untuk tetap menjaga pola makan dan asupan nutrisi agar dapat meningkatkan kadar Hb dan mengurangi risiko anemia selama hamil.
DESKRIPTIF PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PADA STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGANYAR Usmaenah, Neny; Azizah, Atika Nur
Jurnal Insan Cendekia Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v11i2.1380

Abstract

Pendahuluan: Status gizi merupakan ukuran keberhasilan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada anak yang ditunjukkan melalui capaian berat badan terhadap tinggi badan. Wasting dapat diartikan sebagai gizi kurang berdasarkan berat badan menurut tinggi badan. Balita dapat dikatakan gizi kurang apabila indeks berat badan menurut tinggi badan kurang dari -2 SD hingga -3 SD. Wasting juga dapat didefinisikan sebagai rendahnya berat badan terhadap tinggi badan. Wasting biasanya terjadi andem seseorang anak tidak memiliki makanan dengan kualitas dan kuantitas yang memadai dan/atau mereka yang sering menderita penyakit yang berkepanjangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan Mengetahui deskriptif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada status gizi balita usia 6-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dirancang menggunakan metode pengumpulan data secara retrospektif Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Pemberian Makan Tambahan, Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 127 balita, Instrumen atau alat dan bahan pada penelitian ini adalah lembar observasi dan timbangan digital Hasil: Mayoritas status gizi balita sebelum mendapatkan PMT adalah gizi baik sebanyak 74 balita (58.3%), Mayoritas status gizi balita setelah mendapatkan PMT adalah gizi baik sebanyak 80 balita (63.0%). Kesimpulan: mayoritas balita sebelum dan sesudah mendapatkan PMT memiliki status gizi baik sebanyak 74 balita (58.3%), dan terdapat 6 (4.7%) balita yang sebelum mendapatkan PMT memiliki status gizi kurang kemudian setelah mendapatkan PMT memiliki gizi baik.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT JERUK SIAM (CITRUS NOBILIS) DENGAN EKSTRAK KULIT JERUK PURUT (CITRUS HYSTRIX) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR MICROSPORUM CANIS Hanifa, Nur Lailatul; Najib, Ainun; Qomariyah, Ani
Jurnal Insan Cendekia Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v11i2.1381

Abstract

Pendahuluan: Ekstrak kulit jeruk siam (Citrus nobilis) dan ekstrak kulit jeruk purut (Citrus hystrix) mengandung beberapa senyawa metabolit seperti tanin, flavonoid dan saponin yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Tujuan: Untuk menguji ekstrak kulit jeruk siam (Citrus nobilis) dan ekstrak kulit jeruk purut (Citrus hystrix), serta serta untuk memperoleh konsentrasi ekstraksi terbaik sebagai senyawa penghambat pertumbuhan Microsporum canis. Metode: Studi eksperimental di laboratorium dengan desain acak lengkap, berbagai tingkat konsentrasi ekstrak (40%, 60%, 80%, 100%) digunakan sebagai variabel perlakuan yang dibandingkan dengan kontrol positif, ketoconazole 2%, dan kontrol negatif, air suling, dengan dilakukan dalam tiga ulangan. Metode yang digunakan adalah uji difusi cakram dengan pengamatan zona inhibisi yang terbentuk untuk evaluasi efeknya. Hasil: Hasil studi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan jamur Microsporum canis menghasilkan zona hambat tertinggi pada ekstrak kulit jeruk siam dengan konsentrasi 100%, rata-rata diameter zona hambat 11 mm, sementara yang terendah pada konsentrasi 40%, rata-rata diameter zona hambat 1 mm. Dan untuk ekstrak kulit jeruk purut menunjukkan zona hambat tertinggi pada konsentrasi 100% dengan rata-rata diameter zona hambat 19 mm, yang terendah pada konsentrasi 40% yang memilki rata-rata diameter zona hambat 14 mm. Dan dari uji yang telah dilakukan yaitu uji Tukey bahwa setiap konsentrasi memiliki perbedaan yang signifikan (nyata). Kesimpulan: Dari kedua ekstrak yaitu ekstrak kulit jeruk siam dan purut pada konsentrasi 100% lebih mampu menghambat pertumbuhan jamur Microsporum canis. Dan ekstrask kulit purut lebih efektif dibandingkan dengan ekstrak kulit jeruk siam.
EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT JERUK SIAM (CITRUS NOBILIS) DAN EKSTRAK KULIT JERUK PURUT (CITRUS HYSTRIX) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Mega, Brunika; Najib, Ainun; Faizah, Mamluatul
Jurnal Insan Cendekia Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v11i2.1382

Abstract

Pendahuluan: Ekstrak kulit jeruk siam (Citrus nobilis) dan Ekstrak kulit jeruk siam (Citrus hystris) mengandung beberapa senyawa fitokimia seperti tannin, flavonoid, dan saponin memiliki kemampuan untuk menghambat perkembangan bakteri. Tujuan: Studi ini bertujuan menguji ekstrak kulit jeruk siam (Citrus nobilis) dan ekstrak kulit jeruk purut (Citrus hystrix) yang paling bagus menghambat pertumbuhan Staphylococus aureus. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen laboratorium yang menggunakan desain acak lengkap. Berbagai konsentrasi ekstrak sebesar 40%, 60%, 80%, dan 100% digunakan sebagai perlakuan, dibandingkan dengan kontrol positif yang menggunakan chloramphenicol, serta kontrol negatif menggunakan aquades dengan 6 perlakuan. Metode yang digunakan adalah metode difusi cakram dengan melihat zona hambat yang terbentuk. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus menghasilkan zona hambat tertinggi pada ekstrak kulit jeruk siam dengan konsentrasi 100% yang memiliki rata rata diameter zona hambat sebesar 8 mm, sementara yang terendah pada konsentrasi 40% dengan rata rata diameter zona hambat sebesar 4 mm. Dan untuk ekstrak kulit jeruk purut menunjukan zona hambat tertinggi pada konsentrasi 100% dengan rata rata diameter zona hambat sebesar 16 mm, sedangkan yang terendah pada konsentrasi 40% yang memiliki rata rata diamter zona hambat sebesar 14 mm. Dan uji yang telah dilakukan yaitu uji Duncan bahwa setiap konsentrasi berbeda secara signifikan (nyata). Kesimpulan: Kesimpulan dari kedua ekstrak yaitu ekstrak kulit jeruk siam dan purut pada konsentrasi 100% lebih mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus. Ekstrak kulit jeruk purut lebih efektif dibandingkan dengan ekstrak kulit jeruk siam
UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN BELUNTAS (PLUCHEA INDICA LESS) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Retno, Salsabella; Susanto, Awaluddin; Rosita, Evi
Jurnal Insan Cendekia Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v11i2.1404

Abstract

Pendahuluan: Salah satu penyebab infeksi kulit adalah gangguan mikroorganisme patogen, termasuk bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat menjadi salah satu faktor utama terjadinya infeksi kulit. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dalam pengobatan infeksi bakteri dapat menyebabkan resistensi sehingga diperlukan pilihan pengobatan lain. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah ekstrak daun beluntas (Pluchea indica Less) memiliki kemampuan untuk menghambat perkembangan bakteri Staphylococcus aureus. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik eksperimen. Rancangan penelitian posttest only desain diterapkan dalam penelitian ini, yang melibatkan perbandingan antara 2 kelompok: kelompok kontrol tanpa intervensi dan kelompok eksperimen yang menerima intervensi, Populasi yang digunakan adalah satu cawan petri isolat bakteri Staphylococcus aureus yang diperoleh dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLK) Surabaya. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah suspensi koloni bakteri Staphylococcus aureus. Metode ekstraksi yang digunakan adalah ekstrasi maserasi. Uji antibakteri metode difusi cakram. Hasil: Hasil perolehan rata rata diameter zona hambat dengan ekstrak daun beluntas (Pluchea Indica Less) pada konsentrasi 100% sebesar 31 mm. Kontrol negatif dengan aquades menunjukkan tidak adanya zona hambat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa daun beluntas sangat efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan uji efektivitas antibakteri daun beluntas dengan metode ekstraksi perasan, menggunakan kontrol positif.
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT KADMIUM (CD) PADA PETANI DI DESA KEDUNGREJO KECAMATAN MEGALUH JOMBANG BERDASARKAN MASA KERJA Hanum, Galuh Ratmana; Yoessie Wahyudhi, Salza Dilla; Mauliana, Metatia Intan
Jurnal Insan Cendekia Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v11i2.1405

Abstract

Introduction: Agriculture is the main source of livelihood for the people in Kedungrejo Village. Cadmium (Cd) are metals that have a high level of toxicity even in small concentrations. The research site is in the rice fields of Kedungrejo Village, Megaluh District, Jombang Regency with a research time of 2 month. Method :The type of research used is experimental test. The number of samples used is 15 farmers. Objective: The purpose of study was to determine the levels of cadmium (Cd) and the relationship between cadmium in urine and the working period of farmers. This study used the Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) method. Results: The results of this study indicate that the levels of cadmium (Cd) in the urine of farmers are still below the threshold. The correlations test used is the Spearman correlation, the coefficient value between cadmium metal (Cd) and working period is 0.884 with a sig value. 0.000, Conclusion: so that it can be stated that there is a very strong relationship between cadmium (Cd) heavy metals in farmers urine based on working period.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Suhariati, Hindyah Ike
Jurnal Insan Cendekia Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v11i2.1406

Abstract

Orangtua terutama ibu, mempunyai peranan penting dalam pemberian nutrisi pada balita. Kurangnya informasi dan kesadaran tentang gizi yang baik dan penting dalam pertumbuhan balita, dapat menyebabkan praktik makan yang tidak sehat dan tidak memadai. Kondisi inilah yang bisa mengakibatkan terjadinya stunting pada Balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku ibu dalam pencegahan stunting pada Balita. Desain penelitian menggunakan Pra Experiment (Pre and Post test design) . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak Balita di Desa Sumberporong. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 ibu yang mempunyai Balita. Pengolahan data editing, coding, scoring, tabulating. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik uji Wilcoxon sign rank test dengan alpha (0,05) Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa sebagian besar perilaku ibu sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan adalah kurang sebanyak 21 orang (52.5%), sebagian besar perilaku ibu setelah diberikan Pendidikan Kesehatan adalah baik sebanyak 23 orang (57.5%).Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Rank Spearman didapatkan nilai p = 0,000, jika α = 0,05 maka p < α yang artinya H1 diterima. Kesimpulannya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pencegahan stunting pada Balita.
BIJI KACANG MERAH SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PERTUMBUHAN JAMUR CANDIDA ALBICAN Kiftiyani, Nadilla; Farhan, Anthofani; Ningrum, Nining Mustika
Jurnal Insan Cendekia Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v11i2.1408

Abstract

Pendahuluan: media adalah lingkungan buatan untuk menyediakan keseimbangan camburan nutrient dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroorganisme, mikroorganisme tersebut adalah jamur Candida albicans. Media digunakan untuk pertumbuhan jamur Candida albicans adalah SDA, tetapi media tersebut hanya didapatkan ditempat tertentu dan harga mahal, masalah tersebut perlu adanya media alternatif mudah didapatkan dengan harga murah. Kandungan gizi kacang merah terdiri protein 22,3 gr, karbohidrat 61,2 gr, lemak 1,5 gr, vitamin B1 0,5 mg, fosfor 410 mg, zat besi 5,8 mg. Tujuan : penelitian mengetahui biji kacang merah dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan jamur Candida albicans. Metode : eksperimental laboratory, dilakukan di laboratorium mikobiologi program studi D-III Teknologi Laboratorium Medis ITSKes ICMe jombang. Penelitian dengan pembuatan media kemudian di inokulasi dengan jamur Candida albicans menggunakan metode gores. Pertumbuhan jamur Candida albicans dilihat secara makroskopis dan mikroskopis, kemudian dikelompokkan katagori positif atau negatif. Hasil : positif media biji kacang merah dapat menumbuhkan jamur Candida albicans, karena kacang merah memiliki kandungan protein dan karbohidrat, merupakan nutrisi utama dalam pertumbuhan jamur Candida albicans, pengamatan makroskopis media biji kacang merah didapatkan koloni berwarna putih kekuningan, berbau ragi, permukaan halus licin, tepian rata. Pengamatan mikroskopis ditemukan hasil jamur Candida albicans berbentuk bulat, lonjong, berukuran kecil, berdinding tipis, sel seperti ragi, dan terdapat pseudohifa. Kesimpulan : penelitian ini, media dari bahan kacang merah dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan jamur Candida albicans.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DENGAN KEIKUTSERTAAN PEMERIKSAAN IVA TEST DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGJAMBU Masruroh, Eti; Naftuchah R, Evicenna
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i1.1420

Abstract

Pendahuluan: Salah satu yang menjadi penyebab kematian di dunia adalah penyakit kanker. Pemeriksaan untuk deteksi dini (skrining) kanker serviks adalah pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA). Pengetahuan menjadi domain penting dalam terbentuknya perilaku seseorang. Pengetahuan yang baik akan membentuk sikap yang mendukung pula dan dapat memotivasi berperilaku dalam tindakan nyata.Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap tentang deteksi dini kanker serviks dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA Test di Wilayah Kerja Puskesmas Karangjambu Metode Penelitian ini menggunakan desain metode survei dengan jenis studi korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur (WUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Karangjambu sebanyak 56 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proportionate stratified random sampling. Instrumen dalam penelitian menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden lebih dari separuh responden memiliki usia 20-35 tahun (51.8%), dan memiliki pendidikan menengah (58.9%). Tingkat pengetahuan tentang deteksi dini kanker serviks hampir separuh responden dalam kategori cukup (48.2%). Sikap tentang deteksi dini kanker serviks sebagian besar dalam kategori positif (75%). Keikutsertaan keikutsertaan pemeriksaan IVA sebagian besar responden ikut serta dalam pemeriksaan IVA (64.3%). Kesimpulan: Penelitian ini mendapatkan Ada hubungan tingkat pengetahuan dan sikap tentang deteksi dini kanker serviks dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA Test di Wilayah Kerja Puskesmas Karangjambu.