cover
Contact Name
Roma Yuliana
Contact Email
jurnalvarians@gmail.com
Phone
+6281224425340
Journal Mail Official
jurnalvarians@gmail.com
Editorial Address
Trevista Residence Ciputat. Blok D3 No 3. Jalan Cipunagara Raya. Kecamatan Ciputat – Tangerang Selatan – Banten. Kode Pos (15411)
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30480108     DOI : https://doi.org/10.63953/vjkm
Core Subject : Health,
Fokus: VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah jurnal ilmiah yang ditujukan untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat. Artikel yang diterbitkan dapat berupa artikel hasil penelitian (original research) maupun artikel review (critical review). Ruang Lingkup: Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) mencakup cabang bidang ilmu kesehatan masyarakat, termasuk di dalamnya adalah, Gizi Promosi Kesehatan (Promkes) Kesehatan Lingkungan (Kesling) Biostatistik Kesehatan Reproduksi (Kespro) Informasi Kesehatan Ilmu Kesehatan Lainnya
Articles 39 Documents
Systematic Review: Efektifitas Jus Mentimun untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Maksum, Enisah; Salami, Salami; Rahayu, Siti; Herawati, Ade; Sitio, Tiarmaida Sitio; Firdaus, Okka hafizh; Sabarudin, Imam; handayani, Dian
Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v4i1.65

Abstract

Pendekatan farmakologis seperti pemberian obat antihipertensi telah menjadi andalan utama dalam pengobatan pasien hipertensi. Namun, keterbatasan terapi ini menimbulkan efek samping ketergantungan, yang mendorong perawat untuk mengembangkan intervensi keperawatan yang lebih holistik. Diantara intervensi non farmakologi yang telah terbukti efektif dalam mengurangi tekanan darah adalah pemberian jus mentimun. Metode studi ini yaitu systematic review menggunakan metode PRISMA dalam menemukan artikel artikel. Framework yang digunakan adalah PICOS. Kata kunci yang dipakai adalah jus mentimun dan hipertensi. Dari 5 artikel yang telah dianalisis kelompok, kesimpulan yang diambil adalah adanya dampak pemberian jus mentimun pada pengurangan tekanan darah di pasien hipertensi. Hasil studi kasus ini diharapkan dapat menjadikan salah satu pilihan intervensi non farmakologis pada profesi keperawatan dalam melaksanakan peran perawat dalam asuhan keperawatan pasien hipertensi.
Pengaruh Digital Marketing terhadap Minat Menggunakan Rokok Elektronik pada Generasi Z di Indonesia: Tinjauan Literatur Rohman Daka
Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v4i1.73

Abstract

Penggunaan rokok elektronik (vape) di kalangan remaja dan generasi muda terus meningkat dan menjadi isu kesehatan masyarakat. Secara global, sekitar 15 juta remaja usia 13–15 tahun menggunakan e-cigarette. Di Indonesia, prevalensi penggunaan vape meningkat dari 0,3% menjadi 3,0%, dengan sekitar 7,4% perokok aktif berasal dari kelompok usia 10–18 tahun. Generasi Z menjadi kelompok paling rentan karena tingginya paparan promosi digital melalui media sosial, influencer, dan platform e-commerce yang dapat meningkatkan minat penggunaan vape. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh digital marketing terhadap minat penggunaan rokok elektronik pada Generasi Z. Metode penelitian menggunakan literature review dengan pencarian artikel pada Google Scholar periode 2020–2026. Dari 53 artikel yang ditemukan, 7 artikel memenuhi kriteria. Hasil menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh positif terhadap minat penggunaan vape melalui promosi influencer, iklan daring, kualitas konten media sosial, dan promosi harga di e-commerce.
Pengaruh Calf Raise Exercise terhadap Peningkatan Kecepatan Lari pada Pelari di Surakarta Praevia Maysaa Rymaputri; Fadli, Arif; Aditya Johan R
Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v4i1.74

Abstract

Olah raga lari telah menjadi olahraga prestasi yang membutuhkan capaian kecepatan berlari. Pelari membutuhkan latihan penguatan otot betis untuk mencapai kekuatan dan kecepatan berlari yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian calf raise exercise (CRE) terhadap peningkatan kecepatan lari pada pelari remaja di Stadion Manahan. Penelitian ini menggunakan metode quasy experimental study dengan purposive sampling pada semua anggota remaja klub lari 100 meter di Stadion Manahan Surakarta yang berjumlah 30 orang. Peneliti mengalokasikan 15 subyek ke kelompok perlakuan dengan calf raise exercise dan 15 subyek ke kelompok kontrol. Paired sample t-test digunakan peneliti untuk menguji signifikansi peningkatan kecepatan berlari sebelum dan sesudah perlakuan dengan alat ukur stopwatch. Hasil uji statistik paired sample t-test didapatkan adanya peningkatan kecepatan berlari sebelum dan sesudah perlakuan yang signifikan pada kelompok perlakuan dengan nilai P <0,001 dan mean of difference sebesar -2,2 menit. Hasil uji statistik paired sample t-test pada kelompok kontrol menunjukkan peningkatan kecepatan berlari dengan nilai P <0,001 dan mean of difference adalah 0,94 menit dengan makna tidak signifikan secara klinis. Hasil intervensi pada kelompok perlakuan menunjukkan hasil lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Calf raise exercise  memberikan dampak pada peningkatan kecepatan lari sebelum dan sesudah perlakuan CRE pada pelari di Surakarta.
Analysis of Achievement of Maternal and Child Health Programs in the SDG's Era Wahyuni, Annisa; Herman, Putri Widya; Helmizar
Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v4i1.75

Abstract

Sustainable development through the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 3, targets a reduction in the Maternal Mortality Rate (MMR) to fewer than 70 deaths per 100,000 live births and the elimination of preventable deaths among infants and children under five by 2030, with a Neonatal Mortality Rate (NMR) of at most 12 per 1,000 live births and an Infant Mortality Rate (IMR) of at most 25 per 1,000 live births. However, in Padang City between 2014 and 2018, there was an increase in maternal deaths from 16 to 17 cases, while IMR rose from 89 to 92, and NMR increased from 52 to 70 cases. This study uses a prospective observational design to monitor policy implementation and applies descriptive analysis to evaluate the achievement of MMR and IMR-related indicators within the jurisdiction of the Padang City Health Office. Findings from 24 community health centers (Puskesmas) indicate that while some maternal and child health (MCH) programs have met their targets, others have not. Therefore, it is crucial to strengthen the role of Puskesmas as gatekeepers in MCH services and enhance coordination among Puskesmas, the Health Office, cross-sectoral stakeholders, and community support systems
Gambaran Penggunaan Model Kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur Pravitasari, Prassanti Widya; Faridah, Salsabila Nur
Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v4i1.76

Abstract

Penggunaan model kontrasepsi pada pasangan usia subur (PUS) merupakan salah satu upaya penting dalam pengendalian kelahiran dan peningkatan kesehatan reproduksi. Pemilihan model kontrasepsi dipengaruhi oleh berbagai faktor dan cenderung berbeda di setiap wilayah. Riset ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pasangan usia subur serta distribusi penggunaan metode kontrasepsi di Posyandu Melati 3, Kampung Paratag RT 03/RW 03, Desa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat berdasarkan usia, paritas, jenis kontrasepsi yang digunakan, lama penggunaan kontrasepsi, dan sumber informasi yang diperoleh responden. Waktu pelaksanaan riset dilakukan pada tanggal 7 November 2025.Riset ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 27 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil riset menunjukkan bahwa proporsi terbesar responden berada pada usia 20–35 tahun (66,7%) dan merupakan multipara (55,6%). Penggunaan model kontrasepsi didominasi oleh suntik (51,9%). Lama penggunaan kontrasepsi proporsi terbesar ≥1 tahun (66,7%), dan sumber informasi utama berasal dari tenaga kesehatan (55,6%). Kesimpulan riset ini menunjukkan bahwa penggunaan model kontrasepsi pada pasangan usia subur masih didominasi oleh model hormonal dan non MKJP yang cenderung dipilih karena kepraktisannya. Diperlukan peningkatan edukasi dan konseling mengenai model kontrasepsi jangka panjang untuk meningkatkan efektivitas program keluarga berencana.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sicanang Medan Belawan Safitri, Mey Elisa; Sopyana , Esty
Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v4i1.77

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena prevalensinya belum mencapai target nasional. Di Kota Medan, prevalensi stunting masih cukup tinggi yaitu sebesar 19,9%, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Sicanang Kecamatan Medan Belawan yang merupakan daerah dengan jumlah kasus stunting cukup tinggi di Kota Medan dengan angka kejadian 65 kasus balita stunting pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sicanang Medan Belawan. Desain yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi mencakup 2.228 ibu yang memiliki balita pada periode Januari–Mei 2024, dengan 39 responden ditentukan sebagai sampel menggunakan formula Slovin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat melalui uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat pemberian ASI eksklusif (p<0,001), berat badan lahir (p<0,001), pendapatan keluarga (p<0,001), dan pengetahuan ibu (p<0,001) berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Disimpulkan bahwa seluruh variabel berperan dalam kejadian stunting. Puskesmas Sicanang Medan Belawan direkomendasikan untuk mengintensifkan program penyuluhan kepada ibu balita, mencakup edukasi ASI eksklusif, pemantauan berat badan lahir, pengelolaan gizi keluarga, serta peningkatan pengetahuan gizi sejak masa kehamilan hingga periode balita guna menekan angka stunting di wilayah tersebut.  
Donor Darah Ulang dengan Tingkat Kecemasan Pendonor: Studi di UDD PMI Kabupaten Sleman Regi, Regi; Arif Tirtana; Rahman, Aulia; Widyaswara, Gravinda
Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v4i1.78

Abstract

Pendonor darah, baik pertama kali maupun ulang, dapat mengalami tingkat kecemasan yang bervariasi selama proses donor, yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan kelancaran kegiatan donor darah. Faktor yang memengaruhi tingkat kecemasan meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pengalaman donor sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendonor ulang dengan tingkat kecemasan pendonor di UDD PMI Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 pendonor ulang yang dipilih dengan teknik purposive sampling, menggunakan instrumen kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukkan 35% responden tidak mengalami kecemasan, sedangkan 65% lainnya mengalami kecemasan dengan tingkatan berbeda, yaitu kecemasan ringan (30%), sedang (23%), berat (9%), dan sangat berat (3%). Pada kelompok pendonor sedang (2–3 kali donor), sebanyak 32,1% responden tidak mengalami kecemasan, 14,3% mengalami kecemasan ringan, 35,7% mengalami kecemasan sedang, 17,9% mengalami kecemasan berat dan tanpa ada responden yang mengalami kecemasan sangat berat. Sementara itu, pada kelompok pendonor sering (≥4 kali donor), 36,1% responden tidak mengalami kecemasan, 36,1% mengalami kecemasan ringan, 18,1% mengalami kecemasan sedang, 5,6% mengalami kecemasan berat, dan 4,2% mengalami kecemasan sangat berat. Analisis uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendonor ulang dengan tingkat kecemasan (p=0,032; p<0,05). Meskipun pengalaman donor berulang cenderung menurunkan kecemasan, mayoritas pendonor ulang tetap menunjukkan tingkat kecemasan yang bervariasi.
Tinjauan Literatur Kebutuhan Asam Pantotenat sebagai Mikronutrient Esensial pada Remaja Oktavia, Vina Rahma; Zayani, Zazila Ummu; Naufal, Muhammad Rifqi Afifuddin; Mauludia, Renata; Ariyanto, Salwa Azzahra; Fitriyah, Shazza Aqila; Santi, Dwi Rukma
Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v4i1.80

Abstract

Asam pantotenat (vitamin B5) merupakan vitamin larut air yang berperan penting dalam metabolisme energi melalui pembentukan koenzim A dan acyl carrier protein yang terlibat dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Pada masa remaja, kebutuhan zat gizi meningkat seiring pertumbuhan, perkembangan hormonal, dan peningkatan aktivitas fisik sehingga kecukupan vitamin B5 perlu diperhatikan untuk mendukung kesehatan dan fungsi metabolik tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan asam pantotenat pada remaja, perannya dalam metabolisme energi, dampak kekurangan, serta upaya pemenuhannya berdasarkan literatur ilmiah terkini. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan sistematis terhadap 16 artikel ilmiah yang terdiri atas 14 jurnal internasional dan 2 jurnal nasional yang diterbitkan pada tahun 2021–2026. Data diperoleh melalui Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Frontiers, BMC, dan Portal Garuda menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan vitamin B5 dan remaja. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam pantotenat berperan penting dalam mendukung metabolisme energi, fungsi neurologis, dan kesehatan metabolik remaja. Status dan kecukupan vitamin B5 dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, kualitas pola makan, serta akses terhadap pangan bergizi. Asupan vitamin B5 yang tidak mencukupi berhubungan dengan kelelahan, penurunan konsentrasi, dan gangguan metabolisme, sedangkan pola makan yang beragam dan bergizi seimbang berperan dalam mendukung kecukupan vitamin B5. Oleh karena itu, edukasi gizi dan perbaikan kualitas pola makan perlu ditingkatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan vitamin B5 dan kesehatan remaja secara optimal.
Hubungan Faktor Enabling dengan Minat Kunjungan Ulang Pasien Pemeriksaan Radiologi Arifah, Siti; Ulfa Rahayu
Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v4i1.81

Abstract

Instalasi radiologi merupakan salah satu unit layanan kesehatan di rumah sakit yang wajib menerapkan standar pelayanan minimal (SPM) sebagai acuan mutu. Keinginan pasien untuk kembali menggunakan layanan radiologi dipengaruhi oleh faktor pemungkin yang mencakup aspek pelayanan, ketersediaan fasilitas, dan keterjangkauan lokasi. Tercatat pada April 2025, jumlah kunjungan pasien di Instalasi Radiologi RSUD Pandan Arang Boyolali turun 31,8% dibandingkan bulan sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keterkaitan antara faktor enabling (pelayanan, fasilitas, lokasi) dengan kecenderungan pasien melakukan kunjungan ulang pemeriksaan radiologi konvensional di Instalasi Radiologi RSUD Pandan Arang Boyolali. Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 70 pasien rawat jalan sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa faktor enabling yaitu    variabel pelayanan (p = 0,018) dan variabel fasilitas (p = 0,018) terbukti berkaitan secara signifikan dengan keinginan pasien untuk kembali melakukan pemeriksaan radiologi. Pihak RSUD Pandan Arang Boyolali disarankan untuk terus mengoptimalkan mutu pelayanan dan kelengkapan fasilitas di unit radiologi.

Page 4 of 4 | Total Record : 39