cover
Contact Name
Meilinah Hidayat
Contact Email
jmh@med.maranatha.edu
Phone
+6222-2012186
Journal Mail Official
jmh@med.maranatha.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Medicine and Health
ISSN : -     EISSN : 24425257     DOI : 10.28932/jmh
Core Subject : Health,
Journal of Medicine and Health (JMH) focuses on contributing towards science and research development that can be accessed by researchers and academic practitioners. Journal of Medicine and Health (JMH) is an open access journal, published biannually on every February and August. JMH receives original research articles, case report, and review articles related to biomedical sciences, clinical medicine, public health sciences, nutritional sciences, and medical herbs sciences. Articles should be written in good English or Indonesian language. All articles will be processed through peer review process.
Articles 228 Documents
An Overview of Risk Factors and Comorbidities Patients of Tuberculosis at Sukatani Public Health Center Purwakarta Regency Period 2020-2023 Happyanto, Manda R; Ivone, July; Nurazizah, Sherly
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i2.8232

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang ada di dunia, terutama di Indonesia. Insidensi TB di Indonesia pada tahun 2021 adalah 354 per 100.000 penduduk dengan perkiraan angka kematian 52 per 100.000 penduduk. Indonesia masih menjadi peringkat ke-2 penderita TB terbanyak di dunia setelah India. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari gambaran faktor risiko dan komorbiditas pada pasien TB di Puskesmas Sukatani tahun 2020-2023 berdasarkan jenis kelamin, merokok, TB-Diabetes Melitus (DM), dan TB-HIV. Desain penelitian ini berupa observasional deskriptif dengan menggunakan data retrospektif dari rekam medis pasien TB yang terdiagnosis klinis dan bakteriologis di Puskesmas Sukatani Kabupaten Purwakarta periode 2020-2023 dengan metode whole sampling. Distribusi tertinggi jenis kelamin adalah kelompok laki-laki sebesar 56,01%. Distribusi tertinggi dengan faktor risiko merokok adalah pasien tidak merokok sebesar 63,39%. Distribusi tertinggi berdasarkan dengan komorbiditas terhadap DM adalah pasien tidak disertai DM sebesar 98,28%. Distribusi tertinggi berdasarkan dengan komorbiditas terhadap HIV adalah pasien tidak disertai HIV sebesar 99,75%. Simpulan, jumlah total pasien TB Paru yang terdiagnosis di Puskesmas Sukatani Kabupaten Purwakarta periode 2020-2023 adalah 407 orang, dengan distribusi tertinggi pasien adalah jenis kelamin laki-laki, tidak merokok dan tidak disertai DM. TB-HIV hanya didapatkan 1 dari 407 pada penelitian ini.
Studi Kasus: Optimalisasi Regenerasi Kulit Pasca Prosdeur Estetik dengan Perawatan Kulit Dermo-kosmetik Setiawan, Stanley; Darmawan, Hari; Putranto, Samuel S; Linata, Angela M; Salim, Stephanie; Nobel, Shelly
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i2.8269

Abstract

The use of ecobiology-based dermocosmetics containing Antalgicine™ can expedite the optimization of skin regeneration post-aesthetic procedures. The aim of this case study assess the clinical benefit of Antalgicine™ post-aesthetic procedures. Six patients were recruited into this case study which utilizes subjective and objective measurements. Antalgicine™ was applied using a split-face study method. Subjective evaluation is graded by patients using a 1-5 Likert scale, along with objective evaluation, was performed by a blinded dermatologist. Results showed an objective reduction in post-aesthetic procedure on day 7, namely 40% for microneedling, 32% for fractional radiofrequency, and 29% for picosecond laser, as well as subjective reductions in every post-aesthetic procedure sensation, specifically pain, pruritus, tightness, and burning sensation at 67%, 75%, 67%, 33% for microneedling, 71%, 67%, 67%, 50% for fractional radiofrequency, and 67%, 75%, 78%, 60% for picosecond laser, respectively. As a conclusion, Antalgicine™ can reduce post-aesthetic procedure effects for optimizing skin regeneration.
MODIFIKASI HATI AYAM PADA SOSIS AYAM SEBAGAI SUMBER PANGAN TINGGI ZAT BESI UNTUK MENGATASI ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI REMAJA PUTRI Zuraida, Reni; Angraini, Dian I
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i1.8383

Abstract

Penyebab anemia remaja putri secara umum adalah kekurangan gizi besi. Bahan pangan sehari-hari yang tinggi mengandung zat besi adalah hati ayam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula terbaik sosis hati ayam dalam sosis ayam untuk memenuhi kecukupan zat besi remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan desain rancang acak lengkap yang dilakukan dalam 3 tahap yaitu: proses pembuatan sosis hati ayam; uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, tekstur dari sosis; dan pengujian kandungan kadar air, kadar zat besi dan kadar protein dalam sosis. Sosis hati ayam dibuat dalam 6 formula dan 1 formula kontrol. Didapatkan tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur paling tinggi berturut-turut terdapat pada sosis formula F4 (3,77), F2 (3,93), F4 (3,75), F4 (3,68), namun tidak terdapat perbedaan nyata warna, aroma, rasa dan tekstur antar formula (p>0,000). Kadar air dan kadar protein semua formula sosis sudah sesuai dengan SNI 2015. Kadar zat besi tertinggi terdapat pada formula F6. Disimpulkan formula terbaik yang sesuai tujuan penelitian yaitu formula F6 karena mengandung paling tinggi kandungan zat besi yaitu 7,27 mg/100 g atau setara 16,0% AKG zat besi untuk remaja putri.
Hubungan Usia Orang Tua dan Kelainan Celah Bibir dengan atau Tanpa Langit-Langit di Poliklinik Prostodonsia RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung Hidayat, Marlianti; Anwar, Anita D; Shidiq, Muhammad J
Journal of Medicine and Health Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v7i1.8459

Abstract

Celah Orofasial merupakan kelainan kongenital yang paling sering dijumpai, dapatmengenai bibir, langit-langit atau keduanya. Kelainan kongenital ini dapat disebabkan oleh faktor lingkungan dan keturunan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasional untuk mengetahui hubungan usia orang tua dengan celah orofasial, disertai pengamatan pada data penunjang dengan persentase tinggi yang berkaitan dengan kelainan tersebut. Terdapat 104 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. 54,8 % perempuan, 100% berumur 0-1 tahun, 81,7% dengan kelainan celah bibir dan langit-langit, 84,6% mengalami mual dan muntah pada trimester pertama, data penunjang lainnya memperlihatkan pesentase yang rendah. 83,7% usia ibu 20-35 tahun, 72,1% ayah berusia 20-35 tahun. Analisis hubungan kelompok usia ibu dan usia ayah dengan celah orofasial menggunakan uji Spearman’s Rank. Hasil analisis pada semua kelompok usia ibu dan ayah didapatkan tidak signifikan. Koefisien korelasi pada semua kelompok usia ibu antara 0,051 – 0,375 yang artinya kekuatan korelasi usia ibu dengan celah orofasial umumnya lemah. Sebagai simpulan, setiap kelompok usia ibu dan ayah, memiliki risiko yang sama terhadapkejadian celah orofasial dan tidak berhubungan dengan tipe celah. Celah orofasial terbanyak pada kelompok orang tua dengan usia 20-35 tahun, mual dan frekuensi muntah diduga dapat menjadi salah satu penyebab.
Translasi Kondilus Mandibula Sebagai Prediktor Sulit Laringoskopi Tanuwijaya, Tommy M; Suarjaya, I PP; Sucandra, I MK; Senapathi, Tjokorda GA; Wiryana, Made; Widnyana, I MG; Panji, I PAS; Kurniyanta, I P
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i2.8475

Abstract

Kegagalan mengelola patensi jalan napas yang disebabkan oleh sulitnya laringoskopi dan intubasi dapat menyebabkan gangguan ventilasi, desaturasi, aritmia, kerusakan otak permanen hingga kematian. Salah satu anatomi yang berperan selama proses laringoskopi adalah sendi temporomandibular. Penilaian ultrasonografi sendi temporomandibular terutama fungsi translasi kondilus mandibula memberikan hasil yang dapat diandalkan. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan korelasi antara jarak translasi kondilus mandibula dengan skor Cormack Lehane. Populasi penelitian observasional analitik prospektif ini adalah pasien berumur 18-65 tahun yang menjalani operasi dengan anestesi umum pipa orotrakeal di RSUP Prof IGNG. Ngoerah pada periode Februari 2024 dengan jumlah perhitungan 114 subjek. Kriteria inklusi meliputi pasien usia 18-65 tahun, status fisik ASA I - III dan IMT kurang dari 30 kg/m2. Analisis data menggunakan bantuan SPSS versi 26 yang meliputi analisis korelasi dan perhitungan titik potong jarak translasi kondilus mandibula dengan kurva ROC. Hasil didapatkan korelasi negatif kuat r=0,631 dan nilai p<0,001 dengan titik potong jarak translasi kondilus mandibula dengan skor Cormack-Lehane ≥2b adalah 11,25 mm dengan sensitivitas 94,6%, spesifisitas 95,5%. Simpulan penelitian ini adalah translasi kondilus mandibula yang diukur ultrasonografi berkorelasi negatif kuat terhadap skor Cormack-Lehane sebagai prediktor tingkat kesulitan visualisasi laringoskopi.
Gambaran Kepuasan Pengguna Telemedicine pada Masa Pandemi COVID-19 Maulana, Rashyad F; Ivone, July; Hasianna, Stella T
Journal of Medicine and Health Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v7i1.8494

Abstract

World health organization (WHO) menetapkan status pandemi Coronavirus disease-2019 (COVID- 19) pada tanggal 11 Maret 2020. Jumlah kasus dan kematian yang sempat meningkat di tahun 2021menyebabkan masyarakat memilih untuk tidak pergi ke fasilitas layanan kesehatan. Penyesuaian pelayanan kesehatan dengan telemedicine masih dianggap baru di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kepuasan masyarakat terhadap layanan konsultasi telemedicine selama pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan kuesioner kepuasan telemedicine versi Bahasa Indonesia. Populasi sampel berjumlah 63 pasien telemedicine Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Maranatha Bandung periode 2020-2022 dengan metode convenience sample. Hasil karakteristik usia terbanyak 35-44 tahun (23,8%), jenis kelamin perempuan (63,5%), tingkat pendidikan tinggi (77,7%), kelompok pekerjaan swasta (50,8%) dengan pendapatan sangat tinggi (71,4%), sudah menikah (69,9%), dan frekuensi penggunaan telemedicine jarang (63,5%). Gambaran kualitas telemedicine RSGM Maranatha Bandung periode 2020-2022 selama masa pandemi COVID-19 ditunjukkan oleh rasa puas responden (68,7%). Sebanyak 82,5% responden menyatakan bahwa gambaran kesamaan telemedicine dengan pertemuan tatap muka adalah sama dan 88,9% responden menyatakan nyaman dalam melakukan interaksi telemedicine. Simpulan penelitian ini telemedicine memberikan tingkat kepuasan yang baik di kalangan masyarakat dan merupakan cara yang dapat diterima dalam memperoleh pelayanan kesehatan di masa pandemi COVID-19.
Rationality of Antibiotic Use on Pneumonia Patients at dr. Doris Sylvanus Hospital Palangkaraya in 2022 Nawan; Annisa, Farah; Handayani, Septi; Parhusip, Mual BE; Furtuna, Dewi; Trisia, Adelgrit; Toemon, Agnes I
Journal of Medicine and Health Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v7i1.8586

Abstract

Pneumonia can be defined as a condition when a microorganism triggers inflammation of the lung parenchyma. The bronchioles and alveoli will be filled with inflammatory leukocyte exudate and fluid, causing respiratory difficulties and symptoms such as coughing, dyspnea, chest pain, and shock in severe cases. Pneumonia infections caused by bacteria can be treated with antibiotics. Bacterial patterns and sensitivity test results available at the hospital are used as a guide in selecting empiric therapy given to patients. Diagnostic limitations in differentiating viral and bacterial pathogens in pneumonia have led to increased use of antibiotics and contributed to the growth of antibiotic resistance. This research aims to determine the rationality of antibiotic use in pneumonia patients' resistance at RSUD dr.Doris Sylvanus Palangka Raya in 2022. A descriptive observational approach using a cross-sectional method was used to examine the medical records of pneumonia patients. Antibiotics commonly used by patients diagnosed with pneumonia at RSUD dr.Doris Sylvanus Palangka Raya in 2022 is Moxifloxacin with 153 patients (22.53%), then Levofloxacin with 143 patients (21.06%), and Ceftriaxone with 137 patients (20.18%). The total defined daily dose/100 days of antibiotics for pneumonia patients is 88.85 and according to the Gyssens criteria, the use of antibiotics is 82.62% rational.
Efek Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Kadar TNF-α pada Tikus Wistar Model Gout Artritis Akut Parisa, Nita; Tantoro, Valyn T; Adenina, Masayu S; Prananjaya, Bintang A; Saleh, Masagus I; Theodorus
Journal of Medicine and Health Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v7i1.8629

Abstract

The inflammatory condition, marked by pain, swelling, and elevated TNF-α levels, prompted the exploration of cherry leaves' flavonoids, known for their anti-inflammatory properties. An in vivo experimental study with a pre-and post-test control group design was conducted to compare the efficacy of cherry leaf extract (Muntingia calabura L.) in the Wistar rat model of acute gout arthritis. Five treatment groups (negative control (Na-CMC 0,5%), positive control (Colchicine), cherry leaf extract dose 200mg/kgBW, cherry leaf extract dose 400mg/kgBW, and cherry leaf extract dose 800mg/kgBW) were administered to Wistar rats to compare their ability in reducing TNF-α levels. Results revealed the extract's significant efficacy in reducing TNF-α levels at all doses compared to negative control. There is no significant difference among the three different doses compared to colchicine as a positive control. In conclusion, cherry leaf extract demonstrated significant efficacy as an anti-inflammatory agent by reducing TNF-α levels in acute gout arthritis rat models with the most efficient dose of 200mg/kg BW.
MOIST SEBAGAI MEDIATOR PADA KORELASI UV DAMAGE TERHADAP KADAR PORFIRIN PADA SISWA KALAM KUDUS II JAKARTA Gilda, Gilda; Novia, Elizabeth; Hendsun, Hendsun; Wellen, Fendy; Firmansyah, Yohanes; Tan, Sukmawati T
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i2.8671

Abstract

Radiasi ultraviolet (UV) memiliki sifat sebagai inisiator dan promoter tumor. UV adalah faktor risiko yang dapat dimodifikasi untuk kanker kulit dan gangguan kulit lainnya. Paparan UV yang berlebihan menyebabkan kerusakan secara fisik pada lapisan kulit dan secara kimia pada stres oksidatif. Paparan UV-A, menginduksi fotooksidatif stres, ditandai dengan meningkatkan kadar Porfirin terutama protoporfirin IX. Kandungan sebum, hidrasi yang rendah dan jumlah Porfirin yang rendah, menyebabkan meningkatnya sensitivitas kulit. Tujuan dari penelitian cross sectional ini adalah menguji korelasi antara moist sebagai mediator pada korelasi UV damage terhadap kadar Porfirin. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Atas Kalam Kudus II Jakarta dengan total 91 responden. Kadar Porfirin dan moist dinilai dengan skin analyzer pada regio T-zone dan V-zone. Uji korelasi dengan Pearson Correlation. Nilai R2 untuk variabel Porfirin, moist, dan UV damage adalah sebesar 0,655, 0,729, dan 0,143, secara berurutan. Variabel moist memiliki kemampuan prediksi relevansi yang kecil dengan nilai Q2 0,233 dan UV damage didapatkan memiliki kemampuan prediksi yang besar, yaitu 0,604. Dapat disimpulkan, adanya peningkatan kadar Porfirin terhadap pajanan UV, namun pada kulit dengan kadar kelembaban yang rendah akibat pajanan UV, mengalami peningkatan kadar Porfirin yang lebih bermakna.
Peran Probiotik Terhadap Perbaikan Gejala Motorik Pada Pasien Dengan Penyakit Parkinson: Sebuah Meta-Analisis Erwin, Ferdinand; Meryana, Meryana; Kurniawati, Nita; Kartikasari, Desy; Supit, Paulus A
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i2.8805

Abstract

Penyakit Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif paling sering diderita kedua setelah penyakit Alzheimer, yang ditandai dengan adanya bradikinesia, tremor saat istirahat, dan rigiditas. Penanda utama dari penyakit Parkinson adalah patologi α-synuclein yang disebut dengan Lewy Body. Beberapa penelitian terbaru menunjukkan peran gut dysbiosis menjadi salah satu faktor dalam patofisiologi penyakit Parkinson. Beberapa penelitan sebelumnya menunjukkan efektivitas probiotik terhadap perbaikan klinis penyakit Parkinson. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran probiotik terhadap gejala motorik pasien dengan penyakit Parkinson. Metode penelitian ini adalah dengan melakukan pencarian studi melalui berbagai database seperti Pubmed, Scopus, Cochrane, dan ProQuest. Studi yang didapatkan kemudian dilakukan skrining, penilaian kualitas studi, dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini didapatkan total 5 studi yang melibatkan 339 pasien dengan penyakit Parkinson. Meta-analisis penelitian ini menunjukkan penurunan skor Unified Parkinson’s Disease Rating Scale Part III (UPDRS-III) secara signifikan (standardized mean difference: -0,25; interval kepercayaan 95%, -0,44 hingga -0,06) pada pasien dengan penyakit Parkinson setelah pemberian probiotik. Penelitian ini menunjukkan bahwa probiotik dapat memperbaiki gejala motorik secara signifikan pada pasien dengan penyakit Parkinson yang diukur dengan skala UPDRS-III, serta relatif aman dan dapat ditoleransi dengan baik.